Senin, 16 Maret 2015

Bintang dan Cahayanya

https://igcdn-photos-c-a.akamaihd.net/hphotos-ak-xaf1/t51.2885-15/10953628_593262477475378_1717890011_n.jpg




Penulis: Pretty Angelia
Editor: Pradita Seti Rahayu
Penerbit: Elex Media Komputindo
Cetakan: 2014
Jumlah hal.: 334 halaman
ISBN: 978-602-02-5474-6
Top of Form
Bottom of Form
Top of Form
Bottom of Form
Alina Lovita Wahab, seorang cewek berusia 17 tahun harus memikul beban paling berat di hidupnya. Memiliki seorang adik yang punya Gangguan Spektrum Autisme ternyata nggak semudah yang ia bayangkan. Banyak yang harus Alin korbankan di masa remaja.

Mengikuti emosi, Alin bertindak nekat. Hingga orang yang paling ia sayang di jagat raya harus menanggung akibat—kecelakaan yang membuat Bunda hampir menuju cahaya yang menuntunnya ke surga. Apa yang paling kau takuti di dunia ini? Mimpi buruk bernama kesendirian…

Sanggupkah Alin bertahan menghadapi masa remaja yang seharusnya berwarna? Bisakah ia menjadi bintang yang bercahaya di tengah gelapnya langit bernama kenyataan dan rahasia? Bagaimana Mikael hadir dan menjadi malaikat penjaganya? Suatu saat kita akan menjadi bintang paling terang dijagat raya. Kamu bintangnya, Kakak cahayanya.

***

Novel ini berkisah tentang kehidupan Alina Lovita Wahab yang akrab disapa Alin. Perempuan dengan sikap yang cenderung galak ini punya kehidupan yang berwarna. Ini karena ada hal yang membuatnya sedikit lebih berbeda dari teman-temannya yang lain. Alin memiliki adik yang menderita Spektrum Autis. Ini membuat Aster, adik Alin, tidak seperti anak-anak lain seusianya. Ia sulit diajak berkomunikasi.


Selain itu, ayahnya yang bekerja sebagai pelaut juga membuat hidup Alin semakin unik. Ibunya yang full time di rumah menjaga Aster hanya memiliki Alin sebagai teman berbagi beban. Sayangnya usia Alin yang baru 16 tahun membuatnya masih sulit menerika keadaan keluarganya yang tidak biasa. Ia masih sering hilang kesabaran menghadapi Aster yang baru berusia 4 tahun dan berkebutuhan khusus.

Alin berusaha menyembunyikan kenyataan bahwa ia memiliki adik yang menderita autis dari semua teman-temannya, termasuk dari Mikael, Ketua OSIS yang waktu kelas 1 selalu mengejar-ngejar cinta Alin. Hingga suatu hari ia tidak bisa lagi menyembunyikan kenyataan itu dari teman-teman ekstrakulikulernya, Amazing Dance. Mereka ingin melakukan latihan di Alin dan Alin tidak bisa menolaknya. Dan akhirnya mereka pun tahu. Setelah itu satu persatu masalah muncul. Hingga akhirnya tanpa sengaja Alin membuat ibunya mengalami kecelakaan.

Bagaimana akhirnya sikap Alin? Berubahkah? Mampukah ia menerima kenyataan bahwa adiknya memang berbeda dan itu sudah ketetapan dari Tuhan?

***

Menerima buku ini sebagai hadiah dari penulisnya rasanya menyenangkan. Saya selalu senang saat diadiahi buku untuk direview. Itu artinya penulis tersebut tertarik dengan pendapat saya tentang buku mereka. Itu kenapa saya berusaha untuk memberi penilaian yang jujur. Harapan saya jika pun ada kritikan itu adalah cara saya untuk ikut mendukung agar penulis tersebut berkembang. Saya jadi menunggu-nunggu karya dia berikutnya sambil berpikir, “Akan lebih baik kah? Apakah masukan saya bermanfaat?” dan pertanyaan-pertanyaan lain yang serupa.

Begitu pun dengan buku ini. Sejujurnya, buku ini cukup rapi. Typo tidak banyak. Layout huruf-hurufnya cukup besar dan tidak rapat.

Tapi sayangnya, novel setebal 332 halaman untuk remaja dengan kisah yang terlalu berpusat pada kehidupan satu orang saja rasanya terlalu tebal. Dan sejujurnya memang banyak bagian yang bisa dipangkas karena tidak menjadi bagian penting. Seperti keterangan tentang Bu Laras di halaman 90 yang tidak punya relevansi berarti. Saya rasa tidak perlu dijelaskan dalam 3 halaman. Menurut saya itu pemborosan.

Selain itu, jika buku ini sasaran pembacanya adalah remaja, maka novel ini masih kurang meremaja. Konfliknya terlalu melebar sampai perlu mengambil sudut pandang ibunya. Masalah yang ditampilkan seharusnya tidak masalah jika berat tapi harusnya bisa disuguhkan ringan.

Selain itu ide dasar tentang penyakit Aster yakni spektrum Autis (atau Autis?) tidak terjelaskan dengan baik. Seharusnya dengan jumlah halaman yang cukup banyak pembahasan untuk penyakit Aster ini bisa dibuat clear minimal tentang apa itu spektrum Autis apakah ia berbeda dengan Autis.

Selain itu, karakter Alin hm..menurut saya kurang sesuai keumuman. Apa ya? Ada kalanya dia terkesan sebagai perempuan manis, tapi kadang perempuan galak. Selain itu, tokoh Alin ini nanggung. Kemarahan atas kondisinya kurang terasa. Dan sepertinya jadi tokoh yang tidak punya empati. Karena bahkan saat ibunya terbaring di rumah sakit, ia punya kesadaran bahwa Alin adalah tanggung jawabnya, ia tetap saja tidak bisa bersikap lebih baik. Akhirnya saya malah jadi antipati pada tokoh ini.

Hm..sebenarnya ide ceritanya menarik. Beberapa konfliknya pun sudah menarik seperti hubungan Alin dengan Mikael. Konflik Alin dan ibunya pun sudah bagus tanpa perlu terlalu mengeksplorasi masalah pribadi ibunya. Dengan begitu novel ini jadi benar-benar terasa sebagai teenlit. Bagi saya logika ceritanya belum benar-benar rapi dan terlalu meluas di sana sini.

Hm..itu pendapat saya. Semoga pendapat saya ini bermanfaat ya. Saya tunggu karya berikutnya yang saya yakin akan lebih baik dari sebelumnya (^_^)

Sukses ya, Teh Pretty Angelia
***


https://igcdn-photos-f-a.akamaihd.net/hphotos-ak-xfa1/t51.2885-15/11024300_814736618599597_929244532_n.jpg
posted on Instagra

Puisi yang terinpirasi oleh novel ini

Aku berbeda,
Begitupun kamu,
Seperti juga dia,
Ataupun mereka

Bukan..bukan aku yang salah, bukan kamu atau dia atau mereka

Bukan pula keadaan,
Sebab ini hanya tentang sebuah penerimaan
Menerima perbedaan
Menerima kekurangan & menerima apa yang diberi oleh kehidupan.
Menerimanya sebagai takdir dari-Nya.

Jadi, bisakah kau melihatku dan menerima seluruh yang ada di diriku?
Karena aku pun begitu,
Merangkul seluruh yang kau tawarkan

1 komentar:

  1. Teh Atria, makasih untuk kritikannya. Jangan kapok ya baca sama review buku aku hehe

    BalasHapus