Minggu, 03 Mei 2015

[Wedding Giveaway] Pre Wedding Rush



“Kalau mau menikah, memang banyak sekali godaannya, Nduk. Namanya goro-goro.” (Hal. 193)

Penulis: Okke ‘Sepatu Merah’
Editor: Herlina P. Dewi
Desain Cover: Felix Rubenta
Layout Isi: DeeJe
Proof Reader: Tikah Kumala
Penerbit: Stiletto Book
Cetakan: I, Desember 2013
Jumlah hal.: 205 halaman
ISBN: 978-602-7572-21-8

“Lo ... nggak rela gue nikah dengan Dewo?” Aku memberanikan diri untuk menembaknya.
“Apa masih penting, Nin? Gue rasa nggak, udah nggak penting,” Lanang sama sekali tidak menatapku.
“Penting, Nyet. Penting buat gue.” Suaraku terdengar parau, “Lo nggak rela gue menikah?”
“Sudahlah, Nin. Lupakan. Gue ngaco aja tadi,”
“Lanang. Please jawab. Lo nggak rela?” Suaraku melirih.
“Nggak!” Ia menatap manik mataku, “Puas lo?”

***

Life goes on. Tapi terkadang ada kenangan-kenangan indah yang membuat seseorang enggan melangkah menuju masa depan. Itulah yang terjadi dengan Menina. Hidupnya dengan Lanang, sang mantan pacar, begitu membekas di hatinya, bahkan sampai ia dilamar oleh pria lain yang lebih mencintainya.
Ketidakmampuannya melupakan masa lalu membuat Menina secara impulsif memutuskan melakukan pekerjaan terakhir bersama Lanang ke Yogyakarta. Siapa yang bisa meramalkan apa yang akan terjadi? Saat Menina dan Lanang berada di Yogyakarta, terjadilah gempa bumi 5,9 SR yang memakan banyak korban.
Menina meyaksikan begitu banyak hal yang membuatnya kembali berpikir tentang hubungannya bersama Lanang dan juga calon suaminya. Apa yang sebenarnya terjadi pada mereka berdua?
***


“Lo nggak mesti tahu dan mempertanyakan semuanya, Nin! Bikin Capek aja. Ada yang lebih baik dibiarkan menjadi rahasia, Nin. Jalani, biarkan mengalir. ...” (Hal. 51)

Bagaimana rasanya jika saat kamu sudah menjawab ya (meski dengan ragu) pada kekasihmu namun mantan kekasih yang belum bisa kamu singkirkan dari pikiranmu datang kembali?

Inilah yang dialami oleh Menina. Saat Dewo, laki-laki yang sudah 10 bulan menjadi kekasihnya, datang dan melamarnya, Menina sempat bingung. Meski akhirnya ia menjawab “Ya,” tetap saja ia belum tenang. Ia malah sibuk menemukan alasan filosofis untuk menikah.

Di tengah kebingungannya ia malah menghubungi, Lanang, mantan kekasihnya. Menina sendiri masih merasa belum bisa melupakan Lanang sepenuhnya. Ini membuat ajakan Lanang untuk pergi bersama menjadi godaan yang tidak bisa ditolak oleh Menina.

Tanpa rencana Menina akhirnya menjejak Yogyakarta bersama Lanang. Niatnya hanya sehari. Namun mendadak gempa mengguncang Yogyakarta. Ini membuat Menina menunda kepulangannya. Dan membuat hubungannya dan Dewo memanas.

Di waktu yang sama ia malah semakin bimbang. Harapannya pada Lanang membuatnya semakin bingung. Terlebih saat Lanang mengakui bahwa ia tidak terima dengan rencana pernikahan Menina.

Ah, akhirnya apa keputusan yang diambil Menina?

“Memang benar, jika melakukan perjalanan, tidak terlalu penting tujuannya, tidak pula terlalu penting menggunakan apa dan tinggal di mana, selama kita bersama dengan rekan perjalanan yang menyenangkan, semuanya akan sempurna.” (Hal. 60)

***

“Masa lalu adalah masa lalu,sesekali melihat mungkin perlu, tapi tidak perlu mencoba untuk mengulangi lagi apa yang pernah terjadi.” (Hal. 188)

Cerita dituturkan dengan alur mundur. Mengambil setting waktu 2013 di Sumber Hidangan, salah satu rumah makan tua yang menjual roti dan es krim yang cukup dikenal di Bandung (ah, saya juga kenal tempat ini. he.he.) cerita mulai bergulir. Kemudian dilanjutkan dengan memutar ulang kenangan Menina  7 tahun sebelumnya. Saat ia dilamar oleh Dewo.

Setelah itu cerita terus berada di tahun 2006. Seluruh perjalanan Menina dan Lanang diceritakan. Dan akhirnya kisah dikembalikan ke situasi di masa kini yakni 2013.

Opening cerita menjadi menggigit sebab pembaca dibuat penasaran pada akhir cerita. Pilihan alur flashback membuat cerita semakin menarik. Ini karena seluruh konflik dituangkan di part tersebut. Tapi akhir cerita? Di simpan hingga akhir.

Cara penulis menuturkan cerita sangat casual. Mengalir. Selain itu dengan mengambil sudut pandang orang pertama, penulis membuat pembaca bisa ikut menyelami perasaan dan pemikiran Menina. Pilihan-pilihan yang dibuat Menina serta perasaan yang mengganjal terkait hubungannya dengan Lanang.

Hal lain yang menarik dari novel ini dalah banyaknya yang di-sentil oleh penulis tentang kondisi sosial di masyarakat Indonesia dalam menempatkan perempuan.


“..., masa setelah menikah gue kehilangan identitas terpenting berupa nama yang gue punya sejak lahir? ...” (Hal. 62)
“Blah. Kenapa jika perempuan yang keluar malam-malam moralnya dipertanyakan? Kenapa jika pria yang keluar malam tidak menerima komentar negatif?”(Hal. 74)

Hal ini juga mengganggu pemikiran saya. Terutama tentang posisi perempuan setelah menikah. Eksistensinya sebagai pribadi mandiri seolah berubah menjadi sosok di belakang bayang-bayang suami. Tidak jarang ada perempuan yang tidak dikenal nama aslinya. Hanya dikenal sebagai Nyonya ..... (nama suami). Ah, tapi pendapat perempuan tentang hal ini pun berbeda.

Kembali ke novel Pre-wedding Rush. Cover buku ini lucu. Warna dengan gambar seorang perempuan memakain gaun pengantin dan dua orang laki sangat mencerminkan cerita.

Untuk penokohan, penulis mampu mempertahankan konsistensi karakter tokoh-tokohnya. Menina sebagai perempuan yang mandiri, sejak awal hingga akhir digambarkan kuat dan tegar. Sikapnya dalam menghadapi situasi di Yogyakarta menampilkan kekuatan karakternya.

Sedangkan untuk tokoh Lanang meskipun mengalami perubahan dalam pola pikir, namun diberi alasan yang jelas. Tidak mendadak berubah. Ini membuat tokoh-tokohnya jadi manusiawi. Bukan superhero.

Pun dengan Dewo. Ia tidak digambarkan sebagai laki-laki yang manis dari awal cerita sampai akhir. Ia digambarkan sebagai laki-laki yang sangat mencintai Menina namun ternyata ia tidak benar-benar dibutakan oleh cintanya.

Oiya, cara penulis menggambarkan situasi saat gempa terjadi sangat baik. Deskripsinya saat situasi gempa dan pasca-gempa jelas. Bahkan kecemasan Menina dan masyarakat Yogya diceritakan cukup detail. 

Selain itu bagian cerita tentang filosofi menikah dan alasan orang untuk menikah juga menjadi perbincangan yang menarik untuk diikuti. Dan saya suka dengan kesimpulan akhir yang didapatkan Menina tentang pernikahan.

“Iya. Pada akhirnya, setelah sekian lama menikah, gue ngerasa bahwa pernikahan itu cuma another of life. Ada kesulitan sendiri di setiap stage of life, kalau di tahap-tahap hidup sebelumnya kita survived, kenapa yang ini nggak?” (Hal. 201)

Ah, untuk yang ingin menikah buku ini layak untuk dilirik, lho. Biar masa galau-galau tentang masa lalu terselesaikan. (^_^)

Untuk yang mencari alasan filosofis untuk menikah hm.. pertanyaan-pertanyaannya Menina bisa jadi pertanyaanmu juga, Readers.

“Orang membuat rencana itu karena mereka punya tujuan hidup. Dengan bikin rencana, maka mereka bisa mengantisipasi situasi-situasi tertentu yang bisa menghalangi mereka mencapai tujuannya. Justru itu yang bisa bikin kemampuan survive seseorang meningkat.” (Hal. 88)

***
https://igcdn-photos-g-a.akamaihd.net/hphotos-ak-xaf1/t51.2885-15/11191405_827712340629286_1517093333_n.jpg
sesi pertama Wedding Giveaway

Dan, seperti yang sudah tercantum di judul, review ini dirangkaikan dengan Wedding Giveaway untuk ikut merayakan pesta pernikahan Pustakawan My Little Library @atriasartika tanggal 23 Mei nanti.

Giveaway #PreWeddingRush ini menjadi pembuka untuk rangkaian Wedding Giveaway di sini. Dan namanya juga giveaway sudah tentu ada hadiahnya. Kali ini hadiahnya adalah 1 buah novel Pre Wedding Rush karya Okke ‘Sepatu Merah’ yang disponsori oleh Stiletto Book.

Mau jadi yang beruntung mendapatkan novel manis ini? Yuk simak caranya:

1)      Follow akun twitter @atriasartika, @Stiletto_Book, @SepatuMerah

2)      Share giveaway ini di akun twitter kamu dengan mention @atriasartika @Stiletto_Book @SepatuMerah dengan hashtag #PreWeddingRush

3)      Beri komentar tentang review buku ini di kolom komentar, sertakan juga data dirimu: nama, akun twitter, dan email

4)      Giveaway ini berlangsung dari tanggal 3 sampai 9 Mei 2015. Pengumuman akan dilakukan paling lambat 1 minggu setelah Giveaway berakhir.


Mudah kan? Jadi jangan lewatkan Readers. Oiya, selain bagi-bagi buku di My Little Library, pustakawan kita juga akan bagi-bagi buku di akun twitternya @atriasartika. Khusus di tanggal 8 Mei 2015 jam 8 malam akan ada sesi #LiveInterview bersama Okke ‘sepatu merah’ dan akan ada satu novel Pre Wedding Rush yang juga akan dibagikan di #LiveInterview tersebut.

Ah, yuk ikut merayakan bulan Mei ini dengan mengikuti Wedding Giveway di My Little Library \(^_^)/

25 komentar:

  1. Ah, saya sebenarnya bingung mau ngomentarin reviewnya, karena menurut saya reviewnya udah lengkap, detail tapi tidak spoiler, kelebihan buku ini juga ditulis pas jadi nggak terkesan mihak si buku, praktisnya sih netral. Juga kaya bahasa :) lancar dan mudah dipahami :D terus nggak terlalu panjang, jadinya efisien dan padat. wah saya jadi ngeriview review novel jadinya XD

    nama : Arfina
    akun twitter: @ipinkaramel
    email : arfina.tiara123@gmail.com

    BalasHapus
  2. Nama: Anis Antika
    Twitter: @AntikaAnis
    Email: anis_antika@yahoo.com

    Ahh... Menina. Mengingatkanku pada diri sendiri juga masih saja memikirkan masa lalu.

    Ada dua blog buku yang aku suka dan sering blog walking ke sana. Satu sebut saja blog buku sebelah. Kedua ya blog buku ini. Bukan perez. Ini serius. Kenapa begitu? Karena aku suka dengan cara penyampaian isi buku di blog ini. Nggak menye-menye. Nggak bertele-tele. Singkat namun tetap menceritakan keseluruhan isi buku. Langsung ke pokok cerita gitu. Pokoknya gitulah. Nggak bikin bosen atau malas baca kalau review di blog ini. Pas banget kalau orang mau cari buku dan butuh liat review dulu.

    BalasHapus
  3. Nama: khusnul
    Twitter: @imahrena
    Email: khusnulalsyafia@gmail.com

    Bicara soal riview diatas, apa yah, sebenernya saya juga bingung. Belum tentu saya juga bisa bikin riview seperti ini. Jadi pendapatku sih itu cukup bikin orang penasaran, termasuk saya. Karna apa? Setiap katanya yg di ambil itu pas banget, nyata sama keseharian dan mngkin terjadi juga di kehidupan nyata. Apalagi bercerita tentang pernikahan, cocok banget buat orang awam seperti saya yg suka novel bertema seperti itu dan bingung mau beli novel apa, cukup membaca riviewnya dan kurasa itu sungguh menarik.

    BalasHapus
  4. Jiah @jiahjava jiahaljafara32@gmail.com

    bace reviewnya saya jd penasaran. Nikahnya sama siapa?

    Dr blurbnya, saya tdk suka Lanang. Kok ya gak ihlasin si Nina. Dan si Nina, yuk move on. Ngapain jalan di tempat? #SayaCumaBisaNgomongDoang

    Tp, karena reviewnya bilang ada perubahan karakter si Lanang, er dia berubah jd gimana? Apa perubahan itu gara2 gempa?

    Saya sendiri blm menikah. Kemarin tiba2 banyak mikir, nanti kalau nikah, si suami ngijinin saya ini itu gak? Apa saya jd terkurung di rmh dg larangan2 nya?

    Bagi saya, sebaiknya dlm pernikahan tdk menjadikan si perempuan hilang dr peredarannya. Tidak membuat mereka terkekang. Suami hrs mendukung kegiatan istri tp si perempuan jg harus tahu diri ttg tugas2nya.

    Hais! Malah curcol :D

    BalasHapus
  5. Nama : Nurina Widiani
    Akun twitter : @KendengPanali
    Email : nurinawidiani84@gmail.com

    Reviewnya lengkap, sukses bikin penasaran. Berimbang dalam menunjukkan kelebihan dan kekurangan. Dan yg paling menarik perhatian… latar foto cover Pre Wedding Rush. Wkwkkk~
    Oke saya salah fokus, tp kekontrasannya jadi menonjolkan novelnya. Jadiiii novel ini cocok dibaca di pinggir pantai, ya? :)
    Trims buat reviewnya :))

    BalasHapus
  6. Nama : Aulia Mustika
    Twitter : @mustika_aulia
    Email : auliaarkaan@gmail.com

    Saya suka membaca novel. Apalagi ceritanya tentang drama percintaan tentang pernikahan seperti ini, potongan yang sepenggal ini membuat saya penasaran dengan isi lengkapnya. Moga saya yang dapat ya..? :)

    BalasHapus
  7. Nama : Wulida Nadhila
    Twitter : @Jm_nim
    Email : wulida.nadhila@yahoo.com

    Review yang lengkap, detail tanpa spoiler, tanpa menye-menye.
    Tema yang diangkat dinovel ini cukup nyata di lingkungan sekitar, tapi membaca blurp-nya saya merasa pengemasan kak Okke dalam novel ini luar biasa. Saya selalu suka membaca novel dengan teme biasa (tema percintaan tentang pernikahan di novel ini cukup biasa) namun penulis berhasil mengemasnya dengan luar biasa. Hal ini membuktikan jika penulis memiliki nilai tersendiri dari penulis lain. semoga saya bisa membaca novel luar biasa ini. Dan sukses terus untuk atria dan okke,

    salam, Wulida

    BalasHapus
  8. Nama : Irmawati
    akun twitter : @irmaa_waati
    e-mail : irmawati0337@gmail.com



    Sebelum ngomentarin review-nya aku mau ngucapin selamat dulu buat mbak Atria yg sebentar lagi akan menjadi seorang istri *ciee*. Semoga menjadi keluarga yg sakinnah, mawaddah, warohmah. Aamiin :). Juga tgl 23 nanti semua acaranya lancar :)

    Untuk review menarik, sisi kelebihan buku benar-benar di buat memikat. Aku yakin yg baca review ini pasti jadi pingin semua buku Pre Wedding Rush ini *apalagi aku*. Cara mbak Atria mengulas isi buku ini mampu membuat penasaran bagaimana si penulis memaparkan kisah cinta yg rumit, konflik-konflik yg ada di dalamnya, penggambaran situasi gempa yg menurut mbak Atria sangat detail, juga bagaimana kisah flashback Menina yg buat aku penasaran. Selain itu siapakah yg dipilih menjadi suami Menina? Apa yakin dengan lamaran Dewo atau malah kembali bersama Lanang? *Itulah yang membuat aku penasaran tingkat dewa, haha*


    At last aku mau tanya, mbak Atria ngasih berapa bintang buat Pre Wedding Rush ini? Kayaknya ini yg kurang dari review ini deh, hehehe :)

    BalasHapus
  9. Dias Shinta Devi
    @DiasShinta
    diasshinta.iyas@gmail.com

    setuju banget sama : "Life goes on. Tapi terkadang ada kenangan-kenangan indah yang membuat seseorang enggan melangkah menuju masa depan."
    reviewnya kak Atria selalu aja bikin penasaran soalnya nggak spoiler >,< oaaaa penasaran kisah lengkapnya...
    dan saya juga penggemarnya kak okke! :D oalaaahhh kalau settingannya detail gitu kayaknya novelnya bakal berasa banget!!! :D gak pernah boring sama karyanya

    thanks kak GAnya :)

    BalasHapus
  10. Neneng Lestari
    @ntarienovrizal
    n_tarie90@yahoo.com

    Saya kurang suka dengan karakter Menina .... kalau ia memang cewek mandiri, seharusnya ia mampu move on dari lanang dan memulai hidup baru dengan dewo, orang yang mencintainya.

    kalau memang dari awal Menina tidak ingin menikah dengan Dewo jangan jawab YA ketika laki-laki lain melamar, karena hanya menimbulkan sakit hati sepihak nantinya (itupun kalau endingnya Menina sama lanang hehe, kasihan Dewo

    Justru aku mempertanyakannya dimana kemandirian Menina dengan sifat plin plan seperti itu.

    Dan ucapan Lanang di awal review itu terkesan anak-anak. berputar-putar bukan langsung bilang NGGAK ketika Menina bertanya.

    Atau mungkin ada alur cerita yang membuat menina bimbang atau gimana, secara konfliknya cuma dijelaskan secara gamblang dalam review kali ini. Yah semoga aja di bukunya aku bisa mendapat penjelasan lebih detail tentang kisah cinta menina, lanang dan dewo

    BalasHapus
  11. Nama : Edina Yunaianti
    Twitter : @Dinnaaa_27
    E-mail : erdianyunianti21@gamail.com

    untuk reviewnya menurut ku menggunakan bahasa yang tidak baku jadi untuk para remaja pasti ngerti dan terdapat bahasa inggris yang di mengerti. novel ini bisa menarik perhatian si pembaca dan membuat penasaran saat membacanya karena ingin cepat-cepat menyelesaikan membaca novel ini dan covernya menurut ku bagus dan menarik.

    BalasHapus
  12. Nama: Ayuni Adesty
    Twitter: @ayuniadesty
    Email: ayuniadesty@yahoo.com

    Menina iti ternyata tipe cewek galau.
    :D
    Kalau aku jadi Nina, aku akan tetap memilih Dewo.
    Lanang biarkan jadi masa lalu yang disimpan di lemari kenangan.
    Hmm penasaran bagaimana setting gempa Yogya itu. Soalnya daerahku di Klaten, Jateng juga dulu rusak parah. 3 hari nggak ada listrik dan sambungan komunikasi terputus.

    aku suka degan novel yang ada alur flashbacknya. Semoga beruntung, bisa dapetin novel ini. Dulu pernah ikutan GAnya tapi belum berunutng. Smeoga kali ini berjodoh.
    :)

    BalasHapus
  13. Saya bingung mau komen apa.

    Saya pernah baca kutipan gini:
    "Masalahmu gak akan pernah selesai kalau lagi marah sama pasanganmu, terus kamu lari kemantanmu."

    Singkat sih. Tapi ngena.
    Hehehe.

    Nama: Dian Maya
    Email: dianmayasariazis@gmail.com
    Twitter: @dianbookshelf
    Link share: https://twitter.com/dianbookshelf/status/595524073368653825

    BalasHapus
  14. Wahh…baru tahu nih kak kalau novel ini dituturkan menggunakan alur mundur. Udah pernah denger sih tentang novel ini, tapi belum sempat membaca bukunya. Pasti seru ya, apalagi pembaca dibuat penasaran dengan akhir ceritanya. Penulis jelas berhasil meramu ceritanya karena bisa membuat pembaca tidak berhenti sampai dia menemukan jawabannya di akhir cerita.

    Cerita yang menghadirkan dengan alur flashback menurut saya pribadi memang menarik. Terlebih kalau konflik-nya berada di part itu. Ada kesan kejutan yang akan membuat kita berpikir : “Oh, jadi gini!”

    Pemilihan penulis terhadap sudut pandang orang pertama juga tepat menurut saya, karena dengan begitu, pembaca merasa seolah-olah dirinyalah sang tokoh utama. Perasaan serta emosi-pun akan turut menyertai pembaca kalau menggunakan sudut pandang orang pertama. Ya, kesannya ngena banget gitu :D

    “Cara penulis menggambarkan situasi saat gempa terjadi sangat baik.” Denger-denger sih waktu itu penulis memang berada disana waktu gempa terjadi, jadi penulis berhasil menceritakannya dengan cukup detail. Disinilah point pentingnya, karena penulis mampu mengangkat cerita yang terjadi di dalam kehidupannya menjadi sebuah karya yang bisa dibagi dengan para pembaca.

    Btw, kalau boleh kasih saran, kasih rating-nya juga dong kak untuk novel ini!

    Nama : Rany Dwi Tanti
    Twitter : @Rany_Dwi004
    Email : ranydwi11@yahoo.co.id
    Link Share : https://twitter.com/Rany_Dwi004/status/595548713784737792

    BalasHapus
  15. Nama: Ananda Nur Fitriani
    Twitter: @anandanf07
    Email: Anandanftrn@gmail.com

    Well, kak atria sukses membuat saya tertarik dengan novel yang satu ini >_< alur ceritanya menarik dan mirip dengan kisah saya :'D latar ceritanya yang detail membuat kisah ini jadi semakin menarik untuk dibaca. apalagi ada alur flashback nya, membuat kita tau tentang permasalahan di masa lalu itu. Feel nya dapet, dengan kata-kata si tokoh kita jadi bisa mengerti bagaimana perasaannya dan apa yang ada dipikirannya. Dan ending nya yang masih (sangat) abu-abu membuat saya penasaran. Review nya oke banget, detail buku itu ada semua di review nya. Keren! ^_^

    Btw thanks for GA nya kak. Dan selamat juga yaa atas keberhasilan menemukan pasangannya hihi ^^

    BalasHapus
  16. Nama : Maria Azmi Piscessanella
    Domisili : Kraksaan Probolinggo Jawa Timur
    Twitter : @piescessanella_
    Email : maria.azmi.p@gmail.com
    Link share : https://twitter.com/piescessanella_/status/595761945464156160

    Sebelumnya saya mau memberi ucapan selamat menempuh hidup baru buat kakak yang sebentar lagi menikah. Semoga menjadi keluarga sakinah, mawadah warahmah amien...

    Settiap baca review kakak selalu membuat saya terpanah penasaran dengan isi lengkap novelnya. Karena kata2 yang kakak gunakan dlam meriew selalu ringan mudah dipahami orang lain (saya khususnya). Disini kakak juga menyajikan alur cerita dan tokohnya dengan manis membuat saya semakin tertarik membaca novel ini. Disini kakak juga sukses membuat saya tertarik memikirkan pernikahan =)

    BalasHapus
  17. Hmmm, aku butuh belajar lagi supaya bisa bikin review yang kayak gini deh. Jelas, lugas, menggagas, dan nggak bablas. Hahaha. Soalnya aku suka gatel banget kalo ngereview eh ujung-ujungnya malah jadi spoiler karena di bagian spoiler itu harus aku koreksi. Kadang jadi bimbang juga kalo bagian yang mustinya dikoreksi tapi berisi spoiler itu harus dicantumin atau nggak ya? :(

    Anyway, aku selalu suka dengan isi review di blog ini. Penjabaran tentang penokohannya cukup jelas meski nggak seluruh tokoh yang ada di buku ini dijelasin sih. Kan yang penting cuma pentolannya aja ya. Hehe.

    Aku juga setuju tuh sama sentilan-sentilan tentang identitas wanita yang sesungguhnya jadi makin nggak dikenal setelah ia menikah. Lebih dikenal sebagai Nyonya Lalala (nama suami) atau Ibu Lilili (nama anak) daripada nama kita sendiri. Tapi, nggak apa-apa deh, menyandang status istri dari seseorang yang kita cintai dan anak-anak yang kita sayangi bagiku adalah suatu kebanggaan. Berarti keberadaan kita diakui sebagai istri si ini dan ibu si itu meski bukan sebagai diri sendiri.

    Eh tapi aku jadi heran deh sama keseluruhan isi novel ini. Katanya tentang pernikahan. Jadi, apakah kisah Menina di sini sebagian besar cuma diceritakan pas dia masih jadian sama Lanang trus putus trus jadian sama Dewo trus dilamar, gitu? Trus cerita tentang pernikahannya di mana ya? I mean, yang benar-benar tentang Menina tengah mengarungi kehidupan rumah tangganya. Semoga beneran ada ya sampai di ujung. Penasaran deh saya jadinya. :)

    Nama: Aya Murning
    Twitter: @murniaya
    Email: ayamurning@gmail.com

    BalasHapus
  18. Tak banyak komentar, cukup Singkat, Padat, dan Jelas utk review di atas.

    Nama: Bintang Permata Alam
    Twitter: @bintang_ach
    email: bintangpermata45@gmail.com

    BalasHapus
  19. Nama : Athalia Jessica
    Twitter : @jessicaquamarin
    Email : athalia.jessica.kwa@gmail.com

    Widiih..baca openingnya (kayak film aja..hehe) disambut quote khas 'Jawa' tu kental budaya rasanya novel ini.. Ditambah sepenggal percakapan antara Menina dan Lanang yg dicuplik dari novel Wedding Rushnya kak Okke, bikin makin greget kepo pingin baca tuntas ini reviewnya kak Atria Sartika.. Umpan awal rivew kakak sukses mantap menarik perhatian bahkan untuk pengunjung pengunjung pertama..*applause*

    Gitu baca sinopsis, kok hati rasanya mulai disayat, abisnya kayak baca kisah sendiri yg diceritain sama orang lain, persis, apalagi aku tinggal di Yogyakarta ni..(eh curcol deh..)

