Rabu, 11 Juni 2014

[Liputan Tempat] Cokotetra, Cafe Mungil yang Cozy



Hai, pengunjung My Little Library. Ini adalah materi baru di blog ini. Sebenarnya sudah sangat lama saya ingin membuat tulisan seperti ini, namun baru benar-benar terealisasikan sekarang. Saya ini pajokka (Bahasa Makassar yang artian bebasnya “orang yang senang jalan-jalan”). Selama tinggal di Bandung saya sudah berkenalan dengan beberapa cafe. Sebagian besar alasannya adalah demi mencari koneksi internet. Sekarang ini, cafe-cafe banyak yang menyediakan layanana wifi untuk menggaet pengunjung. Maka bermunculanlah orang seperti saya, yang nongkrong berjam-jam bermodalkan secangkir beverage seharga 20-30 ribu rupiah.

COKOTETRA: Drinks and Library

Di postingan pertama ini saya mau bercerita tentang sebuah cafe mungil yang terletak di Dago 322 (di depan kantor Bappeda). Cafe tersebut bernama COKOTETRA. Nama COKOTETRA diambil dari kata (CO)klat (KO)pi, (TE)h, dan sa(TRA). Cafe ini berdiri sejak 22 November 2012. Pemiliknya adalah sekumpulan anak muda dari Jurusan Sipil ITB.

Cerita tentang COKOTETRA ini saya perolah dari Kang Rian, barista di cafe ini. Kang Rian sudah bergabung di COKOTETRA sejak 28 Desember 2012. Katanya saya bisa dapat cerita lebih banyak tentan COKOTETRA dari Mas Alif Ramdhani, salah seorang owner COKOTETRA. Tapi karena kendala waktu dan kesempatan, saya pun merasa cukup dengan mendengarkan cerita dari Kang Rian.

rak buku dekat meja barista

 Tempat ini kadang dipakai sebagai tempat berkegiatan bagi anak-anak muda. Salah satu komunitas yang sering berkegiatan di sini adalah Bookpacker. Saya akui tempat ini memag menyenangkan untuk dikunjungi baik sendiri maupun bersama teman-teman. Meskipun tempatnya tergolong kecil, namun pelayanannya sangat ramah. Tempat kecil ini menguntungkan karena bisa membangun hubungan baik antara pelanggan dan barista. Dari cerita Kang Riang saya menangkap bahwa baginya kenyamanan pelanggan nomor satu dan keramahan dalam pelayanan juga dikedepankan.

bagian dalam buku menu
Oiya, menu-menu yang tersedia di COKOTETRA pun terdiri atas coklat, kopi, teh, dan sastra. Sedangkan menu makanan yang tersedia terbatas pada cemilan saja seperti french fries, chicken nugget, dsb. Dan tentu saja ada wifi yang bisa dimanfaatkan plus stop contact di dekat setiap meja. So, tempat ini memang menarik dijadikan pilihan tempat untuk mengerjakan tugas dan baca buku. (^_^)

rak buku di COKOTETRA
Buku-buku yang ada di COKOTETRA memang belum cukup banyak (pasti masih kalah dari timbunan para BBIers) tapi banyak kok yang menarik. Karya Dee, Ayu Utami hingga Edgar Alan Poe juga ada di sini. Awalnya buku-buku yang ada di sini terbatas hanya milik pribadi para owner-nya, setelah itu mulai ada yang nitip atau bahkan menyumbangkan bukunya ke COKOTETRA.

Smoking area
Oiya, bagian dalam COKOTETRA didominasi oleh warna cokelat. Di dindingnya juga ada beberapa gambar komik tentang menariknya membaca buku. Ruangan untuk areal smoking  dan no-smoking dipisah, lho. Areal smoking terletak di luar yang akan dilewati saat ingin ke meja barista; untuk non-smoking terletak di dalam ruangan di dekat meja barista. Kedua areal tersebut dipisahkan oleh jendela bening dan pintu geser.
no-smoking area
Nah, itu cerita singkat saya tentang cafe COKOTETRA: Drinks & Library yang bertagline “Inspirasi di setiap cangkirnya”.
Info lainnya tentang  Cokotetra bisa dilihat di @cokotetra atau di Facebook Fanpage Cokotetra.
Ini jadwal buka COKOTETRA (sumber: dari kang Rian)
Senin – Rabu: 11 siang sampai 11 malam
Kamis - tutup
Jum’at: 1 siang sampai jam 11 malam
Sabtu: 11 siang – 11 malam
Minggu: 9 pagi – 9 malam

Sampai ketemu di liputan lainnya ya (^_^)v

4 komentar:

  1. Balasan
    1. Di dago, Bang Epi. Tempat yang waktu itu aku ceritain tapi nggak jadi kita cobain krn tutup (>_<)

      Hapus
  2. Huwaaaa :O di Makassar dak ada mi gank yang betul-betul cafe buku u.u

    BalasHapus
    Balasan
    1. nanti kita bikin sendiri saja cafe buku-nya..he..he..

      Hapus