Selasa, 05 Mei 2015

[Giveaway] Review + Giveaway: Dear Sister



“Seharusnya jika kita memilih menjalani sesuatu, kita melakukannya karena menyukainya dan berniat serius di situ.” (Hal. 185)


Penulis: Rosemerry
Editor: Bernard Batubara
Penyelaras aksara: Idha Umamah
Penata letak: Erina Puspitasari
Penyelaras tata letak: Gita Ramayudha
Desain dan ilustrator sampul: Agung Nugroho
Penerbit: Gagas Media
Cetakan: Pertama, 2015
Jumlah hal.: viii+272 halaman
ISBN: 979-780-797-5
Mengapa harapan selalu datang bersama rasa kecewa di hati?
Mengapa harus mengorbankan sesuatu yang berarti,
demi cinta yang belum tentu sejati?

Aruna
Aku pernah melihat bagaimana harapan harus pupus di tanganku
Dan rasanya menyakitkan.
Kesalahan masa remaja yang tak kulupa.
Aku berjanji, orang yang paling kusayang,
Ia tak kan mengalami kehilangan dan sakit yang sama.

Nayla
Aku belum tahu banyak tentang cinta,
Tetapi aku tahu cinta tak selalu sejati.
Aku masih menerka-nerka ke mana arah langkah untuk cita-cita,
Tetapi suatu hari, aku pasti tahu arah yang kutujua.
Aku belum tahu banyak,
Tetapi bolekah aku belajar untuk menjalaninya?
Aku mungkin belum mampu,
Tapi bukankah kita tak tahu jika kita belum pernah mencoba?

Bersama Aruna dan Nayla, kau akan menemukan kisah cinta,
Keluarga dan cita-cita yang sempat patah.
Juga tentang ketabahan untuk mempertahankan impian dan jati diri.
***
“Kamu sibuk, aku sibuk, kita semua sibuk. Tapi, tidak menepati kesepakatan yang pernah kita buat bersama merupakan hal yang tidak bertanggung jawab. Tidak seharusnya kesibukan bisa menjadi alasan untuk lepas dari tanggung jawab.” (Hal. 49)
Novel ini bertutur dengan sudut pandang orang pertama dari dua orang yang berbeda. Mereka adalah Aruna dan Nayla. Keduanya adalah dua saudari dengan selisih usia 4 tahun. Aruna yang usianya lebih tua digambarkan bahwa secara fisik terlihat lebih awet muda dari Nayla, adiknya.


Selain itu dari segi kepribadian mereka cukup berbeda. Aruna tipikal orang yang serius dengan menganggap penting prestasi akademik. Sedangkan Nayla lebih cuek, santai dan lebih bersemangat.

Novel ini sebenarnya mengisahkan konflik yang cukup banyak terutama dari sisi Aruna. Konflik percintaan dari masing-masing mereka. Serta konflik internal yang muncul karena sikap perhatian Aruna yang berlebihan pada Nayla. Aruna yang menyimpan kesedihan dan rasa bersalah karena tidak bisa mengikuti jejak sang ayah menjadi dokter mendorong Nayla terlalu keras karena merasa khawatir pada masa depan adiknya. Sayangnya ini ditangkap berbeda oleh Nayla. Ia merasa bahwa Aruna terlalu mencampuri urusannya, terlalu mengatur –atur hidupnya. Mengalahkan papa dan mamanya sendiri.

Aruna yang jatuh cinta pada vokalis Morningdew, Cesare, ternyata harus mendapati bahwa laki-laki itu adalah kekasih baru Elisa, sahabatnya. Di lain pihak, Nayla juga sedang jatuh cinta pada seorang kakak kelasnya, Yulian. Namun sikap ramah Yulian pada semua perempuan membuat Nayla bingung.

