Sabtu, 05 April 2014

Intreview Genk Kompor + Giveaway



Selamat datang April. Jangan lupa lebarkan pelukan dan persering senyum ya (^_^)

Kali ini, saya kembali menggandeng penulis untuk bikin giveway di sini. Dan rasanya ini adalah penulis yang paling heboh. Kenapa? Karena emang jumlahnya gak cuma 1 melainkan 6 orang. Heh? Buku macam apa yang butuh penulis 6 orang? Buku gokil semacam Genk Kompor mungkin?

He..he.. Iya, kali ini saya kedatangan 6 orang tamu dari berbagai pulau. Kalau biasanya saya menuliskan biodata penulis dengan lengkap, maka kali ini boleh yah kalau data mereka saya tulis sesingkat mungkin. Plissss (^/\^) soalnya profil ke-6 penulisnya panjang-panjang dan sudah menghasilkan beberapa tulisan dan bahkan novel. *alesan. Ih tapi serius (>_<)*




Genk Kompor adalah sebuah buku yang berisi cerita seru Genk Kompor. Cerita-cerita ini adalah serial yang sudah diterbitkan secara berkala di Majalah Story sejak tahun 2011. Nah, kali ini, saya penasaran untuk berkenalan dengan para penulisnya mengingat cerita-cerita Genk Kompor kocak dan bikin saya ngakak (walaupun ada juga yang bikin merinding).

Yuk kenalan dengan para penulis Genk Kompor. Mereka adalah:


Adnan Buchori  a.k.a Abe: cowok kelahiran 20 Oktober ini sehari-hari berprofesi sebagai bankir di Surabaya. Tulisan-tulisannya sudah dimuat di berbagai majalah. Sejumlah buku pun telah dilahirkannya, ada kumcer solo Paperplane of Love dan FLU: Fallin Love with U. Ia juga menulis dalam kumcer Kisah Cinta 3 Pria, Kolase Season 2: Dari Balik Jendela, dan A Cup of Tea for Writer. Kalau mau kenalan lebih jauh, sila add Facebooknya: Must Abe atau follow twitternya @Must_abe

Deny Wibisono a.k.a Deni: cowok lulusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Negeri Jember ini sekarang berprofesi sebagai guru di sebuah SMA di Lumajang. Karya Deni sudah terpajang di berbagai media seperti Bobo,Say!, Story, Mysteru, Mentari, Kuntum, dan Bali Pos. Ia juga menulis buku novel Berburu Ramuan Pintar, serta kumpulan dongeng Cerita Rakyat dari Jember, Cerita Rakyat dari Pasuruan, dan Cerita Rakyat dari Probolinggo. Beberapa cerpennya masuk dalam kumpulan cerpen seperti Kaos Kaki Koki Kami dan Mencopet Pencopet. Deni bisa dihubungi melalui Facebook: Deny Wibisono.

Nando a.k.a Nando: cowok kelahiran 17 Juli ini sudah mempublikasikan beragam tulisan di beberapa media nasional. Cerpen pertamanya dimuat di Kawanku tahun 1993. Bersama penulis lainnya ia menerbitkan Kisah Cinta 3 Pria, dan Kolase Season 2: Dari Balik Jendela. Ada juga kumcer solonya yang berjudul Beautiful Boy. Untuk kenalan dengan Nando bisa dengan nge-add Facebook: Nando Namaku II.

Reni Erina a.k.a Erin: ia bekerja di sebuah majalah remaja nasional di Jakarta dan sering menjadi pembicara di berbagai pelatihan menulis. Erin banyak menulis cerpen remaja dan dewasa yang sudah wira-wiri di berbagai media. Ia telah menerbitkan 4 novel teenlit yakni Album Dangdut dan Sekotak Cokelat, Maurin, Peri Pecicilan, dan Cekers Unyu-Unyu. Tulisannya juga terdapat dalam antologi Kolase Season 2: Dari Balik Jendela, A Cup of Tea for Single Mom, dan A Cup of Tea for Menggapai Mimpi. Untuk kenalan dengan Erin bisa melalui Facebook: Reni Teratai Air II atau di Group Facebook: Erin ‘n Friends.

T. Sandi Situmorang a.k.a Sandi: Sarjana Teknik Mesin ini memilih berprofesi sebagai penulis. Cerpen-cerpennya mulai dipublikasi di majalah pada pertengahan tahun 1990-an. Novel dan kumcernya yang telah terbit antara lain adalah Tiga Cinta, Cewek Matre, Ilana, Rahasia Kyla, Irena Si Ratu Sampah, Tukaran Pacar, Kesambet Nyi Roro Kidal, dan Setengah Hari Bersama Idola. Mau kenalan dengan Nando? Hubungi melalui Facebook: T Sandi Situmorang. Kamu juga bisa baca tulisan-tulisannya di www.rumahsandi.blogspot.com

Triani Retno A a.k.a Eno: lahir di Bandung, 24 Desember. Alumnus Fikom Unpad, Bandung.  Cerpen-cerpennya telah dimuat di berbagai majalah dan surat kabar. Selain itu juga telah mempublikasikan 20-an buku solo (antara lain Ibuku Tak Menyimpan Surga di Telapak Kakinya, Limit, Braga Siang Itu, Kayla Twitter Kemping, Siapa Mau Jadi Pacarku, The Reunion, Smile Aku Naksir Kamu, dan 25 Curhat Calon Penulis Beken) dan belasan buku antologi (di antaranya adalah A Cup of Tea for Writer). Kalau mau berkenalan dengan Eno bisa melalui Twitter @retnoteera. Boleh juga main ke Teras Teera di: www.takhanyanovel.blogspot.com

Profil penulis Genk Kompor ini lumayan panjang yah. *Fiuhh..hapus peluh* Nah, buat kenalan lebih jauh, yuk ikuti wawancara saya dengan mereka. Oiya, di wawancara ini ketahuan lho siapa yang paling  cerewet. Ha..ha.. *dikeplak seketika*. Nah, disimak ya wawancaranya (^_^)

1. Sejak kapan Genk Kompor terbentuk?
Eno: Nggak lama sejak mulai rusak-rusakan status di FB, deh. Tahun 2010.

2. Apa latar belakang hingga jadilah karya Genk Kompor ini?
Eno: Apa, ya? Untuk menyalurkan kenarsisan di jalan benar? :D

3. Bagaimana cerita awal perkenalan semua penulis Genk Kompor?
Nando :  Perkenalannya di FB karena sama-sama suka ngerusak status orang lain. Saling kompor, saling ledek tapi tetep temenan.
Eno: Nando bukannya udah kenal Abe sejak zaman perang kemerdekaan? Eh, kita juga kan udah kenal sebelum zaman FB. Tahun kapan tuh? 1999, ya?
Nando : Oh, iya. Khusus Abe, udah kenal sejak kami masih unyu SMA gitu. Saat pos masih eksis dan saat kami kepengeeennn banget jadi Cover Boy. Tahun 1989-an. Haadeeehhh tuanya kami sekarang.
Iya, kenal Eno tahun 1999 saat dia merajai majalah Kawanku. Waktu itu dia teriak-teriak minta kripik pedas. Hehehe…. Kenal Sandi karena aku inbox dia. Pengen kenalan dan juga ngaku-ngaku sebagai fans. Hehehe….
Eno: Hihihi…. Sore setelah majalah Kawanku itu terbit, Nando nelpon aku dan ngomel-ngomel, “Gila lo, Teera…! Orang se-Indonesia jadi tau kalo gue bawa kripik sanjai!” Hihi…. :p
Sandi : Kak Nando fitnah banget. Kenal ama Deni waktu di inbox. Dia minta didoain biar sukses pas ujian CPNS. Aku doain aja walau dalam hati mikir, “Emang saya bapaknya situ?”
Nando : Yeeee beneraaaaan, San….
Abe : Kenal Nando gara-gara dia kirim surat ngaku-ngaku fans aku dan minta jadi sahabat penanya, hahahaha.... Eno, Sandi, dan Erin awalnya kenal nama doang karena udah sering baca karya mereka di majalah. Kalo kenal baru di FB aja karena memang dia kurang terkenal. Hahaha….

4. Apa pengalaman paling berkesan yang dialami selama menulis Genk Kompor? (masing-masing penulis yaaaa)
Nando : Aku bukan penulis yang bisa nulis cerita lucu. Kebanyakan cerita yang kutulis melow-melow gitu. Tapi entah kenapa kok pas di GK ada aja ide lucu-lucunya. Mungkin karena karakter masing-masing tokoh begitu kuat, ya. Pokoknya seru aja nulis GK.
Abe : Saat denger kabar buku Genk Kompor 1 cetak ulang. Nggak nyangka aja proyek yang awalnya becandaan ini ternyata hasilnya luar biasa gini.
Pengalaman berkesan lainnya saat rame-rame ke Ujung Berung. Biyuuuh...! Penuh perjuangan dan doa. Hahaha.... Saat itu pertama kalinya 4 anak GK ngumpul.
Eno : Terbukti, kaaan… kalo Ujung Berung itu beneran ada? :p Dan itu jadi episode "Hari Ajaib Nando" ya?
Deny: Pengalaman paling berkesan pas liat ilustrasi yang kocak abis. Tangan dingin Alianto emang wuoke. Terkejut juga pas ketemu Abe di Surabaya yang ternyata perutnya one pack. :D
Eno: Apa ya? Waktu giliranku nulis, aku pas lagi ada masalah berat. Boro-boro deh bisa nulis. Mana waktunya udah mepet, lagi. Trus, SMS ke Nando minta dia gantiin. Dia bilang lagi sibuk banget tapi rupanya sambil sibuk itu dia mikirin ide buat GK. Sebelum deadline, cerita yang dia tulis udah jadi. J Saling bantu dan menyemangati, deh.

5. Bocorin donk pengaturan penulisan kroyokan Genk Kompor? Kok rasanya masing-masing karakter punya kekhasan dan ini terjaga di setiap cerita Genk Kompor.
Nando : Nulisnya sih bergiliran. Saling lempar juga. Edisi ini siapa sih yang nulis, edisi besok siapa. Yang kebetulan sibuk atau berhalangan (eits, bukan datang bulan loh) pura2-pura lupa dengan gilirannya. Mungkin karena masing-masing tokoh adalah pengandaian diri penulisnya, jadi karakternya begitu kuat dan kami paham dengan karakter itu. Mungkin karena itu kekhasannya tetap terjaga.
Eno: Awalnya banget, masing-masing bikin karakterisasi tiap tokoh. Misalnya, tokoh Eno itu tingginya segimana, rambutnya gimana, kacamatanya minus berapa, sukanya apa, yang nggak disukai apa, nama kucingnya siapa, dan sebagainya. Setelah karakterisasinya jadi, mulai deh nulis. Yang pertama kali nulis itu (episode perdana), Erin.

6. Bulan Maret 2014 ini adalah cerita terakhir Genk Kompor di Majalah Story. Bagaimana ke depannya? Apa cerita Genk Kompor akan benar-benar berakhir, atau cerita Genk Kompor akan diteruskan dalam format buku?

Nando : Sedih banget gitu tahu GK akan berakhir di Story. Soalnya gak bisa nyela anak-anak GK di dalam cerita. Abis, mau ketemu bareng kan susaaaah. Masing-masing tinggal di benua yang beda. Aku pribadi berharap GK lanjut dalam format buku. Pengennya lagi, GK dilayarlebarkan. Pengennyaaaaa....
Abe : Pengennya GK terus ada kayak Warkop DKI. Melegenda dan diingat pembaca, terutama poni lemparku, hihii….
Eno: Pengennya sih difilmkaaaannn! Mari galang petisi supaya GK difilmkan. :D

7. Sekarang kesibukan masing-masing penulis apa saja?
Nando : Aku saat ini masih kerja. Itu yang bikin aku belom nerbitin novel satu pun. Nyampe rumah udah tepar duluan, Gimana bisa buka laptop lagi? Tapi someday HARUS PUNYA!
Sandi :sibuk jualan.
Abe : Sibuk ngantor. Meriksa proposal anak buah dan kunjungan ke calon debitur potensial. Selain itu juga sibuk jualan kopi.
Eno: Sibuk ngerjain orderan editan dari mana-mana.
Erin sibuk jadi wartawan dan ngurus majalah. Kalo Deny sibuk ngajar dan ngegantiin popok bayinya :D

8. Pertanyaan pamungkas andalan saya: Kan saya ini seorang reviewer buku. Nah, menurut om-om dan tante-tante (^_^)v, reviewer itu apa sih? Sahabatkah, musuhkah, kritikuskah, atau apa nih?

Nando : Kayak nonton film horor, aku tuh suka-suka takut sekaligus penasaran dengan reviewer. Walau sebenarnya dikritik itu bagus tapi tetap aja deg-degan. Hehe….
Sandi :Sahabat. Kalo review-nya bagus, sahabat yang lagi akur banget. Kalo banyakan negatifnya, sahabat yang lagi perang.
Abe : Kalo sebelum review dia beli bukuku, berarti dia sahabat. Kalo review-nya bagus dan bisa memengaruhi orang lain beli bukuku, dia sahabat sejati. Kalo reviewnya jelek berarti dia sahabat yang payah. Hahaha…..
Eno: Jawabanku sama kayak yang di GA kemarin ya, Tria. Di-hyperlink aja ke sono, yaaa :D (sila baca di Interview Mbak Eno )

Nah, udah kenalankan dengan para penulis Genk Kompor yang ribut nian? Sekarang waktunya saya mengumumkan Giveaway kita kali ini. Oiya, sebelumnya baca yuk review saya untuk buku
Genk Kompor
Genk Kompor 2

Sudah baca reviewnya? Sekarang waktu untuk ikut Giveawaynya.  Hadiahnya? 
Untuk Pemenang Pertama: Genk Kompor 1 &2, Siapa Mau Jadi Pacarku, FLU: Falling in Love with You
Untuk Pemenang Kedua: Genk Kompor 1, Berburu Ramuan Pintar, Maurin, Beautiful Boy
Untuk Pemenang Ketiga: Genk Kompor 2, Album Dangdut dan Sekotak Cokelat, Dua Wajah, Berburu Ramuan Pintar

Bagaimana? Hadiahnya banyak kan? Cara mengikuti Giveawaynya juga gampang. Ikuti saja langkah-langkah berikut:

1.  Follow akun twitter saya (@atriasartika) dan Twitter @GenkKompor. Like FanPage Genk Kompor (https://www.facebook.com/GenkKompor?ref=ts&fref=ts) , dan follow blog ini juga via GFC atau Bloglovin.

2. Sebarkan info GA ini via twitter atau Facebook dengan me-mention saya dan @GenkKompor (via twitter) atau dengan menge-tag saya dan  Fan Page Genk Kompor (via FB). Kalimatnya? Bebas asalkan sopan dan menyenangkan. He..he.. (^_^)

3.       Semua peserta yang mengikuti GiveAway  diminta menjawab pertanyaan berikut di kolom komentar di blogpost ini:
“Kamu setuju gak dengan pendapat orang bahwa ‘masa SMA adalah masa yang paling indah’? Kenapa?”
Jawab sekreatif dan segokil mungkin ya.

Sertakan data diri: nama (yang dipakai untuk memfollow blog), akun twitter dan FB, link promo GA, & email.

4. Akan jadi nilai tambah kalau teman-teman memberi komentar di review buku-buku Genk Kompor yang ada di blog saya ini.

5. Pemenang akan kami pilih berdasarkan jawaban yang paling menarik menurut kami. (Kami akan berusaha untuk objektif). 

6. Giveaway ini berlangsung dari tanggal 5 – 30 April 2014. Pengumuman pemenang akan dilakukan selambat-lambatnya 1 minggu setelah Giveaway ini ditutup (7 Mei 2014).

7. Kalau ada pertanyaan terkait Giveaway ini, sila menghubungi saya via email di: anora(dot)widad(at)gmail(dot)com atau via twitter di @atriasartika

8. Oiya, GA ini hanya untuk yang berdomisili di Indonesia ya. Ongkos kirim ditanggung oleh saya selaku penyelenggara.

Mudahkan? Tunggu apa lagi? Yuk meriahkan April kamu dan ikuti Giveaway ini. Siapa tahu paket GA ini bisa sampai di rumah kamu.

22 komentar:

  1. Setuju. Sebab ya emang indah. Muahaha. Masa SMA itu masa pertama kita jadi remaja tanggung yg udah menuju dewasa. So, masa-masa labilnya masih aja nyangkut. Dah gitu di masa ini juga aku menemukan keberanianku. Berani mengeluarkan pendapat, berani berekspresi, berani anti-mainstream, udah berani jalan kemana-mana jugaak :D Pssst di masa SMA ini aku juga punya genk lho *gamau kalah ma Genk Kompor :p* namanya Lathcom a.k.a Latah Community. Terdiri dari 11 orang *lebih banyak kaaan :P* Namanya latah ya pasti orang-orangnya latahan haha. Satu beli ini, yang lain ikutan. Satu pake ini, yang lain niru. Satu pinjem, semua kepo. Satu sedih, semua sedih. Satu gembira semua gembira ^_^ ^_^ :D

    Nama: Ade Delina Putri
    Twitter: @adedelinaputri
    FB: Ade Delina Putri
    Link promo GA:
    Twitter: https://twitter.com/adedelinaputri/status/452337208356515840
    FB: https://www.facebook.com/deliina.putrii/posts/4097935182329?stream_ref=1
    Email: adedelinaputri@yahoo.cpm

    BalasHapus
    Balasan
    1. Genk Lathcom-nya masih eksis gak?? (^_^)

      Hapus
    2. Alhamdulillah masih mbak sampe sekarang :D

      Hapus
  2. Setuju bangeeet.

    Karena, di SMA banyak tersimpan kenangnan. Yang menyebalkan, konyol, lucu, senang, sedih. Semua ada di sana. Di SMA, aku mulai mencari jati diriku. Saat baru masuk SMA, aku seorang remaja bandel, suka membangkang orangtua. Bolos pelajaran, datang telat, kemeja nggak pernah dimasukkan, sepatu nggak mau pakai hitam, ikat pinggang nggak hitam, kaos kaki nggak putih. Waktunya pakai batik malah pakai putih abu-abu. Main bola sampai kaki bengkak karena keseleo. Dimarahi Ibu gara-gara pulang babak belur habis jatuh dari motor. Ngerjain murid yang kuanggap nerd, ngerjain guru killer.

    Dan aku merasakan cinta pertama, juga di SMA. Waktu itu sebelas SMA. Aku jatuh cinta pada seorang temanku. Yang kupikir hanya cinta monyet. Ternyata cinta itu berubah jadi cinta dewasa. Sampai saat ini, aku masih mencintainya (setelah lima tahun).

    Masa SMA. Masa dimana hanya ada canda dan tawa yang mendominasi. Bertindak semaunya tanpa dipikirkan terlebih dulu. Tapi, disana juga aku menemukan apa sesungguhnya yang kucari dalam hidup dan apa tujuan hidupku. Ahh.. aku sangat merindukan masa-masa itu.

    Yang jelas, cerita masa SMA sampai kapan pun tidak akan pernah hilang dari hati dan kepalaku. Ada tempat khusus yang kusediakan untuk menyimpan cerita itu. Agar suatu saat kalau aku ingin mengenang, dengan mudah aku akan menemukannya dalam memoriku.

    Nama : Anis Antika
    Twitter : @AntikaAnis
    Facebook: www.facebook.com/cessa.tom
    Email : anis_antika@yahoo.com
    Link promo GA : https://twitter.com/AntikaAnis/status/453067689720696832

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masa SMA itu warna-warni banget ya (^_^)

      Hapus
  3. Sangat Setuju :D Semua orang pasti setuju kalau masa-masa SMA itu adalah masa yang paling indah. Apalagi pas denger lirik yang, "tiada masa paling indah, masa-masa di sekolah... tiada kisah paling indah, kisah kasih di sekolah" . Sumpah itu liriknya ngena bangetttt.!!! hiks :')

    Masa-masa SMA itu adalah masa yang paling indah. Karena saat-saat SMA adalah saat-saat terakhir kita untuk mengenakan seragam sekolah putih-abu-abu. Di SMA, kita dapat memiliki banyak pengalaman baru, semangat baru, suasana baru, teman baru, pokoknya serba baru deh...hahahah :D
    Tapi....
    kalo menurut aku pribadi sih, puncak masa-masa paling indah di SMA itu ada pas kita udah di tingkat terakhir, ya tepatnya kelas 12 (atau kelas 3 SMA), saat itu perasaan sedih bangga udah tercampur semua jadi satu *kayak makanan gado-gado*.
    Perasaan sedihnya itu kita akan merasa kangen sama sekolah tercinta ,dan mungkin kita akan berpikir kalau lulus nanti, kita akan jarang banget ketemu lagi dengan teman-teman SMA, membayangkan saat kita ngumpul bersama, tawa bersama, berpacu dalam melody, hal-hal yang biasa *nah lo itukan lirik Bondan Ft fade2black ?*. #ahsudahlah, kembali ke topik*! XD
    Apalagi kalau ingat kejadian pas musik Harlem Shake lagi booming-boomingnya, teman-teman satu kelas punya ide buat tarian Harlem Shake yg gila itu satu kelas, jadi deh.. kami semua joget gila-gilaan bareng+di video pake kamera HP temen, nah... hal yg paling gila itu, ada temen yg bela-belain sampe pinjam panci dari kantin *parah!*, pake helm dikepala, baju dilempar-lempar, dan hal kegilaan lainnya. Demi apa, kenangan yg gokil banget :D

    Sungguh masa-masa yang paling indah, masa-masa itu takkan pernah hilang dari memoriku, selalu ku kenang, takkan mungkin ku lupakan..*Lebay mode on*

    Jujur, dalam hatiku saya selalu bertanya "kenapa harus ada yang namanya perpisahan, kalau hanya membuat luka?" *Lebay mode on part 2* :D XD

    Nama: Nandita Nuzul Rahmah
    Twitter : @rahma_nnr
    email : nanditanrahmah26@gmail.com
    Link share GA : https://twitter.com/rahma_nnr/status/454139227949633536

    Terimakasih atas GA-nya ya kaaaaak :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oiya, ini komentar saya ya kak :
      Genk Kompor 1 >>> http://atriadanbuku.blogspot.com/2013/10/genk-kompor-one-for-all-all-for-dhuaaar.html?showComment=1398062323570#c6302936787073048692
      Genk Kompor 2 >>> http://atriadanbuku.blogspot.com/2014/02/genk-kompor-2.html?showComment=1398062478670#c7965524629748651872

      Hapus
  4. Setuju banget.
    Hihi sebab waktu SMA itu masa-masanya menjadi remaja yang mau menjadi dewasa.

    Jadi bersikap seolah-olah sudah dewasa, sehingga berani melanggar peraturan. Saya sendiri sering melanggar peraturan. Misalnya, ke sekolah pakai sepatu putih, nggak ikut upacara, baru datang ke sekolah jam 8, lompati paggar, ngebantah guru, nggak ngerjain pr, nyontek terang-terangan.

    Ya Tuhan, banyaknya kenakalan itu...
    Tetapi saat SMA itu, kenakan-kenakalan itu menyenangkan. Kebutuhan akan diakui oleh orang lain, dan tidak mau kalah dengan guru, sehingga sering juga ngebantah guru.

    Kemudian merasa sok dewasa. Mulai menggunakan make up, tidak hanya lipbalm, tetapi ada juga dempul dan blash on. (yang ini bukan saya). Walaupun sudah ditegur, juga tidak dipedulikan.

    Dan yang paling mengena itu masa-masa merah jambu. Biasanya ada aturan boleh pacaran setelah umur 17 tahun. Bener kan? Walaupun sebelum itu sudah pacaran backstreet tetapi setelah 17 tahun mulailah pacaran terang-terangan di hadapan ortu. Tidak jarang mengajak pacar ke rumah. Eiyee...
    Yang lebih seru itu, kalau satu sekolah. Misal jajan ke kantin berdua, di uks ditemenin, minta dianterin ke sana kemari (kayak tukang ojek), disorakin tetep seneng.

    Yah itulah SMA, kalau bisa dibilang masa SMA itu nakal-nakalnya bocah. Semua kenakalan dan di zaman itu. Karena setelah lulus SMA, mereka mulai berpikir ke masa depannya. Tugas yang menumpuk, pekerjaan, kehidupan sehari-hari dll...

    Ah kangen masa SMA, dan semua teman-teman SMA.

    Nama : Vera Astanti
    twitter : @vastanti
    email : egizha@gmail.com
    link shared : https://twitter.com/VAstanti/status/455283057923067904

    makasiiih :)

    BalasHapus
  5. Setuju!!! Karena saat itu aku bisa tahu arti sahabat, juga tahu gimana rasanya jatuh cinta, hehehe #curcol.

    Masa SMA itu seru banget. Gak pengen lulus dari SMA, pengennya bareng terus sama temen-temen, apalagi sama doi :D

    Bolos pelajaran matematika, bikin nangis guru kimia, dimarahin guru olahraga dan selalu berjamaah dalam shalat maupun jajan di kantin, ya cuma di SMA. Pengen banget semua itu terulang lagi.

    Nama: Zulfa Nurul
    Twitter: @zoellula
    link promo : https://twitter.com/zoellula/status/455673813561139200
    email: zoellula.zn@gmail.com

    BalasHapus
  6. Kalau aku sih dibilang seru nggak seru ya masih labil juga, soalnya kan lagi jalanin masa SMA, baru kelas 10 ini :D Tapi... setelah menjalani kurang lebih 10 bulan ini, aku bisa menyatakan kalau masa SMA itu SERU, lebih tepatnya seru sih bukan indah :P

    Di kelas aku sendiri, semua anaknya pada gokil, kompak, dan rame banget. Walaupun pas awal-awal masuk kita sok jaim gitu karena mungkin baru pada kenal, tapi lama-kelamaan enjoy banget kok. Di kelas, aku bisa gabung sama anak-anak yang punya beda-beda selera, ada yang suka nonton drama Korea, ada yang suka foto-foto narsis, ada yang suka curhat-curhat alay, dan nggak menutup kemungkinan cewek sama cowok bisa nyatu banget, iyalah... murid laki-lakinya cuma ada 8, sedangkan perempuan ada 30. Hahah...

    Pernah kita hangout bareng, nggak semuanya sih, tapi lumayan juga, jalan-jalan ke mall, sok-sokan shopping kayak orang sosialita padahal minta traktir temen, makan bareng, ke toko buku bareng, main timezone bareng, dan nonton bareng. Yah kecewa sih karena aku sama temen-temen cowok lebih setuju kalau nonton film Street Society saat itu, eh jadinya malah nonton film horor, tapi tetep seru, apalagi pas makan popcorn, beli sekardus hampir setengahnya abis sama aku. Hahaha xD

    Kita juga nggak sungkan untuk buka-bukaan, maksudnya semacam pengakuan ToD, ditanya siapa orang yang disuka, kenapa, dan lain sebagainya. Sampai pernah aku jujur sama temen sekelas, kalau ada orang di kelas yang aku suka, alhasil jadi bahan gosip seminggu lebih. Duh xD Beruntung juga bisa sekelas sama temen-temen kayak mereka, ada yang bisa dimintain traktir, ada yang jadi fotografer, ada yang bisa dimintai pinjem laptopnya, hapenya, semuanya deh... ibaratnya milik mereka adalah milikku, milikku bukan milik mereka. Heheh...

    Mungkin gitu sih, ya walaupun ngenesnya hampir kebanyakan diantara mereka udah pacaran, jadinya mojokkin yang jomblo, bahan bullying kalau malam Minggu tiba u,u Tapi tetep seru kok, dan menurutku nggak banyak masalah yang begitu berdampak, paling cuma masalah pelajar yang kebanyakkan tugas, terus stres sendiri, sasaran marahnya ke temennya. Gitu-gitu aja sih.

    Eh itu dari kelas aku aja, secara keseluruhan sih rame juga, walau aku nggak begitu dekat sama kakak kelas, tapi seneng lah bisa kenal mereka. Seneng juga lewatin hari-hari bareng temen sekelas yang nggak terlalu kayak yang lain, kita mah anaknya rajin, jadi nggak malu-maluin. Hihi...

    GFC : Asy-syifaa Halimatu Sadiah
    Twitter : @asysyifaahs
    Facebook : Asy-syifaa Halimatu Sa’diah
    Link share GA : http://twitter.com/asysyifaahs/status/456224650201034753
    Email : asysyifaahs@yahoo.com
    Komentar :
    - Genk Kompor
    - Genk Kompor 2

    BalasHapus
  7. Jadi bingung kenapa komentar di atas pada setuju semua ya? Hahaa.

    Di satu sisi, SMA adalah masa-masa dimana remaja sedang mematangkan usianya menuju tingkat dewasa. Segala rasa mulai muncul ketika sedang masa peralihan seperti ini. Entah itu muncul rasa cinta kepada lawan jenis, atau patah hati mungkin? Di sisi lain, SMA bukanlah tolak ukur kehidupan yang sesungguhnya.

    Menurutku, masa SMA itu HANYA INDAH. BUKAN PALING INDAH.

    Jadi, masa-masa TERIDAH dalam hidup yaitu ketika aku sudah bisa mencari uang sendiri dengan hasil jerih payah dan kerja keras sendiri. Tanpa meminta sepeserpun kepada orang tua atau siapapun. Bagus lagi jika sudah bisa memberikan kebahagiaan untuk orang tua. Tidak sekedar materi, tetapi lebih kepada ucapan terima kasih karena orang tua telah mendidik dan membesarkan hingga saat ini.
    Jadi, masa SMA hanyalah jembatan untuk menuju kebahagiaan yang sesungguhnya. Bukan akhir daripada paling bahagia.

    Nama : Neni Safitri (via bloglovin)
    Twitter : @nhenie
    Link share : https://twitter.com/nhenie/status/459171345620676608
    Email : nh3_n1e@yahoo.co.id

    BalasHapus
  8. Setuju gak setuju sih.
    Bukan Indah, lebih tepatnya tak terlupakan ;;)
    Kalo sesuai dengan pengalamanku selama SMA (tahun ini aku lulus lohh), masa SMA ini penuh dengan pelajaran hidup. Sesuatu yang selama ini aku lihat di sinetron yang terkesan dibuat-buat, atau cerita novel yang menurutku hanya hasil imajinasi pengarangnya aku temukan dalam bentuk nyata di sekolah.

    Aku juga bertemu banyak karakter orang, dari yang baik banget, polos banget, Jahat (iri, sampai-sampai suka ngeliatin aku dari ujung kaki sampe ujung rambut), sampe yang digosipin suka jalan sama om-om ..

    Selain itu di SMA ini aku, juga belajar menjalin hubungan pacaran yang ga main-main. Orangtuaku dan orgtua pacarku sama-sama sudah tahu hubungan pcaran kami, jadi sudah mulai mendapat restu (tinggal bagaimana mempertahankan hubungan saja)
    Pelajaran hidup tentang bagaimana menghadapi masalah juga banyak kudapat, karena selama SMA ini entah kenapa ada beberapa org yg bisa dibilang merusak ketenangan hidupku di sekolah. Bahkan aku sempat merasakan rasa benci yg memuncak karena seseorang, sampai ingin kubunuh orang itu (maaf curhat)

    Sudah jelas kan kenapa aku bilang bukan INDAH tapi TAK TERLUPAKAN.


    Nama : Ida Ayu Putu Ledys Deviyani
    Twitter : @dayuledys
    FB : Dayu Ledys

    Link Share :
    twit >> https://twitter.com/dayuledys/status/459360119415791616
    fb >> https://www.facebook.com/dayu.ledys/posts/726159207406892?stream_ref=10

    Link coment review :
    Genk kompor 1 : http://atriadanbuku.blogspot.com/2013/10/genk-kompor-one-for-all-all-for-dhuaaar.html?showComment=1398354036151#c695986864549339156
    Genk kompor 2 : http://atriadanbuku.blogspot.com/2014/02/genk-kompor-2.html?showComment=1398354741712#c2896970566508802060

    Email : dayu.ledys@yahoo.co.id

    Wish me luck :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. oya ini kelupaan ..
      follow via GFC : Dayu Ledys

      :)

      Hapus
  9. Masa SMA itu masa yg luar biasa,, punya pacar pertama kali pas SMA, dan dapet pacar anak SMA Kodya. Wah bagga banget tuh dapetinnya.. maklum SMA saya diKabupaten.


    Dan yang paling penting adalah masa SMA tuh masa dimana bisa ngegodain guru PPL (mahasiswa yg lagi praktek ngajar) wah itu yg paling seru. Apa guru PPL nya cantik, baaaaahh... makin semangat ngegodainnya.. sampe2 jadi bahan taruhan bwt macarin guru PPL. Hahaaha...

    Pernah tuh ada guru PPL cantik banget, muka ama body Model abis.. rambut panjang muka aga bule, tinggu langsing.. waaahh.. model dah pokonya.. satu SMA pada heboh.. anak IPS pada seneng tuh karena dia guru PPL Akutansi... Anak IPA pada gigit jari dah, termasuk gw karena anak IPA. Tp gw ga khabisan akal, pas kbetulan klas gw gurunya ga masuk, dan gw ikut kelas IPS demi nggodain guru PPL model.. hahaa.. *keep godain guru PPL cantik... jadikan tradisi.. hahahaha...

    Luar biasa bgt dah masa SMA, masa dimana bangga dengan seragam putih abunya..


    Gw cm ikut koment aj deh... yah.. berhubung yg punya blog ini tau siapa gw dan baru kali ini komen dblognya.. haha.. sorry ya br komen komen.. :* hihi..

    BalasHapus
  10. Nama : Emi Rahma

    Twitter : @emirahma_

    FB : Emi Rahma

    Link Promo twitter :
    https://mobile.twitter.com/emirahma_/status/459483077748588545?p=v

    Email : emiemi.rahma@gmail.com

    Kalau aku setuju banget sama pernyataan di atas. Memang masa SMA adalah masa tergokil sejagad raya. Gimana enggak, dulu aku pas SMA dijulukin Miss Telat. Tiap ada anak yang berangkatnya udah bareng sama aku, mereka pasti panik. Takut dihukum. Kartu sangsi terlambat pun udah penuh aja. Dan bandelnya, dulu pas mau ada pemeriksaan kartu, aku beli aja yang baru. Huaha... Soalnya kartunya yang udah full bakal dapet tugas tambahan entah apa. Siapa juga yang mau dapet tugas tambahan. Apalagi kalau bersihin kamar mandi. Ewww...

    Selain telat mulu, aku juga jarang pakai atribut sekolah lengkap pas upacara. Kadang nggak pakai dasi, topi, atau ikat pinggang. Tapi anehnya jarang ketahuan. Dulu rasanya ngelakuin apa-apa santai banget. Nggak takut kena hukum. Meski pun kena hukum pasti aku ngejalaninnya malah seneng-seneng aja.

    Selain kebandelan itu, dulu sama temen-temen sering banget nongkrong di rental komik. Berjam-jam baca beberapa komik di tempat. Tapi giliran pas pinjem cuma satu komik doang. Tapi untunglah yang punya tau kapasitas kantong kami. Huhu

    Pokoknya masih banyak deh keseruan masa SMA :D

    BalasHapus
  11. saya setuju dengan masa Sekolah masa yang indah. seakan kita memasuki dunia baru, hehe masa kenakalan terjadi dan masa sedikit songong muncul. sewaktu ingin cabut dari sekolah akhirnya ketangkap basah sama guru DP dan akhirnya disuruh membersihkan kamar mandi yang baunya seperti 1 abad!!!! hahahaha disitu paling aku kenal..

    sering duduk dipojokan sekolah sambil sesekali mengambil contekan yang sudah ditulis terlebih dahulu dirumah. hqhahahaha

    dan satu lagi. jatuh cinta! saat pertama kenal dengan dunia jatuh cinta malu malu kucing bahkn kirim surat tapi jarak hanya 3 bangku dari tempat duduk hahaha :D


    Nama : Denis Syahputra
    fb : www.facebook.com/denis.hmmm
    twitter: @Ns_Denis_SKep

    link promo: https://twitter.com/Ns_denis_skep/status/459533844991836160

    link promo fb: https://www.facebook.com/denis.hmmm/posts/723416651044055?stream_ref=1

    email: denis_hmmm@yahoo.co.id

    comment GK 1: http://atriadanbuku.blogspot.com/2013/10/genk-kompor-one-for-all-all-for-dhuaaar.html?showComment=1398398335947#c3270116121127230277
    comentt GK 2: http://atriadanbuku.blogspot.com/2014/02/genk-kompor-2.html?showComment=1398398374192#c6264128368277402976

    BalasHapus
  12. Rikzan Ubaidillah29 April 2014 11.50

    Setuju, karena ada 1001 cerita yang tercipta kala SMA.
    Seperti saat bersama sahabat yang gaul, gokil, geblek, gendeng en garing. Mulai ngerumpi di kelas, kabur ke kantin pas jam pelajaran, tidur saat istirahat sampe bersihin toilet bareng akibat kena sanksi. Tapi ada juga yang positif kok, diantaranya ngerjain PR bareng, gantian nraktir jajan di sekolah dan godain cewek-cewek bening #eh.
    Atau ketika ketemu gebetan yang bikin galau, gelisah dan gundah gulana. Karena belum berani nembak. Grogi. Tapi geregetan, kenapa doi belum ngasih kode? Beda lagi sama penggemar alay. Bawaannya geli sekaligus gatel (pengen nabokin). Habis pada godain sih #pede.
    Terus paling geram plus gedek kalo diajar sama guru killer. But, kalo gurunya seksi malah jadi genit dan pengen ngegombalin.
    Dan masih banyak lagi.
    Pokoknya jaman putih abu-abu itu penuh dengan nano-nano rasa. Indah banget. Kok, indah? Karena sesuatu dikatakan indah apabila kita bisa merasakannya.

