Rabu, 10 Juni 2015

Days of Terror






Penulis: Ruwi Meita
Editor: Ry Azzura & Ario Sasongko
Penyelaras Akhir: Funy DRW
Penata Letak: Irene Yunita & Erina Puspitasari
Desain & islutrasi sampul: Dedy Koerniawan & Ayu Widjaja
Penerbit: Bukune
Cetakan: Pertama, April 2015
Jumlah hal.: vi + 134 halaman
ISBN: 602-220-155-1

Ori terbangun dari tidur dengan panik. Keringat mengucur deras dan detak jantung seakan berlomba dengan napasnya. Mimpi buruk itu terulang lagi. Menyisakan suara yang terus terngiang di telinganya. “Cepat, temukan wanita itu atau hidupmu adaah taruhannya!”
Dia bangkit untuk mengambil segelas air di meja rias. Kemudian, sudut matanya menangkap sebuah bayangan di cermin. Betapa terkejut Ori dengan apa yang dilihatnya: perempuan tua dengan rambut putih, kulit keriput, punggung bungkuk, dan tatapan yang menyeramkan!
“Tidak! Tidak mungkin! Apakah wanita mengerikan itu... AKU?”
***
Dengan kemampuan pergi ke masa lalu dan masa depan sesuka hati, Ori mengubah cerita hidupnya. Nilai ulangannya kian membaik, janji – janji selalu ia tepati, dan semua hal buruk itu bisa dicegahnya. Ya, kehadiran kalender misterius itu merupakan anugerah bagi Ori.
Namun, apa yang harus dia lakukan, jika semua kebahagiaan itu mesti dibayar dengan nyawa?
***
Bagaimana rasanya jika kamu memiliki kesempatan untuk mengubah masa lalu, Readers? Mesin waktu, salah satu produk teknologi yang membuat banyak orang penasaran sekaligus ketakutan. Lantas bagaimana jika sebuah alamanak bisa membawamu menyusuri masa depan dan masa lalu?


Ori, mendapati sebuah alamanak bertengger manis di meja belajarnya. Ibu Ori baru saja membeli almanak itu dari seorang pengurus panti asuhan.

Namun ada yang aneh dengan alamanak tersebut. Ada sebuah tulisan kecil bak mantera yang tertera dan dibaca oleh Ori. Setelahnya, Bloni, kucing kesayangan Ori jadi bertingkah aneh. Kucing itu seolah terobsesi pada almanak itu.

Hingga suatu hari tanpa sengaja Ori mendapati bahwa almanak tersebut bisa membawa Ori ke masa depan. Ia pun memanfaatkan kekuatan almanak tersebut untuk memperbaiki nasibnya yang selalu sial.

Tapi, adakah hal itu terjadi cuma-cuma? Ah, ternyata harus ada pertukaran? Dan kini Ori harus bersiap “membayar lunas” semua perjalanan waktu yang dilakukannya

***

Ide tentang almanak ini memang menarik. Ide dasarnya mungkin tidak tergolong baru sebab ide tentang perjalanan menembus waktu bukan lagi hal baru. Namun cara Ruwi Meita menyajikannya jadi menarik.

Ia membawa cerita selangkah demi selangkah. Mengajak pembaca mengikuti kehidupan awal Ori yang tadinya penuh kesialan menjadi keberuntungan berkat almanak itu. Tapi di saat yang sama penulis juga menyiapkan pembaca bahkan mengajak pembaca menebak-nebak, apa maksud kata “terkutuk” di akhir mantera almanak tersebut.

Kutukan apa yang menanti Ori? Apa yang akan direnggut dari Ori sebagai ganti atas perjalanan waktu yang dilakukannya?

Kehadiran tokoh di sekitar Ori juga menguatkan cerita. Tokoh Fla yang menjadi “teman tapi benci” Ori, serta kehadiran Kalea yang merupakan sahabat yang juga membuat Ori iri. Semua tokoh ini menjadi warna yang menarik bagi cerita Ori dan almanak terkutuk tersebut.

Selain itu, cerita di novel ini juga memberi pengetahuan yang menarik tentang perbedaan kalender dan almanak.  Bahkan bagi generasi masa kini, “almanak” jelas merupakan benda asing dan bahkan bisa disalahpahami.

Oiya, deskripsi Ruwi Meita di dalam buku ini juga menarik. Caranya menampilkan sosok nenek tua yang menjadi bagian horor dalam perjalanan Ori menembus waktu pun membuat pembaca ikut tegang dan sibuk menebak-nebak. “Siapa sosok itu?” Dan jawabannya baru akan terlihat di akhir cerita.

Cerita ini bukanlah cerita yang bisa dibaca dengan urutan seenaknya. Logika cerita dibuat teratur. Dan flash back dijadikan kunci untuk mengetahui rahasia jahat dari almanak terkutuk tersebut.

Nice story. Dan akhirnya saya kembali membaca horor karena sejak awal saya selalu menisbatkan diri sebagai pembaca “anti genre horor”. Ha..ha.. Memang selalu ada yang namanya “mencicipi hal baru” termasuk genre ini. Dan saya cukup suka dengan apa yang saya baca.

***
 Psst.. bersiaplah.. besok akan ada Blogtour + Giveaway Days of Terror, lho..
Jadi jangan lupa untuk berkunjung ke My Little Library yaaa ^_^

banner blogtour



12 komentar:

  1. Bahwa semua keberuntungan pasti punya harga yang harus dibayar, Itu tema horror yang umum sebenarnya dan memang tergantung dari penulis bisa meramu tema itu menjadi sesuatu yang membuat orang penasaran atau malah pembaca bisa dengan mudah langsung menebak ending ceritanya.
    Ini ke-2 kalinya saya membaca review tentang buku ini, dan semuanya menulis bahwa buku ini cukup menjanjikan tingkat horrornya, saya jadi ingin mengoleksi buku ini.

    BalasHapus
  2. Membaca review days of Terror ini sukses bikin aku penasaran banget.

    BalasHapus
  3. Sependapat. Ide mesin waktu yang dimodif dengan perantara almanak itu memang menarik. Kalau saja masih memakai ide mesin waktu, pastinya itu akan jadi sangat boring dan pasaran.
    Kalau Mbak Atria yang tadinya anti baca genre horror tapi malah suka sama buku ini, artinya buku ini memang sangat bisa mengambil minat pembacanya meski yang anti sekali pun. Patut dicoba oleh semua pecinta genre lain selain horror nih. :D

    BalasHapus
  4. Aku pecinta horror dan thriller, melihat review Kak Atria novel ini harus sudah dimasukkan dalam list buku yang akan dibeli. Melihat begitu banyak novel horror saat ini, aku pikir novel Kak Ruwi Meita mampu menarik pembacanya. Contohnya, Kak Atria. Aku jamin novel ini bukan hanya sekedar membuat bulu kuduk kita merinding tapi juga mampu membuat para pembaca memutar otak dan menelusuri alur satu per satu. Apalagi dengan menggunakan alamanak sebagai kunci dari keseluruhan cinta, membuatku menjadi penasaran novel seperti apakah ini? Kak Atria terima kasih atas reviewnya.

    BalasHapus
  5. tiap ada GA berhadiah buku horor, pasti aku ikuti tuk perjuangkan buku horor gratis. karena aku suka mengoleksi buku horor dan menulis cerita horor. belum lagi kover buku ini benar-benar menyita perhatian karena gambarnya bagus. sinopsisnya juga buat penasaran seperti apakah almanak itu dalam narasi buku ini. :=(D

    BalasHapus
  6. Lagi-lagi, good review mbak atria \^^/ sebenarnya, buku ini sudah sangat menarik dari awal. Cara bercerita mbak Ruwi yang khas, ide cerita yang unik, serta didukung dengan judul dan cover yang horror banget, buku ini memiliki daya tarik tersendiri. Setelah membaca review nya berkali-kali, aku jadi semakin penasaran :3
    Aku suka sekali dengan buku yang bergenre mystery, baik itu horror, thriller, terror, ataupun case detective. Dan buku-buku mbak Ruwi Meita memang sangat cocok untuk dinikmati, bahkan untuk seorang anti horror seperti mbak Atria ya ^^

    BalasHapus
  7. I think, no comment for it. It's the great story. Can't wait for get it as soon as possible. Wish me luck^^

    BalasHapus
  8. Buku bergenre horor ini pasti sangat menarik untuk dibaca, karena mbak Atria yang awalnya tidak suka genre horor pun, dapat menyukai buku ini setelah membacanya.

    BalasHapus
  9. Seru nih (y) Ide cerita yang unik, dengan bumbu misteri dan cover yang bikin penasaran. Walau ada unsur horrornya, tapi keren deh!

    BalasHapus
  10. aku suka cerita yang misterius.
    reviewnya bikin kepo.. pasti bakalan menegangkan ngebaca nya

    BalasHapus
  11. kak atria sukaaaa >< misteri lagi yeay mba ruwi keren aku yakin kedepannya bakal dibuat tegang nih sama buku ini. Selain menambah wawasan ternyata bisa mengasah logika kita. Penasaraaan hehe

    BalasHapus
  12. Saya baru mau baca Misteri Patung Garam, eh Kak Ruwi udah ngeluarin buku baru lagi. Hahaha. Sama dg Kak Atria, saya bukan anti sih, tp emang jarang baca genre horror. Aduh tp saya suka bgt kisah penuh misteri, kan jadi pengin baca buku ini >"<

    BalasHapus