Selasa, 24 Juni 2014

Crazy Little Thing Called Love



“Jadi, kita nggak akan pernah bisa mengenal seseorang. Karena manusia itu berubah. Soal risiko, bukankah hidup ini memang penuh risiko? Tidak ada yang pasti, semuanya bergantung sama nyali, berani atau tidak menghadapi konsekuensi keputusan kita.” (hal. 222)


Penulis: Indah Hanaco
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: 2014
Jumlah hal.: 240 halaman
ISBN: 978-602-03-0495-3
Colin dan Maura bersinggungan pada suatu malam yang basah. Kemudian hidup mereka kian terkait akibat berbagai drama yang diciptakan takdir untuk keduanya. Problema di satu titik, berubah menjadi pintu yang membuka ke arah masa depan di titik lainnya. Tiap masalah baru justru menjadi magnet perekat bagi mereka.

Meskipun keduanya tak mau mengakui, Colin dan Maura terlalu terpesona satu dengan yang lain. Hingga tidak lagi menyisakan ruang untuk memindai kebimbangan. Tapi, apakah lantas semuanya menjamin akhir yang bahagia? Bagaimana dengan Sam, mantan kekasih Maura? Bagaimana pula dengan keluarga Maura yang mirip mimpi buruk? Sementara Colin sendiri, punya kegentaran yang berasal dari masa lalu.

Cinta, mungkinkah mampu menjadi penawar ajaib bagi semua jalan berduri yang siap memisahkan keduanya?
***

Membaca karya Mbak Indah Hanaco selalu berhasil membuat saya melted. Tokoh pria yang diceritakan selalu punya sisi-sisi yang bisa meluluhkan perempuan. Kali ini saya sukses dibuat menghayalkan laki-laki galak tapi perhatian dan penyayang bernama Colin Siegmund Ross. Kali ini cerita dimulai dari pertemuan yang berjalan cukup buruk. Ini mengingatkan saya pada awal cerita After Sunset karya Indah Hanaco lainnya.

Hidup Maura diselamatkan oleh Colin di pertemuan pertama mereka. Namun karena kesalahanpahaman, Maura malah melukai Colin. Buntutnya luka ini dimanfaatkan oleh Colin untuk mengganggu hidup Maura. Maura pikir (dan berharap) tidak akan bertemu Colin lagi. Mengingat Colin yang sangat arogan. Namun, sekali lagi Colin menjadi penyelamat Maura. Kali ini saat ayahnya bermaksud memukulnya.


Colin akhirnya masuk ke dalam hidup Maura. Menjadi orang yang merawat dan melindungi gadis itu. Meskipun usia Maura sudah hampir menginjak 25 tahun, tetap saja ia manusia yang ketika memiliki masalah yang datang bertubi-tubi merasa membutuhkan seseorang untuk dijadikan tempat bersandar. Sedangkan saat itu, Maura barus saja putus dengan Sam, pria yang ternyata tidak mencintai Maura. Dua laki-lakinya memilih untuk pergi dari rumah dan bekerja di atas lautan karena tidak tahan mengahadapi neraka yang sudah pindah ke rumah mereka. Rumah itu berubah sejak kepergian ibunya. Sang ayah menjadi sosok yang berbeda sepeninggal sang ibu. Semua masalah itu dirasa cukup berat oleh Maura. Dan ia bersyukur atas  kehadiran Colin di hidupnya.

Setelah itu, hubungan Maura dan Colin semakin dekat. Apalagi untuk sementara waktu Maura ditampung di  apartemen Colin. Dan intensitas pertemuan mereka dan kedekatan yang terbangun di antara keduanya membuat Maura tanpa sadar jatuh hati pada Colin. Sayangnya ia merasa bahwa Colin hanya menjadi pengganti Brisa. Brisa-lah alasan Colin menolongnya malam itu. Lantas bagaimana hubungan keduanya?

***

Seperti biasa kalimat-kalimat dalam buku Indah Hanaco ini tersusun dengan indahnya. Mudah jatuh cinta pada tokoh seperhatian Colin. Perempuan mana yang tidak akan luluh. Meski awalnya tokoh Colin ini sangat mengesalkan. Namun cara ia menjaga Maura, perhatiannya pada hal-hal kecil, bisa menutupi kekurangannya yang pemaksa dan pemarah.

Oiya, meski menggunakan sudut pandang orang ketiga, semua cerita berpusat dari sudut pandang Maura. Narator dalam cerita ini seperti orang yang selalu ada di belakang Maura menceritakan banyak hal. Jadi bertanya-tanya kenapa nggak pakai sudut pandang orang pertama saja ya? *maafkan rasa penasaran saya ya, Mbak Indah (>_<)*

Oiya, di dalam buku ini Mbak Indah menyusupkan informasi tentang seasonal affaective disorder dan Heterochromia. Dua hal yang masih asing bagi orang umum. Terutama untuk heterochromia, yang memang masih sangat jarang di Indonesia. Thanks untuk informasinya, mbak (^_^)

Dan membaca buku ini, saya kembali mengatakan, jika ingin mendapatkan cerita romantis dengan tokoh pria yang bikin hati luluh, maka baca karya Indah Hanaco (^_^)9

2 komentar:

  1. Judulnya kayak film Thailand yang dibintangi sama Mario Maurer dan Baifern. Crazy Little Thig Called Love. Kebetulan aku juga suka filmnya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya malah belum nonton filmnya (>_<)
      Bagus gak??
      *berniat hunting*

      Hapus