Selasa, 20 Mei 2014

Interview Indah Hanaco + Giveaway After Sunset



Hai, Pengunjung My Little Library (^_^)

Bagi pengunjung tetap Little Library ini, mungkin bertanya-tanya mengapa kali ini saya mengadakan Giveaway di pertengahan bulan? Biasanya saya  mengadakan givewaya setiap awal bulan dan di tutup di akhir bulan. Namun kali ini berbeda. Salah satu alasannya adalah karena ada kerjasama dengan salah satu penerbit untuk mengadakan blogtour dan giveaway di blog ini. Karena saya tidak ingin mengadakan dua giveway dalam waktu yang sama *bingung mem-promote event dan manage blogpost* akhirnya saya pun memundurkan Giveaway kali ini. Tapi tetap saja giveway-nya  akan berlangsung 1 bulan.

Untuk pengunjung baru Little Library, selamat datang dan salam kenal. Semoga betah dan ketagihan mengunjungi blog ini. Jangan lupa meninggalkan jejak ya. (^_^)

Ok, tanpa berpanjang-panjang lebih jauh lagi, saya akan perkenalkan seorang penulis yang akan saya wawancarai kali ini. Ya, kenalkan Mbak Indah Hanaco. Siapa yang sudah pernah membaca karyanya? Ada yang belum?? Kalau gitu, saya sampaikan dulu profil singkat Mbak Indah Hanaco ya.



Indah Hanaco tertarik menulis sejak membaca serial Wiro Sableng dan Pendekar Rajawali. Jatuh cinta setengah mati pada karya-karya Sidney Sheldon, Sir Arthur Conan Doyle, Sherrilyn Kenyon, Tessa Dare, Julie James, dan Julie Garwood. Indah juga tergila-gila pada lagu-lagu milik Kla Project, Shinhwa, dan segala hal yang berasal dari tahun 90-an. Berasal dari Pematangsiantar, Indah sekarang tinggal di Bogor. Bersama suami dan dua buah hati, Axzel dan Aimee, hidup terasa begitu menakjubkan. Apalagi bisa bekerja di bidang yang begitu dicintai dan disuguhi pemandangan kebun teh yang indah setiap waktu.

Karya-karya Mbak Indah Hanaco antara lain Black Angle (Stiletto, ----), 14 Kebaikan Paling Menakjubkan dari Nabi Muhammad (Gramedia, 2012),  Cinta Tanpa Jeda (Bukune, 2012), Run to You (Gagas Media, 2013), Beautiful Temptation (Bentang Pustaka, 2013) Cinta 4 Sisi (Grasindo, 2013), The Vanilla Heart (Bentang Pustaka, 2013), Les Masques (Grasindo, 2014), 33 Binatang Paling Heboh! Fabel Sain untuk Anak Cerdas (Gramedia, 2014), After Sunset (Elex Media Komputindo, 2014), dan sejumlah buku lainnya.

Indah Hanaco bisa dihubungi di
Facebook: Indah Hanaco
Twitter: @IndahHanaco

Mbak Indah Hanaco termasuk salah satu penulis Indonesia yang cukup produktif. Mbak Indah juga ramah dan bisa diajak berdiskusi. Buktinya saya diberi kesempatan untuk melakukan wawancara singkat melaui inbox FB dengannya. Dan ini dia hasil wawancaranya.


1.  Bagi donk cerita pertama mbak Indah Hanaco jatuh cinta pada dunia literasi dan akhirnya memilih berprofesi sebagai penulis. (^_^)

Dari remaja memang udah senang baca dan menulis. Tapi memang tidak diseriusi. Sempat berhenti menulis belasan tahun, kerja kantoran, hingga akhirnya total mengurus keluarga. Makin lama, merasa ada yang hilang. Hingga akhirnya keinginan untuk menulis muncul lagi dan kali ini tidak bisa diredam. 
Tahun 2010 saya mulai menulis novel setelah sebelumnya cuma menulis cerpen yang halamannya sangat terbatas. Terbayang kesulitannya, kan? Tapi “sesuatu yang hilang” itu akhirnya ketemu. Bahkan, setelah menjadi penulis saya baru menyadari kalau ternyata saya memiliki sisi yang  gigih dan pantang menyerah. Sesuatu yang selama ini tidak saya ketahui. Sangat terkejut, tentunya. Setelahnya, tidak bisa berhenti menulis dan akhirnya memutuskan untuk total di sini.

2. Dari semua karya Mbak buku apa yang proses kreatifnya paling berkesan?

Masing-masing punya kesan yang mendalam sekaligus unik. Ada naskah yang bergerak sendiri dan menolak patuh pada outline yang sudah saya siapkan. Kata-kata seakan keluar dari jari-jari saya saat mengetik, bukan dari kepala. Setelah selesai, energi rasanya sangat terkuras. Tapi novel ini belum terbit. 

Cinta 4 Sisi selesai dalam waktu 9 hari, rekor tercepat saya. Naskah ini minta dituntaskan dengan cara yang aneh. Dua hari terakhir penulisannya, saya tidak bisa tidur dan benar-benar menulis tanpa kenal waktu. Meninggalkan laptop hanya untuk melakukan kewajiban yang tidak terhindarkan. (hah 9 hari??? *speechless* bergegas nyari buku Cinta 4 sisi)

Meragu sudah tersimpan idenya di kepala selama hampir 10 tahun. Tokoh utamanya, Leon, tericipta karena rasa suka saya yang luar biasa besar kepada Tao Ming She di serial Meteor Garden. Leon adalah Tao Ming She versi saya. 

Beautiful Temptation prosesnya biasa saja. Tapi boleh dibilang Tristan adalah salah satu tokoh rekaan yang paling saya cintai. Tristan itu tipe pria ideal yang ada di benak saya. (saya juga naksir Tristan kok Mbak..he..he..)

Intinya, tiap kali menulis saya benar-benar larut dalam cerita. Makin larut, biasanya makin bagus hasilnya.
                       
3. Ada nggak buku atau penulis yang menginspirasi atau mempengaruhi karya-karya mbak?

Ada, itu pasti. Karya-karya Sidney Sheldon yang makin mendorong saya untuk menulis. Saya tergila-gila alurnya yang cepat dan penuh kejutan. Juga buku-buku karya Sherrilyn Kenyon dan JR Ward yang menyihir saya dan sering berpikir,bagaimana bisa mereka menulis sekeren ini? Lalu ada novel-novelnya Lorraine Heath yang luar biasa dalam hal karakterisasi. Dengan kalimat sederhana yang tidak berlebihan, Lorraine Heath bisa membuat pembaca menitikkan air mata tanpa sadar.

Itu hanya sebagian kecil. Banyak penulis lain yang memberi kontribusi buat saya meski bukan berarti saya harus mengekor gaya mereka.

4. Kan mbak nulis banyak jenis buku, ada buku anak, ada untuk pegangan anak sekolahan, dan ada novel. Novelnya sendiri juga ada yang genrenya romance dan ada yang genrenya thriller. Dari semua genre ini, mana yang paling mbak nikmati dalam mengerjakannya?

Jujur, saya tidak bisa memilih. Karena masing-masing punya kelebihan sendiri. Buku anak misalnya, menggenapi sisi idealisme saya sebagai ibu yang ingin anak-anak memiliki bacaan bermutu. Karenanya, saya berusaha menyisipkan sains di dalamnya. Bukan sekadar dongeng pengantar tidur, karena sudah banyak yang menulis itu.

Novel romance memenuhi bagian romantis saya yang sangat suka kisah-kisah cinta happy ending. Saya pemimpi yang suka menuangkan kisah impian saya di dalam cerita. Saya pernah “diprotes” editor karena gaya penulisan dan karakteristik tokoh-tokohnya berbeda di setiap buku. 

Quinn yang santai dan lembut, Leon yang sedikit pemaksa dan cenderung egois, Tristan yang penyabar tapi enggan menyerah, atau Melvin yang sedikit kaku tapi cinta mati dengan perempuan yang dicintainya. Tapi mau bagaimana lagi, saya tidak mampu menulis karakter yang mirip. Bukan disengaja. Semuanya mengalir begitu saja saat mulai menulis. 

Sementara novel berbumbu thriller sangat mampu menjadi pelepasan karena kesenangan saya menonton serial kriminal. Menulis naskah thriller menjadi semacam penyeimbang dalam diri saya. 

Sekadar curhat, awalnya saya lebih tertarik menulis genre thriller, bukan full romance. Tapi kemudian saya melihat sendiri ada teman yang patah hati bertahun-tahun dan menolak cinta baru yang datang. Dia memilih tenggelam dalam patah hatinya dan menangisi orang yang jelas-jelas tidak peduli lagi padanya.

Buat saya, itu menyakitkan. Hingga kemudian saya mulai menulis naskah romance. Setidaknya saya mau bilang ke pembaca saya, dunia ini indah. Kalau ada cinta yang menyakitkan, itu memang risiko yang harus dihadapi. Patah hati bukan berarti dunia bahagia itu berakhir untuk kita. Patah hati pun seharusnya ada masa kedaluwarsanya. 

Belakangan saya makin tertarik dengan isu lingkungan karena sedang gencar menonton acara reality show dan film dokumenter. Di depan, akan terbit beberapa naskah yang berkaitan dengan isu lingkungan meski masih berbalut romance. Hihihi, saya penulis yang labil, ya?

(Nggak apa-apa Mbak. Dipelihara aja labilnya biar genrenya tetap beragam. Kan bacaan saya jadi “warna-warni”..he..he.. Eh tapi jangan nulis horor ya, Mbak. Saya penakut (>_<))

5. Buku terbaru Mbak Indah adalah After Sunset. Ceritain donk proses kreatifnya. Butuh berapa lama hingga akhirnya diterbitkan?

After Sunset itu diawali dari ide sederhana. Waktu itu saya membaca salah satu tweet dari akun Fakta Faktanya Wow, kalau tidak salah. Tentang sakit kepala langka yang diderita Daniel Radcliffe, cluster headache. Langsung kepala saya dipenuhi ide untuk mengembangkan cerita dari sana. Dan karena saya sangat cinta Formula One dan belum pernah menulis karakter yang berprofesi sebagai pembalap, ide cluster headache ini rasanya pas sekali.

Akhirnya, terciptalah tokoh bernama Liam Hammond, pembalap GP2 Series berkebangsaan Inggris yang berhenti membalap karena menderita cluster headache. Kenapa berdarah Inggris? Karena saya selalu merasa yang berbau Inggris itu seksi. Pokoknya, sangat suka yang serba Inggris. 

Liam punya cukup banyak masalah dalam kehidupan pribadinya. Bertemu Leah, cewek Indonesia, saat berlibur di Bali. Leah adalah anak kuliahan yang  juga punya masalah sendiri yang menghantui. Kisah Leah dan Liam ini tidak dimaksudkan sedih, tapi baru kemarin ada pembaca yang bilang dia menangis berkali-kali karena membaca After Sunset. Dan itu benar-benar mengejutkan saya. 

Jujur,  saya sempat kesulitan menyelesaikan naskah ini. Awalnya, After Sunset ini teenlit. Tapi saya merasa akan lebih nyaman jika diubah menjadi Young Adult. Masa pengerjaannya tergolong lama, sekitar satu bulanan. 

Novel ini selesai pertengahan Desember 2013 silam. Oh ya, outline After Sunset sudah lebih dulu di ACC Elex Media. Setelah berada di tangan editor, sempat ada beberapa poin yang harus saya tambahkan. Tapi tidak banyak. Prosesnya sendiri boleh dibilang mulus-mulus saja. Hingga akhirnya berhasil terbit pada 14 April 2014 kemarin.

6. Punya harapan nggak untuk dunia literasi Indonesia?

Harapan saya tidak muluk-muluk. Semoga minat baca masyarakat bisa terus meningkat. Kata-kata bijak yang mengatakan bahwa buku adalah jendela dunia itu sangat benar. Klise tapi benar. Buku akan membawamu ke berbagai tempat, mengenal aneka ilmu, juga (seharusnya) membuat orang lebih bijak.
(Amin.. Saya juga berharap yang sama, Mbak)

7. Pertanyaan pamungkas saya nih. Kan saya ini adalah blogger buku yang ke(kurang)rjaannya adalah mereview buku. Bagi mbak sebagai seorang penulis, reviewer itu apa? Sahabat? Musuh? Juri yang bikin sebal, atau apa? (^_^)v

Dulu sih saya sempat cemas tiap kali novel saya di-review. Karena saya banyak melihat orang “membantai” sebuah karya dengan tidak proporsional. Kritik yang dilayangkan seringkali tak sesuai porsi dan minim masukan. Saya sangat percaya, niat baik seharusnya diungkapkan dengan kata-kata yang baik pula. Tidak berbau caci-maki. Cara menyampaikan kritik itu yang kadang membuat gerah, bukan kritiknya. (saya nggak gitu kok, Mbak. Sumpah.. *sumpah pramuka* :D)

Makin ke sini saya belajar untuk lebih lapang dada. Review selalu saya baca dan mengambil poin-poin penting yang kira-kira bermanfaat untuk buku selanjutnya. Dari review saya sering menyadari ada yang “bolong” dalam tulisan saya. Jadi, buat saya seorang reviewer itu menjadi semacam kompas tambahan. Sehingga di masa depan saya harap tidak tergelincir dan melakukan kesalahan yang sama seperti yang mereka tunjukkan. Tapi tentu saja tidak semua kritik ditelan mentah-mentah. Saya rasa tiap penulis pasti punya standar sendiri dalam berkarya. Sepanjang standar itu tidak ditabrak, tidak masalah. 

Seperti pada novel “Les Masques”. Saya ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk memberi sedikit penjelasan untuk novel ini. Les Masques adalah novel saya yang terbit pada Maret 2014 kemarin. Kisahnya tentang seorang cewek bernama Fleur yang ternyata memiliki kepribadian ganda. Ada pembaca yang mempertanyakan kemampuan Elektra (salah satu alter ego) yang bisa berbahasa Prancis. Padahal Fleur sendiri buta bahasa itu.

Setahu saya, berdasarkan buku yang pernah saya baca dan film yang pernah saya tonton, alter ego seringkali memiliki kemampuan unik yang tidak dimiliki oleh pribadi aslinya. Bahkan berbeda jenis kelamin.

Jadi, sangat mungkin jika alter ego jago melukis sementara pribadi aslinya sebaliknya, misalnya. Karena kehadiran alter ego sendiri memang unik dan (cenderung) tidak masuk akal. Alter ego muncul sebagai cara pribadi aslinya mempertahankan diri saat mengalami berbagai pengalaman traumatis. 

Tapi saya berterima kasih pada reviewer yang mempertanyakan hal itu. Karena menyadarkan saya bahwa seharusnya saya memberi penjelasan yang lebih detail. Karena masalah alter ego ini masih asing dan banyak diperdebatkan.

(he..he..jawaban tentang alter ego ini akhirnya ini menuntaskan pertanyaan yang saya tulis di review Les Masques saya (^_^)v)

Nah, itu hasil interview saya dengan Mbak Indah Hanaco. Sudah lebih kenal dengan Mbak Indah Hanaco kan? Jangan lupa kenalan juga dengan karya-karya Mbak Indah Hanaco. Bisa dimulai dengan membaca review buku-buku Mbak Indah di My Little Library ini. Beberapa yang sudah saya review:

Sekarang, seperti biasa ada giveaway berhadiah karya penulis yang saya wawancarai. Kali ini sudah tersedia hadiah bagi 3 (tiga) pemenang yang masing akan mendapatkan paket buku:

After Sunset
 
Tergiur dengan hadiahnya? Mau ikut Giveawaynya? Caranya gampang. Ikuti saja langkah-langkah berikut:
1.  Follow akun twitter saya (@atriasartika), Mbak Indah Hanaco (@IndahHanaco), dan follow blog ini juga via GFC atau Bloglovin.

2. Sebarkan info GA ini via twitter atau FB dengan me-mention Mbak Indah dan saya.
contoh: “Mau dapat paket buku? Yuk Ikut GA yang diadakan @atriasartika bersama @IndahHanaco Cukup klik link ini (link pendek) #GAAfterSunset”
Kalau via FB silahkan mention FB Mbak Indah Hanaco dan FB saya: Atria Dewi Sartika saat men­-share GA ini di status FB.

3.       Semua peserta yang mengikuti GiveAway  diminta menjawab pertanyaan berikut di kolom komentar:
“Apa yang kamu bayangkan saat membaca judul After Sunset?”
Sertakan data diri: nama (yang dipakai untuk memfollow blog), akun twitter/FB, & email.

4. Akan jadi nilai tambah kalau teman-teman memberi komentar di review buku-buku mbak Indah Hanaco yang ada di blog saya ini.

5. Pemenang akan kami pilih berdasarkan jawaban yang paling menarik menurut kami. (Kami akan berusaha untuk objektif). 

6. Giveaway ini berlangsung dari tanggal 20 Mei – 20 Juni 2014. Pengumuman pemenang akan dilakukan selambat-lambatnya 1 minggu setelah Giveaway ini ditutup (27 Juni 2014).

7. Kalau ada pertanyaan terkait Giveaway ini, sila menghubungi saya via email di: anora(dot)widad(at)gmail(dot)com atau via twitter di @atriasartika

8. Oiya, GA ini hanya untuk yang berdomisili di Indonesia ya. Ongkos kirim ditanggung oleh saya selaku penyelenggara.

Mudahkan? Tunggu apa lagi? Yuk kenalan dengan Mbak Indah Hanaco dan karya-karyanya ;)

25 komentar:

  1. “Apa yang kamu bayangkan saat membaca judul After Sunset?”

    Yang pertama terlintas bali donk, dimana lagi di Indonesia kita tercinta ini yang sunsetnya terkenal di seluruh dunia (walau faktanya banyak tempat lain yang tidak kalah sunset dan sunrisenya)

    Karena salah satu tokoh utamanya adalah bule berdarah Inggris (aduh kebayang deh aksen Inggrisnya yang kental itu) pembalap lagi, kepikiran pasti karakter ini keren banget, yang membuat penasaran adalah penyakit cluster headache yang dideritanya (langsung google tentang penyakit ini) dan apa pengaruhnya pada kehidupannya.

    Apalagi dia harus kehilangan pekerjaanya jadi pembalap karena penyakit ini, pasti dia sedih n kesel banget. Nah klo secara kebetulan ia ketemu Leah n marah2 bisa dianggap wajar karena latar belakangnya itu.

    Yang justru membuat penasaran bagaimana si Leah bisa jadi jatuh cinta pada Liam dan kenapa Liam pergi (apa mungkin ada hubungannya dengan penyakitnya?).

    Intinya penasaran hehehehehe

    nama untuk memfollow: Evenna via blogger
    twitter: @pigurou

    BalasHapus
  2. Assalamu'alaikum mbak atria dan mbak indah *salam kenal :) Hehe

    Baiklah, langsung saja, tidak perlu bertele-tele...
    Pertama kali yang terlintas dibenak saya ketika membaca judul "After Sunset" pastinya adalaaaaahhhh Pemandangan sunset yang muncul secara perlahan yang membuat mata tak berkedip dan mulut tak bisa bungkam aihhh pastinya "Awesome" hehe Dimana kita bisa menikmati indahnya sunset itu gak penting, tapi menikmati sunset itu munculah yang paling utama :D
    Dan dari percakapan diatas sih keliatannya bakalan menarik banget isi novel "After Sunset" ini Dan kebayanggg sambil menikmati kata perkata dari novel tersebut bisa sambil melamunkan keindahan sunset aihhh
    Penasaran sama isi novelnya, penasaran bangeeettt :)
    tengkyuuu sudah membaca jawabanku :)

    Wassalamu'alaikum...

    Nama untuk Follow : Anisa Ainun Fitri via blogger & G+
    Twitter : @anisa_ainunf3
    Gmail : anisaainunfitri14@gmail.com

    BalasHapus
  3. After Sunset...yang terbayang pasti pemandangan matahari terbenam di pantai, matahari bulat yang kemerah-merahan dan menghilang. After sunset, judul cerita yang unik, jadi penasaran ceritanya pasti romantis dan melankolis. Apakah pemilihan judul untuk menggambarkan setelah sunset,berganti malam yang hening menandakan kedamaian??

    GFC : Santi Wiryawan
    twitter : @siscacook
    FB : Sisca Wiryawan
    E-mail : siscawiryawan@ymail.com

    trims bnyk =)

    BalasHapus
  4. Yang terbayang, automatically, waktu membaca kata-kata "After Sunset" ya pastinya 'malam'. Karena keadaan setelah matahari terbenam atau sunset disebut dengan malam 'kan? Yah, magrib kemudian malam. Sekian :

    Nama untuk memfollow blog: Alya Nurhafidza
    twitter: @alyaaaaan
    email: nurhafidzaalya@gmail.com
    review mba Atria yang saya beri komen: Les Masques dan The Vanilla Heart

    BalasHapus
  5. Nama yang digunakan untuk follow blog: Nurdiani Soffa (via GFC)
    Twitter: @feicloudsm
    E-mail: nurdiani.soffa@gmail.com


    “Apa yang kamu bayangkan saat membaca judul After Sunset?”

    Cuma satu kata yang terbayang, "keheningan"
    Pasti kita sudah tahu, bagaimana suasana after sunset? Hari menjelang malam. Karena saat itu matahari terbenam.
    Dalam suasana tersebut hanya ada keheningan. Kita tak mungkin memandang peristiwa tersebut dengan teriak-teriak atau jingkra-jingkrak, it's impossible!
    Saat kita menatap langsung indahnya pemandangan after sunset, kita pasti akan terbenam ke dalam suasana yang hening, hanya ada suara semilir angin yang menyentuh tubuh kita dan bibir kita tak henti-hentinya memuji keagungan Tuhan yang bisa membuat adegan seindah itu. Karena mengamati keindahan itu tak hanya megandalkan penglihatan saja, namun juga penghayatan karena tanpa sadar suasana hening telah menyeret kita jauh lebih dalam dari sekadar menikmati.

    BalasHapus
  6. Assalamu'alaikum kak, salam kenal...

    “Apa yang kamu bayangkan saat membaca judul After Sunset?”

    wahh... tentu saja indah serta damai-nya saat itu. hari dimana suasana damai setelah cahaya matahari yang kemerahan telah meninggalkan kita. Dengan optimis dan yakin bahwa setelah itu akan bertemu dengan cahaya Allah lain yang diberikan untuk kita yaitu rembulan dan jutaan bintang yang menghiasi malam. dan After Sunset terbayang di benakku bahwa saat itu adalah saat yang luar biasa dimana kita menjadi saksi keagungan Allah yang tiada hentinya memberikan penerangan yang selalu ada dan abadi yaitu cahaya matahari yang menemani kita untuk melewati hari dengan semangat yang membakar jiwa. dan setelah petang menjelang, Allah memberikan kembali cahaya damai untuk menemani kita dalam ketenangan agar kita selalu mengingat-Nya.

    dan tentu saja isi dari novel tersebut terbayang kedua tokoh yang sangat menarik saat saya membaca sinopsisnya. liam dan leah, wahh... si Liam seorang bule Inggris pembalap lagi, kerennn...

    pasti nanti saat membaca novelnya aku bakal terbawa suasana dan terbang bersama imajinasi yang tak terbendung lagi.
    aku berharap kali ini beruntung.

    twitter : @li_andromeda
    e-mail : liandromeda1@gmail.com
    nama untuk memfollow blog via blogvin dan google friend : Li Andromeda
    review comment : http://atriadanbuku.blogspot.com/2014/01/hai-miiko-vol26.html?showComment=1401323172369#c5356808083503627754

    Wassalamu'alaikum...

    BalasHapus
  7. Rikzan Ubaidillah31 Mei 2014 11.15

    After Sunset artinya Setelah Senja. Berarti Malam. Senja itu indah dan malam itu gelap. Yang terpikir olehku adalah ada kegelapan di balik keindahan. Mungkin di balik kisah cinta yang indah diantara para tokoh, ada kenyataan piluh yang disembunyikan. Sepertinya novel romance ini mengharukan dan menghanyutkan.

    Nama: Rikzan Ubaidillah
    Twitter: @rick_ubay
    Facebook: Rikzan Ubaidillah
    E-mail: urikzan@yahoo.com

    BalasHapus
  8. Kalau berbicara tentang after sunset saya teringat waktu saya dan teman-teman rekreasi ke pantai,waktu sunset sudah mulai lenyap bak ditelan bumi pemandangan pun kian semakin indah,karena waktu itu saya niat mau nembak gitu sama seorang cewek tapi sayang waktu mau beraksi,dianya malah pergi.Sedih sih tapi tetap senang

    Kalau yang saya bayangkan saat membaca judul After Sunset adalah keindahan alan yang disajikan dengan sempurna oleh Tuhan Sang Pencipta,apalagi cocok untuk pasangan muda yang dibarengi dengan suara alam dan keromantisan hidup.Pokonya keren deh :)

    nama GFC : Arya Barus
    Twitter : @TeenNews14
    Facebook : arya.barus
    Email : aryabarus@gmail.com
    Twitter Share : https://twitter.com/TeenNews14/status/472614734156410880
    Comment : http://atriadanbuku.blogspot.com/2013/12/the-vanilla-heart.html?showComment=1401512690375#c6420815395669973492

    http://atriadanbuku.blogspot.com/2014/04/run-to-you.html?showComment=1401513205474#c4623762911530848737

    http://atriadanbuku.blogspot.com/2014/04/les-masques.html?showComment=1401497489697#c7608990232560246421

    http://atriadanbuku.blogspot.com/2014/05/beautiful-temptation.html?showComment=1401513716830#c322110383780943216

    Facebook sharenya belum ya kak karena belum dikonfirm sama kakak,kalau uda nanti saya tulis
    Wish me luck ya kak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. oiya kak saya kelupaan
      akun blog lovin saya : Arya Barus

      Hapus
  9. “Apa yang kamu bayangkan saat membaca judul After Sunset?”

    Cahaya jingga dengan semburat kuning sisa senja, angin sore yang hangat, gunung, pantai. Momen yang sangat aku cintai.
    Hmm... jujur aku belum baca review atau pun sinopsisnya AFTER SUNSET. Tapi, yang terpikirkan olehku saat membaca judul AFTER SUNSET adalah, dalam buku ini si tokoh utama mempunyai cerita tentang senja. Atau pernah mengalami sesuatu saat senja. Atau mempunyai kenangan tentang senja, bersama seseorang spesial pastinya. Pasti nggak jauh-jauh dari itulah. Judul pastinya mencakup isi buku, KAN? *digebukin massa gegara ngeyel* hhhhh...

    Nama: Anis Antika
    Akun untuk follow blog: Anis Antika
    Twitter: @AntikaAnis
    Facebook: www.facebook.com/cessa.tom
    Email: anis_antika@yahoo.com

    BalasHapus
  10. Ini review buku yang aku komen:

    http://atriadanbuku.blogspot.com/2014/06/sakit-jiwa.html?showComment=1401886228873#c2686059628010610287

    http://atriadanbuku.blogspot.com/2014/04/the-after-dinner-mysteries.html?showComment=1401886430175#c8848440078592714398

    BalasHapus
  11. Nama : Siti Maryam (via bloglovin)
    Twitter : @aii_SM
    email : sm211996@gmail.com

    yang terbayang tentunya sunset di desaku desa Sunia, saat matahari menyusup ke balik bukit. Cahayanya memantul ke kolam ikan depan rumah. sederhana tapi indah menurutku. Saat itulah biasanya guru ngaji sudah memanggil untuk mengaji bersama di mushola.

    BalasHapus
  12. Assalamualaikum mbak, min aina anti? Syukran.

    "Apa yang terlintas dibenak anda ketika membaca kalimat "after sunset" "?

    Agak melankolis sih mbak, heheh. Yang terlintas dibenak saya itu kampung halaman. Kalimat "after sunset" itu serasa memboyong nalar saya menuju kenangan tempo dulu di kampung halaman saya. Phrasa "after sunset" itu seolah menggelitik saya untuk kembali menyelami semua hal tentang kampung saya, lembaga-lembaganya, tatanan sosialnya, adat istiadatnya, para warga yang pulang melaut (mayoritas nelayan), berbondong-bongnya anak desa menuju surau untuk beribadah. Sangat manis rasnaya mbak saat membaca phrasa itu. "After sunset" membangkitkan libido dalam benak saya tentang kerinduan akan kampung halaman. Heheh, maaf yah mbak agak curhat dan melankolis. Yah.. Itulah yang terlintas dibenak saya. Syukran antii


    Nama : Hiroyuki Utada
    Twitter : Hiroutada
    Facebook : - (free accses soalnya mbak, jdi gak buat)
    Email : hiro66@telkomsel.blackberry.com

    BalasHapus
  13. “Apa yang kamu bayangkan saat membaca judul After Sunset?”

    "After Sunset" Yang terlintas di pikiranku itu akhir dari sebuah perjalanan, mungkin akhir dari perjalanan tokohnya. Faktanya after sunset itu sore menjelang malam, sebelum sore itu pasti ada pagi - siang. Menurutku saat pagi itu awal dari sebuah perjalanan, kita nggak tau nanti siangnya bakalan cerah, berawan atau malah hujan. Jadi after sunset itu akhir yang indah karena saat itu cerah, ada semburat jingga yg menghiasi terbenamnya sang surya dan segera berganti malam penuh bintang. Walaupun sunset hanya beberapa menit tapi banyak yg menunggunya, bahkan mengabadikannya, seperti akhir yg kita harapkan saat kita menjalani hidup. Bahagia. Indah. Walaupun hanya sebentar tapi akan selalu mengenang.

    Nama : Meilina (follow via bloglovin)
    Twitter : @meilinakartz
    email : linakartika526@gmail.com

    Comment Review :
    http://atriadanbuku.blogspot.in/2014/05/beautiful-temptation.html?showComment=1402225717822#c4352951915669913725

    http://atriadanbuku.blogspot.in/2013/12/the-vanilla-heart.html?showComment=1402223936309#c8082146089368935636

    http://atriadanbuku.blogspot.in/2014/06/after-sunset.html?showComment=1402194113970#c2615679344620453501

    http://atriadanbuku.blogspot.com/2014/04/les-masques.html?showComment=1402188094959#c1932322204824729289

    http://atriadanbuku.blogspot.com/2014/04/run-to-you.html?showComment=1402187604666#c1541280076294637573

    BalasHapus
  14. Menurutku sih membaca 'after sunset' itu identik dengan waktu yang tergesa-gesa.

    Contohnya : Kebanyakan orang-orang yang beraktivitas diluar akan rehat (pulang kerja / kuliah / dan sebagainya) menjelang waktu matahari tenggelam. Dengan kata lain, banyak diantaranya lebih ingin sampai di rumah sebelum benar-benar gelap. Dan pengamatanku, di jalan-jalan raya sewaktu 'after sunset' itu adalah pemandangan orang-orang yang tergesa-gesa, berlomba-lomba kecepatan.


    Follow dengan nama Neni Safitri (via Bloglovin)
    Twitter : @nhenie
    Email : nh3_n1e@yahoo.co.id

    BalasHapus
  15. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  16. Rima Ria Lestari
    @rima_ria
    rimarialestari@gmail.com

    After sunset berarti pulang. Kala manusia kembali ke rumah usai lelah beraktivitas sejak pagi. Pulang kepada orang-orang terkasih, melepas lelah, merecharge jiwa, untuk kembali menjadi manusia.

    BalasHapus
  17. Bayangan yang terbersit ketika membaca After Sunset adalah pemandangan ketika matahari akan atau sedang terbenam di belahan bumi lainnya, dan muncul sebagai sunrise di belahan bumi yang lainnya lagi. Sunset biasanya identik dengan senja, ketika sore hari berubah menjadi petang dan siap berganti menjadi malam.

    Aku salah satu penyuka senja dan sunsetnya, walau kebanyakkan orang lain mengaku diri menjadi pengagum sunset bahkan memburu spot-spot unik yang menawarkan keindahannya, aku nggak kayak gitu. Walaupun cukup menikmatinya di belakang rumah dari atas rooftop, rasanya udah bersyukur banget, bisa lihat keagungan Tuhan untuk sekadar melihat cahaya matahari berwarna jingga kemerahan yang nggak bikin silau mata. Aku selalu suka kondisi ini, dibanding cahaya matahari siang yang udah panas, menyengat, bikin keringatan lagi, aku suka terharu kalau bisa lihat senja dari titik bumi lain, padahal nggak terlalu mengharapkan. Bisa aja kan aku lihat senja pas dalam perjalanan pulang, atau malah perjalanan pergi.

    Sunset di rumahku *maksudnya yang sering aku lihat dari rumah*, seolah-olah tenggelam ke dalam air. Iya, soalnya karena posisi rumah yang tepat membelakangi sungai Saguling, jadi bisa membayangkan demikian. Posisi yang aku lihat juga strategis, nggak terhalang pepohonan karena lihatnya dari atas loteng *kerennya disebut rooftop*.

    Tapi, kalau baca judul After Sunset dari Mbak Indah ini, aku cukup berpikir bahwa Bali akan jadi salah satu setting-nya. Dan yap, prediksi aku nggak salah, walaupun sebenarnya Bali not the one and only tempat yang indah buat lihat sunset, tapi paling tidak banyak orang yang sudah mengakui kalau sunset di Bali memang eksotis, dan aku lebih suka lagi saat sunset ini bisa memberikan ketenangan, kedamaian, dan keheningan seolah-olah bersyukur atas anugerah Tuhan ini. What a beautiful sunset!

    Nama: Asy-syifaa Halimatu Sa'diah
    GFC: Asy-syifaa Halimatu Sadiah
    Twitter: @asysyifaahs
    Link: https://twitter.com/asysyifaahs/status/478249431804821505
    Email: asysyifaahs[at]yahoo[dot]com

    BalasHapus
  18. After Sunset
    Temaran, tak benar-benar gelap, namun sama sekali tidak terang. Kelabu, samar-samar, membuat hati tak tenang. Ingin segera beranjak mencari tempat yang lebih bisa dilihat. Namun, terkadang, kelabu, dan tak benar-benar gelap adalah tempat paling nyaman untuk bersembunyi dari masa lalu yang penuh luka, atau kebohongan yang tak ingin terbaca mata.

    Nama : Dian S
    GFC : Dian S Putu Amijaya
    Twitter : @DeeLaluna
    Link : https://twitter.com/DeeLaluna/status/478458425135742976
    Email : dian_putu26@yahoo.com

    BalasHapus
  19. Nama: Fabiola Izdihar (via blogger)
    Akun twitter: @wolfhan88
    Email: fabizdihar@gmail.com
    Link shared: https://mobile.twitter.com/wolfhan88/status/479291336726564864

    Yang aku bayangkan pastinya adalah malam. Semakin gelapnya langit selepas matahari terbenam. Dan tempat yang terpikir pertama kali adalah pantai-pantai di tempat romantis, salah satunya adalah Bali. Dan menurutku after sunset itu kata yang tepat untuk menggambarkan kisah cinta yang menyedihkan.

    Jika menyangkut tokoh dalam suatu cerita, hal yang aku bayangkan adalah sisi lain yang kelam dari seseorang yang sebelumnya baik baik saja. Bisa juga, semacam rahasia kelam seseorang yang belum diketahui oleh siapapun, yang selama ini tertutupi oleh hal lain yang lebih baik dan menarik (diibaratkan sebagai matahari). Nah saat matahari itu tenggelam, barulah ia menunjukkan rahasia kelamnya tersebut. Cocok banget untuk menggambarkan kisah Liam dan Leah, mereka berdua punya sisi lain ataupun rahasia yang cenderung kelam dan menyakitkan. Seperti Liam, yang menderita cluster headache dan punya banyak masalah dalam hidupnya, begitupun juga dengan Leah yang dihantui banyak masalah. Dan entah kenapa, membaca sedikit cerita After Sunset tentang apa, aku tiba tiba terbayang ceritanya akan romantis namun penuh air mata juga seperti The Last Song nya Nicholas Sparks :"3

    BalasHapus
  20. Saat membaca judul After Sunset, aku membayangkan lagi duduk di pinggir pantai sendirian sambil melihat matahari tenggelam sedikit demi sedikit. Moment yang langka dan nggak bisa didapetin setiap hari, apalagi kalau deburan ombak jadi soundtracknya! Suasananya merah, menyala, damai dan bahagia. Setelah tenggelam, ya bukan berarti akan hilang. Tugas matahari sudah digantikan oleh bintang yang memancarkan sinarnya yang lembut.
    Benar-benar bisa melepas penat setelah beraktivitas. Senja selalu jadi obat yang mujarab :')

    Rini Cipta Rahayu
    @rinicipta
    rinspiration95@gmail.com

    BalasHapus
  21. Hello girl, kita ketemu lg ya.... makasih udah ngadain giveaway ini. Karena aku ngiler sm hadiahnya, jd tergerak deh naluriku untuk ikutan GA ini. Boleh kan..... bole ya.... Boleh dong *maksa*

    hei.... pertanyaannya keren :) Terlintas dipikiranku akan rangkaian kata yg akan kutulis dikolom komentar blogmu ini.

    After Sunset !! yah, itu namanya. Rasanya tak ada keindahan menakjubkan selain memandang matahari yg lelah sebelum langit berubah jingga disudut pantai bersama orang yg kita cintai. Pacar (hemmm), adik, kakak, orangtua, atau hanya sekedar berdiam diri dan membayangkan keindahan yg kita impikan dalam benak kita.

    Rasanya semua orang suka sunset. Selain warnanya yg kuning indah. Itu adalah moment terbaik matahari sebelum menutup senyumnya menjelang rehat dr tugasnya sepanjang hari.

    Kalian tahu, banyak orang yg rela bahkan berkorban apapun demi melihat ciptaan Tuhan yg satu ini. Sunset..... aku belum pernah melihatnya langsung diujung laut. Meski sebenarnya aku sngt ingin memanjakan mataku dg keindahannya :(

    Meski sebenarnya roda itu berputar, tapi apa salah jika kita selalu mendambakan kebahagiaan tanpa kesedihan. After Sunset. Setelah matahari di senja sore itu. Tinggallah malam bersiap menggantian posisinya. Yah... malam, gelap, sepi, sunyi. Itulah After sunset. Dan semua malam akan jd percuma dan biasa ktk bintang tak bertabur ditubuhnya.

    Tapi apa daya manusia. Itu hanya keinginan yg mngkin sj dikabulkan atau malah berbalik mnejadi yg tdk kita ingin ktk Tuhan sdh berkehendak. Aku ingin ingin hidupku seperti matahari dipagi hari, yg selalu ceria menemani hari, seperti sunset di senja hari yg selalu dirindukan banyak orang dan aku juga ingin sisa hidupku seperti kisah itu, after sunset yg selalu mampu membawa dirinya. Baik setelah terang, gelap maupun tanpa bintang. Karena Hidup harus berjalan, tak peduli malam datang. After Sunset, karena tempatku bersama bintang :)


    Nama : Elok Faiqotul
    FB : Elok Faiqotul (heizyi)
    Twitter : @_elokfa
    Mail : elokfa@gmail.com

    BalasHapus
  22. Entah kenapa saya membayangkan after sunset itu justru bukan keindahan sunsetnya tetapi kegelapan :( Kalau sunset pasti yang terbayang adalah indahnya langit ketika matahari beranjak pulang, lalu setelah itu terjadi yang tersisa hanya gelap. Hilangnya keindahan itu. Ah...

    Nama : Inge
    FB : Non Inge (Yoeliana Angelina Anastasia)
    Twitter : @noninge
    Email : n0n1n9e@gmail.com

    BalasHapus
  23. Entah kenapa saya membayangkan after sunset itu justru bukan keindahan sunsetnya tetapi kegelapan :( Kalau sunset pasti yang terbayang adalah indahnya langit ketika matahari beranjak pulang, lalu setelah itu terjadi yang tersisa hanya gelap. Hilangnya keindahan itu. Ah...

    Nama : Inge
    FB : Non Inge (Yoeliana Angelina Anastasia)
    Twitter : @noninge
    Email : n0n1n9e@gmail.com

    BalasHapus
  24. Entah kenapa saya membayangkan after sunset itu justru bukan keindahan sunsetnya tetapi kegelapan :( Kalau sunset pasti yang terbayang adalah indahnya langit ketika matahari beranjak pulang, lalu setelah itu terjadi yang tersisa hanya gelap. Hilangnya keindahan itu. Ah...

    Nama : Inge
    FB : Non Inge (Yoeliana Angelina Anastasia)
    Twitter : @noninge
    Email : n0n1n9e@gmail.com

    BalasHapus