Sabtu, 21 Februari 2015

Love Lock


“Mungkin, dalam satu periode kehidupan seseorang, hanya akan ada satu orang yang tetap tersimpan di sudut hati, sekalipun perasaan itu tersimpan di bagian sudut hati yang paling dalam dan gelap.” (Hal. 281)
22084966
Penulis: Pia Devina
Editor: Mita M Supardi
Proofreader: Christian Siamamora
Penata Letak: Gita Ramayudha
Desain Cover: Ardyana Putri
Ilustrasi Isi: Ria Rizki Azib
Penerbit: Gagas Media
Cetakan: Pertama, 2014
Jumlah hal.: vi + 298 halaman
ISBN: 979-780-714-2
Jika namamu dan namanya tertulis di gembok itu, kau dan dia akan menjadi pasangan abadi. Begitu yang mitos itu katakan, bukan?
***
“Apa semua orang yang menuliskan nama mereka dan pasangan mereka di sini, mengalami hidup yang namanya happily ever after dan hubungan yang tak terpisahkan?”

Seandainya mitos itu sungguh ada. Dan, seandainya mitos itu berbaik hati untuk mengikat kisah kita.

Namun…, mengapa orang yang kucintai itu harus kau?
Aku tahu, dan kau pun jelas tahu. Kita hanya akan terluka dengan apa yang kita miliki.
—Rhinea
***
Jangan pernah tanya, kenapa aku bisa mencintaimu. Karena bila hati bisa memilih, aku tentu akan memilih orang lain untuk kucintai. Bukan kau.

Mungkin, takdir sedang mempermainkan kita? Atau, justru masa lalu memang ingin menyergap langkah kita?
—Mario
***
“Mungkin, banyak dari cerita cinta yang berakhir perih karena dibayang-bayangi oleh kisah dari masa lalu.” (Hal. 59)
Novel ini bercerita tentang kehidupan Rhinea yang pergi menjenguk ibunya di Jerman untuk mengobati luka hatinya. Harus merelakan tunangannya yang ternyata mencintai perempuan lain jelas bukan hal yang mudah. Itulah kenapa ia butuh ruang. Butuh hal-hal lain untuk dipikirkan dan dikerjakan.


Tadinya ia akan berlibur ke Humburg bersama Ayahnya yang sedang ada urusan pekerjaan di Jerman. Namun karena suatu hal, Rhinea akhirnya hanya berangkat berdua bersama Maria, pemuda yang menjadi tangan kanan ayahnya.

Mereka pun menghabiskan waktu bersama dengan menungjungi Kota Cologne. Mario punya alasan pribadi hingga memutuskan untuk menghabiskan masa libur kerjanya di kota itu. Ia ingin menyusuri jejak memori ibunya, Erika. Mencoba melihat apa yang diceritakan oleh ibunya di dalam buku harian tersebut.

Namun ternyata, pilihan Mario membuat ia dan Rhinea terjerat dalam simpul hubungan yang rumit yang terjadi 20 tahun lalu. Sania, ibu Rhinea, ternyata mengenal ibu Mario. Begitupun dengan  Bima, Ayah Rhinea yang juga atasan Mario. Mereka bertiga, Sania, Bima dan Erika, ternyata punya sesuatu yang terpendam. Hal itulah yang membuat kedua orang tua Rhinea berpisah. 

Akibatnya, hubungan Rhinea dan Mario yang berkembang dengan cepat harus segera diabaikan. Sayang keduanya ternyata telah jatuh cinta pada satu sama lain. Tapi masa lalu kini menjadi jurang pemisah yang sangat lebar bagi mereka. Bisakah mereka menjebatani hal ini? Bisakan mereka meletakkan masa lalu di belakang mereka, merelakan dan memaafkan?
“Mereka beruntung...bisa nemuin orang yang nemenin mereka... bisa menghabiskan waktu bersama sampai tua... dengan tetap jatuh cinta.” (Hal. 112)
***
“Walaupun dulu hati gue udah milih dia, apa gunanya kalau ternyata hatinya dia nggak milih gue? Dua orang bisa bersama karena kedua hati mereka saling memilih untuk bersama, bukan?” (Hal. 143)
Membaca novel Love Lock karya Pia Devina ini, kita akan diajak pada kisah cinta yang terbelit oleh masa lalu. Hm.. sebut saja bahwa kesalahan dari generasi sebelumnya membuat generasi masa kini harus menghadapi kehidupan yang sulit.

Dengan sudut pandang orang ketiga, penulis dapat berpindah penceritaan dengan baik sehingga seluruh konflik terlihat dengan jelas. Penulis berpindah dari kehidupan satu tokoh ke tokoh lainnya. Bahkan penulis bisa berpindah dari masa lalu ke masa kini. Tapi ini hanya terjadi di BAB 1 saja. Sisanya, perpindahan waktu terjadi hanya melalui buku harian Erika yang dibaca oleh Mario.

Cara Pia Devina bercerita sangat manis. Mengalir. Dengan tambahan informasi yang cukup banyak tentang kota Cologne. Novel ini bisa merangkap menjadi petunjuk liburan bagi yang ingin menghabiskan liburannya di Cologne. Saya bahkan jadi tertarik untuk datang ke Museum Cokelat (>_<)

Namun gaya bahasa yang dipakai dalam buku harian Erika kurang menarik. Penggambarannya terasa membosankan. Menggoda untuk dibaca cepat. Tapi di luar itu semuanya tetap enak untuk dibaca.

Latar tempat benar-benar dideskripsikan secara jelas. Bahkan menjadi bagian cerita. Tidak terasa sebagai tempelan.

Konfliknya juga menarik, tapi puncak klimaksnya tidak begitu terasa karena sejak awal pembaca sudah bisa menduga bahwa akan ada konflik dalam hubungan Mario dan Rhinea akibat hubungan yang terjalin antara orang tua mereka. Selain itu, secara emosi masih kurang bisa membuat pembaca terharu. Merasa kasihan sih iya. Tapi perpindahan patah hati Rhinea dari tunangannya, Willy, ke Mario masih terasa terlalu cepat. 

Tapi keseluruhan cerita tetap menarik untuk diikuti. Yang paling menarik adalah cover novel ini. Manis ya (^_^)v
 “Ah, kenapa untuk orang lain... jatuh cinta itu terlihat sangat indah?” (Hal. 275)
***
Puisi yang terinspirasi oleh novel Love Lock
https://igcdn-photos-d-a.akamaihd.net/hphotos-ak-xpa1/t51.2885-15/923774_922551441113163_1457121278_n.jpg
posted on my instagram

Jika sebuah cinta membutuhkan gembok, apakah itu karena ia membelenggu?
Sebaiknya, lepaskan dan biarkan hatimu menentukan sendiri tujuannya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar