Jumat, 24 April 2015

PS: I Love Mom



Penulis: Buku Berkaki
Editor: Moh. Rido
Proofreader: Sulung S. Hanum
Layout: Dian Novitasari & Irene Yunita
Desain Sampul: Dwi Anisa Anindhika & Landi A. Handwiko
Penerbit: Bukune
Cetakan: Pertama, Februari 2015
Jumlah hal.: vi + 226 halaman
ISBN: 602-220-145-4
Ibu yang cantik, apa kabarmu di sana?
Semoga semua doa dan salam rinduku sampai padamu.
Tak terasa waktu bergulir dan aku sudah tumbuh dewasa.
Tak perlu khawatir, aku akan baik-baik saja.
Bukankah iu yang mengajarkan aku untuk berani?
Aku pasti bisa menjaga diri.
Melalui secarik kertas dan goresan tinta ini, izinkan aku mengungkapkan rasa terima kasih kepadamu. Kasih sayang dan ketulusanmu selama ini tidak akan bisa terbalaskan.
Derai air mata dan pengorbanmu tak tergantikan.
Terima kasih, Ibu
***
Kasihnya tidak akan lekang oleh waktu, cinta sudah teruji dengan luka, bahkan hatinya lebih besar dari apa pun yang ada di dunia. Mungkin, begitulah cara yang tepat untuk menggambarkan seorang ibu.
Dalam PS: I Love Mom, kamu bisa temukan cerita tentang perjuangan dan kesabaran hatinya, puisi tentang arti ketulusan cinta. Mari ungkapkan cinta, ekspresikan sayang, kemudian tunjukkan perhatianmu. I Love you, Mom!
***

Membaca buku PS: I Love Mom, kita akan disuguhi sejumlah cerita berdasarkan pengalaman para penggiat (yang akrab disapa Krucil) dan adik-adik binaan Buku Berkaki.

Buku Berkaki dengan taglinenya “When a Book Walks, A Dream Works” adalah sebuah organisasi nonprofit yang berfokus pada penyediaan bacaan variatif untuk adik-adik di panti asuhan, lapak pemulung, dan jalanan. Selain itu, Buku Berkaki juga melakukan pengumpulan buku untuk daerah terpencil di Indonesia, seperti Lumajang, Surabaya, Ujung Kulon, Papua, Maluku Utara, dan Semau di Nusa Tenggara. (Hal. 223)


Di dalam buku ini ada puluhan cerita pendek yang mengisahkan kecintaan mereka pada ibu. Yang membuat saya sangat tergugah adalah cerita pembuka buku ini yang berjudul Kasih Sayang Ibu Tak Pernah Padam karya Agustin Ross. Cerita ini mengisahkan tentang pengalamannya kehilangan sang Ibu tercinta. Penuh haru.

Selain itu cerita Seorang Ibu pun Butuh Ibunya karya Alfa Kurnia mengangkat sebuah fase yang memang umum terjadi. Saat perempuan menjadi seorang ibu, di saat itulah ia akan sangat merindukan ibunya dan merasakan cinta yang semakin besar kepada ibunya. Sebab ia pun akhirnya merasakan sendiri betapa besar pengorbanan yang dilakukan oleh ibu.

Selain itu, dari kisah-kisah ini ada pula yang membagi cerita tentang perjuangan seoran ibu yang sekaligus menjadi tulang punggung bagi keluarganya. Ada yang sampai rela berpisah dengan anaknya untuk mencari uang ke luar negeri. Anak tersebut dengan berbesar hati menuliskan tentang kerinduannya pada ibundanya dan usahanya untuk memahami kondisi mereka.

Masih banyak kisah-kisah lain yang dituturkan dengan penuh keluguan oleh anak-anak binaan Buku Berkaki di Panti Asuhan Al-Andalusia. Selain itu ada juga potongan-potongan puisi yang ditulis sendiri oleh anak-anak tersebut.

Ah, kasih ibu memang tidak akan pernah habis untuk diceritakan. Tidak akan bisa terbilang semua pengorbanan yang telah diberikannya dan tidak akan pernah seorang anak mampu membalas penuh semua yang telah diberikan oleh ibu.

***
Puisi yang terinspirasi oleh buku PS: I Love Mom

Sering aku mendengar kisah
Tentang ibu & anak perempuan
Kala balita ia jadi primadona
Saat remaja ia jadi penuh amarah
Saat dewasa ia tumbuh & menemukan jalannya sendiri
Hingga suatu hari,
Kala ia menjadi ibu,
Ia akan datang kembali
Mencari pelukan seraya berbisik,
“Maaf, Ma” lantas lanjut berkata,
“I Love You Mom”
Itulah balada seorang gadis kecil yang tumbuh dewasa
Balada ibu dan anak perempuan
Apakah kisahmu serupa?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar