Minggu, 15 Februari 2015

Stalking #CrazyLove



“Aku selalu percaya setiap orang hanya diberikan satu kesempatan dalam hidupnya, termasuk kesempatan mengenal cinta. Aku pernah mendapatkan kesempatan dan aku menghancurkannya.” (Hal. 188)


Penulis: Elsa Puspita, Donna Widjajanto, Gianti Pradipta, Dy Lunaly
Penyunting: Starin Sani
Perancang & Ilustrasi Sampul: Nocturvis
Ilustrasi isi: Himawan S
Pemeriksa aksara: Mia & Ifah Nurjany
Penata aksara: gabriel_sih
Penerbit: Bentang Belia (PT Bentang Pustaka)
Cetakan: Pertama, Februari 2015
Jumlah hal.: vi + 198 halaman
ISBN: 978-602-1383-10-0

Aku cuma bisa geleng-geleng kepala begitu tahu cerita teman-temanku yang gila stalking. Bisa banget, ya, mereka sampai kayak gitu? Aku? Ih, nggak pernaaah. Ada juga aku yang di-stalk gebetan :p

Kalau stalking di zaman smartphone, sih, gampang. Tinggal ketik nama target di media sosial, dan voila! Tapi, gara-gara itu Rieva sampai kena kasus di sekolah akibat hobi stalking-nya via medsos. Atau Brianna yang rela jadi mata-mata demi balikan sama mantan. Seru sih, tapi sereeem.

Beda lagi dengan cerita Kinan dan Chia yang terlahir jauuuh sebelum generasi kita. Belum ada smartphone, medsos juga belum booming. Pakai pos? Atau jangan-jangan burung merpati? Nyatanya nggak jadi penghalang, tuh, bagi mereka! Meskipun menurutku itu freak! Mungkin kamu mau coba cara klasik mereka untuk stalking gebetanmu?
***

 “ABG labil atau bukan, cinta pertama tetap punya tempat sendiri, kok. ...” (Hal. 3)

Stalking adalah seri terbaru #CrazyLove terbitan Bentang Pustaka. Sudah ada 3 seri lain yang telah diterbitkan sebelumnya yaitu LDR, Mantan, dan Move-On. Dan seperti seri #CrazyLove sebelumnya, buku ini pun berisi kumpulan cerita karya penulis-penulis Bentang Pustaka.

Cerita dibuka oleh Elsa Puspita dengan karyanya yang berjudul Ace Heart. Dengan mengambil alur flashback, penulis membangun kisah tentang percintaan Chia. Latar waktu dimulai di tahun 2014 dan kemudian pembaca diajak mundur ke tahun 2001 saat smartphone dan medsos belum jadi bagian dari keseharian. Saat itu, diceritakan perjuangan Chia sebagai seorang stalker. Ternyata berat ya. Ha..ha.. Bayangkan demi mendengar suara Kamal, gebetannya yang kepiawaiannya main sulap bikin Chia klepek-klepek, Chia harus berkutat dengan buku kuning tebal. Yup Yellow Pages. Ada yang kenal?? Ha..ha.. udah banyak yang gak ngeh sama keberadaan benda satu ini ya.

Satu hal yang menarik dari kisah Chia ini adalah pilihannya menjadi stalker tenyata berujung pada kedekatannya dengan Kamal. Jadi sebenarnya nge-stalking orang itu baik atau nggak sih?? :D
 “Saya serius. Cewek agresif itu tipe yang malesin banget, tahu gak?” ( hal. 20)
Setelah disuguhi kisah Chia yang memadukan antara pengalaman stalking dan gagal move-on yang semoga bukan kisah nyata penulisnya *langsung dilemparin buku sama Mbak Elsa*, penulis dibuat terganggu dengan cara Donna Widjajanto mengisahkan cerita dalam I See You.

Di cerita kedua ini, kisah diambil dari sudut pandang korban. Lagi-lagi cerita dituturkan dengan alur campuran. Dengan POV orang ketiga, hal ini membuat seluruh frame cerita jadi lebih utuh, meski lebih condong ke kehidupan Eric, laki-laki yang di-stalking Rieva. Rieva yang menyukai Eric karena pria itu ramah dan sangat suka menolong orang lain. Rieva pun mencari tahu lebih banyak tentang Eric hingga dia menyadari bahwa laki-laki itu mencintai perempuan lain, Chiara. Perempuan yang bahkan tidak bersikap baik kepada Eric. Ini akhirnya membuat Rieva meneror Chiara. Nah di sini, bisakah kita menganggap stalking itu baik? Sejujurnya merinding juga sih rasanya jika mengetahui ada stalker semacam Rieva di kehidupan nyata saya.

Cerita ketiga ditulis oleh Gianti Pradipta dengan judul We Stalk, Then What? Nah, cerita ini juga tidak kalah menarik. Berkisah dengan sudut pandang orang pertama dari dua orang stalker berbeda. Menarikkan? Stalker pertama adalah Brianna dan stalker kedua adalah Ayosa. Mereka nge-stalk pasangan yang sama. Yang prianya adalah mantan Brianna bernama Ruri. Dan perempuannya bernama Kiska.

Kira-kira bagaimana kalau dua orang stalker bertemu?? Penasaran?? Baca aja..ha..ha..

Nah, cerita yang terakhir berjudul Love is Blind karya Dy Lunaly. Sejujurnya ini adalah kisah yang cukup dark. Kisah tentang Kinan yang memilih jadi stalker dari cewek gebetannya. Ingin membuat gebetannya, Satria, jatuh cinta padanya dengan cara membuat dirinya mirip dengan Melissa, perempuan yang disukai Satria.

Tahukah kalimat “Sebuah kebohongan jika dilakukan terus menerus maka lama kelamaan akan jadi nyata.” Perlahan, Kinan benar-benar menjadi Melissa. Namun bahagiakah dia? Bagaiamana akhir kisah ini? Dan lagi-lagi cerita ini ditulis dengan alur campuran.

Ah, kisah di Stalking #CrazyLove ini sangat beragam dan memberi kesan yang berbeda. Rasanya melihat sesuatu dari banyak sudut pandang.
“Kamu bisa cari cowok lain yang mau dipantau 24 jam sehari. Dan aku bisa punya cewek yang nggak peduli aku lagi di mana, selama aku jujur dan nepatin janji.” ( Hal. 110)
***
“Tetaplah jadi orang baik. Jangan takut tersenyum dan berbuat baik cuma karena ada cewek gila yang stalking lo. Suatu hari nanti mungkin bakal ada cewek baik yang nggak gila, yang jatuh cinta dengan tulus pada senyum lo itu. Dan, kalian akan bahagia.” (Hal. 96)
Saat menerima buku Stalking yang dikirimkan Penerbit Bentang Pustaka, saya langsung berpikir, wah sampulnya beda banget dengan 3 seri #CrazyLove yang sebelumnya. Lebih lucu sih. Tapi rasanya sayang aja. Soalnya 3 buku lainnya punya tipe sampul yang sama. Tapi terlepas dari pendapat itu, harus saya akui, covernya benar-benar eye-catching manis dan lucu.

Cerita-cerita dalam buku ini masing-masing punya warnanya sendiri. Ace Heart yang ditulis Elsa mengetengahkan informasi menarik tentang kehidupan remaja di tahun 2001. Tidak mudah menemukan informasi tentang target *halah bahasamu, Tria*. Saya paling suka edisi yellow pages. Ha..ha.. Pernah sih seiseng itu, tapi nggak seniat Chia. Generasi 2000an masih kenal buku sakti kuning itu gak ya??
Kenal ini gak?? Sumber foto di sini

Cerita kedua kesannya cukup menyeramkan. Namun rasanya rasa dengki yang seharusnya digambarkan dalam diri Rieva kurang terasa. Bisa jadi karena penggunaan sudut pandang orang ketiga. Selain itu, rasanya agak aneh juga melihat kisah awalnya dari kehidupan Eric, kemudian berpindah ke kehidupan Rieva yang menstalking Eric. Namun ide menampilkan akibat stalking sebagai bagian utama cerita pun cukup membuka mata. Jadi buat yang nge-stalk gebetan, hati-hati dengan konsekuensinya. Jangan jatuh ke tindakan yang lebih jauh ya.

Cerita ketiga menampilkan dua orang stalker cowok – cewek. Dengan menggunakan POV 1, cerita memang menjadi mengalir. Tapi saya nggak begitu menemukan perbedaan mengenai logika berpikir dua stalker beda jenis kelamin ini. Selain itu ritme keduanya cukup berbeda ya. Kalau di sisi Brianna alurnya agak lambat, dari sisi Ayosa cukup cepat.

Hm..untuk cerita penutup, ide ceritanya cukup menarik dan gelap. Tokoh Kinan ditampilkan cukup menakutkan dengan menjadi stalker kemudian menjadi copy-an Melissa. Pesan “peringatan” secara moralnya dapat banget. (>_<) Tapi emosinya kurang. Tokoh Kinan dibuat mendadak jatuh cinta pada Satria kemudian mendadak benci pada Melissa. Selain itu, penceritaannya terlalu banyak telling dan kurang showing.

Tapi secara keseluruhan aku suka semua ide yang kaya rasa ini. (^_^)v By the way, stalking ini sepertinya efek samping dari obsesi, susah move-on, masih gak bisa ngelupain mantan, atau efek di-PHP-in. Ha..ha.. stalking sepertinya muncul dari salah satu alasan ini :D
“If you know your enemy and know yourself, you can win a hundred battles without a single loss”- quote dari buku The Art of War ( Hal. 166)

***
http://photos-d.ak.instagram.com/hphotos-ak-xaf1/t51.2885-15/10986000_392200864294779_414282689_n.jpg
posted on my instagram

Mencari tahu tentangmu adalah candu
Aku melakukannya tanpa jemu
Tanpa pernah kau tahu

Namun sayang semakin banyak ku tahu
Semakin luka hatiku
Sebab aku tetap asing bagimu
Sebab namaku tak lagi ada di harimu

 ***
“Hati itu emang buat kamu. Buat dia, saya udah nyiapin hati yang lebih permanen.” (Hal. 41)




20 komentar:

  1. Iya, cover-nya beda banget dari seri-seri sebelumnya dan lebih lucu. Keinget dulu buka-bukain yellow pages bahagianya kayak apa nemuin banyak nama, haha. Btw, puisinya bagus, Mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, dulu tuh bisa tahu, nama paling pasaran di abjad tertentu tuh apa. Trus bisa jadi tahu alamat lengkap hanya karena tahu no.telp. Ha..ha..

      he..he.. makasih udah mau baca review + puisi saya (^_^)v

      Hapus
  2. Jadi pengen punya seri #CrazyLove :"""
    Yellow Page itu buku apa? Waktu itu masih balita kayaknya ._.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ha..ha.. beneran belum kenalan sama Yellow Pages?? serius?? Wah melewatkan hal seru tuh.. :D

      Seri #crazyLove manis kok buat dikoleksi :D

      Hapus
  3. Aq stalking gak sampe 24 jam sih heheh

    BalasHapus
  4. Agree. covernya eye-catching, manis, lucu, kesannya feminin banget

    BalasHapus
  5. Setuju banget kalau stalking ini sepertinya efek samping dari obsesi, susah move-on, masih gak bisa ngelupain mantan, atau efek di-PHP-in.

    Di jaman sekarang ini, nggak perlu jadi artis buat bisa jadi target stalking.
    Waspadalah!! Waspadalah!!
    :D

    BalasHapus
  6. Huahahhaa yellow page dan buku telepon? AKU KENAL BANGEEEEEEET ITU!! *kagak selow*

    Kayaknya aku udah khatam banget soal stalking deh hahahaha tapi aku nggak se-freak itu juga sih yang sampe 24 jam masa? Ih kayak kurang kerjaan banget. :p
    Kadang, ada semacam keseruan tersendiri sih kalo stalking. Tapi lebih banyak bikin nyeseknya sih hahaha

    BalasHapus
  7. hahaha soal stalking jadi pengen ngakak dulu *?* aku bangett kak, tapi ya nggak full 24 jam masa-_- kan masih banyak hal lain yang bisa dikerjain.
    "Mencari tahu tentangmu adalah candu
    Aku melakukannya tanpa jemu
    Tanpa pernah kau tahu" dan ini bener banget, sekali stalking pasti nggak bisa lepas gitu aja, selalu ada perasaan ingin tau aktivitas dia, kadang stalking bikin gereget juga kalo udah lihat si dia komen-komenan akrab sama temen ceweknya, dan itu nyess :')

    BalasHapus
  8. "Mencari tahu tentangmu adalah candu."
    Bener banget tuh, stalking emang bikin ketagihan :"D

    BalasHapus
  9. Yellow Page?maygaaat. Asli ngakak deh;;) mantau cowok selama 24 jam sehari, *akugitunggakyaa* ngga ada kerjaan banget, tapi asli kerenn kalau bener ada yang kayak gitu, haha
    Oh iya, aku jga suka quote satu ini “Tetaplah jadi orang baik. Jangan takut tersenyum dan berbuat baik cuma karena ada cewek gila yang stalking lo. Suatu hari nanti mungkin bakal ada cewek baik yang nggak gila, yang jatuh cinta dengan tulus pada senyum lo itu. Dan, kalian akan bahagia.”
    Kata senyum itu lho! bikin flshbck deh kyknya. :)

    BalasHapus
  10. Di stalking itu indah, apalagi kalau distalking sama orang yang diam-diam kita stalking juga... (?) :D

    BalasHapus
  11. uceeettt itu sampe pake yellow page gitu yah kak?
    ups ketauan deh suka stalking hahaha :D tapi ga pernah tuh ada respon dari si dia *eh

    BalasHapus
  12. Stalking itu indah di mata, sakit di hati #apaansih .___.

    BalasHapus
  13. Dalem banget review yang ini... tapi tiap remaja skrg kyknya pasti pernah ngestalk kok... menurutku

    BalasHapus
  14. Cerita Ace Heart menarik banget!! pengen baca jadinya ><

    BalasHapus
  15. aku pernah stalking sampai capek, melihat berkali2 ke status gebetan, menelii komen2nya, sampai titik koma diterjemahin...bener deh kayaknya stalking efek PHP...

    BalasHapus
  16. yellow pages ? buku telpon yaa maksudnya ?..

    BalasHapus
  17. Wah ada buku telepon! Hahahaha lama sekali ini. Nah ini nih yg lagi ngetrend di remaja2 stalking! Cerita chia ttg jaman sebelum hp kreatif juga. Aku pgn baca karya dy lunaly. Dari review2 kemarin karya dy lunaly lumayan menarik dan fresh jadi pgn baca! Btw kayaknya gak mungkin ya remaja2 yg baru putus hati gak ngestalking mantan atau bahkan yg belum jd pacar. Pgn baca banget!

    BalasHapus
  18. We Stalk, Then What?
    Sepertinya itu sangat seru! Sama-sama menjadi stalker dan mematai. Dua orang stalker bertemu, semakin gencarlah aksi mereka. Semakin nyinyirlah komentar-komentarnya wkwk..
    Persamaan hobi justru bisa mendekatkan loo.. Brianna dan Ayosa, jangan-jangan? :3

    BalasHapus