Kamis, 19 Juni 2014

LDR #CrazyLove



“Untukku, sekedar jarak tak bisa membuat dua hati menjadi jauh. Pengkhianatanlah yang membuatnya. Tidak hanya menciptakan jarak, tapi juga sekat. Dunia bisa menciptakan segalanya untuk meniadakan jarak, tapi tak bisa menghapus sekat itu. Kepercayaan yang kedua mungkin bisa menghapusnya, tapi bagaimana aku bisa memercayai seseorang yang tidak paham makna kepercayaan? Long distance relationship tidak cukup hanya saling percaya, tapi juga bagaimana menjadi orang yang bisa dipercaya,” (hal. 43)



Penulis: Ayuwidya, Elsa Puspita, Christina Juzwar, Anjani Fitriana, dan Riawani Elyta
Penyunting: Dila Maretihaqsari
Perancang sampul: Nocturvis
Ilustrasi sampul & isi: Nocturvis & Helen Marsya
Pemeriksa Aksara: Intari Dyah P. & Tiasty I
Penata Aksara: Gabriel
Penerbit: Bentang Belia
Cetakan: 2013
Jumlah hal.: vi + 194 halaman.
ISBN: 978-602-7975-72-9
Bagaimanapun ditiadakan
jarak akan tetap ada.
Apa yang terjadi bila kesetiaan dan pengkhianatan
berjalan tak seimbang dalam satu hubungan?
bisakah menjaga hati hanya dengan saling percaya
dan bisa dipercaya?
Dan, akankah jarak mampu menjawab
segala keraguan yang ada?
Temukan lima perjuangan hubungan jarak jauh
yang akan membawamu pada pergolakan hati
akan keputusasaan hubungan, perdebatan, pengkhianatan
dan percaya-tidak percaya yang berjalan seiringan
dengan keteguhan, kemantapan, serta rasa tak ingin kehilangan dalam jarak yang terbentang.

***

“LDR emang lebih sering bikin galau daripada bikin senang. Makanya aku pilih putus pas lulus SMA kemarin. Hubungan model gitu lama-lama cuma ngehasilin hubungan semu. Nggak nyata. Kayak cuma pacaran sama gadget. Tanpa gadget, hubungannya juga nggak jalan. ....” (hal. 59)

Buku ini adalah kumpulan cerita karya 5 orang penulis. Mengangkat tema yang sama yakni Long Distance Relationship (LDR). Pengalaman menjalani hubungan jarak jauh kini semakin banyak dialami. Mungkin karena kemajuan teknologi transportasi dan komunikasi yang terus berkembang. Seharusnya hubungan LDR ini tidak lagi seberat dulu, sebab kini sudah banyak fasilitas yang bisa memudahkan komunikasi, yang lagi-lagi berkat perkembangan teknologi. Hm.. jadi LDR ini makin marak karen sekarang komunikasi gampang, atau karena komunikasi gampang makanya LDR semakin marak? Bingung? saya juga kok. He..he..

Lima cerita di buku ini mengangkat dinamika yang berbeda melalui jarak yang berbeda, usia, dan kepribadian tokoh-tokoh yang berbeda. Saya coba bagi beberapa hal dari setiap cerita ya (^_^)




 Chococherry Chocolate
Cerita ini ditulis oleh Ayuwidya. Dengan menggunakan sudut pandang orang pertama, kita diajak melihat LDR yang dijalani Salsa dengan kekasihnya Marvel. Salsa tinggal di Jakarta sedangkan Marvel tinggal di Bali. Sejak awal tidak ada yang percaya bahwa Salsa dan Marvel ini berpacaran. Ini karena tampilan fisik Salsa yang cukup gemuk sedangkan Marvel bak instruktur fitness.

Sejujurnya Salsa sendiri pun menyimpan keraguan pada perasaan Marvel. Namun ia ingin terus percaya. Ia ingin mempertahankan hubungan mereka, meski Marvel bahkan dengan mudah menggugat segala kecurigaan Salsa dengan kalimat yang seolah berkata, “Ya sudah kalau tidak percaya. LDR itu harus didasari oleh kepercayaan, jadi kalau sudah gak percaya ya buat apa hubungan ini dilanjutkan.” Kalimat ini biasanya sukses membuat Salsa panik dan batal merajuk.

Tapi sampai kapan Salsa harus terus dirongrong keraguan? Apalagi sahabatnya sendiri, Carlo, selalu yakin bahwa hubungannya dengan Marvel tidak akan berjalan dengan lancar.

Smiles!

Cerita yang ditulis oleh Elsa Puspita ini mengetengahkan salah satu penyebab LDR yang cukup banyak terjadi. Yakni perbedaan kota tempat melanjutkan studi. Arine yang melanjutkan studi di Malang harus berjauhan dengan kekasihnya, Biru, yang berhasil masuk ke universitas di Jakarta. Mereka berdua berasal dari kota yang sama yakni Tanjung Selor. Sebelum menjalani LDR mereka sudah menjalin hubungan selama 2 tahun, dan mereka bahkan sudah berteman sejak duduk di bangku sekolah dasar.

Itulah kenapa akhirnya mereka sepakat untuk menjalani hubungan jarak jauh itu. Mereka mampu bertahan menjalani LDR tersebut selama hampir 4 tahun. Namun sebuah kabar membuat Arine akhirnya ingin menyerah. Ia tidak sanggup lagi menjalani LDR itu. Lelah dengan semua pertengkaran, komunikasi yang seadanya, dan kendala jarak yang membuat mereka tidak bisa bertemu.

Hm..padahal jujur ya, saya iri sama tokoh Arine ini. Punya pacar sepintar Biru yang sampai bisa bikin berbagai jenis robot bahkan ada robot pasangan gitu. Ugh..boleh gak robotnya buat saya? *salah fokus*

Don’t Stop Believing

Karya Christina Juzwar ini cukup menarik. Ia sebenarnya mengangkat dua fenomena sekaligus. Yakni pacar di dunia maya dan LDR. Anna dan Oscar menjalani hubungan yang unik. Mereka memang awalnya dipertemukan oleh teman mereka, namun komunikasi mereka terus berlanjut via dunia maya hingga akhir jadian. Sudah setahun mereka jadian dan mereka tidak pernah bertemu secara langsung dalam kurun waktu tersebut.

Hingga akhirnya, Anna mengambil inisiatif untuk memberi surprise ke Oscar dengan mengunjunginya di Bali. Namun yang ada ia harus terus menunggu Oscar. Selama menunggu keraguan datang silih berganti. Pendapat orang tentang hubungan jarak jauh yang katanya mustahil bertahan pun terus mengganggunya. Haruskah ia menyerah?

Inseparable

Cerita ini adalah karya Anjani Fitriana. Penyebab mereka berpisah pun mirip dengan Smiles! Yakni perbedaan tempat menempuh pendidikan. Bedanya, Astri dan kekasihnya, Raka beda negara. Astri di Indonesia dan Raka berhasil mendapat beasiswa untuk studi di Jepang. Awalnya Astri menolak menjalani hubungan jarak jauh tersebut. Namun detik-detik terakhir sebelum Raka meninggalkan Indonesia, Astri setuju untuk menjalani LDR.

Sayangnya, sebuah musibah menimpa Raka. Saat akhirnya Raka bisa pulang setelah 3 tahun tidak bertemu, pesawat yang ditumpangi Raka kecelakaan. (T_T) Bagaimana Astri harus menghadapi kehilangan itu?

Hiks..sempat nangis baca cerita ini. Ngebayangin setelah LDR selama 3 tahun, di saat harusnya mereka bertemu kembali setelah 3 tahun tidak bertemu, eh Raka malah meninggal (>_<) syukurlah ceritanya happy ending. #upssss *maaf sengaja*

Rancho

Karya terakhir ini bagi saya cukup serius. Riawani Elyta menceritakan LDR yang dijalani selama 10 tahun oleh Melvina dan Rancho. 10 tahun guys. Lama banget? Kok belum putus? Kok belum nikah? Sama awalnya saya juga bingung dengan waktu yang cukup panjang. Di awalnya saya pikir kok ceritanya mustahil gitu.

Tapi saat tetap melanjutkan bacaan, saya paham. Mereka sempat putus komunikasi cukup lama. Disebut di cerita ini menggunakan kata,”bertahun-tahun”. Putusnya komunikasi mereka ini  karena keluarga Melvina mengalami musibah. Dan ia pun akhirnya tidak bisa membuka emailnya. Menariknya setelah bertahun-tahun berlalu, dan dia akhirnya bisa membuka kembali akun emailnya, ia mendapati ada ratusan surat elektronik yang dikirim Rancho padanya. Pria itu terus menulis surat meskipun tidak pernah dibalas oleh Melvina. Hingga akhirnya Melvina mendatangi Rancho yang tinggal di Singapura. Dan saat itu, ia pun mengetahui bahwa kali ini Rancho-lah yang tengah mendapat musibah. Dan Melvina ingin mendukung Rancho seperti Rancho dulu mendukungnya melalui surat-surat yang ia tulis.


 “Kalo cuma ketenangan, lo bisa dapat dari siapapun, bahkan dari benda mati, tapi cuma dari sahabat lo bisa mendapatkan kejujuran,” (Hal. 10)

Cerita-cerita di buku LDR ini beda-beda meski temanya sama. Tapi kok digambarkan ada dua tokoh dari 2 cerita berbeda yang jenius ya? Mau donk. Aku selalu suka dengan pria berkacamata dan pintar. Ha..ha.. *curcol*

Buku ini jadinya diperuntukkan untuk rentang usia yang cukup lebar. Hm.. Young Adult lah. Mengingat tokoh-tokohnya sebagain besar mahasiswa, atau kejadiannya berkaitan dengan perkenalan di kampus, atau saat masih berstatus mahasiswa. Buku ini cukup menarik dijadikan bacaan karena cukup menghibur. (^_^)v


“LDR itu hubungan yang mengawang-ngawang. Cuma hubungan senang-senang tanpa serius. Gimana mau serius, ketemu aja susah. ...” (hal. 85)

21 komentar:

  1. cerita Inseparable bikin mikir ih.. si Raka meninggal, tapi ceritanya Happy Ending ?..

    BalasHapus
  2. Kalo kisah LDR ku dimasukkin dalam buku ini mungkin makin lengkap >_< *halah* tapi ngga ding terlalu miris haha *curcol*
    yang LDR mesti baca ini nih :P “LDR itu hubungan yang mengawang-ngawang. Cuma hubungan senang-senang tanpa serius. Gimana mau serius, ketemu aja susah. ...” (hal. 85)

    BalasHapus
  3. Aanisa Natasya27 Oktober 2014 20.44

    Yang namanya LDR kalo punya cerita itu biasanya seru banget buat disimak. Dan cerita ini hihi bikin pengen baca deh. Penasaran sama smiles kalo kita bayangin kayaknya Biru orangnya cool cool smart gimana gitu ya? Terus Inseparable, Rakanya meninggal? Terus happy ending yah penonton kecewa duluan haha loh penasaran Astri sama siapa gitu.

    Mbak genre #CrazyLove itu memangnya young adult ya mbak?

    BalasHapus
  4. Jangankan LDR ya Kak, pisah sama teman yang udah beda tempat aja rasanya juga sedih. Kita nggak bisa seheboh dulu, dan yang pastinya nggak bisa tatap muka langsung. Maka berbahagialah mereka yang punya pacar jarak dekat *eh*, sebelum semuanya berubah jadi hubungan jarak jauh dan makin jauh :(

    BalasHapus
  5. LDR itu GGS . (Bukan Ganteng Ganteng Srigala, red) tapi Gampang Gampang Susah. Gampang karena dengan nelpon, denger suaranya, baca sms saja udah seneng. *ngirit ongkos buat ngedate/ jalan bareng *eh

    Susahnya adalah menjaga hati untuk setia dan menjaga hati untuk tidak over curiga atau cemburuan sama doi. Kalau terlalu curiga atau cemburuan, kita bisa bete sendiri.

    Pengen banget baca buku ini! Di balik LDR pasti ada hikmahnya.

    BalasHapus
  6. Yang Inseperable sedih amat TT-TT. Udah LDR, mau ketemu setelah 3 tahun mendem kangen TT-TT, eh pesawatnya tibo (baca: jatuh). Dan yang Rancho, hubungan timbal baliknya ngena banget walaupun sepuluh tahun lamanya. Yang namanya kepercayaan itu emang susah ya.

    BalasHapus
  7. haduh LDR, gimana ya, emang dari dasarnya yang namanya ngejalanin LDR itu emang susah, kisah Smiles hampir sama kayak kisahku nih, jadi penasaran gimana lanjutan kisah Arine dan Biru, LDR emang punya tantangan sendiri buat mereka yang ngejalanin, apalagi hubungan yang harus bener-bener didasari rasa percaya dan tanpa keraguan, tapi yang namanya jarak jauh, mana cuma bisa komunikasi lewat gadget, he.eh, serasa hubungan nggak nyata banget, tetep aja kita yang ngejalaninnya gak bisa menghapus keraguan gitu aja, meskipun kita percaya sama pasangan kita, tapi gak ada yang tau kan? kalo bukan kita sendiri yang liat apa yang mereka lakukan, aak sumpah penasaran sama Smiles, melihat begitu mirip aku juga satu daerah, dulu juga se SD, udah punya hubungan hampir 4 tahun, bedanya kita sekarang masih SMA, dia juga pinter kayak Biru, ikut program aksel pula, dari sini keraguan makin banyak, apalagi buat kita yang ngerasa gak sempurna buat dia yang terlalu pinter gitu, sama kita yang pas-pasan, pikiran jadi terbang kemana-mana, tapi suatu hubungan juga gak akan bisa bertahan lama kalau gak didasari sama rasa percaya :) buat yang LDR, optimis saja semoga kisah kita Happy Ending ;)

    BalasHapus
  8. Beda dengan mantan dan move on, rasanya tiap baca kata LDR pengen ngakak. Aku pernah~ dan tau sih gimana rasanya.


    LDR emang lebih sering bikin galau daripada bikin senang. Hubungan model gitu lama-lama cuma ngehasilin hubungan semu. Nggak nyata. Kayak cuma pacaran sama gadget. Tanpa gadget, hubungannya juga nggak jalan. ....” (hal. 59)

    Nah setuju banget sama quote itu. Soalnya aku ngerasain sih, LDR itu kayak ngejalanin hubungan semu, dan aku ragu bakal berhasil. Apalagi kalo yang nggak pernah ketemu tatap muka sama sekali.


    But, buat yang memang sedang jadi pejuang LDR. Tetep semangat aja ya! Kalo itu dirasa pilihan terbaik ya, kenapa nggak? :))

    BalasHapus
  9. LDR? pasangan paling strong deh menurutku, harusnya jarak itu bukan alesan untuk ngga setia kann.

    dan aku setuju sama quote ini “Kalo cuma ketenangan, lo bisa dapat dari siapapun, bahkan dari benda mati, tapi cuma dari sahabat lo bisa mendapatkan kejujuran,” (Hal. 10)

    kejujuran menguasai hubungan banget. especially buat LDR. tanpa itu hubungan kan cuma jdi mengambang ngga karuan, jalan sana sini, ngga ada tujuan.

    BalasHapus
  10. Jadi pengen merasakan LDR...

    BalasHapus
  11. aku sih emang nggak pernah ngerasain punya kekasih yang harus terpisah jarak, pernahnya yang sahabat tp LDR.. tapi kok ya buku ini cukup mempengaruhi setelah dibaca reviewnya -_- keren! :D

    BalasHapus
  12. Saya kok penasaran sama cerita Smiles! yaaa :D
    Bawa bawa nama kota Malang sih ~

    BalasHapus
  13. Hubungan LDR tuh butuh banget perjuangan. Aku bersyukur belum pernah rasain LDR *iyalahbelumpunyapacarsih -_-

    BalasHapus
  14. belum pernah LDR tapi ada teman yg pernah curhat soal LDRnya dia, dan LDRnya gk cuma sm satu orang. Hahaha

    BalasHapus
  15. Tadinya penasaran sama yang inseparable.. Tapi terus endingnya di spoiler sama kakak.. :( WHY... wkwkwkwk. Lalu jadinya penasaran sama Rancho.. Soalnya ceritanya ga biasa tapi ada bau-bau amis kayak mustahil gitu (halah) hahah. Penasaran banget gimana cara penulisnya menyampaikan ceritanya karena dari idenya sebenarnya sudah sangat sweet dan ga biasa banget ><

    BalasHapus
  16. LDR itu nyesek loh! Beneran deh. Kisah 'Dont Stop Believing' itu kisahku banget *tsah. LDR-an selama setahun lebih 26 hari yg penuh perjuangan. Kita ketemu di dumay, dan belum pernah ketemu langsung di dunia nyata. Tapi aku yakin bisa ketemu dia, suatu saat nanti ...

    BalasHapus
  17. saya malah pengin LDR-an. asyik kali ya, menahan rindu, lalu pada suatuhari yang dijanjikan, saya dan pasangan ketemu untuk menumpahkannya :)

    BalasHapus
  18. Ah LDR, saya sekali pernah mengalami LDR dan gagal dan saya gak menyesal. Kami sama2 tahu memang yg terbaik itu pisah dan kami masih berteman baik dan bertukar info ttg musik2 favorit kami. Saya paling penasaran dengan cerita inseparable dan cerita dari penulis favorit saya christina juzwar. Chococherry chocolate jg sepertinya menarik :))

    BalasHapus
  19. LDR itu..... seperti jomblo tp terikat. dan gejolak nya melebihi apapun, (L)ebih (D)ari (R)indu...... LDR itu jg bisa disingkat spt Laskar Ditinggal Rabi (menikah dlm bhs jawa) hahahahaa...

    dari dulu, aku emang ngincer novela ini... tp sayang, setiap ada kuis buat dpt buku gratisan, gagal terus, bkn rejeki kali yak ^^

    Suka banget sm quotes nya Riawani ELyta yg ini :

    “Kalo cuma ketenangan, lo bisa dapat dari siapapun, bahkan dari benda mati, tapi cuma dari sahabat lo bisa mendapatkan kejujuran,” (Hal. 10)

    emang bener, kalau cuma pacaran krn alasan cri ketenangan dan semangat. kayaknya slh tmpt deh. krn g semua manusia bs mmberi ketenang. benda mati jg bisa mmberi ketenangan, hobi jg bisa, nonton drama korea, main game... atau nonton reality show yg bikin ketawa alias komedi jg bisa bikin tenag, terhibur mala.

    Jadi, dr pd galau2 pacaran, mending putusin ajah.... hehehehehe :) lebih enak kencan sama gorengan tiap mlm minggu. atau nonton drama korea sampek pagi. begitu bangun. langsung fresh dan lupa kalau semalem ada masalah segede gunung ^^

    BalasHapus
  20. Cute banget kak covernya! Setuju banget kalau LDR dikaitkan dengan rumah, sejauh apapun kaki ini melangkah, pada akhirnya takdir akan menuntun menuju tempat ternyaman yaitu rumah :))
    Membaca review Smiles! jadi inget sama kisah LDR temenku yang sama persis dengan itu wkwk.. Semangat para pejuang LDR dimanapun berada, godaan selalu ada, maka kepercayaanlah kunci utamanya

    BalasHapus