Sabtu, 27 September 2014

Where Rainbows End




Terjemahan: Di Ujung Pelangi
Penulis: Cecilia Ahern
Alih Bahasa: Monica Dwi Chresnayani
Desain dan Ilustrasi sampul: emte
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: Ketiga, Juli 2013
Jumlah hal.: 623 halaman
ISBN: 978-979-22-9789-8

Mulai dari anak-anak nakal sampai menjelma remaja pemberontak, Rosie dan Alex selalu bersama. Sayangnya, di tengah-tengah serunya masa remaja, mereka harus berpisah. Alex dan keluarganya pindah ke Amerika.

Rosie benar-benar tersesat tanpa Alex. Namun, pada malam sebelum dia berangkat untuk kembali bersama Alex, Rosie mendapat kabar yang akan mengubah hidupnya selamanya, dan menahannya di tanah kelahirannya, Irlandia.

Meski demikian, ikatan batin mereka terbukti sanggup melewati suka-duka kehidupan masing-masing. Tetapi, keduanya tidak siap menghadapi perubahan lain yang terjadi di antara mereka: Cinta.

***
Dikisahkan dua sahabat yang berteman sejak mereka masih kecil. Mereka adalah Rosie dan Alex. Persahabatan tersebut terus mereka jaga melalui surat-surat dan email-email mereka. Terutama setelah mereka dipisahkan oleh jarak. Saat Alex harus pindah ke Amerika mengikuti orang tuanya, hubungan keduanya sempat merenggang. Terlebih saat sebuah musibah menimpa Rosie. “Kecelakaan” yang membuat Rosie akhirnya harus melepaskan kesempatannya melanjutkan studi karena harus melahirkan Katie. Pembatalan Alex untuk menemani Rosie di prom night ternyata berbuntut panjang.

Setelah Katie lahir, Rosie harus menghadapi banyak hal. Mulai dari menjaga bayinya sendiri hingga memikirkan cara mencari uang agar tidak terus membebani orang tuanya. Di lain pihak Alex kian disibukkan oleh kuliah kedokterannya serta kekasihnya, Sally, yang akhirnya ia nikahi. Sayangnya tidak semua hal berjalan mulus.

Mencintaimu Selalu Indah




Penulis: Aster Putih
Cover Designer: Tarompey
Layout: Asiyah_Asmarani
Editor: Geulis C.G
Penerbit: Rumah Oranye
Cetakan: I, 2014
Jumlah hal.: 180 halaman
ISBN: 978-602-1588-61-1

Cinta adalah keelokan rasa yang sangat mahal harganya, ia selalu datang dengan kesuciannya. Mencintai adalah memberi tanpa pamrih, tiada tepi dan tak mengharap kembali.

Sejatinya cinta adalah kedamaian dan kebahagiaan yang tercipta karena ketulusan yang dia bawa. Apabila cinta memanggilmu, bergegaslah datang kepadanya. Meski jarak yang harus ditempuh terbentang lautan yang tak berujung. Dan ketika cinta memahkotaimu maka junjung ia dengan segenap penyerahan jiwa.

***
Buku ini adalah sebuah kumpulan cerita pendek. Terdapat 6 cerita pendek yang semuanya membahas tentang cinta. Tema umumnya boleh saja sama, namun jenis-jenis cinta yang diangkat berbeda.

Dalam cerita Cinta Sang Pendongeng, penulis bercerita tentang kisah H.C Andersen yang menginspirasi tokoh utama untuk menjadikan patah hatinya sebagai sumber inspirasi sehingga ia bisa menghasilkan karya. Sebab dari cerita sang kakak ia mengetahui bahwa H.C Andersen yang patah hati malah berhasil membuat karya yang dikenang sepanjang masa.

Jumat, 26 September 2014

Sweet Winter




Penulis: Kezia Evi Wiadji
Desainer Kover: SAS Studio
Penata isi: Phiy
Penerbit: Grasindo
Cetakan: 2014
Jumlah hal.: vi + 207 halaman
ISBN: 978-602-251-651-4
Matthew:
Aku berharap takdir yang mempertemukan kita di sini dapat memperbaiki kesalahanku.

Karin:
Oh Tuhan, kenapa kami harus bertemu, jika akhirnya harus kembali berpisah?!

Karin dan Matthew, dua sahabat yang saling mencintai. Tetapi takdir mempermainkan mereka layaknya dua layang-layang yang meliuk-liuk di langit.

Akankah mereka bersatu, jika wedding song telah mengalun lembut dan salah satu dari mereka harus berjalan menuju altar untuk mengucapkan sumpah setianya?

***
Karin dan Matthew adalah teman sejak kecil. Rumah mereka yang berhadapan membuat keduanya menjadi akrab. Kisah persahabatan mereka berlanjut hingga mereka beranjak remaja. Saat duduk di bangku kelas 1 SMA muncullah sosok yang menjadi kerikil dalam hubungan mereka. Sosok ini berbentuk perempuan cantik yang membuat Matthew tergoda. Ia bernama Silvia.

Silvia yang berhasil membuat Matthew lebih memilih menghabiskan waktu dengan sang pujaan hati dibandingkan sahabat sejak kecilnya. Karin yang merasa tersisih merasa sakit akhirnya melancarkan “serangan” ke Silvia. Namun ternyata hal itu berujung pertengkaran dengan Matthew. Setelah itu hubungan Karin dan Matthew kian merenggang.

Never Gonna Leave You




Penulis: Sienta Sasika Novel
Editor: Afrianty P. Pardede
Penerbit: Elex Media Komputindo
Cetakan: 2014
Jumlah hal.: xi + 211 halaman
ISBN: 978-602-02-4729-8
Sienta, yang dicap sebagai jomblo sejati oleh sahabatnya sendiri (Hanny) karena dianggap terlalu mengharapkan cinta Rio, cowok paling ganteng di sekolah yang telah memiliki kekasih, seorang model cantik bernama Nuri.

Namun, sebenarnya Seinta menyimpan rahasia besar, Sienta sebenarnya sudah memiliki kekasih, hubungan yang cukup lama, namun Sienta menyimpan rapat sosok kekasihnya itu. Cowok itu adalah seorang public figure, Bintang Mahendra. Seorang artis dan penyanyi yang sedang naik daun.

Hubungan Sienta dan Bintang tak berjalan mulus, terbongkarnya hubungan mereka membuat mereka harus berpisah. Tidak tahu siapa penyebabnya, gosip yang beredar membuat Bintang menghilang. Secara tiba-tiba Rio hadir mendampingi Sienta, ternyata Rio sudah putus dengan Nuri. Dengan sabar Rio menunggu Sienta membuka hati untuknya. Ternyata tidak semudah itu membuka hati untuk orang lain.

***

Novel Never Gonna Leave You karya Sienta Sasika Novel ini mengetengahkan kehidupan remaja yang cukup berwarna. Sosok Sienta yang diceritakan sebagai sosok yang biasa saja namun memiliki kehidupan yang cukup complicated membuat kisah ini menjadi menarik diikuti.

Sienta adalah sosok “rata-rata” dalam lingkungan pergaulan di SMA-nya. Ia bukan gadis populer atau gadis nerd dengan setumpuk prestasi. Sienta adalah siswi SMA biasa yang hidupnya  biasa saja, dengan nilai yang pas-pasan dan seorang sahabat yang heboh bernama Hanny. Itu adalah sisi kehidupan Sienta di sekolah. Namun saat di luar sekolah ia berbeda.

Kamis, 18 September 2014

September to Remember Blog Hop



Bulan September tahun ini menjadi berbeda bagi saya. Untuk pertama kalinya pertambahan usia saya rayakan di Litaq Mandar (Tanah Mandar). Meski menggunakan kata “rayakan” sesungguhnya tidak ada pesta apapun seperti acara sweet 17-an para artis (ya iyalah, kan kamu bukan artis, Tria). Bahkan sekedar bikin acara traktiran pun tidak saya lakukan.

Banyak hal cukup lucu yang terjadi di ulang tahun saya kali ini. Pertama adalah papa saya yang salah hari. Siang itu tanggal 1 September 2014, papa dengan semangat menggedor-gedor pintu kamar karena sejak pagi hari saya mengurung diri dengan membaca buku di kamar. Saat akhirnya membuka pintu kamar, papa segera berkata, “Dari tadi saya cari ko. Selamat ulang tahun ya, Nak. Semoga cita-citamu tercapai,” kata Papa sambil menjulurkan tangan kanannya. Saya pun mencium tangan papa dan kemudian mencium pipi papa. Namun saya kemudian berkata, “Makasih, papa. Besok ucapin lagi ya, Pa. Biar do’nya benar-benar terkabul”. Jawaban ini membuat papa bingung. Saya kemudian menunjuk tanggal di koran yang dipegang papa di tangan kirinya. Ha..ha.. Papa lantas tertawa keras dan berkata, “Maklum pensiunan, Nak”. Saya pun segera memeluk papa. Meski salah hari, tapi saya tahu papa berusaha untuk tidak melupakan hari ulang tahun saya. Masih bisa saya ingat salah satu episode saat papa harus keluar kota saat saya ulang tahun. Karena tidak sempat membeli kado, papa pun membelikan sebuah boneka yang sekaligus tempat untuk menyimpan ponsel yang dijual oleh maskapai penerbangan yang dipakai papa untuk pulang segera di hari ulang tahun saya. Sampai sekarag boneka itu menjadi salah satu boneka kesayangan saya (dan ikut merantau bersama saya).
Langit senja 2 September 2014
Selain insiden salah hari. Ulang tahun saya kali ini terasa berbeda karena saya bisa merayakan di tepi pantai. Seorang kawan baru di Majene dengan senang hati menjemput saya dan membawa saya ke rumah pohon teman kami. Rumah pohon ini terletak di daerah Gonda, Polewali. Yang artinya kami harus menyebrang ke kota tetangga. Namun perjalanan tersebut terbayar dengan pemandangan yang saya temui. Hamparan laut yang dangkal yang membuat saya bermain air tanpa takut basah kuyup. Pemandangan mangrove, pantai, dan langit menjadi hadiah yang indah bagi saya. Bisa berteriak lepas ke pantai dan membiarkan ombak mencium kakiku adalah sebuah pengalaman yang menyenangkan. Terima kasih untuk Ashari dan Onie atas hadiah ini (^_^)v


Keesokan harinya, tanggal 3 September, Onie datang ke Dapur Mandar, tempat saya tinggal selama di Majene. Ternyata ia ingin memberikan sebuah kado untuk saya *seolah kado sehari sebelumnya belum cukup* Dan ternyata hadiahnya adalah sebatang cokelat dan sebuah sketsa hasil karyanya. Sekarang, sketsa tersebut menghiasi dinding kamar kostan saya di Bandung.



Tanggal 4 saya diberi buku oleh seorang kenalan baru. Namanya Hendrik, salah seorang petugas di perpustakaan daerah Majene. Sebelumnya saya menyampaikan kebutuhan saya untuk membaca tentang Andi Depu, pahlawan perempuan dari tanah Mandar. Kemudian mendadak dia mengabari saya bahwa ia menemukan dua buah buku yang membahas tentang beliau. Sore hari, Kak Hendrik mengantarkan buku tersebut ke Dapur Mandar. Ia memang tidak tahu bahwa 2 hari sebelumnya saya berulang tahun. Namun bagi saya ini salah satu kado spesial dari Tuhan untuk saya (^_^)



Tanggal 5 ada satu hadiah tak terduga. Ada seseorang yang secara khusus datang untuk menemui saya di Majene. Ia datang jauh-jauh dari Makassar. Kedatangannya adalah sebuah hadiah bagi saya dan ia kemudian memberi saya sebuah tasbih. Sebenarnya kedatangan kakak ini saja sudah cukup sebagai hadiah. Kak Abdillah Mandar, terima kasih untuk hadiahnya. (^_^)



Oiya, terakhir saya mendapat hadiah lain di ulang tahun saya. Setibanya saya di Makassar tanggal 7 September 2014, ada dua paket buku yang menanti. Keduanya adalah hadiah atas partisipasi saya dalam pay it forward. Satu novel berjudul Juliet yang sudah lama saya cari. Buku ini dihadiahi oleh Mbak Ren Puspita. Kemudian satu lagi adalah novel berjudul Kei yang sudah lama ingin saya miliki. Kei dihadiahkan oleh Mbak Okky (^_^)v



September tahun ini adalah salah satu September paling berkesan bagi saya. Terima kasih untuk semua orang yang sudah ikut mewarnai September saya.

Nah, sebagai rasa syukur atas semua anugerah itu, saya pun mengikutsertakan diri dalam September to Remember Blog Hop yang digagas bersama anggota Blogger Buku Indonesia (BBI) yang berulang tahun di bulan September. Yuk, ikut merayakan September ini bersama kami.


Hadiah:
Voucher senilai Rp 340,000,- untuk masing-masing 2 pemenang.
Hadiah buku pilihan di OlShop Indonesia / lokal. Harga yang akan kami pakai adalah harga sebelum diskon (harga normal).

Syarat:
  • Follow blog My Little Library ini (via GFC atau Bloglovin’)
  • Follow twitter @atriasartika
  • Share link tentang event ini via sosial media (bisa via fb, twitter, G+, dll). Share link GA yang ada di blog ku ini cukup dilakukan sekali saja ya.
  • Tulis data diri di kolom komentar di blogpost ini berupa: nama, nama akun yang dipakai memfollow blog ini (via GFC atau bloglovin), akun twitter yang dipakai untuk memfollow @atriasartika
 
Caranya:
  • Tebak judul buku dari 3 quotes yang saya tampilkan di bawah ini ya. Kalian bisa mencari jawabannya di blog ini ;)
  • Kemudian, kunjungi 8 blog (milik 8 teman blog host yang lain) untuk menebak quotes yang ada disana. Daftar blog (blog host) beserta jadwalnya ada di bawah.
  • Jawaban paling lambat pada tanggal 26 September 2014
  • Jadwal dikumpulkan (ditulis) pada google docs yang ada di bawah ini. Jawaban cukup sekali saja. Maka, saran saya, jangan buru-buru nulis jawaban di google docs sebelum kalian bisa menjawab semua quotespara peserta GA hop September to Remember.
  • Penting: Jawaban harus berurutan baik urutan secara quotes yang menjadi pertanyaan dan secara blog host.

Quotes:
sila menebak Quotes berikut:

Quote 1
 “...masa lalu cukuplah menjadi sejarah, yang hanya perlu dimasuki saat-saat dirimu membutuhkan kehadirannya untuk berkontemplasi.”

Quote 2
 " Masa lalu telah mengajarkannya bahwa setiap menit terlalu berharga. Pengabaian terhadap satu menit, bahkan bisa membuka kesempatan untuk seribu satu kemungkinan." 

Quote 3
"... Jadi, semua yang ada di dalam tubuh kita dan sekeliling kita is a game of luck. Makanya mendingan kita gamble aja"  

 
Bonus (Optional):
Nah ada lagi nih yang seru. Untuk menambah nilai, teman-teman bisa melakukan bonus sebagai berikut:
  • kolase cover: Setelah menebak seluruh judul buku dari 9 blog host September to Remember, silakan susun cover dari buku-buku tersebut. Susunan cover harus berurutan, namun model sesuai selera. Misal teman-teman ingin membuat model huruf atau puzzle dari cover-cover tsb. Upload hasil collage cover di image host dan kemudian submit linknya di google docs.
  • susun kalimat / paragraf: Apakah teman-teman suka menyusun puisi atau kalimat atau paragraf dari berbagai judul buku? Jika suka, yuk susun judul-judul buku yang sudah kalian tebak menjadi sebuah paragraf atau puisi atau bahkan cerpen. Hehe.

Jadwal Blog Hop:
Submit Jawaban September to Remember di sini: September to Remember

Selasa, 02 September 2014

Selamatkan Bosscha!




Editor: Rahmat Jabaril
Perancang Sampul: Terra Brajaghosa
Kompugrafi: meja malam design
Penerbit: Resist Book
Cetakan: Pertama, Januari 2007
Jumlah. Hal: xxvi + 164 halaman
ISBN: 979-1097-34-8

Sebenarnya persoalan yang menjerat pendidikan tidak hanya ongkosnya yang kian membumbung, melainkan juga kualitasnya yang sungguh memprihatinkan. Tidak hanya kurikulum yang acap berganti, melainkan metode pengajaran yang semata mengandalkan pada penghapalan atau sistem bank. Alih-alin “membebaskan”, metode pendidikan macam itu malah membodohi murid, menumpulkan daya kritis dan mengkerdilkan daya kreatif. Menjawab persoalan-persoalan itu, sebuah metode pendidikan alternatif ditawarkan. Dalam konsep itu, murid tidak hanya duduk tenang di balik meja dan dicekoki dengan segala macam pelajaran yang membuat mereka menjadi dalam istilah Romo Mangunbeo-beo hapalan, tapi langsung dihadapkan pada persoalan-persoalan yang ada di lingkungan sekitarnya. Buku ini  merupakan catatan-catatan kritis anak-anak, hasil dari penerapan metode belajar mengajar yang mengedepankan konsep aksesibilitas tersebut.Persoalan di lingkungn sekitar mereka yang diangkat adalah Observatorium Bosscha yang saat ini nasibnya sama dengan para PKL, tengah menghadapi ancaman tergusur oleh pembangunan yang kapitalistik.

Cara penanggulangan agar Bosscha tetap ada adalah dengan cara: tidak membangun gedung-gedung besar misalnya hotel, tidam membangun pabrik-pabrik dan agar melarang kendaraan-kendaraan besar melintas di area Observatorium Bosscha.
Rahma (SD Pelesiran II)

...Tidak mengherankan apabila setingkat itu, anak-anak itu bisa melihat kerusakan lingkungan yang selama ini ditutup-tutupi oleh Negara
Rahmat Jabaril (Komunitas Taboo)

***

Ketika bercerita tentang ilmu, maka sesungguhnya semua orang adalah guru dan semua tempat adalah sekolah. Usia seseorang yang lebih muda tidak berarti tidak ada apapun yang bisa kita pelajari darinya. Karena pada dasarnya cara seseorang memandang sesuatu bisa saja unik. Apatah lagi anak-anak. Mereka memandang sesuatu berdasarkan rasa ingin tahu dan kepolosan. Belum banyak perasaan skeptis dan kecewa yang mereka kecap hingga mengkerdilkan optimisme mereka.

Hal inilah yang akan ditemukan saat membaca buku Selamatkan Bossha! ini. Dalam buku ini kita disuguhi tentang bagaimana anak-anak mengolah informasi yang mereka dapatkan kemudian mencoba mentransfernya menjadi sebuah tulisan. Dengan gaya bahasa khas kanak-kanak mereka mencoba menceritakan tentang apa yang mereka dapatkan dalam kunjungan mereka ke Observatorium Bosscha. Tata bahasa yang berantakan tidak lantas membuat penuturan mereka sulit dipahami. Sebaliknya menjadi sebuah kelucuan tersendiri.