Minggu, 02 Februari 2014

Interview: Triani Retno A (+Giveaway Warna-Warni Februari)




Sampai jumpa Januari. *bye-bye*
Selamat datang Februari. *buka pintu lebar-lebar*
Sudah siap menyongsong dan mengisi Februari dengan penuh warna? Semoga penuh keceriaan dan kebahagiaan ya.

Nah, sesuai janji saya (di twitter) saya akan mengadakan interview dengan penulis dan sekaligus mengadakan giveaway bersama penulis tersebut. Nah, untuk bulan Februari ini saya mau mengajak pembaca berkenalan dengan Mbak Triani Retno A, biasa disapa Mbak Eno, penulis buku “Braga Siang Itu”.

Sudah ada yang mengenal Mbak Eno? Pernah baca karya Mbak Eno selain “Braga Siang Itu”? Kalau begitu saya bocorkan sedikit banyak info tentang Mbak Eno.

Triani Retno A, lahir di Bandung, 24 Desember. Alumnus SMAN 3 Bandung dan JIP Fikom Universitas Padjadjaran, Bandung.
Sekitar 200 cerpennya telah dimuat di berbagai majalah dan surat kabar (Kawanku, Anita Cemerlang, Muslimah, Say, Sekar, Kartika, Story, Aneka Yess, Tribun Jabar, dll). Selain itu juga telah mempublikasikan 24 novel, kumcer, dan buku nonfiksi solo (antara lain Ibuku Tak Menyimpan Surga di Telapak Kakinya, Kayla Twitter Kemping, Siapa Mau Jadi Pacarku, The Reunion, Foolove, Smile Aku Naksir Kamu, Kilau Satu Bintang, 25 Curhat Calon Penulis Beken, dan Ordinary Mom ), 2 kumcer antologi, 2 buku nonfiksi duet, dan 18 buku antologi nonfiksi (antara lain Dalam Kasih Ibu, Business Mom, Jumpalitan Menjadi Ibu, Titik Balik, dan A Cup of Tea for Writer).

Pernah menjadi pemenang harapan pada beberapa lomba penulisan novel: News (Dar! Mizan, 2005), Bintang Masih Bersinar (Gema Insani Press, 2006), dan Lena Marlina, MBA (Tiga Serangkai, 2006). Selain itu juga menjadi Pemenang Berbakat dalam Lomba Cerita Konyol Gramedia Pustaka Utama 2008 (Bodyguard Bawel: Pembela Kebenaran dan Kebetulan), Pemenang Harapan dalam Lomba Cerita Detektif Majalah Bobo (2009), dan Pemenang I Lomba Kisah Inspiratif Titik Balik (Leutika, 2010). Tahun 2011 menjadi salah satu dari 100 Perempuan Inspiratif Nova.  Yang terbaru, tahun 2013, novel Limit menjadi Naskah Pilihan Editor dalam Lomba Menulis Novel  BlueStroberi (Ice Cube, Kepustakaan Populer Gramedia)
Kontak dapat melalui FB: Triani Retno A (Teera Jadi Dua), Grup FB: Curhat Calon Penulis Beken (admin), Twitter @retnoteera , blog: www.takhanyanovel.blogspot.com

Waaaaah panjang banget.
Iya, Mbak Eno tergolong penulis yang cukup produktif. Jadi gak sabar ngobrol dengan Mbak Eno. Yuk simak hasil interveiw amatiran saya dengan Mbak Eno.

Sejak kapan Mbak Eno berkecimpung di dunia kepenulisan? Apa karya pertama Mbak Eno?

Resminya, sih, sejak cerpen pertama dimuat di majalah Aneka Ria (sekarang Aneka Yess)  bulan Juni 1995. Waktu itu saya masih kuliah di Fikom Unpad. Cerpen pertama itu berjudul “Now or Never”. Setelah itu teruuus menulis cerpen dan dimuat di berbagai majalah remaja dan anak-anak. Aneka,  Anita Cemerlang, Kawanku, Ceria Remaja, Muslimah, Mode Indonesia, Bobo, Orbit, Aku Anak Saleh, dan Mombi. Sayangnya, beberapa majalah itu sekarang sudah tidak terbit lagi.

Sempat vakum menulis tahun 2001-2004. Tahun 2005 kembali menulis. Bukan cerpen, tapi novel. Naskah novel yang pertama selesai itu saya ikutkan Lomba Novel Remaja Islami Dar! Mizan 2005 dan menjadi pemenang harapan. Judulnya News. Novel ini kemudian terbit tahun  2008 dengan judul Menjemput Risalah-Mu. Lama, ya? :) Itulah proses. Ketika menunggu novel ini terbit, beberapa novel yang saya tulis dan kirim belakangan malah terbit duluan :)

Itu kalau dihitung  dari karya pertama yang dipublikasikan di media massa. Kalau dihitung dari pertama kali mengirimkan karya ke media massa … lebih jadul lagi. :) Saya mulai mengirim cerpen ke majalah ketika masih kelas 3 SMP. Ditolak melulu. Hehehe….


Bisa ceritakan sedikit nggak, mbak tentang saat pertama Mbak Eno benar-benar memilih untuk berprofesi sebagai penulis?

Awalnya menulis hanya hobi yang menyenangkan, memuaskan, dan menghasilkan materi :). Sebelumnya saya bekerja sebagai dosen dan librarian di beberapa lembaga pendidikan di Jakarta dan Bogor. Sampai masa itu, menulis masih sekadar hobi.

Berprofesi sebagai penulis, bukan berarti saya hanya menulis cerpen dan novel. Saya pernah menjadi penulis artikel di sebuah website. Dari fiksi loncat ke artikel? Hehe… nggak juga. Semasa mahasiswa saya pernah beberapa kali menang lomba menulis artikel dan lomba karya tulis ilmiah.

Selain jadi penulis, Mbak Eno punya profesi lain gak?
Profesi lain masih berhubungan deket banget dengan penulis. Saya bekerja sebagai editor lepas di beberapa penerbit. Kadang-kadang mengisi pelatihan menulis.

Dari semua buku yang Mbak Eno tulis, buku apa sih yang paling sulit proses penulisannya?
Haha… lupa. Semua buku ada tantangannya sendiri.  Menjemput Risalah-Mu dan The Boarding #1: Please, Deh bisa dibilang sulit karena  itu dua novel pertama yang saya tulis. Dari yang biasanya cuma nulis cerpen 6-8 halaman, harus menulis novel setebal minimal 100 halaman.

Rahasia Pastel Istimewa juga sulit karena ini novel anak. Tantangannya beda, lho, dengan menulis novel remaja.

Ibuku Tak Menyimpan Surga di Telapak Kakinya juga sulit. Emosi tercampur aduk, deh, ketika riset pustaka dan menulis novel ini. Beberapa bagian saya tulis sambil nangis, serasa menjadi Amelia di dalam novel itu.


Punya penulis favorit  atau penulis yang menginspirasi Mbak Eno? Oiya, plus buku favorit juga, Mbak?
Penulis yang menginspirasi sekaligus penulis favorit saya? ? Enid Blyton, Gol A Gong, Hilman. Saya juga suka baca novel karya Sidney Sheldon dan Andrea Hirata :)
Buku favorit? Salah beberapanya *halah :D* adalah Balada Si Roy, Lupus, Lima Sekawan, Mallory Towers.

Kan buku Mbak Eno yang terbaru berjudul “Braga Siang Itu” adalah kumpulan cerpen. Dari 15 cerpen dalam buku ini, ada nggak yang paling disukai atau yang paling berkesan?

Suka semuanya. :)

Setelah menyelesaikan buku “Braga Siang Itu”, Mbak Eno sibuk apa sekarang?

Sibuk promo buku, ngedit, dan FB-an. Hehe … belum sempat nulis buku lagi. Setidaknya, untuk tahun 2014 ini sudah ada beberapa novel yang akan terbit. Cumaaa belum punya tabungan naskah buat tahun 2015. Februari ini, deh, mulai nulis lagi. *bertekad* :D

Apa mbak punya misi-misi tertentu dalam menulis? Karena di karya-karya Mbak Eno yang saya baca selalu ada pesan moral yang diusung ?
Sebenernya nggak khusus mengusung pesan moral tertentu, kok. Saya hanya menuliskan yang saya alami. Yang “saya alami”, bukan berarti buku itu berisi pengalaman pribadi saya, ya. Yang “saya alami” ini adalah yang saya lihat, saya dengar, saya baca, saya inginkan, saya rasakan, saya pikirkan.

 

Jadi, yang muncul dalam tulisan nggak lepas dari FoE dan FoR. Field of Experience dan Frame of Reference.
 

Smile Aku Naksir Kamu, misalnya. Itu novel teenlit yang ceria tralala. Tentang Sofie yang naksir Juan tapi selalu grogi tingkat dewa kalo ketemu.  Kayla, Twitter Kemping juga cerita persahabatan dan cinta remaja yang sehari-hari banget. Dari bisul di hidung, ngejar copet, salah pake parfum, bimbel, try out, sampai kemping.  Sambutan pembaca juga bagus. Novel itu seperti menyuarakan isi hati mereka. “Gue bangeeet!”.
 
Beda dengan novel Foolove yang kocak tapi sekaligus berat. Berat tapi remaja banget.
 
Kenapa saya sering menemukan dalam karya-karya Mbak pembahasan tentang durhaka orang tua terhadap anaknya? Apa ada alasan tertentu?
 

Banyak kejadian seperti itu di sekitar kita. Kita bisa dengan mudah menemukan berita tentang itu di media massa cetak dan elektronik. Ibu buang anak, bapak bunuh anak, bayi ditemukan di tempat sampah, ortu menelantarkan anak, dsb. Di satu sisi, orangtua ingin dihormati oleh anak tapi di sisi lain orangtua menganiaya anak. Itu nggak bener, kan.
 

Sebagai penulis, yang paling mungkin dilakukan adalah menulis. Menggugah kesadaran.  Nggak cuma tentang masalah ini tapi juga tentang masalah-masalah lain. 

Pertanyaan pamungkas nih, Mbak. Kan saya ini seorang reviewer buku. Nah, menurut Mbak Eno, reviewer itu apa sih? Sahabatkah, musuhkah, kritikuskah, atau apa nih, Mbak?

Sahabat. Tentu saja, si peresensi itu harus sudah tuntas membaca buku yang akan diresensi. Bukan hanya melihat cover, membaca blurb, dan mendengar “katanya”, lalu membuat resensi setajam silet.

Paling senang membaca resensi yang santun. Kritik pun disampaikan secara santun. Bagaimanapun, penulis juga manusia.  :)

Sudah lebih kenal dengan Mbak Eno? Mau kenalan dengan karya-karyanya juga? Sila cek review saya untuk buku-buku yang ditulis oleh Mbak Eno (solo dan kroyokan).
Penasaran untuk baca langsung karya-karya Mbak Eno? Nah, Mbak Eno menyiapkan dua paket buku karyanya untuk dua orang pemenang Giveaway “Warna Warni Februari”. Hatur nuhun, Mbak.
Masing-masing paket berisi:
penampakan paket buku untuk 2 pemenang
Braga Siang Itu
Kayla Twitter Kemping
Foolove
Please Don't Go
Kilau Satu Bintang

Mendadak saya iri dengan pemenag Giveaway ini (>_<), sebagian besar belum saya miliki. Boleh gak ya saya ikutan Giveaway ini *dikeplak sama Mbak Eno*

Mau ikut Giveawaynya? Caranya gampang. Ikuti saja langkah-langkah berikut:
1.  Follow akun twitter saya (@atriasartika), Mbak Eno (@retnoteera), dan follow blog ini via GFC atau Bloglovin.


2. Sebarkan info GA ini via twitter dengan me-mention Mbak Eno dan saya.
contoh: “Mau dapat paket buku? Yuk Ikut GA yang diadakan @atriasartika bersama @retnoteera Cukup klik link ini (link pendek)”

3.       Semua peserta yang mengikuti GiveAway  diminta menjawab pertanyaan berikut di kolom komentar:
“Kalau mendengar kata Braga, apa sih yang terlintas di pikiran kamu?”
Sertakan data diri: nama (yang dipakai untuk memfollow blog saya dan mbak eno), akun twitter/FB, & email.

4. Akan jadi nilai tambah kalau teman-teman memberi komentar di review buku-buku mbak Eno yang ada di blog saya ini.

5. Pemenang akan kami pilih berdasarkan jawaban yang paling menarik menurut kami. (Kami akan berusaha untuk objektif). 

6. Giveaway ini berlangsung dari tanggal 1 – 28 Februari 2014. Pengumuman pemenang akan dilakukan selambat-lambatnya 1 minggu setelah Giveaway ini ditutup (7 Maret 2014).

7. Kalau ada pertanyaan terkait Giveaway ini, sila menghubungi saya via email di: anora(dot)widad(at)gmail(dot)com atau via twitter di @atriasartika

8. Oiya, GA ini hanya untuk yang berdomisili di Indonesia ya. Ongkos kirim ditanggung oleh saya selaku penyelenggara.

Mudahkan? Tunggu apa lagi? Yuk ceriakan Februari kamu dan ikuti Giveaway ini. Siapa tahu paket GA bisa sampai di rumah kamu.

66 komentar:

  1. ikut dooong..
    nama di blog : Binta,
    akun FB : Binta Almamba
    Twitter : @bintaalmamba
    imel : bintaelmamba@yahoo.co.id

    Kalau mendengar kata Braga, apa sih yang terlintas di pikiran kamu?...

    Kayaknya Braga itu karakter seorang cowok yang keras banget yak? tapi dari kalangan ortu orang modern, ngasih namanya lumayan keren dan nggak malu2in macam paiman atau ngatijo bukan hehehe. Tapi kayaknya juga kalau nama Braga itu sok cool banyak ditaksir cewek tapi jaim hehehe.. selintas fikir aja kaan ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo namanya Michael Braga Paijo keren nggak, Jeng? Hihi... :D

      Hapus
  2. Pertama kali mendengar kata 'Braga', yang terlintas dipikiran saya adalah itu nama sebuah jalan. Jl.Braga, salah satu nama jalan paling terkenal di kota Bandung. Katanya, kata "Braga" diambil dari bahasa Sunda yakni "Ngabaraga" yang berarti menyusuri sungai. Ini karena di dekat Braga mengalir Sungai Ci Kapundung :)

    Nama : Nanda Dyani Amilla
    Twitter : @dyaninanda
    FB : Nanda Dyani Amilla
    Email : dyani.nanda@gmail.com

    BalasHapus
  3. Pertama kali mendengar kata 'Braga', yang terlintas dipikiran saya adalah itu nama sebuah jalan. Jl.Braga, salah satu nama jalan paling terkenal di kota Bandung. Katanya, kata "Braga" diambil dari bahasa Sunda yakni "Ngabaraga" yang berarti menyusuri sungai. Ini karena di dekat Braga mengalir Sungai Ci Kapundung :)

    Nama : Nanda Dyani Amilla
    Twitter : @dyaninanda
    FB : Nanda Dyani Amilla
    Email : dyani.nanda@gmail.com

    BalasHapus
  4. Yang jelas sih ya aku inget jalan utama yang padat dan ramai di Bandung, dan yang sepintas ada dikepala aku itu kok ya dewa Budha (aku ga tau loh ada apa engga ini dewa budha namanya braga--") Hhe nah selain itu yang aku tau braga itu artinya baik, mungkin ada kaitannya dengan si'tokoh' mungkin aja si'tokoh' adalah orang yang baik, tapi sedikit arogan dan dingin (aku ga tau kan aku belum baca-,-) hoho

    nama: anggi santri utami
    nama twitter: @anggisanttriutm
    fb: anggi santri utami (ndut)
    email: anggisantriu@gmail.com

    BalasHapus
  5. Nama : Rizky Amaliyah Putri
    Twitter : @AmaliyahRizky
    FB : Rizky Rizkya Triple V
    Email : Rizkyamaliyahputri@gmail.com

    Kalau mendengar kata Braga, apa sih yang terlintas di pikiran kamu?...
    Yang lansung terlintas pikiranku yakni JL. Braga yg termasuk jalan utama di bandung. hahaha ^^
    Konon katanya kata Braga berasal dari bahasa Sunda yakni berasal dari kata “Ngabaraga” yang kurang lebih artinya aliran sungai, yang katanya karena jalan ini mengikuti aliran sungai cikapundung. Nah, karena tersohornya jalan ini, ngabaraga berubah jadi “ngabar raga” yang artinya bergaya, nampang, atau mejeng. Braga waktu itu memang menjadi the place to see and to be seen. Ruas jalan yang tak terlalu panjang menjadi tempat para hindia belanda jalan-jalan dan belanja. Sebab waktu itu, jalan braga lah tempat paling bergensi. Karena di braga inilah juga menjadi pusat politik hindia belanda loh :D
    Nah, selain itu bisa juga kata Braga berasal dari nama "Bragi", nama dewa puisi dalam mitologi Bangsa Jerman. Nah Loh? Jadi teki punya usut, banyak banget yg di hubungin sm si kata "Braga ini" :))

    BalasHapus
  6. Ikutan yaa^^
    Sudah follow twitter dan follow blog. Udah share di twitter juga. Komen di postingan review buku-buku mbak Eno, insyaa Allah meluncur setelah komen ini.

    “Kalau mendengar kata Braga, apa sih yang terlintas di pikiran kamu?”

    Yang pertama terlintas sih, seorang cowok berwatak keras, orang jawa, tipe old fashioned alias jadul, sehingga yang terlintas di kepala saya, si Braga ini mas mas berpakaian baju pramuka, kemeja coklat muda, celana kain coklat tua (jangan tanya kenapa -_- ).
    Lebih lanjut lagi, mas Braga ini terdeksripsi di kepala saya sedang mengendarai motor CB jadul warna merah. Entah motor itu masih eksis atau tidak sekarang ini.

    Nama: Juwita
    Twitter: @JuwitaZahar
    FB: https://facebook.com/juwita.santoso
    Email: it4.z4h4r@gmail.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Link resensi yang sudah saya komen:
      http://atriadanbuku.blogspot.com/2013/10/rahasia-pastel-istimewa.html

      http://atriadanbuku.blogspot.com/2013/03/ibuku-tak-menyimpan-surga-di-telapak.html

      http://atriadanbuku.blogspot.com/2014/01/braga-siang-itu.html

      Hapus
  7. Kalau mendengar kata "Braga", yg terbayang itu jalanan di Bandung yg di sisinya banyak bangunan yg masih otentik banget arsitekturnya, khas-khas Belanda gitu kayak di kota tua :3 terus banyak tempat belanjanya :D belum pernah ke sana langsung sih, jadi nggak tau bener apa nggak hihi.. Oh, ya, "Braga" juga bikin aku kebayang suasana yg sama ramai dan hangatnya kayak Jalan Malioboro di Yogya, bener nggak, yah? hehehe

    Nama: Amanda
    Twitter: @amandainstan
    FB: Amanda Vivi Imawati
    Email: akudinata@gmail.com
    GFC: Amanda Martadinata

    Oh, ya, suka banget sama omongan Mbak Eno, "Bagaimanapun, penulis juga manusia." Sering banget aku baca kritikan di Goodreads yang maaf-maaf nih kesannya kayak nggak punya hati :( Yah, ngerti sih itu buat memperbaiki karya si penulis ke depannya dan harusnya makasih karena ada yg repot-repot mau nulis kritik setelah membaca, tapi plis deh, apa nggak bisa kritikannya dikasih gula sedikit huhuhu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih, Amanda :)
      Kritik yang santun juga mengena di hati, ya. Malah bisa dicerna dengan lebih jernih. :) Kalo mau kritik yg pedes2, kenapa harus ke saya? Bu Ahok mana? Bu Jokowi mana? #Ditimpuk

      Hapus
    2. Kritikan saya manis kan, Mbak Eno *kedip-kedip*

      Hapus
    3. Hahaha ketawa guling-guling baca reply mbak eno XD

      Hapus
  8. “Kalau mendengar kata Braga, apa sih yang terlintas di pikiran kamu?”

    Kalau mendengar kata "BRAGA" aku malah keinget sama aktor kelahiran brazil si cantik Alice Braga.. Hihihi Ya ya ya dia idola saya <3 suka actingnya..

    Nama : Diasta Dzaverina
    akun twitter : @di_ve99
    FB : https://www.facebook.com/Diasta.dzaverina.real
    email : Di_ve99@live.com





    BalasHapus
  9. Pengen punya nih buku-bukunya mbak Eno. Kalo bisa dapat gratis, eh ini untuk prasyarat ikutan reading challenge yang lain (salah satunya harus baca buku gratisan ;)) Ikutan ya event GiveAway kali ini.
    Nama: Diah Utami Lestari
    akun twitter: @diahdidiutami
    FB: Diah Utami Lestari
    e-mail: diahutami@hotmail.com
    Hmm... kalau mendengar kata Braga, yang terlintas adalah memori masa lalu, ketika masih kerja di wilayah Bandung Utara. Sering sekali lewat Braga dengan jalan batu-nya. Selain itu, keinget juga moment Braga Festival beberapa tahun lalu. Bukannya menikmati suguhan ragam event di sana, saya malah menyusuri Braga, masuk salah satu toko kain, dan dapat batik bagus dengan harga standar. I think I'm lucky ;)
    Sertakan data diri: nama (yang dipakai untuk memfollow blog saya dan mbak eno), akun twitter/FB, & email.

    BalasHapus
  10. Sebagai orang yang hidup di (pinggiran) Kota Bandung selalu senang kalau diajak ke Braga. Menurutku, Braga itu termasuk kawasan paling ramai di Kota Bandung selain daerah Jl. Riau, Jl. Sumatera, dan daerah sekitarnya. Braga itu tempatnya anak muda, walaupun bangunan di sekitar Jl. Braga masih zaman dahulu, itu menandakan bahwa anak muda Bandung tetap bisa melestarikan budaya disana.

    Pun di Braga, sering banyak event-event menarik yang pastinya nggak boleh dilewatin, contohnya Braga Festival dan acara-acara musik gitu. Pernah datang ke salah satu cafe di Braga, cafe yang menurutku penuh kenangan apalagi kesan zaman dahulunya kerasa banget, dan sayangnya aku lupa namanya x_x

    Di Braga juga, walaupun aku sendiri nggak tahu artinya (hehe..) sering banget dijadikan tempat sebagai lokasi syuting, video klip misalnya. Memang, latar suasananya yang ramai tapi tetap nyaman bikin Braga jadi sasaran tepat. Braga nggak akan pernah sepi, tiap waktunya pasti ada kegiatan yang menyenangkan disana, bangga bisa jadi salah satu orang yang mencintai Braga :D

    Nama : Asy-syifaa Halimatu Sa’diah (kalau di GFC, tanda ‘ nggak ada)
    Twitter : @asysyifaahs
    Email : asysyifaahs@yahoo.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihi... kalo ke Braga, selaluuuuuu ketemu sama yang lagi foto2an atau lagi syuting. Jangan2 salah satunya Syifa tuh yang lagi foto2an :D

      Hapus
  11. “Kalau mendengar kata Braga, apa sih yang terlintas di pikiran kamu?”
    Pertama dengar kata Braga, aku malah mikirnya Brastagi *jauh syekaliiiii -.- Belakangan lagi hot-nya berita tentang Gunung Sinabung yang awan panasnya udah makan korban .___. Setelah dipikir-pikir lagi, baru ingat kalau Braga itu nama salah satu daerah di Bandung. Namun, aku baru tau loh kalo Braga itu nama jalan dari jawaban-jawaban di atas XD hehehe Maklum, belum pernah kesana. Semoga bisa kesana :D Diliat dari jawaban diatas (lagi) kayaknya bagus untuk jalan-jalan apalagi liburan gini u.u

    Nama: Dian Maharani
    Twitter: @realdianmrani93
    FB: Dian Maharani Neomu Yeppeo
    Email: dianmaharani833(at)yahoo(dot)com

    Sukses giveaway-nya mbak :D Wish me luck o:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Braga dan Brastagi.
      Wew, mungkinkah mereka saudara kembar yang terpisah sewaktu bayi? :D

      Hapus
  12. "Kalau mendegar kata braga, apasih yang terlintas difikiranmu?"




    saya langsung berfikir dia itu nama cowo yang mempunyai badan maco terus berttato dan punya abs / badan sispek terus dia juga punya tubuh tinggi & keker dan pastinya gagah juga. Ah pokoknya tipe cowok yang manly banget deh. Tapi disamping kelebihannya itu, dia mempunyai kekurangan juga. Dan kekurangannya itu juga yang suatu saat akan menghancurkannya.


    Nama: Linda Novianty
    Twitter: @cumee22
    Email: cumee22@gmail.com

    BalasHapus
  13. 1/ follow akun twit dan blog udah
    2/ share info GA udah :
    https://plus.google.com/+NyiPenengahDewanti/posts {G+}
    https://twitter.com/NyiPeDe [twit @NyiPeDe]
    3/ waktu teh Eno post cover itu pertama kali via fbnya aku sudah menduga bahwa Braga itu setting sebuah tempat, apalagi diperkuat dengan sepatu cowok-cewek di covernya. Setting tempat kan sekarang lagi marak banget buat jadi judul novel. Dipikiranku tentang Braga seketika tertuju pula kisah seorang sejoli yang entah dipertemukan, berpisah, terluka atau bahagia terlerai di tempat itu.

    nama : Nyi Penengah Dewanti
    akun fb : Nyi.dewanti
    akun twit @NyiPeDe
    email : nyipenengahdewanti@gmail.com

    komentar di review :
    http://atriadanbuku.blogspot.com/2013/03/ibuku-tak-menyimpan-surga-di-telapak.html?showComment=1391413270861#c8697126552634843469

    http://atriadanbuku.blogspot.com/2013/07/a-cup-of-tea-for-writer.html?showComment=1391413480456#c4492042181488688588

    sebagian besar saya punya novel teh Eno, Foolove, Smile aku naksir kamu, the reunion, kayla twitter kemping hihihi yang terbaru belum punya deh, Braga itu sama yang islami dari penerbit Quanta. Semoga aku bisa dapet amin


    salam kenal dan mari bersialturahmi
    <3

    BalasHapus
    Balasan
    1. https://twitter.com/NyiPeDe/status/433127205355274240

      Hapus
  14. kalo yang muncul di pikiran saya pertama kali mendengar kata braga adalah sebuah kedai kopi yang arsitekturnya erope klasik dengan pilihan menu kopi yang komplit dan menu sepesialnya adalah vanilla latte', dengan krimi yang emmm enak banget dan diatasnya dertabur chocho granule yang berbentuk love :D karna itu bayangan saya kafe itu berada di jalan braga atau kota braga di portugal yang lingkungannya masih klasik

    nama : muhammad ivan ramdhon
    facebook : ivan muhammad ramdhon
    twitter : @ivanramdhon
    gfc : ivan
    blog : ramdhon.blogspot.com
    email : ivanbinsobirin@rocketmail.com

    BalasHapus
  15. Makasih untuk kesempatan Giveawaynya mba ^^

    Aku pernah punya temen sekolah di SMU ku dulu yang panggilannya Braga, nama lengkapnya Bragmanan Pulo. Suka dipanggil temen2 Braga, dia unik banget sesuai namanya, sering ngelucu di kelas. Terus paling sering kena panggil guru kalau ada apa2, karena mencolok banget orangnya, suka pake gelang2 karet warna hitam di tangan. Sering nyeletuk kalau guru lagi ngomong. Tapi orangnya lumayan pinter, jd walaupun suka ngebanyol dan celetuk di kelas, jarang kena marah. Jadi kangen sama lelucon Braga... dimanakah temanku itu sekarang... terakhir ketemu pas kelulusan kelas 3 smu awal tahun 2008, sampe sekarang ga pernah lagi kontakan.

    Nama : astri nardi
    GFC astri nardi
    Twitter : @astri_nardi
    Link Twitter: https://twitter.com/astri_nardi/status/430282255198474240
    Email: astri.nardi@gmail.com
    Komentar di review :
    http://atriadanbuku.blogspot.com/2013/03/ibuku-tak-menyimpan-surga-di-telapak.html?showComment=1391423742348#c6875638213887520393

    http://atriadanbuku.blogspot.com/2013/07/a-cup-of-tea-for-writer.html?showComment=1391450219515#c4933197181909476999

    BalasHapus
  16. mencoba kesempatan kuis GiveAway lagi :)

    Nama : Christanty Putri Arty
    Twitter : @cputriarty
    AkunFB: Christanty Putri Arty
    Email : cputriarty100@gmail.com

    Dulu pernah punya memori indah yang takkan hilang ditelan jaman. Sebutan si "Braga" berasa ganteng terus melekat. Apalagi sikapnya yang sok jaim banget. Pas banget dengan karakternya si Braga jaim. Hihihi

    Selain itu Braga adalah nama salah satu sudut jalan di kota Bandung yang ingin kukunjungi kelak :)
    Berikut komentar di review :
    http://atriadanbuku.blogspot.com/2013/07/a-cup-of-tea-for-writer.html?showComment=1391457028437#c5801075722728177313
    Sukses terus untuk GAnya ya mbaaa

    BalasHapus
  17. "Ketika mendengar kata 'Braga', jujur seratus persen yang terlintas di pikiranku adalah soso Kang Emil (Ridwan Kamil). Why? Karena aku pertama kali mendengar kata 'Braga' tu baru-baru ini aja (lebih kurang sebulan ini) gara-gara sering baca link berita tentang gebrakan walkot Bandung ini. Salah satunya yaitu 'Braga Culinary Night' yang berpusat di Jl. Braga. Ya ampuuuun kuper banget aku ya, baru sekarang tau klo di Bandung ada jalan Braga haha....:D
    Nama : Neti Suriana
    FB : www.facebook.com/neti.suriana
    twitter: @aura_husna
    email: suriananeti@gmail.com

    BalasHapus
  18. Braga? Bandung tuh pastiiii... Itu yg terlintas di pikiran saya, persis sama saat saya ingat Manado begitu orang bilang Tinutuan. Juga saat Lawang Sewu disebut, pasti Semarang yang ada di pikiran.
    Meski saya tak tau dengan pasti apa itu Braga selain itu nama salah satu jalan, tapi selalu Bandung lah yang ada di benak tiap kali nama itu disebut, sama saat orang menawarkan peuyeum ataupun brownies Amanda, "Habis dari Bandung yaaa..." Padahal kan kedua makanan ini telah dijual secara luas di luar Bandung ;)

    Nama : Uniek Kaswarganti
    FB : Uniek Kaswarganti
    twitter : @UniekTweety
    email : uniek_s@yahoo.com

    BalasHapus
  19. Apa yang ada dibenakmu saat mendengar kata Braga?

    Tentunya Bandung. Yang aku tahu Braga adalah nama sebuah jalan sih. Bisa dibilang salah satu ciri khas Bandung. Sama aja kayak saat orang menyebut kata Surya Kencana pasti langsung terpikirkan Bogor :3
    Atau saat orang menyebutkan Malioboro, semua orang sudah tahu kalo itu adanya di Yogyakarta.

    Selain memikirkan itu adalah sebuah nama jalan, Malah terpikirkan olehku bahwa Braga itu tuh singkatan dari Berani dan Gagah. Untuk nama orang, nama Braga bagus juga :))

    Entahlah, apapun itu. Yang pasti Braga banyak menyimpan sejarah. Walaupun jujur belum pernah menjamah dan menginjakan kaki di Braga, Aku yakin tempat itu pastilah menarik hati sama seperti Malioboro yang nggak pernah bisa terlupakan :D

    Nama : Mita Oktavia
    GFC : Mita Oktavia
    Email : greenchochobichocolate[at]gmai[dot]com
    Twitter : @Oktaviamithaa
    Share : https://twitter.com/OktaviaMithaa/status/430696438222188544
    Postingan Review yang dikomentari : http://atriadanbuku.blogspot.com/2013/07/a-cup-of-tea-for-writer.html
    http://atriadanbuku.blogspot.com/2013/03/ibuku-tak-menyimpan-surga-di-telapak.html
    http://atriadanbuku.blogspot.com/2013/10/genk-kompor-one-for-all-all-for-dhuaaar.html
    http://atriadanbuku.blogspot.com/2014/02/genk-kompor-2.html
    http://atriadanbuku.blogspot.com/2013/10/rahasia-pastel-istimewa.html
    http://atriadanbuku.blogspot.com/2014/01/braga-siang-itu.html

    BalasHapus
  20. Ikutan daftar yaaa... :))

    Nama: Luckty Giyan Sukarno
    GFC: catatan luckty
    Twitter: @lucktygs
    FB: https://www.facebook.com/luckty
    Blog: http://catatanluckty.blogspot.com

    URL Share:
    Twitter: https://twitter.com/lucktygs/status/431699834592964609
    FB: https://www.facebook.com/luckty/posts/10202996390731083?stream_ref=10
    Blog: http://catatanluckty.blogspot.com/2014/02/giveaway-warna-warni-februari.html

    Link review:
    http://atriadanbuku.blogspot.com/2013/07/a-cup-of-tea-for-writer.html
    http://atriadanbuku.blogspot.com/2013/03/ibuku-tak-menyimpan-surga-di-telapak.html
    http://atriadanbuku.blogspot.com/2013/10/genk-kompor-one-for-all-all-for-dhuaaar.html
    http://atriadanbuku.blogspot.com/2014/02/genk-kompor-2.html
    http://atriadanbuku.blogspot.com/2013/10/rahasia-pastel-istimewa.html
    http://atriadanbuku.blogspot.com/2014/01/braga-siang-itu.html

    #TebarGaramKeberuntungan
    #MerapalJampiJampiBuntelan

    ƪ(˘⌣˘)┐ƪ(˘⌣˘)ʃ┌(˘⌣˘)ʃ

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau mendengar kata BRAGA, selau teringat masa-masa magang di Museum Konferensi Asia Afrika. Berdelapan, kami setiap hari berjalan menyusuri jalan Braga. Setiap pagi dan setiap sore, berangkat dan pulang. Kami bisa bebas berfoto-foto di sepanjang jalan Braga yang penuh makna sejarah itu. Oya, waktu pas 50 tahun Konferensi Asia Afrika (kalo gak salah tahun 2008-an), jalan Asia Afrika dan jalan Braga bersih dan mulus kayak di sikat, gyahaha... :D

      Kami juga melewati Hotel Savoy yang terkenal akan megahnya itu. Dulu membayangkan, kapan ya bisa merasakan masuk hotel itu? Alam berkonspirasi, tiga tahun kemudian setelah lulus kuliah dan balik ke Lampung, mendapat undangan bimtek perpustakaan sekolah, acaranya di Hotel Savoy itu. Terwujud juga... :D

      Jalan Braga juga terkenang jika ada Book Fair di Landmark Braga. Byuh...pengen bawa karung...semua buku yang dipajang rasanya pengen dibawa pulang semua.. x)

      Hapus
  21. As.Wr.Wb (jawab salam wajib lo,lumayan juga nambah-nambah pahala)
    Ayo mulai!
    “Kalau mendengar kata Braga, apa sih yang terlintas di pikiran kamu?”
    Pas denger kata itu, gak terlintas apa-apa di pikiranku, aduh’

    Braga...braga...braga...denger kata ini, aku nggak mikir apa-apa, tapi malah mulai mau mikir. Braga itu sejenis...entahlah, putih abu-abu gitu.Yang jelas beraga itu judul salah satu novel yang sekarang lagi dicoba ,mecahin artinya.

    Ahaaa.......................
    Braga itu asing banget!, menurutku. Di kotaku nggak ada jalan yang namanya Braga #nasionalissemua, gak ada toko atau distro yang namanya braga, orangsekitar pun belum ditemukan yang namanya Braga.
    Braga itu...lagunya bang haji Rhoma Irama ya...? Oh ya bukan
    aku mikir lagi

    Braga itu.... sejenis larai-lari,koprol,jungkir balik, roll depan-rol belakang.....sikap lilin...gitu kan.
    #tet...kta sandi di tolak

    mmm...
    denger Braga inget satu dua tiga, entah kenapa,,,rasanya mereka cocok aja...Braga 1,2,3 ,
    ckckck...gila kan tuh, amazing kan, unbelievable kan, haha.
    Dari tadi bicara ngalor ngidur, utara selatan, anyer penarukan, sabang merauke, ujung-unjungnya nggak nemu juga arti braga.

    Info lebih lanjut tentang braga, kunjungi http://atriadanbuku.blogspot.com/2014/02/interview-triani-retno-giveaway-warna.html

    atau hubungi Mbak Eno langsung.


    Setelah dibuat abrasi, defresi, frustasi dan dehiderasi #lambaitangankearahkamera nggak mudenglah aku mbak, haha. Yang penting ikut meramaikan suasana.

    BalasHapus
  22. Kalau mendengar kata Braga, apa sih yang terlintas di pikiran kamu?
    Braga seorang cowok keturunan ningrat, masih smu, tinggi 170cm, berat 70kg, kulit sawo matang, orangnya tenang dan menjunjung adat istiadat tapi dibalik itu semua dia seorang yang keras, pendiri organisasi "Indonesia Membaca" dengan tujuan membangun perpustakaan di sekolah-sekolah pelosok Indonesia, disinilah sifat kerasnya muncul karena Braga harus bertentangan dengan orang tuanya, karena ortu Braga ingin Braga fokus melanjutkan kuliah di jurusan arsitektur yang sudah dipilihkan ayahnya dari pada sibuk mengurus organisasi yang dianggap ayahnya tidak jelas
    Braga bertekad membuktikan kepada ayahnya bahwa dia bisa membesarkan organisasinya sekaligus meneruskan kuliahnya dan lulus dengan hasil yang memuaskan
    Itu sich yang ada dipikiranku hehehehe...

    nama: Mawar Hs (GFC)
    akun twitter: @goodenoughoks
    email: mawarhs12@gmail.com
    visit me yaa :) http://mawarhs12.blogspot.com/

    BalasHapus
  23. “Kalau mendengar kata Braga, apa sih yang terlintas di pikiran kamu?”

    Pertama kali aku denger kata Braga itu aku malah bingug sama satu kata itu. Apa artinya kata Braga sih? Terus aku mikir arti dari nama Braga. Dan yang pertama terlintas di pikiranku tentang Braga adalah nama orang yang badannya besar kayak bodyguard, atau bisa juga nama kejadian atau peristiwa yang menegangkan.
    Pertama kali aku tahu kata Braga itu juga dri judul bukunya Mbak Eno di postingan group Curhat Calon Penulis Beken. Yang terlintas ya seperti tadi yang udah aku jelaskan.
    Setelah itu aku baru tahu kalau Braga adalah nama jalan yang terkenal di kota Bandung. Waduh, udah salah besar aku. Maklum bukan orang Bandung :D

    Nama : Diana Florentina
    Twitter : @flodiana2
    Facebook : Diana Florentina
    Email : florentina.diana98@gmail.com

    Mengomentari di rewiew buku :

    http://atriadanbuku.blogspot.com/2013/03/ibuku-tak-menyimpan-surga-di-telapak.html?showComment=1391922226471#c7393223490149512156

    http://atriadanbuku.blogspot.com/2014/01/braga-siang-itu.html

    http://atriadanbuku.blogspot.com/2013/07/a-cup-of-tea-for-writer.html

    http://atriadanbuku.blogspot.com/2013/10/genk-kompor-one-for-all-all-for-dhuaaar.html

    BalasHapus
  24. Kalau mendengar kata Braga, yang terlintas di pikiran saya itu ya Bandung pastinya ! Karena Braga adalah nama sebuah jalan utama di kota Bandung, Indonesia. Nama jalan ini cukup dikenal sejak masa pemerintahan Hindia-Belanda. Sampai saat ini nama jalan tersebut tetap dipertahankan sebagai salah satu maskot dan obyek wisata kota Bandung. Di sisi kanan kiri Jalan Braga terdapat kompleks pertokoan yang memiliki arsitektur dan tata kota yang tetap mempertahankan ciri arsitektur lama pada masa Belanda. Dan katanya kata "Braga" itu diambil dari bahasa Sunda yaitu "Ngabaraga" yang berarti menyusuri sungai, karena di dekat Braga tersebut mengalir Sungai Ci Kapundung.
    Nama : Dewi Sri
    GFC : Dewi Sri
    Twitter : @dewisrii_
    email : dewisri.ju@gmail.com

    Link share : https://twitter.com/dewisrii_/status/432391564552192000

    Link review :
    http://atriadanbuku.blogspot.com/2013/07/a-cup-of-tea-for-writer.html?showComment=1391927211166#c9060615322944104900

    http://atriadanbuku.blogspot.com/2014/01/braga-siang-itu.html?showComment=1391926188169#c3748925003798775093

    http://atriadanbuku.blogspot.com/2013/03/ibuku-tak-menyimpan-surga-di-telapak.html?showComment=1391926681308#c2342518052085219976

    BalasHapus
  25. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  26. Dari yang aku tau Braga itu berarti yang terbaik. Best of the best gitu lah. Etapi... etapii.. yang muncul dikepalaku pertama kali saat mendengar kata Braga adalah. Fast Furrious. Penjahat yang berhasil di penjarakan sama Brian O'Conner. (duuhh... jadi inget Paul Walker). Tapi terlepas dari itu, nama Braga tuh terkesan cowok banger gitu. Emm... apa ya kata tepatnya. Kayak jantan banget gitu. Ya gitulah... cowok banget pokoknya. Cool gitu. Anis Antika Twitter:@AntikaAnis Facebook : www.facebook.com/cessa.tom Email: anis_antika@yahoo.com

    BalasHapus
  27. Nama: Luqyana
    twitter: @JungLushy
    link share: https://twitter.com/JungLushy/status/432497981716041728

    "Kalau mendengar kata Braga, apa sih yang terlintas di pikiran kamu?"
    Yang pasti bakalan muncul satu pertanyaan inti yang mewakili semua pertanyaan; Braga? Apaan tuh? Lalu, kemudian saya akan segera membuka KBBI dan jika tidak menemukan kata "Braga" yang dimaksud, saya akan coba googling dan berharap menemukan kata "Braga" yang dimaksud. Hehehe. ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kak, twitter aku suspen huhu. Jadi, aku ganti ke twitter aku yg ini, ya: @Lqyana. Link share-nya yang baru; https://twitter.com/Lqyana/status/432783677261496320 ^^

      Hapus
  28. Hai kak, salam kenal yah..
    Aku mau ikutan juga nih ;)
    Semua syaratnya juga udah ^^
    Nama untuk memfollow : Jamilah Saragih
    Facebook : Jamilah Saragih
    Twitter : @milajelly
    Email : milajelly19@gmail.com

    "Kalau mendengar kata Braga apasih yang ada di pikiran kamu?"
    Well, karena baru aja baca tanya jawab kakak sama mbak Eno, jadi ketika aku mendengar kata Braga aku langsung teringat sama judul bukunya mbak Eno, "Braga siang itu". Yang aku pikir sih braga itu sebuah tempat atau jalan yang berhasil mencuri hati sang penulis untuk meninggalkan kisah kenangan disana. Mungkin braga adalah tempat sebuah cinta dipertemukan, atau mungkin juga, malah terpisahkan.

    BalasHapus
  29. Nama : Achmad Waisy Alqurni
    Twitter : @waisy_
    FB : Achmad Waisy Alqurni
    Email : achmadwaisyalqurni@hotmail.com

    "Kalau mendengar kata Braga, apa sih yang ada dipikiran kamu?"

    Braga, setahuku itu nama jalan di Bandung ya. Denger2 info dari temen2 yang pernah ke Bandung, kalau aku sendiri belum pernah kesana dan ingin kesana, hehee...maka dari itu jadi pengen kenal sama Jl. Braga di Bandung lewat bukunya Mbak Eno :)

    BalasHapus
  30. Assalamu alaikum mbak,
    Izin ikut GA nya yah!
    Bismillah...,
    Nama : Mawarni Wahab
    Twitter : @rose21beliebers
    Fb : Yuki Hikari
    email : miracle23693@gmail.com
    Nama buat follow blog : miracle oftouch

    Pas dengar kata 'Braga', yang pertama kali terlintas dari pikiran aku itu Brad Pitt. Serius! Tapi ini Brad pitt versi Indonesia. Brad Pitt kan pasangannya Angelina Jolie, klau Braga psangannya Angel Lelga. gak tahu kenapa pikirannya ampe kesana. yah, Aku cuma nulis seperti yang aku pikiran. so, itu spontan. hehehe...,

    BalasHapus
  31. Assalamualaikum Wr. Wb.
    Waktu pertama kali dengar kata Braga, aku langsung ngebayangin tempat dipinggir jalan yang panas banget. Jalanan juga lagi macet. Di Braga itu, ada seorang cewek sedang berdiri. Lalu, ada seorang cowk yang lewat di depannya. Si cewek itu kenal dengan si cowok, orang yang disukai waktu dulu. Tapi, si cowok berlagak ngga kenal dan lewat begitu saja.
    Hehehe

    Nama : Nur Alifi
    FB : Nur Alifi
    Twitter : @nus_alifi24
    Email : nuralifi42@gmail.com

    BalasHapus
  32. Udah comment di resensi:
    http://atriadanbuku.blogspot.com/2013/03/ibuku-tak-menyimpan-surga-di-telapak.html
    http://atriadanbuku.blogspot.com/2013/10/genk-kompor-one-for-all-all-for-dhuaaar.html
    http://atriadanbuku.blogspot.com/2014/02/genk-kompor-2.html
    http://atriadanbuku.blogspot.com/2013/10/rahasia-pastel-istimewa.html
    http://atriadanbuku.blogspot.com/2014/01/braga-siang-itu.html

    BalasHapus
  33. Nama : Afifah Mazaya
    FB : Afifah Mazaya
    Twitter : @fifnoor
    Email : ffhmazaya@gmail.com

    Braga, ya. Pasti yang pertama saya bayangkan adalah Bandung. Jujur saja, saya belum pernah ke Braga. Setahun tinggal di pinggiran Bandung, tapi saya belum sempat menginjakkan kaki di Braga. Yang saya ingat adalah teman-teman saya yang dari Bandung sering menyebut Braga. Walau saya belum pernah pergi ke Braga, saya jadi tahu ada daerah bernama Braga. Dari seringnya nama itu disebut, sepertinya daerah cukup terkenal. Tapi, berhubung saya bukan orang yang "kepo", saya tidak menelusuri lebih jauh. Jadi, setiap bertemu kata Braga, yang terlintas dalam benak saya adalah teman-teman saya dan keinginan berkumpul lagi dengan mereka.

    BalasHapus
    Balasan
    1. sudah comment di semua link review.

      Hapus
  34. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  35. Wenny Widyastuti
    FB: facebook.com/whenkneewidytuti
    twitter: @widywenny
    email: whenkneesstory@ymail.com

    Giveaway ini kok jadi mengingatkanku pada sebuah kejadian ya ._.
    Jadi Braga itu nama saudara sepupuku! Bragawiba Taroena Sendjaja. Hahaha -_-

    Jadi waktu aku masih TK itu kita tetanggaan. Kita sering mainan bareng gitu. Jaman segitu mainannya pura-pura nikah gitu. Kan kita sama temen2 gitu jaman dulu suka main di belakang KUA (rumah kita deket KUA gitu. KUAnya kalo sore kan sepi, jadi kita main di sana). Nah kita pura-puranya nikah di KUA coba -_- terus ya gitu lah, dia pacar masa kecilku wkwkwk :D

    terus kan aku pindah rumah gitu ya, tapi kita kan bukan saudara dekat jadi jarang ketemu. udah lama banget ya Braga ya ._. terakhir denger kabar dia kuliah di Bantul, tapi gak pernah ketemu. padahal Bantul deket sama Sleman ya. duh ---

    Btw jadi kangen Braga nih, main nikah nikahan lagi nyok...

    BalasHapus
  36. Nama :Mahmudatul Khasanah
    twitter : @mahda_khasanah
    email : mahmudatul_kh@yahoo.com

    "Kalau mendengar kata Braga apa sih yang ada di pikiran kamu?"

    "teringat akan sebuah nama sebuah kota di cadavo utara portugal, banyak tempat bersejarah dan tempat indah di sana yg hanya bisa aku lihat lewat dunia maya.(hehe)... tapi Indonesia tetap yg terindah

    (smoga suatu saat nanti bisa jalan" ke sana (Braga)...) aamiin.

    BalasHapus
  37. Hiruk pikuk. itu yang terlintas. karena Braga adalah nama jalan yg cukup terkenal di Bandung. walau belum pernah ke sana, dalam bayangan saya, itu adalah tempat yang dipenuhi orang-orang berjalan ke sana ke mari. tukang jualan di mana-mana, anak sekolahan hilir mudik, pria dan wanita mengisi keramaian, ada pertemuan dan ada perpisahan, ramai. :)

    nama : hesty arnize
    fb : hesty arnize
    twitter : @siiqebo
    email : h.arnize@gmail.com

    BalasHapus
  38. Aku join ya kak!
    Ada dua opini aku tentang Braga :D

    1. Braga itu jalan di Bandung yang rame terus 24 jam dan bangunannya masih mempertahankan arsitektur zaman dulu, makanya indah :D Braga juga jadi tujuan utama kalo entah kapan aku ke Bandung :') Pengin banget malam-malam jalan kaki di Braga bareng keluarga terus nyuruh seniman lukis di sepanjang jalan Braga buat ngelukis wajah sekeluarga di atas kanvas xD Bakal jadi kenangan indah pastinya :D Aku juga mau nenteng camera digital sambil motret-motret bangunannya yang keren gilaaaa!!! xD

    2. Braga itu kayak cowok cool, bad boy, playboy, strong, tatapan matanya tajem, tapi punya masa lalu yang kelam, terus dia lembut kalo di hadapan orang yang dia cinta. Ini gara-gara kebanyakan baca novel yang tokoh cowoknya bad boy ('-' ) ( ._.) (._. ) ( '-')

    Nama : Ranella Dheannel
    Twitter : @Miss_Angora
    FB : https://www.facebook.com/rizky.novianti.92
    Email : radheannel@gmail.com
    Link Share : https://twitter.com/Miss_Angora/status/436063920336277504
    Link Comment :
    http://atriadanbuku.blogspot.com/2013/08/winter-to-summer-11369km-untuk-satu.html?showComment=1392801823517#c3391578766334964549
    http://atriadanbuku.blogspot.com/2013/12/love-puzzle.html?showComment=1392802621314#c7498281649684442559
    http://atriadanbuku.blogspot.com/2013/08/12-menit.html?showComment=1392802863617#c7575107777483955716

    BalasHapus
  39. Nama : Ade Risti
    Akun Twitter : @_risti_
    E-mail : aroktavia@gmail.com

    Hal yang pertama kali terlintas di benak saya saat membaca atau mendengar kata Braga tentunya Bandung dan entah kenapa semakin lama saya membaca postingan ini, berkali-kali saya membaca kata Braga saya jadi ingat Braga Culinary Night. Semenjak ada program khusus dari walikota Bandung tersebut, saya sering menghubungkan Braga dengan Braga Culinary Night. Mungkin ini salah satu efek keinginan untuk pergi kesana yang elum tercapai hehe :D

    BalasHapus
  40. Nama : Rissya Mutya Prima
    Twitter : @RMP2982
    E-mail : rissyamutyaprima@gmail.com

    Link Share : https://twitter.com/RMP2982/status/436327792360169472

    Link Comment Review :
    http://atriadanbuku.blogspot.com/2014/01/braga-siang-itu.html?showComment=1392862705403#c699288375099543252

    http://atriadanbuku.blogspot.com/2013/03/ibuku-tak-menyimpan-surga-di-telapak.html?showComment=1392862979256#c8206782019439029448

    http://atriadanbuku.blogspot.com/2013/07/a-cup-of-tea-for-writer.html?showComment=1392863137817#c2394207061392911251

    http://atriadanbuku.blogspot.com/2013/10/genk-kompor-one-for-all-all-for-dhuaaar.html?showComment=1392863329717#c8972698569104923300

    http://atriadanbuku.blogspot.com/2014/02/genk-kompor-2.html?showComment=1392865150577#c7563439348784067243

    http://atriadanbuku.blogspot.com/2013/10/rahasia-pastel-istimewa.html?showComment=1392863404706#c135295006084146225

    http://atriadanbuku.blogspot.com/2014/02/bila-mencintaimu-indah.html?showComment=1392863481428#c3493956202384417205

    Pertanyaan : "Kalau mendengar kata Braga apa sih yang ada di pikiran kamu?"

    jawab :
    Hal yang pertama terlintas adalah Jl. Braga di kota Bandung dengan bangunan-bangunan tua Eropa disepanjang jalan dari ujung utara sampai ke selatan. Walaupun ada juga sebuah tempat di luar negeri di Portugal yang bernama Braga. Tapi, aku sih cuma mikir ke Bandung, Braga dengan festivalnya. Toko pernak-pernik, ada hotel bintang 4 bahkan sampai bintang lima, salah satunya Hotel Aston Braga. Ada juga Braga Culinary Night, Pusat perbelanjaan, toko buku, cafe bergaya eropa, ada pedagang lukisan-lukisan menarik, dan pastinya terpikir sebuah tempat pertemuan yang bersejarah. Berjalan-jalan pada malah hari ditemani gemerlap lampu bisa membawa kita kesuasana masa lampau. Menarik memang. Jalan Braga (terletak di tepi Sungai Cikapundung), yang kemudian menjadi tersohor ke seluruh Hindia Belanda bahkan ke manca negara, Jalan Braga menjadi ajang pertemuan dari orang-orang, dan ngabaraga tadi berubah menjadi ngabar raga, yang lebih kurang artinya adalah pamer tubuh atau pasang aksi.

    Menyusurii Braga mengingatkan kita kembali ke masa Bangsa Kolonial Belanda, kenangan masa lampau yang mebawa kesan pahitnya penjajahan tetapi juga manisnya Braga saat ini. Kehidupan Politik, Ekonomi, Pariwisata, namun segi sensitif disana ada rasa kasih sayang, juga cinta Itulah Braga yang ada dipikiran aku.

    *tebargaram* *bacajampi-jampikeberuntungan* Wish Me Luck O:)

    BalasHapus
  41. Hal pertama yang terlintas saat mendengar Braga adalah.. kencan pertama dengan suami (saat itu masih pacar).. Menyusuri jalan eksotis, tanganku berada di genggamannya. Berjalan malu-malu tanpa berani menatap matanya. Hanya sesekali mencuri pandang pada dagunya yang terbelah.

    Mendengar Braga, kenangan sewindu silam tiba-tiba membayang di depan mata. Bahkan aku masih ingat baju yang kami pakai saat itu. Dan perasaan canggung saat aku menyenggol buku-buku. Saat itu ada pameran buku di Landmark, gedung tua di Jalan Braga.

    Aku juga masih ingat, manis senyumnya mengalahkan manisnya es cendol yang kami nikmati. Ah, Braga.. menyebutnya pun selalu ada nafas yang kuhela, panjang dan dalam. Sedalam kenangan yang terpendam di sepanjang jalannya. Kenangan aku dan dia. Suamiku.

    Nama : Nuri Feriskawati
    Twitter : @nuri_feriska
    fb : Nuri Feriska Hartanto
    email : nuri.feriska@gmail.com
    blog: nuri-feriska.blogspot.com / nunuymarkunuy.blogspot.com

    comment saya di
    http://atriadanbuku.blogspot.com/2013/03/ibuku-tak-menyimpan-surga-di-telapak.html?showComment=1392874433793#c3614189369433003439

    http://atriadanbuku.blogspot.com/2014/01/braga-siang-itu.html?showComment=1392874304847#c8773981545075434266


    BalasHapus
    Balasan
    1. Makjaaaanggg.... romantisnyaaaa..... *makan es krim di pojokan*

      Hapus
    2. Kalo denger Braga, kepengen ke Bandung deh jadinya...
      #bagi es krimnya doong kaka

      Hapus
  42. ikut ya mbak
    nama di blog : Dwi Puspita Nurmalinda
    akun FB : Dwiex'z Someo
    Twitter : @dwi__puspita
    Email : dwipita@yahoo.co.id

    Kalau mendengar kata Braga, apa sih yang terlintas di pikiran kamu?

    Braga itu sebuah bahasa daerah asal Jawa Barat,,,yang saya juga nggak tau artinya,,tapi saya pikir juga Braga itu adalah orang yang bringas, jahat, kejam, yang suka memusuhi banyak orang...

    BalasHapus
  43. Coba meraih keberuntungan di GA ini ya mbak :D
    Braga?
    Pertama kali denger kata ini sih di postingan ini, beneran haha. Detik pertama bener-bener nggak ada pikiran itu sebangsa apaan. Di detik kedua malah kepikiran cowok cool yang misterius kayak Dimas Aditya waktu dulu berperan sebagai Satria di sinetron Trans TV, cool banget pokoknya *plaakk kebanyakan nonton sinetron -_-*
    Trus di detik ketiga penasaran inisiatif kepoin om google.. Eh ternyata itu nama jalan di Bandung -_-

    Nama di Blog : Yana Fajriyana
    FB : https://www.facebook.com/yanafajriyana (Yana Fajriyana)
    Twitter : https://twitter.com/yannafa (@yannafa)
    Email : yana.fajri13@gmail.com

    Semoga menang GA nya ya mbak.. Pengen baca bukunya itu tapi ga punya duit hahaha

    BalasHapus
  44. Salam kenal, Mbak..

    Braga? Saya nggak pernah denger ini sebelumnya..
    Jadi menurut saya, Braga itu adalah sebuah tempat. Tempat dengan segala kegiatan yang ada di dalamnya, yang menarik perhatian untuk diamati oleh kita. Braga itu tempat dengan segala kegiatan tentang kehidupan.

    Itu pendapat saya pribadi. :D

    Nama : Resita Putri
    Bloglovin : Resita Putri
    Twitter : @ResitaPutri_07
    Email : resitaputri1@gmail.com

    BalasHapus
  45. Nama : Nufa Zee (Blog: www.zee-flp.blogspot.com)
    Twitter : https://twitter.com/nufazee
    Facebook : https://www.facebook.com/nurul.fauziah.142?ref=tn_tnmn
    Email : nufazee@gmail.com


    “Kalau mendengar kata Braga, apa sih yang terlintas di pikiran kamu?”

    Yang terlintas dipikiranku adalah, abraga ka dabraga hehehe #maksa , mantra ini cukup terkenal di kalangan jin terutama jin spesies biru dan gede #lah kenapa jadi ngomongin jin -_-“

    :D

    Well, yang jelas pertama kali dengar kata Braga itu nama jalan yang terkenal di Bandung, tapi aku belum pernah kesana yang jelas asal nanya teman yang dari Bandung, pasti destinasi ke Braga itu suatu hal yang wajib T_T aku pengen kesana

    Dan selain itu, dengar kata Braga, pastinya aku ingat dengan kumpulan cerpen Teh Eno yang cetar membahana ulalala apalagi kalau bukan ‘Braga Siang Itu...’ wew, makin terkenal lah jalan itu disatu sisi jadi membantu menteri pariwisata juga ya kan teh, memperkenalkan Jalan Braga melalui judul cerpen #hohoho ^_^ . Sukses teruss teteh dengan karya yang menginsipirasi dan berlimpah kebaikan serta buat mbak sartika, sukses juga dengan blognya. \(^0^)/


    http://atriadanbuku.blogspot.com/2013/10/rahasia-pastel-istimewa.html?showComment=1393490877041#c8704364043919281545

    http://atriadanbuku.blogspot.com/2013/03/ibuku-tak-menyimpan-surga-di-telapak.html

    BalasHapus
  46. nama blog : MUHAMMAD KAHFI
    TWITTER : @khfi_mhmmad
    email : dreamanddoitkahfi@gmail.com
    fb : muhammad kahfi

    jujur saya belum pernah baca satupun novel karya Mba Eno. sebelumnya jika ada yang bertanya “Kalau mendengar kata Braga, apa sih yang terlintas di pikiran kamu?” saya akan jawab : yang terlintas pertama kali di kepala saya saat mendengar kata Braga adalah sebuah kota di portugal, namun ketika tadi pagi saya membaca blog ini, saya jadi tahu satu hal, yaitu jika ada yang bertanya lagi pada saya dengan pertanyaan : “Kalau mendengar kata Braga, apa sih yang terlintas di pikiran kamu?” saya tahu saya akan menjawab apa! saya akan menjawab : yang terlintas pertama kali di kepala saya saat mendengar kata Braga adalah sebuah kota di portugal, dan sebuah novel karya Triani Retno A. dengan judul Braga siang itu.

    BalasHapus
  47. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  48. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  49. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  50. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  51. nama blog : MUHAMMAD KAHFI
    TWITTER : @khfi_mhmmad
    email : dreamanddoitkahfi@gmail.com


    jujur saya belum pernah membaca novel-novel mba Eno. sebelumnya, jika ada yang bertanya “Kalau mendengar kata Braga, apa sih yang terlintas di pikiran kamu?” maka ada dua hal yang terlintas di pikiran saya ialah : Braga prtama adalah sebuah kota di portugal, dan braga yang kedua ialah seorang tokoh jahat dalam film fast five, film yang cukup bagus buat saya. namun, pagi ini ketika membaca blog ini, saya memiliki braga ketiga yang melintas di pikiran saya jika ada yang bertanya hal yang sama. ya, braga yang ketiga ialah sebuah novel karya Triani Retno A. dengan judul Braga siang itu. :))

    yang sudah saya komentari ialah :
    1. http://atriadanbuku.blogspot.com/2013/03/ibuku-tak-menyimpan-surga-di-telapak.html?showComment=1393560677102#c7111310893570152717

    2. http://atriadanbuku.blogspot.com/2014/01/braga-siang-itu.html?showComment=1393561417963#c8816684660040442933

    3. http://atriadanbuku.blogspot.com/2013/07/a-cup-of-tea-for-writer.html?showComment=1393561674790#c9175201419076025021

    4. http://atriadanbuku.blogspot.com/2013/10/genk-kompor-one-for-all-all-for-dhuaaar.html?showComment=1393561777217#c1094200585815253522

    5. http://atriadanbuku.blogspot.com/2014/02/genk-kompor-2.html?showComment=1393562024923#c3248635490712052632

    6. http://atriadanbuku.blogspot.com/2013/10/rahasia-pastel-istimewa.html?showComment=1393561978420

    7. http://atriadanbuku.blogspot.com/2014/02/bila-mencintaimu-indah.html?showComment=1393562216009#c8544382459852957930

    BalasHapus
  52. Kaka aku ikutan yaaaaa!!!! Seneng deh ketemu giveaway kaka lagi :) :)


    Nama: Nurdiani Soffa
    Akun twitter: @feicloudsm
    Fb: Nurdiani Soffa
    Email: nurdiani.soffa@gmail.com


    “Kalau mendengar kata Braga, apa sih yang terlintas di pikiran kamu?”

    *Seseorang yang memiliki sikap tegas, berpendirian teguh, senantiasa bersabar, mampu memberi kedamaian untuk orang yang bersamanya bagaikan secercah cahaya di kala kegelapan.
    Pokoknya orang itu memiliki ketangguhan di dalam diri aslinya yang tak dapat disangka orang lain*

    BalasHapus
  53. Sukssess Selalu mbak Triani Retno A

    BalasHapus