Minggu, 22 Juni 2014

Geek In High Heels



"Saya nggak suka baca novel. terlalu artifisial. Biasanya tokoh di novel itu hidupnya selalu berakhir bahagia. Padahal kan hidup yang sebenarnya nggak kayak gitu. ..." (hal. 49)


Penulis: Octa NH
Editor: Herlina P Dewi
Proofreader: Tikah Kumala
Desain Cover: Nisa Imawati Hdayat
Layout isi: Deeje
Penerbit: Stiletto Book
Cetakan: I, Desember 2013
Jumlah hal.: 208 halaman
ISBN: 978-602-7572-20-1
Hai..... Nama saya Athaya. Seorang web designer. Yup, saya memang geek, tapi saya juga stylish; suka koleksi high heels dan memadankannya dengan cat kuku. Saya sedang cari pacar, eh calon suami. Kalau kamu tertarik, feel free to comment ya. Oh ya, umur saya 27 tahun. Sekarang kamu ngerti kan kenapa saya membuat iklan cari jodoh seperti ini?Yes, I’m absolutely pathetic. Problem?! Oke, saya mencari cowok ganteng—

Athaya melirik ke arah cowok berkacamata yang duduk jeda beberapa meja darinya. Cowok itu kelihatan seperti cowok canggung yang manis.

Oke, saya mencari cowok ganteng, berkacamata, menarik, usia tidak boleh lebih dari 35 tahun dan bukan duda, bukan suami orang, bukan selingkuhan orang, dan straight.

Athaya menghela napas, menyesap kopinya, dan meng-klik tombol: Publish!
***
Octa NH mengetengahkan kisah seorang perempuan yang menggilai high heels. Cerita disuguhkan dengan menggunakan sudut pandang orang ketiga, namun dengan gaya bahasa yang sangat casual. Bahasanya tidak kaku.  Membaca narasi di dalam buku ini membuat saya merasa membaca curhatan seorang teman tentang temannya. (^_^)v

Oiya, plot ceritanya cukup menarik. Tokoh utamanya adalah perempuan bernama Athaya. Athaya ini perempuan berusia 27 tahun yang sudah mulai kesal dengan sikap keluarganya yang sibuk menanyakan statusnya yang masih single. Karena kesal ia pun berharap ada seorang pria yang datang dan mengisi kekosongan hati dan harinya. Saking kesalnya, Athaya sampai menuliskan iklan pencarian jodoh di blog pribadi. Namun segera posting tersebut ia lupakan.

Harapan Athaya yang mulai tertekan karena status single akhirnya terkabul. Hebatnya yang muncul adalah dua orang laki-laki dengan karakter yang bertolak belakang. Ada Ibra, pria dengan tampilan eksekutif muda, sikap yang perhatian dan sangat memanjakan Athaya. Ada pula Kelana, penulis yang sikapnya cuek, suka datang dan pergi sesukanya. Kini kebingungan Athaya bukan lagi karena statusya, melainkan karena ia bingung dengan perasaannya sendiri. Pada akhirnya ia harus memilih.


Tokoh Athaya ini bagi saya cukup menarik ia bolak balik galau, tapi begitu disodorkan sepasang high heels galaunya hilang. Hm..seperti pecinta buku yang boleh aja sedih atau galau, tapi begitu sampai di toko buku atau dihadiahi buku moodnya langsung naik 150%..ha..ha.. *curhat pengalaman pribadi* Jadi sosok Athaya ini pun sebenarnya sangat manusiawi karena pada dasarnya setiap orang pun punya kesukaan pada hal-hal tertentu.

Hanya saja yang terasa cukup mengganggu adalah setting tempatnya. Tidak ada kota yang disebutkan di dalam naskah ini. Hanya disebutkan tentang mall, cafe, kantor, dan rumah. Deskripsi tempat dalam naskah ini masih kurang untuk membuat pembaca membayangkan tempat tersebut secara spesifik.

Oiya, saya selalu suka dengan sampul chicklit yang diterbitkan Stiletto. Begitupun dengan sampul Geek in High Heels ini. Walaupun ada beberapa warna yang digunakan di sampul, namun karena semuanya merupakan warna-warna pastel, membuat sampul ini menjadi manis dan cewek banget. I love it.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar