Kamis, 02 April 2015

Belajar Dewasa dengan Membaca + Giveaway Hop ke-2




Any book that helps a child to form a habit of reading, to make reading one of his deep and continuing needs, is good for him.
–Maya Angelou


Sejak dulu, banyak orang yang menganggap bahwa kegiatan membaca adalah kegiatan yang membosankan. Kemudian saat mengetahui seseorang sangat suka membaca novel atau bacaan fiksi lainnya seperti komik dan sebagainya maka kesan “pintar” yang tadinya ingin disematkan turun beberapa derajat.

Bahkan pernah ada seorang teman yang curhat bahwa saat gebetannya tahu dia suka baca tapi hanya suka baca novel, si gebetan langsung ngomong bahwa baginya pembaca novel itu tipe yang suka berkhayal dan mellow yellow drama

Padahal banyak hal kok yang bisa ditemukan dari membaca novel. Para pembaca buku terutama yang suka membaca novel sejak kecil atau remaja akan tumbuh menjadi orang yang lebih peka. Ini karena kisah-kisah dan konflik dalam buku cerita atau novel yang dibaca menjadi sebuah pelajaran tersendiri. Banyak hikmah dan pelajaran yang bisa dipetik dari bacaan tersebut.


There are many little ways to enlarge your child’s world. Love of books is the best of all.
–Jacqueline Kennedy Onassis

Banyak buku yang bisa dibaca untuk mendamping seorang anak dan remaja tumbuh dewasa. Kali ini saya mencoba merekomendasikan sejumla buku yang menurut saya bisa mendampingi seorang anak dan remaja tumbuh dewasa. Semoga sesuai dan suka ya.(^_^)v

1. Karya-karya klasik seperti karangan Louisa May Alcott: Little Women, Little Man, dll bisa menjadi buku yang menarik untuk anak-anak dan remaja karena bisa mengajarkan mereka tentang perbedaan nakal dan banyak akal (^_^)v

Sedangkan karya-karya Jane Austen seperti Pride & Prejudice; Emma; Mensfield Park; menarik untuk dibaca oleh remaja muda. Ini  karena tokoh-tokohnya ditampilkan memiliki kecerdasan dan pemikiran yang mendalam.

Karya-karya klasik memang punya banyak hal menarik. Nilai moral yang disuguhkan juga masih kental dan cerdas.


Buku terjemahan ini (karena saya lebih suka baca terjemahannya) menarik karena menyuguhkan karena menceritakan kehidupan Tamara, seorang gadis remaja yang suka berlaku semaunya karena memiliki kemewahan hidup. Namun mendadak kemewahan itu berkahir dan ia harus tinggal menumpang. Sedikit magic ditambahkan melalui kehadiran sebuah buku diary yang bisa menuliskan kisah masa depan. Di novel ini, pembaca disuguhi proses pendewasaan ala Tamara. Tentang menerima hidup dan menjalaninya sebaik mungkin. Serta belajar bersyukur dan menghargai apa yang dimiliki.


“Kau lebih suka diberi kehidupan yang sudah dijalani juga, Tamara? Dengan begitu kau bisa duduk berpangku tangan dan menontonnya. Atau kau lebih suka menjalaninya sendiri?”


Dunia Trisa adalah karya penulis dalam negeri. Novel ini berkisah tentang pengejaran Trisa atas mimpinya yang ingin menjadi seorang aktris terkenal. Melalui kisah Trisa, kita bisa tahu bahwa mengejar mimpi itu tidak mudah. Selalu ada yang harus dikorbankan. Dan kita harus siap menerima konsekuensinya.


Saat membaca Wonder yang diterjemahkan oleh Penerbit Atria ini saya langsung jatuh cinta. Wonder mengajak pembaca melihat lebih dekat dunia seorang penderita kelainan Mandibulofacial Dysostosis bernama Auggie. Kita diajak untuk melihat dunia orang – orang di sekitar Auggie. Seperti orang tua Auggie, kakak perempuan Auggie, pacar kakak Auggie, sahabat Auggie dan tentu saja dari sudut pandang Auggie sendiri.

Ini membuat kita jadi lebih peka dan bisa bersikap lebih baik ke orang-orang yang menderita kelainan tertentu yang tidak umum. Buku ini membuat kita terharu dan mengajarkan bahwa masih banyak orang baik di dunia dan kita bisa jadi bagian dari hal-hal baik itu.

“Di dunia ini akan selalu ada orang-orang brengsek, Auggie,” Mom berkata sambil menatapku. “Tapi aku benar-benar yakin, dan Daddy juga yakin, di dunia ini lebih banyak orang baik daripada orang jahat, dan orang-orang baik selalu melindungi dan saling menjaga...”


Novel terjemahan dari Jepang ini menarik karena mengisahkan persahabatn cowok-cowok yang masuk ke dunia cheerleaders yang dianggap sebagai dunia perempuan. Dari novel ini kita melihat persahabatan remaja putra, keteguhan hati dalam mengejar hal yang disukai serta kesiapan menghadapi resiko pilihan. Ini menjadi nilai lebih novel ini.

“Hal paling esensial dalam kehidupan manusia adalah kebahagiaan yang datang dari persahabatan.”


Dalam buku ini kita akan tahu lebih banyak tentang dunia kopi serta cerita tentang tentang seorang barista yang tahu pasti passion-nya. Berdasarkan cerita ini kita disuguhi tentang dua karakter. Satu adalah ia yang hidup dengan passion yang ditampilkan dalam sosok Candu. Satu lagi adalah sosok yang memiliki bakat namun belum menemukan passion-nya yang ditampilkan alam diri Rohan.

“That’s why gue nggak percaya bakat. My talent is the passion. Bakat itu kita yang ciptakan, bukan anugerah semerta-merta dari langit”

Hm.. itu tadi beberapa novel yang menarik untuk dibaca dan menurut saya bisa menjadi media pembelajaran untuk jadi lebih peka dan belajar dewasa. Ada sejumlah pengalaman yang bisa menjadi pembelajaran dengan membaca buku-buku semacam ini.

Semoga artikel ini bisa menambah refrensi pilihan bacaanmu ya, Readers (^_^)

***

Nah, sesuai janji saya kemarin, hari ini akan ada giveway lagi. Sudah siap? Sebelum saya ucapkan terima kasih untuk Mbak Ifa Inziati yang mau mensponsori giveaway ini.


Giveway kali ini akan berhadiah satu novel “28 Detik” karya Ifa Inziati untuk satu orang pemenang. Mau jadi yang beruntung mendapatkannya? Ini dia syaratnya:

1) Kamu berdomisili di Indonesia
2) Follow akun twitter @atriasartika dan @inziati
3) Informasikan Giveaway ini di twitter kamu dengan mention @atriasartika dan @inziati dengan hashtag #BBI4thAnniv
4) Berikan komentarmu atas artikel ini di kolom komentar di bawah ya. (^_^) Jangan lupa sertakan nama, akun twitter, dan emailmu ya.
5) komentarmu ditunggu sampai tanggal 13 April 2015 pukul 23.59
6) Pengumuman pemenang akan dilakukan pada tanggal 15 April 2015

Bagaimana? Sudah cukup jelas langkah-langkahnya? Ada yang ingin ditanyakan? Bisa tanyakan ke akun twitter pustakawan My Little Library @atriasartika atau via email ke anora.widad@gmail.com

Semoga beruntung ya, Readers



28 komentar:

  1. Bener banget artikel di atas. Aku sering mendapatkan manfaat serupa. Banyak ilmu hidup yang bisa kita dapat saat membaca novel, termasuk menjadikan aku lebih peka, terutama peka terhadap perasaan orang lain.
    menjadi pembaca perlahan menumbuhkan pasion ku untuk menulis, juga pasion untuk maju terus meraih impian. Dan merasakan cinta yang di dunia nyata kadang terasa biasa saja. Tapi, kalau ketemu di dalam buku, entah kenapa, bisa jadi manis banget. Ini kayak bikin aku merasakan suasana berbeda. Kayak menemukan duniaku yang lain.

    Nama : Dian S
    Twitter : @DeeLaluna
    Email : dian_putu26@yahoo.com
    Share : https://twitter.com/DeeLaluna/status/583449012881104896

    BalasHapus
  2. Aku setuju dengan judul dan isi artikel ini. Setuju juga sama komentar kak Dian :D manfaat baca novel (terutama) banyak banget. belajar lebih dewasa, aku memang masih belum bisa dibilang dewasa, tapi dengan membaca novel yang sekiranya berlabel young adult, aku bisa memahami kehidupan orang dewasa, belajar bahwa perubahan dari remaja ke dewasa nggak mudah, harus keluar dari zona nyaman remaja yang masih kekanakan. Aku juga lebih peka thd perasaan orang lain, peka sih, tapi aku lebih milih diam daripada dibilang sok tau dsb. Baca novel membuat pikiran orang terbuka, yang tadinya judge bahwa orang itu negatif-lah jadi bisa memahami karakter-karekter orang lain. Apalagi baca novel yang memang dikhusukan untuk membuka pikiran, umumnya novel kayak gitu mengubah mindset orang. Oh iya, aku juga setuju kalo novel Cheer Boy masuk rekomendasi buku yang menjadi media pembelajaran, aku suka banget sama persahabatan Kazu-Haruki.

    Nama : Arfina T. Dewi
    Twitter : @ipinkaramel
    Email : arfina.tiara123@gmail.com

    BalasHapus
  3. Makasih atas rekomendasi. Sebenernya lagi pengen baca buku tapi nggak tahu harus baca buku apa. Dari dulu hobi banget baca buku dan memang sih, buku itu membuat kita keliling dunia tapi masih ada di atas kasur, kursi santai, atau bahkan di bus.
    Dan salah satu novel, Stargirl, bahkan mengubah cara pandang saya terhadap dunia ini

    Nama : Vira Xeva
    Twitter : @merumerutashima
    Email : shiny.cart@gmail.com

    BalasHapus
  4. coba buku-buku pemenang Newbery juga deh, Atria. Keren-keren ^^d (pembuka kecintaanku terhadap children's lit)

    oia, link postingan ini udah aku setor ke linky yang disedian div.event ^^

    BalasHapus
  5. Rini Cipta Rahayu
    @rinicipta
    rinspiration95@gmail.com

    Aku nggak setuju dengan pendapat kalau membaca itu membosankan, justru itu adalah hal paling menyenangkan yang bisa ku lakukan untuk membunuh rasa bosan.
    Dari kecil, aku suka membaca. Yah, walaupun orang tuaku tidak membiasakan tapi mereka sering membelikan buku bacaan semacam majalah atau komik-komik. Bahkan dulu aku sampai buat kliping cerpen anak yang ku temukan di koran mingguan. Lumayan bisa latihan membaca hehe..
    Dari buku rekomendasi yang mbak Atria, aku pernah membaca review tentang Dunia Trisa dan Cheer Boy. Novel tidak selalu tentang romance tapi juga kisah motivasi dan persahabatan yang cocok dengan remaja dan anak-anak. Buku Little Woman, aku kenal dari salah satu penyelenggara event BBI juga. Langsung deh terharu dengan pengorbanan mamanya :')
    Semoga kedepannya, makin banyak novel anak dan remaja yang benar-benar berkualitas sehingga bisa membentuk karakter mereka sejak dini dengan hikmah yang positif

    BalasHapus
  6. Nama : Sofhy Haisyah
    Twitter : @Sofhy_Haisyah
    Email : sofhyhaisyah28[at]gmail[dot]com

    Membaca adalah hal yang membosankan.. Yaa, mungkin karena itu karena kita beda hobby aja kali kak..

    Tapi, kalo aku pribadi bersyukur tinggal dilingkup keluarga yang setidaknya suka membaca buku, terutama kakekku.. Beliau itu suka ngoleksi buku cerita sejarah2 seperti kisah Nabi, Babilonia, Ilmu tauhid, dan aku juga pernah dapat di kardus belakang rumah (ini pas kakek dah wafat) komik zaman dulu yang silat-silat gitu.. Tapi belum aku sempat amankan semua, eh dibakar :(, itu sekitar usiaku pas kelas 2 SD..

    Dan, recommend book diatas yang kak Atria tulis aku gak tau semua ^_^))"> Kalopun tau, yaa karena liat judulnya di online buku ajaa.. Karena waktu kecil itu, aku bacaannya bobo, kalo nggak serial cerita dongeng hadiah susu Dancow..

    BalasHapus
  7. Nama : Astri Nardi
    Twitter: @astri_nardi
    Email: astri.nardi@gmail.com

    Setuju banget sama tulisan kakak di atas.... membaca novel itu sejuta manfaat nya baik buku fiksi dn non fiksi...
    Daya ingat kita pun jadi lebih kuat.
    Seringkali keluarga atau teman-teman ku berkomentar "Eh, Astri daripada kamu ngabisin waktu berjam-jam baca novel mending kamu melakukan kegiatan positif lainnya".
    Atau tak jarang juga sering di bilang gini "As, dari pada kamu ngabisin uang mu buat beli buku mending buat beli baju atau makanan".

    Seringkali saya sedih kalau kegiatan membaca saya dianggap Wasting Time oleh orang lain, terutama orang2 terdekat.
    Padahal, melalui buku saya justru bisa berhemat banyak... yang tadinya misalnya weekend ke mall terus belanja baju, nonton dll sudah ngabisin minimal 200rb. Tapi kalau baca dengan bermodal 50 ribu bisa menjadi hiburan yang tak ternilai harganya... karena kita bisa dimanjakan lidahnya melalui buku yg kita baca, seringkali ada deskripsi tentang makanan eksotis di seluruh dunia, bisa berpetualang ke negara yang blom pernah kita kunjungi... dan banyak lagi.
    Walau ke mall juga sekali2 perlu buat refreshing :)
    Namun aku sangat tidak setuju kalau baca novel tidak ada manfaatnya...

    BalasHapus
  8. Nama: Asy-syifaa Halimatu Sa'diah
    Email: asysyifaahs[at]yahoo[dot]com
    Twitter: @asysyifaahs

    Setiap orang punya pendapat masing-masing, jadi nggak heran saat orang lain bilang A dan kita bilang B, ada perbedaan yang kontras antara pendapat kita sendiri dan juga pendapat orang lain itu. Aku nggak bisa bilang bahwa membaca itu kegiatan yang membosankan, karena ya aku sendiri adalah pembaca yang suka membaca buku. Aku menganggap bahwa membaca bukan lagi kebutuhan, tapi juga kewajiban. Lagipula, di dalam surat pertama yang diturunkan Allah, Iqra kan berarti membaca, manusia juga diminta membaca untuk mengetahui isi dunia.

    Tapi, di sisi lain, aku kadangkala merasa bosan terhadap kegiatan membaca itu sendiri. Nggak aneh! Ada kalanya bagi pembaca punya waktu-waktu yang bisa disebut badmood untuk melakukan banyak hal, termasuk salah satunya membaca. Aku juga pernah gitu kok, nggak baca buku selama beberapa waktu karena merasa bosan terhadap isi ceritanya itu sendiri.

    Ya intinya, buku bisa jadi sumber penghilang kebosanan atau bahkan pemuncul kebosanan itu sendiri. Tergantung bagaimana dan buku seperti apa yang kita baca. Sama kayak orang, bisa jadi nyenengin dan juga nyebelin, gimana sifat dan perilaku yang dia munculkan.

    Mengenai daftar buku-buku yang Kak Atria tulis tadi, memang belum ada yang aku baca selain Wonder yang memang ngehits banget menurutku karena isinya yang inspiratif. Meski Auggie digambarkan mengalami sindrom aneh bagi kebanyakkan orang, hal itulah yang membuat empati pembaca muncul - tidak saja kepada tokoh Auggie, tapi juga kepada setiap orang di sekitarnya yang mungkin (maaf) mengalami sindrom atau penyakit berkebutuhan khusus.

    Aku suka buku-buku karangan penulis luar yang memunculkan sikap empati dan kasih sayang pada tokoh-tokohnya. Begitupun harapanku pada penulis lokal, supaya banyak di antara mereka yang juga peka terhadap lingkungan sekitarnya agar bisa memunculkan cerita yang mengajak empati pembaca, terlebih menjadi buku pendamping kehidupan anak-anak dan remaja.

    BalasHapus
  9. Nurul Islamiyah
    @Iiind_
    nurulislamiiyah@gmail.com

    Membaca membosankan? No! Membaca itu justru kegiatan yang aku lakuin kalo aku lagi bosan + jenuh sama rutinitas sehari-hari. Membaca itu menambah imajinasi kita, trus juga bisa menghilangkan penat kita dari sumpekny dunia selama sesaat. So, aku ga setuju deh kalo ada yang bilang membaca itu membosankan.
    Btw, makasih buat buku-buku rekomennya^^ Akan ku terapkan kelak buat anak-anakku (?)
    Supaya nanti mereka bisa kayak aku, suka baca. Yihaaa :D

    BalasHapus
  10. Dias Shinta Devi
    @diasshinta
    diasshinta.iyas@gmail.com

    Nah! setuju sama kak Tria... heran aja, kok orang yang suka baca itu seolah-olah langka banget di dunia, kudet banget sama info.. diledek kutu buku lah, melankolis lah, dll.. padahal mungkin mereka hanya belum pernah mencoba menikmati sensasi menyelam dalam kenyataan orang lain (kisah orang lain), malah boleh jadi mereka yang kudet terhadap perasaan orang lain.
    bahkan, ngasih kado buku aja ada yg sempet bilang kalo itu ketinggalan zaman.. wedeeeh, padahal buku tuh berharga banget.

    oh iya, makasih yah kak atas recommend bukunya, nanti masuk ke wishlist deeh :D hehe semoga minimal buku 28 detik dan Dunia Trisa-nya bisa baca :D
    thanks kak atas GAnya :)
    happy anniv ya BBI :*

    BalasHapus
  11. Wulida N
    @jm_nim
    wulida.nadhila@yahoo.com

    Terimakasih atas rekomendasinya. Membaca memberikan banyak manfaat terutama kadar kepekaan, selain itu membaca juga menambah banyak kosak kata dan diksi yang dapat digunakan untuk membuat cerita. Saya suka membaca namun novel yang saya baca kebanyakan novel sastra. Di novel sastra pasti diselipkan adegan 'no children under 21'. Jadi saat saya membaca novel sastra saya merasa malu, geli dan risih tapi bagaimana lagi saya tidak mempunyai rekomendasi buku teenlit / non sastra. Terimakasih atas postingan ini. Sangat membantu sekali. Mungkin saya akan mengurangi bacaan sastra dan beralih ke novel remaja.

    BalasHapus
    Balasan
    1. link share https://twitter.com/Jm_nim/status/585014556402941952

      Hapus
  12. Ananda Nur Fitriani
    @anandanf07
    Anandanftrn@gmail.com

    Setuju sama artikel kakak yang satu ini :D buku itu bermanfaat banget, mau yang bertema pengetahuan, fiksi, ataupun yang lainnya. Tapi aku suka dimarahin sama ayah kalo baca novel mulu 😔 #curhat hehehe. Tapi memang bener sih, kita juga harus ngimbangin bacaan tentang pengetahuan dan wawasan. Kalo bosen baca buku pelajaran, ya baca koran. Biar kita ga kudet banget gitu sama perkembangan yang terjadi. Tapi novel juga besar manfaatnya, misalnya novel fantasy untuk mengembangkan imajinasi, atau novel children and young adult's yang kaya kakak bahas di artikel ini nih, ngelatih kedewasaan, ngasih pemahaman dan pembelajaran. Jadi bukan pengalaman aja yang bisa jadi guru terbaik, tapi buku juga, asalkan kita memanfaatkan nya dengan benar dan sungguh sungguh menyerap apa yang ada dibuku tersebut. Jadinya bakal bermanfaat deh :) makasih juga kak buat rekomendasi novelnya, do'ain aja aku bisa beli novelnya *kalo ga dimarahin sama ayah* hehehe :D top banget laah artikel kakak ini:p♥


    Oiya Happy 4th anniversary BBI! 😁:)♥ yaampun aku aja ga pernah anniv sampe 4taun :( #salahfokus. Sukses terus bebi! Dan sukses juga buat giveaway nya ya kak :)

    BalasHapus
  13. Aku hobi membaca dari kecil. Malah disaat teman-teman seusiaku lebih memilih untuk bermain panas-panasan, aku akan duduk dengan damai di dalam kelas sambil membaca buku perpustakaan sekolah. Gak jarang juga buku aku bawa pulang ke rumah dan ku habiskan semuanya dalam sekali duduk. Cuma hobiku itu menjadi masalah rupanya buat Mama, karena menurut Beliau aku membaca buku yang gak penting. Maksudnya gak penting, kenapa aku lebih mau membaca buku cerita daripada buku pelajaran. Semenjak saat itu, kalau membaca aku suka sembunyi-sembunyi dari mama. Sampai aku dewasa pun, aku masih suka sembunyi-sembunyi kalau membaca. Udah menjadi kebiasaan menghindari tatapan Mama yang gak enak hiks hiks hiks

    Ungkapan Mama membaca buku yang tidak ada artinya membuat aku menjadi menghindari membaca di tempat umum. Tapi syukurnya aku masih tetap hobi membaca, sampai sekarang ...

    Novel-novel klasik mungkin menjadi pilihan buat bacaan yang bagus buat remaja. Tapi sayangnya sedikit sekali peminatnya. Saat aku duduk di bangku SMP dan SMA rata-rata bacaan temanku itu teenlit atau komik serial cantik.

    Aku juga lebih suka dengan novel terjemahan. Semua koleksi novelku adalah novel terjemahan, Alsannya sich sederhana, karena apapun genre novel tersebut, pasti terselip nilai-nilai yang bisa kita gunakan di kehidupan sehari-hari. Konflik yang disajikan pun gak berat (tergantung tema ceritanya apa). Apalagi kalau novel itu berdasasarkan kisah nyata (Lupa judulnya apa hehe)

    Intinya membaca memang banyak mengajarkan kita, Tapi ada batasannya kapan kita membaca. Soalnya kalau kita terlalu fokus pada membaca, kita bakal terisolasi di dunia kita sendiri. Sama seperti kecanduan gadget.

    Aku harap sich, orang tua (calon orang tua dimasa depan) mau lebih memahami artinya membaca. Kalau bisa menemani putra/putri mereka dan memberi pemahaman yang mana baik dan buruk.

    Nama: Neneng Lestari
    Twitter: @ntarienovrizal
    email: n_tarie90@yahoo.com

    BalasHapus
  14. Bener banget, mba Atria. Aku juga suka baca buku anak dan remaja, selain novel dewasa, karena banyak pelajaran yang bisa dipetik dari novel2 tersebut. Misalnya aja ketika aku baca buku anak. Ada temen yang ngerasa aneh ketika aku banyak menghabiskan bacaan di genre ini. Padahal buatku dunia anak dan remaja itu seru.

    Dengan membaca novel, aku ingin masuk ke dunia anak-anak, karena adekku yang paling kecil, yang ada di kelas 6 SD, mengalami banyak masalah dari bullying, sampai minder akut dengan prestasi. Ibu bahkan sampai heran kenapa anak ini beda sendiri dengan tiga kakaknya. Setelah aku baca banyak buku anak terutama novelnya Enid Blyton, aku jadi tahu kenapa dia merasa tidak nyaman di sekolah, atau bahkan cenderung tertutup. Iyes, karena orang dewasa susah memahami posisinya. Dengan mengetahui dunia anak seperti apa, bisa membuka kran komunikasi antara orang dewasa dan anak-anak, karena tahu bagaimana memperlakukan anak-anak dengan nyaman biar mereka bisa cerita sendiri ketika ada masalah.

    Jadi, menurutku novel terutama genre anak dan young adult itu bisa mendampingi anak-anak dan orangtua untuk tahu dunia anaknya. Jadi bisa lebih sabar jika anak nakal atau bandel di sekolah maupun di rumah. Pasti ada sesuatu yang anak-anak sembunyikan dari orangtua yang membuat mereka ga nyaman. Itu yang aku rasain kalau baca novel. Semoga pembaca yang lain merasakan manfaat yang sama juga.

    Nama : Ila Rizky
    twitter : @ila_rizky
    email : sabilla.arrasyid@gmail.com

    BalasHapus
  15. Buku itu jendela dunia. Kita bisa kemana aja, melihat apa saja lewat sebuah buku di tangan. Laura Ingalls Wilder, Enid Blyton, Loisa May Alcot dan NH Dini adalah the big 4 writers yg membuat saya jatuh cinta pada buku sejak kecil. Sederhana namun kaya makna dan yang jelas tidak maksa.

    Awalnya mungkin dari membaca novel lalu kebiasaan membaca jadi terpupuk hingga semua buku pun akhirnya dilahap termasuk buku-buku pelajaran kakak-kakak saya. Jadi kalau ada yang bilang baca novel aja gak bikin pinter, mungkin iyah kalau hanya jatuh cinta pada imajinasi penulisnya saja dan bukan rangkaian kata-kata yang membangkitkan keingin tahuan kita.

    Sampai sekarang gak enak banget kalau gak ada bacaaan sebelum tidur. Makanya kalau saya punya anak, saya ingin membiasakan mereka senang membaca seperti apa yang dilakukan orangtua saya sewaktu saya kecil.

    Buku itu jendela dunia, dan membaca adalah cara membukanya.

    Nama : Vita Masli
    Twitter :@vitamasli
    email: vitamasli@me.com

    BalasHapus
  16. Sebagai orang dewasa, baca buku anak/remaja pun sering dapat pelajaran juga lho. Apalagi kalau sudah disibukkan dengan pemikiran2 (sok) dewasa, kita jadi melupakan hal2 sederhana yg sebenarnya bisa jadi jawaban untuk masalah2 kita

    BalasHapus
  17. Incredible Bali is a residential development by Incredible Lands and Farms. It has a thoughtful design and is well equipped with all the modern day amenities as well as basic facilities. The project offers various odd dimensional plots and villas.

    Plot in Hyderabad

    Land in Hyderabad

    BalasHapus
  18. Nama: Zubaidah Hariyani
    Twitter: @zhube89
    Email: Hariyanizubaidah@gmail.com
    Link share: https://mobile.twitter.com/zhube89/status/586410203823771649?p=v

    Setelah membaca artikel ini dan membuka judul dari buku-bukunya, aku mendapatkan sebuah kutipan novel yang ngena banget di hati wkwkwk salah satunya kutipan ini:
    “Dalam setiap nama besar, selalu ada beberapa orang di belakang yang membangunnya.” (Hal. 89)

    Pertama membaca reviewnya, aku langsung suka ma kutipan novel di atas.. Kutipan di atas itu ngejelasin klo kita itu selalu butuh orang buat dukung kita, sadar atau ga sebenarnya orang-orang di sekeliling kita lah yg ngebantu kita untuk sukses, baik itu dari pujian ataupun dari hinaan :D

    BalasHapus
  19. Tanpa buku tak ada aku yang sekarang. Tanpanya, aku tak akan berani keluar dari zona nyaman. Tanpanya pula mungkin aku akan tetap menjadi orang biasa-biasa saja. Melalui buku juga, aku tak bahwa untuk sukses kita tidak boleh menjadi average people.

    Aku pun mengangguk saat Kak Atria mengutip bahwa membaca dapat membentuk karakter seseorang. Mengenalkan buku berkualitas sejak dini tentu akan membantu membentuk generasi cerdas.

    Sedikit cerita, buku Young on Top karya Billy Boen dan novel 23 Episentrum karya Adenita sedikit banyak berpengaruh dalam kehidupanku. Buku yang mendorong aku untuk keluar "kandang" dan menjadi perantau mengejar mimpi di Ibu Kota. Makanya benar jika Kak Atria menulis membaca membuat kita belajar dewasa dengan mengambil pelajaran dan hikmah dari pengalaman orang lain. Happy reading :)

    Rina Tri Handayani
    t: @Rina_Darma13
    e: rinatriha@gmail.com

    BalasHapus
  20. Nama : Irmawati
    Akun twitter : @irmaa_waati
    email : irmawati0337@gmail.com
    Link share : https://mobile.twitter.com/irmaa_waati/status/586517380081287168?p=v
    Komentar : Aku setuju dengan artikel kak Atria. Memang sebagian orang menganggap baca novel itu cuma sekedar bacaan ringan atau hiburan semata yang kurang menarik. Padahal membaca novel gak cuma itu kan ya kak? Bahkan novel genre teenlit(remaja) yg ceritanya ringan sekalipun aku masih dapat hikmah setelah membacanya. Jadi aku menyimpulkan mereka yg menganggap seperti ini sudah salah total! Apalagi artikel yg kak Atria tulis ini sangat menarik, dimana novel bisa sebagai media pembelajaran juga yaitu proses pendewasaan seseorang.. Oh iya dengan baca novel juga imajinasi kita terlatih untuk kreatif karena ketika baca kita berusaha menggambarkan kejadian itu di khayalan kita beda dengan mereka yg tidak membacanya atau mereka yg membaca komik..

    BalasHapus
  21. Setelah baca artikel di atas, jadi nyesel kenapa saya dulu nggak mulai hobi baca dari masih piyik. Awal mulai hobi baca tu kalo nggak salah sih pas SMP. Bacaan awal pun masih buku Totto-Chan. A little bit too late buat bacaan anak SMP gitu ya, hehe.
    Mungkin itu yang bikin saya jadi nggak terlalu peka dengan keadaan di sekitar dibanding temen saya yang satunya. Tapi kepekaan itu nggak semata-mata karena hobi baca aja, melainkan juga jenis bacaan yang menentukan. Teman saya itu dari dulu suka baca Agatha Christie, John Grisham, Goosebumps, Sherlock Holmes, dan sejenisnya. Baca genre lain kayak romance juga suka, tapi dia nggak suka yang fantasi. Bacaan suspense yang kayak gitu yang bikin dia jadi mudah menerka situasi dan kondisi yang ada. Pokoknya dia lebih peka dari saya. :D

    Bagiku sekarang buku itu sangat penting. Kalo dulu saya masih menilai buku >> kasur >> guling >> tidur (alias baca buku itu bikin ngantuk), kemudian jadi teman setia di kala waktu luang, lalu jadi kebutuhan untuk memperoleh informasi, ilmu, dan pemuas batin, hihihi. Maksudnya sebagai sarana meliarkan imajinasi untuk lebih berkembang ketimbang nonton film yang gambarnya udah tersaji di depan mata. Otak jadi nggak kerja apa-apa lagi kan. So, that's why orang-orang yang membaca itu lebih imajinatif dan kreatif daripada yang cuma hobi nonton. No offense ya. :)

    Nama: Aya Murning
    Twitter: @murniaya
    Email: ayamurning@gmail.com

    BalasHapus
  22. Setuju banget sama artikel diatas. Membaca membosankan? mungkin kalau baca buku pelajaran iya.. hhaha.. tapi kalau novel mah bikin betah :D
    Bagi aku membaca bisa ngembangin daya imajinasiku dan tentunya bikin hari-hariku lebih seru.. jiahhh :D

    Nama : Anis Andriyani
    Twitter : @nizz_aniss
    Email : Anisandriyani76@ymail.com

    BalasHapus
  23. Membaca itu bukan sekedar membangun kepribadian, tapi membangun sebuah peradaban juga. Bahkan yang Tuhan perintahkan kepada kita pertama kali adalah "bacalah," sehingga jelaslah kalau membaca itu punya peranan penting dalam kehidupan.

    IMHO, pendapat orang-orang yang bilang kegiatan membaca itu sebagai kegiatan mellow blablablabla itu mungkin disebabkan karena orang-orang di lingkungannya membaca buku yang efeknya kurang kerasa. Maksud saya, orang-orang di lingkungannya belum sempet baca buku-buku yang lebih bagus dan bermakna. Bukannya menggeneralisasi, tapi akhir-akhir ini, mulai marak buku-buku yang plotnya "numpang rame", mengutamakan "yang penting seru bikin baper", tapi pada akhirnya mengecewakan, cuma sedikit jejak positif yang bisa diambil, bahkan mungkin tidak ada. Solusinya ya cuma satu, sebagai orang yang peduli, kita harus bikin tandingan buku "cetekan" dengan buku yang lebih bagus. Atau jangan-jangan, komentar saya ini sifatnya tendensius terhadap preferensi pribadi saya? Hehehehehe namanya juga opini.

    Btw, terimakasih untuk rekomendasinya! Ada beberapa buku yang saya ragu beli, jadi lumayan meyakinkan untuk dimasukin ke list.

    (lalu menatap dompet) (itu dompet atau struk belanjaan tipis amat) (sedih)

    ----

    Farhan A
    @farhan_anshary
    farhananshary@gmail.com

    BalasHapus
  24. Kesan pertama saat buka blog kak Atria kali ini, jadi langsung keinget sebuah quote: "Reading is breathing for the mind" yg diungkapkan oleh Unknown person. Membaca itu bisa melegakan pikiran kita loh. Bagi beberapa orang yang berpendapat sama tentang membaca itu membosankan mungkin karena mereka membaca karena terpaksa. Seperti contohnya ketika membaca buku pelajaran. sehingga membaca diasosiasikan sebagai suatu tugas atau pekerjaan yang diinstruksikan dari guru. Jadi membaca bukan sebagai suatu kenikmatan yang disukai. Akibatnya, justru kehilangan rasa ingin tahu dan minatnya untuk membaca. Padahal esensi dari timbulnya minat baca diawali dari hausnya rasa ingin tahunya tersebut. ya kan? Karena teori A belum tentu cocok untuk semua orang. Begitupun sebaliknya. Pilihlah yang paling nyaman buat diri kita.
    sebenarnya mudah sekali agar kita terbiasa membaca tanpa rasa bosan. Mulailah dengan bacaan yg ringan-ringan dulu, dan timbulkan rasa tertarik sama artikel yg akan kita baca. Disitu kadang saya sedih jika ada orang yang berpendapat, kalau seorang pembaca novel itu sebagai drama queen. Mereka bilang seperti itu karena belum tau manfaat membaca novel. Banyak hal yg dapat kita petik, antaranya melalui kata mutiara yg diucapkan si tokoh dan juga perilaku tokoh. Memang benar apa yg kak Atria tulis, kita bisa menjadi lebih peka setelah membaca novel. Itu sebabnya, biasanya bagi orang yang suka membaca novel lebih pendiam dan halus perasaannya. Pernah saya membaca sebuah artikel dikoran, disitu dikatakan kalau seorang kutu buku itu identik dengan penampilan culun. Sediiiiiihhhh banget. Karena saya termasuk novel addict walaupun terkena sindrom Tsundoku. Tau kan?;;) Nyatanya, kutu buku berpenampilan culun itu hanya berlaku disinetron! Tidak didunia nyata. Oiya satu lagi, membaca itu tak melulu soal cinta-cintaan, galau-galauan, melow-melowan tau! Kita bisa juga menghemat uang melalui kegiatan membaca. Tanpa perlu hang out gak jelas, dan yang jelas-jelas ngeluarin uang. xD itu sekilas opini saya tentang artikel di blog kak Atria kali ini. Btw, makasih banget kak rekomendasi buku dan sedikit blurbnya ^^ sangat bermanfaat. Mari membaca!:)


    Isna Farhatina
    ID Twitter: @Isnastarr
    Isna.farhatina@yahoo.com

    BalasHapus
  25. Mamahku pernah bilang, "Hati-hati kalau menulis, kamu bisa memperngaruhi orang lain"

    Meski bukan tukang baca, tapi mamah aku tahu apa yang bisa terjadi kalau seseorang baca buku.

    Aku punya buku anak ampe dewasa, tapi gak pernah memikirkan baca sesuai usia. Meski belum menjamah buku Audlt, aku sudah membaca buku new adult. New Adult juga udah complicated buat aku XD

    Dan aku setuju dengan teh Atria. Buku bisa dijadikan pendamping. Mengiringi seorang anak tumbuh dewasa. Membaca sesuai dengan usianya. Mengajarkan cara pengendalian emosi lewat cerita.

    Mari jadi penulis! #eh

    Maryana
    @ryana_maryana
    amz_ochi_gnz@yahoo.co.id

    BalasHapus
  26. Membaca novel memang memiliki nilai positif dan negatif. Pengalamanku ketika membaca novel&mengoleksinya dianggap sia2 karena menghabiskan uang tapi itu kesukaanku. Ketika membaca novel aku bisa mendapatkan banyak pengalaman-pengalaman dari cerita yang kubaca. Aku udah baca salah satu novel di atas yaitu cheer boy, dari cheer boy aku bisa mengetahui dunia cheerleader seperti apa. Melalui membaca aku bisa menemukan mimpi dan cita2 yang ingin kuraih.
    Aku suka kata-kata kak atria yg ini,"Padahal banyak hal kok yang bisa ditemukan dari membaca novel. Para pembaca buku terutama yang suka membaca novel sejak kecil atau remaja akan tumbuh menjadi orang yang lebih peka. Ini karena kisah-kisah dan konflik dalam buku cerita atau novel yang dibaca menjadi sebuah pelajaran tersendiri. Banyak hikmah dan pelajaran yang bisa dipetik dari bacaan tersebut." Aku setuju dengan kata-kata kak.

    Rizqa Nurul hidayanti
    @nurul_rizqa
    rizqanurulhidayanti@yahoo.co.id

    BalasHapus
  27. Nama: Anastasya Sekartaji
    Twitter: @sekartajirolu
    Email: sekaranastasia20@gmail.com

    Kegiatan membaca memang sangat bermanfaat di kehidupan sehari-hari. Termasuk juga membaca novel. Mungkin bagi orang yang tak suka mengoleksi novel, pasti berfikir "Buat apa beli novel mahal-mahal". Namun, bagi pengoleksi tak akan segan mengeluarkan budget lebih untuk membeli sebuah karya yang berkualitas.

    Hmm ... Dari novel-novel di atas, judul yang familiar sih cuma Dunia Trisa sama Cheer Boy (mungkin karena yg lainnya terjemahan). Suka banget sama alur cheer boy! Ya bayangkan saja, anak laki-laki membentuk kelompok tersendiri sebagai tim cheerleader. Satu kata buat novel ini; unik!

    Membaca bukan hanya membuat kita lebih tahu tentang dunia, namun bisa juga untuk referensi dikala bosan. Membaca juga bisa bikin kita lebih rileks, lho! (kecuali baca buku tagihan hutang, hoho). Apalagi membaca novel. Kita bisa tahu tentang apa yg belum kita tahu yg ada di novel itu sekaligus mendapat hiburan di waktu senggang :D Jadi, kalau ada yg bilang baca novel itu lebih membosankan daripada nonton telenovela menye-menye, dia lah orang yang belum dapet hidayah dari Allah *eh :D

    BalasHapus