Minggu, 17 Mei 2015

[Wedding Giveaway] Wedding Manual Book




“Menikah bukan hanya menyatukan dua hati dan dua individu yang berbeda, melainkan juga menyatukan dua keluarga, bahkan menyatukan dua keluarga besar dengan dua adat istiadat dan tradisi yang juga berbeda.”


Penulis: Nurul Fithrati & Launa Wedding Organizer
Penyunting: Fitria Pratiwi
Pendesain Sampul: Rnuruli
Penata Letak: Rnuruli
Ilustrator Sampul: Illa Chungurov & Iyeyee
Ilustrator Isi: Ivana Forgo, Pixejoo & RNuruli 
Penerbit: VisiMedia Pustaka
Halaman:  256
ISBN: 979-065-221-6 
Wah, Rp25.000.000 hanya untuk pakaian. Bagaimana mungkin? Anggaran kami hanya sekitar Rp70.000.000 untuk keseluruhan pesta.

Anda dan pasangan berencana untuk menikah? Selamat! Namun, pasti  Anda pusing tujuh keliling dengan segala macam pernak-pernik pernikahan. Ditambah, biaya yang sudah susah payah Anda kumpulkan ternyata masih juga belum bisa mewujudkan pesta pernikahan idaman. 

Belum lagi, kesibukan Anda dan pasangan sehari-hari. Mana bisa merencanakan sebuah pesta di tengah begitu padatnya jadwal kerja dan aktivitas.

Dalam merencanakan pesta pernikahan yang hanya sekali seumur hidup, tentu Anda memerlukan bantuan. Bukan hanya wedding organizer, wedding planner, atau vendor pesta, melainkan Anda juga memerlukan bantuan berbagi pengalaman dan saran yang rasional. Buku ini hadir sebagai sahabat untuk Anda dan pasangan yang ingin melangsungkan pesta pernikahan, dari ide konsep acara, tempat pesta yang berkesan, pernak-pernik pesta, aneka tip, kisah inspiratif, hingga cara meminimalisasi biaya. Ditambah, rekomendasi tempat-tempat bulan madu yang terjangkau.

Siap menyelenggarakan pesta pernikahan? Segera bawa buku ini ke kasir. Percayalah, mewujudkan pesta pernikahan idaman, bukan hanya impian.

***

Pernikahan adalah salah satu moment perayaan yang dianggap sakral dan (harapannya) sekali seumur hidup. Maka untuk mempersiapkan hari besar ini, setiap pasangan pasti ingin yang terbaik. Namun tidak semua persiapan bisa berjalan dengan mudah. Trust me, ini memang tidak mudah!! *curcol boleh donk*

Ini karena menyatukan dua kepala berbeda saja tidak mudah. Apalagi menyatukan keinginan dua keluarga. Kita dan pasangan akan dituntut untuk kompak dan bisa menjadi penengah bagi kedua keluarga besar.

Itu sebabnya hal paling awal yang diingatkan oleh penulis adalah bahwa sejak awal kedua calon pengantin sudah punya kesepakatan bersama sebelum menyampaikan ide tentang konsep pernikahan ke keluarga besar. Ini untuk mengurangi potensi konflik. *Halah..bahasanya politis banget ya :D*

Dalam buku ini, penjelasan tentang konsep pernikahan benar – benar dibedah satu persatu. Mulai dari konsep yang secara umum bisa terbagi menjadi 3 yakni adat, modern, dan modifikasi (campuran tradisional dan modern). Masing – masing konsep memiliki kelebihan dan kekurangannya masing – masing.

Dalam buku ini juga dijelaskan tentang konsep pernikahan berdasarkan tempat penyelenggaraannya. Seperti pesta pantai, pesta taman hingga pesta di kolam renang. Selain itu, penulis pun menambahkan kekurangan dan kelebihan dari masing – masing konsep tersebut. Seperti kendala cuaca, akses, dan sebagainya.

Selain membahas konsep, penulis juga melengkapi informasi tentang susunan kepanitian yang akan bermanfaat bagi Readers yang akan mempersiapkan sendiri pesta pernikahannya tanpa bantuan Wedding Organizer (WO). Kepanitiaan ini untuk mengpoptimalkan kerja panitia. Job descriptioni untuk setiap divisi pun sudah lengkap tinggal disesuaikan dengan kebutuhan.

Selain itu saran perihal budgetting pun lengkap. Mulai dari persiapan untuk acara lamaran hingga akad dan resepsi. Ini untuk meminimalisir pengeluaran yang tidak terduga dan bisa menekan biaya yang dikeluarkan.

Selain itu, dalam buku ini ada juga kisah – kisah sejumlah pasangan dalam mempersiapkan pernikahan mereka. Ada yang ditipu WO hingga pengalaman yang  membuat pasangan tersebut berhutang agar bisa membayar biaya resepsi. Ini bisa menjadi sebuah pelajaran penting bagi pasangan lain yang tengah mempersiapkan hari sakral tersebut. Jangan sampai setelah menikah masalah besar seketika menghampiri rumah tangga yang baru dibina karena persiapan pernikahan yang memakan dana yang cukup besar.

Buku ini bisa menjadi panduan awal yang bermanfaat bagi yang mulai mempersiapkan resepsi pernikahannya.

***

Wah, sekarang kita memasuki sesi keempat Wedding Giveaway di My Little Library. Alhamdulillah penerbit Visimedia Pustaka sudah menyiapkan satu buku Wedding Manual Book ini untuk satu orang Readers yang beruntung.
Cara mendapatkannya pun mudah. Ikuti saja langkah – langkah ini:
1)      Follow akun twitter @atriasartika, @buku_visimedia
2)      Share giveaway ini di akun twitter kamu dengan mention @atriasartika, @buku_visimedia dengan hashtag #WeddingManualBook
3)      Jawab pertanyaan berikut:
Konsep pernikahan seperti apa yang ingin kamu buat untuk pesta pernikahanmu?
sertakan juga data dirimu: nama, akun twitter, dan email

Giveaway ini berlangsung dari tanggal 17 sampai 23 Mei 2015. Pengumuman akan dilakukan paling lambat 1 minggu setelah Giveaway berakhir.

16 komentar:

  1. Nama: Prinsia Wahyu Kusnanda
    Twitter: @OeyPrinsia
    Email: PrinsiaaaW@gmail.com

    Kalau besok aku menikah, aku menginginkan konsep yang... ya, tidak terlalu mewah, namun terkesan elegan, simple, dan semestinya bagiku.

    Esok, aku ingin berhijab di hari H. Gaunku dan pakaian pria, berwarna biru. Sementara tamu dan keluarga, memakai dress code biru-putih. Putih warna netral untuk warna apa pun. Lalu, aku ingin acaranya diadakan di outdoor, pada pagi hari. Menunjukkan letak angkasa yang membentang berwarna biru keputihan. Kalau bisa, sekaligus diadakan di pantai, memperlihatkan sisi birunya laut. Pasti tamu akan takjub!

    Seperti itu, aku ingin pemandangan /latar belakang tempat kami berdua berdiri nanti adalah alami, langit dan pantai. Sampai sini, pasti Kakak tahu kalau aku sangat menyukai warna biru, hehehe.

    Langit dan pantai, bukankah alami lebih baik dari yang buatan?

    Terima kasih, semoga menang 😊

    BalasHapus
  2. Nama: Aya Murning
    Twitter: @murniaya
    Email: ayamurning@gmail.com

    Saya ingin mewujudkan keinginan papa yaitu menyelenggarakan pernikahan dengan aturan jawa (bukan adat jawa ya) karena papa memang orang jawa tulen dan beliau merasa kalau cara pelaksanaan resepsi ala orang Palembang sini tu ribet. Bagi kalian yang tinggal di pulau jawa sudah familiar dengan cara kondangan yang begini: pengantin stay di panggung dan tinggal ngeladenin orang yang mau salaman & foto, undangan dateng teserah jam berapa, langsung makan, salaman, pulang. Ye kan? Tidak butuh kursi banyak-banyak untuk menampung tamu karena mereka akan datang dan pergi seiring waktu tanpa membuat isi tenda membludak. Nah, kalau di Palembang beda. Papaku bilang kayak nonton wayang karena udah dijadwalkan acara mulai jam 10 atau 11 pagi. Semua tamu ditampung dulu dan harus menyaksikan acara dari awal sampe akhir (pengantin datang, tari pagar ayu, tari tanggai, ngaji, kata sambutan, tari kreasi atau hiburan lainnya, ceramah kalau ada, dan doa), makan, salaman, foto, pulang. Makanya tempatnya harus besar dan kursinya harus melimpah karena sering kejadian sih banyak tamu yang dateng telat justru nggak dapet kursi, panitia dong yang malu. Nah, trus yang paling repot tu pas makan, karena semua tamu langsung nyerbu meja makan. Ngantri panjang kayak lagi bagiin sembako, belum lagi sering kejadian habis piring/sendok/mangkuk bahkan lauknya, nyari tempat duduk juga susah karena rame banget. Pas salaman ngantri lagi panjang dan nunggu giliran foto. Ih, pokoknya riweuh banget deh. Seksi meja makan dan catering itu yang paling repot karena harus gerak cepat bolak-balik menembus keramaian sambil bawa nampan makanan.
    Tadinya saya ingin hari akad dan resepsi dipisah. Akad hari jumat, sedangkan resepsi hari minggu supaya tidak keteteran kalau sekaligus dalam satu hari. Udah pengalaman sih mbakku nikah dulu akad & resepsi dalam satu hari, haduh, management waktunya susah. :( Tapi kalau dipikir-pikir lagi sih enakan sehari aja biar biayanya lebih hemat dan supaya segara urusan acara pernikahannya cepet selesai. :D
    Ketika akad, saya mau menggunakan kebaya warna merah maroon dengan desain kontemporer. Dinikahkan langsung oleh papa saya sebagai wali. Mas kawinnya tidak harus uang yang sesuai dengan tanggal nikah, yang penting seadanya si calon suami ikhlas memberi. Tapi, setidaknya saya mau juga punya cincin nikah sebagai tanda bahwa saya adalah miliknya. Tidak harus emas, perak juga boleh supaya si suami juga bisa pakai (karena lelaki dilarang pakai emas). Saya terinspirasi dari cincin nikah Adi Nugroho dan Donita. Bagian dalam cincinnya diukir nama pasangan secara timbul dan lingkarannya dibuat agak ketat di jari supaya ketika cincinnya dilepas akan ada nama si pasangan terjiplak di jari manis. :D
    Untuk resepsinya, maunya dilaksanakan di gedung aja, supaya ringkas dan orang di rumah tidak perlu repot karena super ramai. Daripada pasang tenda dekat rumah, biasanya akan ada banyak tetangga yang protes gara-gara para bapak/ibu setempat sibuk orgen tunggal dangdutan bunyi jedak-jeduk sampe pagi. :P
    Di resepsinya itu impian saya dari dulu adalah ingin mengenakan gaun yang lebih beridentitas wedding-dress-rasa-internasional dengan rok agak mekar tapi tidak terlalu megar seperti princess dan tidak berbuntut panjang. Riweuh euy! Warna gold muda dan sambil memegang buket bunga. Panggung pelaminannya dibikin mirip kastil di negeri dongeng kalau bisa, biar cocok sama gaunnya.
    Sebenernya saya juga mau pas di resepsinya itu sambil menari Pagar Pengantin (khas Palembang), tapi itu harus pakai pakaian pengantin adat Palembang dengan properti tanggai-tanggai lentik nan cantik di jari. Yah, kalau itu sih mending saya tanya sama calon suami dulu deh, dia sukanya yang mana pas resepsi, pakai konsep gaun internasional atau adat Palembang saja. Saya mah ngekor wae. Hehehe. :D

    BalasHapus
  3. Pengennya resepsi dengan pesta kebun (garden party) yang pastinya outdoor. Only for core family and a lilte bit relatives. :)

    Nama: Dian Maya
    Twitter: @dianbookshelf
    LInk share: https://twitter.com/dianbookshelf/status/600131231951392768

    BalasHapus
  4. nama : zulaikhah
    email : zulaikhah0796@gmail.com
    twitt : @kimzujonghee

    Jika suatu saat menikah em.. saya ingin pesta yang tidak terlalu mewah, tapi berkesan.

    Ingin menghadirkan beberapa anak yatim, untuk mendoakan kami, doa anak yatim itu ampuh.

    Mungkin di hari pernikahan, saya akan menangis, karena sangat ingin ayah hadir di pesta penikahan, dan mengucapkan ijab qabul.
    Tapi itu smua mustahilkan, beliau telah tiada. Tapi semoga beliau senang melihat calon menantunya.

    just a simple, tak usah bermewah-mewah, ingin membungkus makanan banyak buat orang yang tak mampu. Buat apa bermegah-megah jika di luar sana banyak yang membutuhkan uluran tangan kita.

    BalasHapus
  5. Nama: Anis Antika
    Twitter: @AntikaAnis
    Email: anis_antika@yahoo.com

    Konsep pernikahan yang aku inginkan adalah pernikahan yang hanya dihadiri oleh keluarga besar dan kerabat dan para sahabat dekat saja. Aku pengen mengusung konsep back to nature. Pernikahan diadakan di outdoor. Kebun atau taman yang banyak pepohonan tingginya gitu. Dengan tema warna hijau dan putih termasuk dekorasi, bunga yang digunakan, hiasan-hiasan dan wedding dressku. Terus pernikahan dilaksanakan sore hari menjelang senja. Di akhir acara nantinaku pengen mengadakan ritual pelepasan lampion sebagai simbol harapan yang kuinginkan.

    Seperti itu aja, sih.

    BalasHapus
  6. Nama : Maria Azmi Piscessanella
    Twitter : @piescessanella_
    Link share : https://twitter.com/piescessanella_/status/600219336557473792
    Email : nella_azmi@yahoo.com

    Jawaban :
    Konsep pernikahan yang aku inginkan adalah pernikahan sederhana, pribadi, hikmat kental dengan konsep sakral pernikahan itu sendiri tanpa banyak undangan yang lebih terkesan mewah. Ingin yang sederhana dan rejeki lebihnya bisa berbagi kebahagiaan dengan orang2 yg kurang beruntung. Mungkin itu lebih berkenan di hati.

    BalasHapus
  7. Nama : Zuraida Apriyana
    Twitter : @zrdapriyana
    Email : apriyanayana@gmail.com

    Konsep sih ingin yang sederhana namun berkesan, yang indah namun tak membosankan, yang nyaman namun tak mahal, yang elegan namun tak ribet. Intinya bisa membuat tamu senang dan betah, cocok dan sesuai dengan tema yg diharapkan. Yang penting dapat berbagi kebahagiaan pada sekitar kita.

    BalasHapus
  8. Nama : Erdina Yunianti
    Email : erdinayunianti21@gmail.com
    Twitter : @Dinnaaa_27

    saya ingin menyelenggarakan pernikahan dengan adat jawa berhubung ke-2 orang tua saya memang berasal dari jawa tulen, saya tidak ingin mengadakan pesta pernikahan yang mewah dan besar ataupun di gedung. Saya beralasan bahwa pernikahan pada dasarnya sesuai dengan kebutuhan masing-masing mempelai, dan keinginan saya adalah di adakan di outdoor yang intim dan berbaur dengan sahabat &keluarga yang telah mendukung kisah cinta saya dan calon suami kelak *cieeelahhh*. Pernikahan outdoor adat jawa dengan warna yang serasi serta dengan tata rias yang sederhana namun tetap menarik, ada hiasan lampu lampion, kartu ucapan kesan & pesan yang di susun secara apik yang menggelayut di pohon dan makanan-minuman tradisional seperti gudeg, serabi, wedang jahe dan makanan-minuman tradisional lainnya ada juga musik-musik tradisonalnya :D untuk dresscodenya bebas kok yang penting nanti para tamu di pesta pernikahan saya bisa merasa betah kalau bisa sihh jangan sampe pulang ke rumahlahh :D hihihi

    BalasHapus
  9. Konsep pernikahan yang ku inginkan untuk pesta pernikahanku adalah SUDAH TERLAKSANA. hehhe
    2 bulan yang lalu, tepatnya 15 Maret 2015 aku dan dia melangsungkan pernikahan.
    konsepnya sih gak yang gimana gimana. cukup di gedung yang halamannya dipenuhi taman, jadi tamu aku kemarin yang dari acarku ku malah ngak langsung pulang alias mampir dulu buat foto2 ditaman tersebut. hehehe
    Dipintu gerbang halaman tempat parkirnya digelar spanduk yang bertuliskan resepsi pernikahan ZuLya ( Zulkifli & Lya) nama kami. heheehe
    Menuju pintu gedung, Tenda vip mengarah menuju tempat acara kami. Lalu ketika para undangan masuk disuguhi dengan nuansa pinky blue dan alunan musik samrah (musik ala ala arabian gitu yang ada penari2 nya tau kan ya? hehe)
    Gaun ku sendiri model2 princess gitu, gaun yang mekar dibawah berwarna biru bercampur dengan pink. swett deh. aku puas banget waktu itu dengan gau, hair do dan tata riasnya ^^ kalau akad nikahnya sendiri bernuansa serba putihhhhhh, melambangkan kesucian cinta kami berdua :)) tempat akad nikahnya di masjid yang terbilang sangat besar dan ternama di kotaku dan baru di renovasi. dan kami adalah pengantin pertama yang mengadakan akad nikah disitu, terasa banget spesialnya :))

    Yang namanya perempuan pasti mengidam2kan suatu pernikahan yang sesuai dengan keinginan hatinya (termasuk diriku ini, hehhhe) Makanya waktu jam 3 sore hari acaranya selesai ku akui walaupun memang sangat lelah karna aku sama sekali gak ada duduk di pelaminan dikarenakan tamu pada terus mengalir datang tapi raut kebahagian jelas terpancar diwajah ku.
    Apa yang selama ini aku impikan, akhirnya bisa aku rasakan, kebahagian itu ngak pernah aku rasain sebelum2nya, ini kebahagian yang berbeda. Dan yang paling membahagiakan dari kebahagian yang aku rasakan pada hari berbahagia itu, Dia (suamiku) lah yang menjadi pendamping hidup ku yang insyaallah menjadi yang terakhir dan selamanya. Aminnn
    maaf ya atria, jadi curhat, kepanjangan deh.. hehhehe
    Makasih.

    nama : Yulyanti Septi
    akun twitter : @ZULYA_KU
    email : Yulyanti_Septi@yahoo.com

    BalasHapus
  10. Aku pengen konsep nikah seperti Artis Oky Agustina. Konsep Jawa namun tetap Islami. Jadi aku pernah liat dia di salah satu stasiun televisi swasta dan dia lagi fitting baju sama designer ternama mbak Asri welas. Disitu dia sedang nyobain salah satu rancangan mbak Asri yaitu Baju adat dari Jawa tengah yang dipadukan dengan hijab panjang. Terlihat simpel, manis dan tidak kaku meski harus berhijab. Terlebih baju Adat Jateng sendiri sih emang udah panjang jadi kalo dimodif sm hijab tidak terlihat aneh. Untuk baju kedua aku seneng yang berwarna coklat muda dg dibawahnya terdapat rumbai-rumbai terus agak megar. Hijabnya sendiri dimodif seperti tren sekarang yg ditambahi aksesoris bunga melati dan jepit bentuk sayap. Ini sih inspirasinya aku dapet pas dateng ke nikahan teman. Kelihatannya mewah tp ttp manis dan untuk si pria sm jg pake stelan warna coklat dg celana & jas. Untuk pestanya sendiri aku lebih seneng dirumah dengan memilih kuade yang minimalis tp tetep terlihat mewah. Selain itu untuk makanannya dibuat prasmanan aja selain gak ribet buat menata dipiring tamu jg lebih bs milih sesuai selera.Untuk acara hiburannya sendiri aku lebih memilih pengajian dan hadrah/sholawatan, itu lebih pas daripada harus orkes yang bisa mengganggu tetangga lainnya.

    Nama : Fita
    Twiter : @fitania09
    Email :fitania90@gmail.com

    BalasHapus
  11. Nama : Wulida N
    Twitter : Jm_nim
    Email : wulida.nadhila@yahoo.com

    Konsep pernikahan yang aku inginkan sederhana saja, aku ingin dekorasi dan semua hiasan untuk pernikahan berwarna pastel. Lalu mewajibkan tamu yang datang memakai baju berwarna pastel / tosca (pokoknya warna yang lembut). Untuk hidangan aku ingin hidangan tradisional jawa yang di sajikan, karena hidangan tradisional sudah jarang ditemui apalagi di pernikahan. Untuk souvenir aku ingin souvenirnya cobek dan ulekan karena aku ingin mengajak semua orang untuk mengulek, karena masakan yang diulek secara manual lebih enak.

    BalasHapus
  12. Bismillaahirrahmaanirrahiiim, ikutan ya ^_^

    Nama : Norlatifah Octavia
    Twitter : @NorlatifahO
    Email : norlatifahoctavia@gmail.com

    Konsep pernikahan seperti apa yang ingin kamu buat untuk pesta pernikahanmu?

    Konsep pernikahan yang aku inginkan adalah konsep yang Islami. Rangkaian acara diawali dengan pengajian, akad nikah, dan resepsi pernikahan.

    Aku sangat ingin menikah dengan gaun yang menutup aurat dan kerudungnya menutupi dada, karena pada umumnya pakaian pernikahan yang kutemui banyak yang memakai kerudung hanya menutupi sampai leher saja.

    Kalau tempat pernikahannya, ingin di tempat/ gedung yang lumayan besar, setidaknya jarak antara lantai dan langit-langit gedung lumayan jauh lah, supaya orang-orang yang di dalam gedung tidak kepanasan karena berebut oksigen. ehehe... ╮(^▽^)╭

    O,iya kenapa aku ingin gedung yang besar? Sesungguhnya itu karena aku sangat ingin untuk memisahkan tempat para undangan, laki-laki dan perempuan. Jika tempatnya kecil dan para undangan yang masuk bercampur-campur antara laki-laki dan perempuan, rasanya kurang nyaman karena bisa saja (tanpa sengaja) tersentuh yang bukan muhrim (┎ '_' ┒)

    Untuk pakaian pengantinnya... sepertinya saya tidak terlalu mempermasalahkan mau pakai adat apa [mau pakai baju adat dari pihak saya atau adat dari pihak (calon) suami atau mau pakai dari pihak keduanya (。♥‿♥。) ] yang penting menutupi aurat dengan baik dan benar, ohohoho... ~(˘▾˘)~

    Tentang hiburan pada acara pernikahan.. Hmmm... sebenarnya dari lubuk hati yang paling dalam, saya tidak ingin ada lagu yang terlalu heboh (apalagi jika penyanyinya -maaf- berpenampilan seksi dan menggoda iman) loh.. loh..╮(╯_╰")╭
    Hati ini rasanya lebih cenderung menginginkan lagu-lagu islami, lagu bersemangat dan lagu romantis sebagai penyemarak di hari pernikahan nanti (´⌣`ʃƪ) ♫♪♫( ´▽`)

    Untuk pemilihan warna, saya lebih suka warna-warna yang lembut dan tidak menyilaukan mata yang memandang, namun tetap terlihat elok saat di foto... seperti warna merah muda, jingga muda, ungu muda, biru muda, pokoknya yang muda-muda lah karena saya juga masih muda #eh (≧◡≦)

    Nah, kalau dari segi undangan dan souvenirnya, yang penting bermanfaat dan tidak dibuang begitu saja. Undangannya bisa saja dicetak di gelas, sedangkan souvenirnya bisa berupa gantungan kunci yang ada pesan moral/ kata-kata bijak dan semacamnya atau mungkin saja souvenirnya buku karangan saya. Semoga saja bisa ya...ヘ(^_^ヘ) (ノ^_^)ノ #berharap

    Insya Allah seperti inilah konsep pernikahan yang aku impikan, semoga saat menikah nanti, seluruh orang-orang penting nan berharga dalam kehidupan saya dan (calon) suami diizinkan Allah SWT untuk menyaksikan peristiwa bersejarah ini. Yang paling penting, semoga Allah SWT memberikan kemudahan dan kelancaran setiap niat baik untuk melangsungkan acara pernikahan, memenuhi sunnah Rasulullah SAW dan membangun keluarga yang sakinah, mawaddah wa rahmah. Aamiin... untuk yang belum menikah, semoga Allah SWT memberikan jodoh yang terbaik. Semoga yang akan menyelenggarakan pernikahan diberkahi Allah SWT dan disukseskan semuanya, khususnya untuk mbak Atria Dewi Sartika yang insya Allah akan segera melangsungkan pernikahan. Sukses ya mbak acaranya ^_^ aamiiin yaa rabbal'aalamiiin (˘ʃƪ˘)

    BalasHapus
  13. Nama : Rina Eko Wati
    Twitter : @HikariMio
    Email : rinaeko87@gmail.com

    Untuk konsepnya sendiri, saya ingin tempatnya di gedung, dipenuhi musik yang tenang dan wewangian yang lembut. Karena saya suka bunga-bunga, inginnya sih di ruangannya nanti dihiasi mawar putih , mawar merah muda dan bunga peony biar terkesan elegan dan harumnya ruangan itu berasal dari bunga yang menghiasi penjuru ruangan. Dan dilangit-langitnya nanti juga dihiasi bunga mawar yang tergantung. Tapi kalau akhirnya pakai adat jawa (karena saya orang jawa asli), saya ingin konsep pernikahan sederhana dan jangan terlalu mewah aja. Jawa modern. Tempatnya masih di gedung dengan nuansa white gold. Biar kesan Jawa-nya ada, pengen ada Alat musik Gamelan sebagai iring-iringan pengantin.

    BalasHapus
  14. Nama: khusnul
    Twitter: @imahrena
    email: khusnulalsyafia@gmail.com

    pengen banget konsepnya seperti penyanyi ANDIEN. asli itu ya ampun indah banget, menyatu sama alam, udah gitu kesan alaminya itu nyata banget. konsep seperti itu kyaknya masih jarang banget yg pakek, mngkin krna harus mengeluarkan bajet yg sangat luar biasa. tapi yah namanya harapan hanya harapan, setiap orang berhak memilikinya :)

    BalasHapus
  15. Konsep dekorasi: garden party yg diadakan di halaman belakang/depan rumah pengantin pria. Dgn Jumlah keseluruhan tamu sekitar 50-100 orang.
    Hiasan tidak terlalu mencolok, aku lebih memilih pot bunga yang tersedia di rumah tempat acara diadakan sebagai penghias alami. Namun tetap akan ada kompenen lain yg akan menjadi hiasan.
    Tdk ada karpet sebagai jalan utk pengantin perempuan, hanya satuan jalan konblok yg di sisi kanan n kirinya terbentang luas rumput teki dgn hiasan bunga dandelion sebagai pemisah antara konblok dan rumput.

    Konsep pakaian& riasan: (perempuan) sebuah gaun putih polos tanpa lengan (namun tetap menutup dada), dgn panjang selutut pada bagian depan dan utk bagian belakang lebih panjang, tapi tak sampai mata kaki. (Laki-laki) setelan jas hitam dengan kemeja polos. Tak lupa sebuah dasi Repp.
    Utk riasan, aku lebih memilih yang natural saja.

    Konsep catering: lebih condong kpd makanan yg low fat, namun tetap memiliki sisi manis. Khusus utk minuman, aku berharap bisa memasukkan anggur merah.

    Konsep cincin: (kuharap ini terjadi) sepasang cincin berwarna silver mengkilat, dgn bentuk ( utk perempuan) seperti liukan kepala angsa di kedua sisi penempatan permata (di tengahnya terdapat permata putih kecil). (Utk laki-laki) komponennya lebih besar dari yg perempuan.

    And last, budget. Dalam pengadaan pesta pernikahan, aku &calon suamiku nanti sama-sama mengeluarkan uang. Jadi bukan hanya pihak laki-laki saja yg berkontribusi, namun perempuan juga.

    Tapi, hal-hal di atas belum tentu juga terjadi. Semua harus dibicaran langsung dgn calon suami nanti. Apa-apa saja yg perlu dipersiapkan, dilakukan, dan terakhir, kemampuan kita berdua dalam membiyai ini itu. Dan intinya, kita mesti kompromi :/

    Nama : Eka
    Twitter : @Heart0fHuman
    E-mail: heart0fhum4n@gmail.com

    BalasHapus
  16. Nama : Gestha Reffy
    Twit: @AltGST
    Email: gesthareffy@gmail.com

    Konsep pernikahan impianku adalah yang tidak terlalu mewah tapi elegan, aku mendambakan konsep bertema blue-white vintage. Aku ingin semua ornamen dan dekorasinya nanti memakai warna biru laut yang tenang sebagai warna utamanya, kemudian dihiasi oleh warna putih lembut yang indah, namun tetap menunjang aksen-aksen vintage. Tapi aku ingin semuanya terlihat simpel alias tidak terlalu menggunakan ornamen-ornamen yang glamour. Lokasinya pun aku lebih menyukai di outdoor, kelihatan lebih santai tapi tetap formal. Untuk gaun pernikahanku pun aku menginginkan gaun unik yang simpel, tapi tetap kelihatan anggun dan nyaman dipakai,dan masih dengan memproritaskan warna blue-white, dan yang pastinya syar'i dipakai untuk gaun pernikahan seorang muslimah. :)

    BalasHapus