Ah, pada akhirnya lingkaran percintaan mereka akan merumit dan berdampak pada hubungan Nayla dan Aruna. Mereka merenggang. Apakah hubungan Aruna dan Nayla akan terus mendingin? Bisakah mereka baikan kembali?

***
“Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi. Menjaga diri sendiri tetap hidup adalah satu hal yang wajib dicamkan apabila terjadi sesuatu yang tidak diduga. Pastikan keselamatan diri dengan bersikap mandiri, setelahnya baru menolong orang lain, bukannya njagani orang lain untuk menolong kita.” (Hal. 175)
Saat dikabari oleh penulisnya, saya senang sekali karena berkesempatan mereview  buku ini. Meski sekarang sedang tertarik dengan buku bertema pernikahan, namun ternyata membaca buku ini menjadi hiburan yang menarik. Meski bikin iri.

Sebagai anak perempuan satu-satunya dengan diapit 2 kakak dan 2 adik cowok membuat saya memiliki pertanyaan, “Bagaimana ya rasanya punya saudara perempuan?” Hm..dan saat membaca Dear Sister ini saya malah jadi berpikir ternyata punya adik perempuan dan kakak perempuan ternyata sama ribetnya dengan punya saudara laki-laki.  Ha..ha.. tenang saya tidak akan curhat di sini.

Saya mau ngobrolin tentang Dear Sister saja, ah. Awalnya saat lihat sampul depannya, saya mengira bahwa konflik akan bertempat di acara pendakian yang dilakukan oleh dua orang saudara perempaun. Tapi ternyata saya salah. Meskipun di dalam novel ini juga ada adegan pendakian, namun bukan bagian dari puncak konflik.

Kisah Aruna dan Nayla adalah kisah dua kehidupan yang saling beririsan. Jadi terasa personal karena menggunakan sudut pandang orang pertama dan karena hubungan persaudaraan mereka. 

Selain itu novel ini sangat informatif, lho. Untuk yang belum kenal kota Yogyakarta bisa semakin kenal dengan kota tersebut berkat informasi-informasi yang disisipkan dalam buku ini. Ada informasi tentang wedang ronde, alun-alun kidul dan mitosnya, hingga informasi  tentang hutan wanagama.

Kalau bicara tentang  penokohan, dari seluruh tokoh yang ada di dalam novel ini, saya malah naksir Wangga, teman se-band Cesare yang naksir Aruna. Saya suka sikapnya yang cuek tapi cenderung perhatian. 

Sedangkan untuk sosok Aruna dan Nayla tidak ada perbedaan yang mencolok dari cara bertuturnya. Masih terasa mirip. Padahal seharusnya bisa dibuat cukup berbeda karena karakter mereka cukup berbeda.

Oiya, ada sebuah ketidakkonsistenan yang membuat saya sedikit bingung. Jika Nayla dan Aruna terpaut 4 tahun, itu berarti saat Nayla kelas X berarti Aruna baru tingkat dua. Kok di halaman 209 disebutkan bahwa Aruna adalah alumni tahun ketiga? Harusnya masih terhitung sebagai alumni tahun kedua. 

Di luar kekurangannya, buku ini menampilkan dinamika hubungan persaudaraan yang manis. Membuat saya merasa, wah begini kali ya rasanya punya saudara perempuan. Dan ending ceritanya berhasil menerbitkan senyum saya. He..he..
 ***


Seperti biasa, karena di postingan  judul ada kata “Giveaway” maka itu berarti akan  ada buku yang dibagikan . Yup, ada 1 novel Dear Sister untuk kamu yang beruntung, Reader. Mau jadi yang beruntung?
Yuk langsung saja mengikuti rules ini:
1)      Follow akun twitter @atriasartika @mewmerry @gagasmedia
2)      Share giveaway ini di akun twitter kamu dengan mention @atriasartika @mewmerry @gagasmedia dengan hashtag #DearSister
3)      Beri komentar tentang review buku ini di kolom komentar, sertakan juga data dirimu: nama, akun twitter, dan email
4)      Giveaway ini berlangsung dari tanggal 5 sampai 9 Mei 2015. Pengumuman akan dilakukan paling lambat 1 minggu setelah Giveaway berakhir.

Mudah kan? Jadi jangan lewatkan Readers. Oiya, selain bagi-bagi buku di My Little Library, pustakawan kita juga akan bagi-bagi buku di akun twitternya @atriasartika.

 Khusus di tanggal  5 Mei 2015 jam 8 malam akan ada sesi #LiveInterview bersama Rosemerry, penulis novel Dear Sister dan akan ada satu novel #DearSister yang juga akan dibagikan di #LiveInterview tersebut.

Giveaway Done!! :)

20 komentar:

  1. Nama : Irmawati
    akun twitter : @irmaa_waati
    e-mail : irmawati0337@gmail.com


    Setiap review yg di buat mbak Atria selalu membuat ku terpikat, juga selalu membuatku ingin langsung memiliki buku-bukunya, hehehe.

    Dari segi me-review seimbang, tidak hanya mengulas sisi kelebihan buku saja, tapi juga tak luput dari kekurangan bukunya. Karena menurutku memang 2 sisi inilah yg paling penting, karena para penikmat buku bisa terbantu dari review-review yg seperti ini. Mereka bisa lebih selektif membeli dan tidak salah beli buku.

    Dari penulisan review mbak Atria juga santai, tidak terlalu bertele-tele namun sangat dapet detailnya. Selain itu yg paling penting pasti membuat Readers penasaran banget sama isi bukunya :))

    Novel Dear Sister ini tampaknya memang menarik, kisah antara kakak dan adik perempuan memang tidak ada habisnya, terutama berantem. Dari hal sepele aja bisa buat rumah berantakan, hahaha.. :D

    At last aku berharap banget bisa beruntung, udah banyak banget GA yg aku ikutin, tapi gak ada yg menang. Bismillah semoga kali ini keberuntungan berpihak sama aku, Aamiin :)

    BalasHapus
  2. Nama :Arfina
    akun twitter : @ipinkaramel
    Email : arfina.tiara123@gmail.com

    Aku juga ngiranya tentang pendakian lho pas liat kovernya eh taunya setelah mbak Atria bilang di atas >,< wah aku bingung mau review review ini, kalo pandanganku oke-oke aja reviewnya. Nggak spoiler dan komposisinya pas, cuplikan dari novel juga nggak panjang amat, dan point terpentingnya, review ini nggak bikin orang jadi ngga jadi beli buku ini.
    Hehe, itu aja, wish me luck ^^

    BalasHapus
  3. Nama : Dellavita Yustika
    Twitter : @dellavitaa_
    Email : DellaVitta13@gmail.com

    Pertama singgah di blog ini ngelihat COVER nya ku kira berkisah tentang petualangan dan ternyata aku salah , ternyata tentang kehidupan remaja. Tapi setelah baca Review nya ternyata ceritanya sangat menarik banget tentang CINTA❤dan Persaudaraan cocok banget buat remaja remaja nih^^ Walaupun sempat ketipu sama gambar cover nyaa :D tapi Aku suka banget!! :* Cover nya terang nyala , Ceritanya juga oke banget , Pasti banyak pelajaran yang di dapet setelah baca novel itu. Kalimat per kalimat itu ngena ke hati banget banyak kata kata bijak nyaa .

    Wish me luck^^

    BalasHapus
  4. Jaraknya 4 taun? Waah sama dong kaya aku sama adek :D. Masih bingung di bagian “Mereka merenggang. Apakah hubungan Aruna dan Nayla akan terus mendingin?” mereka emangnya suka sama orang yang sama? Atau karena mereka nggak deket? Reviewnya bikin penasaran :D Ini aku cuma ngikut komen aja hihi

    BalasHapus
  5. Nama: Aya Murning
    Twitter: @murniaya
    Email: ayamurning@gmail.com

    Hai, terima kasih sudah membuat review yang manis seperti ini. Isinya to the point tidak terlalu mengawang jauh, menjabarkan hal-hal yang bernilai plus juga minus, serta isinya masih aman karena tidak mengunggah sesuatu yang bersifat rahasia atau 'treasure' dari cerita Dear Sister ini sendiri. Duh, say ajadi ikut penasaran gimana cerita lengkapnya antara Aruna dan Nayla ini. Soalnya mirip aku dan mbakku sih haha. Apakah sama rumitnya seprrtI kami? Akankah semanis seperti kami yang sekarang? :)
    Aku kini berpendapat dan mengganggap kalau kutipan-kutipan yang bagus atau menyentil dari buku yang dibaca adalah nyawa kedua sekaligus hal yang sering dicari oleh para pembaca review. Meski terkadang para reviewer hanya menyantumkan kutipan yang berhubungan dengan cerita, tapi boleh juga lah kalo di kasih part tersendiri apa saja kutipan yang jadi favorit si reviewer. Karena dari kutipan-kutipan tersebut tidak menutup kemungkinan akan banyak mewakili perasaan atau pengalaman dari pembaca review sehingga menambah ketertarikannya untuk membaca Dear Sister. Nah, sayangnya di sini kutipan-kutipan yang pada bagus tidak terlalu membanjiri. :(
    Oh ya, sebenarnya menurut pengalamanku dan teman-temanku, kalau punya saudara sekelamin itu chance-nya 50:50. Maksudnya kecenderungan menjadi partner in crime-nya setengah, kecenderungan untuk sleknya juga setengah. Apalagi kalau si adik masih di masa-masa sekolah, susah diatur dan jarang mau dengerin nasihat si kakak perempuannya. Padahal kepedulian si kakak itu kan maksudnya baik. Apalagi kalau soal curhat-curhatan. Nanti kalau ada yang nggak setuju dengan penadapat sendiri dibilang egois lah, terlalu ikut campur atau ngatur lah, and so on. Nah, kalau dengan saudara laki-laki itu kan lebih cuek dengan urusan masing-masing. Apalagi kalau saudara lelaki itu si adik, ah dia mah gampang suka nurut aja. Banteran berbaginya soal antar-jemput, hand&body, dan minyak wangi. Hahaha.

    BalasHapus
  6. Nama: Ananda Nur Fitriani
    Twitter: @anandanf07
    Email: Anandanftrn@gmail.com

    Ngeliat cover nya, ternyata aku agak salah kaprah ya hehe. Cover nya seperti menggambarkan tentang perjalanan, dan ditengah tengah juga ada orang seperti pendaki gunung. Eh, iya kan ya/?

    Novel ini sangat kompleks, dengan berbagai permasalahan remaja dituangkan didalamnya. Tentang hubungan percintaan yang berkaitan dengan persaudaraan. Alur nya seimbang, ga berat sebelah di percintaan ataupun di masalah keluarga. Review kak Atria itu selalu berbahaya untuk dibaca, karena mempunyai daya pikat yang sangat kuat >_< setelah membaca review ini, saya jadi tertarik untuk ikutan membaca novel ini juga ^^ harus masuk wishlist ku nih ^_^

    Review kak Atria selalu detail dan pas. Walaupun membahas konflik, tapi tidak sampai bocor semuanya. Masih ada bagian-bagian rahasia yang membuat penasaran dan menarik minat pembaca. Review nya ga melebih-lebihkan, original dan terkesan apa adanya. Bagian penting dalam mereview buku juga menuliskan tentang kesan saat membaca buku itu. Di reviewnya kak Atria menuliskan pemikiran dan pendapat kakak tentang buku ini, menurutku itu sangat bagus supaya pembaca juga bisa memberikan sanggahan atau pendapat mereka sendiri. Karena review buku merupakan 'kandang' para pecinta buku untuk mengungkapkan pendapatnya masing-masing. Kak Atria juga menuliskan kelebihan dan kekurangan buku ini. Menurut saya review kak Atria sudah top lah, perfect! ^_^

    BalasHapus
  7. Nama: Wening Purbawati
    Twitter: @dabelyuphi
    Email: dabelyu_phi@yahoo.com

    Pertama kali liat cover Dear Sister, buku ini mungkin bercerita tentang adek kakak yang hobi mendaki dan konfliknya pun seputar pendakian atau alam bebas. Namun setelah baca review-nya ternyata salah besar! Bahkan puncak konflik pun bukan seputar itu.

    Kak Atria dalam mereview buku ini begitu detail dan pas, baik kekurangan maupun kelebihan buku Dear Sister ini. Penokohan, alur, setting, semuanya terjelaskan dengan tidak meninggalkan rasa penasaran bagaimana sebenarnya isi keselurahan buku ini. Membuatku kepincut dan kepingin memilikinya.

    Kisah kakak sama adek perempuan itu memang tidak ada habisnya, seperti adekku yang walopun udah terpaut 12 tahun tetep saja ada hal-hal yang selalu bikin ribut tiap hari. Terlebih sekarang dia sedang dalam masa-masa memberontaknya.

    Baru pertama kali berkunjung ke blog kak Atria ini, bismillah.. semoga saja bisa menang GA ini.. amin. Thankyou kak buat kesempatannya ^^

    BalasHapus
  8. Nama : Fransisca Susanti
    Twitter : @siscacook
    Email : siscawiryawan@ymail.com

    Reviewnya menarik sekali , bikin penasaran untuk baca novel Dear Sister =) Sekilas judul novelnya mengingatkan pada seri Dear Diary =)
    Reviewnya cukup teliti mengungkapkan kelebihan dan kekurangan novel ini. Aku setuju sekali dengan reviewnya tentang penokohan yang kurang kontras. Biasanya walaupun saudara kembar identik, tetap memiliki perbedaan karakter yang kontras. Apalagi jika hanya saudara perempuan (bukan kembar). Seperti karakter antara aku dan adik perempuanku. Aku yang fleksibel dan direct speaking. Adik perempuanku lebih teratur, birokrasi, dan feminin. Tapi kami sangat kompak (saling berbagi dan pinjam barang) dan memiliki kesamaan hobby (membaca, yoga bersama, hang out bareng). Biasanya cenderung kesamaan cara berpikir, tapi berbeda karakter. Trims banyak =)

    BalasHapus
  9. Nama : Maria Azmi Piscessanella
    Domisili : Kraksaan Probolinggo Jawa Timur
    Twitter : @piescessanella_
    Link share : https://twitter.com/piescessanella_/status/595749745928331265
    Email : maria.azmi.p@gmail.com

    Jawaban :
    Sama seperti kakak Atriasartika, pertama saya melihat covernya saya kira ini novel tentang petualangan. Tapi setelah baca review kakak ternyata bukan =D
    Saya suka dengan cara kakak mereview, selalu disampaikan dengan kalimat yang mudah dipahami oleh orang lain. Tidak bertele tele atau bahkan terkesan ambigu. Disini kakak juga menyebutkan kekurangan dan kelebihan novel ini secara seimbang sehingga membuat orang yang membaca review ini (khususnya saya) menjadi tertarik untuk membaa keseluruhan isi novel yang menceritakan kisah kakak beradik ini. Saya jadi penasaran ingin membaca detail keseluruhan isi novel ini =) Semoga saya beruntung jadi pemenang giveaway novel ini agar saya bisa baca novelnya hingga selesai =)

