Jumat, 20 Februari 2015

PHP #CrazyLove



“Waktu lo tuh berharga, La. Jangan Lo sia-siain buat nungguin orang yang nggak bisa kasih lo harapan. Harapan itu ada bukan buat bikin lo jatuh lebih dalam. Harapan itu ada buat bikin lo maju.” (Hal. 46)


Penulis: Clara Canceriana, Dila Maretihaqsari, Kyria, Ardelia Karisa
Penyunting: Starin Sani
Perancang & ilustrasi sampul: Nocturvis
Ilustrasi isi: Himawan S
Pemeriksa aksara: Tiasty Ifandarin
Penata aksara: gabriel_sih
Penerbit: Bentang Belia (PT Bentang Pustaka)
Cetakan: Pertama, Februari 2015
Jumlah hal.: vi + 210 halaman
ISBN: 978-602-1383-09-4
Gejala Korban PHP
·         Bibir kram karena nggak bisa berhenti senyum saat dipanggil “sayang”.
·         Perut mulas kalau kirim pesan ke dia nggak dibalas-balas.
·         Mendadak sesak napas kalau lihat dia jalan sama cewek atau cowok lain.
·         Mulai berhalusinasi tentang pertanyaan “Kapan kamu nembak aku?”
·         Banjir air mata dan keringat dingin begitu dengar kabar bahwa dia udah jadian dengan orang lain.

Apakah kamu pernah ngalamin gejala di atas? Mungkin kamu lelah. Jadi korban PHP mungkin nggak enak. Ren, Kisa, Niar dan Karma sudah membuktikan sendiri cerita PHP mereka. Jatuh bangun mengejar harapan yang ternyata menjatuhkan. Sudah berkorban macam-macam, tapi imbalannya nggak sesuai dengan angan-angan. Apa benar semua kisah PHP selalu berakhir tragis?
***

“... kisah ini bukan cuma milik dia seorang karena kisah ini nggak akan pernah ada tanpa kehadiran cewek itu. jadi, harapannya sederhana, dia nggak mau cewek itu ngelupain dia. Sesimple itu memang. Tapi dalam cinta, hal sesimple apa pun akan tetap jadi sangat berarti.” (Hal. 2)

Satu lagi seri #CrazyLove terbitan Bentang Pustaka yang terbit di bulan Februari 2015. Kali ini judulnya PHP a.k.a Pemberi Harapan Palsu. Ha..ha.. Seri #CrazyLove ini memang tematik dengan pilihannya yang nyelekit. Pengalaman yang berhubungan dengan PHP tentu beragam. Ada yang menjad korban dan ada juga yang menjadi tersangkanya.

Itu sebabnya, empat kisah di dalam buku ini pun mengangkat berbagai sudut pandang tentang PHP.


Kisah pertama ditulis oleh Clara Canceriana dengan judul Kenangan. Cerita berpusat di tokoh Ren. Seorang laki-laki yang bekerja sebagai penyiar radio. Salah satu siaran yang dipandunya, Today’s Secret, akan mengudara untuk terakhir kalinya. Di acara ini, Ren membaca surat yang dikirimkan pembacanya. Menariknya, di hari terakhir, sebelum acara tersebut diganti dengan acara yang lebih fresh, sebuah surat datang dari seorang pria yang menceritakan kisah saat ia masih memakai seragam putih abu-abu.

Ceritanya bertutur tentang Rio dan Lala yang duduk sebangku. Lala selalu mendukung Rio yang bersikap tidak peduli. Lala mengajari Rio untuk berani mengejar impiannya dan mengembangkan bakatnya. Sayangnya, Rio tidak punya keberanian untuk percaya bahwa Lala memiki perasaan padanya.

Ternyata kisah Rio dan Lala ini adalah kisah Ren sendiri. Nah, kira-kira bagaimana akhir cerita Rio dan Lala?

Hm..kisah kedua ditulis oleh Dila Maretihaqsari dengan judul Dia Untukku. Kali bercerita tentang kondisi hubungan Kisa dan Gana yang bertahun-tahun dalam kondisi teman tapi bukan. Dekat tapi nggak pacaran. Kisa naksir berat pada Gana. Sayangnya, walaupun baik dan perhatian pada Kisa, Gana tidak pernah nembak Kisa.

Kisa bahkan menjadikan Gana sebagai patokan atas mimpi-mimpinya. SMA tempat ia bersekolah dipilihnya agar bisa satu sekolah dengan Gana. Parahnya, Kisa lagi-lagi menjadikan Gana sebagai kiblat dalam memilih jurusan dan kampus tempat ia ingin berkuliah.

Hm..worth it tidak pengorbanan penuh resiko Kisa ini?

Lepas dari cerita Kisa yang bikin gemas, pembaca disuguhi cerita berjudul Selamanya Kamu karya Kyria. Kali ini kisah cinta beda usia. Di mana Niar, tokoh utama perempuan berusia lebih muda 2 tahun dari Esha, laki-laki yang disukainya. Niar tidak bisa menahan perasaan yang berkembang untuk Esha di hatinya. Tapi ia pun tidak berani melawan keadaan karena takut dengan pendapat orang lain tentang hubungan mereka. Niar pun belajar untuk mampu mengambil pilihan dan belajar menata perasaan.

Cerita terakhir dalam buku PHP seri #CrazyLove ini adalah karya Ardelia Karisa berjudul Karma. Ceritanya, Karma adalah sahabat Kisa, tokoh utama dalam cerita Dia Untukku. Diceritakan bahwa Karma ini berbeda dengan Kisa yang setia menyukai satu orang yang sama selama bertahun-tahun. Karma? Ia tidak kenal setia. Lebih tepatnya ia tidak kenal komitmen. Ia menebarkan pesonanya pada sejumlah pria, memberi mereka harapan, namun ketika si cowok menyampaikan perasaannya, Karma akan menolak dan menjauh.
Sayangnya, ketika jatuh cinta, Karma malah mencintai laki-laki yang sama seperti dirinya. Seorang penakluk. Laki-laki itu bernama Jiro. Jiro punya “penyakit” yang sama dengan Karma. Tidak ingin diikat oleh komitmen.

Lantas apa jadinya jika seorang player jatuh cinta pada player?

“Lo tahu, nggak? Kadang, lo butuh yakin buat bisa ngendalin kenyataan.” (Hal. 22)

***

“... gue mikir, kita tuh hidup dan ketemu sama orang bukan cuma sebagai stranger atau kawan. Jauh daripada itu, kita ketemu satu sama lain untuk saling belajar dan bersekutu buat ngadepin kehidupan yang sialan beratnya ini.” (Hal. 51)

Dari judulnya saja, kita sudah bisa menebak donk, tema apa menjadi benang merah dari semua cerita di buku ini. Semua kisah berhubungan dengan harapan palsu. Kata PHP sudah tidak asing dalam drama percintaan masa kini. Bentang Belia meramu cerita dari berbagai pengalaman terkait PHP ini.

Oiya, sampul bukunya sangat mewakili lho dengan penggambaran serigala itu. Ha..ha.. Dan kalau diperhatikan sebenarnya yang terlihat seperti hidung adalah 2 wajah yang saling membelakangi. Kreatif ya. Intinya, sampulnya sangat mewakili tema cerita deh. :D

Sayangnya, sejujurnya, cerita pembuka berjudul Kenangan dalam buku ini belum benar-benar merepresentasikan PHP. Lebih cocok disebut gagal move-on dari pada PHP. Hm..gimana ngejelasinnya ya? Sebut saja kedua tokohnya, Lala dan Rio sama-sama berharap. Tapi di luar kesesuaian tema, saya suka dengan cara berceritanya. Banyak kalimatnya yang menarik dan cukup bijak tanpa ada kesan menggurui. (^_^)


“Bakat yang bikin setiap manusia itu unik. Gue percaya lo punya bakat ngegambar. Tapi, kalau lo sendiri nggak berusaha ngejaga dan ngelatih bakat itu, lo bisa bikin diri lo sendiri jadi hancur. Lo bakal nggak punya apa-apa. Padahal, Tuhan nitipin benih itu di diri lo. Nggak adil, kan?” (Hal.14)
“.... Yo, karena keyakinan itu, datang dari diri sendiri datang dari diri sendiri. Cuma lo yang bisa bikin diri lo yakin.” (Hal. 34)

Untuk cerita kedua berjudul Dia Untukku, idenya memang sangat dekat dengan keseharian. Tentang laki-laki yang bersikap baik dan perempuan yang tidak bisa berhenti berharap. Tentang hubungan tanpa status yang bikin bertanya-tanya. Sayagnya dari segi bahasa, kesan remajanya terlalu dipaksakan. Garing. Terlalu ingin terlihat meremaja. Sayangnya jadi terasa tidak alami. (>_<). Menulis tentang remaja gak harus bikin gaya bahasanya jadi (terpaksa) remaja. Cukup cara bercerita yang dikemas menarik.

Untuk cerita ketiga yang berjudul Selamanya Kamu, saya suka dengan idenya. Menampilkan perasaan harap-harap cemas. Bingung baca “kode” dari gebetan. Belum lagi pengembangan konflik yang mengangkat tentang perbedaan usia kedua tokohnya. Dan endingnya itu lho (>_<)

Dan untuk cerita terakhir ini yang paling menarik bagi saya. Ide dasarnya adalah apa jadinya jika para pelaku PHP saling jatuh cinta? Bagaimana jika dua player bersama? Ha..ha.. ternyata lebih sadis rasa susah move-on nya dari pada para korban PHP. Ups..

Oiya, salah satu hal yang saya sukai dari buku ini adalah judul per chapter cerita sangat manis. Contohnya nih:

“Kita sama-sama menyimpan harapan yang terkubur dalam bungkam.”

Gimana? Sweet dan deep banget kan? Love it.

He..he.. kesimpulan dari PHP #CrazyLove adalah harapan semu bisa berujung pada susah move-on dan jomblo berkepanjangan. Ha..ha.. setuju? Nah, kenalan juga sama seri #CrazyLove yang lain ya: LDR, Mantan, Move On, dan Stalking.
“Pada akhirnya, hidup memang hanya sebuah lelucon yang tak memiliki akar logika juga rumus untuk pemecahannya. Namun Ren percaya bagaimanapun cara menjalaninya, yang terpenting adalah mencari kebahagiaan.” (Hal. 56)
***
Puisi yang terinspirasi oleh buku PHP
https://igcdn-photos-g-a.akamaihd.net/hphotos-ak-xfa1/t51.2885-15/10963958_615332105279246_2124810879_n.jpg
Di post di instagram
Mengapa kau membuatku menyimpan sejuta harap?
Memupuknya hingga berbunga
Menjaganya sampai mekar
Lantas setelah itu mengabaikannya

Tidakkah kau lihat layunya?
Tidakkah kau peduli pada gugurnya?
***
“Yang membangkitkan sekaligus menjatuhkan itu HARAPAN.” (hal. 63)
“Jangan jadiin orang itu prioritas buat lo, kalau lo cuman dijadiin pilihan. Apalagi, sorry to say, pilihan terakhir.” (Hal. 92-93)

16 komentar:

  1. Yg membangkitkan sekaligus menjatuhkan, harapan #ngik2

    BalasHapus
  2. Gejala korbang phpnya bikin saya ketawa ><, dan feel dari gejala itu, sepertinya para penulis sudah pernah mengalami semua itu dengan baik :v

    BalasHapus
  3. PHP itu ketika ada seorang cowok cakep nyamperin, kasih senyum. Eh, ternyata cuma mau nanya jalan, bukan ngajak kenalan.
    #plak

    Iya, benar. Sampul bukunya kalau diperhatikan sebenarnya yang terlihat seperti hidung adalah 2 wajah yang saling membelakangi.

    Tapi kenapa serigala ya? Emang serigala itu PHP? Mungkin iya juga sih, PHP (Pemangsa Hewan Pemakan rumput) #maksa
    *masih mikir

    BalasHapus
  4. Duh, bingung mau komen apa hahaha

    mantan, move on, dan php emang kadang bikin jadi melankolis sih :)))

    Kalo dua orang bersama, emang susah sih pasti ada aja terselip harapan untuk selalu bersama dalam sesuatu yang 'ada' di dalamnya. *uhuk*

    BalasHapus
  5. “Waktu lo tuh berharga, La. Jangan Lo sia-siain buat nungguin orang yang nggak bisa kasih lo harapan. Harapan itu ada bukan buat bikin lo jatuh lebih dalam. Harapan itu ada buat bikin lo maju.” (Hal. 46)
    nama Lala jadi bikin agak nyesek hiks #curcollagi._.
    bingung mau komen apa-_- terkadang memang harapan itu membangun kita, tapi bagaimana jadinya saat kita tau bahwa harapan itu palsu, entahlah, hubungan yang nggak jelas arahnya adalah faktor utama PHP, temen tapi deket, pacaran tapi enggak, gereget banget, akhirnya harapan palsupun bertebaran dimana-mana *yeah *gakjelas-_-

    BalasHapus
  6. PHP emang bikin nyesek yaa :"D btw puisinya bagus banget <3

    BalasHapus
  7. Alhamdulillah belum pernah merasakan di PHP-in, tapi kalo meng-PHP-kan sih sering... #ehh :D

    BalasHapus
  8. PHP!! Apa yaa? Kriminalitas percintaan gitu? huhu^^ PHP ini sulit banget dideskripsiin. Ngedenger katanya aja bikin aku introspeksi, sebenernya, waktu itu aku di PHP'in atau emang akunya yg ke Geer'an. -_-

    “Yang membangkitkan sekaligus menjatuhkan itu HARAPAN.” (hal. 63)

    Setuju dgn quote itu, dan ngga bisa berkata-kata lg. :')

    BalasHapus
  9. itu gejalanya.... :")
    kakak jago yah bikin puisinya... aaaaaaaa
    novelnya keren!

    BalasHapus
  10. Duhhh gejala gejala itu sangat menyesakkan dada para korban PHP.
    #ahsudahlah #kalaudibahasakanjadiluka #eh

    BalasHapus
  11. PHP. itu ada satu pihak yg mengharap lebih pada pihak lain yang tidak mengerti harapan itu kan..

    BalasHapus
  12. hahahhaa, Menurut aku PHP itu sebenarnya ga ada.. gimana yah. yah orangnya aja sih yang kegeeran. padahal si pelaku PHP sendiri aja kadang ada yang ga sadar kalo orang yang dia baik2in atau gimanaa itu ngersa di PHPin. karena kan takaran 'terlalu baik'nya seseorang itu beda-beda. bisa saja yang PHP-in itu emang kayak gitu ke semua orang. cuma si korban PHP aja yang kegeeran setengah mati. dianterin pulang sekali dua kali aja udah deg2an kayak ditembak. *lah kok aku jadi curcol disini* hahaha tapi bukannya aku ga pernah ngerasa di PHP in sih.. pernah :( hahhaa

    BalasHapus
  13. wah, kayaknya PHP emang pengalaman cinta aku yang paling mengenaskan, sampi beberapa kali pula...

    BalasHapus
  14. lompat kegirangan karena status fb di like sama "dia" itu bukan gejala PHP kan ? ^_^))">

    BalasHapus
  15. Ya ampun ini quote2nya gak ada yg lebih nusuk? Ini semua lagi saya alami sekarang.. korban php..korban bibir keram dan lain2. Jadiin orang lain prioritas saat kita jadi..pilihan..terakhir..hiks2. Menurut saya covernya lucu, saya suka gambar dan warnanya. PHP jg lagi "nge-hitz banget dikita kita. Semoga sih cerita2nya bener2 ngegambarin ttg PHP :D

    BalasHapus
  16. Tertarik dengan Ren, profesi penyiar ini memang punya kesan tersendiri buatku. Bagaimana mereka harus tetap terdengar ceria dan nggak garing padahal suasana hati mereka lagi berantakan? Apalagi kalau ceritanya nyerempet kisah pribadi. Deuh :(

    BalasHapus