Sabtu, 26 April 2014

Cerita Cinta: Cerpen-Cerpen Amerika



“Lewat teks-teks sastra, sering kali kita diingatkan pada butir-butir mutiara kemanusiaan yang selama ini absen dalam relung-relung kesadaran kita. Terlindas oleh rutinitas hidup keseharian yang terkadang palsu dan menipu” – Anton Kurnia (hal.14-15)

Alih bahasa: Anton Kurnia
Penata Kata: Muhidin M. Dahlan
Penata sampul: M. Bakkar Wibowo
Penata Letak: U. Oskar T. A
Penerbit: Jalasutra
Cetakan: 1, Maret 2003
Jumlah hal.: 144 halaman
ISBN: 979-96337-13-2

 "Laki-laki yang tidak menunjukkan rasa hormat kepada seorang perempuan tidak akan dihormati oleh kaum laki-laki" dalam cerpen Surat Cinta oleh Edgar Allan Poe (hal.78)

Buku ini adalah sebuah antologi cerpen dari penulis-penulis yang cukup terkenal di Amerika. Mereka adalah Erskine Caldwell, Ernest Hemingway, O.Henry, Shirley Jackson, Jack Kerouac, Toni Morrison, Edgar Allan Poe, William Saroyan, Isaac Bashevis Singer, John Steinbeck, Mark Twain. Melihat nama-nama tersebut terpampang di belakang cover yang biasanya diisi oleh blurb, maka saya tergerak untuk meminjamnya. Ya, meminjam karena sejujurnya sampulnya sangat tidak menarik.

Sampul bukunya tidak merepresentatifkan nama-nama besar penulis yang cerpen-cerpennya dibukukan di dalam buku mungil ini. Sangat disayangkan (>_<). Istilah "Don't judge the book by it's cover" sangat berlaku untuk buku ini.

Profil penulis yang menjadi pembuka di buku ini saja sudah memberi banyak informasi bagi pembaca tentang selintas cerita tentang para penulis tersohor ini. Pengantar dari Anton Kurnia selaku editor pun berhasil membuat saya semakin penasaran membaca cerpen-cerpen di dalam buku ini.


Ingin sekali saya menceritakan setiap cerpen di dalam buku ini tapi saya takut menjadi spoiler. Maka saya akan menyebutkan beberapa cerpen yang paling membekas bagi saya:

Pertama adalah cerpen berjudul Bukan Karena Tak Cinta yang ditulis Erskine Caldwell yang menjadi cerpen pembuka. Mengangkat cerita tentang Jim (yang jika saya tak salah paham adalah seorang buruh berdarah Negro). Ia membunuh putrinya karena tidak sanggup melihat putrinya kelaparan. (T_T) ini adalah realitas yang sampai sekarang masih mungkin terus terjadi. Betapa himpiran ekonomi kadang membuat manusia mengambil keputusan yang absurd yang tidak akan bisa kita pahami hingga kita berada di posisi mereka (>_<).

Kedua adalah cerpen berjudul Cinta yang Terlarang karya Isaac Bashevis Singer, cerpen ke delapan di dalam buku ini. Mengangkat kisah yang mirip dengan cerita Sampek Engtay, tentang perempuan yang menyamar menjadi laki-laki. Namun cerita ini lebih kompleks walaupun dalam wujud cerpen sebab satu persatu konsekuensi tindakan Yentl (tokoh utama) yang menyamar sebagai laki-laki bernama Anshel dan malah melibatkan dan menyakiti pihak-pihak lain. 

Terakhir cerpen Rahasia Jenderal Tercinta karya Mark Twain yang menjadi cerpen penutup dalam buku ini. Cerita yang menarik dan menghibur tentang batap keberuntungan bisa menyelamatkan orang-orang bodoh. Ha..ha.. (^_^)

Buku antologi cinta ini mengangkat beragam genre. Edgar Allan Poe seperti biasa menyuguhkan cerita detektif yang menarik tentang surat cinta, ada pula Shirley Jackson yang mengangkat tentang cerita seorang ibu dan buah hatinya yang unik. (^_^)v 

Dengan semua nilai lebih dari setiap cerpen maka buku ini pantas untuk saya beri bintang 4. Ah, seandainya covernya lebih menarik, maka akan saya anugerahi 5 bintang. Sayang sekali jika buku ini tidak dinikmati oleh khalayak banyak karena covernya yang (maaf) sangat norak (>_<)

"Pikiran-pikiran mengawali kata-kata, kata-kata mengawali perbuatan" dalam cerpen Cinta yang Terlarang oleh Isaac Bashevis Singer (hal. 105)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar