Kamis, 11 Juni 2015

[Blogtour] Days of Terror + Giveaway



https://delinabook.files.wordpress.com/2015/06/received_10205258616298389.jpeg
Sudah waktunya memulai Blogtour #DaysOfTerror di My Little Library. Untuk Readers yang sudah mengikut blogtour ini sejak awal, tentu tahu bahwa alur blogtournya menarik dan cukup beda dengan blogtour lainnya.

Mbak Ruwi Meita menulis cerita pendek untuk diposting dan meminta peserta blogtour menentukan kelanjutan ceritanya. Dan setelah tantangan baru untuk Ruwi Meita dimulai. Penulis kece ini harus bisa menulis kelanjutan ceritanya berdasarkan jawaban mayoritas jawaban yang dipilih peserta. Dan blogtour akan  berlanjut dengan cerita baru yang ditulis oleh Mbak Ruwi Meita.

Jadi, jangan lewatkan cerita baru Ruwi Meita dalam rangkaian blogtour ini :D

Mau membaca cerita pertamanya?

Dan inilah cerita ketiganya:


CERITA BAGIAN TIGA    


“Ada orang,” desisku. Kukuh memberi sinyal untuk diam. Tanganku mencengkeram ranting dan menundukkan kepala agar lebih terlindungi. Dari sela semak aku bisa melihat kelebatan cahaya di kejauhan. Apakah dia Bu Gayan? Mungkin saja dia mengecek seluruh kamar dan tidak menemukanku di sana. Dadaku berdebar-debar. Jika Bu Gayan menemukanku, alasan apa yang akan kukatakan?
            “Dia bukan Bu Gayan,” bisik Kukuh.
            “Hah?” Aku terkesiap. Bagaimana Kukuh bisa tahu apa yang sedang kupikirkan?
            “Jangan bernapas. Dia akan menemukanmu jika kamu bernapas.”
            “Kamu gila, bagaimana aku bisa menahan napas lama?”
            “Jangan banyak bicara. Ikuti saja perintahku. Dia sudah semakin dekat.”
            Aku membekap hidung dan mulutku dengan tangan sama seperti yang dilakukan Kukuh. Seseorang sudah mendekati semak tempat kami bersembunyi. Dia sama sekali tak bersuara. Aku bisa melihat punggungnya dari sela semak. Dia membawa lentera di tangannya. Orang itu memakai pakaian serba hitam, panjang sampai menutupi kakinya. Aku tidak bisa melihat wajahnya karena tertutup tudung hitam. Yang jelas dia bukan Bu Gayan sebab ukuran tubuhnya lebih kecil dan punggungnya bongkok. Orang itu berdiri agak lama di depan semak. Aku semakin menutup hidung dan mulutku erat. Aneh, meski aku tidak bernapas agak lama namun dadaku tidak terasa sesak. Begitu juga dengan Kukuh. Dia tidak terlihat sedang kehabisan napas. Orang itu lalu bergerak ke arah lain. Aku mengikuti bayangan gelap itu dengan mataku. Ingin sekali aku melihat wajahnya. Pada saat itu aku baru sadar jika orang itu tidak melangkah. Dia bergerak halus seperti ada tali kasat mata yang menariknya dari depan. Bagaimana mungkin dia melakukannya? Aku tak bisa melepaskan mataku darinya meski sungguh mati aku ketakutan. Tiba-tiba lenteranya padam dan dia menghilang sekejap mata, seakan malam menelannya bulat-bulat.
“Dia itu siapa?” bisikku sambil menoleh ke arah Kukuh. Aku terperanjat, Kukuh sudah menghilang. Kemana perginya? Mataku mengedar ke sana kemari. Dari arah bangunan panti aku melihat bayangan Kukuh masuk ke sana. Aku mendesah kesal, tak percaya Kukuh meninggalkanku begitu saja.
Keesokan harinya aku berusaha mencari Kukuh. Saat makan pagi aku melihatnya lagi-lagi duduk di dekat bu Gayan. Wajahnya dingin, seakan peristiwa tadi malam tidak mengganggunya. Aku beberapa kali meliriknya namun dia tak pernah melirikku. Selepas makan pagi aku bergegas ke ruang baca. Kuharap Kukuh akan berada di sana. Nihil. Tidak ada siapa-siapa di sana. Aku duduk dengan kesal tepat di depan lukisan rumah seribu jendela itu. Mataku melekat padanya dan secara otomatis aku menghitung jumlah jendelanya. 134. Ah, jumlahnya kenapa bisa berubah? Terakhir aku menghitungnya jumlahnya 133.
“Jumlahnya memang berubah terus,” kata seseorang. Aku menoleh. Kukuh sudah berdiri di ambang pintu. Lagi-lagi dia seperti bisa membaca isi kepalaku. Kukuh menutup pintu lalu duduk di samping meja. Dia meletakkan semua peralatan gambarnya di atas meja.
“Beraninya kamu ninggalin aku semalam,” ketusku.
“Aku sudah kasih kode untuk lari kamu bengong aja,” bela Kukuh.
Aku melekatkan punggungku ke sandaran kursi,”Jadi siapa dia?”
“Dia orang yang dilihat Tari sebelum menghilang.”
“Tari? Siapa dia?”
“Anak panti juga. Aku beberapa kali berbicara padanya. Katanya dia melihat sosok itu beberapa kali. Setiap Tari melihatnya dia seperti dituntun untuk mengikutinya.”
“Kapan dia menghilang?”
Hari yang sama saat kamu datang.”
Aku membeliakkan mataku.
“Baru saja? Dan kamu bilang semalam berikutnya aku yang akan menghilang?”
Kukuh mengangguk.
“Bagaimana kamu bisa tahu?”
“Lukisan itu yang mengatakan padaku.”
“Tidak masuk akal,” bantahku.
“Kamu tidak percaya?”
Aku mengangguk keras. Kukuh memiringkan kepalanya lalu menunjukkan beberapa gambar. Semuanya gambar anak yang berdiri di dekat lukisan itu.
“Mereka anak-anak yang dikirim kemari. Semua dalam kondisi sakit. Kanker, tumor ganas, gagal ginjal, leukimia. Saat jumlah jendela di lukisan itu berubah artinya akan ada anak yang datang di panti ini. Aku tinggal duduk dan menatap lukisan itu maka aku bisa melihat siapa anak itu.”
Mataku terpicing. Cerita Kukuh semakin terasa aneh bagiku.
“Aku ngerti kamu pasti nggak paham. Mungkin lebih baik jika kutunjukkan padamu.” Kukuh membuka buku gambarnya. Matanya menatap lekat pada lukisan rumah seribu jendela.
“Jumlah bayangan di jendela itu bertambah. Artinya akan ada yang datang. Itu artinya akan ada anak yang hilang.”
“Mereka hilang kemana?”
“Tidak ada yang tahu. Dan tidak ada yang berani bertanya pada Bu Gayan. Dia juga sepertinya berang setiap kali ada anak yang hilang.”
“Jadi Bu Gayan bukan yang bertanggung jawab atas hilangnya anak-anak itu?”
“Entahlah. Tidak ada yang berani membicarakannya.”
Aku mendesah kesal. Kukuh sudah mulai menggerakkan tangannya yang memegang pensil. Aku tergoda untuk melihatnya. Pertama Kukuh menggambar sebuah kepala. Tampaknya seorang anak laki-laki. Wajahnya sangat tirus. Matanya besar dan bibirnya mungil. Wajahnya kelihatan lemah. Tidak ada pancaran kehidupan di matanya. Lalu Kukuh mulai menggambar bagian tubuhnya. Anak laki-laki itu sangat kurus. Kukuh baru menggambar tangan kanannya dan mulai mengarsir pakaiannya yang lusuh. Apakah anak itu yang akan datang ke panti ini lalu aku akan menghilang?
Aku mendongakkan wajahku dan menatap arah yang dituju Kukuh. Dadaku berdegap kencang. Seorang anak laki-laki berdiri tepat di bawah lukisan. Wajahnya sama dengan wajah anak yang digambar Kukuh. Hanya saja tangan kirinya buntung. Penampakannya seperti anak yang belum selesai digambar. Kukuh memang belum menyelesaikan tangan kiri anak itu.
“Kuh, aku melihatnya,” bisikku.
“Ehm...aku sudah melihatnya sejak tadi,” jawab Kukuh santai.
“Bagaimana dia bisa muncul di sana?”
“Tenang, dia hanya apa yang disampaikan rumah berjendela seribu. Dia tidak nyata.”
“Lalu dia apa?”
“Semacam bayangan. Entahlah.”
“Apa dia akan berdiri di sana terus?”
“Tidak.”
Kukuh tidak berkomentar lagi. Dia terus menggambar. Aku bergantian menatap gambarnya dan melirik bayangan anak laki-laki kurus itu. Kukuh menuliskan tanggal yang artinya dua hari lagi dari hari ini. Perlahan Kukuh menutup buku gambarnya dan sosok bayangan itu lenyap. Mulutkku terbuka, tak percaya.
“Jadi aku akan hilang dua hari lagi? Tapi kemana? Apakah aku bisa melawan?” tanyaku seperti gerbong kereta yang tiada habis.
“Pokoknya hindari orang yang kamu lihat semalam dan jangan bernapas.”
Aku tertegun. Tiba-tiba aku menyadari satu hal.
“Kuh, semalam kita menahan napas sangat lama, tapi kenapa aku merasa baik-baik saja?”
Kukuh menatapku. “Aku tidak pernah tahu jawabannya.”
@@@
Hari berikutnya berjalan sangat cepat. Semalaman aku tidak tidur. Aku takut tiba-tiba orang membawa lentera itu muncul di kamarku. Pagi ini aku menatap cemas halaman panti. Apakah anak laki-laki kurus itu akan datang besok? Apakah semua ucapan Kukuh itu menjadi kenyataan? Di kejauhan aku melihat Kukuh melambaikan tangan padaku. Aku bergegas menuju ke arahnya.
“Ada apa?”
“Aku tahu jalan rahasia yang akan membawamu keluar dari sini.”
“Tunjukkan padaku.”
“Tunggu sampai nanti malam, kita bertemu di sini.”
Aku mengangguk. Rasanya aku tidak punya pilihan lain.


Kali ini pembaca tidak dihadapkan pada pilihan plot sebab cerita ini akan segera berakhir. Jadi, pembaca harus menuliskan ending seperti apa yang mereka inginkan. Ending yang paling menarik akan dipilih untuk cerita selanjutnya.

***
Nah, sekarang waktu ya kamu memilih lanjutan ceritanya, Readers.
Ada 4 opsi kelanjutan cerita yang bisa kamu pilih. Nantinya opsi terbanyak akan dibuatkan lanjutan ceritanya oleh Mbak Ruwi Meita. Dan nantinya akan dipilih satu pemenang  untuk kamu yang sudah ikut memilih, Readers.
Ini dia 4 pilihan yang bisa kamu pilih.
a.       Joya datang ke tempat yang sudah dijanjikan tapi Kukuh tidak datang. Akhirnya Joya mencari sendiri dan terjebak di lubang.
b.      Kukuh dan Joya bertemu namun dipergoki Bu Gayan akhirnya mereka dibawa Bu Gayan ke tempat yang aneh
c.       Joya berusaha menemui Kukuh namun bayangan hitam pembawa lentera itu mengejarnya.
d.      Kukuh menunjukkan jalan rahasia namun Joya dan Kukuh malah menemukan rahasia yang lama terpendam
Nah, itu dia 4 pilihan yang bisa kamu pilih, Readers. Kamu mau jadi yang beruntung memenangkan 1 buku Days of Terror langsung dari penulisnya? Yuk ikuti langkah – langkah ini:
1)      Berdomisili di Indonesia
2)      Jika mengikuti blogtour #DaysOfTerror via twitter maka:
Follow akun twitter @RuwiMeita25 @Bukune dan @atriasartika
Kemudian share Giveaway blogtour ini dengan mention ketiga akun tadi dan pakai hashtag #DaysOfTerror

Jika mengikuti blogtour ini via facebook maka:
Share informasi giveaway blogtour ini dengan mention akun Facebook penulisnya Ruwi Meita dan akun facebook pustakawan kita Atria Dewi Sartika dan pakai hashtag #DaysOfTerror
3)      Tinggalkan komentar di review Days of Terro di My Little Library: http://atriadanbuku.blogspot.com/2015/06/days-of-terror.html
4)      Kemudian pilih satu dari 4 pilihan kelanjutan cerita yang sudah saya sebutkan di atas.
Sebutkan juga apa yang menarik dari cerita ini.
Dan jangan lupa sertakan data dirimu berupa nama, akun twitter/ Facebook, dan email.
5)      Giveaway ini berlangsung dari 11 – 17 Juni 2015 pukul 01.00
6)      Pengumuman pemenang dilakukan tanggal 18 Juni 2015

18 komentar:

  1. Nama : Ratnani Latifah
    Twitter : @ratnaShinju2hi
    E-mail : kazuhanael_ratna@yahoo.co.id

    Jawab : c.Joya berusaha menemui Kukuh namun bayangan hitam pembawa lentera itu mengejarnya.

    Karena dengan ini akan menunjukkan apakah cerita kukuh benar atau tidak, bagaimana nasib Joya apakah hilang karena kembali bertemu dengan bayangan hitam itu.

    BalasHapus
  2. Nama : Veny
    Twitter : @yutakaNoYuki
    Email : himurasora@yahoo.co.id

    Saya lebih memilih kelanjutannya yang B, Kukuh dan Joya bertemu namun ketahuan oleh Bu Gayan dan dibawa ke tempat yang aneh.
    Walaupun Bu Gayan kesal dengan hilangnya beberapa anak bukan berarti dia tidak tahu apa-apa, apalagi sebagai pengurus panti setidaknya dia paham denah panti dan sejarah dari panti itu sendiri. Belum lagi dengan sikapnya yang kurang ramah terhadap anak-anak, entah memang karakter aslinya atau ia sedang menutupi sesuatu misteri dari panti itu.

    Yang saya suka dari cerita ini adalah tebak-tebakannya, banyak hal-hal baik dari panti ataupun orang-orang yang ada dipanti yang membuat penasaran. Siapa mereka ? sebelum datang ke panti mereka berasal dari mana ? Seperti Kukuh yang mempunyai semacam indra keenam, apa dia berniat membantu Joya atau malah sebaliknya ?

    BalasHapus
  3. Nama : Arfina
    Twitter : @ipinkaramel
    Email : arfina.tiara123@gmail.com

    Saya pilih d. karena aku ingin petualngan Joya-Kukuh dijejali dengan konflik yang banyak, dengan membuka permasalahan baru, itu berarti cerbungnya akan tamat lebih lama karena saya suka dengan cerbung Joya ini. Supaya lebih terasa petualangan Joya-Kukuh makanya aku pilih d.

    Sorry oot, itu kok ada 'ati' 'ating' ya? saya cek kbbi keluarnya wati -_- mungkin typo? agak mengganggu. Terima kasih, maaf malah direview cerpenny -_-

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kata "ati" seharusnya adalah "bisa". Sedangkan kata "ating" bisa diganti dengan bermacam-macam kata. Sepertinya itu bukan typo, tapi lebih mengarah ke kesalahan teknis, mungkin karena fitur "find and replace" di Word.

      Hapus
  4. Nama: Aya Murning
    Twitter: @murniaya
    Email: ayamurning@gmail.com

    Pilih yang D.
    Berhubung habis ini langsung ke puncak blogtour-nya yaitu di blog Mbak Ruwi, jadi saya lebih tertarik milih yang D karena Joya dan Kukuh akan segera menemukan rahasia terpendam di balik misteri panti tersebut. Menurutku opsi D yang paling cocok. Aku udah penasaran banget sebenarnya ada apa sih dengan panti itu?

    Yang menarik dari cerita ini adalah banyaknya teka-teki yang disuguhkan dari awal. Aku masih nggak ngerti kenapa yang pada sakit di bawa ke sana lalu setelah tinggal di situ malah seperti orang yang tidak pernah sakit. Dan seperti di potongan cerita ini juga, mereka menahan napas begitu lama tapi tidak kenapa-kenapa. Teka-teki itu yang memancing rasa penasaran pembaca dan ingin langsung tahu bagaimana ending-nya. :)

    BalasHapus
  5. Nama : Muhammad Ichsan
    Twitter : @ichsan_kaira
    E-mail : ichsan.aliyyah@gmail.com

    Jawab : A. Joya datang ke tempat yang sudah dijanjikan tapi Kukuh tidak datang. Akhirnya Joya mencari sendiri dan terjebak di lubang.


    Hal yang menarik dari cerita ini sikap ketidak sabaran dari Joya yang menunggu kukuh ini menunjukkan, jangan pernah kalian berpergian sendirian ditempat kalian belum kenal dan memaksakan kehendak kita untuk mencarinya sendiri hanya sia-sia saja dan akhirnya apa yang terjadi Joya terjebak dilubang kegelapan dan seseorang pun tidak ada yang tau.

    BalasHapus
  6. Nama : Agatha Vonilia Marcellina
    Akun Twitter : @Agatha_AVM
    E-mail : avm_agathayu@yahoo.co.id

    Jawab : d. Kukuh menunjukkan jalan rahasia namun Joya dan Kukuh malah menemukan rahasia yang lama terpendam.

    Menurutku, pilihan kalimat yang ke 4 pasti akan membuat pembaca semakin penasaran apa sih rahasia panti asuhan tersebut dan mengapa anak-anak yang mengidap penyakit keras bahkan mungkin tidak dapat disembuhkan harus dikirim ke panti tersebut. Siapa Bu Gayan sebenarnya? Mengapa panti ini dibangun di area yang menurutku benar-benar mengerikan. Apakah panti ini memang layak huni?

    Cerita ini menurutku sangat menarik, terutama bagian lukisan rumah berjendela seribu. Aku penasaran bagaimana lukisan tersebut bisa berada di sana? Siapa yang melukisnya? Menurutku, kata kuncinya adalah lukisan tersebut. Menebak saja sih. Abisnya penasaran, sih. Ditunggu kelanjutannya Kak Ruwi Meita. :)

    BalasHapus
  7. Nama: ARIESKA ARIEF
    akun twitter/ Facebook: @MiyungArief/ Menulis Bukti Hidupku
    email: aaanimanga@gmail.com
    pilih B: Kukuh dan Joya bertemu namun dipergoki Bu Gayan akhirnya mereka dibawa Bu Gayan ke tempat yang aneh. Kupikir alur cerita selanjutnya yang paling pas yang ini karena sudah merupakan klimaks dan inti dari masalah ini yaitu Bu Gayan belum disinggung-singgung daritadi padahal misterinya ada pada tokoh ini. sementara dibawa ke tempat yang aneh kan, mereka bisa tanya-tanya Bu Gayan mengapa melakukan hal ini-itu dan ada misteri apa sebenarnya. Siapa tahu saja Bu Gayan mau menjawabnya dan membuka misteri yang ada. Pastilah jawabannya ada pada wanita ini.
    cerita ini sangat menarik bagiku karena: sejak prolog saja isinya sudah membuat penasaran untuk lanjut membacanya, alur ceritanya juga tak klise, permasalahannya antimainstream, pokoknya beda dengan horor mainstream yang selalu menggunakan sosok mengerikan yang begitu-begitu saja (rambut panjang, darah dll). Di cerpen ini, bedanya menggunakan teka-teki sebagai diferensiasinya seperti misteri pada gambar. Pokoknya beda deh dari cerpen horror yang selalu mengandalkan pemeran ‘hantu’ mengerikan yang nongolnya cilukba-cilukba tapi mudah terbaca bakal nongolnya. Cerpen ini menyuguhkan horor yang berbeda tanpa ‘hantu’ dadakan, tapi tetap mencekam.

    BalasHapus
  8. Nama : Tasya Permata Sanjaya
    Email : ptasya23@gmail.com
    Twitter : @tasyatasa_
    Jawaban :
    Ku rasa jawabannya yg
    (B) Kukuh dan Joya bertemu namun dipergoki Bu Gayan akhirnya mereka dibawa Bu Gayan ke tempat yang aneh .
    Bisa sajakam Kukuh & Joya mengetahui rahasia panti itu sebenarnya dan Bu Gayan mengakui kalo sebenarnya dia sudah tahu tapi menyembunyikan rahasia dari tempat aneh itu.
    Pengen buku horor krn blm punya nih :( .
    Kalo menang huaaaa beruntung bgt aku

    BalasHapus
  9. Nama : Lois Ninawati
    Email : ninawatilois@gmail.com
    Twitter : @_loisninawati

    Kalo aku, lebih milih yang D. Kukuh menunjukkan jalan rahasia namun Joya dan Kukuh malah menemukan rahasia yang lama terpendam.

    Dan, kayaknya itu kelanjutan cerita yg menarik :D

    BalasHapus
  10. Nama: Ananda Nur Fitriani
    Twitter: @anandanf07
    Email: Anandanftrn@gmail.com

    Jawaban:
    D. Kukuh menunjukkan jalan rahasia namun Joya dan Kukuh malah menemukan rahasia yang lama terpendam

    Karena menurutku cerita berikutnya sudah masuk ke dalam tahap resolusi. Dimana misteri dalam cerita ini terungkap. Tentang bagaimana lukisan rumah berjendela seribu itu bisa memperlihatkan bayangan anak yang akan datang? Dan mengapa anak yang berada di panti itu bisa bernafas dengan bebas?

    Cerita ini menarik karena lukisan, tempat, dan tokoh nya sangat mendukung memperdalam misteri. Dan bagaimana ending nya masih sangat abu-abu, apakah Bu Gayan itu orang jahat? Apakah Joya dan Kukuh akan tetap tinggal, atau meninggalkan panti itu? Ending yang masih belum terbaca ini membuat rasa penasaran melipat ganda xD

    BalasHapus
  11. Nama: Bintang Permata Alam
    Twitter: @Bintang_Ach
    eMail : bintangpermata45@gmail.com

    Jawaban : D.Kukuh menunjukkan jalan rahasia namun Joya dan Kukuh malah menemukan rahasia yang lama terpendam

    Kenapa?
    Krn sy tau, novel ini kan genre nya misteri, dan byk cerita tak terduga di dalamnya, apabila dilanjutkan dg jawaban D mnrt ku sgt mndukung jalan cerita tsb. Di jwbn D kita dibuat pnasaran dan mncoba mncari tau, apakah misteri yg akan terungkap, dan apa yg trjadi selanjutnya? Dan apabila jwbn D yg dplih mnjd lnjutan cerita maka akan ada 1 misteri yg terungkap yg mmbuat pmbaca smkin trtarik dg ceritanya dan akan mmbuat 1 kjutan tak trduga dlm cerita. Selain itu bs jg ini mjd awal petualangan misteri Joya dg Kukuh. Inilah kunci daya tarik dr cerita ini.

    BalasHapus
  12. Rini Cipta Rahayu
    @rinicipta
    rinspiration95@gmail.com

    Aku lebih memilih opsi c yaitu Joya berusaha menemui Kukuh namun bayangan hitam pembawa lentera itu mengejarnya.

    Walaupun sudah diperingatkan, dalam keadaan kepanikan mungkin saja Joya lupa dengan nasehat Kukuh. Ia tertangkap oleh bayangan hitam itu dan tidak menutup mulut sehingga bayangan itu mengejarnya.
    Seperti tulisan-tulisan Mbak Ruwi sebelumnya, baik cerbung Joya ini ataupun novelnya. Walaupun singkat, tapi tetap tidak kehilangan daya tariknya. Selalu ada twist yang membuat pembaca makin degdegan dan penasaran dengan kelanjutannya. Banyak teka-teki yang disimpan dan diungkapkan bertahap di waktu yang tepat. Sukaa! :)

    BalasHapus
  13. Pilihan: c. Joya berusaha menemui Kukuh namun bayangan hitam pembawa lentera itu mengejarnya.
    Cerita (bersambung) ini sangat menarik karena kelanjutan jalan ceritanya ditentukan oleh pembaca yang telah membaca cerita sebelumnya. Namun sang penulis tetap dapat menulis kelanjutan cerita dengan rapi dan terlihat nyambung walaupun hanya ditulis dalam waktu yang tidak lama.
    nama: Fembi Rekrisna Grandea Putra
    akun twitter: @fembi_rekrisna
    Facebook: Fembi Rekrisna Grandea Putra
    email: fembi_rekrisna@yahoo.co.id

    BalasHapus
  14. Nama: Alika Cynthia Clarissa
    Akun Twitter: @alikacynthia
    Email: alikacynthia@gmail.com

    Lebih memilih ke D. Karena kelanjutan cerpen adalah 'end' nya, maka ini ending yang cocok. Ngga ngegantung dan bikin pembaca penasaran tentang apa kira-kira misteri panti yang terpendam?

    Alurnya bikin greget deh, keren (y) Semoga endingnya berakhir bahagia dan Joya bisa menemukan tempat yang lebih baik :D

    BalasHapus
  15. Link share on Facebook : https://www.facebook.com/movic.partii/posts/837802642942354

    Link share on Twitter : https://twitter.com/ZULYA_KU/status/610729829621608449

    kelanjutan cerita pilihan saya adalah D.
    'Kukuh menunjukkan jalan rahasia namun Joya dan Kukuh malah menemukan rahasia yang lama terpendam"

    yang menarik dari cerita ini : kisahnya penuh kejutan dan teka teki yang bikin pembaca hampir mati penasaran karenanya. hehehhe
    Unsur cerita yang sangat berbeda, fell horornya juga dapet banget. Pengen rasanya cerpen ini dibuat novelnya dan itu pasti masuk wishlist ku :*
    Makin penasaran aja nih dengan endingnya bakal gimana.
    Mba Ruwi memang kece, terus semangat menulis mba ^^

    nama : Yulyanti Septi
    akun twitter : @ZULYA_KU
    akun Facebook : Yulianti Septi Zulkifli
    email : Yulyanti_Septi@yahoo.com

    BalasHapus
  16. Nama : mila
    twiiter : @milehyaa
    email : jungbaekmila@yahoo.com

    aku pilih D Kukuh menunjukkan jalan rahasia namun Joya dan Kukuh malah menemukan rahasia yang lama terpendam
    Karena, pasti kedepannya mereka berdua bekal menghadapi hal-hal yang misterius lagi , kalo semisalnya saya memili lanjutan cerita yang a,b,c aku rasa itu bakal kurang lebih greget lagi endingnya. kalo joya hanya berpetualang sendiri rasanya aneh karena yang tahu jalan rahasia itu cuma kukuh kan? dan aku yakin kalo mereka berpetualang berdua pasti akan lebih seru. dan bukannya bu gayan diam dan seperti tidak tahu apa-apa. Tapi, pasti ada alasan mengapa beliau begitu. ada hal yang membuatnya tidak bisa mengungkap kebenaran. Jadi tetep mba ruwi harus nih endingnya yang D karena pasti seru :D hehe

    Apa yang menarik??
    yang pasti beda sama novel-novel lainnya. Kali ini settingnya panti asuhan lagi, di luar dugaan bgt mba keren. Banyak misteri yang pasti membuat kita ber-oh ria nantinya. ternyata gitu toh dan bla-bla-bla menurutku membuat novel dengan genre misteri itu sulit karena pasti akan memutar otak bagaimana caranya membuat pembaca menemukan misteri itu Jadi, cerita ini menarik banget apalagi nyuruh pembacanya nentuin lagi hehe :D
    jadi penasaran seperti apa nanti ending yang dipilih mba ruwi kece parah pasti XD

    BalasHapus
  17. Nama: Frida Kurniawati
    Twitter: @kimfricung
    Emal: kimririn93@ymail.com

    Saya pilih D, krn saya suka rahasia! Hal2 yg blm saya ketahui itu jd kelihatan keren! (Kalau kata Sherlock Holmes, "Omne ignotum pro magnifico.") Apalagi petualangan ini dialami oleh dua bocah, pas banget, jadi ingat kisah remaja favorit saya, Judul Buku ini Rahasia. Potongan2 cerita yg telah dibangun sedemikian misteriusnya pastilah punya latar belakang dan motif yg kuat, yg berawal dari sesuatu di masa lalu. Nah, justru yg paling menarik menurut saya adalah bagaimana Joya dan Kukuh menguak rahasia itu. Wah jd makin penasaran dan gatel pengin berspekulasi.

    Ada beberapa poin yg menarik dr cerita ini.
    1. Tokohnya bocah. Saya selalu kagum akan cara berpikir anak2, apalagi pada penulis yg berhasil menghidupkan tokoh anak dlm ceritanya.
    2. Settingnya di panti asuhan. Org2nya kayak mayat hidup dan mereka merasa seolah tdk bernapas. Aduh jangan2...
    3 lukisan rumah dg banyak jendela secara tdk langsung menjadi sarana ramalan Kukuh.
    4. Yg nulis Kak Ruwi! Beri saya lbh banyak teka teki dan rahasia, plis. Hehe.

    BalasHapus