    Nama: Rikzan Ubaidillah
    Twitter: @rick_ubay
    Facebook: Rikzan Ubaidillah
    Link Promo: https://www.facebook.com/rikzan.ubaidillah dan twtter.

    Email: urikzan@yahoo.com

    BalasHapus
  13. Setuju banget :)

    Di masa SMA memang sangatlah indah. Banyak hal-hal kecil di masa SMA yang menjadi indah. Misalnya saja, banyak terjebak cinta monyet di SMA :D hehe. Saat SMA banyak cowok yang menyatakan cintanya tanpa pikir panjang. Padahal si cowok saja jajan ikut ortu, sedangkan sudah menjanjikan ini itu, hadeechhh!!! Lucu kan? Saat terjebak masalah itu, rasanya itu beda banget. Itulah bumbu indahnya masa putih abu-abu, hhihihi ...

    Terlepas dari peristiwa itu, ada lagi yang bikin greget. Saat terjebak cinta lokasi di sebuah ekstrakurikuler di sekolah ^_^
    Efek baiknya adalah ... makin giat ikutan ekskul gara-gara ketemu si 'dia'. Hemm ... Masa putih abu-abu itu manis, kayak rasa es krim rasa stowberry, wkwk -_-

    Over all, masa SMA itu membuat kita menjadi semakin dewasa. Penuh kenangan yang bermakna ... ^_-


    Nama: Anggi Putri
    Twitter: @anggi7putri
    Facebook: Anggi Putri W.
    Link promo: https://twitter.com/anggi7putri/status/461042118794829825
    https://www.facebook.com/anggie.puthriechiiemuutzz
    Email: anggi_putri009@yahoo.co.id

    BalasHapus
  14. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  15. Aku??// jelas setuju.... setuju banget malah. Kenapa??? and why????

    Karena masa2 SMA itu adl masa dmn kita bertransisi. dr yg pemalu jd malu2in. Dr yg pendiam, malah suka rame, dan yg biasa fokus belajar, malah lirik-lirikan sm teman sblh bangku. *eh*... :D

    Betul tuh kata bang Chrisye yg 'Tiada masa paling indah, masa2 disekolah. Tiada kisah paling indah. KIsah kasih disekolah' :D

    Nah ketika putih abu-abu itulah yg sangat bikin kita nano. Kadang merasa semangat banget buat belajar, kadang males masuk sekolah, dan yang paling gak habis pikir. Adalah ketika kita ngotot banget belajar buat ulangan besok. Tp malah usaha kita sia2 gitu aja krn ulangannya batal. Siapa coba yang naik darah, Masih mending naik ojek, kenak angin sepoi2. Nah ini.... *aduhhh*

    Ada juga yg nangis2 cina sambil curhat ababil pas jam kosong. Gara2nya abis putus sama doi yg ada di kelas sebelah.... Duhhhhh popkoknya nano2 deh rasanya.

    Pake seragam putih abu2 itu banyak bangganya, sedihnya juga...
    Kadang kita banyak dapet pelajaran dr setiap kesalah dan pergaulan kita. Kadang malah kita disalahkan krn ocehan kita yg dianggap g penting. Ada juga yg sok kayak emak2 jaman dulu. jodoh2in kita sama teman sekelas. Yah.... paparazzi gitu deh....

    Belum lg kalo eksul pas kecantol kakak kelas. Ehhhh seru banget itu pasti. Dijamin bakal giat berangkat eksulnya. Sejauh dan sepanas apapun cuacanya, demi kakak kelas, di jabanin deh....

    Masa2 SMA itu seru. gokil, asyik, kenangan banget pokoknya. Krn pas kita SMA, banyak hal waktu SD atau SMP yg g bisa kita lakuin, kita lakuin disitu. Masa2 SMA juga yang mengajarkan kita akan masa depan. Mau kemana kita setelah Ujian Nasional. Lari gitu aja..... bawa ijasah ke perguruan tinggi, atau nawarin tenaga sm yg membutuhkan.

    Semua nya campur aduk. Nano-nano deh.... permen mah kalah.... Pokoknya bagiku, masa SMA itu *AMAZING*. gak ada momen sespesial, sekeren, segokil dan seberarti selain masa SMA. Masa kuliah???? gak semua orang punya masa itu. So...., baik buruknya kenangan mu ketika SMA, simpan saja.... jangan dibuang karena malu atau takut. Salam kece geng :D


    Nama : Elok Faiqotul Hikmah
    twitter : @_elokfa
    FB : Elok Faiqotul (Heizyi)
    Mail : elokfa@gmail.com


    #Link Promo# :

    https://twitter.com/_elokfa/status/461328829143736320

    BalasHapus