Rabu, 04 Juni 2014

Girls in the Dark



“Manusia bukan hidup karena adanya jiwa. Manusia hidup karena dia menarik napas, mengalirkan oksigen di sekujur tubuh, mengeluarkan hormon, mengalirkan darah, melakukan reaksi kimia di dalam tubuh. Lewat pembedahan, aku sadar bahwa hidup hanyalah sebuah proses fisika.” (hal. 159)


Penulis: Akiyoshi Rikako

Penerjemah: Andry Setiawan
Penyunting: Nona Aubree
Proofreader: Dini Novita Sari
Design Cover: Kana Otsuki
Ilustrator: @teguhra
Penerbit: Haru
Cetakan: Pertama, Mei 2014
Jumlah hal.: 978-602-7742-31-4
Apa yang ingin disampaikan oleh gadis itu...?

Gadis itu mati.

Ketua Klub Sastra, Shiraishi Itsumi, mati.
Di tangannya ada setangkai bunga lily.

Pembunuhan? Bunuh diri?
Tidak ada yang tahu.
Satu dari enam gadis anggota Klub Sastra digosipkan sebagai pembunuh gadis cantik berkarisma itu.

Seminggu sesudahnya, Klub Sastra mengadakan pertemuan. Mereka ingin mengenang mantan ketua mereka dengan sebuah cerita pendek. Namun ternyata, cerita pendek yang mereka buat adalah analisis masing-masing tentang siapa pembunuh yang sebenarnya. Keenam gadis itu bergantian membaca analisis mereka, tapi....

Kau... pernah berpikir ingin membunuh seseorang?
 



***

“ WHEN: Tanggal x Juli, setelah sekolah usai
WHEN: SMA Putri Santa Maria. Pot Bunga.
WHO: Kelas 3-B. Shiraishi Itsumi.
WHAT: Meninggal berlumuran darah.
WHY: Tidak jelas.
HOW: Jatuh dari teras.” (hal. 146)

Hm..awalnya saya pikir ini adalah buku horor. Ya soalnya sampulnya aja masang wajah anak perempuan yang terlihat cukup seram (>_<). Saat membuka bagian pertama dari novel ini saya masih tidak bisa menebak akan membahas apa novel ini. Pembukaan yang menjelaskan tentang kegiatan mereka pada halaman-halaman awal tidak memberi saya clue. Baru saat tokoh Sumikawa Sayuri menyiratkan bahwa ada satu dari mereka yang meninggal maka saya jadi bertanya-tanya. Ini akan jadi cerita horor, thriller atau detektif?


Ketika cerita pertama dibacakan maka saya mulai menduga ini adalah novel detektif *syukurlah* (>_<). Membaca cerita pertama yang dituturkan oleh tokoh Nitani Mirei, menjadi moment perkenalan pada setiap tokoh yang ada dalam Klub Sastra SMA Putri Santa Maria. Mereka adalah:
1. Shiraishi Itsumi (ketua klub yang menjadi sentral Klub Sastra, namun ia sudah meninggal)
2. Sumikawa Sayuri (wakil ketua yang akhirnya menggantikan posisi Itsumi)
3. Nitani Mirei (anak dari keluarga biasa saja yang berhasil masuk ke SMA Putri Santa Maria yang elit berkat beasiswa)
4. Kominami Akane (putri pemilik rumah makan Jepang yang senang memasak dan selalu bertanggung jawab menyediakan kudapan saat acara klub berlangsung)
5. Diana Detcheva (siswi Internasiona dari Bulgaria dan mendapat beasiswa untuk bersekolah di SMA Putri Santa Maria)
6. Kogo Sonoko (teman sekalas Itsumi, ingin seali menjadi dokter)
7. Takaoka Shiyo (adik kelas Itsuki yang menjadi satu-satunya anggota Klub Sastra yang karyanya dikenal senasional).

Setelah itu cerita berlanjut. Setting waktu dalam novel ini hanya dalam satu malam. Namun ternyata flashback hingga ke 3 tahun sebelumnya. Sebab malam itu setiap orang diminta untuk menuliskan cerita tentang kematian Shiraishi Itsumi. Nitani Mirei sebagai orang pertama yang membacakan ceritanya, mengungkapkan dugaannya bahwa yang membunuh Itsumi adalah Koga Sonoko karena Itsumi sempat bercerita tentang “kejahatan” Kogo Sonoko yang tidak sengaja ia ketahui.

Cerita kedua dari Kominami Akane ternyata berbeda. Ia malah menuduh bahwa Nitani Mirei -lah yang membunuh Itsumi. Lain lagi dengan Diana Detcheva, ia menduga bahwa Takaoka Shiyo yang membunuh Itsumi. Kogo Sonoko malah menuduh Diana Detcheva yang membunuh Itsumi menggunakan “sihir” karena sejak awal da merasa bahwa aura Diana sangat mirip dengan iblis perempuan yang biasa ia lihat gambarnya. Terakhir kisah dari Takaoka Shiyo yang menunjuk Kominami Akane pelakunya.

Semua kisah yang dituturkan berbeda dan menunjuk tersangka yang berbeda bagi saya adalah cara yang disediakan penulis untuk menyuguhkan sejumlah fakta untuk pembaca. Menantang pembaca memilih mana cerita yang bisa dipercaya dan kemudian menentukan siapa pelakunya. Di pertangahan cerita saya sudah membuat sebuah dugaan dan ternyata benar meski belum benar-benar tepat.

Hm..kunci jawabannya ada pada sikap dan karakter Shiraishi Itsumi sendiri. Kalau bisa memahami hal ini maka alur cerita akan dengan mudah diketahui. (^_^)v

Cara penulisnya menuturkan cerita benar-benar menarik meski agak berbeda. Yakni menceritakan sebuah kasus pembunuhan dalam semalam. Menceritakan kisah selama dua tahun dalam semalam dengan packingan berupa cerita yang dibawakan oleh beberapa orang berbeda. Sayangnya, saya merasa bahwa karakter setiap orang yang berbeda tidak terlalu terasa. Ini karena gaya bahasa mereka tidak jauh berbeda kecuali cara bertutur Takaoka Shiyo. Yang lain, terasa sangat mirip.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar