Minggu, 14 Juni 2015

Love Fate




Penulis: Sari Agustia
Editor: Pradita Seti Rahayu
Penerbit: Elex Media Komputindo
Jumlah hal.: ix + 228 halaman
ISBN: 978-602-02-6097-6
Kata orang, pernikahan yang kupunya ini sempurna.
Karier kami sama – sama menanjak. Sejak dua tahun lalu, kami mulai tinggal di rumah sendiri. Tak hanya itu, kami pun membekali diri kami masing – masing sebuah mobil untuk bepergian setiap harinya. Oh ya, kami juga punya dana untuk traveling ke luar negeri – setidaknya sekali dalam seathun – dan berkunjung ke rumah Ambu di Bandung atau rumah Bapak atau Ibu Mertuaku di Malang.

Hanya satu yang sebenarnya sering kali mengganggu: Keturunan. Lima tahun bahtera ini berjalan, belum juga hadir si buah hati.

Kami tak pernah menunda. Tak pernah juga mempermasalahkannya. Dan... tak pernah juga membicarakannya.
Bagaimana ini...
Suamiku sebenarnya mau punya anak atau tidak?
Yang ke dokter hanya aku. Yang mau adopsi hanya aku. Masa hanya aku saja yang berusaha?
***

Cerita dibuka dengan sebuah prolog yang cukup membuat pembaca penasaran ingin mengetahui kelanjutan cerita.

Setelah itu, pembaca seolah disuguhi memoar kehidupan seorang Tessa Febriana Sasmita. Kehidupannya bersama suaminya, Bhaskoro, awalnya terasa mulus. Kehadiran seorang anak tidak menjadi hal yang menuntut. Namun kondisi mendadak berubah saat adik Bhaskoro, Indah, menikah.

Ibu Mertua Tessa menjadi semakin sengit membahas tentang anak. Belum lagi Indah yang kemudian mengabarkan kehamilannya. Semua hal jadi terasa menekan Tessa. Belum lagi sikap Bhas yang seolah tidak peduli. Ini cukup memberatkan hati Tessa.


Namun setelah konslutasi kesehatan bersama, Bhas jadi lebih bisa diajak kerjasama. Tidak lama kemudian Tessa hamil, namun malang tidak dapat ditolak. Tessa keguguran. Namun ternyata ini pun menjadi tragedi.

Semua hal semakin memburuk. Sikap Bhas, sikap ibu mertua Tessa, serta keinginan Tessa yang semakin menggebu untuk mengadopsi anak Mbak Kanti. 

Mbak Kanti ini adalah seorang cleaning service toilet yang ada di gedung kantor Tessa. Ia menyukai karakter Mbak Kanti dan suaminya dan tertarik meringankan beban mereka yang telah memiliki 4 orang anak namun memiliki kesulitan ekonomi. Mbak Kanti tengah mengandung anak kelimanya. Dan ingin menyerahkan anaknya untuk diadopsi karena merasa tidak sanggup lagi jika beban ekonominya harus bertambah.

Tessa ingin mengadopsi anak tersebut namun Bhas keberatan. Pertengkaran pun pecah dan kehadiran ibu mertua Tessa memperparah keadaan. Bagaimana nasib pernikahan Tessa dan Bhas?

***

Membaca novel ini memang terasa mengikuti sebuah memoar yang ditulis sendiri oleh tokohnya. Narasi fiksinya kurang terasa.

Prolog yang menjadi pemantik awal kisah, hingga terakhir menyisakan tanda tanya bagi saya pribadi. Lantas anak siapa yang dikandung Tessa? Prolog ini ditulis di rentang waktu yang mana?

Karakter Tessa dan dilema serta kebingungannya berhasil diceritakan dengan baik melalui POV orang pertama. Sayangnya kisah dari sisi Bhas yang muncul di dalam cerita tidak menjadi penguat ceritanya. Penjelasannya tentang awal ia jatuh cinta pada Tessa malah membuat emosi tokoh Bhas menjadi dipertanyakan.

Setelah perjuangan sehebat itu bagaimana mungkin ia berpikir meninggalkan Tessa? Kenapa ia tidak berusaha membujuk Tessa dengan penuh cinta kasih? Kenapa malah menjauh dan bersikap dingin?

Sejujurnya konflik yang ditampilkan dalam buku ini sudah menarik. Dan cukup informatif. Sayangnya, penuturan penulis tentang prosesi adat pernikahan Jawa kurang menyatu denga cerita. Saya masih merasa seperti membaca berita feature di koran.

Namu sekali lagi. Ide cerita dan informasinya sudah bagus. Sayangnya, eksekusinya yang kurang manis. Diksinya masih kaku. Perlu lebih smooth lagi.

Dan sampai akhir saya mempertanyakan “Love Fate” ini bermakna apa? Sisi konflik mana yang dimaksud? Apakah akhir cerita dan pilihan Tessa yang digambarkan dalam kata “Love Fate” tersebut?

Tapi secara keseluruhan? Sebagai sebuah novel perdana, novel ini mengambil tema yang menarik yakni: pernikahan, anak, dan adopsi

***

Puisi yang terinspirasi oleh novel Love Fate ini:
Awalnya ini hanya tentang kita,
Tentang kamu dan aku semata

Namun cerita jadi berbeda
Ketika celoteh dan riang jadi rindu
Harap pada hadirnya sosom mungil
mulai membuncah di dada

Sayangnya Tuhan sedang ingin menguji
Sekokoh apa bahtera kita
Bisakan ia menampung hadirnya sosok baru
Ataukah kita berdua saja sudah terlampau berat
Hingga bahtera ini mulai tenggelam?
Lantas mampukah kau menjadi kapten tangguh?
Dan aku jadi awak pendukungmu?
Ataukah kita hanya bisa melihat bahtera ini karam perlahan

Bandung, 14 Juni 2015

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar