Kamis, 06 Maret 2014

Interview Herlina P Dewi (+ Giveaway Maret Ceria)



Februari yang penuh warna telah berakhir. Bagaimana Februari kamu? Penuh rona pink karena sedang jatuh cinta? Atau jangan-jangan penuh warna kelabu karena beberapa musibah yang menimpa tanah air kita? Tapi tetap optimis ya. 

Saya percaya Maret akan datang membawa keceriaan. Saya pribadi sih akan terjebak dengan berbagai kegiatan seru bersama teman-teman komunitas di Bandung. Jadi, walaupun pasti akan merasa lelah, saya tetap percaya akan ada setumpuk kenangan manis dan penuh senyum yang sudah menanti (^_^)
Ah, maaf pengantar yang kelamaan ini. Sesuai janji saya. Setiap bulan saya akan membuat giveaway dan biasanya berhadiah buku-buku karya penulis yang saya wawancarai. Nah, bulan ini kita akan berkenalan lebih dekat dengan mbak Herlina P Dewi

Seperti biasa, sebelum menampilkan hasil wawancara saya (yang kali ini via email), saya akan memberi bocoran sedikit tentang profil mbak Herlina. Berikut profilnya yang saya kutip langsung dari http://www.stilettobook.com/

Herlina P Dewi
Kecintaannya pada buku dan majalah telah membawa perempuan ini mendirikan penerbit Stiletto Book. Menyebut dirinya sebagai kutu loncat, karena selama sembilan tahun, dia telah menjalani pekerjaan sebagai: staf administrasi, waitress, sekretaris, penerjemah bahasa Prancis, editor, dan manajer keuangan, sebelum akhirnya meninggalkan kariernya dan fokus bersama Stiletto Book sebagai editor in chief.


Telah melahirkan dua buku; Wedding Checklist – Buku Harian Calon Pengantin (Stiletto Book, 2011) dan Mengelola Keuangan Pribadi untuk Perempuan Lajang dan Menikah (Stiletto Book, 2010). Dia juga menjadi penyusun tetap serial A Cup Of Tea yang diterbitkan oleh Stiletto Book. Bulan Oktober 2013, Dewi menerbitkan novel pertamanya berjudul Seribu Kerinduan.


Lulusan Sastra Prancis UNPAD dan Akuntansi UGM ini sangat mencintai kopi, dan tidak bisa hidup tanpanya. Dia masih menjaga mimpinya untuk bisa terbang ke Prancis dan menyusuri keindahan sungai Seine.


Kontak dengan penulis: Email: herlinapdewi@gmail.com, Facebook: Herlina P. Dewi, Twitter: @HerlinaPDewi, Blog: secangkirkopimu.blogspot.com


Sudah kenal dengan Mbak Herlina? Yuk sekarang simak wawancara amatir saya tentang dunia buku bersama Mbak Herlina.


Sejak kapan mbak berkecimpung di dunia industri buku?
Sejak Januari 2011, ketika memutuskan keluar dari pekerjaan kantoran yang sudah saya jalani kurang lebih 9 tahun. 

Buku “Seribu Kerinduan” adalah buku pertama yang mbak tulis. Bisa cerita tentang proses kreatifnya nggak mbak? Suka dukanya?
Novel pertama kan maksudnya? J Karena sebelumnya saya sudah nulis dua buku nonfiksi dan beberapa buku antologi.  Sebenarnya naskah novel Seribu Kerinduan sudah saya tulis sejak awal 2011 dan sudah selesai 80%, tapi saya diamkan cukup lama karena sibuk mengurus naskah penulis lain dan juga ngurus bayi. Saya baru meneruskan naskah ini pada pertengahan 2013, dan ajaibnya, saya bisa merampungkannya hanya dalam waktu 2 minggu. (Tepuk tangan dong! Haha). Sukanya: karena saya menuliskan karakter dan kehidupan si tokoh dengan isu-isu yang memang pengin saya tahu, jadi memudahkan riset. Dukanya: saya tidak pernah menganggap kesulitan dalam menulis itu sebagai duka, tapi tantangan. (Gaya banget ya?) Hahaha. Maaf.

Apakah sekarang sudah menyiapkan novel kedua?
Belum. Masih fokus mengurus penerbitan jadi belum sempat cari ide lagi.

Sekarang mbak berposisi sebagai pimpinan redaksi penerbit Stiletto Book. Selain itu, Mbak Herlina juga seorang editor. Dan sekarang sudah menjadi penulis. Nah, dari ketiga profesi ini, mana yang paling mbak sukai? Kenapa?
Ini sebenarnya seperti setali tiga uang, ya? Pemimpin redaksi sebaiknya memang seorang editor, dan lebih oke lagi kalau dia juga punya kemampuan menulis. Hal ini akan membuat dia “mengerti” kesulitan penulis ketika proses editing sehingga bisa lebih bijak dalam menyikapi persoalan. Jadi, sepertinya susah untuk dipisah-pisahkan. Saya sendiri suka ketiganya. J Kalau dipaksa suruh milih (saya nggak suka abstain, karena hidup itu piliham haha), saya akan menjatuhkan pilihan sebagai pemimpin redaksi saja. Pada dasarnya, saya suka membuat konsep dan rencana-rencana untuk direalisasikan. 

Belok dikit nih. Apa sih yang mendorong mbak mendirikan Stiletto Book? Kenapa mengkhususkan diri sebagai penerbit buku-buku perempuan?
Awalnya justru tidak sengaja. Saya punya naskah nonfiksi bertema keuangan pribadi dan berniat menerbitkan buku tersebut secara indie. Si percetakan tempat saya nyetak buku bilang kalau mau dicetak dan didistribusikan secara nasional, maka harus pakai logo penerbitan, ya udah saya iseng-iseng bikin logo penerbit. Jadilah logo Stiletto Book itu. Setelah buku itu terbit (red: Mengelola Keuangan Pribadi untuk Perempuan) di bulan Januari 2010, dan beredar di toko buku, banyak penulis yang bertanya tentang penerbit Stiletto Book ke email saya. Bahkan, saya juga mendapat email dari supplier kertas, email dari majalah, dan email-email lain. Saya kaget dong. Ini kok jadi serius gini sih? Akhirnya setelah setahun mikir, saya memberanikan diri untuk meresmikan penerbit Stiletto Book menjadi penerbit mayor yang juga menerima naskah dari luar. Tepat pada Januari 2011. Kenapa khusus bertema perempuan? Karena dunia perempuan itu unik dan asyik. Banyak tema yang bisa digali dan dijadikan buku. Menurut pengamatan saya, belum ada penerbit yang mengkhususkan diri menerbitkan buku bertema perempuan, saya anggap ini sebagai peluang untuk masuk ke industri buku dengan serius. Selain itu, saya juga pengin menciptakan image bahwa perempuan cerdas (dan suka baca buku) itu seksi. Ehem.

Selama memimpin Stiletto, apa sih suka dukanya? Bisa di share gak?
Kalau dalam konteks memimpin penerbit, saya rasa selama ini masih banyak sukanya. Suka bekerja bersama tim yang kompak dan penuh ide-ide segar. Suka ketika buku yang diterbitkan Stiletto Book bisa bermanfaat buat pembaca, bisa menghibur pembaca, apalagi kalau ada pembaca yang terinspirasi, itu priceless banget. Dan sangat suka kalau buku-bukunya laris di pasaran, hahaha. Sedihnya ... mmm, apa ya? Mungkin karena sekarang Stiletto Book masih banyak bekerja sama dengan pegawai freelance yang kadang tidak bisa menyelesaikan target sesuai deadline, jadi saya harus punya stok kesabaran yang banyak untuk menghadapi para “seniman” itu. Mereka terkadang bekerja berdasarkan mood. Hahaha.

Siapa penulis yang menginspirasi Mbak Herlina? Karyanya yang mana?
Saya bukan pembaca yang pilih-pilih. Saya suka membaca semua genre buku, kecuali komik. Koleksi chicklitnya Sophie Kinsella saya lengkap. Begitu juga novel-novelnya Paulo Coelho dan Gabriel Garcia Marquez. Saya juga membaca novel-novelnya Ika Natassa, Dewi Lestari, kumpulan cerpennya Sapardi Djoko Damono, Joko Pinurbo, sampai novel-novelnya Pramoedya Ananta Toer. Semua buku bisa dijadikan inspirasi karena kita bisa belajar dari siapa saja. 

Kalau harus mendeskripsikan dunia perbukuan Indonesia dalam 3 kata, mbak akan memilih kata sifat apa saja?
Unik (untuk pasar yang susah ditebak). Dinamis (untuk tren buku yang bergerak cepat). Kompetitif (untuk persaingan antarpenerbit yang cukup buas dan liar). Hahaha.

Pertanyaan penutup nih. Kan saya ini seorang reviewer buku. Nah, menurut Mbak Dewi, reviewer itu apa sih? Sahabatkah, musuhkah, kritikuskah, atau apa nih, Mbak?
Kita bicara dalam konteks buku fiksi ya? Kalau saya bilang reviewer itu sahabat, punggung saya pasti langsung tumbuh sayap dan wajah saya langsung bercahaya ya? Hahaha. Buat saya, reviewer itu penikmat. Dia mengapresiasi karya kita, entah memberikan komentar yang sifatnya positif ataupun negatif. Dia bebas karena dia sudah membeli buku kita. Ada yang bilang “Ketika buku terbit, penulis mati.” Saya setuju. Suka tidak suka, kita harus menerimanya, karena ketika buku sudah terbit dan dibaca oleh khalayak, kita sebagai penulis sudah tidak punya hak apa-apa lagi. Buku-buku itu yang akan menentukan nasibnya sendiri-sendiri, untuk dicintai atau dicaci. Ketika penulis berusaha menjelaskan ataupun meluruskan pendapat pembaca, menurut saya dia telah gagal karena seharusnya pembaca bisa menangkap apa yang tersirat dalam tulisannya, bukan melalui penjelasan si penulis. Jadi, untuk menanggapi komentar pembaca (reviewer), saya memilih diam saja dan terus mencintai buku yang saya tulis. Jika pembaca tidak bisa melihat kelebihannya, biarlah itu saya nikmati sendiri sambil terus belajar untuk berkarya lebih baik lagi dari komentar-komentar yang ada. Tapi jika pembaca sependapat dengan saya (mengatakan bahwa buku itu bagus), maka saya akan mengucapkan terima kasih.

Nah, itu kutipan tanya jawab saya bersama Mbak Herlina P Dewi. Sekarang makin kenal donk dengan Mbak Herlina. Mau kenalan dengan karya mbak Herlina? Boleh banget. Sebagai pengantar, kamu bisa membaca review buku-buku ini:



Seperti janji saya, kali ini interview kembali dibarengi dengan Giveaway. Tentu saja hadiahnya buku karya Mbak Herlina P Dewi. Dan (tetap) seperti biasa akan ada 2 pemenang yang beruntung memenangkan hadiah Giveaway Maret Ceria yang masing-masing paket berisi :
1 buah novel “Seribu Kerinduan”
1 buah buku “A Cup of Tea for Writer”
1 buah blocknote

Mau menjadi pemenangnya? Ikuti saja langkah-langkah ini:
1.  Follow akun twitter Mbak Herlina (@HerlinaPDewi), saya (@atriasartika), dan follow blog ini juga via GFC atau Bloglovin.
2. Sebarkan info GA ini via twitter dengan me-mention Mbak Herlina dan saya.
contoh: “Mau dapat paket buku? Yuk Ikut GA yang diadakan @atriasartika bersama @HerlinaPDewi Cukup klik link ini (link pendek)”
Nge-tweetnya sekali aja cukup kok (^_^)v

3.       Semua peserta yang mengikuti GiveAway ini diminta menjawab pertanyaan berikut di kolom komentar blogpost ini:
“Apasih arti ‘kerinduan’ buat kamu? Kalau sedang merasa rindu, apa yang biasa kamu lakukan?”
Sertakan data diri: nama (yang dipakai untuk memfollow blog), akun twitter/FB, & email.

4. Akan jadi nilai tambah kalau teman-teman memberi komentar di review buku-buku mbak Herlina yang ada di blog saya ini.

5. Pemenang akan kami pilih berdasarkan jawaban yang paling menarik menurut kami. Jadi beri jawaban sekreatif mungkin  ya ;) (Kami akan berusaha untuk objektif). 

6. Giveaway ini berlangsung dari tanggal 6 – 31 Maret 2014. Pengumuman pemenang akan dilakukan selambat-lambatnya 1 minggu setelah Giveaway ini ditutup (7 April 2014).

7. Kalau ada pertanyaan terkait Giveaway ini, sila menghubungi saya via email di: anora(dot)widad(at)gmail(dot)com atau via twitter di @atriasartika

8. Oiya, GA ini hanya untuk yang berdomisili di Indonesia ya. Ongkos kirim ditanggung oleh penyelenggara GA ini (^_^)v.

Mudahkan? Tunggu apa lagi? Yuk ceriakan Maret kamu dan ikuti Giveaway ini. Siapa tahu kamu yang beruntung mendapatkan paket buku ini.

22 komentar:

  1. “Apasih arti ‘kerinduan’ buat kamu? Kalau sedang merasa rindu, apa yang biasa kamu lakukan?”
    kerinduan bagi saya adalah cara yang timbul secara spontan untuk semakin aware bahwa betapa berharganya orang yang kita rindukan tersebut dan pada akhirnya akan membuat kita akan lebih menghargai kebersamaan kita dengan orang itu ketika kita masih memiliki kesempatan untuk bertemu dan menghabiskan waktu bersama, semakin bisa mengeratkan tali silaturahim, dan menyadari bahwa hidup ini indah jika kita tidak sendiri.
    kalau saya lagi kangen sama seseorang, misalnya teman saya, biasanya ya saya akan menyimpan rindu itu sendiri. Paling banter sih suka lihat2 foto atau membayangkan kejadian2 menarik bareng teman saya itu (tapi seringnya sih, kangennya muncul justru kalo saya lagi iseng buka2 folder foto. jadi bukan kangen mendadak lalu lihat2 foto). Soalnya saya bukan tipikal orang yang ketika kangen lalu impulsif bilang ke orangnya sih, hehe maklum ga spontan dan ga romantis. Selain itu saya juga berpikir, kalo saya kangen dan pada akhirnya nanti saya bisa bertemu lagi secara langsung, rasa pas ketemu itu akan jauh lebih seru dan disitu saya baru akan bilang ke orangnya kalo saya kangen sama dia.
    nama: vania
    username bloglovin: vaniapramuditaa
    twitter: @vaniapramuditaa
    fb: vania pramudita utami
    email: vaniautami31@gmail.com

    BalasHapus
  2. Arti kerinduan buatku adalah rasa yang timbul dari segala ingatan yang reflek terngiang dari benak. Tak peduli ia buruk atau tidak. Tak peduli perih atau tidak untuk diingat. Yang namanya hati memang tidak bisa bohong.

    Kalo lagi rindu biasanya aku nulis. Atau merekam suaraku sendiri yang ber-isi-kan bahwa aku lagi rindu sama dia. Terlebih kadang aku hubungin dia, meski kadang nggak dibales *psstt kebetulan sekarang aku lagi rindu banget sama sahabatku :'(

    Nama: Ade Delina Putri
    Twitter: @adedelinaputri
    Fb: Ade Delina Putri
    Email: adedelinaputri@yahoo.com

    BalasHapus
  3. Kerinduan buatku bisa berarti rindu sama orang, barang, suasana ato lainya, klo rindu sm barang, aku pernah kangen banget sama bonekaku waktu aku kecil yg aku kasihkan ke anak tetanggaku, kalo rindu suamiku setiap hari aku selalu merindukan dia :D
    Kalau sedang merasa rindu yang aku lakukan melamun, corat coret alias nulis di buku atau langsung telp/sms ke orang yg aku kangenin

    Nama: Mawar HS
    Twitter: @goodenoughoks
    Email: mawarhs12@gmail.com

    BalasHapus
  4. Rindu

    Aku merindukannya dengan caraku
    Berjalan terlalu pelan antara kenangan
    Bukankah seharusnya aku menepi?
    Bukankah semua telah usai?
    Kenapa aku masih saja bermimpi?
    Tentang langit yang menyuguhkan cerita kita
    Aku tidak mengerti, entah mati rasa…
    Atau rasa ini kerap kali mematikan perasaanku
    Aku tetap merindukannya, walau dia telah menghapus semua kisah

    Bagi aku sendiri, kerinduan adalah sebuah perasaan ketika kita ingin bertemu kembali orang yang dirindui tersebut. Boleh jadi merindukan juga kepada suatu hal yang telah hilang, pergi, atau bahkan makhluk tak hidup.

    Banyak cara yang bisa aku lakukan untuk mencurahkan rasa rindu, aku bisa menulis, menulis apa saja, atau mungkin lebih tepatnya puisi. Dengan menulis puisi, aku merasa kerinduanku pada sesosok hal itu tersampaikan, kerinduanku tak lantas sirna begitu saja, tapi ada satu hal yang membuatku nyaman mengutarakan isi hati melalui sebuah puisi. Dengan puisi, aku bisa merindukan seseorang tanpa pernah harus menyesali tak lagi bertemu dengannya.

    GFC : Asy-syifaa Halimatu Sadiah
    Twitter : @asysyifaahs
    Email : asysyifaahs@yahoo.com

    BalasHapus
  5. arti kerinduan menurut saya adalah saat-saat dimana kita teringat akan seseorang yg pernah hadir dalam kehidupan kita dan ingin mengulangnya bersama-sama lagi tapi seseorang tersebut jauh dari jangkauan kita.

    Yang biasa saya lakukan ketika mengalami kerinduan adalah menangis karna dengan menagis sedikit menghilangkan strees karna merindu, hehehe selain itu menulis di buku diari tempatku menyalurkan perasaan , uneg-uneg yg ada di hati.

    Twitter : @mahda_khasanah
    Email : mahmudatul_kh@yahoo.com
    Bloglovin : Mahmudatul Khasanah

    BalasHapus
  6. * Apasih arti ‘kerinduan’ buat kamu?
    Menurut saya kerinduan itu merupakan pusat energi hati, yang membangkitkan setiap orang untuk terus mencari, tanpa kerinduan daya hidup seseorang dapat menjadi lemah dan pada titik tertentu menjadi padam. Kerinduan itu semacam perasaan kurang yang ada di dalam diri yang tak kunjung terpenuhi.

    * Kalau sedang merasa rindu, apa yang biasa kamu lakukan?
    Telepon bila rindu pada seseorang, tapi ketika rindu pada suatu tempat, mungkin hanya bisa mengenang tempat itu lewat foto.

    GFC : Emi Rahma
    twitter : @emirahma_
    email : emi.rahmarahma@gmail.com

    BalasHapus
  7. Arti kerinduan buat saya adalah ketika saya sedang ingin bertemu seseorang tetapi tidak dapat melakukannya segera, atau terkenang sebuah momen yang rasanya ingin saya ulang kembali tetapi tidak bisa, atau saya sedang mengingat sebuah benda yang pernah saya miliki tetapi hilang atau dipinjam, bisa juga benda itu memang bukanlah milik saya, saya yang sebagai peminjam dan pada akhirnya ingin juga memiliki benda tersebut. Intinya si perasaan yang timbul karena tak bisa merasakan/memiliki/bertemu seseorang...

    Kalau sedang merasa rindu...
    Jika yang saya rindukan adalah seseorang, saya akan berusaha menghubungi orang tersebut untuk melepaskan rindu saya. Tetapi jika ternyata orang yang saya rindukan tidak dapat saya hubungi, biasanya saya mengenang saja orang tersebut. Mengingat-ingat segala tentang dia, jika saya memiliki fotonya saya akan memandangi foto tersebut. Kadang jika perasaan itu terlampau kuat dan saya akan melepaskannya dengan cara menulis...

    Hal itu juga berlaku untuk moment dan hal lainnya ^^
    Menulis membantu melepaskan segala perasaan yang terlampau kuat yang terkadang menyesakkan dada....

    "Ada senja yang menguar rindu
    Pada detak jantung yang bertalu...

    Ada Gadis Kecil yang meringkuk pilu
    di bibir pantai
    yang lembayu"

    Itu contoh salah satu puisi yang saya tuliskan ketika sedang merasakan rindu pada sesuatu hal.... ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. GFC: Dweedy Ananta
      email:tobowbow@gmail.com
      @dwianantasari

      Hapus
  8. “Apasih arti ‘kerinduan’ buat kamu? Kalau sedang merasa rindu, apa yang biasa kamu lakukan?”

    Arti kerinduan buatku adalah perasaan yang sangat ingin bertemu seseorang saat ini juga ketika memori bersama muncul tanpa diminta dalam pikiran, dan berharap bisa menembus ruang dan waktu untuk menemui orang tersebut.
    Kalau merasa rindu yang biasa aku lakukan adalah tersenyum mengingat semua hal bodoh yang pernah aku dan orang itu lakukan, tersenyum mengingat aku yang bisa marah tidak jelas karena hal sepele, tersenyum melihat foto-foto sama bersama, dan semua hal yang bisa meminimalisir rasa rinduku kepadanya :')

    Dian Maharani
    @realdianmrani93 | Dian Maharani Neomu Yeppeo
    dianmaharani833(at)yahoo(dot)com

    BalasHapus
  9. Kerinduan bagi saya adalah perasaan yang sulit dilukiskan, seperti sesuatu yang sedang terangankan, asa menggebu yang ingin diluapkan serta tangis dan tawa yang saling bersusulan. memutar kembali ingatan berusaha tak melupakan, sampai suatu saat akan dipertemukan. kapan waktu itu akan ditakdirkan? hanya Dia yang bisa tentukan. kini hanya senyum dan air mata yang terlontarkan serta doa yang terus dipanjatkan, berharap semua kan terkabulkan ^_^ *malah bersajak*

    arti kerinduan dan apa yg saya lakukan ketika rindu datang sudah cukup tergambarkan di paragraf di atas ^_^

    Hesty Arnize
    @siiqebo
    h.arnize@gmail.com

    BalasHapus
  10. Rikzan Ubaidillah12 Maret 2014 11.01

    Kerinduan adalah ketika rinai hujan datang untuk menghapus kekeringan, ketika rindang pepohonan hijau menyejukkan pandangan, ketika riuh suara berpadu menyanyikan lagu harapan dan ketika rintihan syahdu memohon pengampunan pada Tuhan. Sebuah impian akan keindahan akibat penyesalan dari tindakan masa silam.
    Ketika aku rindu, aku akan menumpahkannya dalam sebuah tulisan. Agar luapan rinduku tersalurkan dengan baik dan bisa kubaca ulang setiap aku menginginkannya. Bahkan mungkin dibaca orang lain, sehingga mereka bisa merasakan rindu yang aku rasakan.

    Nama: Rikzan Ubaidillah
    Twitter/Fb: @rick_ubay / Rikzan Ubaidillah
    Email: urikzan@yahoo.com

    BalasHapus
  11. Kerinduan menurutku adalah saat kenangan menyusup masuk ke dalam ingatan saat hati sedang gamang dan bimbang. Biasanya kerinduan akan mudah sekali hadir saat kita sedang melankolis atau lagi inget sama seseorang atau sama suatu moment yang berharga dan nggak bisa dilupain sama sekali.

    Yang biasa aku lakuin kalo lagi rindu umm, dengerin musik yang paling mellow entah itu musik kesukaan orang yang lagi aku rindukan atau memang pure musik mellow yang aku suka atau musik yang bikin aku inget sama kenangan aku dan dia. Kalo lagi bener-bener kangen dan nggak ketahan cuma bisa stalking akun media sosialnya, baca-baca status dia. Kalau lagi bener-bener nggak ketahan paling nulis entah di note facebook, entah nyampah di tl twitter dengan kata-kata yang galau maksimal, entah nulis di blog atau di ms.word kalo lagi rajin nulis ya nulis di buku xD
    Atau liat benda kenangan dari dia (Buku, Cd original soundtrack film kesukaanku, tiket bioskop xD ataupun foto)
    Kalau semua cara itu nggak berhasil ngelampiasin rasa rindu ku, cara terakhir adalah aku cuma bisa curhat sama Tuhanku, karena tiada tempat terbaik untuk bersimpuh selain pada-Nya. Setelah itu biasanya ampuh bikin aku nggak ngerasa rindu lagi.

    Mita Oktavia
    @Oktaviamithaa
    greenchochobichocolate[at]gmail.com


    BalasHapus
  12. Kehidupan? Hmm kalo ditanya apa arti ''kehidupan'' ? Saya jwb kehidupan ini layaknya secangkir vanilla lattè, kenapa? Karena pahit, manis, gurih, legit, semua sudah jadi satu paket yg indah nan enak, tnggal bagai mana kita memperlakukannya.
    Dan kalo saya merinduka seseorang saya akan memejamkan mata dan menengadahkan tangan, supaya kelak muara kerinduan ini berujung pada laut kebhagian layaknya pertemuan air laut dan air payau
    Saya muhammad ivan ramdhon, terimakasih :)

    Nama : muhammad ivan ramdhon
    Gfc : ivan
    Blog : ramdhon.blogspot.com
    Fb : ivan muhammad ramdhon
    Twitter : @ivanramdhon
    Email : ivanbinsobirin@rocketmail.com

    BalasHapus
  13. Apasih arti ‘kerinduan’ buat kamu? Kalau sedang merasa rindu, apa yang biasa kamu lakukan?
    Kerinduan adalah perasaan yang selalu ingin berada di dekat seseorang dan membuat diri selalu teringat padanya. Rindu bagai candu, sekeras apapun diri menolak namun hati berontak menginginkannya. Ingin bersama dan berbagi kisah, menikmati kebersamaan dalam canda dan cerita. Saat merasa rindu biasanya aku mendengarkan lagu kesukaan kami dan mengingat memori kebersaan kami. Aku juga berdoa agar Tuhan melindungi dirinya yang kurindukan.


    Nama: Anisa Listya
    GFC: Anisa Listya
    Twitter: @417154
    FB: Anisa Listya
    Email: listya_anisa@yahoo.com

    BalasHapus
  14. Kerinduan itu adalah akumulasi dari perasaan suka, sayang, cinta dan ingin memiliki yang tak tersampaikan.

    Ada beberapa orang yang aku rindukan saat ini. Yang pertama Ibu. Yang aku lakukan saat rindu Ibu adalah langsung meneleponnya dan mengatakan kalau aku merindukannya.
    Yang kedua, lima sahabatku. Biasanya aku akan mengirimi pesan mereka lewat grup di akun jejaring sosial. Biar bisa nimbrung semua. Terus bercanda deh sepuasnya.
    Yang ketiga, Abi. Cinta pertama sekaligus kasih tak sampaiku. Kalau lagi rindu dia, biasanya nangis. Sambil mendengar lagu kenangan kami sewaktu SMA dulu, melihat sketsa dirinya yang aku buat sendiri. Dan itu malah akan membuatku semakin terisak. Jujur, aku bingung harus melakukan apa disaat merindukannya. Karena kenyataannya kami lost contack sejak lima tahun lalu. Berita terakhir yang kudengar dia ada di Surabaya. Kota yang saat ini aku tinggali. Hanya bisa menunggu sampai takdir sudi mempertemukan kami.

    Nama: Anis Antika
    Twitter: @AntikaAnis
    Facebook: Anis Antika
    Email: anis_antika@yahoo.com

    BalasHapus
  15. kerinduan itu adalah saat keinginan, terpasung jarak dan waktu. Ingin bertemu tapi jauh, ingin mengulang momen, tapi iya tinggal kenangan.

    Ingin.. tapi..
    Lalu jadilah ia berkecamuk, dan membuat sesak di dada.

    Kalau rindu itu datang.. Bisa menelepon, jika jarak hambatannya dan bertemu obat paling mujarab.
    Hanya bisa mengenang, toh ia hanya kenangan. Masa lalu tak bisa diulang.

    Nuri Feriskawati
    Twitter @nuri_feriska
    FB Nuri Feriska Hartanto
    email nuri.feriska@gmail.com

    BalasHapus
  16. Kerinduan itu berjabat erat dengan perasaan yang muncul dari hati. Menelusup hingga relung terdalam, namun kadang tak mau berdamai dengan air mata.
    Entahlah, sepertinya rindu dan air mata memang ciptaan Tuhan yang datangnya sepaket. Perih.

    Kalau aku rindu dengan seseorang, biasanya aku mengungkapkannya (catatan: kalau memungkinkan).
    Kalau rindu yang terpendam, tentu saja tanpa pengucapan langsung kepada orangnya, lebih ke arah memendam rasa yang ada. Diam-diam stalking akun sosial medianya, peluk barang-barang yang pernah dia tinggalkan untukku, atau sekedar melihat foto dia sambil meneteskan air mata. Dan berdoa supaya seseorang yang kita rindukan itu selalu berada dalam lindungan Tuhan.


    Neni Safitri
    @nhenie
    nh3_n1e@yahoo.co.id

    BalasHapus
  17. Kerinduan itu kegelisahan hati karena kehilangan bagaikan pepohonan dimusim kemarau panjang yang haus akan turunnya rinai hujan seolah akan mati tanpanya.

    Aku mengatasinya dengan melakukan kegiatan/hal" positif untuk menyibukkan diri atau menuangkan semua kerinduanku melalui tulisan agar merasa sedikit lebih lega.

    Ana rosdiana (ana anaa)
    @Ana_On3
    aanaa929@gmail.com

    BalasHapus
  18. Kerinduan bagiku adalah suatu perasaan yang muncul karena terbiasa -wah kayak cinta aja. Nah, terbiasa ini menurutku karena sudah terlalu sering dengar tawanya, suaranya, dengar keluh kesahnya, keceriaan yang dibagi, dan apa saja yang sudah diberikan seseorang kepada kita. Nah karena terbiasa inilah, saat dia tidak ada didekat kita, penyakit rindu ini muncul.
    Kalau buat aku sendiri, tentu dengan bertemu orangnya langsung, rindu itu hilang. tetapi kalau jaraknya jauh, bisa menghubungi orang itu. Nah, aku biasa mendoakan dan mencurahkannya lewat tulisan -semacam diari gitu., walaupun tidak selamanya menulis diari begitu. Atau, melakukan hal yang dia sukai juga menyenangkan.

    Naila Khuria L
    @NailaKL
    nailakhuria@yahoo.com

    BalasHapus
  19. Nama : Hikmawati Cahyaning Tyas
    Email : tyashc@gmail.com
    Twitter : @tyaas_hc
    Link share :
    https://twitter.com/tyaas_hc/status/449943440638214144

    Kerinduaan ada karena kita merasa memiliki seseorang. Ketika rasa rindu datang, berarti kita merasa memilikinya tetapi kita tak mungkin bertemu. Mungkin karena jarak yang memisahkan atau rasa yang berbeda.

    Hal yang sering saya lakukan saat merasa rindu adalah menuliskannya. Menuliskan perasaan rindu itu pada selembar kertas dan menghanyutkannya ke laut. Dengan cara itu, sedikit mengurangi rasa rindu yang menggebu.

    BalasHapus
  20. Arti kerinduan bagi saya :
    Kerinduan itu seperti hutang yang harus dibayar lunas di kemudian hari.

    Entah itu rindu dengan seseorang, suatu tempat, atau makanan bahkan rindu pada sebuah moment, dibayar lunas di kemudian hari dengan cara berjumpa dengan seseorang tersebut, mengunjungi tempat yang dirindukan, menyantap makanan yang telah dirindukan terkecuali rindu pada sebuah moment atau pada seseorang yang sudah dalam pangkuan Tuhan karena susah sekali tidak akan bisa terbayar. JIka pada seseorang rindu itu muncul akibat sudah lama terbiasa kita bersama dan adanya ikatan hati yang saling bertaut satu sama lain, karena kejamnya jarak yang memisahkan sehingga rasa rindu kerap kali datang menghujam hati. Jika pada suatu tempat rindu itu muncul akibat kita sudah terlalu lama mendiami tempat tersebut, sudah banyak kenangan yang tertoreh di dalamnya, baik suka maupun duka. Rindu pada sebuah moment itu muncul bisa saja terjadi akibat sudah lama adanya hal atau aktivitas yang biasa kita lakukan akan tetapi karena suatu hal tertentu sehingga kita meninggalkan atau menyudahi aktivitas tersebut berganti menuju pada aktivitas yang baru. Atau mungkin pada moment-moment tertentu telah meninggalkan kesan yang teramat dalam di hati. Sehingga kerap kali kita merindukannya.

    Hal yang biasa saya lakukan saat merasa rindu, jika rindu sama seseorang : saya langsung mengirimkan sebuah pesan singkat dan menyatakannya kalau saya sedang rindu atau meneleponnya, terkadang rasa rindu itu saya tuang ke dalam sebuah tulisan,mendengarkan musik yang pernah jadi backsound saat-saat kita bersama, flash back atau wisata kenangan dengan cara mengingat-ngingat moment yang sudah kita lalui bersama., buka-buka album foto. dan satlking akun medsosnya.
    Jika rindu pada suatu tempat ; saya buka album foto mengenai yang berhubungan dengan tempat tersebut, mendengarkan musik , dan browsing tentang info terbaru mengenai tempat tersebut.
    Jika rindu pada makanan ; hanya bisa mandangin fotonya lewat googling hahaha tapi jadi semangat buat nabung biar bisa sampai menuju ke tempat di mana saya bisa mendapatkan jenis makanan tersebut hehehe

    Nama : Dewi Sri
    Twitter : @dewipadii
    Fb : Dewi Sri
    E-mail : dewisri.ju@gmail.com
    Link Share : https://twitter.com/dewipadii/status/450184424835932160

    BalasHapus
  21. “Apasih arti ‘kerinduan’ buat kamu? Kalau sedang merasa rindu, apa yang biasa kamu lakukan?”

    Rindu buat aku itu adalah rasa yang menyebalkan karena rasa itu datang tiba-tiba tanpa bilang permisi. Tak hanya cinta yang datang tiba-tiba, rindu juga seperti itu. Namun secara tak sadar kita menikmati rasa itu. Bahkan kita sangat senang jika rasa itu terus datang menyiksa kita.
    Dan salah satu obatnya hanya satu yakni bertemu dengan sosok yang kita rindukan. Jika tidak terpenuhi, pasti setiap saat kita akan kepikiran terus.
    Kerap kali saya mengibaratkannya dengan narkoba, pikiran kita akan simpang siur jika tidak memakainya dan apabila menggunakannya maka akan ketagihan untuk mencobanya terus.

    Jika aku sedang rindu, yang biasa saya lakukan adalah tidur. Mengapa demikian? Karena dengan tidur, aku bisa melupakan sejenak rasa rinduku meskipun nanti bangun tidur aku pasti akan merasa rindu lagi. Tapi setidaknya untuk beberapa jam aku bisa melupakan rindu itu.


    Fllow blog via Bloglovin: Soffaa CloudSomnia
    Twitter: @feicloudsm
    FB: Soffaa CloudSomnia
    Email: nurdiani.soffa@gmail.com

    BalasHapus