Jumat, 27 Juni 2014

You Are Invited



“Hidup itu berawal dari huruf B dan berakhir di huruf D. B artinya Birth dan D artinya Death. Tapi di antara huruf B dan D ada huruf C, yang artinya Choice. Artinya, hidup selalu menawarkan pilihan.” (hal. 198)


Penulis: Kezia Evi Wiadji
Editor: Anin Patrajuangga
Desain kover & Ilustrasi: Ni Made Adenari
Penata isi: Lisa Fajar Riana
Penerbit: Grasindo
Cetakan: 2014
Jumlah hal.: iv + 211 halaman
ISBN: 9786022514930
Stacy Tanu dan John Edward,
berencana melangsungkan pesta pernikahan.
Selain mengundang 400 tamu, juga enam orang yang mempunyai hubungan spesial dengan kedua calon mempelai. Mereka adalah Dina, Ben, Lyla, Sonia, Edo dan James.

Beberapa minggu menjelang pesta pernikahan itu, masalah demi masalah silih berganti menghampiri mereka.

Dapatkah mereka bergabung dengan tamu undangan lain untuk merayakan pesta pernikahan Stacy dan John?

***

Novel ini lebih mirip kumpulan cerita daripada sebuah novel. Di dalam You are Invited ini ada kisah John dan Stacy serta kisah dari 6 orang lainnya. Ada satu benang merah menghubungkan semua cerita tersebut yakni undangan pernikahan John & Stacy. Dengan menggunakan sudut pandang orang pertama, penulis menyuguhkan kehidupan semua orang dalam cerita ini.

Cerita dibuka dengan perbincangan John & Stcay tentang persiapan pernikahan mereka. Serta siapa saja yang ingin mereka undung. Lantas tersebutlah dua buah nama yakni Dina dan Ben. Kedua orang tersebut adalah mantan kekasih mereka. Orang yang terkahir menjalin hubungan kasih dengan John dan Stacy sebelum mereka berdua bertemu. Setelah itu bergulirlah cerita pertemuan pertama John dan Stacy.

Setelah itu cerita berpindah ke Dina. Kita disuguhi cerita masa lalu Dina dan John. Serta masa lalu Dina dengan Cello. Pergulatan batin dan penyesalan Dina. Serta undangan yang Dina terima dari John. Ia diundang untuk menghadiri pernikahan pria itu dengan kekasih yang ia temui setelah hubungannya dengan Dina berakhir.


Cerita kemudian berpindah ke kehidupan Ben sang petualang. Mantan kekasih Stacy ini, menyambut bahagia undangan pernikahan Stacy dan John. Setelah itu, Ben pun menuturkan kehidupannya setelah berpisah dari Stacy. Pertemuannya dengan seorang gadis “istimewa” bernama Princille. Tanpa sengaja Ben menyelamatkan Princille yang hampir saja diperkosa oleh kekasihnya. Setelah itu, Ben memiliki ketertarikan pada gadis  tersebut. Setelah itu, cerita bergulir tentang hubungan kedua orang tersebut.

Cerita bergulir ke kehidupan  Lyla, sahabat Stacy. Ia yang baru saja putus dari kekasihnya, diajak oleh Ferry & Santi, sahabat-sahabatnya, untuk mendaki gunung. Ini adalah pendakian pertamanya. Di saat yang sama ia berkenalan dengan Roni, sepupu Ferry. Entah mengapa, ia merasa tertarik pada Roni. Namun pendakian dan percintaannya berjalan buruk. Musibah dan patah hati datang di waktu yang bersamaan.

Setelah itu, kita disuguhi cerita kehidupan Sonia, adik kandung John. Kerumitan hubungannya dengan Edo. Kondisi Andi. Masa lalu ia, Andi dan Edo. Melalui sudut pandang orang pertama, kita akan ikut menyelami kebimbangan, penyesalan, dan keresahan Sonia. 

Kemudian cerita bergulir dari sisi Edo yang juga sahabat John. Ia melengkapi cerita yang sudah disuguhkan dari sudut pandang Sonia. Akhirnya terjawablah pertanyaan-pertanyaan Sonia. Di waktu yang sama pembaca jadi tahu jalan pemikiran Edo. Juga impian dan penyesalan pria itu.

Terakhir, cerita dituturkan dari sudut pandang James, kakak Stacy. Ia dengan masa lalu dan masa depan kehidupan percintaannya. Tentang kekasih yang meninggal serta perempuan yang mirip sang kekasih bak sebuah jalan untuk melepaskan penyesalannya di masa lalu. 

Setelah itu, cerita ditutup dengan cerita tentang pesta pernikahan Stacy dan John. Yang tentu saja akan menyebutkan tokoh-tokoh lain yang ada di dalam novel. Itulah saya menyebut bahwa ini bukan novel melainkan semacam omnibook atau sekumpulan cerita yang memiliki benang merah antara satu cerita dengan cerita lainnya.

***

Cerita yang disuguhkan ke pembaca mengambil tema umum tentang cinta. Tapi dengan berbagai sudut pandang. Ada cinta yang terpendam dan tak terselesaikan hingga melukai orang lain. Ada juga tentang cinta buta yang berujung pada penyesalan dan kebencian. Ada pula kebimbangan yang berujuang penyesalan. Ada juga cerita tentang cinta yang si pecinta patah hati hingga akhirnya menyadari bahwa ada seseorang yang mencintainya di luar sana.

Idenya menarik. Tapi ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan ke penulis. Salah satunya tentang hal yang belum terjelaskan dengan baik dalam cerita. Yakni sikap Princille yang  “kurang normal”. Apa gadis itu tidak menyimpan trauma tertentu setelah percobaan perkosaan itu? kok dia dengan mudah menerima ajakan Ben yang masih orang asing? Kok tidak ada tanda-tanda shocked atau trauma?

Trus jadi penasaran, bagaimana kalau Maria menyadari bahwa motivasi awal James mendekatinya adalah kemiripan ia dengan kekasih James yang sudah meninggal?

Btw, saya suka part tentang Burung Rajawali yang dituturkan di halaman 194 – 196. Ini adalah pengetahuan baru bagi saya. Nuhun ya, mbak (^_^)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar