Jumat, 23 Mei 2014

[Curhat Atria] Edisi Ngobrol-ngobrol dengan Bang Epi


Diedit dari karya adik sepupuku Nadhira Amelia Febrianti



Ha..ha.. Judulnya nggak banget yah??
Biarin deh. Lagi ingin berbagi isi kepala. (^_^)v

Saya berhasil menodong Bang Epi untuk bertemu dengan modus operasi memberikan buku Saya Pilih Mengungsi yang sempat dipesan Bang Epi melalui saya. Sebenarnya tujuan utamanya hanyalah ingin mengobrol tentang buku dengan seseorang setelah sibuk mengkhatamkan beberapa buku. Hasilnya saya malah berbagi “kegalauan” dengan Bang Epi. Tentang bacaan, tentang kualitas buku, tentang minat, tentang blog buku, dan berbagai hal.

Ngobrol selama hampir 3 jam ini sukses membuat saya mentransfer beberapa kegalauan ke Bang Epi. Ha..ha.. maaf ya Bang Epi. Tapi tetap saja membuat saya berfikir tentang apa yang bisa saya kontribusikan untuk masyarakat sekitar. Beberapa kali Bang Epi menyampaikan, “kita tuh bisa menyampaikan nilai-nilai tertentu dari apa yang kita tulis. Nulis review buku pun bisa untuk menyebarkan nilai-nilai baik yang kita mau,” dengan logatnya yang khas.

Bang Epi pun menuturkan tentang usahanya untuk membuat review menjadi kajian yang lebih mendalam. Tidak lagi hanya membahas konteks bukunya saja, tapi sampai ke nilai-nilai yang menarik untuk diangkat. Seperti dengan fokus pada tokohnya saja dan mencoba mengupas dan membuat kajian lebih mendalam dari sudut pandang itu. Jadi, tidak lagi membahas tentang editing yang kurang atau bagus tidaknya buku itu. Tapi mencoba lebih luas melihat konteks buku itu.

Dari diskusi panjang yang ngalor ngidul mulai dari soal virus MERS, vaksin, hacker, biografi KAR Bosscha, nilai-nilai dalam buku, tentang zona nyaman, hingga mindset masyarakat sekarang akhirnya saya tetap saja risau *mulai mengurangi penggunaan kata”galau”*.

Namun diskusi ini juga berhasil membuat saya yakin mengambil sebuah keputusan baru. Saya akan berhenti memberi sematan bintang atau nilai dalam angka terhadap sebuah buku. Karena ini akan mempersempit sudut pandang saya atas sebuah buku. Saya akan mencoba semakin fair (jika sekarang belum cukup adil) dalam berpendapat tentang buku-buku yang saya baca. 

Setelah ini, akan ada perbedaan judul dan konten dalam review-review saya di blog ini. Jika merasa kurang nyaman dengan hal ini, saya mohon permaklumannya. Saya masih mencoba menemukan “kekhasan” dalam review saya, masih terus menjadi lebih baik lagi dalam mereview. Semoga ini bisa menjadi kontribusi yang lebih positif dari saya untuk dunia buku di Indonesia.

Khusus untuk Bang Epi, terima kasih sudah meluangkan waktu untuk share dengan “anak kecil” ini. Masih perlu banyak belajar nih, Bang. Dan semoga gak kapok dengar curhatan saya (^_^)v. Dan untuk Blogger Buku Indonesia yang lain khususnya grup Angkoters Bandung, yuk ngobrol ramai-ramai biar bisa curhat massal. Ha..ha.. Saya belum pernah ikut kopdar massal Blogger Buku Indonesia nih. (>_<)

P.S: Anggap saja ini salah satu bagian dari peringatan setahun keanggotaan saya di Blogger Buku Indonesia yang akan jatuh pada bulan Juli nanti (^_^)v

6 komentar:

  1. logat saya khas yak,
    khasual, hahaha

    BalasHapus
  2. Baru setahun gabung ya, Mbak? Aku udah setahun lebih masih gini-gini ajaaaa.... Huaaaaahhhh :'(

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  4. Kegalauan yang menuai pemikiran baru ya kak.


    Aku kayaknya masih mau pake rating deh (meski aku jaraaaaang banget kasih rating kecil) hihi

    BalasHapus