Kamis, 26 Juni 2014

4 Ways to Get a Wife





Penulis: Hyun Go Wun
Penerjemah: Putu Pramania Andyana
Penyunting: NyiBlo
Layout: Dedy Andrianto
Penerbit: Haru
Cetakan: ketiga, Juni 2013
Jumlah hal.: 356 halaman
ISBN: 978-602-7742-04-8
Dicari: Istri Kontrak
Persyaratan: Usia 25-30 tahun, fisik sehat, dan penampilan rapi. IQ di atas 130. Memiliki pekerjaan tetap.

Kesepakatan: Diberikan uang kontrak dan upah per tahun standar lulusan universitas. Disediakan pakaian dan pembantu rumah tangga. Setelah kontrak selesai, akan diberikan keuntungan khusus seperti belajar di luar negeri.

Perhatian: Bukan kontrak seumur hidup. Masa kontrak maksimal 3 tahun. Kontrak akan diperbarui setiap tahun. Tidak diperbolehkan adanya kontak fisik atau keluhan apa pun.

Lampirkan CV, surat keterangan kesehatan, dan sertifikat tes IQ. Wawancara akan dilakukan setelah lulus seleksi dokumen.

####

Dunia sepertinya sudah semakin gila ketika aku melihat iklan untuk mencari'istri kontrak' yang terpasang di koran hari itu. Apalagi, adikku sendiri yang baru berumur 20 tahun, yang memiliki perbedaan umur lebih dari 12 tahun dengan lelaki itu. Benar-benar sinting!

Setelah bersusah payah menjauhkan dan menyelamatkan adikku, lelaki itu malah berkata padanya dengan wajah datar. 'Tidak ada burung pedar, ayam pun jadi.'

Ayam? Siapa yang ayam? Sekarang ia malah menawariku menjadi istri kontraknya!

***
Novel ini adalah novel terjemahan dari negeri ginseng. Ya, Korea. Mencicipi karya dari negara yang berada di Kawasan Asia Timur ini masih tergolong baru bagi saya. Saat membacanya saya menyadari bahwa seperti halnya film atau drama Korea, selau ada komedi yang diselipkan dalam cerita romance. Novel ini pun seperti itu.

Bermula dari keputusan gila mantan kekasih Kim Geon Hyeoung, Shin Hee, yang memasang iklan tentang pencarian istri yang dimuat di koran bak sebuah iklan lowongan kerja, bertemulah kehidupan seorang Kang Jung Won dengan Kim Geon Hyeoung. Adik Kang Jung won, Kang Hee Won, ternyata ikut melamar menjadi istri Kim Geon Hyeoung. Marah dengan kondisi tersebut, secara impusif Jung Won mendatangi kantor Geon Hyeoung dan marah-marah.

Hal ini malah berbuntuk panjang. Geon Hyeoung malah memilih Jung Won sebagai calon istrinya. Dengan memanfaatkan beberapa kelemahan Jung Won, Geon Hyeoung berhasil mendesak perempuan tersebut agar bersedia bersandiwara sebagai calon istrinya. Dimulailah hubungan yang selalu diwarnai perdebatan. Tawar-menawar. Kompromi.


Geon Hyeoung belajar tentang makna “keluarga” bagi Jung Won dan saudara-saudaranya. Sedangkan Jung Won belajar memahami posisi seorang Geon Hyeoung yang merupakan “anak haram” dari seorang pria yang kaya raya. Berbagai intrik dilakukan untuk menyingkirkan lelaki itu. Dan semuanya dilakukan oleh keluarga ayahnya.

Satu persatu masalah datang dan mengganggu keduanya. Belum lagi gangguan dari Shin Hee dan Jae Hyun yanng tidak begitu suka dengan kedekatan Jung Won dan Geon Hyeoung. Masalah yang muncul dari dalam diri mereka masing-masing ikut memperparah kondisi. Hingga akhirnya hubungan mereka yang rumit akan segera berakhir. Bagaimana mereka berdua menghadapi hubungan yang rumit tersebut?

***
Salah satu yang menarik yang diketengahkan oleh Hyun Go Wun adalah tentang makna. Ada kekontrasan yang ditampilkan melalui dinamika keluarga Jung Won yang sederhana (jika tak ingin disebut miskin) dengan kehangatan dan kedekatan yang terjalin erat antaranggota keluarga. Sedangkan pola hubungan dan kondisi di keluarga Geon Hyeoung malah bertolak belakang. Kekayaan yang diwarnai intrik politik dan upaya saling menjatuhkan membuat sesama anggota keluarga malah saling membenci.

Jung Won yang selalu bisa mempercayai keluarganya, yakin mereka tidak akan mengkhianatinya, tidak akan bisa dipahami oleh Geon Hyeoung. Sedangkan Jung Won selalu merasa bersedih dan simpati kepada Geon Hyeoung yang tidak bisa mempercayai orang lain, bahkan keluarganya sendiri. Ah, dua manusia dengan sikap dan latar belakang berbeda ini pada akhirnya akan bisa saling mengisi. Dan seperti biasa happy ending selalu dipilih penulis untuk membahagiakan pembacanya. *ini spoiler bukan sih? He..he..* (>_<)

***
Review ini ikut dalam Posbar Baca Bareng BBI Juni 2014 untuk Tema Asia Timur
 

3 komentar:

  1. Huaduh nama2nya sulit dilafalkan ya kalau di novel Korea. Kayaknya masih gampangan Jepang, bahkan walau nama keluarganya hampir2 mirip

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya nih, mbak Ren. Masih lebih gampang ingat nama-nama Jepang (>_<)
      selain nama, saya juga kesulitan mengingat wajah orang2 korea. Soalnya cenderung mirip XD

      Hapus
  2. setuju sama ren, aku kayanya pusing kalo baca buku ini karena nama2nya mirip ahahaha...tadi pas baca reviewnya juga bulak balik ke atas lagi XD

    BalasHapus