    Duh kupikir setelah disayat2 sinopsia Wedding Rush bakal tenang dan terayomi dengan review keseluruhan kak Atria Sartika, karena penulisan reviewnya cukup detil, gaya penulisan juga luwes, bahasa jg mudah dimengerti, bagian2 penting dari novel jg dibahas rapi..etapi ternyata kak Atria jg bikin tambah tersayaaatttt karena mahirnya ya merangkai kata untuk membuat pembaca review kepo maksimal sama novel yg direview, tapi ga memberikan jawaban pertanyaan2 yg berkecamuk saat si pembaca baca ini review, justru dibuatnya aku makin gregetan perih2 kepooo sama cerita Lanang, Menina, dan Dewo asli langsung dari penulisnya..mantap lah kak reviewnya 'ngejual' banget..hahahaha *appreciate*

    Trusnya lagi ada disisipkan komentar pribadi reviewer ttg novelnya, cantik lah penyisipan komentarnya, cuma menurutku terlalu sedikit sih..but overall ok lah kak..^^

    Yg paling bikin greget gemes sambil tepuk tangan tu ending reviewnya, udah ngarep2 jawaban ending karena dibuat kepo maksimal sama cuplikan ending lah paling enggak, eh ga dikasih.. padahal yg baca ni udah gimanaaa gitu rasanya, bener2 kayak baca kisah sendiri..T_T
    Tapi ini review mantap, 'ngejual' banget, sukses promoin novel buat diborong, sukses jg bikin orang baca review ini gregetan gemes pengen cepet baca novel utuhnya..wow...keren..^^

    Jadi pengen banget baca ni novel, selain berasa banget kayak pengalaman sendiri, kepo maksimal dibuat kak Atria nya, juga pengen baca novel ini karena tema ceritanya itu lho, masa lalu yg bikin galau melangkah ke masa depan..kan pengen tau jg sentilan2 dan perjalanan ke 3 tokoh (especially Menina), sukur2 terinspirasi dalam menentukan langkah ke depan jg ni aku..hehe..amin..kan inspirasi dan jawaban doa bisa datang dari mana aja ya to..?
    Semoga dapat GA novel ini deh dari kak hostessnya..^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Eh iya, kak hostess blog ini mau married ya..?
      Waw..wishing you a blessed way to prepare your wedding kak Atria, may God always guide you & your (gonna be) life partner to build your own family..may His Love always covers n guides you two..amen..^^

      Hapus
  20. nama: Tri Indah Permatasari
    akun twitter: @LiebeIs0503
    email: triyusufciduk@yshoo.com


    review yang PAS. lengkap tidak ada kata-kata yang mubazir. membuat orang semakin tertarik untuk membaca novelnya. Dan saya yakin isi novel ini akan lebih menggugah hati para pembaca lebih dalam lagi. kisah yang sangat menarik untuk diangkat dan diperbincagkan. karena saya yakin selain dari tema cerita yang diangkat, banyak masalah lain yang penting telah dibahas disini meski tidak hanya secara menyeluruh bahkan bisa dikatakan sebagai sentilan saja. membuat orang berpikir bahwa itu penting dan bukan hal biasa atau sudah menjadi kebiasaan.
    saya juga penasaran masalah Yogyakarta! apa saja yang akan disuguhkan penulis mengenai kota Gudeg satu ini.

    BalasHapus
  21. nama : eny
    twitter : @enythxz
    email : enytok03@gmail.com

    dari review2 kak astri mudah dipahami, dan bagi para pembaca menjadi penasaran. kata2nya tidak berbelit-belit, padat dan berisi. aku orang jogja wah sedih kalo inget2 tentang gempa :(

    BalasHapus
  22. hm ... saya bingung mau comment apa. tpi, saya suka sama riview ini.

    penggambaran Menina yg saya ambil dr riview ini ... (sudut pandang saya, ya) jujur, saya ngerasa greget sama char Menina. dia seperti org yg ga konsisten.
    dan juga si Lanang. Harusnya dia ga perlu ganggu si Menina lagi. kalo emg ga mau pisah, ya ... ga usah putus dari dulu X"D

    Namun, yg membuat saya benar2 penasaran, adlh; alur-nya yg maju-mundur!
    pe-riview menulis riview dgn sangat padat dan jelas. ditambah lgi bbrpa dialog, pe-review seolah2 mampu membuat topik dari tema yg sama, namun penjelasan dapat ditengkap dgn mudah.
    pendapat pe-riview pun bs dilihat dgn jelas.

    n last, bagian favorit saya adlh dialog di paragraf akhir review :"D rasanya dialog itu mampu
    menyimpulkan keseluruhan dari pemikiran Menina n membuka sebuah pemikiran baru yg bukan hanya utk Menina, tpi juga utk para pembaca yg lagi kebingungan sama langkahnya buat masa depan.

    ok _ sekian. 🙏😅


    nama : Eka
    akun twitter: @Heart0fHuman
    email: Heart0fHum4n@gmail.com

    BalasHapus
  23. “Lo ... nggak rela gue nikah dengan Dewo?”
    Aku memberanikan diri untuk
    menembaknya.

    Looking, Gusy... Pembukaannya ajah udah kontroversi gini. Siapa yang nggak tergoda baca kelanjutannya? Kak Atria sukses buat penasaran bahkan dari awal review-nya. Satu jempol buat Kak Atria.

    “Masa lalu adalah masa lalu,sesekali
    melihat mungkin perlu, tapi tidak perlu
    mencoba untuk mengulangi lagi apa yang
    pernah terjadi.” (Hal. 188)

    Jlebb! Kata-kata ini sukses "menamparku". Kenangan dengan mantan memang menggoda iman :3
    Apa yang dialami Menina sama persis dengan apa yang aku alami, bedanya Menina bisa menentukan sikap, sedangkan aku masih "berjalan di tempat". Sepertinya aku butuh buku ini biar bisa mencerahkan kegundahan hatiku. *oke ini curhat -.-

    Di review ini Kak Atria benar-benar bisa membuat Novel Wedding Rush ini layak dibaca. Trik Kak Atria yang menggunakan penggalan dialog dalam novel benar-benar jenius, review ini menjadikan novel Wedding Rush bukan novel menye-menye yang hanya akan jadi penunggu rak buku setelah dibaca, tapi buku ini tampak berkilau seperti berlian yang sayang jika hanya berada di kotak penyimpanan. Satu jempol lagi buat Kak Atria yang cerdik.

    Gaya bahasa Kak Atria dalam review juga sangat berkelas namun lugas, tidak terlalu sulit dipahami. Bagaimana Kak Atria menjabarkan karakter tokoh-tokoh penting dalam novel juga terlihat pas, tidak dilebih-lebihkan.

    Filosofi pernikahan yang dipenggal Kak Atria dari novel ini juga tidak kalah penting dalam membuat buku ini benar-benar dibutuhkan bagi orang-orang yang masih terjebak bimbang.

    “Iya. Pada akhirnya, setelah sekian lama
    menikah, gue ngerasa bahwa pernikahan
    itu cuma another of life. Ada kesulitan
    sendiri di setiap stage of life, kalau di
    tahap-tahap hidup sebelumnya kita
    survived, kenapa yang ini nggak?” (Hal.
    201)

    Wow. Ada apa ini? Kenapa Menina bisa berfikiran begitu? Pastinya ada banyak cobaan yang sudah Menina hadapi dalam perjalanan rumah tangganya.
    Bukan saja mereka yang akan menikah, tapi orang yang sudah menikah pun sebaiknya membaca buku ini, karena penggalan dialog diatas bisa membuat kita membuka mata tentang bagaimana sebaiknya menyikapi setiap permasalahan rumah tangga. OooEmJiii... Buku ini kren banget!

    Dari keseluruhan review Kak Atria, aku hanya menyayangkan ketidakadaannya kekurangan buku ini. Bukannya mau memperjelek citra buku ini, hanya saja menurutku akan lebih realistis kalau kekurangan novelnya juga ditampilkan, ini juga akan jadi salah satu motivasi orang untuk membeli bukunya karena akan mencocokkan pendapat pe-review dengan pendapatnya setelah membaca buku. *aku terlalu sok tau sepertinya ^^V

    Eh, apa mungkin buku ini nggak ada kekurangannya? Penasaran pengen baca langsung bukunya.

    Terlepas dari pendapatku yang sedikit nyeleneh, Kak Atria hebat. Bintang lima buat Kak Atria. ^_^
    *psst...kelak kalau aku punya buku sendiri pengen juga di review Kak Atria, hehee

    Nama: Ani Purditasari
    Twitter: @TearsAnny
    Email: AniPurditasari@gmail.com
    Link share: https://mobile.twitter.com/TearsAnny/status/596695410325987330?p=v

    BalasHapus
  24. nama: rizqa nurul hidayanti
    akun twitter: @nurul_rizqa
    email: rizqanurulhidayanti@yahoo.co.id

    Review yang disampaikan dengan menyampaikan detail isi dalam novel tanpa memberi petunjuk akhir cerita dalam novel membuat pembaca makin ingin membaca novel ini. Terlebih lagi rekomendasi dari mbak Atria berikut membuat pembaca lebh memahami cerita dalam novel ini bahkan sebelum membaca ^^ "Opening cerita menjadi menggigit sebab pembaca dibuat penasaran pada akhir cerita. Pilihan alur flashback membuat cerita semakin menarik. Ini karena seluruh konflik dituangkan di part tersebut. Tapi akhir cerita? Di simpan hingga akhir." Aku suka gaya penuturan kak Atria ^^

    BalasHapus