Senin, 20 April 2015

[Blogtour] Sesi Wawancara dengan Penulis Misteri Patung Garam (+Giveaway)


Hai, Readers. Terima kasih sudah kembali mengunjungi My Little Library. Hari ini pustakawan My Little Library berkesempatan buat mewawancarai penulis novel Misteri Patung Garam yang diterbitkan oleh Gagas Media. Ia adalah Mbak Ruwi Meita.

Sejujurnya, pustakawan kita ini merasa bangga lho atas novel Misteri Patung Garam. Baginya, kehadiran Misteri Patung Garam ini menjadi bukti bahwa kualitas penulis dalam negeri pun boleh diadu dengan penulis luar.

“Saya lebih suka Misteri Patung Garam daripada Silkworm karya Robert Galbraith (atau JK Rowling),” kata pustakawan kita ini. Mau baca lebih jauh pendapatnya tentang Misteri Patung Garam? Yuk baca Review Misteri Patung Garam.
***
Ok, untuk mempersingkat waktu, kita langsung simak aja yuk obrolan pustakawan kita dengan Mbak Ruwi Meita. Sebelumnya, ini dia profil Mbak Ruwi Meita yang kami ambil dari website Gagas Media.

https://pbs.twimg.com/profile_images/588368871897239552/vb1vk23N_400x400.jpgRuwi Meita memulai karir sebagai penulis dengan novel-novel yang diadaptasi dari film layar lebar. Sudah ada delapan judul novel adaptasi yang telah dia hasilkan dan hampir semuanya didominasi oleh novel horor. Novel-novel itu antara lain Dara Manisku (dua), Missing, Rumah Pondok Indah, Hantu Bangku Kosong, Terowongan Casablanca, Angker Batu, Pocong 2, Kekasih, dan Rumah Lebah.

Rumah Lebah adalah novel mandiri perdananya, yang tidak diadaptasi dari film, dengan nuansa thriller. Dan, novel berjudul Sepuluh adalah novelnya yang kesepuluh. Misteri Patung Garam adalah buku terbaru Ruwi Meita yang terbit di Gagas Media.

Kali ini  kita akan khusus ngobrolin tentang novel Misteri Patung Garam. Yuk langsung aja ikuti sesi wawancaranya.

Halo, Mbak Ruwi terima kasih untuk kesempatan wawancaranya. Gimana perasaannya atas terbitnya Misteri Patung Garam?
Seneng banget. Akhirnya saya bisa menulis lagi novel sejenis Rumah Lebah. Ini semacam reuni yang lebih menegangkan sebab Misteri Patung Garam lebih menggenjot adrenalin.

Nah, ngomong-ngomong tentang novel Misteri Patung Garam nih. Saya jadi penasaran. Berapa lama sih naskah ini dikerjain sama Mbak Ruwi?
Misteri Patung Garam lumayan lama juga nulisnya. Jadi ceritanya begini ada kabar dari teman di sebuah grup kalau seorang editor lagi butuh novel misteri atau horor. Dia butuh sinopsisnya saja. Saya tertarik sebab sudah lama saya ingin menulis novel detektif dengan nuansa thriller yang kental. Seharian saya mikir ide novel itu. Saat sudah ketemu saya menulis sinopsisnya dan segera mengirimkannya ke email editor tersebut. Nah, pada hari itu juga saya ditelpon. Dia bilang tertarik dengan sinopsisku dan memintaku membuat outline. Saking semangatnya kubuat outlinenya hanya sekali duduk dan langsung kukirim. Akhirnya outline di-ACC dan aku diperkenankan menulisnya dalam novel. Dari sejak hari itu sampai novelnya terbit butuh waktu setahun lebih. 

Pas baca Misteri Patung Garam, saya sempat mikir. Kok bisa ya kepikir jadiin garam sebagai ide cerita? Trus risetnya butuh berapa lama, Mbak?
Ide cerita itu terbersit saat saya baca sebuah artikel tentang danau Natron di Tanzania. Akibat ph air , suhu, dan kadar garam yang cukup tinggi maka setiap binatang yang tercebur di dalamnya akan berubah menjadi patung garam. Dari situ saya segera mengeluarkan jurus “what if”. Bagaimana jika ada seorang pembunuh yang suka mengubah korbannya menjadi patung garam? Dari situ saya mulai riset soal garam dan saya menemukan hal luar biasa tentangnya. Risetnya sendiri butuh waktu dua bulan. 

Trus untuk sosok Kiri Lamari ini ada gak sosok khusus yang menginspirasi saat nyiptain dia?
Nama Kiri terinspirasi dari nama putri teman saya. Unik saja saat dia memanggil anaknya. Dari situ saya meminjam nama itu dan menambahkan Lamari di belakangnya. Nama Lamari sendiri semacam spontanitas. Tiba-tiba muncul. Sementara sosoknya tidak merujuk pada orang tertentu. Saya membuat desainnya sendiri dalam tabel karakter. Hanya saja setelah novel ini terbit saya jadi merasa kalau aktor Oguri Shun itu ternyata cocok memerankan Kiri Lamari tentunya dengan versi Jepang (just kidding).
Setuju, Mbak. Emang cucok sih. He..he..

Oiya, saya penasaran nih. Ada gak sih keseruan yang dialami selama proses penulisan buku ini hingga terbitnya? Selain itu saya sempat mendengar kalau buku ini akan dibuat sekuel-nya. Benar gak sih? Jadi akan ada lagi nih novel untuk tokoh Kiri Lamari? *KEPO deh, Tria. Mendadak jadi berita ala infotainment gitu*
Sewaktu menulis novel ini saya membuat percobaan kecil-kecilan dengan garam yaitu membuat adonan garam: terigu, garam, minyak, dicampur air hingga membentuk adonan liat dan bisa dibentuk. Jadi semacam plastisin. Saya keasyikan membuatnya seperti anak kecil saja layaknya. Lalu saya oven hingga mengeras. Saat waktunya menulis saya jadi merinding sendiri. Tadinya saya hanya main-main saja di percobaan namun saat saya mewujudkannya dalam tulisan membuat saya bergidik. Namun dunia ini memang mengerikan. Hal-hal gila kerap terjadi. Selain itu revisi novel ini termasuk lumayan banyak. Saya tidak merasa sebagai masalah, justru akan membuat novel ini luput dari kesalahan. Novel misteri membutuhkan logika cerita yang sempurna. Meleset sedikit saja akan membuat novel ini kehilangan gregetnya.

Saya memiliki harapan agar Kiri Lamari menjadi besar, semacam Kosasih dan Gozali-nya S.Mara GD atau mungkin yang lebih tinggi lagi semacam Sherlock Holmes. Untuk itu saya akan menulis seri keduanya dengan kasus yang lebih oke. Tentunya perpaduan Kenes dan Ireng tetap mejadi tokoh pendamping yang “ngangeni”. 

Hm..ini pertanyaan terakhir dari saya. Seperti biasa, saya selalu ingin tahu, bagi seorang penulis, pembaca itu siapa? Temankah? Atau sekedar fans?
Pembaca bagi saya adalah sahabat sejati sebuah buku. Saat pembaca menyukai atau tidak menyukai buku itu karena dia telah membaca buku itu. Artinya dia telah merunut kata demi kata, menyentuh kertasnya, mengikuti plot yang saya buat. Hal itu sudah cukup berharga bagi saya bukan dalam kapasitas sebagai penulis, namun sebagai pribadi. Sebab saat buku itu dilempar di pasar, penulis telah “mati”. Dia telah melepas “anaknya” alias buku itu ke dunia lain. Apa yang akan terjadi pada buku itu adalah nasibnya. Jadi saat saya mati-matian promo buku saya, itu kapasitas saya sebagai pribadi, bukan penulis. Sebagai pribadi saya selalu terbuka terhadap segala pujian maupun kritikan. Semuanya bisa membuat saya bergerak ke arah yang lebih baik.

Terima kasih atas kesediannya menjawab pertanyaan saya, Mbak. Semoga buku Kiri Lamari berikutnya bisa segera kami nikmati. Nggak sabar nih berpetualang dengan situasi mencekam yang dihadapi oleh Kiri.
Dan terima kasih banyak untuk kesempatan wawancaranya. Sukses terus ya, Mbak Ruwi (^_^)9
***
Nah, itu tadi wawancara pustakawan My Little Library dengan Mbak Ruwi Meita. Ah, senang rasanya dengar kalau petualangan Kiri Lamari akan berlanjut. Ah, siap menunggu, Mbak. Jodoh aja sabar ditunggu apalagi nungguin Kiri Lamari. #eeeaa..ditimpuk pengunjung pakai buku.

https://igcdn-photos-e-a.akamaihd.net/hphotos-ak-xaf1/t51.2885-15/10956786_1429439034022716_484203643_n.jpg
Dan sesuai dengan judulnya, postingan ini adalah bagian dari blogtour Misteri Patung Garam. Dan tentu saja, seperti biasanya, ada hadiah yang menantimu.

Ada satu novel Misteri Patung Garam bertanda tangan dan bercap bibir Mbak Ruwi Meita yang bisa dimiliki oleh Reader yang beruntung. Kamu mau jadi yang beruntung itu? Yuk simak caranya:

2. Like FanPage KIRI Lamari 

3. .  Share Giveway ini di akun media sosialmu.
  Jika di twitter mention bloghost yg sedang mengadakan, mention @RuwiMeita25, @atriasartika & @gagasmedia pakai hashtag #MisteriPatungGaram
  Jika di Facebook, share giveway di facebook dan mention host Atria Dewi Sartika dan FanPage KIRI Lamari hashtag #GAMisteriPatungGaram

4. Jawab pertanyaan berikut di kolom komentar.
 “Kalau bisa nanya sesuatu ke Mbak Ruwi Meita, kamu mau nanya apa?”
Jangan lupa sertakan data dirimu berupa nama, akun twitter, dan email.

5. Jangan lupa untuk baca review Misteri Patung Garam dan tinggalkan jejak di sana ya. Wajib lho. Biar kamu makin tahu dan makin penasaran, Readers.

6.  Giveaway ini berlangsung sejak 20 April – 26 April 2015. Pengumuman pemenang akan diumumkan pada 27 April 2015.

Pssst.. selain di blog ini ada juga artikel dan hadiah lainnya yang bisa kamu simak terkait novel Misteri Patung Garam. Ini dia jadwalnya:
13 April – 19 April 2015 berlangsung di Blog Mbak Luctky: www.luckty.wordpress.com
20 April – 26 April 2015  berlangsung di Blog Atria: www.atriadanbuku.blogspot.com
27 April – 3 Mei 2015  berlangsung di  Blog Mas Ridho: www.ridhodanbukunya.wordpress.com

Puncak Blogtour
Puncak blogtour berlangsung 4 Mei sampai 10 Mei 2015 (di blog www.meiruwi.blogspot.com atau www.ruwimeita.wix.com/ruwimeita)

Di puncak blogtour ini ada hadiah untuk dua orang pemenang
-          Pemenang Pertama mendapatkan 1 buku Misteri Patung Garam, 1 novel lain karya Ruwi Meita, 1 tumblr
-          Pemenang Kedua mendapatkan 1 buku Misteri Patung Garam, 1 gantungan kunci, dan 1 jam dinding
Gimana? Seru kan? Jadi jangan lewatkan. Ikuti terus Blogtour Misteri Patung Garam ini.
Daaaan, semoga beruntung ya, Readers (^_^)

30 komentar:

  1. Beneran nih mau ada buku keduanya? eh tapi bukan itu loh pertanyaan buat kuisnya hehehehe. Cuma kaget aja ternyata cepet juga udah mau tulis buku keduanya. Goodluck deh mbak, berkarya terus ya.

    Sekarang lanjut ke kuis

    Nama: Evenna Christina
    Email: magicbarrier@yahoo.com
    Twitter: @evenna_cs

    Pertanyaan: Seandainya dapat kesempatan buku Misteri Patung Garam ini di buat film kira-kira siapa orang yang paling pas memerankan tokoh-tokoh di dalamnya? (dalam negeri tentunya biar kita bisa lebih mudah membayangkannya) :)

    BalasHapus
  2. Nama: Dian Maya
    Twitter: @dianbookshelf
    Email: dianmayasariazis@gmail.com
    Link share: https://twitter.com/dianbookshelf/status/590011890811543552

    Question:
    “Kalau bisa nanya sesuatu ke Mbak Ruwi Meita, kamu mau nanya apa?”

    Answer:
    Jadi dari hasil wawancara yang telah saya baca, menurut saya, Ruwi Meita ini anti-mainstream. Kalo dibanding penulis-penulis perempuan lainnya yang doyan nulis kisah cinta menye-menye dan cinta segitiga yang menjamur, Ruwi Meita malah memilih genre thriller. Aneh sekaligus unik. Jadi pertanyaan saya, apa yang melatarbelakangi mbak Ruwi memilih menulis genre thriller? Apa memang hobi doyannya horor & thriller ATAU cuma karena tuntutan?
    Makasih, Mbak Ruwi! :)

    BalasHapus
  3. Nama : Fitra Aulianty
    Twitter : @fira_yoopies
    Email : fitra.aulianty@gmail.com

    “Kalau bisa nanya sesuatu ke Mbak Ruwi Meita, kamu mau nanya apa?”

    Setelah membaca hasil wawancara, saya penasaran kenapa mbak Ruwi memilih genre thriller dan detektif untuk melengkapi genre misteri? Juga apa mbak Ruwi Meita punya peristiwa khusus yang membuat mbak jadi termotivasi untuk langsung memutuskan memilih genre tersebut?

    BalasHapus
  4. Nama : Arfina Tiara Dewi
    Twitter : @ipinkaramel
    Email: Arfina.tiara123@gmail.com

    Dalam proses menulis adakah sesuatu yang janggal? seerti dihantui naskah sendiri? lalu apakah dalam proses penulisan naskah didatangi rasa bosan? cara mengusir rasa bosan itu bagaimana? dan di mana mbak menemukan ide atung garam itu?

    BalasHapus
  5. Nama: Nikmal Abdul
    Twitter: @NikmalAbdul
    Email: emailnikmal@gmail.com

    Bagaimana cara Mbak Ruwi membuat adegan yang bikin pembacanya takut, deg-degan, ataupun sangat emosional?

    BalasHapus
  6. Wah keren novelnya tentang detektif gitu, pasti penuh dengan misteri *-* terus menulis genre yang seru ya mbak Ruwi.

    Aku ikutan kuis ya kak :)
    Nama : Amilah Rahmatunnisa
    Twiiter : @milehyaa
    email : jungbaekmila@yahoo.com

    “Kalau bisa nanya sesuatu ke Mbak Ruwi Meita, kamu mau nanya apa?”

    JAWAB
    Kalau diberi kesempatan, aku pengen banget nanya.
    mbak Ruwi, bagaimana sih cara mbak ruwi memikirkan adegan demi adegan pembunuhan selanjutnya? Dan, bagaimana cara mbak Ruwi, mengadirkan misteri yang membuat pembaca penasaran, dan tak menduga-duga akhir ceritannya?.

    Aku tanya itu karena penasaran apa jawaban mereka. Penulis berbakat yang menulis buku, dengan genre yang tidak biasa. Yaitu, horror dan thriller. Karena, biasanya di film-film horror yang aku tonton. Selalu ada hal menarik di akhir film. Yang bercerita tentang mengapa dia menjadi hantu?, dan siapa orang yang telah membunuhnya? Itu yang sulit di tebak oleh penonton, ataupun pembaca. Semoga nantinnya aku bisa menulis genre horror seperti mbak Ruwi :D

    BalasHapus
  7. “Kalau bisa nanya sesuatu ke Mbak Ruwi Meita, kamu mau nanya apa?”

    Pertanyaan pertama, aku masih nggak ngeh sama jawaban yang ke-5 itu, mbak. Memangnya mbak bikin adonan sampai dikerasin di oven itu untuk apa ya? Kok bisa jadi merinding pas nulisnya? Apakah yang mbak tulis tentang adonan itu adalah sesuatu yang seram? Atau mungkin hanya sugesti mbak saja sampai jadi merinding sendiri? Kan si mbaknya lagi nulis novel thriller. :D

    Pertanyaan kedua, novel ini bernuansa thriller dan berkaitan erat dengan profesi detektif. Saya penasaran nih mbak, ada hal mistis seperti hantu-hatuan juga nggak yang muncul dalam cerita ini? Karena cover-nya seram kayak hantu manekin gitu ._.

    Pertanyaan ketiga, apa saja sisi yang menonjol dari novel ini yang membuatnya unik, beda dari yang lain sehingga menarik minat pembaca bahkan bukan yang dari penyuka genre horror? Sekalian deh biar si mbaknya bisa promosi. :D

    Pertanyaan keempat, apa keuntungan yang mbak rasakan dari menulis cerita seperti ini dibanding cerita bergenre lain?

    Itu aja pertanyannya. Maaf ya kalo kebanyakan. Makasih. :)

    ***

    Nama: Aya Murning

    Twitter: @murniaya

    Link share:

    https://twitter.com/murniaya/status/590085767302615040

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maaf ada yg kelupaan :D

      Nama: Aya Murning
      Twitter: @murniaya
      Email: ayamurning@gmail.com
      Link share: https://twitter.com/murniaya/status/590085767302615040

      Hapus
  8. Nama : Tasya Permata Sanjaya
    Twitter : @tasyatasa_
    Email : ptasya23@gmail.com

    Mau nanya nih ke mbk Ruwi , Gimana sih caranya menciptalan suasana di novel misteri supaya bikn pembaca greget ,pengen teriak2 ,merinding ?
    Terus pesan apa sih yang bisa diambil setelah membaca novel Misteri Patung Garam yang bikin pensaran binggo ini . * maafpenyakitalaykumat* :D
    Paling nggak menang :D. kan Mau UN

    BalasHapus
  9. Nama : Pauline Destinugrainy
    Twitter : @destinugrainy
    Email : destinugrainy@gmail.com

    Saya mau nanya ke mbak Ruwi. Diantara semua novel bergenre thriller/misteri yang mbak tulis, buku mana yang waktu risetnya paling lama?

    BalasHapus
  10. Nama : Resti Pratiwi
    Twitter : @tiwi_resti
    Email : restipratiwi14@yahoo.co.id

    Halo mbak Ruwi, aku selalu penasaran dan tertantang untuk membaca novel-novel misteri, kalau boleh aku bertanya... Apa yang membedakan novel Misteri Patung Garam dengan novel-novel misteri lainnya ? dan kenapa kita harus membaca novel ini ?

    Terima kasih mbak Ruwi... :D

    BalasHapus
  11. Apa kesulitan terbesar saat Mbak menulis novel dengan genre ini, apakah ketika memikirkan tentang bagaimana trik mengungkap kasusnya atau seperti apa? dan bagaimana cara Mbak untuk dapat keluar dari kesulitan tersebut ?

    Terima kasih :)

    Nama : Indriani
    ID Twitter : @ryanie31
    Email : my_ownmail@yahoo.com

    BalasHapus
  12. Ikutan GA nya ya kak :)
    Bismillah,

    Nama: Ananda Nur Fitriani
    Twitter: @anandanf07
    Email: Anandanftrn@gmail.com

    “Kalau bisa nanya sesuatu ke Mbak Ruwi Meita, kamu mau nanya apa?”

    Pertama, Karena novel ini bergenre mystery (Thriller - Case Detective), apa tanggapan Mbak Ruwi untuk seorang pembunuh? Apalagi jika dia membunuh dengan cara yang kejam?

    Kedua, Mbak Ruwi kan sebelum sebelumnya suka nulis novel genre Horror nih, pasti nulisnya dengan menggunakan imajinasi imajinasi dong ^^ bagaimana sih cara untuk mengatasi ketakutan dengan pikiran pikiran atau imajinasi kita sendiri? Sekalian minta solusi nih hehe :D

    Terimakasih Mbak Ruwi dan Kak Atria ^_^

    BalasHapus
  13. Raafi
    @raafian
    abduraafi@gmail.com
    Shared via twitterhere.

    Aku dibuat penasaran dengan buku ini. Banyak yang sudah baca dan bilang bagus dan juga karena menambah lagi karya lokal bergenre thriller-mystery yang masih bisa dihitung jari.
    Pertanyaan untuk Mba Ruwi, adakah penulis panutan dan/atau favorit yang memberi pengaruh dalam tulisan-tulisan Mba Ruwi? Apakah penulis yang Mba Ruwi favoritkan itu juga menulis buku bergenre sama dengan Misteri Patung Garam? Kebanyakan penulis memiliki penulis panutan atas karya mereka, yang membuat karyanya sedikit-banyak dipengaruhi gaya penulisan penulis panutan tersebut.

    BalasHapus
  14. Nama: Wardah
    Twitter: @bungaoktober_
    Email: sepuluh.cokelat@gmail.com
    Link share: https://twitter.com/bungaoktober_/status/590372868543754240

    “Kalau bisa nanya sesuatu ke Mbak Ruwi Meita, kamu mau nanya apa?”

    1. Itu Kak Ruwi kenapa merinding sendiri habis percobaan sama adonan garam? Apa karena pelaku pembunuhan dalam novel ini menggunakan adonan yang sama? Kalau iya berarti perkiraan saya bahwa korban dilumuri garam tok salah dong.

    2. Outline novel ini dikerjakan sehari, lalu apakah dalam proses-proses penulisan, pengeditan, dan selanjutnya, ada yang berubah dari outline? Atau perubahannya hanya sebagian kecil? Atau adakah adegan yang dihilangkan karena berbagai pertimbangan?

    3. Boleh tahu kisah petualangan Kiri yang selanjutnya, ga, Kak? Atau harus sabar menunggu nih? XD #penasaran

    BalasHapus
  15. Nama : Ratnani Latifah
    Twitter : ratnaShinju2Chi
    Link Share : https://twitter.com/ratnaShinju2chi/status/590446221325537280.

    Jika berkesempatan bertanya sama mbak Ruwi Meita maka ada beberapa pertanyaan yang mau kuajukan

    1. Apa yang membuat mbak Ruwi lebih suka menulis cerita misteri. Karena kebanyakan novelnya sepertinya selalu Horor juga Thriller? Apakah memang sejak awal suka dengan hal-hal yang berbau mistis?

    2. Pernah nggak mbak mengalami kejadian astral setelah membuat novel-novel bergenre horor ini? Karena biasanya mereka suka ngikutin.

    3. Apa keisimewaan novel ini dari novel-novel terdahulu juga dengan novel yang lainnya.

    4. Adakah pesan atau amanat yang disampaikan dalam novel ini?

    5. Mbak kan sudah pengalaman membuat novel horor, bagaimana menampilan roh dari cerita agar seperti nyata. seolah membuat pembaca masuk dalam cerita.

    6. Eh sepertinya akan ada sekuel dari novel ini. kira-kira mau dibuat berapa sekuel mbak?

    Terima kasih

    BalasHapus
  16. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  17. Baca hasil wawancara tentang ide cerita patung garam koq aku ngeingatnya sama film horror House of Wax yaa. Kan inti ceritanya hampir sama tuh, pembunuhnya doyan mengubah korbannya menjadi sesuatu. Kalo di House of Wax diubah menjadi lilin, kalo di Patung Garam menjadi yaa Patung dari Garam ^^

    Dan, untuk pertanyaan, simple sih.. Kan setiap nulis novel mistery mbak selalu berusaha agar setiap potongan ceritanya itu greget. Nah, apakah mbak selalu/pernah bersentuhan atau berhubungan dengan sesuatu yang magis secara langsung (punya indera ke-6, misalnya) ?

    Nama : Irdha Sadri
    Twitter : @karetegelang28
    Email : chacaayippie@gmail.com

    BalasHapus
  18. Nur Oktaviani22 April 2015 09.50

    Nama: Nur Oktaviani
    Twitter: @nungi1
    Email: nuroktaviani30@gmail.com

    Bagaimana cara menumpahkan emosi kita ke dalam tulisan agar nantinya pembaca ikut merasakan apa yang dirasakan oleh tokohnya?

    BalasHapus
  19. Jiah @jiahjava ikutannnn
    jiahaljafara32@gmail.com
    https://mobile.twitter.com/jiahjava/status/590811378702688256

    mau nanya:
    kenapa pilih genre model begitu, horor, serem? Kepuasan apa yg mbak Rui dapat? Seneng ya bisa buat orang lain merinding disko???

    BalasHapus
  20. Nama : Fita
    Twitter : @fitania09
    Email : fitania90@gmail.com

    Aku ingin bertanya begini "Mbak selama ini kan kebanyakan film mengadaptasi dari novel,sementara novel-novel mbak yang lain mengadapatasi dari film. Apa ada kesulitan tersendiri jk harus menuangkan film kedlm novel?
    Lalu Tokoh yang mbak ruwi favoritkan di misteri patung garam ini siapa? Kenapa?"

    BalasHapus
  21. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  22. Nama: Bintang Permata Alam
    Twitter: @Bintang_Ach
    email: bintangpermata45@gmail.com

    Assalamualaikum mbak atria dan mbak ruwi.. sblmny sy ingin sdkit bercerita. Sy sgt terobsesi mjd seorang penulis. Tak hny tinggal diam, saya mulai belajar menulis cerita, terutama fiksi. Sdh ckup byak jg cerita yang sudah saya tulis, mskipun sy tau sbnrny msh byk skali kekurangannya. Slain itu, dlm mnulis byk jg kendala yg sy temui, antara lain mengembangkan imajinasi cerita dan menciptakan konflik sbuah crita agar terkesan menarik. Nah, pada ksmptan kali ini, sy akan brtnya kpd mbak Ruwi tips untuk menulis yg baik dg mengurangi kendala2 yg akan trjadi.Krn sy tau beliau ini adlah penulis yg sdh tak diprtanyakan lg kmampuanny, hebat skli pokoknya. Yg ingin sy tnyakan:
    "Mbak, bgmn cara utk mengembangkan imajinasi suatu cerita dan menciptkan sbuah konflik cerita baru agar cerita terkesan berisi dan menarik? trutama cerita fiksi..
    Dan, jk utk novelnya ini sy ingin brtnya:
    "Apakah kendala terbesar membuat novel bertemakan horror sprti ini? apa tdk takut akan berdampak pd dr sendiri?
    Terima kasih..

    BalasHapus
  23. nama: Annisa Nurjannah
    twitter: @icajahe
    email: ica.jahe94@gmail.com

    "Kalau bisa nanya sesuatu ke Mbak Ruwi Meita, kamu mau nanya apa?”

    aku mau nanya, "selama ini saya selalu kagum dengan penulis novel atau cerita detektif, membayangkan betapa sulitnya penulis membuat sebuah cerita detektif yang menantang dan tak terduga. nah, apakah mbak Ruwi menemukan kesulitan yg berarti saat menulis novel Misteri Patung Garam ini? Misalnya sulitnya melakukan riset atau sulitnya mengolah cerita agar tidak membosankan, atau juga mengenai penokohan.

    BalasHapus
  24. Nama: Dinar Arisandy
    Akun twitter: @dinar_arisandy
    Email: dinararisandy@gmail.com

    Pertanyaan yang ingin aku sampaikan ke Mbak Ruwi ada dua buah.
    1. Bagaimana, sih cara menyusun alur cerita dalam novel dengan genre misteri seperti ini sampai dapat membuat pembaca penasaran dengan misterinya sampai akhir?
    2. Dalam karya-karya selanjutnya, Mbak Ruwi ingin mengkhususkan diri menjadi penulis dengan genre seperti ini atau masih menulis dengan genre lainnya biar makin komplit karyanya? :D

    Sekian pertanyaan dariku. Semoga Mbak Ruwi menghasilkan karya-karya yang semakin luar biasa. Dan untuk Mbak Atria makin jaya dengan blog bukunya, mungkin juga bisa mengunjungi blogku. ^^

    BalasHapus
  25. Nama: Rizqa Nuru Hidayanti
    Akun twitter: @nurul_rizqa
    Email: rizqanurulhidayanti@yahoo.com

    Pertanyaan:
    1. Bagaimana sih Kak nemuin ide novel yang anti mainstream seperti novel kakak ini?
    2. Apa pesan dalam novel ini yang ingin kakak sampaikan ke pembaca?

    BalasHapus
  26. Mau nanya apa yaah?? Udah lengkap banget penjelasan buat yg bikin penasarannya..

    Tapi pastinya saya ga akan menyia2kan kesempatan ini doong. Kalau beneran ada kesempatan bertanya, ini dia pertanyaan saya buat mbak Ruwi..

    *Novel mbak, kece badai deh. Suka bangeeet, bikin penasaran.. Boleh dong mbak saya dapat special gift nyaa?? Kapan ada special meet and greet buat pecinta novel ini mbak? Banyak yg mau saya tanyakan mbaaak #edisigreget

    #kabur sebelum ditabokin yg punya hajatan. Gpp yah mbak.. Kan mbaknya ga bilang harus nanya tentang isi buku hihiii *mmmuach (salimciumtangandulu).

    Nama: Lulu Rofiatu
    twitter: @lulu_diamond
    email: lulu_diamond@ymail.com

    BalasHapus
  27. Mau nanya apa yaah?? Udah lengkap banget penjelasan buat yg bikin penasarannya..

    Tapi pastinya saya ga akan menyia2kan kesempatan ini doong. Kalau beneran ada kesempatan bertanya, ini dia pertanyaan saya buat mbak Ruwi..

    *Novel mbak, kece badai deh. Suka bangeeet, bikin penasaran.. Boleh dong mbak saya dapat special gift nyaa?? Kapan ada special meet and greet buat pecinta novel ini mbak? Banyak yg mau saya tanyakan mbaaak #edisigreget

    #kabur sebelum ditabokin yg punya hajatan. Gpp yah mbak.. Kan mbaknya ga bilang harus nanya tentang isi buku hihiii *mmmuach (salimciumtangandulu).

    Nama: Lulu Rofiatu
    twitter: @lulu_diamond
    email: lulu_diamond@ymail.com

    BalasHapus
  28. Yah, aku ketinggalan event ini. Hiks. Kemarin belum kenal sama para blogger kece sih. Tapi nggak papa. Interview asyiiik, bikin ngiri. Pengen ngomong 4 mata langsung sama penulisnya. Hihi.

    BalasHapus