Kamis, 30 Oktober 2014

Move On #CrazyLove



 “Menyukai seseorang itu bukan saja membuatnya memahami rasa senang juga sedih, tapi telah membuatnya belajar mengenai sebuah pengorbanan.” (hal. 159)




Penulis: Ardelia Karisa, Donna Widjajanto, Aiu Ahra, Clara Canceriana, Aida M.A, Dy Lunaly
Penyunting: Dila Maretihaqsari
Perancang sampul: Nocturvis
Ilustrasi sampul & isi: Nocturvis & Helen Marsya
Pemerikasa Aksara: Intari Dyah P & Sheraynardia
Penata Aksara: Gabriel
Penerbit: Bentang Belia (PT Bentang Pustaka)
Cetakan: Pertama, Desember 2013
Jumlah hal.: x + 250 halaman
ISBN: 978-602-7975-73-6
When someone leaves, it’s because someone else is about to arrive. – Paulo Coelho
Melupakan menjadi satu-satunya jalan ketika ingatan terjebak dalam  kenanangn.
Melupakan bukan tugas sang waktu, melainkan tugasmu.
Karena kenangan akan selalu ada di tempatnya, menunggumu menemuinya, untuk kemudian memaafkannya.
Buku dalam genggamanmu ini dipersembahkan untuk kamu yang tak kunjung bisa berdamai dengan masa lalu. Kamu yang tak mu membuka pintu untuk seseorang lain yang mencoba mengetuk hatimu.
Percayalah ... ketika satu pintu tertutup, aka ada pintu lain yang terbuka.
***

Satu lagi seri #CrazyLove yang saya tuntaskan. Kali ini dengan tema Move-On. Sama seperti #CrazyLove Mantan dan #CrazyLove LDR, seri ini juga adalah kumpulan cerita karya penulis-penulis Bentang Belia. Mereka menjadikan cerita move-on sebagai tema umum. Dan lagi-lagi dengan berbagai macam perspektif dan cerita.

Btw, ada gak di antara pengunjung My Little Library yang lagi rusuh move-on? Iya pindah rumah. Cari rumah baru untuk hatinya *eciiieeee.. (^_^)v*

Di dalam buku ini ada 6 cerita tentang move-on dalam berbagai contoh kasus.

Cerita pertama perjudul Fiksi karya Ardelia Karisa yang bercerita tentang cinta monyet yang berkembang jadi cinta gorilla. *hm..bahasa macam apa ini, Tria?* Kisah tentang Silver yang sudah menyukai Novel, teman akrab dan tetangga rumahnya, sejak SMA. Awalnya hubungan mereka sebatas persahabatan, namun karena pengaruh sebuah cerita fiksi, perasaan Silver berubah dan berkembang menjadi cinta. Konyolnya Silver selalu yakin kelak Novel akan datang padanya dan menyadari bahwa happy ending adalah ketika ia dan Novel bersanding di pelaminan. Hingga suatu hari datang undangan pernikahan Novel dengan wanita lain. Tiba saatnya Silver bangkit dari mimpi tanpa tidurnya. Sanggupkah Silver melupakan harapan-harapan yang sudah dia pupuk bertahun-tahun?


“Dunia novel lo itu memang ada di dunia ini, tapi mungkin nggak terjadi sama lo.” (hal. 21)

Cerita berikutnya adalah karya Donna Widjajanto berjudul  Praline Caramel. Hm..pernah gak ada di posisi yang membingungkan? Seperti kamu sedang punya pacar yang bertahun-tahun menemani hari-harimu, lantas kamu merasa tertarik pada seseorang dan bahkan menyukai pria itu. Hm.. jelas sebuah dilema. Ini yang dialami Gail, perempuan yang memiliki kekasih bernama Jendra dan malah menaruh hati pada teman kuliahnya bernama Reza. Hingga ia membuat keputusan gila itu. memilih dan ternyata pilihannya malah melukai hati. Bagaimana Gail akan membenahi hatinya?


“Mungkin karena inilah orang-orang bilang perempuan harus menahan diri dan menuggu pihak laki-laki yang meminta. Mungkin karena inilah orang-orang bilang kita tidak boleh terlalu menginginkan sesuatu.” (hal. 62)

Cerita berikutnya berjudul Another Orion karya Aiu Ahra. Mengambil setting kehidupan seorang siswa SMA bernama Daru yang tengah mengalami  masa transisi. Ia ditinggalkan oleh sahabat perempuannya yang bernama Ryana, padanya Daru menyimpan perasaan lebih. Ryana pindah ke Kanada. Setelah itu Daru kesulitan beradabtasi dengan teman sebangkunya yang baru, Ara.

Ara, berbeda dengan Ryana. Ara nyaris tidak pernah berkonsentrasi mendengar penjelasan guru di kelas. Selalu sibuk dengan game di handphonenya. Sikap Ara membuat Haru terganggu. Dan terus menerus merasa kesal denga kehadiran gadis itu. Hingga suatu Daru mengetahui masalah Ara. Dan Daru pun mulai menyusuri “jalan move on” bersama Ara. Daru menemukan persahabatan saat bersama Ara.


“Nggak cuma aku dan kamu, aku yakin orang lain juga pernah ngerasain yang namanya kehilangan. Memang pada mulanya nggak mudah menerima, tapi bagaimanapun, hidup tetap harus berjalan, kan, Dar? Masa lalu Cuma boleh dijadikan pelajaran, bukan tempat untuk tinggal dan diam di sana.” (hal. 107)

Eyes on You karya Clara Canceriana adalah cerita keempat di buku ini. Pernah tidak kamu menjadi stalker? Hm..bukan yang freak sampai ngebela-belain 24 jam mengikuti kegiatan orang itu. Anggap saja seperti selalu menangkan sosok seseorang dengan mata. Saat dimana tidak butuh waktu lama untuk menemukan orang tersebut di kerumunan. Hal semacam itu bahkan sedikit lebih dari itu dilakukan oleh Vanya. Ia tidak mampu melepaskan matanya dan kameranya dari sosok Raymond. Diam-diam Vanya selalu memotret Raymond. Sayangnya di saat yang sama ia selalu menyadari bahwa mata berbinar penuh cinta dari Raymond bukanlah untuknya melainka perempuan lain. Bisakah Vanya berhenti menjadi stalker Raymond? Bersikap lebih berani agar Raymond menyadari keberadaannya.


“Rasa sakit saat menyukai seseorang tidak saja ketika melihatnya tertawa untuk orang lain. Tetapi juga, ketika orang itu justru sedang menangis tak berdaya.” (hal. 160)

Salah satu cerita yang cukup saya sukai di buku ini adalah Cinta Dua Sisi karya Aida M.A. Cerita yang menggambarkan hubungan seorang perempuan introvert dengan laki-laki ekstrovert. Perempuan yang senang membuat sketsa dan gambar dengan laki-laki yang sangat mencintai kata dan rangkaiannya. Cerita tentang Anna dan Dante. Serta kisah cinta yang kemudian bak Romeo dan Juliet. Kisah cinta yang sulit bersatu karena masalah keluarga, bukan karena mereka tak lagi saling cinta.


“Hujan bukan bentuk dari kesakitan, hujan hanya sebentuk rindu, kuingin pulang.” (hal. 177)


Kumpulan cerita di dalam seri #CrazyLove Move ini ditutup dengan manis oleh nuansa melankolis yang dituturkan oleh Dy Lunalu dalam cerita yang berjudul You Aftre Us. Pernah bertanya tentang, “Bagaimana jika sudah tidak ada lagi ‘kita’?”, saat tengah menjalani hubungan dengan someone special? Sebab kita tidak pernah tahu masa depan. Maka hal ini yang coba diceritakan oleh tokoh “Bee” dan “Honey” yang sudah berteman sejak kecil dan hingga dewasa terus bersama dalam ikatan cinta. Bayangkan jika akhirnya mereka tidak bersama lagi? Sesakit apa? Huft membayangkannya saja rasanya susah. Apalagi menjalaninya (>_<)


“Berdamai itu berarti Kakak menerima semua kenangan kalian, menyimpannya di tempat terbaik di hati Kakak dan melanjutkan hidup dengan membawanya. Nanti, ketika kenangan itu tidak sengaja terbuka, Kakak nggak lagi mengingatnya dengan kesedihan, tapi dengan senyum dan bersyukur kenangan itu pernah terjadi. Itu bedanya, Kak.” (hal. 237)
***
“Orang yang bilang move-on itu susah, move on itu nggak gampang, mereka semua belum nyoba yang namanya itu move on. .... Move on itu bukan masalah gampang atau susah. Move on itu proses, bukan cuma omongan ‘gue mau move on’” (hal. 43)


Kutipan dari karya Ardelia Karisa di buku ini menarik. Bahwa move on itu adalah proses, bukan hasil. Maka seperti halnya semua proses lain yang terjadi di bumi ini, ia membutuhkan waktu dan manusia harus mampu belajar dari hal itu.

Cerita move on di buku ini ditampilkan berbeda-beda.  Sebenarnya membaca cerita-cerita ini sebagian besar membuat saya gereget. Saya merasa si tokoh-tokohnya itu kok bisa membodohi diri sendiri dengan mempertahankan harapan yang 1% padahal jelas-jelas nggak ada masa depan untuk dia dan orang yang ia sukai itu. Kadang rasanya eeerrrrr..pengen jitak tokohnya dan bilang “move on donk!” Tapi di beberapa cerita seperti di cerita pertama dan kedua, alasan mereka bertahan dan susah move on rasanya kurang kuat.  Dans selain itu cerita Eyes On You rasanya terlalu tanggung dalam mengusung proses Move On.


“Orang yang nggak bisa move on  itu mungkin menyedihkan. Tapi untuk gue, ada yang lebih menyedihkan yaitu orang yang nggak menyatakan perasaannya cuma karena rasa takut dalam diri sendiri.” (hal. 155)

Kisah yang disuguhkan Dy Lunaly cukup menarik bagi saya. Bagimana tidak? Dari awal sampai akhir saya tetap tidak tahu nama asli tokohnya. Mereka terus menerus memakai nama “Bee” dan “Honey”. Setelah selesai membacanya saya sempat menggunakan teknik scanning di cerita itu untuk menemukan nama asli keduanya atau salah satu dari mereka dan hasilnya nihil. Ha..ha..niat banget ya.

Cerita-cerita lain dalam buku ini semuanya mengambil tema dan sudut pandang beda-beda dan bagi saya cukup menarik. Tema remaja disuguhkan dengan apik, tapi konflik romansa dewasa pun tidak terlalu berat untuk dibaca oleh mereka yang usianya berbeda.

Seri #CrazyLove Move On kali ini pun cukup menarik untuk diajak menemani waktu-waktu membaca kita. (^_^)

“Jika rasa suka ini membuatnya lemah, lalu bagaimana caranya agar dia kuat?” (hal. 152)

 “Walaupun cinta nggak punya alasan, tetapi suka selalu punya alasan. Dan cinta selalu berawal dari suka, meski tak berujung menjadi jatuh hati.” (hal. 196)

                                                                                                                                                                             

22 komentar:

  1. Rusuh move on nya dua tahun yang lalu Mbak. Sekarang sih happy-happy aja. Soal mau cerita mantan juga udah bisa sambil haha hihi :D
    Sini aku bantuin jitak tokohnya :D

    BalasHapus
  2. rusuh move-on ?
    Untungnya sekarang udah bisa Mbak. Walaupun dulu sampek nangis tiap tengah malem gara-gara takut nggak bisa move-on #Hehe

    BalasHapus
  3. Aku mah ya termasuk orang dengan cepat jatuh cinta dan cepat move on juga, jadi nggak ada lah tuh ya yang namanya rusuh move on. Seri #CrazyLove bener-bener 'crazy' ya, masalah pelik dalam percintaan bisa ditulis dengan mudahnya *kan aku nggak tau*

    BalasHapus
  4. Dlm hdp, move on memang bkn hal gampang. bagaimana kalau tdk lg kita? #nyesek

    BalasHapus
  5. Setuju sama kutipan hlm 62. Tapi kadang kalo dipikir lagi, bukannya kita punyak hak untuk menginkan sesuatu ya

    BalasHapus
  6. “Orang yang nggak bisa move on itu mungkin menyedihkan. Tapi untuk gue, ada yang lebih menyedihkan yaitu orang yang nggak menyatakan perasaannya cuma karena rasa takut dalam diri sendiri.” (hal. 155)

    Jleb!! Ini saya banget. Kayaknya saya memang masuk dalam salah satu daftar orang yang menyedihkan.
    *hiks #nangis di pojokan

    BalasHapus
  7. Setelah mantan, emang pasti bahasannya move on. Ah, nggak tau mau komen apa tiba-tiba spechless padahal cuma baca review doang yah tapi rasanya hati ikut berdarah-darah hahaha jleb banget :')


    Btw, move on emang perlu sih. Walau move on tugas kita tapi waktu juga ambil alih di dalamnya. :))))

    BalasHapus
  8. move on? terenyuh baca review You Aftre Us, bagaimana tidak, sejujurnya lagi, itu juga pengalaman saya, sudah bersama dan bersahabat dari kecil,dari SD tepatnya, hingga saat ini, bagaimana akhir kisah mereka? bagaimana akhir kisah kami? *oke curcol mulu deh aku ini-_-. bagaimana kalau 'kita' sudah tidak ada, bener-bener nggak bisa bayangin kalau sampe harus bener-bener move on, padahal sudah lama bersama bahkan bertahun-tahun. move on itu susah kak, nggak semudah ngedipin mata, well, soal move on, entahlah.
    mungkin perlu banyak waktu buat menghapus semua tentangnya, apalagi kenangan yang selalu menguatkan perasaan kita, gimanapun, kalau kenangan udah banyak, susah, but life must go on, perpisahan pasti banyak hikmahnya kok :')

    BalasHapus
  9. Aku bingung haru/daru ya?dari kisah diatas aku suka 2.yg pertama katanya sakit melihat dia tersenyum tp bukan padamu.yang kedua move on itu proses bkn hanya ucapan.yang menggena adalah org yg menyedihkan a/yg tidak menyatakan Isi hatinya karena takut yg ada didlm diri.aku mengalami hal tsb.selama 3thn memendam rasa suka,sedih melihat dia tersenyum pd gadis lain.Aku berhasil Move on.Move on itu pilihanku.butuh proses waktu,tekat.Makasih

    BalasHapus
  10. Mantan, Move On. Mereka emang sahabat sejati yaah, ngikut-ngikut terus.

    “Jika rasa suka ini membuatnya lemah, lalu bagaimana caranya agar dia kuat?” (hal. 152)

    Kalau udah jatuh hati, kena PHP, terus jadian (walaupun cwoknya terpaksa), setelah itu putus, dan move on. Tapi kadang masih stalking. Kayaknya memang satu paket banget.

    Bicara move on, ngucapinnya memang gampang. tapi, menerapkannya itu lho! butuh waktu & proses yang memakan waktu dan hati.

    BalasHapus
  11. "Mungkin karena inilah orang-orang bilang perempuan harus menahan diri dan menuggu pihak laki-laki yang meminta..." Memang begitulah, mau bagaimana lagi... :(

    BalasHapus
  12. Ini bukan perez, bukan dibuat-buat juga. Serius, kalau bahasa jawanya mbrebes mili pas baca review ini. Serasa nampar muka sendiri yang nggak kunjung bisa move on juga... ::))

    BalasHapus
  13. kok quotes halaman 43 itu nge-JLEB yah kak buat aku? :( *mirror*

    BalasHapus
  14. Habis mantan, terbitlah move on! #eh
    Penasaran banget sama cerita Cinta Dua Sisi ._.
    Introver ketemu eksover = saling melengkapi dong? ._.

    BalasHapus
  15. Rasanya... untuk seri Crazy Love Move On ini sedikit tidak konsisten. Kurasa tema cerita untuk Praline Caramel lebih cocok buat #CrazyLove Selingkuh. LOL XD dan untuk Eyes on You lebih cocok buat #CrazyLove Stalker

    BalasHapus
  16. kalau gagal move on, berarti theme songnya Masih Cinta punya Ashilla... :)

    BalasHapus
  17. buseeet, quotes 155 nusuk aku banget ihh.. sempat terjebak beberapa tahun menjadi orang menyedihkan seperti itu.. untung udah gak lagi, karena udah ngungkapin :)

    BalasHapus
  18. Haduh pertama quote2nya buat saya yg lagi makan langsung diem dan termenung. Dalem2 banget. Judul2 ceritanya juga unik2 dan ceritanya jg menarik banget. Apalagi yg cewek introvert dan cowok ekstrovert termasuk pernah mengalami kayak gitu hihi. Move on ini emang fase paling susah dan menguras emosi tp begitu melewati ini rasanya lega banget :)

    BalasHapus
  19. Kutipan kalimatnya makjleebb semua! -_-
    Kisah Vanya dan Raymond mengingatkanku sama Nam dan Shone di Crazy Little Thing Called Love, tapi ini versi sedihnya. Ya serial Crazy Love. Just a little thing called 'Gagal Move On'

    BalasHapus
  20. "Mungkin karena inilah orang-orang bilang perempuan harus menahan diri dan menunggu pihak laki-laki yang meminta. Mungkin karena inilah orang-orang bilang kita tidak boleh terlalu menginginkan sesuatu.” (hal. 62)
    Kutipan di atas bener-bener aku banget, berasa kesindir banget hahaaha :D sebenarnya semua kutipannya ngena banget tapi kutipan di atas yg bener-bener mewakili perasaanku waktu zaman SMA dulu :D

    BalasHapus