Kamis, 24 April 2014

Oppa & I



“Lima tahun memang waktu yang lama. Cukup lama untuk mengubah seseorang”(hal. 36)


Penulis: Orizuka & Lia Indra Andriana
Penyunting: NyiBlo
Desain cover & ilustrasi isi: Angelina Setiani
Penerbit: Haru
Cetakan: keenam, April 2013
Jumlah hal.: 156 halaman
ISBN: 978-602-98325-3-2

Park Jae In:
‘Oppa’.
Apa panggilan itu tidak terdengar lucu? Terutama setelah kau pergi meninggalkanku begitu saja lima tahun lalu?
Sekarang saat bertemu lagi, apa yang membuat senyummu selebar itu?
Apa kau senang melihatku seperti ini?

Park Jae Kwon:
Jae In-a.
Kau dulu menggemaskan, tetapi sekarang mengapa begini? Siapa yang membuatmu susah, katakan pada Oppa!
Oppa tak akan membiarkan siapapun menyakitimu!
Oppa akan melindungimu!

***




Cerita Oppa & I awalnya diterbitkan secara berseri di koreanupdates.com dan akhirnya dibukukan oleh Penerbit Haru pada Desember 2011. Cerita tentang anak kembar fraternal (kembar yang berasal dari sel telur berbeda, tidak identik) yang baru bertemu kembali setelah 5 tahun berpisah karena perpisahan orang tuanya.

Jae-In yang awalnya tinggal di Indonesia bersama ibunya akhirnya pindah ke Seoul, Korea karena kedua orang tuanya memutuskan untuk rujuk. Namun perpisahan orang tuanya telah membawa luka tersendiri pada Jae-In. Ia menjadi orang yang sinis, dingin, dan kaku. Ia pun sangat membenci Jae-Kwon, kakak laki-lakinya, dan enggan bersikap baik padanya.

Jae-Kwon, yang bingung karena sikap adik perempuannya jadi bingung. Ia tidak mengerti mengapa Jae-In bersikap bermusuhan padanya. Jae-In bahkan menolak memanggilnya Oppa. Jae-In juga meminta pada Jae-Kwon untuk tidak dekat-dekat dengannya di sekolah. Ia tidak ingin orang-orang tahu bahwa ia bersaudara dengan Jae-Kwon.

Di sekolah Jae-In berusaha beradaptasi dengan situasi di sekolah. Sayangnya ia menolak untuk membuka dirinya. Ia lebih memilih bersikap cuek dan dingin dengan orang-orang sekitarnya. Namun perkenalannya dengan Seung Won, Sa Ra, dan Ha Neul membuat hari-hari Jae In berwarna.

***

 “Jae In benci orang baik. Ia tak pernah tahu kapan orang baik akan berkhianat. Dan ketika sudah demikian, trauma akan tertinggal dalam, begitu dalam sehingga ia tak akan percaya pada siapa pun lagi” (hal. 64)

Dari seluruh rangkaian peristiwa di dalam novel ini, yang paling menarik untuk diikuti adalah hubungan Jae-In dan Jae-Kwon. Berhasilkah Jae Kwon membuat Jae-In mau menerimanya sebagai kakak? Ia sangat mendambakan panggilan “Oppa” terlontar dari bibir Jae-In untuknya. Bisakah sikap dingin Jae-In mencair?

Hm..cerita ini memang sangat remaja. Menarik untuk diikuti dan tema perasaan sayang antarsaudara yang diusung dalam novel ini membuatnya sedikit berbeda dengan novel-novel remaja lainnya. Penuturannya juga ringan sehingga gampang diikuti.

Karakter tokohnya masih terasa kurang kuat. Sikap digin Jae In muncul dari alasan yang kurang kuat. Sikap Jae Kwon pun terasa terlalu lembut untuk sosok seorang anak laki-laki yang jadi idola karena jadi bintang lapangan. Malah yang karakternya paling terbangun dengan baik adalah karakter Sandy, ibu Jae Kwon & Jae In, sikap manja dan tidak bertanggungjawabnya sebagai seorang ibu berhasil membuat saya kesal. Ha..ha..

Oiya, cover bukunya sangat manis dan sangat remaja banget (^_^)v

Saya memberi novel ini 3 bintang untuk covernya yang unyu, ceritanya yang manis, dan penuturan yang mudah (^_^)v.
***

2 komentar:

  1. remaja banget ya? ehem, cocok nih buat bacaan murid-murid unyu ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, cocok, Mbak (^_^)

      apalagi ini gak romance banget.. tapi tentang kasih sayang saudara gitu (^_^)v

      Hapus