Minggu, 28 Juni 2015

Not A Perfect Wedding



Penulis: Asri Tahir
Editor: Afrianty P. Pardede
Penerbit: Elex Media Komputindo
Cetakan: Pertama, 2015
Jumlah hal.:xii + 297 halaman
ISBN: 978-602-02-5897-3
Raina Winatama
Di hari pernikahanku, aku kehilangan mempelaiku.
Bukan karena dia melarikan diri. Tapi dia pergi untuk selamanya.

Prakarsa Dwi Rahardi
Di hari pernikahanku, aku kehilangan mempelaiku.
Bukan karena dia melarikan diri, tapi aku harus pergi untuk selamanya.

Pramudya Eka Rahardi.
Di hari pernikahan adikku, aku harus menjadi mempelai laki – laki.
Menjalankan sebuah pernikahan yang harusnya dilakukan oleh adikku, Prakarsa Dwi Rahardi

***

Apa jadinya jika tepat sehari sebelum pernikahan, duniamu seolah mendadak terguncang dan semua hal hancur berkeping – keping? (ah, thanks God, saya gak baca novel ini sebelum pernikahan saya).

Itulah yang dialami Raina. Tepat sehari sebelum pernikahannya, sang kekasih, Raka, mengalami kecelakaan hingga akhirnya tewas. Namun sebelum meninggal, Raka sempat meminta kakaknya, Pram, untuk menggantikan dirinya menjaga Raina. Ini dimaknai Pram sebagai keinginan Raka agar ia menikahi Raina menggantikan adiknya itu.

Hingga akhirnya setelah Raka meninggal, pernikahan tetap dilangsungkan dengan Pram sebagai mempelai laki – lakinya. Raina sendiri tidak diberi tahu bahwa Raka sudah meninggal dan laki – laki yang bersumpah untuk menjadi imamnya bukanlah laki – laki yang ia cintai.

Setelah itu masalah pun menjadi – jadi. Raina yang bersedih karena kehilangan Raka. Kemarahan Raina karena merasa dibohongi oleh keluarganya. Kehidupan Raina dan Pram, dua orang asing yang harus hidup bersama di bawah ikatan pernikahan. Masa lalu Pram. Kerinduan akan Raka.

Semua kemudian menjadi rangkaian cerita yang disuguhkan kepada pembaca. Bagaimana pernikahan Raina dan Pram? Berhasilkah dua orang asing yang terpaksa menikah mempertahankan pernikahan mereka?

***

Membaca novel ini cukup menyenangkan karena alurnya yang dinamis. Di awal – awal bab waktu berlalu dengan lambat. Merangkum sejumlah kejadian penting yang terjadi dalam dua hari: sehari sebelum pernikahan dan pada hari pernikahan. 

Kemudian cerita dibuat sedikit lebih cepat. Proses penerimaan Raina akan ketiadaan Raka. Proses pendampingan Pram selama masa berduka Raina, hingga kemudian kebersamaan Pram dan Raina. Masalah muncul satu persatu dan terselesaikan satu persatu pula. Namun tetap saja rasanya bertubi – tubi.

Sejujurnya, ide cerita ini memang menarik. Meski saya bertanya – tanya adakah ini terjadi di dunia nyata? Kemudian anggaplah memang bisa, namun tetap saja ada logika yang bolong di sini.

Pertama, bagaimana mungkin proses pemakaman Raka hanya dihadiri oleh keluarga kecilnya saja? Bukankah ini berita penting? Belum lagi yang meninggal adalah seorang mempelai pria yang akan segera menikah? Apa iya tidak ada keluarga Raka yang lain yang mengenali mobil Raka seperti Raina mengenali mobil Raka yang tampil di berita?

Kedua, bagaimana bisa prosesi pemakaman dan kemudian perjalanan menuju tempat pernikahan bisa secapat itu? Raka meninggal paling cepat dari runtutan kejadian adalah sore menjelang maghrib tapi yang saya tangkap adalah malam hari. Padahal pagi berikutnya sudah akad nikah. Bagaimana sebuah keluarga bisa secepat itu mempersiapkan semuanya apalagi ini dikerjakan sendiri lho? Kan ceritanya gak ada keluarga yang ikut hadir.

Nah, itu dia kekosongan logika yang cukup menggangu. Sisanya yang lain cukup bisa dinikmati meski agak gereget juga sama penggambaran sosok Raina. Entah dia ini manja, kuat, tegar atau gimana. Rasanya sulit membayangkan karakter yang cukup bertolak belakang ada dalam diri satu orang.

Tapi secara keseluruhan narasinya sudah mengalir dan enak di baca. Ide cerita yang cukup menarik. Tinggal eksekusinya saja yang lebih dimatangkan.

Untuk sebuah novel pertama, ini sudah bagus, mbak Asri Tahir. Saya tunggu karya berikutnya (^_^)

***

Puisi yang terinspirasi novel Not A Perfect Wedding



Aku hanya ingin menjaga
Tak ingin melukai janji yang kuucapkan
Tak ingin membiarkannya sendiri dalam duka, ia perempuan yang dikasihi adikku

Aku hanya ingin bisa bertahan
Saat dunia yang kukenali luruh
Berganti rasa asing dan sendiri
Sedang laki-laki yang kucintai telah pergi

Kami hanya tengah berusaha
Menjalani takdir yang ditetapkanNya
Berdamai dengan duka & mencoba merangkai bahagia

1 komentar: