Jumat, 20 Juni 2014

Limit




Penulis: Triani Retno
Penyunting: Laras Sukmaningtyas
Perancang sampul: Neelam Naden
Penata letak isi: Fernandus Antonius &Aldy Akbar
Penerbit: Ice Cube
Cetakan: Pertama, Februari 2014
Jumlah hal.: vi + 190 halaman
ISBN: 978-979-91-0678-0

***
Limit adalah salah satu dari seri Bluestroberi dari Penerbit IceCube. Seri ini diperuntukkan bagi remaja. Sejauh ini selain Limit saya baru membaca Fuurin yang juga bagian dari seri tersebut. Triani Retno, penulis Limit ini tidaklah asing bagi saya. Di blog ini sendiri sudah ada lebih dari 5 buku karya Triani Retno yang telah saya review.

Saya sebenarnya sudah lama menuntaskan novel Limit ini, namun cukup kebingungan untuk mereview-nya. Takut bikin spoiler. Pikiran ini pun saya sampaikan ke Mbak Eno dan disahuti, “Iya. Gak usah direview aja kalau begitu, Tria.” Namun akhirnya merasa kok rasanya sayang kalau sampai nggak tercatat. Takut lupa.
Ok, pendapat pertama saya tentang buku ini adalah “remaja bangeeeeet”. Dan kalau saya boleh saran, prolog-nya sebenarnya bikin buku ini jadi gampang tertebak. Jadi dihilangkan mungkin akan lebih baik.

Novel Limit ini mengambil sudut pandang orang ketiga dengan memfokuskan cerita pada kehidupan Kaela. Saya suka dengan karakter Keala di awal cerita. Sangat real. Kehidupannya yang awalnya somebody di Banjarmasin, mendadak merasa jadi nobody di Bandung. Keala pindah  dari Banjarmasin ke Bandung karena mengikuti Bunda. Bunda dipindahkan tugas ke Bandung. Keala tidak ingin membuat Bunda sedih mengingat apa yang sudah ia, Bunda, dan adiknya lewati bersama. Ayahnya? Ia adalah sosok yang memberi luka bagi mereka.


Awalnya Keala merasa kesulitan mengikuti pelajaran di Bandung. Ia yang dulu termasuk murid yang pintar di Banjarmasin merasa sangat bodoh karena sering mendapat nilai merah di Bandung. Ia pun mulai stress. Hingga akhirnya muncul Eizel, kakak kelas yang perhatian padanya. Eizel membantu Keala beradaptasi dengan kehidupan sekolahnya.

Hingga akhirnya Keala merasa tertarik pada Eizel. Di waktu yang sama ada Kevin yang tertarik pada Keala. Namun Eizel memperingatkannya tentang image buruk Kevin di sekolah. Keala pun tetap menjaga jarak dari Kevin. Hingga suatu hari Kevin membawa sebuah informasi yang mengejutkan tentang Eizel. Akhirnya dengan bantuan Kevin dan Ninna, teman sekelas sekaligus sahabat Keala, mereka pun menyelidiki tentang Eizel. Hingga sebuah kenyataan mengejutkan ia dapati tentang masa lalu Eizel.

Hm..sebenarnya ada beberapa hal yang ingin saya protes tentang ending buku ini. rasanya terlau sinetron saat endingnya malah membawa-bawa Bunda Keala dan keluarga Eizel. Dan saya sebenarnya cukup bingung dengan ilustrasi jam yang ada di dalam buku. 

Selain itu untuk cover, tulisan judulnya terlalu di bawah meskipun warnanya kontras. Tapi tetap kurang eye catching dengan posisinya yang di bawah itu. (^_^)

Oiya, novel Limit ini termasuk dalam salah satu Seri Bluestorberi dari Penerbit Ice Cube. Baca juga review saya dari seri Bluestroberi lainnya di Review Fuurin.

2 komentar:

  1. Makasih, Tria :) Nggak kapok kan baca LIMIT? :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Belum, mbak. Cuma sukses bikin kesel (>_<)

      Hapus