Jumat, 13 Juni 2014

Cinta 4 Sisi




Penulis: Indah Hanaco
Penata isi: Dua Sisi
Desain kover & Ilustrasi: Dua sisi
Penerbit: Grasindo
Cetakan: 2013
Jumlah hal.: viii + 264 halaman
ISBN: 978-602-251-010-9
Violet
Bertekuk lutut pada seseorang yang mengaku mencintainya selama beberapa tahun. Dalam perjalanannya kemudian dia belajar, bahwa yang (konon) berusia panjang itu tidak menjamin apa-apa.

Quinn
Jatuh hati pada salah satu temannya, terpikat oleh pesona fisik yang menawan. Namun harus menerima fakta pahit, ada waktu ketika dirinya masih kurang menarik dibanding cinta pertama sang kekasih.

Jeffry
Mengaku setia pada kekasihnya, tapi tak mampu mengendalikan inderanya yang selalu tertambat pada sosok menawan perempuan asing. Baginya, menepat lawan jenis yang menarik itu tak bermakna apa-apa.

Eirene
Mungkin tergolong tipe orang yang selalu terjebak pada stigma "cinta pertama tak mungkin
dilupakan" Ada dua orang kekasih yang merasa diabaikan. Diam-diam bersekutu untuk menyadarkan pasangan masing-masing bahwa mereka ada. Hingga persekutuan itu justru mengikut mereka terlalu dalam. Menyadarkan dan membuka mata akan perasaan murni yang membelit keduanya. Penyangkalan dan penolakan hanya menambah penderitaan saja. Penderitaan karena menyimpan cinta yang terlarang.

***
"Ada empat cinta dari sudut yang berbeda. Cinta biasa yang menjadi luar biasa karena hati ikut berbicara. Bisakah kamu jatuh cinta pada seseorang yang kamu gunakan untuk membuat pacarmu cemburu? Baca novel ini dan aku jamin, kamu tak akan bisa melepaskan buku ini hingga tetas kata terakhir."
- Monica Anggen, Penulis Novel "When I Met You"

"Membaca novel ini membuatku ingin dicintai lelaki seperti Quinn. Perhatian, jujur, setia dan bersedia untuk memahamimu begitu dalam."
- Arumi E., Penulis Novel " Tahajud Cinta di Kota New York"

***
Seperti biasa, membaca karya Mbak Indah Hanaco selalu membuat saya mengimpikan laki-laki yang nyaris sempurna. Tokoh laki-laki yang diceritakan oleh Indah Hanaco dalam setiap novelnya selalu digambarkan sebagai laki-laki yang membuat perempuan melting. Siapa yang bisa menolak sosok seperti Quinn yang tampan, tinggi, mapan, dan perhatian? Pria yang tidak segan-segan menjemput cewek yang ‘ditaksir’nya, memindahkan tomat dan timun yang tidak disukai Violet ke piringnya?

Laki-laki yang memuji Violet sebagai perempuan cerdas, bukan sekedar cantik atau menarik. Laki-laki yang memperhatikan dan ingin tahu tentang hal-hal yang disukai dan tidak disukai oleh Violet. Yang melakukan sesuatu yang diinginkan oleh Violet meski tidak diucapkan oleh Violet. Cowok idaman banget kan? (>_<)

Oiya, perkenalan Violet dengan Quinn bermula saat Violet menemani kekasihnya Jeffry ke resepsi pernikahan teman SMA-nya. Di acara tersebut Violet diperkenalkan kepada Eirene, kekasih Quinn, dan Quinn. Namun di acara tersebut, Violet tersengat oleh cemburu karena sikap Jeffry yang seolah tebar pesona pada Eirene dan bahkan memuji dan mengagumi gadis itu meski Violet ada di sebelahnya.

Sebenarnya kebiasaan Jeffry memandang perempuan cantik meski ada Violet ada di sebelahnya bukan hal baru dalam hubungan mereka. Sudah berkali-kali Jeffry membuat kesal Violet karena kebiasaannya jelalatan melihat perempuan cantik. Namun kali ini Violet merasa terancam dengan keberadaan Eirene.

Ternyata kekasih Eirene, Quinn, pun merasakan hal yang sama. Ia kemudian mengajak Violet bertemu untuk menyusun strategi agar kekasih mereka tidak berpaling dan “kapok”. Strateginya adalah mereka pun akan terlihat saling tertarik hingga membuat pasangan masing-masing merasa cemburu. Rencana ini ternyata bagaikan pedang bermata dua. Ini tidak hanya tentang pasangan mereka, namun juga tentang perasaan mereka masing-masing.
***

Beberapa waktu lalu saya dan teman-teman di Akademi Bercerita tentang tokoh cowok yang mereka sukai di novel yang mereka. Pendapat terpecah menjadi dua, yakni cowok impian yang too good to be true, atau cowok yang nyata yang karakternya bisa mereka temui di dunia nyata. Dan jawabannya memang tergantung genre dan sasaran pembaca dari novel tersebut.

Hanya terkadang rasanya gigit jari juga membaca tokoh cowok impian yang sangat susah ditemukan. Cowok yang  sensitif dengan maunya cewek aja susah nemu. Biasanya mah walau ngasih kode keras, tetap aja nggak sensitif. Ha..ha.. *curhat, Tria??*

Baca novel Indah Hanaco akan membuat perempuan berbunga-bunga. Menikmati detail yang kadang dianggap sepele oleh cowok di dunia nyata tapi dilakukan oleh tokoh utama di novel ini. Hm..ada nggak yah yang mau menyingkirkan bawang goreng dari makanan saya? Menyingkirkan sayur-mayur selain kangkung dari piring saya??

Romance dalam karya ini sangat terasa. So, kalau butuh bacaan percintaan, baca karya ini saja (^_^)v

Tidak ada komentar:

Posting Komentar