Minggu, 28 Juni 2015

This Star Won’t Go Out



“Just be happy, and if you can’t be happy, do things that make you happy. Or do nothing with the people that make you happy” – Esther Earl


Penulis: Esther Earl bersama Lori & Wayne Earl
Penerjemah: Nur Cholis
Penyunting: Jason Abdul
Penyelaras aksara: Lian Kagura, Putri Rosdiana
Penata Aksara: Nurhasanah Ridwan
Perancang sampul: Fahmi Ilmansyah
Penerbit: Noura Books
Cetakan: I, April 2015
Jumlah hal.: 352 halaman
ISBN: 978-602-0989-15-0
(Best Memoir & Autobiography Goodreads Choice Award 2014)
Esther menginspirasi The Fault in Our Stars. Dia membantuku membayangkan remaja memiliki lebih banyak empati daripada dugaanku sebelumnya. Dan pesona serta kejenakaannya menginspirasiku juga. Esther adalah penulis yang menakjubkan dan buku ini akan menggambarkannya secara apik – John Green 
Ini bukan tentang penyakit kanker dramatis, seperti buku “berdasarkan kisah nyata” pada umumnya. Kisah ini menganai aku, Esther Earl, yang mengidap penyakit yang cukup menakutkan bernama Kanker Tiroid. Namun, bukankah lebih dari itu, kisah ini adalah tentang pengalaman yang mengubah hidup seorang gadis.
***
Dalam buku This Star Won’t Go Out ini, pembaca akan disuguhi kisah hidup seorang Esther Grace Earl. Diizinkan “mengintip” buku hariannya. Sesuatu yang sangat personal.
Namun ini tidak berarti kita telah melewati batas privasi. Sebab Esther memang seterbuka itu. Ia menceritakan banyak hal dalam hidupnya di berbagai blog yang dibuatnya. Dalam vidoe yang diunggahnya. Jauh dalam dirinya Esther berharap apa yang ia bagi bisa sampai ke banyak orang. Sebab Esther selalu ingin bisa membuat perubahan, melakukan kebaikan yang memberi dampak pada hidup banyak orang.
Esther adalah gadis muda dengan semangat dan keceriaan. Ia berbeda. Ia membawa bom waktu dalam dirinya. Kanker Tiroid. Namun bukan itu yang membuatnya berbeda. Ia istimewa karena cara ia menghadapinya.

Di usia yang masih muda, hampir 12 tahun, Esther didiagnosis menderita Kanker Tiroid. Seketika itu juga kehidupannya berubah. Berbagai perawatan dilakukan untuk kesembuhannya. Awalnya para dokter optimis akan kesembuhannnya sebab prognosis untuk kanker Tiroid cukup bagus yakni 90% (hal. 20). Sayangnya kanker Esther berbeda, lebih ekstensif dan telah menyebar hingga paru – paru. Akhirnya sejak tahun 2008, kondisi Esther memaksanya untuk bernafas dengan dibantu tabung oksigen.
Namun meski kehidupannya seketika berada di luar jalur umum, keceriaan Esther tidak hilang. Ia terus berusaha membagi kebahagiaan terutama pada keluarganya. Esther diceritakan senang menulis surat untuk orang tuanya. Ia pun suka membuat sketsa dan menulis diary. Kemudian saat ia mulai menemukan lingkungannya di dunia maya, Esther pun menemukan tempatnya. Tempat ia bisa menjadi dirinya sendiri tanpa orang memelototi selang oksigennya. Tanpa perlu menjelaskan tentang kanker yang jadi bagian dirinya.
Dan kelak dari tempat inilah sinar bintang seorang Esther bercahaya dan menyinari semakin banyak kehidupan orang lain. Esther bersama sahabatnya, para Cattitude berhasil berbagi. Bahkan Esther menjadi inspirasi bagi HPA (Harry Potter Alliance). Komunitas ini berhasil memenangkan dana yang akan mereka manfaatkan untuk kegiatan kemanusiaan dengan dukungan yang Esther dan John Green lakukan.
Kekuatan dan kemampuan Esther untuk terus berbagi kebahagiaan saat kehidupannya sendiri tidak mudah ternyata berhasil menginspirasi banyak orang. Bahkan di akhir buku, kita akan mendapati bahwa bagi banyak orang warisan paling berharga telah ditinggalkan oleh Esther. Yaitu warisan cinta.
***
Membaca buku This Star Won’t Go Out ini, bikin perasaan kita nano.  Ya, ada keceriaan yang dibagi oleh Esther dan orang – orang di sekitarnya. Selain itu banyak pemikiran mendalam untuk hal – hal yang bahkan selama ini kita anggap normal.
Cerita Esther membuat kita sadar bahwa sebuah hubungan bisa terbentuk karena hal yang sebenarnya tidak terduga. Kecintaan pada Harry Potter ternyata bisa mengubah hidup banyak orang. See... Sebuah buku. Sebuah cerita. Ia menjadi sebuah “darah” yang membentuk persaudaraan. 
Esther dan Cattitude. Ia bukti nyata. Betapa persahabatan yang terjalin oleh kesamaan minat dan kecintaan bisa menjadi kekuatan bagi beberapa orang. Ini mungkin bukanlah kisah yang berlaku dalam hidup semua orang. Namun ternyata ia memberi pengaruh besar.
Kisah Esther menjadi inspirasi tersendiri bagi pribadi – pribadi yang mengenalnya secara personal. Sosok Esther selalu digambarkan sebagai sosok yang terbuka. Ia siap menerima dan memberikan cinta. Selain itu, kini kisah itu dibagikan ke seluruh dunia.
Tulisan – tulisan di diary Esther adalah khas remaja. Semua kebingungannya, ketakutannya, dan kemudian kesadarannya benar – benar manusiawi. Namun sejujurnya yang sering membuat saya menangis adalah cerita dari sudut pandang orang lain. Cerita tentang betapa Esther kuat. Dan juga tulisan yang ditulis oleh orang – orang sekelilingnya setelah ia tiada.
Buku ini berbagi banyak rasa. Berbagi banyak pemahaman. Dan paling utama membisikkan pada kita bahwa cinta dan kebaikan hati akan membawa kebaikan yang kelak akan jadi efek domino yang besar. Satu kebaikan kecil bisa berdampak besar.
Ah, usia Esther di dunia boleh jadi 16 tahun. Namun kita tidak akan tahu seberapa lama kebaikan dan inspirasinya akan bertahan.
Psst.. sebelum baca buku ini, jika membaca twitter @crazycrayon saya akan berpikir itu hanya twitter remaja biasa. Ia bercerita apa adanya. Berkeluh sesuai usianya. Tapi ternyata ada kisah menyentuh hati di baliknya.
RIP Esther Grace Earl. Saya setuju jika ada lebih banyak orang dengan hati sehangat kamu, maka dunia akan jauh lebih baik. Jaaaauuuuhh lebih baik.
***
Puisi yang terinspirasi This Star Won’t Go Out


Pernahkah kau bertanya,
seberapa jauh kau mengenal seseorang?
Adakah bilangan tahun cukup sebagai penanda?

Pernahkah kau merasa,
mengenal seseorang yang kau tatap matanya hanya sedikit
kemudian berpikir "mungkin aku mengenalnya"
Dan pernahkah kau merasa,
mengenal seseorang yang tak kau kenali
tak pernah kau dengar suaranya
tak pernah kau lihat senyumnya
tak pernah kau jabat tangannya
namun kau tahu kau mengenal ia

Sebab kamu menemukan sesuatu darinya,
yaitu kehangatan akan cinta yang ia tebarkan
& rangkaian kata yang ia susun berhasil menyentuh hatimu

1 komentar:

  1. Kekuatan mental memang sangat penting ..untuk menghadapi apapun..salam kenal semuanya..

    BalasHapus