Kamis, 09 Oktober 2014

Moon in the Spring




“Bagiku, kau adalah musim semi."
" Musim semi?"
 "Iya, bersamamu aku tidak merasakan dingin sedikit pun.”
Hal. 239
 

Penulis: Hyun Go Wun
Penerjemah: Sitta Hapsari
Penyunting: Selsa Chintya
Proofreader: Dini Novita Sari
Ilustari is: Frendy Putra, @teguhra
Penerbit: Haru
Cetakan: Pertama, September 2014
Jumlah hal.: 405 halaman
ISBN: 978-602-7742-39-0
Di malam bulan purnama, seorang dewi terjebak bersama seorang pria berhati dingin dan licik di permukaan bumi.
Dewi Langit, Pria Bumi, lalu Malaikat Kematian….
Apakah wanita itu benar-benar tunanganku?

Pria itu bernama Kang Min-Hyuk, pria berhati dingin dan licik. Ia tidak tampak terkejut ketika tunangannya bangkit dari kematian. Ia tidak memiliki perasaan apa pun kepada wanita itu. Akan tetapi sesudah kejadian itu, wanita itu terlihat seperti wanita lain. Dan wanita itu tidak pernah bisa hilang dari pikirannya.

Apakah pria itu akan berhasil mengetahui identitasku yang sebenarnya?

Ji-Wan melanggar peraturan langit dan turun ke bumi untuk menggantikan posisi seorang wanita yang meninggal. Di sana, ia bertemu dengan Min-Hyuk, tunangan wanita yang ia gantikan. Sejak bertemu dengannya, Ji-Wan tahu bahwa pria itu adalah orang yang tidak mudah untuk dihadapi. Walaupun begitu, Ji-Wan berniat untuk bisa terus bertahan di dunia manusia… meski ia merasa lelah.

***
Apa jadinya jika seorang dewi khayangan melakukan sesuatu sekehendak hatinya? Inilah yang terjadi.
Seorang Dewi bernama Dal-Hee melanggar hukum langit dan masuk merasuki tubuh seorang perempuan bernama Yoon Ji-Wan.

Ji-Wan sebelum meninggal berteriak meminta tolong. Permintaan tolongnya ini didengarkan oleh Dal-Hee yang senang melakukan berbagai hal secara spontan dan tanpa perhitungan. Ji-Wan sebelum meninggal meminta Dal-Hee untuk "memanusiakan" tunangannya yang bernama Kang Min-Hyuk. Dal-Hee yang tanpa pikir panjang menyanggupi hal itu akhirnya melakukan segala sesuatunya dengan semaunya sendiri. Ia berenkarnasi dengan memasuki tubuh Ji-Wan. Ini jelas melanggar hukum langit. Malaikat Kematian nomor 2999 yang ikut terlibat karena saat itu bertugas mengambil nyawa Ji-Wan tidak berhasil mencegah keputusan Dal-Hee. Akhirnya sang malaikat malah ikut terseret dalam lakon yang harus dimainkan Dal-Hee di dunia manusia.

Seketika tindakan Dal-Hee memunculkan kekacauan di langit dan dunia bawah bumi. Saat dua dunia tersebut ribut, Dal-Hee tetap melanjutkan rencananya di dunia manusia untuk membuat Kang Min-Hyuk memiliki hati yang baik dan bisa hidup selayaknya manusia yang peduli pada hal-hal di sekitarnya.
Dengan menjadi Ji-Wan, Dal-Hee berhasil menarik perhatian Min-Hyuk yang selama ini tidak pernah mendapat tantangan dari pihak lain.
Ji-Wan yang sempat mati suri dan kemudian bangkit kembali dengan jiwa Dal-Hee di dalamnya berubah menjadi sosok yan berbeda. Ji-Wan yang biasanya suram kini lebih ceria dan berwarna. Ia bahkan mengubah selera fashionnya. Selain itu ia menjadi sosok yang lebih berani dan lebih bercahaya. Ini membuat Min-Hyuk menjadi tertarik padanya.
Ketertarikan ini kemudian berkembang. Sayangnya muncul sejumlah tokoh dari masa lalu Min-Hyuk yang membuat hubungan mereka makin runyam. Kehadiran Seok-Hwan, mantan sahabat Ming-Hyuk, yang ternyata jatuh cinta pada Ji-Wan ikut memperkeruh hubungan mereka. Kehadiran Yoon-Ha, yang sempat menjalin hubungan gelap dengan Ming-Hyuk serta Seo-Yeon, mantan kekasih Ming-Hyuk yang dahulu kabur dengan Seok-Hwan membuat hubungan antara Ji-Wan dan Ming-Hyuk semakin kompleks.
***
Ide dasar ceritaya menarik dan bikin pembaca menebak-nebak tentang bagaiamana akhir ceritanya. Bisakah Dal-Hee yang menggunakan tubuh Ji-Wan hidup bersama Ming-Hyuk? Apakah hukuman dari Kaisar Langit untuk Dal-Hee?
Ide cerita yang menggabungkan tentang dongeng tentang negeri di atas langit dan di bawah bumi yang kemudian dipadukan dengan realita kehidupan masa kini ini terasa menarik. Memanjakan imajinasi pembaca serta menghadirkan pertanyaan-pertanyaan yang menggelitik. Seperti pertanyaan "Apakah reinkarnasi itu benar-benar ada?"; "Benarkah dewa-dewi ada?"; "Jangan-jangan sosok baik hati tetangga saya adalah penjelmaan dewi bulan?" *aduh kenapa isi kepala saya malah melanglang buana ke mana-mana?*
Cerita ini cukup mampu menerbitkan senyum. Selain itu kalimat-kalimat pertengkaran antara Dal-Hee dan Min-Hyuk adalah dialog-dialog cerdas yang membuat saya tersenyum sesekali saat membacanya.
Covernya juga lucu. Meskipun akan lebih sesuai lagi jika bentuk hati di depan cover diganti dengan gambar bulan. (^_^)

Lagi-lagi karya Hyun Go Wun berhasil membuat saya menikmati saat-saat membaca saya (^_^)v

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar