Selasa, 13 Mei 2014

Cinta Emang Bego




Penulis: Nikma TS
Penyunting: Dyah Utami
Pendesain Sampul: Fahmi Fauzi
Penyelaras akhir: J. Fisca
Penata letak: Tri Indah Marty
Ilustrator: @medzkreatif
Penerbit: Moka Media
Cetakan: Pertama, 2014
Jumlah hal.: iv + 176 halaman
ISBN: 979-795-826-4

Kuberi tahu kamu soal Febri, cowok yang gantengnya bisa bikin artis Korea langsung ingin operasi plastik lagi. Aku tergila-gila padanya. Peduli setan soal sohibku yang naksir dia. Aku nggak peduli status gebetanku di sekolah, nggak peduli mamaku mencak-mencak, nggak peduli brownis buatanku hangus demi cinta. Bahkan ketika gebetanku diam-diam punya rahasia, aku juga nggak peduli.

Kamu pikir cintaku bego? Emang!
Kamu baru tahu?

***

Pertama kali menatap sampul buku ini saya langsung merasakan gelagat aneh. Hm...ini tampaknya genre komedi. Salah satu genre yang jarang saya lahap. Sorry, saya memang manusia serius *yang diamini oleh teman-teman saya* sehingga genre komedi jarang saya sentuh. Paling banter dalam bentuk komik.

Saat membaca novel ini saya langsung menangkap ide ceritanya. Hm, seorang anak perempuan yang bernama Lintang yang jatuh cinta pada satpam sekolahnya, Febri. Sosok Febri ini digambarkan sangat ganteng seperti artis-artis Korea. Sedangkan Lintang? Ya cukuplah. Cukup jelek? Ups..bukan..bukan..cukup konyol menurut saya.

Jiwa preman yang ditunjukkan Lintang pada sahabat dan orang-orang yang dekat dengannya mendadak hilang saat berhadapan dengan Febri. Ha..ha.. memang cinta bisa mengubah seseorang termasuk bikin es krim mencair *eh, bukannya wajar kalo es krim mencair? Ya intinya gitulah*.


Novel ini bercerita perjuangan Lintang mendapatkan hati Febri. Mulai dari saingan dengan sahabatnya sendiri, Virna, demi mendapatkan Febri; hingga datang ke Sandra untuk berkonsultasi tentang cara mendapatkan hati cowok. Demi bisa dekat dengan Febri, Lintang membujuk ibunya agar Febri bisa ngekost di paviliun rumah mereka; menjamah dapur, tempat yang tidak pernah ia masuki sebelumnya.

Semua perjuangan ini berujung dengan akhir yang menyedihkan. Ditolak? Hm..lebih parah dari itu. *emang ada yang lebih parah? Ya adalah* Serius nasib cinta Lintang ini jauh lebih menyedihkan daripada ditolak tujuh turunan oleh Febri.

Dari segi bahasa, novel ini memang remaja banget. Sayangnya, kelucuannya masih terasa garing. Belum berhasil membuat saya tertawa terbahak-bahak. Hanya bisa geleng-geleng kepala membaca percakapan konyol di antara tokoh-tokohnya.

Konflik cerita sudah menarik, tinggal disajikan dengan lebih apik. Penjelasan tentang hubungan Virna dan Lintang yang merenggang dari sahabat menjadi rival berkali-kali disebutkan dan membuat bosan. Konflik juga berjalan terlalu lamban. Tokoh Faundra juga belum dimaksimalkan perannya, seperti cara-cara dia menjauhkan Lintang dari Febri karena cemburu seharusnya bisa lebih diangkat untuk mewarnai cerita di novel ini.
Oiya, kesalahan penulis di dalam novel ini masih cukup banyak.Ada 10 kesalah penulisan yang saya lihat. seperi di halaman 5 ada kalimat, "Ayo, kita ruang  Bu Mutia", harusnya ada kata "ke" di dalam kalimat tersebut. Pada halaman 11 ada typo, tertulis kata "gondong" yang seharusnya ditulis "gondrong". Ada lagi beberapa kesalahan penulisan lainnya.
Sampul bukunya sudah cukup menarik dan sudah sesuai dengan cerita. Layout dalam buku juga sudah bagus dan nyaman untuk dibaca. (^_^). Oiya, pembatas bukunya juga lucu. Bisa digantung di gagang pintu kamar ;)

Saya menyematkan 2 bintang untuk novel ini.  Bisa untuk remaja unyu-unyu yang suka dengan cerita gokil. (^_^)v

Tidak ada komentar:

Posting Komentar