Rabu, 30 April 2014

Kartini Nggak Sampai Eropa



"If you could pick one famous person -dead or alive- who you could hava dinner with, who would it be?" (hal. 94)


Penulis: Sammaria
Editor: Valaint Budi Yogi
Proof reader: Widyawati Oktavia
Penata letak: Wahyu Suwarni
Desainer Sampul: Dimitritjandera
Penerbit: Gagas Media
Cetakan: Pertama, 2008
Jumlah hal.: vi+238 halaman
ISBN: 979-780-271-4
Mereka buka pahlawan.
Perkenalkan, Anti dan Tesa. Cewek-cewek Indonesia yang berusaha menaklukkan Eropa. Di antara penjajahan berkedok globalisasi, keduanya berusaha mempertahankan identitas timur; semangat Kartini belum mati! Anti dan Tesa nggak mengenal tabu demi memuaskan keingintahuan. Mereka bicara with no sugar coating tentang cinta dan seks. Cuek, sarkas, sinis sekaligus optimis ketika berhadapan dengan realitas sosial.
Mereka bukan orang yang takut untuk bertanya, bahkan Tuhan pun mereka pertanyakan. Mereka juga tidak takut untuk menjawab, bahkan di saat mereka tahu tidak ada jawaban yang benar.
Apakah semua pertanyaan memang punya jawaban?
***


"... Jadi, semua yang ada di dalam tubuh kita dan sekeliling kita is a game of luck. Makanya mendingan kita gamble aja" (hal. 15)

Menemukan buku ini ditumpukan buku-buku lama di sebuah penyewaan ternyata menarik. Judulnya saja cukup menggelitik. Namun ternyata isinya sama menariknya. Meskipun pada awalnya saya agak bingung dengan cara bertuturnya yang benar-benar tanpa sensor. Belum lagi kalimatnya campur aduk antara bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Tapi ternyata saat saya lanjutkan membaca, banyak sarkasme dalam kalimat-kalimat di dalma buku ini.


Menggunakan gaya bercerita yang berbeda yakni dengan menyuguhkan korespondensi dua sahabat dalam bentuk email pribadi membuat pembaca merasa seperti menjadi pihak yang di “cc” atau di-forward-kan email-email mereka. Email pribadi antara dua  cewek; yang satu  baru saja kembali dari kuliah S1 di Jerman dan tinggal di Bandung; dan yang satunya adalah seorang cewek yang mendapat kesempatan menempuh pendidikan S2 di Perancis dan baru memulai kehidupan barunya di Perancis. Yang satu Kristen dan yang satu Islam. Yang satu orang Sunda dan yang satunya orang Batak.

Email-email pribadi ini memang benar-benar personal. Kita akan membaca dua sahabat yang membahas tentang keperawanan. Membahas tentang plihan mempertahankan atau bahkan pilihan untuk melepaskan keperawanan ini. Email-email ini juga berbicara secara jujur tentang pendapat mereka terhadap satu sama lain dan bahkan tentang diri sendiri. 

Tapi di luar itu, mereka tidak hanya berbicara tentang diri mereka sendiri. Mereka berbicara tentang Indonesia, tentang hal-hal di sekitar mereka serta apa yang ingin mereka lalukan atau bahkan apa yang bisa mereka lakukan. Upaya Tesa untuk mengubah beberapa hal di Bandung pun menarik untuk diikuti. Pendapatnya tentang beberapa hal di Bandung juga benar-benar sesuai dengan realitas.

Membaca novel ini membuat saya merasa “kaya”, mendapat banyak hal meski sedikit-sedikit. He..he.. (^_^)
Sayang covernya kurang nendang. Warna hitam membuat sampul ini agak terkesan suram. Dan selain itu saya rasa buku ini bahasanya cukup vulgar. Buku ini cocok dilahap oleh Young Adult, kalau untuk remaja saya takut akan menimbulkan kesalahpahaman.

Nice book, Sammaria. Dan buku ini saya anugerahi 4 bintang. (^_^)v

***
Tentang Penulis
Sammaria mengawali hidup di Bandung, 4 Mei 1983, dan menjalani hidup nomaden di berbagai kota di Indonesia, dari Medan sampai Jayapura. Sammaria dididik di ITB untuk menjadi seorang arsitek, tetapi malah menemukan legenda hidupnya sebagai seorang sutradara. Karena mendapat predikat TA terbaik, Sammaria tergoda menjadi arsitek dan berburu dolar ke Singapura. Akan tetapi Sammaria tetap dihantui panggilan menjadi sutradara. Setelah ditolak oleh banyak production house and advertising agency, Sammaria pulang kampung ke Bandung dan alih profesi menjadi pengacara.
Pengacara alias pengangguran..tapi sutradara. Saat ini Sammaria sedang  berusaha mncatatkan dirinya dalam gerakan renaissance sinema Indonesia dengan membuat sebuah film independen layar lebar yang low budget tapi belagu, berjudul cin(T)a.
Mau tahu lebih banyak tentang Sammaria? Cari dia di:
Blog: kartinigaksampaieropa.blogspot.com

2 komentar:

  1. sepertinya bagus nih buku mbak,,,:) pengen baca mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bagus. Konyol dan sarkastik tapi bener-bener nambah wawasan kita. Gak tau apa buku ini masih dijual di toko buku atau nggak.
      Ini juga hasil minjem.
      ha..ha..

      Hapus