Sabtu, 24 Januari 2015

Alpha



“Jika suatu hari perasaan takutmu itu muncul lagi, kamu harus ingat kalau aku akan selalu ada di sisimu” (hal. 262)
24502706


Penulis: Nathalia Theodora
Penyunting: Dyah Utami
Penyelaras akhir: Sasa
Perancang Sampul: Fahmi Fauzi
Ilustrasi sampul: Fahmi Fauzi
Penata Letak: Tri Indah Marty
Penerbit: Moka Media
Cetakan: Pertama, 2014
Jumlah hal.: iv + 260 halaman
ISBN: 979-795-944-9

Namaku Violet. Adalah takdirku menjadi Makary, menjaga dunia kami tetap ada. Karena jika kami mati, monster penghancur dunia akan bangkit. Kami pernah hancur dan takkan pernah membiarkannya terulang kembali.

Lalu aku bertemu dengannya, Jesse. Ia begitu indah, begitu sempurna. Bersamanya aku bebas. Bersamanya aku menemukan kebahagiaan yang tak pernah kurasakan. Tetapi dapatkah aku memercayainya?

Ia adalah bagian dari Suku Gruev, bangsa yang ingin menghancurkan kami, membangkitkan monster itu.
Ia adalah android.
Dan ia, diciptakan untuk membunuhku.
***
Saat membaca novel romance sci-fi ini, terlintas sebuah pemikiran. “Ini adalah Romeo & Juliet versi modern”. Jika dalam drama Romeo & Juliet yang diceritakan Shakespeare yang berseteru adalah keluarga Capulet dan Montague, maka dalam cerita ini yang berseteru adalah suku Makaros dan Suku Gruev.

Romeo & Juliet (sumber foto di sini)
Dikisahkan bahwa kedua suku ini berseteru karena ambisi suku Gruev untuk menguasai dunia. Suku Gruev berusaha menguasai dunia dengan memanfaatkan seekor monster raksasa yang sedang tidur entah dimana. Namun suku Makaros diberi kemampuan untuk tetap memastikan monster tersebut terus tertidur. Sayangnya, dalam setiap generasi ada delapan belas tahun yang disebut sebagai Waktu Kosong. Di masa ini suku Makaros kehilangan kemampuannya untuk membuat monster tersebut tetap tidur. Hingga dibuatlah sebuah jalan keluar dengan menjadikan 13 orang anak sebagai kunci yang memastikan monster tersebut tetap tidur. Ketiga belas orang anak tersebut disebuat Makary. Selama ketiga belas orang anak ini tetap hidup, maka sang monster akan tetap tertidur selama Waktu Kosong tersebut. Setelah itu, kemampuan Suku Makary untuk mengunci monster tersebut akan kembali hingga Waktu Kosong berikutnya. Itulah yang menyebabkan keselamatan Makary sebagai prioritas utama. (Hal. 27 -29)

Tokoh utama dalam cerita ini bernama Violet. Ia adalah seorang Makary. Itu sebabnya ia pun menjadi sasaran kejahatan suku Gruev. Sejak kecil, karena darah Makary yang dimilikinya, ia harus selalu berada dalam lindungan dan pengasingan. Ini untuk mencegah suku Gruev mengetahui keberadaan Violet dan 12 orang Makary lainnya. Hingga suatu hari Violet bertemu dengan Jesse. Jesse adalah seorang Alpha.

Alpha adalah sebutan bagi android buatan suku Gruev. Suku Gruev membuat dua jenis android untuk menyerang suku Makaros. Yang pertama adalah Beta atau Blue Android. Beta ini diciptakan memiliki bentuk seperti manusia dan berjalan sesuai program yang dibuat oleh suku Gruev. Kemudia ada pula Alpha atau Red Android. Secara fisik Alpha mirip dengan Beta. Bedanya adalah kemampuan Alpha satu tingkat lebih tinggi daripada Beta. Ini karena dalam Alpha ditanamkan kecerdasan berpikir sendiri dan perasaan yang bisa berkembang sendiri. Ini membuat Alpha semakin mirip dengan manusia.

Dengan kemampuannya ini, Jesse yang merupakan seorang Alpha, menjalin kedekatan dengan Violet secara diam-diam. Mereka bertemu di hutan tanpa pengetahuan seorang pun. Hanya Debra, sahabat Violet yang juga seorang Makary, yang mengetahui hubungan keduanya.

Hingga suatu hari terjadi serangan di desa yang dihuni suku Makaros. Violet merasa marah kepada Jesse yang tidak mengatakan apapun tentang penyerangan ini. Akibar penyerangan ini ada Makary yang meninggal dan ini membuat Violet semakin marah. Namun ia pun menyadari bahwa ia mencintai Jesse.

Lantas jika seperti ini, apa yang akan terjadi dalam hubungan Violet dan Jesse?

***
sumber foto di sini
Yup, cerita Romeo & Juliet dengan tokoh android dan manusia ini menarik diikuti. Ada rasa penasaran yang ditebarkan oleh penulisnya. Tentang bagaimana hubungan Violet dan Jesse? Apakah Suku Makaros bisa menghalangi niat suku Gruev untuk membangkitkan monster jahat yang pernah menghancurkan dunia? Apakah seluruh Makary akan mati, termasuk Violet?

Semua rasa penasaran ini membuat saya tidak berhenti membaca novel ini sampai halaman terakhir. Sayangnya meskipun mengambil sudut pandang orang pertama, emosi dalam novel ini kurang mampu memengaruhi pembaca. Memang ada rasa hangat yang menjalari hati saat penulis menggambarkan tentang sebuah lembah yang indah yang ditunjukkan Jesse pada Violet. *tapi kenapa saya malah membayangkan adegan film Twilight ya?? :D*

Sayangnya emosi Violet setelah penyerangan kurang kuat. Perasaan marah dan sedih yang berganti dengan segera ditampik oleh perasaan cintanya pada Jesse. Tidak bisakan ia berburuk sangka dengan penuh amarah pada Jesse? Tidak bisakah ia dibuat lebih membenci suku Gruev lagi?

Selain itu, ada hal lain yang saya rasa akan lebih menarik jika penulis bisa memperluas “dunia ciptaannya”. Tidak hanya sekedar suku Makaros, suku Gruev dan suku lainnya. Apalagi dikisahkan bahwa di generasi Violet Makary tidak lagi hanya berasal dari suku Makaros saja. Ada pula yang berasal dari suku lain. Akan lebih menarik jika diceritakan tentang suku lain dan kemampuan mereka. Jika suku Gruev digambarkan ambisius dan sangat cerdas, dan suku Makaros memiliki kemampuan untuk menidurkan monster, maka akan menarik jika suku-suku lain memiliki kemampuan khusus juga. He..he.. Tapi ya ini hanya sekedar ide.

Oiya, sekedar info kepada editor dan pihak penerbit, ada kesalahan penulisan yang sangat mengganggu di halaman 221. Kalimat pertama di halaman ini ditulis tanpa spasi (>_<)

Hm.. Secara keseluruhan saya suka dengan ceritanya. Covernya pun sangat mewakili kisah di dalam novel ini.

Ha..ha.. sekali lagi moka media membuat saya menikmati genre yang berbeda dari yang selama ini saya baca. Meskipun muatan romance dalam kisah ini sangat dominan (^_^)v

***
Puisi yang terinspirasi oleh novel ini

sumber foto: instagram @atriasartika

Apa kamu peduli pada apa yang orang pikirkan tentang kita?
Aku, tidak!
Sebab saat semua orang berkata, “Seharusnya kalian saling membenci!”
Aku malah menemukan cinta sejati
Jadi, menurutmu haruskah kita berhenti?
Aku berharap kau berkata, “tidak!”





39 komentar:

  1. suka banget sama puisinya
    awal violet & jesse ketemu itu dimana ya, terus kok ga ada yang mantau mereka
    violet suka sama jesse, terus kalo jesse cuma manfaatin violet gimana? aaaaaa penasaran nih

    BalasHapus
  2. Covernya bagus ada birunya, roman scifi? Blm pernah baca

    BalasHapus
  3. Penasaran sama ceritanya romeo dan juliet versi modern ini >.<

    BalasHapus
  4. Dari review yang aku baca
    Violet dan Jesse bisa menyatukan 2suku yang berseteru ,,, dengan kekuatan cinta dan kepercayaan ,mereka bisa membuat hal yang tidak mungkin menjadi mungkin

    BalasHapus
  5. Ada alpha, beta, ada satu lagi yang kurang, gama nya mana? Hehehe ....

    BalasHapus
  6. waktu baca ada sukunya aku pikir seperti suku-suku yang biasa aku tahu, tapi keren juga suku bisa buat andriod yang mirip manusia.
    Nggak tahu cerita Romeo & Juliet hahaha *ketinggalan zaman*, tapi baca novel ini mungkin sudah mewakilinya.

    BalasHapus
  7. menurutku sih, ini kayak I Am Number Four campur D' Angel-nya Luna Torashyingu ;D

    BalasHapus
  8. wih idenya oke juga, romeo dan juliet versi modern. jadi pengin baca nih :D

    BalasHapus
  9. Ah baca reviewnya bikin tertarik untuk baca. sepertinya seru

    BalasHapus
  10. Suku Makaros dan suku Gruev? Menarik sekali :) jadi penasaran dengan gaya yang penulis tulis dalam novel ini.

    BalasHapus
  11. Oke. jujur awal aku baca review ini menurutku kata-katanya agak ribet atau akunya yang udah mulai ngelantur malem-malem dan gak bermood buat baca sesuatu (-___-") tapi pas baca bagian tentang perasaan violet terhadap jesse tiba-tiba nih otak mulai ngudeng *aneh atau mungkin aku nih baperan atau gimana yaah wkwk tapi menurut aku pribadi, ide dari cerita novel ini bener-bener keren gitu hehe, penulisnya bener-bener bisa banget bikin isi ceritanya ini ke jenjang penasaran akut buat readersnya!!! (-_-?)

    BalasHapus
  12. Puisi yang mbak tria tulis rasa nya amat sangat pas dengan perasaan violet ya... i love it...^^ saya memang belum pernah membaca karya mbak nathalia sebelumnya tapi dari review yang diberikan buat penasaran dengan kisah cinta violet dan jesse. dan yang paling buat penasaran adalah gmn sih cara mbak natahalia menggambarkan tiap suku itu? karena pasti selalu ada yg unik dari tiap suku2 fiktif didalam novel :D

    BalasHapus
  13. Sbenera saya penasaran dg novel model begini, maklum gak banyak baca genre ini hehe

    robot tp berperasaan, menarik kaya di film2

    BalasHapus
  14. Kakak pinter banget buat puisi sih, keren deh ><

    Btw, bukunya keren. Aku juga batu cari buku yang genrenya begini an...

    BalasHapus
  15. Kakak pinter banget buat puisi sih, keren deh ><

    Btw, bukunya keren. Aku juga batu cari buku yang genrenya begini an...

    BalasHapus
  16. Kakak pinter banget buat puisi sih, keren deh ><

    Btw, bukunya keren. Aku juga batu cari buku yang genrenya begini an...

    BalasHapus
  17. Novelnya keren banget si! Penulisnya kreatif pula. Dunia yang belum muncul pun dimunculkan. Sebenarnya sih ini novel sudah diincar banget.. Cerita Violet dengan Jesse bikin penasaran sama isi kesuluruhannya. Ditambah genre romance sci-fi yang saya suka.

    BalasHapus
  18. Dari review ini yang malah bikin tertarik itu pmalah puisinya mbk Atria, sepertinya mewakili sekali kisah cinta Violet n Jesse :D
    Tapi genre sci-fi sendiri bukan favaorit saya cuma ceritanya berbalut romeo juliet gitu, jadi kayaknya lumayan bagus ya ...

    BalasHapus
  19. Benar-benar novel dengan genre yang berbeda dari biasanya. Baca review nya semakin membuat aku penasaran sama cerita dari awal hingga akhir. Penasaran sama kelanjutan kisah mereka yang diwarnai banyak perbedaan diantara keduanya. Semoga secepatnya bisa jadi tuan dari novel keren ini :D aamiin.

    BalasHapus
  20. Wow, rasanya baru kali ini saya menemukan ada genre unik dalam sebuah novel Indonesia.
    Genre romance science fiction.
    Salut buat Mba Nathalia yang berani keluar dari zona nyaman dan membuat genre yang berbeda dari setiap novelnya.
    Biasanya jika seorang penulis membuat suatu genre, ia bakalan terus membuat novel dalam genre itu.
    Tetap berkarya ya Mbak Nathalia dan ditunggu genre2 lainnya yang fresh dalam novelnya.

    BalasHapus
  21. Pertama kali melihat covernya, aku merasakan ada 'sesuatu' yang aneh, yaitu pada bagian tangan dan kaki sang pria.
    Aku kira ini hanya merupakan strategi dari covernya saja.
    Tapi ternyata memang cover ini merupakan gambaran dari cerita yang diusung dalam novel Alpha ini.
    Terus terang penasaran dengan cerita yang diusung novel ini.
    Science fiction dibalut dengan kisah percintaan di dalamnya.
    Nampaknya bakal seru. Apalagi dalam reviewnya Mbak Atria mengatakan bahwa ini adalah Romeo dan Juliet versi modern.
    Nanti kalau ke toko buku, tampaknya patut mencoba untuk membeli dan membaca novel Alpha ini.

    BalasHapus
  22. Aku suka banget covernya (soalnya kau ikut pemilihan covernya waktu itu), aku jatuh cinta sama novel ini hanya dengan membaca review kak Tria. Terima kasih atas review yang menggemaskannya..
    Aku penasaran sama genre science fiction terbitan Moka Media karena aku udah pernah baca karya lain. So, aku jadi penasaran sama karya kak Nathalia ini :))) Psstt! Aku suka sama quotesnya, jadi bikin senyum-senyum sendiri :D

    BalasHapus
  23. First of all, puisinya bagus loh mbak. Simple tapi ngena, hehehe.

    Uwah. Kayaknya Moka Media lagi gencar nerbitin buku2 sci-fi lokal ya? Waktu itu heboh sama Gerbang Trinil yang taste Indonesia banget. Udah nyicip belum? Kalau belum, patut dijajal tuh. Kalo yang itu romance-nya nggak kental banget mbak. :D

    BalasHapus
  24. Wow Romeo & Juliet versi Modern! Penasaran banget sama novelnya. Aku belum pernah baca novel sci-fi lokal, kalau romance biasa mh sering :D

    BalasHapus
  25. Gaya bahasa sinopsisnya sepertinya menarik :D Entah kenapa kok jadi kebayang drama korea "The King 2 Heart" ya? Cinta diantara 2 negara yang tengah berseteru.. Hmmm.. pengen tau cerita lengkapnya :D

    BalasHapus
  26. Hm... Kayaknya bakal seru nih, emang dari sinopsisnya macam Romeo and Juliet versi modern, ngebayangin scifinya segimana. Buku Moka Media yang pernah kubaca itu Gerbang Trinil, semoga Aja penggambaran sci-fi di sini lebih dari yang ada di Gerbang Trinil

    BalasHapus
  27. Dari cover dan sinopsisnya udah menggoda bgt buat dibeli... Baca reviewnya jadi bkn ngiler dan pgn secepat mungkin beli buku ini juga tapi agak lama karena nabung duluㅜ-ㅜ

    BalasHapus
  28. Waw.. Cerita romeo&juliet modern pasti seru tuh, yakin banget buku ini laris.. Remaja sekarang kan suka banget sama hal-hal yang berbumbu cinta-cintaan *termasuk aku juga*

    BalasHapus
  29. Jujur aku nggak terlalu suka sama sci-fi karena menurutku pasti jalan ceritanya aneh. Tapi, dari review Kak Atria tampaknya dapat aku sketsa novel Kak Theodora mungkin mampu membuatku berminat pada genre sci-fi. Soalnya aku kurang memahami genre ini juga. Hehehe

    Tapi, kurasa kak Theodora dengan ide menyelipkan kisah Romeo dan Juliet akan membuat sedikit perbedaan dari sci-fi lainnya atau memang ingin menampilkan sesuatu yang berbeda.

    Aku lihat Kak Atria juga merasa penasaran sampai terhanyut juga. Kak Theodora sukses terus ya dan Kak Atria terima kasih sudah memberikan gambaran-gambaran tentang novel-novel yang sudah terbit nih.

    Kak Atria, menurutku covernya kayak korea-korea gitu Kak.

    BalasHapus
  30. Dari cover sih aku kurang suka, tapi pas baca ini lumayan tertarik sih. penasarannya jadi itu monster bangun gak? soalnya kan Makary ada yang mati tuh..

    Meskipun ada kekurangan menurut kak Atria pribadi, tapi kan penilaian orang berbeda-beda. Apa masih bisa mencarinya di toko buku? Atau ada yang ingin memberikannya secara gratis? hehe i want to read this!!

    BalasHapus
  31. Genre fantasi kah?
    Oh my.. Genre favoriiiiitttttt!
    MAU BACAAAAAA >//<

    BalasHapus
  32. Aku sudah baca novel ini.
    Suka sekali sama Violet dan Jesse.
    Suka bagaimana interaksi keduanya. Suka bagaimana mereka melindungi satu sama lainnya.
    Rekomen buat yang sedang mencari buku bacaan.

    BalasHapus
  33. Wahhh genre fantasii... Aku suka skaliiiii
    Covernya juga menariiik…
    Violet dan Jesse memang bener-bener kayak Romeo and Juliet… Kerennn (y)

    BalasHapus
  34. Padahal cuma baca review nya looh, tapi udah ikutan degdegan aja membayangkan apa yang terjadi. Apalagi kisah Violet dan Jesse gak kalah bikin degdegan karena pacaran diam-diam.
    Genre sci-fi yang menarik nih, bisa jadi selingan di tumpukan romance hihii

    BalasHapus
  35. Padahal cuma baca review nya looh, tapi udah ikutan degdegan aja membayangkan apa yang terjadi. Apalagi kisah Violet dan Jesse gak kalah bikin degdegan karena pacaran diam-diam.
    Genre sci-fi yang menarik nih, bisa jadi selingan di tumpukan romance hihii

    BalasHapus
  36. Menurut Kak Atria ini kisah romeo and juliet versi modern? waaah jadi penasaran. Selalu terobsesi saya dengan cerita romantis mereka. heheh

    BalasHapus
  37. Ketika yg lain penasaran dgn cerita romeo dan juliet versi modern, saya justru penasaran bagaimana seorang manusia dan android bisa saling menyukai. Yg anehnya itu, android itu tdk ketauan karena sering mengunjungi manusia, padahal kan meskipun memiliki pemikiran dan perasaan sendiri, dia tetap di program untuk setia pada tuan nya kan? Ahhh penasarann

    BalasHapus
  38. Genre roman scifi. Kisah cinta antara manusia dan android. Merasa tertarik buat baca. Karena termasuk genre favorit. Tapi lebih suka yang scifinya menonjol sedangkan romannya sewjarnya aja alias nggak menye- menye.
    yang dipertanyakan itu monsternya sebesar apa dan seseram apa?

    BalasHapus
  39. Cerita tentang robot berperasaan macem terminator, astro boy, dan si baymax... Dari dulu suka banget sama film-film kayak gitu dan sekarang ada Mbak Nathalia yang bikin cerita dalam bentuk novel ini. Wahh... pasti nggak kalah seru (apalagi banyak romance-nya, haha)
    Baca sinopsis cerita Alpha ini jadi berasa melankolis sendiri. Kayaknya kata-kata "Tak ada yang bisa memisahkan cinta kita" itu ada benarnya :D (Oh iya Mbak Atria, puisinya juga bagus loh, pendek tapi ngena. Kenapa nggak kolaborasi sama Mbak Nathalia untuk naro dalam novelnya, >.<) Apalagi novel ini pakai sudut pandang orang pertama... Ah, makin-makin ngerasa kalo cerita ini bener-bener terjadi sama diri sendiri, deh (Mulai baper... *eh)
    Novel ini jadi ngingetin aku sama anime "Sailor Moon" yang menceritakan kisah cinta yang harusnya tak boleh tertulis antara pangeran bumi dan puteri bulan. Saat mereka menyatu, mereka malah membahayakan dan bahkan bisa menghancurkan diri mereka sendiri bahkan orang lain.

    BalasHapus