Rabu, 07 Mei 2014

Cinta Masa Lalu




Penulis: Nima Mumtaz
Penerbit: Elex Media Komputindo
Cetakan: Pertama, 2014
Jumlah hal.: 306 halaman
ISBN: 978-602-02-3101-3

Mimpi apa yang paling buruk bagi seorang gadis?
Diperkosa dan mengandung di umur 18 tahun
mungkin merupakan pengalaman paling buruk.
Apalagi jika pelakunya adalah kekasih sepupumu.
Dan itu terjadi pada Viona
***
Nina Mumtaz adalah penulis yang masih asing bagi saya. Membaca blurb dan mengintip chapter 1 buku ini berhasil membuat saya tertarik dan membaca buku ini. Namun sayangnya memasuki chapter berikutnya saya mulai merasa tidak nyaman. Ini karena banyaknya kalimat kasar dan membuat saya bejengit membacanya. “Kenapa tokoh ini tidak disetting untuk mengumpat dalam bahasa Inggris saja?” Rasanya jengah membaca kalimat hinaan “berbau” kebun binatang dari tokoh Viona.

Novel ini mengambil sudut pandang pertama tapi dari berbagai tokoh. Paling banyak dari sudut pandang Viona dan David. Alur cerita yang maju-mundur juga sebenarnya menarik namun adanya pengulangan dibeberapa bagian dari sudut pandang tokoh yang berbeda malah membuat cerita ini menjadi membosankan.
Syukurlah di pertengahan cerita saya mulai bisa menikmatinya. Saya jadi penasaran tentang bagaimana akhir hubungan Viona dan David. Bisakah Viona menerima David, laki-laki yang memperkosanya hingga akhirnya ia harus melahirkan Davia di usia 18 tahun? David memang sudah berubah, namun apakah itu bisa membuat Viona memaafkannya? Kalau iya, karena apa?


Dari pertengahan cerita sampai akhir konflik sudah menarik untuk diikuti meski sekali lagi pengulangan yang terjadi karena mengambil sudut pandang dari tokoh yang berbeda tetap saja mengganggu kenikmatan saya membaca. Tapi konfliknya cukup menarik meski saya harus mengakui bahwa “warna” cerita dari novel ini sangat mirip dengan cerita-cerita terjemahan Harlequin.

Hm..tokoh favorit saya adalah Juna. Kakak yang gokil. Tapi dari interaksi Juna dan Viona saya melihat bahwa tokoh di dalam buku ini kurang berkembang secara psikologi. Usia mereka terus bertambah tapi kedewasaan dan sikap karakter terutama pada tokoh Viona. Berkali-kali saya dibuat kesal dan berfikiri “Ih, Viona ini gak dewasa banget sih?!” (-_-“)

Jadi jika harus menyematkan bintang untuk novel ini, saya memberinya 2 bintang. 

Semoga kedepannya karya-karya Mbak Nina Mumtaz bisa semakin bagus. Semangat (^_^)9

1 komentar:

  1. Secara garis besar sama ya ka, mungkin ada perbaikan dicetakan baru, bukan begitu ka?

    BalasHapus