Minggu, 15 Februari 2015

[Interview & Giveaway] Wawancara dengan Penulis Interval: Nay Sharaya



Hai, pengunjung My Little Library. Setelah beberapa waktu blog ini tidak mengadakan wawancara penulis dan giveaway, kali ini My Little Library dapat kesempatan untuk ngobrol dengan Nay Sharaya atau akrab disapa dengan Mbak Nay. Sebenarnya berharap Dion Sagirang juga bisa ikutan, sayangnya Mas Dion lagi sibuk KKN.

Nah, sudah pada tahu dong kalau Mbak Nay dan Mas Dion ini adalah penulis Interval. Interval adalah salah satu novel baru terbitan Grasindo. Tema yang diangkat di Interval cukup menarik lho. Untuk tahu lebih banyak tentang buku ini, bisa intip reviewnya di ReviewInterval.
24462921
cover Interval
Nah, biar saya gak semakin cerewet, langsung aja simak wawancara saya dengan Mbak Nay.

Terima kasih untuk kesempatan wawancaranya ya (^_^) Saya mau mengajukan beberapa pertanyaan nih. Boleh ya. Boleh donk pasti. *pe-de*
Sejak kapan Mbak Nay jadi penulis? Ceritain donk gimana bisa terjun jadi penulis?
Sejak kecil aku memang sering banget bikin dongeng buat kakakku. Waktu SD pertama kali baca majalah Annida dan tertarik banget dengan cerpen cerpen di dalamnya. Aku baru tahu kalau ternyata banyak jenis cerita yang menarik. Akhirnya menulis cerpen pertama kelas I SMP dan berani ngirim cerpen ke majalah kelas III SMP. Nasibnya nggak tahu sih sampai sekarang.

Sebelum project buku duet ini, Mbak Nay & Mas Dion udah kenal belum?
Udah kenal sebelumnya, pernah ada semacam proyek dari sebuah penerbit yang kebetulan melibatkan kami di dalamnya. Tapi waktu itu belum kepikiran kalau kami bakal nulis novel duet.

Sejak kapan Interval ini dikerjakan?

Kalau nggak salah sejak September. Kami mulai buat outline dulu, baru kemudian menggarap cerita kami masing-masing. Setiap selesai satu bab, kami bakal tukeran dan saling mengomentari tulisan masing-masing. 

Gimana sih rasanya menulis duet? Ada hambatan dan kekurangannya? Lebih suka nulis solo apa duet? *he..he.. maaf pertanyaannya borongan*
Aku baru kali ini nulis duet. Awalnya kupikir, pasti  novel yang dikerjakan oleh dua orang yang berbeda butuh teknik yang beda dan lebih sulit dibanding novel solo. Tapi untunglah novel duet ini nggak kayak kebanyakan novel duet yang tulisan kedua penulisnya bercampur dan mungkin pembaca nggak akan bisa membedakan tulisan keduanya. Di sini kami punya bagian masing-masing, jadi nulisnya juga nggak begitu sulit. Hambatannya mungkin deadline yang agak ketat. Apalagi waktu itu aku lagi sibuk ngerjain proposal penelitian.
Kalau ditanya lebih suka nulis solo atau duet, ya suka dua-duanya sih. Tapi duet yang kayak gini ya, bukan duet yang seperti aku bilang tadi, yang tulisan kedua penulisnya nggak bisa dibedain. 

Setelah Interval ini, Mbak Nay dan Mas Dion sedang ngerjain buku baru lagi gak? Ada rencana buat duet lagi gak? Atau triple ngajakin saya. Ha..ha..
Hahaha, kebetulan Grasindo ada proyek novel kayak gitu tuh, yang keluar setiap bulan (lirik editor kami, Mbak AninJ) Lagi ngerjain naskah baru, doain semoga cepat kelar ya. Masih proyek Grasindo juga, tapi belum bisa dibocorin sekarang. Kejutan.
 
Saya jadi penasaran. Jangan lupa infoin saya ya klo udah mau launching lagi ;)
Nah pertanyaan berikutnya, nih.
Kalau harus mendeskripsikan Interval dalam 3 kata, Mbak Nay akan menggunakan kata apa?
Ini pernah ditanyain peserta #WritingClassGrasindonih. *maafkan diriku yang gak sempat memantau TL saat itu (>_<)*  Jawabanku: Unik, menarik, dan cantik ^^v

Apa harapan Mbak Nay untuk novel Interval ini?
Tentu aja, semoga banyak yang suka dan membelinya hehehe. Kami mengangkat tema keluarga dalam novel ini. Aku tahu betul (dari pengalamanku sendiri) beberapa orang, khususnya remaja nggak suka dicekoki langsung dengan nasehat atau petuah-petuah yang mungkin terdengar memojokkan mereka. Kami mencoba memasuki dunia mereka melalui tulisan,  melalui kisah kakak-beradik yang saling menjauh dan diam-diam saling merindukan. Bahwa sebuah keluarga, seretak apapun keadaannya,  pasti ada harapan untuk membuatnya kembali utuh.

Untuk Mbak Nay, blogger buku atau reviewer buku yang (kekurang) kerjaannya adalah menulis pendapat tentang sebuah buku itu apa? Apakah musuh, teman, atau apa gitu?
Mungkin beberapa orang menganggap sebagian reviewer buku adalah musuh penulis. Tapi aku sadar, kalau yang membuat kami terus berusaha menghasilkan karya terbaik adalah pertama, para pembaca yang menyukai karya kami dan kedua, pembaca lain yang meluangkan waktu untuk membaca dan mengkritisi karya kami. Blogger dan reviewer buku ada di posisi kedua, mereka sudah melakukan dua hal untuk kami, jadi mengapa harus menganggap mereka musuh? Yang seperti itu dinamakan teman, bukan?

Ah, terima kasih sudah menganggap saya teman *kamu Tria? Blogger buku lain kali* Terima kasih juga untuk kesediannya menjawab pertanyaan-pertanyaan saya. Sukses untuk Intervalnya dan saya tunggu karya berikutnya (^_^)
Aamiin. Makasih juga sudah meluangkan waktu untuk wawancara ini :)
***

Nah, itu tadi wawancara saya dengan Mbak Nay. Udah lebih kenal donk, jadinya?
Nah kalau mau cicipi karya Mbak Nay yang lain bisa juga dengan melihat review (Me)Mories yang ada di My Little Library ini.
Hm...selanjutnya kita obrolin tentang Giveaway Interval ya. (^_^)
http://photos-g.ak.instagram.com/hphotos-ak-xfa1/t51.2885-15/10881803_392889410883926_1731667312_n.jpg
 adi, Mbak Nay dan Mas Dion sudah menyediakan masing-masing 1 novel Interval untuk 2 orang pemenang. Siapa yang mau??? *hitung ngacung. Wah ada 50 orang? Harapan saya itu mah. He..he..*

Caranya mudah kok. Ini langkah-langkahnya:
1. Follow blog ini via bloglovin atau GFC
2. Baca review Interval dan (Me)Mories dan beri komentar di sana.
3. Follow twitter Mbak Nay (@inayahSyar) dan twitter saya @atriasartika
4. Share Giveaway ini di twitter kamu minimal 1 kali dengan hastag #GAInterval dan mention @inayahSyar dan @atriasartika. Banyaknya share tidak memengaruhi penilaian
5. Jawab pertanyaan ini di kolom komentar:
Jika bisa menggambarkan hubungan kamu dan saudara kamu dalam 3 kata, maka kamu akan memakai kata apa? Dan kenapa 3 kata itu?
Dan bagi yang nggak punya saudara a.k.a anak tunggal, bisa menjawab pertanyaan ini
Kamu ini punya saudara yang seperti apa?
6. Jangan lupa sertakan data diri kamu ya berupa:
follow blog ini via bloglovin atau GFC
nama akun yang dipakai memfollow
akun twitter
link share di twitter
7. Giveway ini berlangsung sejak 15 Februari sampai 28 Februari 2015
8. Pengumuman pemenang akan dilakukan selambat-lambatnya 3 hari setelah giveaway di tutup.
9. Pemenang dipilih berdasarkan jawaban yang saya dan Mbak Nay anggap paling menarik (^_^)
10. Giveaway ini khusus untuk yang memiliki alamat kirim di Indonesia saja ya (^_^)v
11. Jika ada yang ingin ditanyakan bisa melalui twitter ke @atriasartika atau ke email: anora.widad@gmail.com

Nah, gimana mudahkan? Jangan sampai ketinggalan ya. Dan saya tunggu cerita seru kamu tentang kamu dan saudaramu ya.

20 komentar:

  1. Aku anak sulung dan perempuan satu-satunya. Aku punya satu adik laki-laki.
    Jadi kalau mau digambarkan dengan 3 kata, aku dan adikku itu ... Nyebelin, Unik, Lengket.

    kalau ditanya kenapa, soalnya adik aku itu nyebelinnya sama kayak aku. dia suka naro barang sembarangan di wilayah kekuasaanku tapi pas ditegur ngambek. padahal emang wilayahku juga udah berantakan banget ditambah lagi sama dia -_-
    Unik? Nah, kalau udah urusan harus ngalah, dia tuh suka ngikutin Upin-Ipin yang sering bilang "kau kan abang!" dan berakhirlah aku yang harus ngalah sebagai abang. padahal aku bukan abang-abang *ditabok* -_- kalau giliran aku yang melas ke dia, aku suka balikin kata-kata dia, "kau kan abang!" soalnya di sisi lain tuh kita sama-sama punya keinginan yang nggak mungkin terwujud. apa tuh? Aku pengen punya kakak cowok (seperti yg kubilang, aku anak sulung) sedangkan adikku pengen punya adik cewek (dan aku ga pernah pengen punya adik cewek). at least permasalahan itu berakhir dengan tuker-tukeran peran yang kadang-kadang dia jadi kakakku :D
    kalau masalah lengket, iya aku maunya ke mana-mana sama dia. dia juga gitu, aku cuma mau ekskul ke sekolah atau aku mau ketemu temen aja dia pengen ikut. seringkali aku ngalah dan ngajak dia. nah gantian kalau aku lagi disuruh ke warung/ke rumah sodara nganterin sesuatu yg dia nggak pengen ikut, aku yang ngerengek ke adikku minta ditemenin ikut :D hehehe ini ceritaku kak, apa ceritamu? *lho? :|

    Thanks kak GAnya :)
    aku follow blog ini via GFC atas nama Dias Shinta
    akun twitter : @diasshinta
    link share di twitter : https://twitter.com/DiasShinta/status/566909964304674816

    BalasHapus
  2. isha dan dua adik isha. 3 perempuan. Twin, Cute. Jealous. Kalo beli apa2 harus sama tiga2nya.. udah kaya kembaran, kalo engga yaa jealous, berantem cuma gara2 remote tv. hahaha berantem kalo lagi deketan, ditanyain kalao lagi jauhan. Tapi itulah rasa sayang. segala sesuatunya menjadi seru karena keberadaan mereka.

    gfc vanisa desfriani twitter @ishavanisa share https://twitter.com/Ishavanisa/status/566945646049914880

    BalasHapus
  3. nama akun yang dipakai memfollow: bloglovin (Windy Agustin)
    akun twitter: @windyagustin8
    link share di twitter: https://twitter.com/windyagustin8/status/567246201439793154

    Saudara dalam tiga kata: Fisika dan Matematika.
    Fisika dan Matematika itu didasari ilmu yang sama: menghitung. Identik dengan hal yang sama: angka dan rumus. Bahkan tak jarang keduanya saling berkaitan dalam beberapa kasus. Dua ilmu itu satu fakultas di universitas, satu kesatuan dalam pelajaran SMA. Tapi tetap saja, dua ilmu itu berbeda, fisika lebih nyata dan matematika cenderung abstrak. Sama seperti aku dan kakak laki-lakiku, kami berasal dari rahim yang sama dan mempunyai banyak kesamaan dalam berbagai hal. Apa yang aku suka pasti kakak juga suka, dan vice versa. Tapi tetap saja, kami berbeda, kakak laki-laki dan aku perempuan(tentulah). Kakak lebih pintar menggambar, dan aku lebih pintar di ilmu eksak. Kakak lebih lembut dan aku sedikit kasar. Terkadang, kami bisa jadi Tom and Jerry, tapi di saat-saat aku butuh, kakak selalu ada, selalu membantu dan karena aku adik bungsu, tentu aku dimanja. Aku sering berandai-andai jika hanya ada aku di rumah ini, jika aku anak tunggal, apa jadinya keluargaku? Apa jadinya aku yang manja ini tanpa bantuan kakak? Apa jadinya ilmu fisika jika tidak ada ilmu matematika di

    BalasHapus
    Balasan
    1. Apa jadinya ilmu fisika jika tidak ada ilmu matematika di dasarnya?

      Hapus
  4. Bloglovin Jiah
    @jiahjava
    https://mobile.twitter.com/jiahjava/status/567291459556999170
    aku dan saudara2ku itu: Beda, Heboh, Solid.

    Aku anak ke-4 dr 5 bersaudara. Walaupun satu indukan, sifat kami semua beda terutama sebelum Mbak2 nikah. Mbak 1: keibuan, pinter masak. Mbak 2: rajin merawat diri, supel. Kakak : penyayang anak2. Saya : kebalikan sifat2 Mbak2 saya. Adek : troublemaker. Kita pasti tau dong, dalam 1 pohon, gak semua buah hasilnya manis. Begitulah keluarga saya.

    Heboh: kami semua heboh dalam keunikah masing2. Kalau saudara2 saya hebohnya kelihatan, kalau saya diam2. Saking diamnya, saya yang sering kena sasaran usil.

    Solid: walaupun beda, semakin bertambahnya usia kami semakin dekat. Dulu kami sibuk sendiri, bahkan kadang lupa punya saudara. Sekarang 2 Mbak sudah menikah, kakak kerja, saya sibuk sendiri dan adik sekolah. Tapi kami tetap berbagi komunikasi. Saling main walaupun beda kota.

    Saya berdoa, semoga sampai tua nanti kami bisa semakin dekat, tak putus kabar walaupun kedua org tua tidak ada lagi.

    BalasHapus
  5. nama akun yang dipakai memfollow : umimarfa

    akun twitter : @umimarfa

    link share di twitter : https://mobile.twitter.com/umimarfa/status/567420683311775744?p=v

    Activa, Passiva, Balance!
    Hehehe, sengaja pake bahasa Akuntansi, bukan mau nyombong kok itu memang jurusanku, tapi salah jurusan. Ah sudah, sudah. Aku sama adik mah seriiiiiing banget berantem, padahal umurku 4 th lebih tua dari adek, apa-apa diberantemin, sampe kadang-kadang aku bilang "dasar adik tak berguna" tapi dia juga jawab "kamu juga" hahaah, itu cuma bercandaan sih, tapi liat kl lagi kompak ngomongin orang tua (eh, dosa ya?) kompak banget, kita tuh nggak suka diatur-atur, terus kita juga punya mimpi bikin novel, aku yang nulis dia yang ilustrator, dia kan pinter gambar, bagus banget gambarnya bisa idup tanpa liat contoh, bakat dari kecil, nggak kaya aku tiap gambar orang datar-datar aja, jadi imbang dong :D Kalo lagi berantem mama selalu bilang, kamu itu sodaranya cuma satu, besok kalo udah tua ya temennya cuma satu, untunglah cuma satu, kalo aku punya adik banyak, gabisa bayangin sih :D

    BalasHapus
  6. Nama akun yang dipakai untuk memfollow: Ayre
    Nama akun twitter: @AyuReniSeptiani
    Link share: https://twitter.com/AyuReniSeptiani/status/567553614160207872

    Aku cuma punya satu saudara kandung. Kakak. Cowok. Beda umurnya... lumayanlah, ya. 5 tahun. Dan 3 kata yang cocok buat kami berdua adalah "cuek tapi sayang'. Kenapa? Karena udah pada gede dan memang dari kecil jarang banget keliatan berdua. Ya, kecuali ada event keluarga atau yang mengharuskan aku bareng dia. Kakak ke aku sikapnya cuek, dan gitu pun aku. Kami gak suka ikut campur maslah pribadi. Tapi soal 'pacar' sering banget jadi bahan buat cagilan (ejekan). Satu lagi, walaupun sikap kami cuek kayak bebek, kami sering curhat kalo mood-nya lagi gak jelas. Dan, kalo aku ataupun kakak kena maslah, pasti saling membantu--dan lagi-lagi dengan sikap sok cuek. :D

    BalasHapus
  7. Nama akun yang dipakai untuk memfollow: Sofhy Haisyah (GFC dan Bloglovin)
    Nama akun twitter: @Sofhy_Haisyah
    Link share:https://twitter.com/Sofhy_Haisyah/status/567664735416369152

    Aku tiga bersaudara, dan aku anak tengah :) jadi lagu anak-anak "Sayang Semuanya" sangat pas aku nyanyikan :D Oh iya, tiga kata yang menggambarkan saudaraku itu : ZEBRA, FREAK, dan HANGAT..

    Zebra, aku ambil kata ini untuk nunjukin bahwa warna kulit kami bertiga tuh kayak zebra (belang). Kakakku putih, aku hitam (tapi banyak manisnya sih), dan adikku putih. Kadang risih juga sih, kalo ada orang dari kampung datang kerumah terus liat aku ma adikku pasti bilang "putih tawwa ini adeknya di' daripada kakaknya" >_< sialan banget eh, dibanding-bandingkan dari warna kulit

    Freak, iyaa freak.. Kami bertiga tuh aneh tapi nyata. Kakakku yang satu-satunya cowok, freaknya itu suka banget suruh aku cacing rambutnya dia, suka nyuruh mencetin hidung tuk bersihin komedo dia, dan masih banyak lagi. Aku sendiri, freaknya karena suka bicara sama semua benda, misalnya : aku mau pake sandal terus sandalnya tuh gerak terus sampe susah dipake, ya udah pasti aku ngomong "jangan mako jadi sandal deh kalo ndak mau jako dipake".. terus adikku, dia itu freak-nya doyan kentut >_<

    Hangat, nah ini nih :) meskipun kami rada-rada gila dan aneh, kami bertiga kalo lagi sama-sama rasanya hangat banget !. Nonton bareng, terus rebutin remote, terus tiba-tiba adikku kentut eh kakakku nuduh aku, pas-nya ganti channel TV liat artis yang mukanya rada-rada kurang ganteng atau cantik pasti saling nunjuk "itu kamu, itu kamu".

    Pokoknya sih, terlepas dari keanehan itu semua,aku sayang sama mereka :)

    BalasHapus
  8. Ikutaaan …
    Follow blog ini via GFC Ayuni Adesty
    akun twitter : @ayuniadesty
    link share twitter : https://twitter.com/ayuniadesty/status/567779579462479872

    Saudara dalam tiga kata: “Sepasang sandal jepit”

    Kenapa “Sepasang sandal jepit”? Aku cuma punya satu saudara kandung, seorang kakak cowok yang beda umurnya enam tahun. Jadi kami memang bisa dibilang sepasang kan? Cewek sama cowok. He he …

    Ke mana-mana sering berdua. Dulu pas masih kecil, kakak ditugasin jagain aku karena bapak dan ibu kerja. Sering ikut main kakak ke manapun dia pergi. Selalu nangis kalau nggak diajak. Pas sekolah TK sampai kelas 3 SD selalu diboncengin kakak. Karena jarak sekolahnya dulu lumayan jauh. Sampai aku remaja pun ke mana-mana selalu dianter kakak karena aku nggak bisa naik motor.

    Meski kami beda, tapi kami selalu bersama. Meski jarang curhat, tapi aku beruntung memiliki kakak seperti dia.

    BalasHapus
  9. Dulu sebelum Aku dan kakak perempuanku masing-masing masuk asrama kami sangat akrab dan selalu bermain bersama (lebih tepatnya aku selalu mengikutinya) tapi setelah enam tahun tinggal diasrama dan hanya bertemu dirumah beberapa hari ketika liburan kami mulai terasa memiliki jarak. 3 kata untuk menggambarkan hubungan kami setelah lulus dan berada dirumah. SILENCE, CARED, COMPLEMENTARY.
    SILENCE. Kami berbagi kamar, tempat tidur, lemari pakaian dan rak buku. Tapi kami selalu berada dalam kesunyian, saling mendiamkan, tidak tegur sapa layaknya hantu yang seolah tidak pernah memperdulikan kehadiran satu sama lain. Waktu kami hanya dimalam hari untuk tidur tapi meski bersebelahan kami tidak saling berbicara dan sibuk dengan gadget masing-masing. Aku sendiri bingung untuk mencari topik bincangan-mungkin ia demikian. Ketika marah dengan keadaan kamar yang aku buat berantakan saja ia memperingatkan lewat kertas ditempel didinding untuk setidaknya merapihkan barang masing-masing. Kami berbicara di sosmed, bahkan menyiapkan kejutan untuk mamah saja kami membicarakannya lewat bbm bukannya secara langsung. Kami benar-benar bicara hanya ketika kami disatu ruangan dan bukan hanya ada kami berdua melainkan ketika disana ada mamah, ayah, atau adik laki-laki kami. Ketika itu kami baru berbicara, tertawa, dan bercerita. Mungkin karena kami menemukan topik bincangan.Kenyataannya kami ingin saling bercerita banyak hal, bertukar fikiran atau sekedar curhat pasangan seperti layaknya kakak beradik sesama perempuan. Namun sepertinya ada kecanggungan diantara kami setelah waktu lama tidak bersama dan memiliki kegiatan masing-masing.
    CARED. Meski begitu kami saling peduli. Ketika aku harus pulang malam dan tidak membawa motor aku memintanya menjemputku. Meski kesal, lelah, marah-marah ditelepon karena tidurnya terganggu nyatanya ia tetap bangun menjemputku meski tidak ada kata-kata umpatan langsung ketika melihatku. Begitu juga sebaliknya ketika ia harus berangkat subuh-subuh dan motornya sedang ada dibengkel ia menarik dan membangunkanku, aku tentu mrah-marah tapi tetap bangun mengantarnya dengan motorku dini hari yang masih gelap dan dingin. Kami saling menyayangi pernah ketika anti fans kakak disekolah dulu mengerjainya karena para cewe-cewe itu berfikir kakakku merebut cowo mereka (padahal cowo mereka yang ngejar2) yang menangis malah aku karena tidak tega kakakku yang dijailin hingga tidak bisa tidur semalaman.
    COMPLEMENTARY. Kami saling melengkapi dan selalu saling menyayangi. Untuk hadiah mamah kakak yang membeli kue dan aku yang membeli kado. Kakak yang selalu bawa makanan setiap malam dan aku yang memakannya, aku yang memasak dan kakak yang memakan masakanku, kakak yang cantik dan aku yang manis :p, kakak yang beresin kamar dan aku yang berantakin :D, kakak yang punya baju baru dan aku yang selalu meminjam u,u, aku yang suka beli buku dan kakak yang selalu baca,haha dipikir-pikir ketika nulis ini aku baru sadar adik perempuan emang biasa banget ya kaya gitu (nyusahin) sama kakak perempuannya :p (I love sister) seiring waktu kami mulai mencoba akrab seperti dulu karena situasi dan keadaan, perlahan kami membuka diri satu sama lain dan selalu menyapa dan bercerita. :*
    Ketika ia diam aku yg sllu mengalah membuka percakapan apa saja saja. Kami saling melengkapi satu sama lain.

    Follow blog: naza ulfa
    akun twitter : @ulfa_naza
    link share twitter : https://twitter.com/ulfa_nazariah/status/568050817434910720

    BalasHapus
  10. Jika bisa menggambarkan hubungan kamu dan saudara kamu dalam 3 kata, maka kamu akan memakai kata apa? Sewarna tapi berbeda.

    Dan kenapa 3 kata itu? Dunia biasa menyebut kami dengan kata “Kembar.” Saya dan kakak kembaran saya sewarna. Kami memiliki tinggi badan yang sama, rambut serta bentuk tubuh saya sama. Kami juga memiliki selera dan rasa yang sama. Ketika yang satu jatuh sakit, maka yang satunya lagi juga akan merasakan hal yang sama.

    Tapi berbeda. Ya, kami memang berbeda. Sifat kami berbeda. Minat dan bakat kami pun berbeda. Kakak saya cenderung cerewet dan saya pendiam. Kakak saya lebih pandai berhitung dan saya lebih pandai menghafal. Namun meskipun kami berbeda, kami tetap saling melengkapi, satu jiwa dalam dua raga.

    follow blog ini via bloglovin & GFC : Rany Dwi
    akun twitter : @Rany_Dwi004
    link share : https://twitter.com/Rany_Dwi004/status/568380686488313857

    BalasHapus
  11. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  12. Sebenernya, aku anak kedua dari tiga bersaudara plus harusnya jadi anak cewek satu-satunya. tapi karena kakak aku udah nggak ada. Aku jadinya naik jabatan jadi anak sulung. Alm. Kakaku cowok, aku cewek dan adikku Cowok. Punya adik cowok emm sesuatu banget deh! hahaha

    "Diam-diam Saling Sayang"

    Itu tiga kata yang mengambarkan hubungan aku sama adikku. Aku sama adikku bedanya cuma tiga tahun setengah, agak deket sih jaraknya tapi malahan aku dan adikku jarang ngobrol akrab bahkan kita nggak punya foto berdua (kecuali pas masih kecil ada). Kadang iri juga sih sama mereka yang bisa deket banget sama saudaranya, berhubung doi cowok malu kali ya kalau terlalu deket sama kakak perempuannya. Pernah suatu ketika aku berusaha mancing dia biar keliatan so sweet gitu, di medsos aku bilang "adikku sayang selamat ulang taun" tapi yang ada kita malah geli sendiri hahaha nggak biasa so sweet sih abisnya.

    Dulu, kita masih suka cerita-cerita dan main bareng cuma karena sekarang udah pada beranjak dewasa dan punya kesibukan masing-masing makin pada saling cuek, padahal kita saling sayang. Diem-diem aku selalu mantau dia, diem-diem aku selalu berusaha jagain dia, diem-diem aku harus tau kabar tentang dia. Walaupun kadang aku sok cuek dan nggak peduli, ade aku juga sama sih. Hahaha


    Pas masih SD, adikku sering dijahatin sama temen mainnya dan pasti aku langsung turun tangan bertindak, sebisa mungkin aku melindungi dia. Terus waktu kecil juga orang tua kita mesti beliin apa-apa tuh yang sama soalnya pasti suka ngiri salah satu, misal adikku dibeliin mainan tamagochi aku juga harus dibeliin hahaha kadang sampai sekarang pun masih suka iri tapi udah nggak kayak dulu karena kita udah pada dewasa sih, malu juga kalau ribut cuma gara-gara hal sepele.

    Sekarang dia bahkan tingginya udah ngalahin aku, orang-orang yang baru ketemu kita pasti bakal bingung mana kakak mana adiknya hahaha
    Sekarang dia tinggal di rumah nenek, berjauhan sama aku malah ngerasa ada yang kosong dan kurang. Padahal kalo deket nyaris kayak nggak pernah akur hahaha wajar sih sodara ada aja ceritanya.

    Dia bandel, kadang aku kesel banget. Kita saling cuek padahal sebenernya saling peduli. Tapi biar gimanapun dia tetep adikku, saudaraku. Pastinya aku akan selalu sayang sama dia <3


    GFC : Mita Oktavia
    @Oktaviamithaa
    https://twitter.com/OktaviaMithaa/status/568723336835911680

    BalasHapus
  13. GFC : Lina Kartika
    Twitter : @meilinakartz
    link share : https://twitter.com/meilinakartz/status/569357507421827072

    Aku sama kakakku itu bedanya 8 tahun, kakakku cowok. Kita cuma dua bersaudara. Menurutku kita itu kaya permen karet stroberi. Yup. 3 kata aku sama kakakku itu ‘Permen Karet Stroberi’ kata ini tercetus ketika aku lagi bantu-bantu ibu.
    Permen, emm... permen itu banyak rasanya ada yang manis, pedes dan ada yang asam banget. Aku sama kakakku itu kadang keliatan manis, pedes, asam. Manisnya itu pas kita nggak berantem, misalnya pas aku beli makanan, belinya harus dua porsi yang satu buat kakak dan sebaliknya atau pas kakak aku ngajarin apa yang nggak aku bisa. Pedes sama asamnya itu kalo aku sama kakak lagi berantem, kita kalo berantem itu nggak pernah serius dan kalo lagi berantem pasti keliatan banget soalnya aku pasti suka jerit-jerit nggak jelas.
    Karet, karet itu fleksibel, mudah menyesuaikan. Aku jadi inget cerita ibu ku tentang dulu pas aku masih dikandungan, kakakku itu seneng banget pas tau mau punya adik cewek. Dan menurut cerita ibuku kakak itu jadi kadang suka maen bekel, bunga dan semacamnya. Pas aku udah agak gede kadang aku suka diajak maen kerumah temen-temennya yang cowok semua, sebenernya nggak mau tapi yaudah akhirnya ikut. Eh disana pada maen bola dan apesnya aku kena tendangan bola dari temennya kakak, dan itu nggak hanya sekali. Karena dulu kadang suka ikut maen sama kakak, sampai-sampai ada cowok yang nggak berani nakalin aku karena aku adiknya kakakku.
    Dan terakhir stoberi. Storberi itu kecil, warna merah bentuknya kaya hati rasanya ada yang manis dan ada yang asam. Sebenernya aku sama kakak itu manis-manis, kalo bertengkar nggak pernah serius, kita kayaknya juga nggak pernah berantem sampe nggak mau bicara. Dulu waktu kecil kakak juga kadang ngisir rambut aku, ngepotong poni rambutku kalo udah panjang. Dan sampai kakakku udah nikah, kita masih manis-manis aja. Cuma agak ada perubahan dikit.

    BalasHapus
  14. Kata yang kupakai untuk menggambarkan aku dan empat adikku adalah Rindu yang Bergemuruh.

    Sekian tahun kami jalani dengan merantau bersama ke Yogya, berbagi cerita, bertengkar atau sekedar saling menyemangati dalam mewujudkan mimpi kami.

    Sekarang hampir 7 tahun lebih aku terpisah dari adik adikku yang sudah kembali ke desa tempat kami menjalani masa kecil.
    Jangankan bercanda, sekedar berbagi sapa saja jarang kami lakukan.
    Kadang aku ingin tahu rasanya bertwngkar dan saling menyalahkan, tapi yang tertimbun hanya rasa rindu yang kian hebat bergemuruh.

    Kangennn dengan adik adikku huhuuuu

    BalasHapus
  15. Tambahan
    Yunita Hentika
    Email yunitahentikadani@gmail.com
    Twitter @yunitahentika
    Surabaya

    BalasHapus
  16. nama akun yang dipakai memfollow: bloglovin rizqa nurul hidayanti GFC:riezqha92@gmail.com/Riezqha N.H
    akun twitter :nurul_rizqa
    link share di twitter: https://twitter.com/nurul_rizqa/status/570476856555794432
    Aku dan kaka cowokku seperti "Tom dan Jerry" perbedaan usia 8 tahun nggak mnjadikan kami akur malah sering berantem karena hal sepele misalnya makanan, kakakku yg hobi makan suka banget ngambil makananku seenaknya itu bikin aku marah dan ngadu sama ortu. kakakku itu nggak mau ngalah tapi begitupun aku juga nggak mau kalah secara anak terakhir pengennya menang terus(hahaha). seperti tom dan jerry yang suka kejar-kejaran lalu baikan begitu juga dgn kami. Aku pernah ngejar kakakku yg jahat bgt ngambil makanan favoritku tp akhirnya aku yg kalah berasa aku yg jadi Tom deh. kita juga sering iri-irian karena slah satu dibeliin barang sama ortu padahal harusnya dgn jarak usia yg jauh membuat kakakku lbih dewasa tapi dia masih kya anak kecil. tapi kita juga sering baikannya juga kok, kalo lagi dapet uang kakakku sering beliin aku makanan hahaha... perbedaanku dgn kakaku yg paling utama adalah: dia cow, aku cew. dia berambut lurus aku keriting, dia berwajah oriental tapi aku wajah jawa, dia cerewet sedang aku pendiem, dia usil smntara aku kalem(eh... tapi aku nggak setuju kalo ada yg bilang kami seperti langit dan bumi ya karena kami sama2 punya kulit putih, sama2 tinggi dan sama2 cantik-ganteng :P)

    BalasHapus
  17. Seandainya kami bertiga bisa di ibaratkan dengan sebuah kata, maka "Api, Hujan dan Pelangi" lah yang cocok dengan kita.

    Kita, tiga bersaudara yg akan menjadi pelangi indah saat senja ketika kami saling mengisi, menghargai dan mendukung satu sama lain. Namun ketika emosi mendominasi masing2 dr kami, maka api lah yang membakar kami. Api yang membara akan menyulut perselisihan diantara kami. Tak ada lagi istilah saudara atau yang lebih tua, lebih muda atau lebih berkuasa. Semua akan terbakar bersama emosi yg memonopoli pikiran kami.

    Dan ketika semua nya menuju pertengkaran atau mendekati perselisihan hebat. Kesabaran, rasa mengalah dan hati lah yang akan menjadi penenang diantara kami. Menjadi hujan yang meredakan api didalam hati kami.

    Karena kami, akan selalu menjadi pelangi selagi kita mau. Kecuali, pelangi itu kita biarkan hanya menjadi hiasan dinding di langit malam. Indah tapi tak terlihat :')

    Nama : Elok Faiqotul
    Akun GFC : Elok Faiqotul
    Akun Twitter : @_elokfa
    Link Share : https://twitter.com/_elokfa/status/571353812117499904

    Thanks wadah celotehnya ^^ wish me luck :)

    BalasHapus
  18. Tiga kata itu adalah Jauh Tapi Dekat.

    Kakak cowok saya kuliah di Yaman, dua adik saya sekolah di luar kota, dan saya di rumah menjaga orangtua. berkumpul bersama adalah kata-kata ajaib yang sangat kami nantikan. sudah bertahun-tahun kami tak makan di meja yang sama, tak bercanda di ruang keluarga yang nyaman. kami hanya mengandalkan teknologi semacam internet dan telepon genggam untuk saling bertanya kabar atau bercerita tentang kegiatan masing-masing. hanya doa yang selalu kami langitkan agar kami diberi kesempatan yang luas untuk berkumpul kembali jika semua 'urusan' kami di rantau telah tuntas. kami ingin mendengar derai tawa ayah dan ibu bersama, menatap senyuman yang menguatkan, serta saling mendukung.
    walau di masa lalu berbagai kesalahan terjadi, misalnya bertengkar karena berebut buah apel, tak mau mengajak bermain bersama, kakak memarahi karena saya mencuri uang ayah atau saya yang tak berhenti mengejek adik yang gendut, tapi semua itu hanya bumbu-bumbu yang membuat kami belajar memahami.
    walau kini kami saling berjauhan, tapi masing-masing menyimpan rindu yang sama untuk bisa berjumpa.

    akun Bloglovin' : Athi Suqya Rohmah
    twitter : @athi_suqya
    link: http://tinyurl.com/o4mlmru

    BalasHapus
  19. Aku dan kakakku.sahabat terbaik aku.alasannya.aku sering curhat,tempat aku menuangkan emosi/bertengkar,sering kritik/memberi masukan,sering hangout brg,sering pinjam meminjam barang(baju,sepatu,tas).mencari seorang sahabat yg benar peduli dan mengerti kita sulit.yg tersulit menjaga sahabat terbaikku yaitu kakakku agar tetap menjadi org yg terdekatku(walaupun sdh menikah)

    BalasHapus