Sabtu, 04 April 2015

Masbuloh!!





“Good friends offer a shoulder when you need to cry. Best friend are there with a shovel to beat up who made you cry!” (Hal. 64)



Penulis: Jemima Avalova & Ariana Kinanti
Penyunting: Sheenta Chan
Penyelaras akhir: Larasati
Pendesain Sampul: Ariana Kinanti
Penata Letak & ilustrasi: Sheenchan
Penerbit: Lintas Kata
Cetakan: Kedua, 2013
Jumlah hal.: vi + 136 halaman
ISBN: 978-60217658-1-4
Namanya juga remaja, masih ingin ini, ingin itu, banyak sekali. Semua semua semua dapat dikabulkan dengan kantong ajai! Mau aja dibohongin!
Remaja tuh emang waktunya berekspresi, mencari bakat dalam diri, dan ‘menggila’.
Kalau ingin ‘meremajakan’ pemikiranmu, jelas sekali ada dalam buku ini. Kalau ingin remajamu ingin selalu diingat setiap temanmu, jelas sekali ada dalam buku ini. Sekali lagi, kalau kamu merasa bermasalah dengan sekolah guru, teman, sahabat, gebetan, dan pacar, masbuloh memberikan solusi untukmu! Masbuloh mengatasi masalah dengan masalah, masalah buat loh? Yang penting disayang orang tua!
***
Buku ini adalah jenis buku non-fiksi yang dikhususkan untuk remaja. (Trus buat apa kamu baca, Tria? Kan..kan..kamu bukan remaja.. Ugh..umur boleh kepala 2, jiwa tetap belasan donk :P)

Buku ini menyajikan banyak hal menarik untuk remaja. Buku ini dibagi menjadi tiga tema umum yaitu: kehidupan sekolah; persahabatan; dan cinta ala remaja masa kini. Dan closing berupa “Pelajaran Dalam Hidup” yang bikin remaja yang membacanya bisa melihat banyak hal positif dalam hidupnya.

Dalam part kehidupan sekolah, penulis memberikan sejumlah tips untuk membuat remaja yang membacanya bisa menemukan hal-hal menarik dan menyenangkan dalam kehidupan sekolah yang (katanya) membosankan. Bahkan jika tidak bisa menemukannya, maka mereka diajak untuk meciptakannya.

 Salah satunya dengan memberi ide untuk membuat diary konyol. Lucu ya, diary-nya. Saya jadi agak kesal saat membaca bagian ini. Kok saya dulu gak dapat panduan keren begini. Kan asyik tuh kalau sekarang bisa mengenang masa putih abu-abu dengan baca diary konyol yang saya buat. Tapi ya sudahlah. Nasi sudah jadi bubur. Mending nyari bubur ayam #eh.

Tips-tips seru lain juga masih banyak. Ada yang bisa dimainkan bareng-bareng dengan teman dan juga bahasan tentang guru killer. Psst.. zaman saya SMP dulu di SMPN 2 Tarakan, ada seorang guru killer (termasuk guru BP juga) yang ngajar matematika. Namanya Pak Joko. Sumpah semua orang takut dengan bapak ini. Tapi saya malah jadi murid kesayangannya (tentu karena pintar donk..*pamer*) dan ternyata ada sisi lucu dari guru yang selalu membawa penggaris kayu panjang ke mana-mana. Saya bahkan pernah berhasil ngeles saat kedapatan tidak pakai sepatu hitam olehnya. Ha..ha.. Dan sekarang saya kangen dengan ucapan khasnya, “Nduk..nduk..” dengan logat jawa medok yang kental. Ah, kangen (>_<)

Ya, keseruan-keseruan semacam inilah yang ingin diperlihatkan oleh Jemima Avalova & Ariana Kinanti melalui buku mereka.  Bahwa kelak masa-masa ini akan ngengenin maka nikmatilah dengan baik masa itu biar nggak ada penyesalan.

Hal ini yang juga dibahas oleh mereka di pembahasan tentang persahabat. Mulai dengan membeberkan tentang tipe-tipe teman cewek dan cowok. Tentang cara baikan dengan teman yang sedang marah(an). Plus berbagai saran tentang hal seru yang bisa dilakukan beramai-ramai dengan teman. Tentu saja semuanya adalah hal yang positif donk.

Begitupun dengan pembahasan tentang percintaan remaja. Penulis mengajak para remaja untuk tidak menganggapnya sebagai a big deal. Mengingatkan mereka bahwa ketika putus maka itu tidak berarti duniamu sudah berakhir. Dan serunya lagi, buku ini juga membahas tentang tips pe-de-ka-te hingga move-on. Ha..ha.. bagaimana pun nasib kisah cintamu, kamu tetap bisa membaca buku ini. (^_^)

***

Saat membaca buku Masbuloh!! Ini saya sesekali dibuat menyesal. Yup, karena tidak terpikirkan sejumlah tips yang dituliskan di buku ini untuk saya lakukan di masa sekolah dulu. Kalau iya, pasti sekarang lebih banyak hal lagi yang bisa saya kenang bersama teman-teman lama. Tapi ya sudahlah. Meski terlambat paling tidak saya bisa tetap membaca keceriaan dari permainan yang ditawarkan dalam buku ini.

Selain itu, buku ini pun menarik untuk ditulisi karena memang ada sejumlah halaman yang mengajak pembaca untuk menuliskan hal-hal yang dialaminya. Jika benar-benar mengikuti ajakan penulisnya, maka buku ini kelak akan menjadi salah satu buku kenangan untuk masa sekolahmu, Reader (khusus untuk yang masih sekolah). Yakin deh, jika sepuluh tahun kemudian kembali menemukan buku ini tersimpan rapi dikardus berisi buku-buku tua dan buku tahunanmu, maka kisah-kisah yang kamu bagi di buku ini bisa jadi cerita yang kamu bagi ke anak-anakmu kelak. #tsah

Secara keseluruhan buku ini adalah buku psikologi remaja yang fun. Tips-tipsnya pun positif. Meski sesekali ada juga bahasanya yang terkesan garing. Tapi ilustrasinya bisa menutupi kekurangan ini.

Oiya, bagian favorit saya adalah closingnya yang berjudul, "Pelajaran Dalam Hidup". Bagian ini tuh jadi semacam rangkuman tentang semua hal penting dalam hidup. Bagaimana mensyukurinya dan terus melakukan yang terbaik dalam hidup.

Jadi untukmu yang masih remaja, tidak ada salahnya lho punya buku ini dan jangan segan-segan untuk menulisinya. Karena buku ini memang dibuat bukan untuk dibaca saja melainkan juga untuk dipraktekkan (^_^)v
***
“One day, you’ll be just a memory for some people. Do your best to be a good one” (Hal. 122)

1 komentar: