Senin, 30 Juni 2014

Blogtour Finally You + Giveaway



“Kita hanya 2 orang kawan yang bertemu kebetulan. Di persimpangan jalan. Ingin kembali ke masa lalu yang nyaman atau sama2 menatap ke masa depan?” (hal. 91)


Finally You
Penulis: Dian Mariani
Editor: Herlina P Dewi
Proof Reader: Weka Swasti
Desain Cover: Teguh Santosa
Layout Isi: Deeje
Penerbit: Stiletto Book
Cetakan: I, Juni 2014
Jumlah hal.: 277 halaman
ISBN: 978-602-7572-28-7
Luisa dan Raka, dipersatukan oleh luka.
Luisa yang patah hati setelah ditinggal Hans, memilih menghabiskan waktunya di kantor sampai malam. Bekerja tak kenal lelah. Siapa sangka, ternyata bos di kantornya juga baru putus cinta. Mereka sama-sama mencari pelarian. Mengisi waktu-waktu lengang selepas jam lembur dengan menyusuri jalan-jalan padat ibu kota. Berdua. Membagi luka dan kecewa.

Antara bertahan pada kenangan, atau membiarkan waktu yang menyembuhkan. Baik Luisa ataupun Raka membiarkan hubungan mereka berjalan apa adanya. Hubungan yang dewasa tanpa ungkapan cinta. Mungkin rasa aman dan nyaman bersama kenangan, membuat Luisa dan Raka malas menyesap rasa baru dalam hubungan mereka.

Namun, bagaimana jika seiring berjalannya waktu, Raka mulai benar-benar jatuh cinta ketika Luisa justru sedang berpikir untuk kembali kepada Hans? Ternyata bukan tentang waktu. Bukan juga tentang masa lalu. Ini tentang menemukan orang yang paling tepat untuk hidupmu.

***

“Cinta yang tak egois itu, ternyata tidak ada. Tidak ada juga yang namanya “cinta yang merelakan”. Kalaupun ada, mugkin bukan cintanya.” (hal. 150)

Bagi Luisa, berakhirnya hubungan yang sudah ia bina bertahun-tahun bersama Hans adalah sebuah pukulan telak. Apalagi saat akhirnya melihat dengan mata kepala sendiri saat Hans berjalan bersama Gina, perempuan yang ia pilih bahkan sebelum memutuskan Luisa. Syukurlah saat itu muncul Raka yang menyelamatkan harga dirinya.

Pengumuman Pemenang Giveaway Blogtour People Like Us




Selamat pagi. Siapa yang sedang menjalankan ibadah puasa? Selamat berpuasa, ya. Semoga puasanya berkah dan bermanfaat dunia akhirat.

Sebelumnya saya memohon maaf atas keterlambatan saya memposting pengumuman giveaway ini. Sedang agak sibuk bolak-balik Bandung-Bekasi. Selain itu. sehingga waktu untuk menulis berkurang drastis.
Ok, biar gak semakin lama. Kita segera membahas tentang Blogtour People Like Us bersama Penerbit Haru ini.

Dalam Blogtour kali ini, saya membahas tentang penyakit kanker. Ini karena novel People Like Us mengangkat penyakit kanker sebagai bagian dari konflik ceritanya. Tokoh utamanya, Amy, menderita kanker. Dan hal itu malah mendekatkannya pada orang yang selama ini ia sukai, Ben. Namun, di saat yang sama pun kanker menjadi ancaman yang dapat memisahkan Ben dan Amy selamanya.

Dalam blogtour di blog ini saya mencoba berbagi informasi tentang penyakit kanker. Ternyata menurut teman-teman yang mengikutinya, tulisan tersebut cukup informatif. Ada beberapa bagian yang diketahui sejak lama dan ada juga yang baru diketahui. Selain itu, ada juga yang mengungkapkan bahwa informasi itu semuanya terbilang baru baginya. Hm..alhamdulillah kalau informasi yang saya bagi bermanfaat. Semoga membuat kita semakin waspada ya.

Nah, pertanyaan kedua saya dalam blogtour kali ini adalah bagaimana mereka akan mendukung Amy, jika mereka menjadi teman gadis tersebut. Secara umum jawabannya hampir sama yakni memberi dukungan moril bagi Amy. Yang berbeda adalah cara yang mereka pilih untuk memberikan dukungan.

Nah, itu sedikit review saya atas blogtour People Lika Us di blog ini. Nah, sekarang saatnya pengumuman.
Dan, dua orang yang beruntung menjadi pemenang dan berhak mendapatkan buku haru (acak, tak dapat dipilih) dan sebuah sampul kain dari Emerald Green Label adalah:

Jumat, 27 Juni 2014

Gadis Korek Api dan Dongeng-Dongeng Lain



"Kalau dia memang jenius, dia pasti sanggup menghadapi tekanan." (hal. 211)

Diterjemahkan dari Andersen’s Fairy Tales
Penulis: H.C. Andersen
Penerjemah: Ambhita Dhyaningrum
Penyunting: Jia Effendie
Pewajah Isi: Hadi Mahfudin
Penerbit: Atria
Cetakan: II, Juli 2011
Jumlah hal.: 267 halaman
ISBN: 978-979-024-462-7
Seorang gadis miskin berjalan
telanjang kaki sambil menjajakan korek
apinya di malam  tahun baru yang beku dan bersalju.
Dia menyalakan sebatang korek api dan sebuah
perapian muncul di hadapannya. Apinya yang merah
kebiruan menghangatkan kakinya yang kebas. Kemudian
korek itu padam, perapian menghilang ...

GADIS KOREK API adalah salah satu dari sepuluh dongeng
H.C. Andersen dalam buku ini. Penulis asal Denmark
 ini meramu berbagai dongeng yang telah diceritakan
dalam berbagai versi kepada jutaan anak-anak
di seluruh belahan dunia.

Dongeng-dongengnya begitu akrab,
bahkan bagi orang-orang yang
tidak pernah mengenal
namanya.

***

Sejujurnya saya mengenal beberapa dongeng-dongeng Andersen. Seperti cerita Gadis Korek Api, Kisah Cinta Putri Duyung Kecil, Burung Bulbul, dan Thumbelina. Tapi saat itu saya bahkan tidak mengenal nama besar H.C Andersen. Saya hanya tahu itu adalah sebuah dongeng. Tapi sumber atau asalnya dari negeri mana saya tidak tahu.

Membaca buku ini membuat saya mengenal lebih banyak karya H.C Andersen. Ada sebuah dongeng panjang yang bak cerita dongeng seribu satu malam. Judulnya dalam buku ini adalah Kisah Rembulan. Dalam judul aslinya adalah “What the Moon Saw”. Dibuku ini diceritakan 33 kisah pendek yang dilihat oleh Rembulan dan kemudian ia kisahkan pada seorang seniman. Seniman tersebut kemudian melukis sebuah sketsa dan mencatat penuturan Sang Rembulan setiap malamnya. Di dalam kisah itu, Sang Rembulan bercerita tentang berbagai hal yang ia lihat di berbagai dongen. Tema kejadiannya pun beragam. Sayangnya, saya terkadang diserga bosan saat membacanya. 

Dalam buku ini, yang benar-benar menarik untuk diikuti adalah cerita tentang Gadis Korek Api dan cerita lucu dan cukup menyindir berjudul “Baju Baru Kaisar”. Cerita ini mengingatkan kita tentang kebodohan manusia yang demi gengsi biasa saja berbohong dan akhirnya membuatnya nampak bodoh. Kekonyolan yang dilakukan oleh Kaisar, dan dua orang mentrinya karena dibodohi oleh dua orang penipu, akhirnya harus membuat Kaisar menahan malu. 

Buku ini tidak memiliki ilustrasi kecuali di halaman awal cerita. Sebuah ilustrasi sebesar setengah halaman buku yang dibawahnya tertulis judul cerita dan kemudian diikuti oleh paragraf awal cerita. Secara tampilan, buku ini tidak akan begitu menarik untuk anak-anak. Buku ini seolah diperuntukkan untuk remaja atau orang dewasa yang ingin bernostalgia dengan kisah-kisah masa kecil.

Oiya, diksi dalam buku ini pun bagus. Meski ia sebuah dongen tua, namun pilihan kata yang digunakan benar-benar menarik. Penerjemah sukses membuat buku dongeng ini dari segi bahasa tetap punya nilai yang menarik.
***
 Review ini saya ikutkan dalam event Baca Bareng BBI 2014

You Are Invited



“Hidup itu berawal dari huruf B dan berakhir di huruf D. B artinya Birth dan D artinya Death. Tapi di antara huruf B dan D ada huruf C, yang artinya Choice. Artinya, hidup selalu menawarkan pilihan.” (hal. 198)


Penulis: Kezia Evi Wiadji
Editor: Anin Patrajuangga
Desain kover & Ilustrasi: Ni Made Adenari
Penata isi: Lisa Fajar Riana
Penerbit: Grasindo
Cetakan: 2014
Jumlah hal.: iv + 211 halaman
ISBN: 9786022514930
Stacy Tanu dan John Edward,
berencana melangsungkan pesta pernikahan.
Selain mengundang 400 tamu, juga enam orang yang mempunyai hubungan spesial dengan kedua calon mempelai. Mereka adalah Dina, Ben, Lyla, Sonia, Edo dan James.

Beberapa minggu menjelang pesta pernikahan itu, masalah demi masalah silih berganti menghampiri mereka.

Dapatkah mereka bergabung dengan tamu undangan lain untuk merayakan pesta pernikahan Stacy dan John?

***

Novel ini lebih mirip kumpulan cerita daripada sebuah novel. Di dalam You are Invited ini ada kisah John dan Stacy serta kisah dari 6 orang lainnya. Ada satu benang merah menghubungkan semua cerita tersebut yakni undangan pernikahan John & Stacy. Dengan menggunakan sudut pandang orang pertama, penulis menyuguhkan kehidupan semua orang dalam cerita ini.

Cerita dibuka dengan perbincangan John & Stcay tentang persiapan pernikahan mereka. Serta siapa saja yang ingin mereka undung. Lantas tersebutlah dua buah nama yakni Dina dan Ben. Kedua orang tersebut adalah mantan kekasih mereka. Orang yang terkahir menjalin hubungan kasih dengan John dan Stacy sebelum mereka berdua bertemu. Setelah itu bergulirlah cerita pertemuan pertama John dan Stacy.

Setelah itu cerita berpindah ke Dina. Kita disuguhi cerita masa lalu Dina dan John. Serta masa lalu Dina dengan Cello. Pergulatan batin dan penyesalan Dina. Serta undangan yang Dina terima dari John. Ia diundang untuk menghadiri pernikahan pria itu dengan kekasih yang ia temui setelah hubungannya dengan Dina berakhir.

