Jumat, 26 Juni 2015

Dangerous Game






Penulis: Chritina Tirta
Editor: Donna Widjajanto
Desain Sampul: Dadan Erlangga
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: Pertama, Mei 2014
Jumlah hal.: 336 halaman
ISBN:978-602-03-0524-0

Bagi Josephine alias Josie, masa lalu bukan hanya kenangan manis, tapi juga cerita yang suram dan berbahaya yang membayangi hidupnya. Setengah mati ia ingin terlepas dari perangkap itu.
Namun saat ia bertemu dengan kakak – beradik Mario dan Nicole, lagi – lagi ia terjerembab ke lubang yang sama. Mario yang memikat hatinya ternyata juga memikat hati Kayla, sahabatnya. 

Tapi bukan itu yang menyeret Josie ke dalam sebuah permainan berbahaya.
Nicole, memesona dan penuh misteri, menuntunnya ke dalam permainan yang tak ingin ia mainkan. Dan lagi – lagi Josie harus memilih antara cinta dan nuraninya.

Ini bukan sekedar kisah cinta segitiga.

Ini kisah cinta yang tak biasa.

Kisah cinta yang menggiringmu dalam permainan berbahaya.

***

Cerita yang ditulis oleh Christina Tirta ini memang menarik bukan karena pembaca harus menebak – nebak siapa pelakunya melainkan menebak bagaimana akhir dari ceritanya.

Dengan menggunakan sudut pandang orang pertama dari sisi Josie, pembaca diajak menerka tentang kehidupan Josie di masa lalu dan yang akan datang. Ya, ada sebuah cerita di masa lalu yang selalu dijabarkan secara terbatas untuk membuat pembaca menebak. Kenapa dengan Josie? Siapa Kenzo? Masa lalu macam apa yan dimiliki Josie bersama Kenzo yang tidak bisa dicertikan Josie pada Kayla?


Kemudian kehadiran Mario dalam kehidupan Josie dan Kayla menjadi menarik karena keberadaan Nicole. Nicole adalah adik tiri yang tidak sedarah dengan Mario. Namun Mario sangat menyayanginya. Sedangkan Nicole? Ia tidak menyayangi Mario. Nicole mencintai Marco.

Ini menjadi hubungan yang berbahaya sebab Nicole ternyata “sakit” secara kejiwaan. Dan cintanya pada Mario merupakan sebuah obsesi tanpa akhir. Bagaimana jika Nicole tahu bahwa Mario berpacaran dengan Josie? Bagaimana jika Kayla tahu bahwa Josie – lah perempuan yang dipilih Mario?

Di saat yang sama masa lalunya bersama Kenzo pun terancam terbuka. Dan siapa Charlie? Kenapa ia terasa familiar bagi Josie?

***

Bagian akhir blurbnya memang tepat saat mengatakan bahwa “Ini bukan sekedar kisah cinta segitiga. Ini kisah cinta yang tak biasa” Karena ini bukanlah cinta segitiga. Ini lebih rumit daripada itu. Dan jelas bukan cinta yang biasa karena ada sosok yang cukup “sakit” seperti Nicole.

Dengan menggunakan sudut pandang orang pertama, penulis berhasil membuat pembaca tetap bertanya – tanya tentang masa lalu tokohnya. Permainan yang menarik.

Kemudian semua “kegilaan” Nicole memang mengerikan namun tetap realistis. Dan penulis berhasil membangun ketakutan Josie yang masuk akal. Meskipun sebenarnya tidak perlu mengatakannya berkali – kali. Tokoh Josie seharusnya tidak menyebut bahwa dirinya memiliki kecenderungan paranoia. Gak perlu telling cukup showing

Secara karakter, tokoh Nicole paling menarik. Ia seperti representative dari karakter yang memang umum ada di masyarakat namun dalam kasus ekstrim. Ya, banyak orang yang manis di depan kemudian menikam dari belakang (>_<) Sayangnya karakter Josie sendiri tenggelam oleh kekuatan karakter Nicole.

Secara keseluruhan ceritanya cukup menarik. Intriknya tertebak, namun tetap menarik dibaca. Dan kepingan terakhir yang disimpan juga tetap menarik untuk diikuti.

***


Puisi yang terinspirasi oleh novel Dangerous Game

Dalam cinta semua menjadi mungkin,
kegilaan bisa nampak normal
kewarasan tergantikan ketakutan
kepemilikin diperjuangkan hingga nyawa tak lagi berarti

Dalam peremainan semuanya mungkin
manipulasi demi kejayaan
tipu daya demi pertahanan & kematian bukan hanya ancaman
Lantas ketika cinta & permainan berpadu, apa lagi yang tidak mungkin?

2 komentar:

  1. Terima kasih buat review nya mbak Atria.
    Sedikit koreksi, Mario bukan Marco hihi. Emang mirip2 sih namanya ya ><

    BalasHapus