Sabtu, 29 November 2014

The Namesake



Cover The Namesake dan puisi saya

Judul Terjemahan: Makna Sebuah Nama
Penulis: Jhumpa Lahiri
Alih Bahasa: Gita Yuliani K
Ilustrasi sampul:©Phillippe Lardy
Desain Sampul: Marcel A.W
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: Pertama, 2006
Jumlah hal.: 366 halaman
ISBN: 979-22-2308-8
Ashoke Ganguli datang ke Amerika membawa segudang harapan. Tragedi yang ia alami bertahun-tahun sebelumnya membuatnya ingin memulai kehidupan yang benar-benar baru, berjuang melupakan trauma. Sementara Ashima isterinya datang ke negara itu dengan selaksa kesedihan karena harus meninggalkan kampung halaman yang ia cintai.

Di tengah berbagai perasaan yang berkecamuk itulah putra pertama mereka lahir. Mereka memberinya nama Gogol. Nama yang kelak sangat dibenci anak itu. Bagi Gogol namanya aneh, absurd, sama sekali bukan nama Amerika apalagi India. Ia berharap namanya lebih sederhana, lebih bermakna, dan bukannya sekedar nama penulis favorit ayahnya.
Tapi sebenarnya apakah makna di balik nama?

***

Novel The Namesake karya Jhumpa Lahiri bercerita tentang makna sebuah nama. Yang kemudian berujung pada sebuah pemaknaan menarik bahwa hidup itu “bagaikan sebuah rangkaian kebetulan, tidak terduga, tidak disengaja, satu peristiwa bergulir ke satu peristiwa .”(hal. 323)

Fokus cerita sebenarnya ada di sosok Gogol. Lebih tepat lagi pada nama Gogol yang melekat pada tokoh tersebut. Namun dengan menggunakan sudut pandang orang ketiga, Jhumpa Lahiri bebas mengambil berbagai sudut pandang untuk membuat seluruh kisah ini jadi utuh.

Cerita di mulai dengan kondisi Ashima, ibu Gogol, yang tengah hamil. Di tengah proses kontarksi yang dialami Ashima, narasi cerita dapat dibuat melebar ke tradisi orang-orang India; tentang jarangnya seorang istri memanggil nama suaminya. Mereka lebih sering menggunakan kata ganti. Setelah itu, Jhumpa Lahiri benar-benar mengisi cerita dengan narasi panjang. Alur cerita campuran dimanfaatkan Jhumpa Lahiri untuk mempertahankan minat pembaca.

Kisah kecelakaan Ashoke, ayah Gogol, diceritakan sedari awal. Sebab kecelakaan ini punya peran penting hingga nama penulis Nikolai Gogol menjadi sangat berarti bagi Ashoke bahkan mendorongnya untuk memberikan nama Gogol pada anak pertamanya. Setelah itu, kisah berkutat pada kehidupan Ashoke dan Ashima di negeri orang. Negeri yang asing. Negeri yang jauh dari sanak-keluarga. Negeri yang membuat Ashima merasa sendirian dan tercerabut dari akarnya.

Setelah Gogol lahir dan dewasa, cerita berpindah ke kehidupan Gogol. Jika sebelumnya Jhumpa Lahiri memusatkan cerita pada kehidupan orang tua Gogol, maka berikutnya narasi diambil sangat dekat dengan kehidupan Gogol. Tentang masa remajanya saat ia semakin menyadari betapa aneh namanya dan menyalahkan nama tersebut atas keanehan dirinya. Juga moment saat nama Nikolai Gogol menjadi salah satu materi pelajaran di high school. Hingga pada bulatnya keputusan Gogol memilih mengganti namanya menjadi “Nikhil”.

Setelah itu cerita terus mengalir hingga akhirnya di satu moment, di akhir kisah, muncul sebuah penerimaan dalam diri Gogol bahwa ia pun akan merindukan nama itu ketika tidak ada lagi yang memanggilnya dengan nama itu. Di waktu yang sama dia pun menyadari bahwa nama Gogol akan selalu punya tempatnya sendiri di kehidupan Gogol. Tidak akan terhapus. Hanya tenggelam.

***

Sejujurnya, saya harus mengakui dengan sangat malu bahwa buku ini sudah bertahun-tahun saya miliki. Sekitar 2009 atau 2010, saya lupa persisnya, saya membeli buku ini di obral buku. Harganya? Seingat saya, hanya 10 ribu atau 15 ribu. Pada saat itu saya bahkan belum tahu siapa Jhumpa Lahiri ini. Dan anehnya, buku ini ikut terbawa dengan barang-barang yang saja ajak merantau ke kota Bandung.

Kini, membaca buku ini dan kemudian menamatkannya membuat saya semakin menyadari betapa jauh genre bacaan saya berubah. Dahulu, saya tidak akan sanggup menyelesaikan sebuah buku yang 90% isinya adalah sebuah narasi. Buku The Namesake ini 95% persen berisi narasi. Hanya sedikit dialog yang dituangkan oleh Jhumpa Lahiri. Namun ternyata karyanya tetap menarik diikuti.

Yang membuat saya tertarik adalah tentang Nikolai Gogol yang kisah hidupanya sempat disebutkan di buku ini. Nama penulis ini cukup asing. Saya pun mencoba memasukkan nama tersebut di mesin pencari google daaaann.. voila.. tetap saja asing bagi saya (-_-“). Tapi ini menjadi pengetahuan yang menarik. Mungkin jika tidak membaca buku ini, saya tidak akan berkenalan dengan nama Nikolai Gogol.

Selain tentang Nikolai Gogol, saya juga mendapatkan beberapa informasi tentang budaya India. Seperti budaya pemberian nama di India. Orang-orang India memberi nama panggilan untuk anak mereka saat masih bayi hingga kanak-kanak. Namun nantinya mereka akan diberi nama bagus atau bhalonam, yang menjadi nama resmi mereka. Bhalonam ini yang akan dicantumkan di kartu identitas, di ijazah, buku telpon, dan semua tempat umum lainnya.

Bagi yang tidak begitu menyukai deskripsi panjang, maka buku ini akan menjadi cobaan yang berat. Namun layak untuk dicicipi. Cara Jhumpa Lahiri bercerita dengan memanfaatkan alur maju-mundur serta menampilkan keseharian kehidupan seorang imigran. Tentang perasaan keterasingan serta tentang usaha untuk tetap mempertahankan budaya. Kisah-kisah ini membuat penuturan Jhumpa Lahiri jadi luas dan beragam.

Selain itu, dalam hal penokohan Jhumpa Lahiri benar-benar menggambarkan perkembangan tokohnya dengan baik. Terutama pada tokoh Ashima, perempuan yang lahir dan besar di India yang tidak punya obsesi besar namun akhirnya tinggal di Amerika karena mengikuti suaminya. Pada awalnya ia menanggung sendiri rasa kesepian dan sedihnya. Banyak hal-hal yang membuatnya merasa tidak nyaman. Namun di akhir cerita Ashima digambarkan mampu menikmati dan menerima kehidupannya. Ia bahkan menjadi lebih mandiri. Ia bisa menyetir. Namun tetap menggunakan sari. Ia masih orang India namun menggunakan paspor Amerika. Perubahan-perubahan ini tidak terjadi begitu saja melainkan berproses bersama konfilk di dalam buku ini.

Sejujurnya ini di luar ekspektasi saya. Saya pikir, saya tidak akan mampu menikmati karya ini karena full dengan narasi. Namun ternyata saat buku ini berakhir, saya malah berharap bisa mendapat cerita kehidupan Ashima selanjutnya. 

Trus kekurangan buku ini apa?? Hm..ceritanya full narasi sehingga beberapa deskripsi kadang membuat bosan. Namun itu masih bisa diterima karena gaya berceritanya yang mengalir. (^_^)
***
Tentang penulisnya sendiri ada informasi menarik nih.
Karya pertama Jhumpa Lahiri yang dipublikasikan adalah kumpulan cerita yang berjudul "Interpreter of Maladies. Naskah ini sempat ditolak banyak penerbit. Namun setelah diterbitkan ternyata berhasil memenangi beberapa award seperti O Henry Award tahun 1999, Hemingway Award tahun 1999, dan Pulitzer Award  tahun 2000.

Karya terbaru Jhumpa Lahiri adalah The Lowland. Karya ini masuk dalam nominasi  Man Book Prize. Dan terakhir menurut berita dari portal berita online antaranews.com (http://www.antaranews.com/berita/466651/jhumpa-lahiri-masuk-nominasi-penghargaan-sastra-asia-selatan) diinformasikan bahwa Jhumpa Lahiri masuk ke dalam nominasi penghargaan Sastra Asia Selatan.

Wuih..keren ya (^_^)

Jumat, 28 November 2014

Interview Arrifa'ah dan Giveaway Merajut Benang Cahaya



Assalamualaykum..

Hai. Selamat datang kembali para pengunjung My Little Library. Bagaimana akhir November-mu? Sering hujan? Sama donk. Tapi jangan sampai membuat hati kita kelabu ya ;)

Nah, kali ini saya mau memperkenalkan seorang penulis yang juga seorang teman baik sejak SMA. Kami sekolah di SMA yang sama dan sempat mengikuti ekskul yang sama. Selain itu sempat sama-sama aktif di rohis SMA. He..he.. Makanya senang sekali karena dapat kesempatan wawancara. Meski secara virtual sih, karena saya di Bandung dan Arrifa’ah di Makassar. 

Ah, sudahlah, malah jadi bernostalgia. *uhuk..uhuk..bahasa saya malah mirip nenek-nenek gini (-_-“)* sebelum semakin melebar *harusnya badan saya yang melebar* saya akan mengenalkan sosok Arrifa’ah dulu secara umum.

Arrifa’ah lahir di Ujung Pandang, 21 Juli 1989. Putri kedua dari pasangan H. Salehuddin Yasin dan Hj. Fatamorgana. Menyelesaikan studi pendidikan profesi Apoteker di Universitas Hasanuddin Makassar dan terus melanjutkan kesenangan menulisnya. Bagi Arrifa’ah, menulis adalah tugas kehidupan. Pecinta warna biru ini telah ikut serta dalam berbagai antologi bersama penulis lainnya, serta terus berjuang bersama para kru majalah Islam lokal di Makassar, Majalah Al Firdaus, sebagai Pimpinan Redaksi. Silaturahim dengannya dapat melalui:
Facebook: Diena Rifa’ah, atau
Twitter @jedasejenak11

Rabu, 26 November 2014

Wishful Wednesday #3




Iya, ini adalah update-an ketiga sejak pertama kali ikut memposting non-review di blog. Kali ini saya tergoda untuk kembali ikut karena WW kali ini ada Giveaway. He..he.. *dikeplak Mbak Astrid*

Nah, meme ini khusus untuk memejeng wishlist pekanan. Hanya saya saja yang tidak tertarik menulis secara rutin. Soalnya nulis review aja keteteran apalagi non-review. Jadilah menulis WW ini hanya ketika godaan datang dan waktu memungkinkan. Informasi tentang Wishful Wednesday bisa dicek di Books to Share-nya Mbak Astrid.

Senin, 24 November 2014

Pengumuman Pemenang Giveaway Blog Tout Gerbang Trinil


 Selamat Siang..
 Maaf  ya untuk update yang sedikit terlambat ini.

Siapa yang sudah baca review Gerbang Trinil dan interview dengan Mbak Riawani Elyta? Penasaran siapa yang beruntung bisa ikut membaca langsung buku Gerbang Trinil?

Sebelum mengumumkan pemenangnya, saya ucapkan terima kasih kepada Penerbit Moka Media selaku sponsor giveaway ini. Terima kasih juga karena sudah menerbitkan buku keren ini (^_^)v
Selain itu, terima kasih untuk duet penulis yang cantik dan baik hati yakni Mbak Riawani Elyta dan Mbak Syila Fatar. Terima kasih untuk karya yang menarik dan sangat Indonesia ini. Terus berkarya ya (^_^)9

Mencari pemenang dari  semua jawaban yang masuk sesungguhnya bukan pilhan mudah. Jawaban peserta giveaway cukup beragam dan menarik. Ada yang menolak membayangkan alien dan lebih tertarik membayangkan tentang kehidupan masa depan. Selain itu sebuah temuan menarik bahwa betapa film dan buku sudah berhasil menggiring fantasi orang tentang tampilan alien. 

Sedangkan untuk teknologi? Ada yang menganggap bahwa kehidupan masa depan kelak akan kembali ke kehidupan tradisional namun di mulai di planet yang baru. Namun ada juga yang membayangkan bahwa kehidupan masa depan akan menjadi sebuah kehidupan modern yang penuh dengan mesin dan teknologi. Bayangan-bayangan tentang kehadiran robot sebagai hal yang tidak akan bisa lagi dipisahkan dari kehidupan manusia. Sebagian besar hal yang dibayangkan oleh para peserta ini pun sudah coba diterjemahkan oleh para penulis ke dalam bukunya atau oleh para movie maker dalam film mereka.

Nah dari semua jawaban ini akhirnya saya memilih satu pemenang yakni:

Selasa, 18 November 2014

Cinta itu “Dipraktekin”



“Cinta adalah sebuah kebebasan. Karena Anda unik, Anda menghargai pula keunikan pasangan Anda. Mari kita berkembang bersama dalam keunikan masing-masing.” (hal. 129)

Penulis: Tim Wesfix
Editor: Adinto F Susanto
Sampul: wesfixity@gmail.com
Tata isi: wesfixity@gmail.com
Penerbit: Grasindo
Cetakan: Pertama, Mei 2014
Jumlah hal.: x + 146 halaman
ISBN: 978-602-251-395-7
Mencintai itu mudah, menyenangkan, dan tentu bisa dipelajari.
Bukan dengan teori-teori atau duduk di sebuah seminar, tetapi dengan...
“DIPRAKTEKIN”

Dengan halaman full-color dan gaya penyampaian yang serba visual, serta pembahasan yang singkat-padat, Anda akan merasakan perbedaannya. Buku ini tidak sekedar membuat informasi Anda bertambah, tetapi juga akan membuat Anda tersenyum, terperangah, sekaligus manggut-manggut. Asyik dibaca!

Sikat buku ini terutama bagi Anda: remaja, pekerja kantor, manajer, entrepeneur, hmmm, artis, penulis dan semuanya yang tertarik jadi MANUSIA.

***

Sebuah buku yang membahas cinta? Hm..pembahasan yang menarik. Pembahasan yang tidak akan pernah ada habisnya. Pembahasan yang selalu menjadi trending topis di semua masa dan di banyak kalangan. “Cinta” sebuah tema yang sudah menginspirasi jutaan buku.

Menarik saat disandingkannya kata “dipraktekin” dengan kata cinta. Bagaimana mempraktikkan perasaan cinta? Apakah dengan hubungan fisik? Apakah melalui sentuhan? Apakah melalui ucapan?

Buku ini mencoba membahas cinta dengan simple, singkat, namun jelas serta menjadi praksis. Buku ini mencoba menyampaikan bahwa cinta itu tidak hanya tentang perasaan atau apa yang di hati. Namun juga tentang apa yang dilakukan. Cinta bisa dipupuk dan dipertahankan.

Pembahasan cinta di buku ini dimulai dengan mencoba mendefinisikan cinta. Mulai dari pemaknaan cinta hingga pengenalan tentang macam-macam cinta. Setelah itu, buku ini mengetengahkan tentang perlunya mencintai diri sendiri sebelum mencintai orang lain.

Di Bab Berikutnya, tim penulis mengetengahkan tentang perbedaan perempuan dan laki-laki secara umum. Mulai dari pola pikir, cara menyampaikan sesuatu dan cara mereka menghadapi masalah. Perbedaan ini yang perlu disikapi dengan tepat agar sebab ia adalah keniscayaan. Fitrah laki-laki dan perempuan memang jelas berbeda.

Setelah itu pembahasan mengarah ke hal-hal yang terkait dengan keseharian pasangan. Tentang bagaimana agar “jebakan” rutinitas bisa tetap membuat hubungan tetap hangat. Tips-tips membuat kejutan. Serta membahas tentang “hal-hal yang bukan cinta”.

Ada pula bagian yang mencoba menggugat kembali keinginan seseorang untuk menikah. Bukan..bukan untuk membuatnya mundur melainkan membantu meyakinkan.

Menikah Titik Dua



“Aku jarang merasa sedih yang benar-benar sedih. Namun ternyata, kesedihan itu perlu agar kita bisa lebih peka. Peka pada perasaan sendiri. Peka pada Tuhan.” (hal. 16)

“Apakah bahagia adalah sebuah gagasan yang diciptakan agar manusia tidak pernah berhenti percaya dan selalu berharap bahwa akan banyak hal baik datang dalam hidup mereka yang rumit?” (hal. 69)


Penulis: Agustina K. Dewi Iskandar
Editor: Fanti Gemala
Desainer Kover & Ilustrasi: Rio Siswono
Penata Isi: Novita Putri
Penerbit: Grasindo
Cetakan: Pertama, 2014
Jumlah hal.: xii + 186 halaman
ISBN: 978-602-251-702-3
Sakinah, mawaddah, warahmah, - katanya itu impian keluarga bahagia. Tapi bagaimana kalau ternyata masih ada juga perempuan yang tidak cukup bahagia dengan segala ketenangan, cinta, dan keseimbangan? Lalu, ia berusah mencari-cari kisah bahagia yang direkamnya bersama orang lain, meskipun kemudian tiba-tiba saja ada kejernihan perasaan yang mendera, membuatnya kembali menyadari bahwa pernikahan adalah sebuah ikatan suci yang tidak boleh dinodai dengan perselingkuhan

Realitas: kejujuran bukan berarti selalu berbalas dengan kejujuran berporsi sama. Laki-laki pun masih tetap punya rahasia yang belum tentu terbagi dengan perempuan yang dinikahinya. Sementara mau tidak mau, perempuan adalah siput raksasa yang harus berbesar hati menyangga rumahnya meskipun ada satu bagian kecil hati yang mungkin akan terluka. Ini menjadi kisah sepasang suami istri yang melakukan perjalanan untuk menemukan  titik bagi setiap pencarian yang terjadi setelah mereka menikah. Bagaimana kalau tetap saja ada dua titik dalam sebuah pernikahan?

***

“Mungkin cinta adalah sesuatu yang bersifat ilusif. Meskipun pada akhirnya, dengan sedikit terpaksa, perempuan belajar bahwa tidak selalu karena cinta maka laki-laki dan perempuan menikah, tetapi karena kebiasaan bersama dan keber-ada-an yang tanpa disadari telah saling melengkapi.” (hal. 28-29)

Buku Pernikahan Titik Dua ini mencoba mengisahkan tentang hiruk pikuk rumah tangga. Caranya sedikit berbeda. Dengan menggunakan sudut pandang orang ketiga, secara berganti penulis menceritakan tentang perasaan tiga orang tokoh yang dijerat cinta. Dengan jenis cinta yang berbeda. Adalah Kansha, sosok perempuan yang mencintai kehidupan. Suami Kansha, Loki, terjebak dalam cinta yang tidak mampu ia hentikan. Dan juga sosok Wibi yang tidak pernah bisa melupakan cinta di masa lalu yang terus ia yakini sebagai masa depannya.

Narasi tentang hubungan ketiga orang ini diawali dan ditimpali oleh postingan-postingan blog yang ternyata ditulis oleh Kansha. Blog yang ditemukan tanpa sengaja oleh Wibi. Blog yang kemudian jadi penghubung mereka. Blog ini menjadi cara Kansha membagi perasaan-perasaannya yang kemudian oleh Wibi dijadikan cara membaca perasaan-perasaan Wibi tentang rumah tangga Kansha.

Senin, 17 November 2014

Merajut Benang Cahaya



“Mahasuci Allah yang mempergilirkan segala sesuatu dengan teramat seimbang. Memberikan kita dua pilihan hidup tanpa celah: bersyukur pada nikmat, atau bersabar saat takdir tak seindah harap.” (hal. 159)


Penulis: Arrifa’ah
Penyunting: Mursyidah
Penata letakL Angga Gusniardi
Desain Cover: Maretta Gunawan
Redesain: Sul Nugroho
Penerbit: Qibla (imprint dari Bhuana Ilmu Populer)
Cetakan: Pertama, 2014
Jumlah hal.: xii + 189 halaman
ISBN: 978-602-249-772-1

Hidup adalah rangkaian perjalanan yang kita lalui seiring dengan derap waktu. Terkadang, kita melangkah terlalu cepat, sehingga tak sadar pada benang-benang cahaya hikmah yang sejatinya selalu saja ada di balik berbagai peristiwa, bahkan yang kita anggap paling biasa sekalipun.

Maka kita memang perlu untuk menyisakan waktu sejenak, untuk merajut setiap hikmah yang terburai di setiap detik masa tersebut. kita perlu menengok kembali dengan hati yang bening, dan menemukan pencerahan yang semoga membawa hidup kita menjadi lebih baik.

Merajut Benang Cahaya adalah rangkaian tulisan renungan untuk melalui hari-hari dengan lebih berarti. Ia hadir sebagai ajakan untuk mengambil jeda sejenak dari arus rutinitas kita, untuk mengumpulkan kekuatan dan memaknai setiap nikmat yang telah Allah beri, mengajak turut menebarkan pesan kebenaran sebagai bentuk eksistensi kita sebagai khalifah di muka bumi, serta mengingat perihal kehidupan yang akan berakhir, sehingga harus dilalui dengan sebaik-baiknya cara.

Susurilah setiap untaian kalimat yang ada di dalamnya. Lalu, rasakanlah perbincangan dengan nurani, yang akan memberikan rehat dan makna di dalam diri.

***

Buku Merajut Benang Cahaya ini adalah sebuah kumpulan tulisan yang dibuat personal namun membawa nilai-nilai universal. Melalui tulisannya Arrifa’ah mencoba “membangunkan” kepekaan hatinya yang sesekali terpejam. Ia membagi pikiran-pikirannya tentang berbagai hal yang biasa saja hingga menjadi terasa “tak biasa”.

Lihat, bagaimana pengalaman menjadi penumpang angkot (saya menyebutnya #BaladaAngkoters) yang bagi banyak orang biasa saja bahkan sering kali terasa menyebalkan menjadi penuh hikmah. Caranya? Dengan mengubah sudut pandang. Dengan melakukan perenungan. Ini yang dilakukan oleh Arrifa’ah yang kemudian ia bagi lewat tulisannya. 

Bahasan Arrifa’ah tentang berbagai filosofi yang berasal dar hal-hal simple menjadi analogi yang menarik dalam menjabarkan tentang kehidupan. Cerita “Gorengan dan Kehidupan” contohnya, yang menjadikan kegiatan menggoreng kerupuk menjadi hal yang filosofis. Membuatnya menjadi media untuk mengingatkan tentang sabar. Atau tentang “kacamata” yang membuat kita ingat untuk tidak bersikap seenaknya tanpa memperhatikan perasaan orang lain.

Only Love



Terjemahan: Cinta Abadi
Penulis: Erich Segal
Alih Bahasa: Kathleen S.W
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: Kelima, 2003
Jumlah hal.: 320 halaman
ISBN: 979-605-914-2

Matthew Hiller adalah seorang dokter dengan reputasi yang prima dan praktek yang sukses. Kemudian seorang laki-laki kaya meminta bantuannya, sebagai usaha terakhirnya untuk menyelamatkan istrinya yang cantik, Silvia, dari tumor otak yang mengancam usianya yang masih muda.

Namun bagi Matthew Hiller ini akan merupakan lebih daripada suatu tantangan di dunia kedokteran yang ditekuninya –ini akan merupakan tantangan emosi terbesar dalam hidupnya. Karena ia dan Silvia pernah bertemu dulu, sebagai dua orang dokter idealis yang pergi ke Afrika untuk menyembuhkan mereka yang sakit di bawah kondisi yang paling mengenaskan dan memprihatinkan. Matthew masih ingat dengan jelas bagaimana suasana pertemuan pertama mereka di Paris –serta peristiwa-peristiwa yang menyedihkan setelah itu. Dan ia juga tahu bahwa kesempatan hidup yang kedua bagi Silvia bisa berarti kesempatan kedua bagi cinta mereka.

***

Novel ini berkisah tentang kehidupan Matthew Hiller, seorang dokter ahli yang memanfaatkan keilmuan terkait replika DNA dalam menghentikan bahkan menekan pertumbuhan sel kanker. Suatu hari datanglah seorang pria, Mr. Rinaldi, yang meminta Matthew mengobati istrinya. Pria itu adalah seorang miliarder. Namun bukan itu yang menjadi pertimbangan Matthew. Sosok istri pria tersebutlah yang menyedot perhatian Matthew. Mrs. Rinaldi dulunya adalah sosok yang sangat dikenal Matthew. Matthew mengenalinya sebagai Silvia. Perempuan yang berangkat bersamanya ke Eritrea dalam misi kemanusiaan. Saat it Silvia masih single, masih perempuan independent yang dijaga ketat oleh pengawal pribadi karena kekayaan ayahnya.

[Blog Tour] Interview Riawani Elyta & Giveaway Gerbang Trinil




Selamat datang, Pengunjung My Little Library!

Bagaimana November-mu? Hujankah? Semoga penuh keberkahan dan keceriaan ya. (^_^)
Kali ini, ada kabar gembira nih. My Little Library mendapat tamu khusus. Seorang penulis yang cukup produktif. Ia adalah Riawani Elyta. 

Hm..ada yang belum kenal?? Wah harus baca profilnya dulu nih.

Riawani Elyta. Lahir dan berdomisili di kota kecil Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Ibu dari dua orang putra dan satu orang putri. Penghargaan lomba menulis yang pernah ia raih, antara lain: Pemenang I Lomba Novel Remaja Bentang Belia (2011) dan Pemenang Berbakat Lomba Novel Amore Gramedia (2012). Ia telah menerbitkan 12 novel, 2 buku duet non-fiksi, dan 24 antologi bersama. Ia bisa disapa di facebook: Riawani Elyta, twitter: @RiawaniElyta, email:riawanielyta@gmail.com atau kunjungi rumah mayanya di www.riawanielyta.com

Nah udah tahu donk tentang Mbak Riawani Elyta?! Sekarang waktunya menyimak wawancara My Little Library dengan Mbak Riawani Elyta.

Kamis, 13 November 2014

Fangirl



“...ketika kau menyadari ada seorang cowok yang menatapmu dengan pandangan berbeda- bahwa kau memenuhi lebih banyak tempat di bidang pandangannya. Saat itulah ketika kau tahu dia tidak bisa melihat hal lain selain dirimu lagi.” (hal. 41)

Penulis: Rainbow Rowell
Penerjemah: Wisnu Wardhana
Penyunting: NyiBlo
Proofreader: Dini Novita Sari
Design Cover: Bambang ‘Bambi’ Gunawan
Ilustrasi isi: @teguhra
Penerbit: Spring
Cetakan: Pertama, November 2014
Jumlah hal.: 456 halaman
ISBN: 978-602-71505-0-8

Cath dan Wren –saudari kembarnya- adalah penggemar Simon Snow.
Oke, seluruh dunia adalah penggemar Simon Snow, novel berseri tentang dunia penyihir itu.
Namun, Cath bukan sekedar fan. Simon Snow adalah hidupnya!
Cath bahkan menulis fanfiksi tentang Simon Snow menggunakan nama pena Magicath di internet, dan ia terkenal! Semua orang menanti-nantikan fanfiksi Cath.
Semuanya terasa indah bagi Cath, sampai ia menginjakkan kaki ke universitas. Tiba-tiba saja, Wren tidak mau tahu lagi tentang Simon Snow, bahkan tak ingin menjadi teman sekamarnya!
Dicampakkan Wren, dunia Cath jadi jungkir balik. Sendirian, ia harus menghadapi teman sekamar eksentrik yang selalu membawa pacarnya ke kamar, teman sekelas yang mengusik hatinya, juga profesor Penulisan Fiksi yang menganggap fanfiksi adalah tanda akhir zaman.
Seolah dunia belum cukup terguncang, Cath juga masih harus mengkhawatirkan kondisi psikis ayahnya yang labil.
Sekarang, pertanyaan buat Cath adalah: mampukah ia menghadapi semua ini?

***

“Jangan buang waktuku dengan permintaan maaf, Simon. Kalau kita berhenti meminta maaf dan saling memaafkan setiap kali kita saling menyakiti, kita tidak akan pernah punya kesempatan untuk menjadi teman.” (hal. 189)

Masuk ke universitas adalah salah satu fase kehidupan yang cukup terasa perubahannya. Perubahan yang cukup ekstrim bisa saja terjadi di fase ini. Tidak pernah ada yang bisa menduga hal baru apa yang akan dihadapinya. Dan tidak semua orang mampu meng-handle perubahan ini dengan baik.

Ini salah satu hal yang saya tangkap saat membaca novel Fangirl. Kisah Cath yang tergambarkan sebagai sosok yang takut menghadapi hal-hal baru dalam hidupnya ternyata menarik untuk diikuti. Cath dan Wren bisa saja adalah saudara kembar, namun karakter mereka dan cara mereka menanggapi berbagai hal di sekitar mereka cukup berbeda.

Cath adalah perempuan yang lebih menyukai kestabilan dan rutinitas. Baginya, tidak mudah menemukan teman baru dan beradaptasi di sebuah tempat dan situasi yang baru. Sebaliknya, bagi Wren selalu ada stok keberanian dan rasa ingin tahu yang cukup besar untuk membuatnya berani menghadapi hal-hal baru dalam kehidupan kampus.

Tapi cerita ini bukan tentang kisah anak kembar. Tapi kisah seorang perempuan yang hidupnya banyak ia curahkan pada fanfiksi. Cath, perempuan yang lebih suka menyepi di kamar asramanya dibandingkan menghabiskan waktu ke pesta-pesta seperti yang dilakukan oleh saudarinya. Ia mengambil pilihan yang aman. Namun ternyata pilihan itupun tidak bisa dikatakan aman.

Rindu



“Tidak selalu orang lari dari sesuatu karena ketakutan atau ancaman. Kita juga bisa pergi karena kebencian, kesedihan, ataupun karena harapan.” (hal. 160)

Penulis: Tere Liye
Editor: Andriyati
Cover: EMTE
Lay Out: Alfian
Penerbit: Republika
Cetakan: IV, November 2014
Jumlah hal.: ii + 544 halaman
ISBN: 978-602-8997-90-4

“Apalah arti memiliki,
ketika diri kami sendiri bukanlah milik kami?”
Apalah arti kehilangan,
ketika kami sebenarnya menemukan banyak saat kehilangan,
dan sebaliknya, kehilangan banyak pula saat menemukan?
Apalah arti cinta,
ketika kami menangis terluka atas perasaan yang seharusnya indah?
Bagaimana mungkin kami terduduk patah hati atas sesuatu yang seharusnya suci dan tidak menenuntut apa pun?
Wahai, bukankah banyak kerinduan saat kami hendak melupakan? Dan tidak terbilang keinginan melupakan saat kami dalam rindu? Hingga rindu dan melupakan jaraknya setipis benang saja.”
Ini adalah kisah tentang masa lalu yang memilukan. Tentang kebencian pada seseorang yang seharusnya disayangi. Tentang kehilangan kekasih hati. Tentang cinta sejati. Tentang kemunafikan. Lima kisah dalam sebuah perjalanan panjangan kerinduan.
Selamat membaca.

***

“Hanya dua hal yang bisa membuat seorang pelaut tangguh berhenti bekerja di tempat yang ia sukai, lantas memutuskan pergi naik kapal apapun yang bisa membawanya sejauh mungkin ke ujung dunia. Satu karena kebencian yang amat besar, satu lagi karena rasa cinta yang sangat dalam.” (Hal. 33)

Novel Rindu yang ditulis oleh Tere Liye kali ini menarik untuk diikuti. Waktu yang dihabiskan untuk melahap tulisan sebanyak 544 halaman rasanya memang setimpal dengan hikmah yang ditebar oleh Tere Liye untuk digali oleh pembacanya.

Kisah perjalanan sebuah kapal yang mengangkut calon jemaah haji dari Hindia Belanda (sebutan untuk Indonesia sebelum merdeka). Sebuah kapal uap cukup besar bernama Blitar Holland yang bertolak dari Makassar menuju Jeddah. Perjalanan yang membutuhkan waktu satu bulan penuh dengan berbagai dinamika kehidupan yang menjadi kapal Blitar Holland sebagai panggungnya. Tempat itu menjadi “rumah baru” bagi para penumpangnya.

Dalam cerita ini diketengahkan sejumlah tokoh sentral. Tiga sosok yang cukup mencolok adalah tokoh Gurutta, Daeng Andipati, Ambo Uleng dan seorang gadis kecil ceria bernama Anna. Memang ada 5 pertanyaan yang muncul dari pengalaman hidup masing-masing tokoh. Selain tokoh-tokoh tersebut, ada juga 2 tokoh lain yang kelak pertanyaannya akan terlontar dan dijawab oleh Gurutta.

Sudut pandang orang ketiga yang digunakan dalam novel ini membuat pembaca bisa menikmati kisah di dalam kapal uap Blitar Holland lebih lengkap. Secara berganti, narasi ditampilkan dari dekat tokoh Daeng Andipati, Gurutta, Ambo Uleng, Bonda Upe, dan sering kali dari dekat Anna.

Jumat, 07 November 2014

Cinta Sehangat Pagi



“Orang sering menyalahkan cinta atau kecocokan. Pada kenyataannya, manusia memang tidak akan pernah cocok satu sama lain dengan sempurna, kok! Pasti ada saja perbedaan di sana-sini yang harus diatasi. Tapi, dengan cinta semua perbedaan itu mudah dijembatani. Namun, saat cinta sudah hilang, perbedaan kecil pun bisa menjadi perang dahsyat.” (hal. 8)


Penulis: Aimee Karenina
Editor: Donna Widjajanto
Desain Sampul: Suprianto
Tata Letak Isi: Shinzy & Fajarianto
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: Pertama, 2014
Jumlah hal.: 211 halaman
ISBN: 978-602-03-0924-8

Mengimamimu adalah mimpi terbesarku.
Bagi Nino, Selma adalah pelabuhan terakhirnya. Dia bahkan bersedia melanggar sumpahnya untuk tidak berpacaran sebelum menikah, ketika bertemu Selma. Sayangnya, walau didesak bagaimanapun, Selma tidak mau buru-buru menikah.

Dia mengajakku menikah sebulan sekali.
Aku bahkan sulit percaya kalau dia serius!
Bagi Selma, Nino adalah pria sempurna – blasteran Spanyol, aktivis lingkungan yang cerdas, dan gentleman yang alim. Tapi, yang diinginkan Selma bukanlah pernikahan, melainkan karier yang cemerlang.

AKU BISA MENGORBANKAN SEGALANYA DEMI DIA.
AKU TAHU BAGAIMANA CARA MENCINTAI.

Saat bermain tarik-ulur dalam hubungan mereka, Nino dan Selma tidak menyadari ada pihak lain yang menyelinap datang dengan obsesi siap menghancurkan tali kasih yang rapuh ini. akankah Nino dan Selma teguh bersatu, atau malah mengalah pada permainan takdir?

***

Berbicara tentang komitmen, biasanya yang takut untuk cepat terikat dalam pernikahan adalah pihak laki-laki. Namun kali ini berbeda. Dalam novel Cinta Sehangat Pagi, sejak kalimat pertama, yang terlihat adalah tokoh perempuan yang belum ingin menikah. Meskipun usianya sudah sangat cukup matang, 26 tahun.

Selma, perempuan yang melihat bahwa dalam lingkungan keluarganya penuh dengan perempuan-perempuan hebat. Perempuan yang sukses dalam berkarier tanpa mengabaikan keluarganya. Selma merasa bahwa kariernya belum sehebat ibunya atau tantenya, sehingga ia pun masih ingin fokus mengembangkan karier dan menampik ajakan menikah dari Nino, kekasihnya selama 8 bulan terakhir.

Sebaliknya, Nino menganggap bahwa pacaran selama 8 bulan sudah lebih dari cukup. Ia sudah sangat yakin dengan pilihannya. Itu sebabnya ia berkali-kali melamar Selma. Bahkan sejak sebulan usia pacaran mereka.
Setipa kali Nino melamar Selma yang terjadi adalah penolakan. Uniknya Nino bahkan tidak mundur. Begitupun Selma. Ia hanya merasa kesal namun enggan melepaskan Nino.

Di tengah situasi itu, muncul pihak-pihak lain yang mengancam keutuhan hubungan Selma dan Nino. Bahkan perlahan muncul sebuah teror yang membuat salah satu dari mereka harus memilih. Melanjutkan ataukah meninggalkan hubungan tersebut demi kebaikan semua pihak.

My Daddy ODHA


“Masalahnya, setiap orang selalu pengin terlihat kuat di depan orang lain. Berusaha menutupi semuanya biar dianggap kuat. Padahal itu malah makin menyakitkan” (hal. 36)


Penulis: Dy Lunaly
Penyunting: Hutami Suryaningtyas
Perancang & ilustrasi sampul: Gloria Grace Tanama
Ilustrasi isi: Belinda C.H
Pemeriksa Aksara: Neneng & Intan
Penata aksara: Gabriel
Penerbit: Bentang Belia (PT Bentang Pustaka)
Cetakan: pertama, Juli 2012
Jumlah hal.: vi + 138 halaman
ISBN: 978-602-9397-32-1

Aku heran, deh, sama tingkat kecerdasan teman-teman-kalau bisa dibilang teman,sih- sekolahku. Mereka hobi banget mem-bully-ku. Ya, ayahku seorang ODHA (Orang dengan HIV AIDS). Itulah alasan kenapa kau selalu diperlakukan berbeda. Sejak SMP, aku mengalaminya. Dan, rupanya ini terus berlanjut hingga aku SMA. Semua orang mengasingkanku, kecuali Rani, sahabatku.

Di tengah perjuanganku menghadapi mereka yang menyebalkan, aku harus rela menerima kenyataan baru. Kak Andre minta putus lalu memacari Rani!

“Tasia itu kuat, sendirian pun pasti akan baik-baik aja.”

Cih! Cowok macam apa yang tega bilang begitu? Sahabatku sendiri juga sangat bodoh. Bisa-bisanya dia tanya padaku, “Kamu nggak apa-apa kalau aku jadian dengan Kak Ander?” Mereka berdua memang sudah sinting! Mana mungkin aku nggak apa-apa?!

Lalu aku menyadari bahwa situasi ini makin parah. Bahkan makin lama Rani ikut menjauhiku. Aku benar-benar sendiri sekarang. Rani, Kak Andre, semunya. Gimana kau bisa melewati semua ini? Aaarrrgh!

***

Novel ini bercerita tentang kehidupan Anastasia Kharzkov. Yang baru duduk di kelas 1 SMA dan ternyata harus menghadapi neraka. Ya, neraka yang diciptakan karena masa lalunya. Neraka yang diciptakan oleh teman-teman sebayanya.

Anastasia atau yang akrab disapa Tasia awalnya menjalani hari yang biasa saja. Sampai merebaklah informasi itu. Tentang ayah Tasia yang merupakan seorang ODHA. Tanpa mencoba memahami cerita dibaliknya, remaja-remaja ini memperlakukan Tasia bak virus yang bisa menulari siapapun melalui udara.

Tasia dikucilkan. Kali ini tidak semudah saat SMP, saat Rani mau berdiri di sisinya. Menemaninya. Kini, Rani bahkan enggan bicara dengan Tasia. Di tengah rasa sendiri itu, Tasia pun mulai mempersalahkan semua hal termasuk ayahnya dan penyakit yang diderita sang ayah.

***

“Kalau udah gitu, kamu nggak punya pilihan lain selain menebusnya, menjalani pilihanmu sampai akhir, berjuang.” (hal. 36)
Isu bullying dan ODHA disatukan dalam satu frame? Dan jadi cerita remaja?

Rabu, 05 November 2014

[Giveaway] Pengumuman Pemenang Oktober Ceria Bersama Dy Lunaly





Halo, semangat pagi (^_^)9

Siapa yang sudah menanti-nanti pengumuman giveaway “Oktober Ceria bersama Dy Lunaly”?
Maaf ya untuk keterlambatan pengumumannya.

Setelah diskusi dan sempat ngobrol seru bareng Mbak Dy Lunaly. Akhirnya kami sepakat memilih satu pemenang yang beruntung memenangkan sepaket buku berisi seri #CrazyLove. Wuih beruntung banget nih pemenangnya. Bisa langsung dapat 3 judul buku keren. Dan dua bukunya ditandatangani oleh Mbak Dy, lho :D

hadiah untuk pemenang kali ini


Nah, ternyata cerita tentang hal-hal “gila” yang dilakukan karena cinta ini ternyata banyak bikin kami senyum-senyum simpul sambil mikir, “Saya gak segila itu kan?” Dan karena ceritanya unik-unik (apa lagi ini personal ya) kami jadi bingung memutuskan cerita siapa yang akan kami menangkan. Rasanya semua cerita peserta giveawaynya ini menarik dibaca. Namun akhirnya kami tetap saja hanya bisa memilih satu pemenang.

Dan pemenangnya adalah????? *mukul-mukul pentungan*

Sabtu, 01 November 2014

Gerbang Trinil



“..., seharusnya kita tidak menjadi predator satu sama lain. Kehidupan yang telah kami lampaui membuat kami seharusnya banyak belajar.” (hal. 236)



Penulis: Riawani Elyta & Syila Fatar
Penyunting: Dyah Utami
Penyelaras akhir: Dedik Priyanto
Perancang sampul: Fahmi Fauzi
Ilustrator: Fahmi Fauzi
Penata Letak: Tri Indah Marty
Penerbit: Moka Media
Cetakan: Pertama, 2014
Jumlah hal.: vi + 296 halaman
ISBN: 979-795-874-4
Ia datang untuk mengungkap masa lalu.

Areta bukanlah gadis biasa.
Ia terobsesi pada fosil manusia purba Pithecanthropus erectus hingga suatu hari ia menemukan bahwa manusia purba itu belum punah.

Hanya untuk menemukan....

Penyelidikan Areta membawanya ke Trinil, Jawa Timur. Ia berusaha mencari kebenaran dan mengungkapkan rahasia yang disimpan neneknya. Namun rasa ingin tahu justru membawanya pada petualangan yang paling berbahaya.

Bahwa mereka datang untuk menghancurkan masa depan.

Bangsa Pithe bukan hanya kembali ke bumi. Mereka datang dengan misi untuk menguasai bumi dan menciptakan generasi baru di bumi, meski untuk itu manusia harus tersingkir dan punah.
Areta tak punya pilihan lain kecuali berjuang mati-matian. Karena sekarang, ini bukan hanya tentang nyawanya.
Ini tentang masa depan planet bumi.

***

Alkisah, ada seorang remaja perempuan yang memiliki kegilaan yang berbeda dari anak-anak seusianya. Saat remaja lain sibuk dengan dilema tentang cinta, idola, sekolah dan hal-hal semacam itu, gadis itu malah terobsesi pada tulang. Lebih tepatnya fosil, khususnya lagi fosil manusia purba Pithecanthropus erectus.

Ketertarikannya kian berkembang saat berhasil mengenal salah seorang keturunan Eugene Dubois yang bernama Harry Dubois. Areta jadi mengetahui lebih banyak perkembangan tentang penelitian terkait Pithecanthropus erectus. Hingga muncullah sebuah hasil penelitian dari ayah Harry yang menyampaikan bahwa Pithecanthropus erectus adalah alien. Ini karena ada temuan tengkorak bayi Pithecanthropus erectus yang usianya masih belum cukup tua.

Dan demi menjawab penasaran itu, Areta datang ke rumah neneknya di Trinil. Hubungan orang tuanya dengan sang nenek yang notabene adalah ibu dari ayah Areta sebenarnya cukup buruk. Orang tua Areta sendiri menentang keinginan gadis itu berlibur ke rumah neneknya. Namun dengan keras kepala Areta menolak mendengar larangan tersebut. Dan kelak dari sanalah semua bermula.