    BalasHapus
  10. Dear Sister ini mengingatkan saya dengan adik-adik perempuanku. Kami berempat perempuan, berada di satu kota yang sama, namun frekuensi pertemuan yang sangat teramat jarang. Kesibukan kuliah masing-masing bikin kami berjauhan. Tapi begitu kami ngumpul, ramenya luar biasa. Mengalahkan pasar rakyat. I miss them, anyway. :D

    Nama : Dian Maya
    Email : dianmayasariazis@gmail.com
    Twitter : @dianbookshelf
    Link share : https://twitter.com/dianbookshelf/status/595844246101434369

    BalasHapus
  11. Nama : Anis Antika
    Twitter : @AntikaAnis
    Email : anis_antika@yahoo.com


    Membaca review di atas mengingatkanku pada kejadian beberapa tahun lalu. Saat aku berada di posisi Aruna dan Nayla. Persis banget. Mungkin bedanya adalah alasannya.

    Ya, perselisihan sama saudara, aku pernah mengalaminya. Sama adik juga, sih. Bedanya dia cowok. Karena hal sepele banget sebenarnya. Bahkan aku lupa masalah yang sebenarnya apa saat itu. Yang aku ingat aku musuhan sama adikku sampai bertahun-tahun. Ada kali empat tahun. Baikan sebentar, terus marahan lagi. Padahal dia itu orang yang paling dekat sama aku. Kemana-mana berdua, beli apa-apa harus sama.

    Yang parah banget, setiap kali bertemu dimana pun kami tuh kayak orang nggak kenal. Tapi syukurnya setelah dewasa sama-sama nyadar akan kesalahan itu, sih. Dan akhirnya baikan sampai sekarang. Nggak mau berselisih lagi, deh. Karena aku sayang banget sama dia. Sama halnya kayak rasa sayang Aruna ke Nayla.

    BalasHapus
  12. Neneng Lestari
    @ntarienovrizal
    n_tarie90@yahoo.com

    mau komen tentang kovernya. Sederhana sekali dan tidak mencerminkan isi novel (sepertinya) .... tapi aku suka konflik yang si gambarkan, cuma masih belum bikin aku penasaran.

    Kenapa?

    Isi review tidak menggambarkan apa sich konflik yang terjasi nanti? Aku gak beeharap di review sampai detail, cuma kan cerita cinta itu temanya sempit sedangkan konflik dalam review ini kayaknya udah umum banget di pake.

    Aku pengennya isi review memberi gambaran konflik yang di hadapi aruna dan nayla dalam percintaan mereka. Konflik percintaan bagaimana sich yang membuat hubungan mereka merenggang? Apa yang berbeda sehingga harus baca buku ini. Karena kisah cinta itu kan temanya sempit, jadi harus kena sasaran menjelaskan konfliknya.

    satu lagi, judulnya dear sister, apa novel ini fokus pada masalah persaudaran mereka aja, atau pada kisah cinta mereka berdua. Lebih condong kemana? Atau malah dua-duanya .....

    Hehe udah cukup ah, makin banyak ketik makin banyak typo nya.

    BalasHapus
  13. Review di atas cukup jelaas untuk menginterpretasikan isi dari novelnya, disusun rapi dan mudah dipahami, itu yang penting. Merangkum semua isi dari cerita menjadi satu rangkuman yang mencakup keseluruhan isi novel. Tidak ada yang ditutup-tutupi dan dari cara penyampaiannya memiliki daya tarik yang cukup kuat menarik minat pembaca untuk membeli novel ini. Keseluruhan nilai yang disampaikan semuanya Plus+++

    Nama: Bintang Permata Alam
    Twitter: @bintang_ach
    email: bintangpermata45@gmail.com

    BalasHapus
  14. Nama : Rany Dwi Tanti
    Akun twitter : @Rany_Dwi004
    Email : ranydwi11@yahoo.co.id

    “Novel ini bertutur dengan sudut pandang orang pertama dari dua orang yang berbeda.” Agak sulit memang kalau menulis novel dengan sudut pandang orang pertama dari dua orang yang berbeda. Terbukti dengan kurangnya perbedaan yang mencolok dari cara bertuturnya padahal mereka memiliki kepribadian yang berbeda. Kemarin sewaktu ikut #LiveInterview #DearSister dengan penulisnya langsung, saya menanyakan kesulitan dalam menulis seperti ini, dan kesulitannya memang dalam hal membedakan karakter yang membuat pembaca langsung mengenali siapa tokoh yang sedang bernarasi.

    Kayaknya bakal diajak ‘jalan-jalan’ juga kalau membaca buku ini. Saya bakal mengenal Yogyakarta lebih dalam nih :D

    “Bagaimana ya rasanya punya saudara perempuan?” Nah, pertanyaan itu boleh saya jawab kan (saya punya saudara perempuan) hmm…gimana ya menjelaskannya. Enaknya punya saudara perempuan itu, dia-nya nyambung kalau diajak diskusi atau ngobrol (Yahh…mungkin karena sama-sama perempuan, apalagi saya dan kakak saya punya hobi yang sama. Baca buku) Nggak enaknya, kakak saya tuh cerewet, dia suka nasehatin saya ini-itu. Kalo semisal bertengkar, bawaannya cuma adu mulut. Terus diem-dieman, tapi nggak berlangsung lama, udah baikan dengan sendirinya. Hehe…tapi terlepas dari itu semua, punya saudara perempuan itu enak kok.

    BalasHapus
  15. Nama : Athalia Jessica
    Twitter : @jessicaquamarin
    Email : athalia.jessica.kwa@gmail.com

    Ijinkan saya memberi komentar di riview ini ya kak..^^
    Pertama liat cover novel dgn judul Dear Sister, kupikir ceritanya tentang perasaan cinta, perselisihan atas pengakuan diri, atau memang ungkapan hati seorang kakak/adik perempuan yg merasa terasingkan oleh saudarinya, tapi setelah baca review kak Atria ttg karya kak Rosemerry ini, sepertinya dugaanku rada meleset ya..

    Review kak Atria kali ini entah berasa kurang cetar efeknya..mungkin akan lebih mantap kalau mereview lebih banyak tentang detil usaha Aruna dan Nayla dalam mempertahankan pendapatnya masing2, ditambah cuplikan2 konflik sehari2 sepasang saudari tsb, kemudian akhirnya ditutup dengan paragraf terakhir yg membuat pembaca review ingin segera membaca tuntas novel utuhnya..karena konflik yg lebih detil biasanya akan menarik utk diikuti dan dicari penyelesaiannya..^^

    But, overall, reviewnya cukup menarik dengan menjelaskan bagian kehidupan dari sepasang saudari yg berbeda watak dan keinginan dalam menjalani hidup, namun jg menceritakan bagian hidup pribadi masing2 tokoh dalam novel tsb..

    Sebagai seorang kakak yg jg punya adik perenpuan yg ga beda jauh umurnya (ga ada 2 tahun selisih umurnya), aku cukup tertarik membaca novel utuhnya kak Rosemerry setelah baca reviewnya kak Atria ini, karena pemaparan cuplikan2 konflik cukup sering dialami sepasang saudara/saudari sih memang..jadi ya it was a good review kak, but I think, you can do it better..^^
    Semangat..!! (apalagi buat wedding preparationnya, dan sebentar lagi akan punya sister-in-law-hood, kan kak?)

    BalasHapus
  16. Nama :Wulida
    akun twitter : Jm_nim
    Email : wulida.nadhila@yahoo.com

    Aku selalu suka review kak atria, menarik dan selalu membuat penasaran untuk membaca Dear Sister.

    Review cukup teliti menjelaskan kekurangan dan kelebihan novel, penokohan, alur, setting, semuanya terjelaskan dengan rapi, tidak spoiller dan komposisi pas.

    BalasHapus
  17. Nama: Deasy Dirgantari S
    Twitter: @deasyds
    Email: ddirgantaris(at)gmail(com)

    Aku selalu seneng baca review Kak Atria. Rapi, seimbang, terus gak spoiler. Begitu juga dengan review Dear Sister ini, rasanya jujur gitu.

    Sejujurnya aku rada gak suka sama review yang ngasih sinopsis panjang, soalnya cenderung spoiler. Tapi review Kak Atria sinopsisnya selalu seperlunya. Jadinya aku bahagia bacanya, gak di-skip-skip gitu.

    Btw, dari awal Bang Benzbara nanyain cover yang bagus buat novel ini, udah penasaran banget sama novelnya. Semoga beruntung di sini.

    Oiya, ada yang kurang di review ini, biasanya Kak Atria bikin puisi di akhir review, kok di dini enggak? Padahal suka bacanya. Hehehe. Sukses terus, Kak.

    BalasHapus
  18. nama : Ria
    akun twitter : @goodenoughoks
    email : mawarhs12@gmail.com

    Reviewnya mengalir, tidak terlalu panjang, gak spoiler dan bikin tertarik untuk baca bukunya lebih lanjut :)
    Aku pikir tadi Aruna dan Nayla akan jatuh cinta pada cowok yang sama, ternyata untungnya enggak ya :)
    Konflik antara mereka berdua karena terjadi salah pengertian...
    Menarik...
    Semoga saja Wangga, teman se-band Cesare yang naksir Aruna, jadian ya sama Aruna dari pada Aruna ribet sama sahabatnya :D
    Karena kalau aku baca sekilas dari reviewmu kayaknya mungkin nantinya aku akan jadi #teamArunaWangga hahaha...
    Quote di Hal. 49 dan Hal. 175 mantabs banget! It's Great
    Senang bisa baca review ini dan ikut giveawaynya
    Thanx for this review + giveaway :)

    BalasHapus
  19. Nama: Wardah
    Twitter: @bungaoktober_
    Email: sepuluh.cokelat@gmail.com


    Dari judul dan review Kak Artia, saya rasa aspek persaudaraanlah yang lebih kental di novel ini. Setidaknya (sepertinya) tidak ada konflik persaudaraaan yang terjadi karena mereka mencintai orang yang sama. Benar tidak ada kan? Saya lelah dengan kisah persaudaraan-merenggang-karena-cowok. :(

    Saya selalu menyukai cerita bertema keluarga dan persaudaraan. Alasannya lebih karena saya belum berhasil menjadi bagian keluarga yang baik, terlebih saudara yang baik.

    Apakah novel ini akan mengingatkan kita betapa berharganya memiliki saudara perempuan? Atau justru menyesal karena belum bersikap sebagai saudara perempuan yang baik? Atau ... justru berharap tidak memiliki saudara perempuan sama sekali (seperti kak Atria gitu)?

    Haha tapi rumput tetangga memang selalu lebih hijau, ya.

    Saya menikmati kisah persaudaraan antaralelaki atau lelaki-perempuan, tapi saya menghindari membaca kisah persaudaraan antaraperempuan.

    Saya khawatir saya akan berkaca pada kehidupan saya sendiri. Membandingkannya. Lalu menyesali apa yang selama ini telah saya lakukan sebagai seorang saudara perempuan.

    Udah ah daripada malah curhat dan bukannya komentar review.

    BalasHapus
  20. nama : eny
    twitter : @enythxz
    email : enytok03@gmail.com

    seru nih, aku juga punya kakak bda umur 2tahun. kita sangat berbeda kepribadiannya, aku introvert kakakku extrover. eh jadi curhat,hehe

    dasi reviewnya bikin penasaran ,tentang cinta, pngen jadi dokter ,kakak adik wah pasti banyak banget yang pengen buku ini, mungkin aku gak dapet -___-

    BalasHapus