Pengumuman Pemenang Giveaway After Sunset




Mengadakan giveaway adalah sebuah kebahagiaan tersendiri bagi saya. Membuat beberapa orang berbahagia saat menerima paket berupa buku dan mendapatkan kesenangan dari membaca buku tersebut adalah salah satu cara yang saya harapkan bisa membuat dunia ini lebih baik (^_^)v

Selain itu Giveaway yang saya adakan bersama seorang penulis adalah sebuah cara bagi saya untuk memperkenalkan penulis Indonesia dan karya-karya mereka. 
Sejujurnya, saya pribadi merasa kagum saat mengikut sepak terjang Mbak Indah Hanaco. Ia sangat produktif menulis buku. Setelah buku After Sunset yang terbit pada Mei 2014, bulan Juni ini buku baru Mbak Indah Hanaco berjudul Crazy Little Thing Called Love sudah terbit. Fiuh..mungkin nanti saya harus menanyakan resep Mbak Indah hingga bisa seproduktif itu. (>_<)

Saya aja belum tentu produktif nulis review. Lha ini nulis buku. Jempol gede deh buat Mbak Indah Hanaco. Terus kreatif dan produktif ya, Mbak. Oiya, saya ucapkan terima kasih sedalam-dalamnya kepada Mbak Indah Hanaco yang sudah mensponsori Giveaway ini. Sukses terus ya, mbak. Ntar kita bikin GA lagi..he..he.. (^_^)v
 
Nah, dalam Giveaway kali ini akan ada 3 pemenang beruntung yang akan mendapatkan buku After Sunset karya Mbak Indah. Sejujurnya, memilih pemenang dalam setiap giveaway sangatlah tidak mudah. Ini karena jawaban peseta semuanya bagus. Maka setelah berbingung-bingung selama beberapa hari untuk memilih pemenang, maka inilah 3 orang yang terpilih:

Kamis, 26 Juni 2014

4 Ways to Get a Wife





Penulis: Hyun Go Wun
Penerjemah: Putu Pramania Andyana
Penyunting: NyiBlo
Layout: Dedy Andrianto
Penerbit: Haru
Cetakan: ketiga, Juni 2013
Jumlah hal.: 356 halaman
ISBN: 978-602-7742-04-8
Dicari: Istri Kontrak
Persyaratan: Usia 25-30 tahun, fisik sehat, dan penampilan rapi. IQ di atas 130. Memiliki pekerjaan tetap.

Kesepakatan: Diberikan uang kontrak dan upah per tahun standar lulusan universitas. Disediakan pakaian dan pembantu rumah tangga. Setelah kontrak selesai, akan diberikan keuntungan khusus seperti belajar di luar negeri.

Perhatian: Bukan kontrak seumur hidup. Masa kontrak maksimal 3 tahun. Kontrak akan diperbarui setiap tahun. Tidak diperbolehkan adanya kontak fisik atau keluhan apa pun.

Lampirkan CV, surat keterangan kesehatan, dan sertifikat tes IQ. Wawancara akan dilakukan setelah lulus seleksi dokumen.

####

Dunia sepertinya sudah semakin gila ketika aku melihat iklan untuk mencari'istri kontrak' yang terpasang di koran hari itu. Apalagi, adikku sendiri yang baru berumur 20 tahun, yang memiliki perbedaan umur lebih dari 12 tahun dengan lelaki itu. Benar-benar sinting!

Setelah bersusah payah menjauhkan dan menyelamatkan adikku, lelaki itu malah berkata padanya dengan wajah datar. 'Tidak ada burung pedar, ayam pun jadi.'

Ayam? Siapa yang ayam? Sekarang ia malah menawariku menjadi istri kontraknya!

***
Novel ini adalah novel terjemahan dari negeri ginseng. Ya, Korea. Mencicipi karya dari negara yang berada di Kawasan Asia Timur ini masih tergolong baru bagi saya. Saat membacanya saya menyadari bahwa seperti halnya film atau drama Korea, selau ada komedi yang diselipkan dalam cerita romance. Novel ini pun seperti itu.

Bermula dari keputusan gila mantan kekasih Kim Geon Hyeoung, Shin Hee, yang memasang iklan tentang pencarian istri yang dimuat di koran bak sebuah iklan lowongan kerja, bertemulah kehidupan seorang Kang Jung Won dengan Kim Geon Hyeoung. Adik Kang Jung won, Kang Hee Won, ternyata ikut melamar menjadi istri Kim Geon Hyeoung. Marah dengan kondisi tersebut, secara impusif Jung Won mendatangi kantor Geon Hyeoung dan marah-marah.

Hal ini malah berbuntuk panjang. Geon Hyeoung malah memilih Jung Won sebagai calon istrinya. Dengan memanfaatkan beberapa kelemahan Jung Won, Geon Hyeoung berhasil mendesak perempuan tersebut agar bersedia bersandiwara sebagai calon istrinya. Dimulailah hubungan yang selalu diwarnai perdebatan. Tawar-menawar. Kompromi.

Selasa, 24 Juni 2014

Crazy Little Thing Called Love



“Jadi, kita nggak akan pernah bisa mengenal seseorang. Karena manusia itu berubah. Soal risiko, bukankah hidup ini memang penuh risiko? Tidak ada yang pasti, semuanya bergantung sama nyali, berani atau tidak menghadapi konsekuensi keputusan kita.” (hal. 222)


Penulis: Indah Hanaco
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: 2014
Jumlah hal.: 240 halaman
ISBN: 978-602-03-0495-3
Colin dan Maura bersinggungan pada suatu malam yang basah. Kemudian hidup mereka kian terkait akibat berbagai drama yang diciptakan takdir untuk keduanya. Problema di satu titik, berubah menjadi pintu yang membuka ke arah masa depan di titik lainnya. Tiap masalah baru justru menjadi magnet perekat bagi mereka.

Meskipun keduanya tak mau mengakui, Colin dan Maura terlalu terpesona satu dengan yang lain. Hingga tidak lagi menyisakan ruang untuk memindai kebimbangan. Tapi, apakah lantas semuanya menjamin akhir yang bahagia? Bagaimana dengan Sam, mantan kekasih Maura? Bagaimana pula dengan keluarga Maura yang mirip mimpi buruk? Sementara Colin sendiri, punya kegentaran yang berasal dari masa lalu.

Cinta, mungkinkah mampu menjadi penawar ajaib bagi semua jalan berduri yang siap memisahkan keduanya?
***

Membaca karya Mbak Indah Hanaco selalu berhasil membuat saya melted. Tokoh pria yang diceritakan selalu punya sisi-sisi yang bisa meluluhkan perempuan. Kali ini saya sukses dibuat menghayalkan laki-laki galak tapi perhatian dan penyayang bernama Colin Siegmund Ross. Kali ini cerita dimulai dari pertemuan yang berjalan cukup buruk. Ini mengingatkan saya pada awal cerita After Sunset karya Indah Hanaco lainnya.

Hidup Maura diselamatkan oleh Colin di pertemuan pertama mereka. Namun karena kesalahanpahaman, Maura malah melukai Colin. Buntutnya luka ini dimanfaatkan oleh Colin untuk mengganggu hidup Maura. Maura pikir (dan berharap) tidak akan bertemu Colin lagi. Mengingat Colin yang sangat arogan. Namun, sekali lagi Colin menjadi penyelamat Maura. Kali ini saat ayahnya bermaksud memukulnya.

Minggu, 22 Juni 2014

Geek In High Heels



"Saya nggak suka baca novel. terlalu artifisial. Biasanya tokoh di novel itu hidupnya selalu berakhir bahagia. Padahal kan hidup yang sebenarnya nggak kayak gitu. ..." (hal. 49)


Penulis: Octa NH
Editor: Herlina P Dewi
Proofreader: Tikah Kumala
Desain Cover: Nisa Imawati Hdayat
Layout isi: Deeje
Penerbit: Stiletto Book
Cetakan: I, Desember 2013
Jumlah hal.: 208 halaman
ISBN: 978-602-7572-20-1
Hai..... Nama saya Athaya. Seorang web designer. Yup, saya memang geek, tapi saya juga stylish; suka koleksi high heels dan memadankannya dengan cat kuku. Saya sedang cari pacar, eh calon suami. Kalau kamu tertarik, feel free to comment ya. Oh ya, umur saya 27 tahun. Sekarang kamu ngerti kan kenapa saya membuat iklan cari jodoh seperti ini?Yes, I’m absolutely pathetic. Problem?! Oke, saya mencari cowok ganteng—

Athaya melirik ke arah cowok berkacamata yang duduk jeda beberapa meja darinya. Cowok itu kelihatan seperti cowok canggung yang manis.

Oke, saya mencari cowok ganteng, berkacamata, menarik, usia tidak boleh lebih dari 35 tahun dan bukan duda, bukan suami orang, bukan selingkuhan orang, dan straight.

Athaya menghela napas, menyesap kopinya, dan meng-klik tombol: Publish!
***
Octa NH mengetengahkan kisah seorang perempuan yang menggilai high heels. Cerita disuguhkan dengan menggunakan sudut pandang orang ketiga, namun dengan gaya bahasa yang sangat casual. Bahasanya tidak kaku.  Membaca narasi di dalam buku ini membuat saya merasa membaca curhatan seorang teman tentang temannya. (^_^)v

Oiya, plot ceritanya cukup menarik. Tokoh utamanya adalah perempuan bernama Athaya. Athaya ini perempuan berusia 27 tahun yang sudah mulai kesal dengan sikap keluarganya yang sibuk menanyakan statusnya yang masih single. Karena kesal ia pun berharap ada seorang pria yang datang dan mengisi kekosongan hati dan harinya. Saking kesalnya, Athaya sampai menuliskan iklan pencarian jodoh di blog pribadi. Namun segera posting tersebut ia lupakan.

Harapan Athaya yang mulai tertekan karena status single akhirnya terkabul. Hebatnya yang muncul adalah dua orang laki-laki dengan karakter yang bertolak belakang. Ada Ibra, pria dengan tampilan eksekutif muda, sikap yang perhatian dan sangat memanjakan Athaya. Ada pula Kelana, penulis yang sikapnya cuek, suka datang dan pergi sesukanya. Kini kebingungan Athaya bukan lagi karena statusya, melainkan karena ia bingung dengan perasaannya sendiri. Pada akhirnya ia harus memilih.

Sabtu, 21 Juni 2014

Blog Tour + GA People Like Us



“Jangan menang. Tolong. ... . Aku mohon, jangan menang. ..., jika kau menang, yang kalah bukan hanya dia; tapi kau juga. Jika kau menang, kau akan musnah. Jika kau kalah, kau akan musnah juga.” (hal. 271)
Penulis: Yosephine Monica
Penyunting: Tia Widiana
Proofreader: Dini Novita Sari
Desain cover: Angelina Setiani
Penerbit: Haru
Cetakan: Pertama, Juni 2014
Jumlah hal.: 330 halaman
ISBN: 978-602-7742-35-2

Review

“Kau benar-benar jatuh cinta. Dan apakah kau tahu kalau cinta membuat semua orang jadi tidak seperti dirinya sendiri? ... Ah, tapi namanya juga jatuh, pasti akan terasa sakit.” (hal. 114)

Dengan mengambil sudut pandang orang ketiga, penulis menyuguhi pembaca tentang kisah cinta dua orang remaja. Tokoh utama perempuannya, Amelia Collins yang disapa Amy, jatuh cinta pada Benjamin Miller (disapa Ben). Sayangnya cinta ini bertepuk sebelah tangan. Saat Ben mengetahui bahwa Amy menyukainya, ia malah menjauhi Amy.

Hingga suatu hari menyebarlah kabar itu, kabar bahwa Amy menderita Kanker Limfa –Limfoma-. Ini membuat banyak orang iba padanya. Begitu pun dengan Ben. Dengan terpaksa ia menyanggupi pakasaan Lana, sahabat Amy, untuk datang menjenguk Amy ke rumah sakit. Ben kemudian mengetahui bahwa Amelia Collins cukup terkenal di sekolah karena tulisan-tulisannya yang ia posting di blog. Amy menulis cerita dan mempostingnya di blog. Tidak sedikit yang mengeprint tulisan Amy dan menyebarluaskannya. Ben pun membaca tulisan-tulisan Amy.
 “Jika kau bisa berhenti membenci seseorang kau juga bisa berhenti menyukai seseorang. Itulah yang terjadi.” (hal. 220)

Jumat, 20 Juni 2014

Mantan #CrazyLove



“Sekarang kamu bisa menyebutnya kekasihmu, sedetik lagi, bisa saja kamu harus menyebutnya mantan. Tidak ada yang tahu kapan orang akan pergi.” (hal. 157)


Penulis: Dy Lunaly, Christina Juzwar, Aiu Ahra, & Ayuwidya
Penyunting: Dila Maretihaqsari
Perancang & Ilustrasi sampul: Nocturvis
Ilustrasi isi: Fransisca Ayu Hapsari
Pemeriksa aksara: Intari Dyah & Tiasty I
Penata aksara: Gabriel
Penerbit: Bentang  Belia (Bentang Pustaka)
Cetakan: Pertama, Juni 2014
Jumlah hal.: vi + 210 halaman
ISBN: 978-602-1383-07-0
My Ex Boyfriend

Hahaha, aneh banget nama toko ini! Segitu cintanya mungkin, ya,
orang yang punya toko ini sama mantan dia, sampai dijadiin nama toko.

Karena penasaran aku pun masuk ke toko. WOW! Semua yang dijual
di situ ternyata barang pemberian mantan! Dan, nggak cuma sedikit,
tapi banyak banget. Dari yang mainstream kayak cincin tunangan
sampai mantel bulu yang aneh banget. Bukan, semua bukan bekasnya
si pemilik seorang, melainkan milik orang-orang yang punya mantan
dan menjual barang pemberian mantan mereka di toko ini.

Berarti banyak banget, ya, orang-orang  yang jualin barang-barang
mantannya. Biar bisa move on? Mungkin sudah saatnya aku juga
melakukan ini sekarang. Atau, kamu juga perlu? Lenyapnya barang
dari mantan, terhapus pula bayang-bayang sosok mantan
yang terus menghantui kita. Semoga.

***

“Cuma dua kemungkinan kalau ingat mantan. Sesal atau kesal. Keduanya sama-sama cuma bikin capek hati.” (hal. 166)

Hm..setelah membaca buku ini bikin saya mikir. Barang apa yah yang mau saya jual? Setelah dipikir-pikir lagi kayaknya sayang deh kalau dijualin. Kalau cincin mah nggak saya jual tapi langsung saya buang ke tempat sampah #upsss *bukan curcol*. Kalau buku? Sayang ih, bukunya bagus. Kan rugi kalau dijual. (^_^)v

Nah, mikir gini bikin saya ngebayangin, gimana ya kalau benar-benar ada toko seperti itu? Atau jangan-jangan beneran ada? *berniat googling setelah nulis review..kalau ingat (>_<)* Trus saya juga ngebayangin perasaan yang dibawa oleh setiap orang saat memutuskan untuk menjual barang pemberian mantannya. Apa mereka juga sempat galau seperti saya? Atau mereka memang perlu menyingkirkan barang-barang itu agar bisa move on?

Ah, abaikan galau saya di atas. Sekarang saya mau membagi pendapat saya tentang buku Mantan #CrazyLove ini.

Buku ini termasuk dalam omnibook menurut saya. Yakni kumpulan cerita yang masih memiliki benang merah satu sama lain. Konsep ini berbeda dengan seri #CrazyLove yang telah saya review sebelumnya (baca LDR #CrazyLove). Di buku Mantan ini, meski ditulis oleh 4 orang berbeda, mereka masih memiliki benang merah yakni toko “My Ex Boyfriend”. 

Saya akan mencoba me-review masing-masing cerita. Oiya, setiap judul di cerita ini memakai nama mantan mereka masing-masing. *baru sadar pas nulis review ini* XD


Beberapa hal baik terjadi kemarin dan kita menyebutnya kenangan.( Hal. 9)

Limit




Penulis: Triani Retno
Penyunting: Laras Sukmaningtyas
Perancang sampul: Neelam Naden
Penata letak isi: Fernandus Antonius &Aldy Akbar
Penerbit: Ice Cube
Cetakan: Pertama, Februari 2014
Jumlah hal.: vi + 190 halaman
ISBN: 978-979-91-0678-0

***
Limit adalah salah satu dari seri Bluestroberi dari Penerbit IceCube. Seri ini diperuntukkan bagi remaja. Sejauh ini selain Limit saya baru membaca Fuurin yang juga bagian dari seri tersebut. Triani Retno, penulis Limit ini tidaklah asing bagi saya. Di blog ini sendiri sudah ada lebih dari 5 buku karya Triani Retno yang telah saya review.

Saya sebenarnya sudah lama menuntaskan novel Limit ini, namun cukup kebingungan untuk mereview-nya. Takut bikin spoiler. Pikiran ini pun saya sampaikan ke Mbak Eno dan disahuti, “Iya. Gak usah direview aja kalau begitu, Tria.” Namun akhirnya merasa kok rasanya sayang kalau sampai nggak tercatat. Takut lupa.
Ok, pendapat pertama saya tentang buku ini adalah “remaja bangeeeeet”. Dan kalau saya boleh saran, prolog-nya sebenarnya bikin buku ini jadi gampang tertebak. Jadi dihilangkan mungkin akan lebih baik.

Novel Limit ini mengambil sudut pandang orang ketiga dengan memfokuskan cerita pada kehidupan Kaela. Saya suka dengan karakter Keala di awal cerita. Sangat real. Kehidupannya yang awalnya somebody di Banjarmasin, mendadak merasa jadi nobody di Bandung. Keala pindah  dari Banjarmasin ke Bandung karena mengikuti Bunda. Bunda dipindahkan tugas ke Bandung. Keala tidak ingin membuat Bunda sedih mengingat apa yang sudah ia, Bunda, dan adiknya lewati bersama. Ayahnya? Ia adalah sosok yang memberi luka bagi mereka.

Kamis, 19 Juni 2014

LDR #CrazyLove



“Untukku, sekedar jarak tak bisa membuat dua hati menjadi jauh. Pengkhianatanlah yang membuatnya. Tidak hanya menciptakan jarak, tapi juga sekat. Dunia bisa menciptakan segalanya untuk meniadakan jarak, tapi tak bisa menghapus sekat itu. Kepercayaan yang kedua mungkin bisa menghapusnya, tapi bagaimana aku bisa memercayai seseorang yang tidak paham makna kepercayaan? Long distance relationship tidak cukup hanya saling percaya, tapi juga bagaimana menjadi orang yang bisa dipercaya,” (hal. 43)



Penulis: Ayuwidya, Elsa Puspita, Christina Juzwar, Anjani Fitriana, dan Riawani Elyta
Penyunting: Dila Maretihaqsari
Perancang sampul: Nocturvis
Ilustrasi sampul & isi: Nocturvis & Helen Marsya
Pemeriksa Aksara: Intari Dyah P. & Tiasty I
Penata Aksara: Gabriel
Penerbit: Bentang Belia
Cetakan: 2013
Jumlah hal.: vi + 194 halaman.
ISBN: 978-602-7975-72-9
Bagaimanapun ditiadakan
jarak akan tetap ada.
Apa yang terjadi bila kesetiaan dan pengkhianatan
berjalan tak seimbang dalam satu hubungan?
bisakah menjaga hati hanya dengan saling percaya
dan bisa dipercaya?
Dan, akankah jarak mampu menjawab
segala keraguan yang ada?
Temukan lima perjuangan hubungan jarak jauh
yang akan membawamu pada pergolakan hati
akan keputusasaan hubungan, perdebatan, pengkhianatan
dan percaya-tidak percaya yang berjalan seiringan
dengan keteguhan, kemantapan, serta rasa tak ingin kehilangan dalam jarak yang terbentang.

***

“LDR emang lebih sering bikin galau daripada bikin senang. Makanya aku pilih putus pas lulus SMA kemarin. Hubungan model gitu lama-lama cuma ngehasilin hubungan semu. Nggak nyata. Kayak cuma pacaran sama gadget. Tanpa gadget, hubungannya juga nggak jalan. ....” (hal. 59)

Buku ini adalah kumpulan cerita karya 5 orang penulis. Mengangkat tema yang sama yakni Long Distance Relationship (LDR). Pengalaman menjalani hubungan jarak jauh kini semakin banyak dialami. Mungkin karena kemajuan teknologi transportasi dan komunikasi yang terus berkembang. Seharusnya hubungan LDR ini tidak lagi seberat dulu, sebab kini sudah banyak fasilitas yang bisa memudahkan komunikasi, yang lagi-lagi berkat perkembangan teknologi. Hm.. jadi LDR ini makin marak karen sekarang komunikasi gampang, atau karena komunikasi gampang makanya LDR semakin marak? Bingung? saya juga kok. He..he..

Lima cerita di buku ini mengangkat dinamika yang berbeda melalui jarak yang berbeda, usia, dan kepribadian tokoh-tokoh yang berbeda. Saya coba bagi beberapa hal dari setiap cerita ya (^_^)

Bite-Sized Magic



“Kalau kau mencintai sesuatu, kau harus bisa melepasnya. Kalau tidak, dia bisa menggigit tanganmu sampai putus,” (hal. 231)


Penulis: Kathryn Littlewood
Penerjemah: @putronugroho
Penyunting: Lulu Fitri Rahman
Penyelaras Aksara: Herlinawati Sitorus, Lani Rachmah
Penata Aksara: Nurul M Janna
Penerbit: Mizan Fantasi (Noura Books, Imprint Mizan Media Utama)
Cetakan: ke-1, Mei 2014
Jumlah halaman: 345 halaman
ISBN: 978-602-1306-00-0
 "Bagi Rosemary Bliss, ketenaran bukan adonan sembarangan."

Sejak mmenangi kompetisi Gâteaux Grands dan mendapatkan kembali buku resep rahasia keluarga Bliss, Rose pun menjadi terkenal.

Namun, ada masalah baru. Tn. Butter dari perusahaan Mostess menculiknya, memaksanya mengembangkan resep ajaib, beberapa moony pye dari keju bulan dan seloyang sus cokelat berpendar.

Kekacauan terjadi. Resep ajaibnya menciptakan zombie. kini, bersama dua saudaranya yang aneh dan para koki ajaib, Rose harus mencegah rencana jahat Tn. Butter menguasai dunia dengan kudapan jahat.
***

Yeay akhirnya buku terakhir seri “The Bliss Bakery” sudah terbit. Dengan tidak sabar, saya pun melahap habis buku yang dipenuhi warna biru ini. Saya pun jatuh cinta pada buku ini karena sampulnya yang berwarna biru itu. I love blue. (siapa yang namanya Blue atau Biru?? XD)

Bagi yang belum membaca buku pertama, Bliss, dan buku kedua, A Dash of Magic, silahkan baca di review lain yang ada di blog ini. Dan seperti biasa, kalau mereview buku seri itu, ya pasti akan menjadi spoiler untuk seri sebelumnya (>_<)

Untuk yang sudah baca A Dash of Magic, pasti tahu donk kalau Rosemary Bliss, tokoh utama kita, barhasil memenangi kompetisi memasak bergengsi sedunia, Gâteaux Grands. Ia berhasil mengalahkan Lily Le Fay yang jahat dan berhasil merebut kembali Cookery Booke. Cookery Booke adalah sebuah buku resep ajaib yang memadukan sihir dan keahlian memasak. Dengan buku resep ini, mereka bisa membuat berbagai roti dan kue yang bisa menyihir orang yang memakannya.

Sayangnya ada satu bagian dari Cookery Booke yang masih hilang yakni Apokrif Albatross. Bagian tersebut berisi resep-resep jahat yang membawa pengaruh buruk.

Rabu, 18 Juni 2014

Secangkir Teh



“Semua orang itu pada dasarnya baik. Kadang, keadanlah yang membuat mereka terlihat jahat di mata orang lain. Tapi kita bisa tahu bahwa mereka baik jika kita sudah dekat dengan mereka. Lihat teh ini, siapa sangka air keruh ini bisa membawa kebaikan untuk tubuh kita? Kalau kita tidak tahu dan kenal bahwa ini adalah teh, kita tidak akan pernah tahu bahwa ini baik,” (hal. 56)


Penulis: Nicky Rosadi, Dian Agustina, & Rohmadi
Editor: Afrianty P. Padede
Penerbit: Elex Media Komputindo
Cetakan: 2014
Jumlah hal.: viii + 236 halaman
ISBN: 978-602-02-4144-9

***
Bagi pengunjung tetap My Little Library ini, mungkin menyadari bahwa di beberapa postingan saya menyampaikan ketertarikan saya pada buku-buku yang mengandung unsur kafe, kopi, teh, dan cokelat. Maka wajar jika saya menyimpan rasa penasaran pada buku ini karena judul dan covernya. Di sampul buku ini terdapat label Elex’s Novelette

Dalam buku ini ada 3 cerita yang masing-masing akan coba saya buat  reviewnya.

(Bukan) Salah Waktu



“Bram, manusia bersedih lebih karena merasa bahwa ia sendirian menghadapi kehidupan. Saat ia sanggup membagi kisahnya kepada orang lain, sesungguhnya ia telah menyelesaikan sebagian dari masalah yang sedang dihadapinya itu ...” (hal. 181)


Penulis: Nastiti Denny
Penyunting: Fitria Sis Nariswari
Perancang Sampul: Citra Yoona
Ilustrasi Sampul: Shutterstock & Dreamstime
Pemeriksa Aksara: Intari Dyah P. & Septi Ws
Penata Aksara: Endah Aditya
Penerbit: Bentang
Cetakan: 2013
Jumlah hal.: viii + 248 halaman
ISBN: 978-602-7888-94-4
Tahukah Kau, Sayang ….

Aku mencintaimu lebih dari apapun. Aku rela kehilangan segalanya kecuali kamu. Aku sanggup melepas duniaku demi dunia kita bersama.

Namun, ketika waktu bergulir tanpa bisa dibendung, ketika kenyataan memaksa untuk dipahami, ketika kesalahan memohon untuk dimaafkan, kurasa aku tak sanggup Sayang ….

Entahlah, siapa yang harus memahami dan mengalah. Tapi mungkin, aku butuh seribu cara untuk mengobati luka hati ini.

***

“Kehidupan berumah tangga bukanlah hal yang mudah untuk dilalui. Terkadang cinta saja tidak cukup,” itu adalah sepenggal kalimat yang terkadang terucap saat para lajang bertemu dengan mereka yang sudah menikah. Ada juga yang dengan tegas menyampaikan, “Kehidupan pernikahan itu tak seindah masa pacaran,” sambil memasang wajah menolak didebat. Hal ini juga yang coba digambarkan dalam novel (Bukan) Salah Waktu ini.

Dengan menggunakan sudut pandang orang ketiga, penulis berusaha mengetengahkan sebuah masalah di antara pasangan muda, Sekar dan Prabu. Diceritakan, Sekar menyimpan rahasia tentang keluarganya. Ia menyembunyikan fakta bahwa orang tuanya sudah bercerai. Ini dilakukannya karena ia melihat bahwa keluarga suaminya (sejak awal mereka berpacaran) memiliki pandangan negatif tentang anak-anak yang berasal dari keluarga yang broken. Namun sebaik-baiknya sebuah rahasia disimpan, suatu hari akan terbuka juga.

Jumat, 13 Juni 2014

Cinta 4 Sisi




Penulis: Indah Hanaco
Penata isi: Dua Sisi
Desain kover & Ilustrasi: Dua sisi
Penerbit: Grasindo
Cetakan: 2013
Jumlah hal.: viii + 264 halaman
ISBN: 978-602-251-010-9
Violet
Bertekuk lutut pada seseorang yang mengaku mencintainya selama beberapa tahun. Dalam perjalanannya kemudian dia belajar, bahwa yang (konon) berusia panjang itu tidak menjamin apa-apa.

Quinn
Jatuh hati pada salah satu temannya, terpikat oleh pesona fisik yang menawan. Namun harus menerima fakta pahit, ada waktu ketika dirinya masih kurang menarik dibanding cinta pertama sang kekasih.

Jeffry
Mengaku setia pada kekasihnya, tapi tak mampu mengendalikan inderanya yang selalu tertambat pada sosok menawan perempuan asing. Baginya, menepat lawan jenis yang menarik itu tak bermakna apa-apa.

Eirene
Mungkin tergolong tipe orang yang selalu terjebak pada stigma "cinta pertama tak mungkin
dilupakan" Ada dua orang kekasih yang merasa diabaikan. Diam-diam bersekutu untuk menyadarkan pasangan masing-masing bahwa mereka ada. Hingga persekutuan itu justru mengikut mereka terlalu dalam. Menyadarkan dan membuka mata akan perasaan murni yang membelit keduanya. Penyangkalan dan penolakan hanya menambah penderitaan saja. Penderitaan karena menyimpan cinta yang terlarang.

***
"Ada empat cinta dari sudut yang berbeda. Cinta biasa yang menjadi luar biasa karena hati ikut berbicara. Bisakah kamu jatuh cinta pada seseorang yang kamu gunakan untuk membuat pacarmu cemburu? Baca novel ini dan aku jamin, kamu tak akan bisa melepaskan buku ini hingga tetas kata terakhir."
- Monica Anggen, Penulis Novel "When I Met You"

"Membaca novel ini membuatku ingin dicintai lelaki seperti Quinn. Perhatian, jujur, setia dan bersedia untuk memahamimu begitu dalam."
- Arumi E., Penulis Novel " Tahajud Cinta di Kota New York"

***
Seperti biasa, membaca karya Mbak Indah Hanaco selalu membuat saya mengimpikan laki-laki yang nyaris sempurna. Tokoh laki-laki yang diceritakan oleh Indah Hanaco dalam setiap novelnya selalu digambarkan sebagai laki-laki yang membuat perempuan melting. Siapa yang bisa menolak sosok seperti Quinn yang tampan, tinggi, mapan, dan perhatian? Pria yang tidak segan-segan menjemput cewek yang ‘ditaksir’nya, memindahkan tomat dan timun yang tidak disukai Violet ke piringnya?

Laki-laki yang memuji Violet sebagai perempuan cerdas, bukan sekedar cantik atau menarik. Laki-laki yang memperhatikan dan ingin tahu tentang hal-hal yang disukai dan tidak disukai oleh Violet. Yang melakukan sesuatu yang diinginkan oleh Violet meski tidak diucapkan oleh Violet. Cowok idaman banget kan? (>_<)

Rabu, 11 Juni 2014

[Liputan Tempat] Cokotetra, Cafe Mungil yang Cozy



Hai, pengunjung My Little Library. Ini adalah materi baru di blog ini. Sebenarnya sudah sangat lama saya ingin membuat tulisan seperti ini, namun baru benar-benar terealisasikan sekarang. Saya ini pajokka (Bahasa Makassar yang artian bebasnya “orang yang senang jalan-jalan”). Selama tinggal di Bandung saya sudah berkenalan dengan beberapa cafe. Sebagian besar alasannya adalah demi mencari koneksi internet. Sekarang ini, cafe-cafe banyak yang menyediakan layanana wifi untuk menggaet pengunjung. Maka bermunculanlah orang seperti saya, yang nongkrong berjam-jam bermodalkan secangkir beverage seharga 20-30 ribu rupiah.

COKOTETRA: Drinks and Library

Di postingan pertama ini saya mau bercerita tentang sebuah cafe mungil yang terletak di Dago 322 (di depan kantor Bappeda). Cafe tersebut bernama COKOTETRA. Nama COKOTETRA diambil dari kata (CO)klat (KO)pi, (TE)h, dan sa(TRA). Cafe ini berdiri sejak 22 November 2012. Pemiliknya adalah sekumpulan anak muda dari Jurusan Sipil ITB.

Cerita tentang COKOTETRA ini saya perolah dari Kang Rian, barista di cafe ini. Kang Rian sudah bergabung di COKOTETRA sejak 28 Desember 2012. Katanya saya bisa dapat cerita lebih banyak tentan COKOTETRA dari Mas Alif Ramdhani, salah seorang owner COKOTETRA. Tapi karena kendala waktu dan kesempatan, saya pun merasa cukup dengan mendengarkan cerita dari Kang Rian.

rak buku dekat meja barista

Sabtu, 07 Juni 2014

After Sunset



“Namaku Leah Kannitha, usiaku baru menjelang dua puluh satu tahun. Siapa bilang usia muda hanya berhadapan dengan kesenangan dan hal-hal sederhana saja? Ah, itu rasanya terlalu membosankan. Karenanya, aku memilih menempuh jalan yang tidak biasa.” (hal. 275)


Editor: Afrianty P. Pardede
Penerbit: Elex Media Komputindo
Cetakan: 2014
Jumlah hal.: vii + 275 halaman
ISBN: 978-602-02-3791-6
Awalnya...
Leah Kannitha : Dia adalah si megalomania sinting yang otaknya kena virus mematikan. Makanya dia perlu membenturkan kepala supaya bisa berpikir jernih.
Liam Hammond : Dia gadis ceroboh yang suka ikut campur urusan orang. Dia kira aku gampang terpesona dengan wajah polos dan mata besarnya?
Akhirnya...
Leah Kannitha : Aku takut ada pembuluh darahku yang pecah karena dia memegang tanganku sambil mengucapkan kata-kata cinta.
Liam Hammond : Ah, kondisiku sama sekali tidak menggembirakan. Aku sedang berusaha keras untuk berhenti menyukainya, karena aku lebih suka mencintainya.

Keduanya punya rahasia. Keduanya punya masa lalu yang menyakitkan. Tapi cinta membuat mereka harus mampu melampaui semua rasa sakit dan kegetiran yang mengadang tanpa perasaan. Apakah mereka mampu menanggalkan masa lalu? Mungkinkah masa depan untuk mereka memang ada ? Biarkan cinta melewati ujiannya dan memberikan jawaban.

***

Baru saja saya menyelesaikan membaca After Sunset karya Indah Hanaco. Ini bukan karya pertama Indah Hanaco yang saya baca, tapi karya terbarunya yang saya baca. Bahkan sekarang sedang ada Giveaway berhadiah novel After Sunset di blog ini. (klik di sini)

Novel ini bercerita mengangkat hubungan Leah dan Liam. Leah adalah perempuan Indonesia berusia 19 tahun. Saat ia berusia 12 tahun Leah kehilangan ibu dan kakaknya. Karena itu akhirnya ia pun hanya tinggal berdua dengan papanya. Kejadian itu membekas cukup dalam bagi Leah. Ia tumbuh menjadi sedikit berbeda dengan kawan-kawan seusianya. Ia sering berpenampilan lebih tua daripada umurnya dan masih sering sedih atas kepergian ibu dan kakaknya.

Suatu hari ayah Leah menghadiahinya tiker liburan ke Bali bersama sahabat dan sepupunya. Sebenarnya Leah tidak begitu menginginkan liburan ini. Namun karena sang ayah memaksa, ia pun pergi ke Bali. Awalnya liburan tersebut berjalan sangat buruk. Ini karena ulah sepupunya, Zsa Zsa, yang memaksa Leah mengubah penampilannya. Kemudian pertemuannya dengan Liam.