Rabu, 30 April 2014

Kartini Nggak Sampai Eropa



"If you could pick one famous person -dead or alive- who you could hava dinner with, who would it be?" (hal. 94)


Penulis: Sammaria
Editor: Valaint Budi Yogi
Proof reader: Widyawati Oktavia
Penata letak: Wahyu Suwarni
Desainer Sampul: Dimitritjandera
Penerbit: Gagas Media
Cetakan: Pertama, 2008
Jumlah hal.: vi+238 halaman
ISBN: 979-780-271-4
Mereka buka pahlawan.
Perkenalkan, Anti dan Tesa. Cewek-cewek Indonesia yang berusaha menaklukkan Eropa. Di antara penjajahan berkedok globalisasi, keduanya berusaha mempertahankan identitas timur; semangat Kartini belum mati! Anti dan Tesa nggak mengenal tabu demi memuaskan keingintahuan. Mereka bicara with no sugar coating tentang cinta dan seks. Cuek, sarkas, sinis sekaligus optimis ketika berhadapan dengan realitas sosial.
Mereka bukan orang yang takut untuk bertanya, bahkan Tuhan pun mereka pertanyakan. Mereka juga tidak takut untuk menjawab, bahkan di saat mereka tahu tidak ada jawaban yang benar.
Apakah semua pertanyaan memang punya jawaban?
***


"... Jadi, semua yang ada di dalam tubuh kita dan sekeliling kita is a game of luck. Makanya mendingan kita gamble aja" (hal. 15)

Menemukan buku ini ditumpukan buku-buku lama di sebuah penyewaan ternyata menarik. Judulnya saja cukup menggelitik. Namun ternyata isinya sama menariknya. Meskipun pada awalnya saya agak bingung dengan cara bertuturnya yang benar-benar tanpa sensor. Belum lagi kalimatnya campur aduk antara bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Tapi ternyata saat saya lanjutkan membaca, banyak sarkasme dalam kalimat-kalimat di dalma buku ini.

Selasa, 29 April 2014

Hari – Hari Salamander: Kumpulan Cerita Pendek Penulis Perempuan



“Pernahkah kalian merasa sendirian? Miliaran manusia yang hidup di sekitar kalian hanya lalu lalang tanpa bisa kalian raih.” Namaku Ai karya Lisa Febriyanti(hal. 42)


Penulis : BJD Gayatri, Debra Yatim, Deniya Patricia, Lisa Febriyanti, Nindya Paramitha, Suryani “One” Amin, Qorihani, Ni Putu Rastiti, Valentina Sagala, Yolaratna M. Kase
Editor: Heni Wiradimaja
Desain Grafis: pokjajambubatu
Tim Produksi: Nina Masjhur, Valentina Sagala
Foto: Olin Monteiro
Penerbit: Buku Perempuan
Cetakan: Tahun 2012
Jumlah hal.: 120 halaman
ISBN: 978-979-15460-3-4

 Setelah bulan lalu gagal mengikuti satu pun teman Baca Bareng BBI saya pun bertekad untuk mengikuti minimal salah satu tema di bulan April ini. Saat membaca bahwa salah satu temanya adalah tema perempuan saya pun bermaksud mereview tulisan tentang Kartini. Tapi akhirnya urung saya kerjakan saat melihat seonggok buku ini. Ah, sepertinya akan menarik jika saya ikutkan dalam Baca Bareng BBI ini.

Dan saat membaca cerpen pertama yang berjudul: Blues Biru dalam Kenangan  karya BJD Gayatri saya pun merasa tidak salah pilih buku. Buku ini memberi pengetahuan yang menarik tentang Gender. Tokoh “Johanna Muller” yang ada dalam cerpen ini benar-benar meruntuhkan gambaran tentang “perempuan” yang diciptakan atau dikonstruksi oleh masyarakat. Yah, cerpen ini sebenarnya kental dengan nilai-nilai feminisme dan upaya perjuangan kesetaraan gender. 

Sabtu, 26 April 2014

Les Masques


Penulis: Indah Hanaco
Editor: Anin Patrajuangga
Desain cover: Sapta S Soemowidjoko & Lisa Fajar R
Penata isi: Yusuf Pramono
Penerbit: Grasindo
Cetakan: 2014
Jumlah hal.: vi + 234 halaman
ISBN: 9786022514657

Fleur Radella, lahir karena kebuasan hasrat yang tak bisa ditolak. Elektra Valerius, jiwa berani yang terpaksa bersemayam di tubuh yang salah. Tatum Honora, gadis pemurung yang tercipta karena ketidakmampuan manusia menundukkan diri sendiri.

Semua yang dimulai di masa lalu, tak seharusnya menjadi hantu yang menempel tanpa pengampunan. Lalu Adam Dewatra hadir. Menggenapi jejak horror masa lampau.
***

Buku ini ternyata bergenre Thriller. Salah satu genre yang tidak begitu saya sukai. Namun syukurlah ternyata buku ini tidak semencekam yang saya pikir. Saat membaca halaman ucapan terima kasih penulis, saya bisa menebak bahwa saya akan membaca tentang thriller atau detektif-detektifan. Sebenarnya sempat ragu juga, saya biar bagaimana pun tidak begitu suka dengan genre ini.

Namun saat membuka awal cerita yang ternyata tokohnya adalah siswi SMA saya jadi berfikir, “Ah mungkin tidak akan semencekam yang saya kira” dan akhirnya saya pun meneruskan membaca. Ceritanya bisa membuat saya penasaran dan berhasil menyelesaikannya.

Cerita Cinta: Cerpen-Cerpen Amerika



“Lewat teks-teks sastra, sering kali kita diingatkan pada butir-butir mutiara kemanusiaan yang selama ini absen dalam relung-relung kesadaran kita. Terlindas oleh rutinitas hidup keseharian yang terkadang palsu dan menipu” – Anton Kurnia (hal.14-15)

Alih bahasa: Anton Kurnia
Penata Kata: Muhidin M. Dahlan
Penata sampul: M. Bakkar Wibowo
Penata Letak: U. Oskar T. A
Penerbit: Jalasutra
Cetakan: 1, Maret 2003
Jumlah hal.: 144 halaman
ISBN: 979-96337-13-2

 "Laki-laki yang tidak menunjukkan rasa hormat kepada seorang perempuan tidak akan dihormati oleh kaum laki-laki" dalam cerpen Surat Cinta oleh Edgar Allan Poe (hal.78)

Buku ini adalah sebuah antologi cerpen dari penulis-penulis yang cukup terkenal di Amerika. Mereka adalah Erskine Caldwell, Ernest Hemingway, O.Henry, Shirley Jackson, Jack Kerouac, Toni Morrison, Edgar Allan Poe, William Saroyan, Isaac Bashevis Singer, John Steinbeck, Mark Twain. Melihat nama-nama tersebut terpampang di belakang cover yang biasanya diisi oleh blurb, maka saya tergerak untuk meminjamnya. Ya, meminjam karena sejujurnya sampulnya sangat tidak menarik.

Sampul bukunya tidak merepresentatifkan nama-nama besar penulis yang cerpen-cerpennya dibukukan di dalam buku mungil ini. Sangat disayangkan (>_<). Istilah "Don't judge the book by it's cover" sangat berlaku untuk buku ini.

Profil penulis yang menjadi pembuka di buku ini saja sudah memberi banyak informasi bagi pembaca tentang selintas cerita tentang para penulis tersohor ini. Pengantar dari Anton Kurnia selaku editor pun berhasil membuat saya semakin penasaran membaca cerpen-cerpen di dalam buku ini.

Surat Untuk Ruth



“Kami ditakdirkan untuk tidak bersama. Walau kami mungkin bisa saling cinta.” (hal.38)


Penulis: Bernard Batubara
Editor: Siska Yuanita
Desain Cover: Marcel AW
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: April 2014
Jumlah hal.: 168 halaman
ISBN: 978-602-03-0413-7

 Ubud, 6 Oktober 2012

Ruth,

Satu hal yang ingin kutanyakan kepadamu sejak lama,
bagaimana mungkin kita saling jatuh cinta, namun ditakdirkan untuk tidak bersama?

Aku dan kamu tidak bisa memaksa agar kebahagiaan berlangsung selama yang kita inginkan.
Jika waktunya telah usai dan perpisahan ini harus terjadi, apa yang bisa kita lakukan?

Masihkah ada waktu untuk kita bersama, Ruth?

JIka memang kamu harus pergi, berilah aku waktu sedikit lebih panjang untuk menikmati saat-saat terakhir bersamamu. Meski tidak lama, hanya sebentar, seperti senja yang senantiasa kamu lukis, atau seperti ciuman pertama kita yang ragu-ragu. Berilah aku waktu sedikit lebih panjang untuk memelukmu, karena aku belum mengungkapkan seluruhnya yang ingin kukatakan kepadamu.

Ironis, Ruth. Kamu berkata “Aku sayang kamu” tepat pada saat kamu harus meninggalkanku.


- Areno
***

Novel ini adalah sebuah novel yang isinya didominasi oleh narasi. Tokoh aku bermonolog tentang semua hal terutama tentang kisah ia dan Ruth. Tokoh Aku bernama Areno Adamar atau akrab disapa Are. Are dalam buku ini diceritana sedang menulis surat untuk Ruth. Itu adalah cara ia belajar menerima keadaan bahwa ia tidak dapat bersama dengan Ruth, perempuan yang dianggapnya memiliki kecantikan misterius. Kecantikan yang membuatnya jatuh cinta.

Dalam novel ini monolog tokoh Are akan membawa kita mengenal lebih jauh Are dan kisah cintanya bersama Ruth. Pengalaman sebagai pihak yang dikhianati tidak membuatnya berhenti percaya bahwa masih ada cinta di luar sana. Kemudian ia bertemu Ruth, perempuan yang unik dan misterius. Ia jatuh cinta lagi.
Ruth sosok sangat tetutup. Kemisteriusannya tidak membuat Are mundur. Meski Ruth tak pernah berkata bahwa ia mencintai Are, namun ia yakin bahwa perasaanya berbalas. Hingga suatu hari Ruth memutuskan mengakhiri hubungan mereka setelah sebelumnya berkata bahwa ia menyayangi Are.

Dan surat itu membuat kita menyelami hari-hari yang dilalui Are setelah Ruth pergi. Bagaimana surat (yang kita intip isinya ini) menjadi media bagi Are untuk belajar merelakan. Bagaimana akhir kisah Are dan Ruth?


“..., apa pertanggungjawaban Tuhan yang telah menciptakan takdir? Apa yang ia lakukan untuk menyembuhkan sepasang hati yang, karena takdir, tidak bisa bersama? Apakah hikmah, jikapun ada, yang bisa Dia sampaikan kepada dua orang yang telah jatuh terlalu dalam namun harus menerima takdir bahwa pada akhirnya mereka harus berpisah?” (hal. 39)

Jumat, 25 April 2014

Oppa & I: Love Missions


“ Kalau kau tidak pernah menyampaikan apa yang ada di dalam hatimu, orang lain tidak akan pernah tahu,” (hal. 136)


Penulis: Orizuka & Lian Indra Andriana
Penyunting: NyiBlo
Desain cover & ilustrasi isi: Angelina Setiani
Penerbit: Haru
Cetakan:Pertama, Desember 2012
Jumlah hal.: 220 halaman
ISBN: 978-602-7742-09-3

Jae In:
Oppa.
‘Cinta’ itu sebenarnya apa?
Kenapa ia tidak bisa membuat orang-orang tetap tinggal?
Katakan padaku, aku harus bagaimana?

Jae Kwon:
Jae In-a.
Tak usah cemas, ada Oppa di sampingmu, kan?
Kita akan melalui semuanya bersama. Kau hanya harus percaya pada Oppa!

***
“Kadang, orang berakting untuk membuat orang lain merasa lebih baik. Supaya orang lain merasa tenang.” (hal. 135)

Akhirnya cerita tentang anak kembar fraternal (kembar yang berasal dari sel telur berbeda, tidak identik), Jae In dan Jae Kwon, berlanjut. Setelah buku Oppa & I berhasil menyuguhkan drama persaudaraan dari kembar cowok-cewek ini, kita kembali disuguhi dinamika hubungan keduanya bersama orang-orang disekitarnya.

Jae In yang tetap saja dingin dan kaku masih terus kesal dengan sikap kakak laki-lakinya yang sangat senang mengumbar kalimat manis dan selalu ikut campur dengan urusannya. Dan kali ini, masalah bertambah yakni ayah mereka meninggalkan rumah. Ini membuat ibu mereka bersedih. Ada apa gerangan? Apakah orang tua mereka akan berpisah lagi?

Selain masalah keluarga, masalah percintaan, persahabatan dan cita-cita ikut mewarnai cerita kali ini. Jae Kwon yang jatuh cinta pada  seniornya, Hye Rin, terjebak dalam kebingungan. Semenjak Hye Rin menjadi artis, sikapnya pada Jae Kwon berbeda. Ini membuat Jae Kwon patah hati. Di lain pihak Jae In dibuat kesal oleh sikap Seung Won yang kini semakin sibuk sejak menjadi aktor dalam sebuah drama Korea.

Bagaimana kelanjutan drama dua bersaudara ini?

Kamis, 24 April 2014

Oppa & I



“Lima tahun memang waktu yang lama. Cukup lama untuk mengubah seseorang”(hal. 36)


Penulis: Orizuka & Lia Indra Andriana
Penyunting: NyiBlo
Desain cover & ilustrasi isi: Angelina Setiani
Penerbit: Haru
Cetakan: keenam, April 2013
Jumlah hal.: 156 halaman
ISBN: 978-602-98325-3-2

Park Jae In:
‘Oppa’.
Apa panggilan itu tidak terdengar lucu? Terutama setelah kau pergi meninggalkanku begitu saja lima tahun lalu?
Sekarang saat bertemu lagi, apa yang membuat senyummu selebar itu?
Apa kau senang melihatku seperti ini?

Park Jae Kwon:
Jae In-a.
Kau dulu menggemaskan, tetapi sekarang mengapa begini? Siapa yang membuatmu susah, katakan pada Oppa!
Oppa tak akan membiarkan siapapun menyakitimu!
Oppa akan melindungimu!

***




Cerita Oppa & I awalnya diterbitkan secara berseri di koreanupdates.com dan akhirnya dibukukan oleh Penerbit Haru pada Desember 2011. Cerita tentang anak kembar fraternal (kembar yang berasal dari sel telur berbeda, tidak identik) yang baru bertemu kembali setelah 5 tahun berpisah karena perpisahan orang tuanya.

Jae-In yang awalnya tinggal di Indonesia bersama ibunya akhirnya pindah ke Seoul, Korea karena kedua orang tuanya memutuskan untuk rujuk. Namun perpisahan orang tuanya telah membawa luka tersendiri pada Jae-In. Ia menjadi orang yang sinis, dingin, dan kaku. Ia pun sangat membenci Jae-Kwon, kakak laki-lakinya, dan enggan bersikap baik padanya.

Jae-Kwon, yang bingung karena sikap adik perempuannya jadi bingung. Ia tidak mengerti mengapa Jae-In bersikap bermusuhan padanya. Jae-In bahkan menolak memanggilnya Oppa. Jae-In juga meminta pada Jae-Kwon untuk tidak dekat-dekat dengannya di sekolah. Ia tidak ingin orang-orang tahu bahwa ia bersaudara dengan Jae-Kwon.

Di sekolah Jae-In berusaha beradaptasi dengan situasi di sekolah. Sayangnya ia menolak untuk membuka dirinya. Ia lebih memilih bersikap cuek dan dingin dengan orang-orang sekitarnya. Namun perkenalannya dengan Seung Won, Sa Ra, dan Ha Neul membuat hari-hari Jae In berwarna.

Selasa, 22 April 2014

Run to You



“Apa yang kamu rasakan itu bukan cinta, Jen. Cinta tidak seperti itu. Cinta tidak membiaran seseorang menyakitimu terus-menerus. Itu kebodohan. Itu penangkal kebahagiaan.” (hal.56)

Penulis: Indah Hanaco
Editor: Yooki
Proofreader: Jumali Ariadinata
Penata letak: Gita Ramayudha
Desain Cover: Amanta Nathania
Penerbit: Gagas Media
Cetakan: Pertama, 2013
Jumlah hal.: vi+350 halaman
ISBN: 979-780-960-0
Kau datang bagai penyihir cinta, yang menjadi penawar luka hatiku.

Setelah mencecap sakit ini, kupikir aku tak akan pernah lagi jatuh cinta. Tapi, kau adalah magnet paling magis, yang membuatku terpaku pada pesonamu.
Pengkhianatan yang melukai hati, tiba-tiba seperti tak lagi terasa. Itu berawal sejak kau hadir dalam duniaku. Memberikan kehangatan, menawarkan kebahagiaan. Dan membuatku yakin, bahwa kau datang untuk melengkapi hatiku.

Aku mencintaimu… mungkinkah kau cinta sejatiku?
***


“Waktu hanya bisa menjauhkan luka, bukan mengobatinya” (hal. 64)


Bagaimana rasanya jika hubungan yang sudah dibina bertahun-tahun kandas? Dan hubungan itu kandas karena pengkhianatan dari sang kekasih? Waktu 5 tahun terbuang begitu saja, percuma. Tenang ini bukan curhatan saya. Ini adalah curhatan Jenna, tokoh utama dalam novel ini. Menemukan sang kekasih yang sudah 5 tahun mengisi hatinya sedang bersama perempuan lain di kamar hotel jelas mengahancurkan hati.

The After Dinner Mysteries




"Kalau dikatakan bunga mawar, tentu saja itu adalah...."'perasaan yang kuatlah'!'perasaan yang kuat' yang merah membara! Api 'cinta' yang membakar jiwa dan raga! Pasti pelakunya adalah seseorang yang sangat mencintai Takahara Kyoko, kan?" (hal. 121)


Penulis: Higashigawa Tokuya
Penerjemah: Khairun Nisak
Penyunting: Novianita

Proofreader: Dini Novita Sari
Ilustrator: @teguhra
Penerbit: Haru
Cetakan: Pertama, Februari 2014
Jumlah hal.: 291 halaman
ISBN: 978-602-7742-29-1

“Menyelesaikan kasus sepele seperti ini saja tidak bisa, apakah Tuan Putri sebenarnya bego?”
Kenapa ada mayat bersepatu bot di kamar yang berlantai kayu?
Kenapa ada racun dalam botol anggur yang masih tertutup rapat?
Kenapa ada mayat yang tinggi badannya bisa menyusut?

Hosho Reiko adalah putri tunggal pemilik Grup Perusahaan Hosho yang kaya raya. Gadis ini harus menyelesaikan berbagai kasus pembunuhan yang misterius itu bersama atasannya, Komandan Kazamatsuri. Sialnya, Komandan Kazamatsuri ini tidak bisa diandalkan!
Reiko yang belum lama menjadi penyelidik di Kepolisian Kunitachi akhirnya hanya bisa mengeluh pada pelayannya, Kageyama.

Namun, pelayan tampan ini justru mengejeknya habis-habisan. Tapi, mau bagaimana lagi.... Hanya Kageyama yang bisa memecahkan misteri kasus-kasus pembunuhan itu dengan analisis jitunya.
Nikmati tingkah konyol mereka dalam tujuh cerpen komedi detektif ini!

***
Buku ini berisi kumpulan cerita detektif dengan tokoh utamanya, Hosho Reiko, dan pelayannya, Kageyama. Reiko adalah seorang tuan putri, ia adalah puteri tunggal dari pemilik usaha yang sangat besar. Namun ia pun kukuh ingin menjadi detektif. Namun uniknya, tokoh ini masih terus hidup nyaman di bawah fasilitas yang diberikan ayahnya. Ini cukup berbeda dengan cerita-cerita lain. Biasanya jika tuan putri menolak untuk membantu usaha orang tuanya mereka harus keluar dari rumah dan melepaskan segala fasilitas jika masih bersikeras mengejar keinginan/cita-cita pribadinya.

Di buku ini, kita akan menemukan dua tokoh lain yang porsinya cukup besar yakni Komandan Kazamatsuri, pimpinan Hosho Reiko di Kepolisian Kunitachi; dan Kageyama, pelayan Hosho Reiko. Kageyama masih tergolong sebagai pelayan baru. Ia bertugas sebagai supir, dan pelayan pribadi Hosho Reiko. Namun berbeda dengan pelayan lainnya, Kageyama sering kali berkata dengan cukup keras dan menyinggung hari Hosho Reiko. Namun Hosho Reiko lama-lama kelamaan tidak bisa marah kepada Kageyama karena ia membutuhkan kecerdasan Kageyama dalam memecahkan kasus.

Senin, 14 April 2014

Recommendation for You dari Peri Hutan



Dalam rangka Anniversary BBI yang ketiga, BBI-ers mengadakan kegiatan seru. "Guest post", ini moment dimana anggota BBI saling mengunjungi dan berkenalan dengan anggota lainnya. Untuk kegiatan ini, saya berkesempatan menerima mbak Sulis, Peri Hutan nan cantik yang sudah lama melanglang buana di dunia blog buku ini. *saya mah junior* 
Yuk, baca postingan dari Mbak Sulis ini. Kita akan bisa "icip-icip" berbagai menu buku dari Mbak Sulis
 


Recomendation For You
 
Hai Halo, sebelumnya mau minta maaf ya sama si empunya blog karena saya agak lelet menyetor postingan untuk program Guest Post di blog member BBI yang lain, biasa sok sibuk :D. Awalnya saya agak bingung, ini kok nggak diwawancara ya sama Atria? Setelah saya mencerna lagi rules dari event ini dan tanya ke Oky ternyata saya harus membuat postingan, nggak hanya diwawancarai, entah itu review atau non review di blognya Atria. Bingung lagi deh postingan apa yang harus saya buat :D. Kalau review udah biasa, saya ingin postingan yang berbeda, mumpung jadi tamu di blog lain :p. Saya ambilah salah satu postingan yang cukup sering saya buat (yah walau nggak sering-sering amat :p) di Kubikel Romance, yaitu Recommendation for You.

Recommendation for You sendiri terinspirasi dari program MTV yang bernama MTV Tripel Play, salah satu program acara yang saya sukai jaman kecil dulu. Acara tersebut menyajikan tiga buah video musik yang memiliki kesamaan, misalnya saja dari segi setting yaitu pantai, ketiga video tersebut mengambil lokasi di pantai. Bermula dari sanalah saya ingin membuat postingan seperti itu tapi dalam hal ini yang berhubungan dengan buku karena saya sering sekali menemukan kesamaan antara satu buku dengan buku yang lain, saya ingin mengumpulkannya jadi satu.

Mulailah saya mengumpulkan buku yang memiliki kesamaan, baik itu genre, cover, karakter, ide cerita, setting, plot, dan masih banyak lagi, semua berfokus dengan kesamaan yang ada di dalamnya. Misalnya saja yang sudah pernah saya buat di blog; Buku Non Fiksi Yang Nggak Basi, berisi buku-buku non fiksi yang saya suka, dalam hal ini kesamaannya adalah genre. Sebelumnya saya anti banget dengan buku non fiksi, nggak tertarik sama sekali, tapi ada kalanya saya terkesima dan menelan ucapan saya yang meremahkan kalau buku non fiksi itu itu nggak asik, saya buat lah daftar buku non fiksi yang menurut saya recommended banget. Kedua adalah Buku-Buku yang Bikin Mrebes Mili, ketauan dari judulnya kalau buku-buku yang saya kumpulkan di sini adalah cerita sedih, yang bikin saya nagis megeb-megeb sewaktu membacanya. Ada juga tentang Buku-Buku Yang Bikin Lapar Akan Cinta dan Makanan, postingan ini berisi buku romance yang ada cerita kulinernya, saya terobsesi dengan cerita cinta yang berbau masakan di dalamnya, gara-gara nonton master chef saya jadi berandai-andai pasti kisah cinta yang bersetting di dapur bisa jadi romantis banget :). Dan terakhir adalah Recommendation To New Readers, buku-buku yang saya tulis di sini adalah buku-buku yang cocok bagi pemula untuk mengawali hobi membaca, saya ambil dari pengalaman saya sendiri :D.

Yah, emang baru keempat postingan di atas, sebenarnya masih banyak lagi tema yang ingin saya ambil seperti; Buku-Buku Tentang Tips Menulis, After 30 Years (sepasang sahabat berjanji kalau sampai umur 30 tahunan belum menikah maka mereka memutuskan akan menikah bersama), Sick Lit (buku-buku di mana tokoh utamanya mengidap suatu penyakit), Buku-Buku Yang Minta Ditendang, Buku Yang Memiliki Cover Mirip Dengan Buku Lain, dan sebagainya. Kendalanya adalah semua buku yang saya masukkan di dalam recommendation for you ini adalah buku yang sudah saya baca atau ada di tangan (mau dibaca), karena saya nggak akan tahu kesamaannya kalau nggak membaca itu semua bukan? Jadi kendala terbesar adalah saya harus rajin membaca lagi, dan itu perlu waktu lama melihat saya orangnya angin-anginan dan kadang mood baca saya berubah-ubah.

Itulah salah satu fitur yang ada di Kubikel Romance yang ingin saya kenalkan kepada pembaca blog My Little Library, jangan sungkan untuk berkunjung dan meninggalkan jejak ya :)

Salam sayang,
@peri_hutan

https://mail.google.com/mail/u/0/images/cleardot.gif
Nah, itu tadi blogpost dari Guest saya yang kali ini bertamu dalam rangka Guest Post BBI Anniversary Project. Mbak Sulis sang peri_hutan ini bisa kita tengok di Kubikel Romance miliknya. Yuk kenalan lebih jauh lagi dengan Mbak Sulis lewat interview singkat saya dengannya. (^_^)

Minggu, 13 April 2014

Aku & BBI + Giveaway Winner



Happy 3rd Anniversary BBI *kiss & hug*

Wah, Blogger Buku Indonesia udah ultah yang ketiga aja nih. Keren. Semoga bisa terus berkarya dan bisa memberi kontribusi yang lebih signifikan lagi bagi dunia literasi di Indonesia. Semoga BBI bisa menjadi salah satu cara menyebarkan virus membaca dan menulis di tanah air Indonesia. Amiiiiiin.

Saya sendiri bergabung di BBI belum genap setahun karena baru gabung bulan Juli 2013 lalu. Tapi di masa yang masih sebentar ini, saya sudah mendapat banyak hal dari BBI, mulai dari buntelan buku, teman, ilmu dan minat baru, sampai link-link ke orang-orang di dunia buku. Karena BBI juga-lah saya punya kesempatan berbagi ke teman-teman lain. Bisa (dan berani) bikin giveaway plus bisa menangin giveaway. Ha..ha..

Secret Santa adalah salah satu moment paling favorit saya. Sebenarnya karena baca posbar Secret Santa 2012, saya akhirnya semakin terdorong untuk gabung jadi anggota BBI. Dan waktu berkesempatan ikut langsung posbar Secret Santa 2013, saya jadi senang dan punya keseruan serta punya hal-hal yang dinanti. (^_^)v Plus bisa makin kenal dengan anggota BBI lainnya.


Baca Bareng BBI pun menjadi salah satu yang paling saya sukai. Karena lewat baca bareng, genre bacaan saya semakin meluas. Hanya demi Baca Bareng BBI ini saya akhirnya mencoba membaca Carrie karya Stephen King. Saya ini bukan pecinta thriller dan horor. Tapi karena posbar akhirnya memberanikan diri mencoba genre baru (>_<) *tapi tetap saja penakut. Gak akan berani baca buku horor*

Ah, sudah ah gak perlu berpanjang lebar lagi tentang perkenalan saya dengan BBI. Sekarang waktunya mengumumkan pemenang Giveaway Hop BBI 2014 di blog ini. Dan pemenangnya adalah:

Minggu, 06 April 2014

Daddy Long-Legs



“Menjalani hidup seperti yang tertera di dalam buku jauh lebih menyenangkan daripada menulisnya.” (hal. 59)


Penulis: Jean Webster
Penerjemah: Ferry Halim
Penyunting: Ida Wajdi
Pewajah isi: Aniza Pujiati
Penerbit: Atria
Cetakan: Februari 2010
Jumlah hal. : 235 halaman
ISBN: 978-979-1411-83-7

Jerusha Abbott (dia lebih suka dipanggil Judy) sudah mencapai usia kedaluarsa di Panti Asuhan John Grier. Artinya, dia seharusnya tidak boleh tinggal di sana lagi. Untunglah salah seorang dewan pengawas Panti Asuhan John Grier menawarkan kesempatan untuk mengirim Judy Abbott ke perguruan tinggi.

Satu-satunya syarat yang diminta adalah gadis itu harus menulis surat pada dewan pengawas tersebut setiap bulan. Si Tuan Budiman yang tidak mau diketahui jati dirinya itu cuma sempat dilihatnya dari jarak jauh, dan dia memiliki tungkai kaki yang luar biasa panjang—mirip laba-laba—sehingga Judy menyebutnya “Daddy-Long-Legs”.

Hidup Judy di perguruan tinggi diramaikan oleh teman-teman, pelajaran, pesta, dan persahabatan dengan si ganteng Jervis Pendleton yang kian bertumbuh. Dengan adanya begitu banyak hal yang terjadi dalam hidupnya, Judy hampir tidak bisa berhenti menulis!

***
Judy adalah anak panti yang mendapatkan keberuntungan. Ia mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dari Daddy Long-Legs. Gelar ini ia berikan berdasarkan deskripsi sekelebat penyokongnya yang aneh. Ya aneh, karena syarat yang harus dipenuhi Judy untuk bisa mendapatkan bantuan tersebut hanyalah kewajiban untuk selau menulis surat pada pria tersebut.

Setelah itu, kita akan disuguhi cerita-cerita tentang kehidupan Judy di perguruan tinggi. Perasaannya saat bergabung dengan anak-anak perempuan normal yang memilii orang tua dan bahkan sebagia besar dari mereka berasal dari keluarga yang kaya dan terpandang. Ada pula cerita persahabatan Judi dengan Sallie McBride serta hubungan Judy dengan keluarga Pendleton khususnya Julia Pendleton dan Jervie Pendleton.

Novel ini menyuguhkan cerita tentang kehidupan Judy sejak ia masuk ke perguruan tinggi hingga lulus dari perguruan tinggi. Perjuangan Judy sebagai anak panti asuhan yang harus beradaptasi dengan kehidupan “elite” yang ia dapati di perguruan tinggi. Perjuangan Judy mengejar ketertinggalan pengetahuannya daripada teman-temannya yang lain terkait sastra klasik yang banyak dibaca oleh gadis-gadis dari keluarga kaya tersebut.


“Terima kasih karena telah membuat seorang siswa tingkat pertama yang sakit, jengkel, dan merana menjadi ceria. Mungkin, Anda memiliki banyak saudara dan sahabat yang mencintai Anda, dan Anda tidak tahu bagaimana rasanya kesepian. Tapi saya tahu.” (hal. 56)

“Kita membutuhkan karakter yang kuat bukan cuma untuk menghadi masalah-masalah besar dalam hidup ini. Setiap orang bisa bertahan terhadap terpaan krisis dan hantaman tragedi dengan keberanian. Namun, untuk mampu menghadapi gangguan-gangguan kecil sehari-hari dengan gelak tawa –menurut saya hal ini benar-benar membutuhkan semangat baja.” (hal. 63)

Sabtu, 05 April 2014

Intreview Genk Kompor + Giveaway



Selamat datang April. Jangan lupa lebarkan pelukan dan persering senyum ya (^_^)

Kali ini, saya kembali menggandeng penulis untuk bikin giveway di sini. Dan rasanya ini adalah penulis yang paling heboh. Kenapa? Karena emang jumlahnya gak cuma 1 melainkan 6 orang. Heh? Buku macam apa yang butuh penulis 6 orang? Buku gokil semacam Genk Kompor mungkin?

He..he.. Iya, kali ini saya kedatangan 6 orang tamu dari berbagai pulau. Kalau biasanya saya menuliskan biodata penulis dengan lengkap, maka kali ini boleh yah kalau data mereka saya tulis sesingkat mungkin. Plissss (^/\^) soalnya profil ke-6 penulisnya panjang-panjang dan sudah menghasilkan beberapa tulisan dan bahkan novel. *alesan. Ih tapi serius (>_<)*




Genk Kompor adalah sebuah buku yang berisi cerita seru Genk Kompor. Cerita-cerita ini adalah serial yang sudah diterbitkan secara berkala di Majalah Story sejak tahun 2011. Nah, kali ini, saya penasaran untuk berkenalan dengan para penulisnya mengingat cerita-cerita Genk Kompor kocak dan bikin saya ngakak (walaupun ada juga yang bikin merinding).

Yuk kenalan dengan para penulis Genk Kompor. Mereka adalah:

Pengumuman Pemenang Maret Ceria




 Bagaimana Maret-mu? Ceriakah? Semoga..

Nah, sekarang sudah waktunya melambai kepada Maret, dan ucapkan selamat datang kepada April.
Semoga April bisa lebih meriah lagi (^_^)v

Bulan lalu saya dan Mbak Herlina P Dewi membuat sebuah Giveaway Maret Ceria http://atriadanbuku.blogspot.com/2014/03/interview-herlina-p-dewi-giveaway-maret.html berhadiah 
1 buah novel “Seribu Kerinduan”
1 buah buku “A Cup of Tea for Writer”
1 buah blocknote
Untuk 2 orang pemenang.

Dan sekarang sudah waktunya saya mengumumkan 2 orang pemenang yang beruntung yang akan mendapatkan kiriman langsung dari mbak Herlina P Dewi. Jujur ya, rasanya susah memilih pemenang dari  semua jawaban-jawaban yang bagus-bagus serta sangat personal. Semoga ini memuaskan semua orang.  Dan inilah mereka yang beruntung mendapatkan paket tersebut: