Jumat, 30 Januari 2015

[PostBar] Hadiah Secret Santa: Point of Retreat


Hati seorang laki-laki
bukanlah hati
jika tak dicintai seorang perempuan
Hati seorang perempuan
bukanlah hati
jika tak mencintai seorang laki-laki
Namun, hati laki-laki dan perempuan yang saling jatuh cinta
bisa lebih menyulitkan daripada tidak punya hati
karena paling tidak, kalau kau tak memilikinya
hatimu tidak bisa mati saat tercabik
(hal. 196)
18367746
Judul terjemahan: Titik Mundur
Penulis: Collen Hoover
Alih Bahasa: Shandy Tan
Editor: Ambhita Dhyaningrum
Desain sampul: Edward Iwan Mangopang
Setting: Anton M
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: Pertama, 2013
Jumlah hal.: 352 halaman
ISBN: 978-979-22-7876-7

Berhasil melewati guncangan kematian, patah hati, dan belitan takdir, membuat Layken dan Will yakin hubungan mereka akan baik-baik saja. Tetapi kejadian tak terduga menghancurkan segala harapan hingga memaksa mereka untuk mundur dan berpikir ulang tentang komitmen. Layken dan Will terpaksa memilih jalan sulit dan menyakitkan… mereka harus berpisah.

Will tidak rela melepaskan Layken begitu saja. Ia bertekad membuktikan kesungguhan cintanya dengan satu-satunya cara yang ia yakini dapat merebut kembali hati Layken… dengan puisi. Saat keadaan mulai membaik, cobaan lebih besar datang, cobaan yang tidak hanya bisa mengubah kehidupan mereka, tapi juga orang-orang yang bergantung pada mereka. Kali ini, bahkan puisi pun tak bisa mengembalikan Layken dalam hidup Will.
 


***

“Jika memang ada hal yang kupelajari sepanjang minggu ini, yaitu bahwa aku membenci jarak. Jarak sungguh menyebalkan.” (hal. 189)

Kisah cinta Layken dan Will kembali hadir. Setelah sebelumnya di novel Slammed, Collen Hoover, menuliskan cerita dalam sudut pandang Layken atau yang akrab disapa Lake, kali ini penulis mengajak pembaca melihat kehidupan dalam sudut pandang Will.

Dalam Slammed, huru hara hubungan keduanya terjadi karena sikap Will yang menjaga jarak serta tanggapan ibu Lake, Julia, tentang hubungan mereka. Maka dalam Point of Retreat, kisah benar-benar berpusat di dalam kehidupan mereka. Tentang bagaimana Will dan Lake menjalani peran sebagai orang tua di usia yang masih sangat muda. Mereka harus menggantikan kedua orang tua mereka merawat adik mereka satu-satunya yang kebetulan usianya sama dan bersahabat. Kel, adik Lake, dan Caulder, adik Will, menjadi poros kehidupan mereka berdua. Mereka berbagi beban dalam membuat keputusan yang tepat bagi sikap kedua adik mereka. Ketika Kel dan Caulder dihukum akibat tingkah mereka, Will dan Lake harus mampu mengambil keputusan yang tepat. Mencoba mengubah sudut pandang dari seorang kakak menjadi orang tua. Namun di saat yang lain, mereka tetap berusaha menjadi kakak yang bisa diajak bercanda dan bersenang-senang. Hm..sebuah tantangan yang sangat asing bagi mereka.

Selain itu, kehadiran Kiersten, gadis kecil yang juga sahabat Kel dan Caulder, menjadi warna baru yang menyegarkan dalam kisah Will dan Lake. Ibu Kiersten, Sherry, yang menaruh perhatian pada Will dan Lake pun mengambil peran yang berarti dalam konflik-konflik yang muncul dalam hubungan dua orang muda ini. Seolah mengisi sedikit peran orang tua dalam kehidupan Lake dan Will.

Masalah-masalah yang muncul dalam hubungan Will dan Lake tumpang tindih. Menyuntikkan keraguan dalam benak Lake. Memantik kekesalan Lake. Mereka akhirnya harus benar-benar belajar untuk segera dewasa. Harus  mampu mengendalikan diri dengan baik sekaligus mampu memahami perasaan satu sama lain.

Sanggupkah mereka berdua menjalani kehidupan yang berbeda dari yang dimiliki oleh pemuda lainnya?


“... kadang-kadang dalam hidup ini terjadi hal yang tidak kita rencanakan. Yang bisa kulakukan sekarang adalah meresapi masalah ini dan mulai memetakan rencana baru.” (hal 207)

***

Terkadang, dua orang harus berpisah dulu untuk menyadari betapa mereka butuh untuk bersatu kembali. – Pengarang tidak diketahu (Hal. 127)

Jika ada yang  bertanya yang mana yang lebih kusukai, “Slammed atau Point of Retreat?”, maka saya akan memilih buku ini. Ini karena saya lebih menyukai puisi-puisi yang bertebaran di dalam buku ini. Selain itu, emosi yang ditampilkan oleh tokoh-tokohnya jauh lebih terasa.

Kebingungan-kebingungan Will tentang pola pikir Lake. Keinginan Will untuk selalu berada di dekat Lake. Serta perasaan Will saat hubungannya dengan Lake memburuk benar-benar mampu menampilkan emosi Will sebagai seorang laki-laki. Ini menjadi pencampaian tersendiri bagi Coolin Hoover. Bukan hal mudah bagi seorang perempuan untuk bercerita dengan menggunakan sudut pandang orang pertama laki-laki.

Ada berbagai emosi yang ditampilkan. Ada masanya pembaca diajak tertawa bersama para tokohnya yang masih muda dan menikmati sejumlah kenakalan kecil. Ada pula perasaan saat Will dan Lake tidak mampu menahan hasrat mereka satu sama lain. Serta ada pula keharuan yang muncul Will merasa ia akan kehilangan Lake.

Ah, tapi saya paling terharu dengan moment saat Caulder membawakan Slam. Ia menyampaikan tentang semua perasaannya tentang apa yang terjadi dalam hidupnya dan Will. (T_T)

Sedikit hal yang menurut saya kurang adalah intensitas puncak utamanya kurang terasa. Mungkin jarak antarkonflik terlalu dekat. Selain itu, gairah yang muncul di antara keduanya ditampilkan terlalu terbuka. Jadi rasanya sedikit kurang manis. Tapi aku suka opening-opening setiap chapter yang dibuat seperti jurnal pribadi Will.

Dan satu info tambahan puisi favorit saya adalah yang ada di halaman 103 – 105. (^_^)


“..., terkadang peristiwa dalam kehidupan manusia tidak terjadi sesuai urutan kronologis yang semestinya.” (hal. 336)

***
#puisi inspired by #buku Point of Retreat karya Collen Hoover

Saat isi kepalaku penuh, namun bibirku kelu, maka pena menjadi wakilku

Kadang otakku tak cukup berputar, terlena oleh indahnya parasmu, dan tergagap oleh merdunya suaramu

Hingga saat tiba waktuku sendiri, ku raih kertas & pena, menulis seribu pesan cinta yang takkan mampu ku ucapkan tanpa diracuni malu, merangkai kata dengan terpatah-patah saat amarah terlalu menyesakiku

Saat menuliskannya semua terasa mudah
Sebab aku mempunyai titik mundur tuk menatap kembali langkah kita agar bisa menentukan langkah maju selanjutnya menuju rumah masa depan kita

#PuisiTentangBuku 
#CeritaKita
#Cinta
#jatuhCinta
puisi inspired by Point of Retreat
 Saat isi kepalaku penuh, namun bibirku kelu, maka pena menjadi wakilku


Kadang otakku tak cukup berputar, terlena oleh indahnya parasmu, dan tergagap oleh merdunya suaramu

Hingga saat tiba waktuku sendiri, ku raih kertas & pena, menulis seribu pesan cinta yang takkan mampu ku ucapkan tanpa diracuni malu, merangkai kata dengan terpatah-patah saat amarah terlalu menyesakiku

Saat menuliskannya semua terasa mudah
Sebab aku mempunyai titik mundur tuk menatap kembali langkah kita agar bisa menentukan langkah maju selanjutnya menuju rumah masa depan kita


***

Ada yang menarik dari buku ini. Jika ada yang mengikuti postingan tentang Secret Santa 2013 yang saya ikuti tahun lalu, maka tahu dong hadiah yang saya terima dari Santa. Yup, saya dihadiahi Slammed. Ha..ha.. iya, seri pertama dari kisah Lake dan Will ini.

Dan tahun ini, Point of Retreat juga adalah hadiah dari Santa yang baik. Namun bedanya, adalah saya benar-benar clueless tentang siapa Santa yang menghadiahi buku ini untuk saya. Padahal tahun lalu saya dengan sukses bisa menebak bahwa yang menghadiahi saya. Yang menghadiahi adalah Nanny yang baik hati yaitu Bunda Nannia (Nannia Mini Library)

Tapi tahun ini?? Santanya lebih pro. Lihat saja ridle yang dikirimkannya padaku di postingan Riddle Secret Santa 2014.

Hiks..hiks..somebody. Aku udah coba ubek-ubek buat nemu jawabannya. Cuma nemu huruf-huruf acak (-_-“). Wahai Santa tunjukkanlah dirimu (>_<)

17 komentar:

  1. Lho? Gak ketebak, at? Tebakanku santamu di sby, dia jg salah nebak santanya.
    ya tapi ini tebakanku doang sih (.__.)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hiks..iye, nggak ketebak Kak.
      Tahu gitu aku serius minta wangsit ke Kak Dewi (>_<)

      Hapus
    2. Mbak Dewi nebak apa dapet ilham sih sbenernya? I'm genuinely curious O.o

      Hapus
  2. *menunggu dengan sabar santa menunjukkan dirinya*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ha..ha.. iya, ternyata santaku sangat jago bikin ridle (>_<)

      Hapus
  3. Aku ya penasaran Santanya siapa, kreatif banget pake ngirim cd.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tuhkan, bukan cuma kau yang mikir klo Santaku ini kreatif (^_^)

      Hapus
  4. Perhatikan artwork lagu pertama, Atria. My Heart is Open punya artwork dengan huruf V di depannya, jadi riddleku berpusat pada huruf. Pada lagu, apa yang kamu lihat pertama? Judul, artist, dan lirik kan biasanya. Kalau judul dan artis sudah diubek tapi acak, berarti tinggal lirik. Kalau Atria mau ubek-ubek di google, cari lirik semua lagunya dan ambil semua huruf pertama. You'll find my full name :)

    Anyway, glad you like the book :D maaf terlalu vague ya soal riddlenya, habis bikinnya dadakan

    BalasHapus
    Balasan
    1. akhirnya Santa-ku menampilkan wujudnya (^_^)

      Maaf tidak bisa menebak dengan tepat (>_<) Benar-benar gak kepikir ke lirik lagu. He..he..

      Terima kasih bukunya :D

      Hapus
    2. jadi apa sudah ketemu? Emang acak sih, tapi semua huruf namaku Wirda Adila Ridyananda ada semua :)

      Sama-sama ^^

      Hapus
  5. banyak yang terfrozen deh di SS kali ini xD

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ha..ha.belum sempat mengunjungi yang lain nih. Lagi susah online via laptop (>_<)
      Dirimu gimana tebakannya? Tepat gak, Dan??

      Hapus
  6. Wah... berarti mesti nunggu setahun untuk ngelanjutin buku keduanya. Atria sabar banget yak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ha..ha.. selalu lupa mencari bukunya di Toko Buku Mbak. giliran ingat pas nggak punya uang..ha..ha. (^_^)

      Hapus
  7. Wah nin, salah tebak. Kok kayak nya rencana kita berhasil ya? Jebakan batman nya ternyata berguna..
    *lari tungang langgang *

    BalasHapus
    Balasan
    1. tahun depan kita ngga bisa bikin twin riddles Sas. Harus bikin sendiri-sendiri XD Dan yang pasti harus yang ngga bisa ditebak Mbak Dewi #lirikbudokter

      Hapus
    2. Ternyata bersatunya 2 kepala memang bisa menghasilkan rencana hebat
      *keluhan korban*
      harusnya kemarin menggalang lebih banyak detektif nih :D

      Hapus