Minggu, 02 Februari 2014

GENK KOMPOR 2!




Penulis: Genk Kompor
Penerbit: Elex Media Komputindo
Cetakan: 2013
Jumlah hal.; xviii + 171 halaman
ISBN: 978-602-02-2704-7
Ketika para peleduk bertemu, apa yang akan terjadi? Korslet? Kebakaran?? Kerusuhan???

Halo! Abe, Deni, Eno, Erin, Nando, dan Sandi kembali beraksi dengan segunung ide aneh yang bisa-bisanya menyempil di benak pelajar bertampang lugu macam mereka. Berbagai keonaran pun kembali menguntit keenam bocah itu seperti anak ayam ke mana pun mereka pergi!
Jangan lewatkan aksi kompor-mengompori Genk Kompor yang tidak hanya memancing tawa, tapi juga haru!
WARNING: Membaca buku ini bisa menyebabkan kamu: Dhuaaar! Meleduk!!!
***
Serial laris dari Majalah Story yang masih berlangsung hingga saat ini, kini hadir dalam bentuk buku dan dipersembahan oleh Elex Media Komputindo untuk para Story Lovers dan Laskar Meleduk alias pencinta Genk Kompor.
Editor's Note
***
Baca kisah Genk Kompor kayak makan rujak sambil ikut lomba Agustusan: seger, kocak, dodol, heboh, seru, campur aduk jadi satu. Bawa obor nyari suluh, Genk Kompor emang bikin rusuh!
—Iwok Abqary, penulis novel komedi “Cewek-Cewek Tulalit” dan “Traveling Gokil”

Wow, membaca novel ini bikin senyum-senyum dan jadi inget masa-masa sekolah kemarin. Masa SMA memang paling indah dan ngangenin, ya. Buat para sahabat di mana pun juga, baca deh novel ini. Sukses terus ya, Genk Kompor.
—Nikita Willy, artis penyanyi dan pemain sinetron
***

Buku ini adalah buku kedua Genk Kompor. Untuk yang belum tahu, Genk Kompor ini adalah serial yang terbit di Majalah Story. Genk Kompor adalah serial kroyokan yang dikerjakan bersama oleh 6 orang yang berteman di jejaring sosial. Kalau di dunia nyata sih, mereka tinggalnya jauhan tapi dekat di hati. *LDR donk?! Hm..abaikan bagian ini*

Oiya, kan tadi saya sebutkan bahwa ada 6 penulis yang kroyokan mengerjakan serial ini. Setiap penulis mewakili masing-masing anggota Genk Kompor. Keenam anggota Genk Kompor adalah Abe, Deni, Eno, Erin, Nando,dan Sandi. Mau tahu cerita mereka di buku pertama? Sila cek review saya di Genk Kompor.


Di buku Genk Kompor 2, kita kembali disuguhi 12 cerita tentang hiruk-pikuk masa SMA para Genk Kompor. Mulai dari derita jadi jomblo-ers, mendadak diikuti oleh sosok dari dunia lain, hingga hebohnya saat Genk Kompor jadi bahan gosip di sekolah.

Cerita di buka dengan kisah Nando yang mendadak jatuh hati pada anak salah seorang pelanggan katering ibunya. Nando akhirnya harus rela mendengar nasihat-nasihat dari sahabat-sahabatnya tentang cinta yang harus diperjuangkan (padahal mereka juga jomblo..ha..ha..). Bagaimana nasib Nando, berhasilkah ia terlepas dari kutukan jomblo?

Lain Nando, lain pula Abe. Pengejaran cinta Tria yang tidak kunjung membuahkan hasil membuat Abe berniat untuk pindah ke lain hati. Godaan data dari dunia maya. Berharap bisa dapat jodoh dari Facebook, Abe pun dengan intensif dan bermodalkan pinjaman dari Deni, berusaha mendekati gadis cantik (dan alay) hingga akhirnya mereka sepakat untuk kopi darat *istilah zaman kapan tuh kopi darat*. Tapiiiiii..ternyata eh ternyata.. Ha..ha.. seperti biasa ceritanya bikin saya ngakak.

***
Buku Genk Kompor kali ini jauh lebih berwarna. Bukaan, bukan sampulnya yang berwarna(i) melainkan ceritanya yang lebih beragam. Saya yang penakut ini sukses dibikin kesal karena kali ini ada cerita horornya. Cerita “Siapa yang Kirim SMS?” benar-benar membuat saya menyesal membaca buku ini di malam hari. Apalagi tepat di malam itu ada teman yang sengaja mengabari saya via whatsapp tentang cerita-cerita horor. (>_<) Dan saya kembali jadi horor sendiri karena menulis review ini di malam hari. *maaf saya curcol..abaikan..abaikan..*

Kalau cerita horornya bikin saya kesal karena tidak suka hal-hal yang berbau horor. Maka cerita favorit saya adalah cerita terakhir “Bukan Genk Kejombloan”. Jadi, Genk Kompor mendadak jadi sasaran gosip. Dan akhirnya demi memperbaiki nama baik mereka, akhirnya mereka membicarakan secara serius perkara kejombloan seluruh anggota Genk Kompor. Harus ada satu orang yang melepas status jomblo. Tapi siapa? Abe?? Tria aja belum ngasih respon yang berarti. Nando? Ah, cukup sudah dia dengan patah hati tanpa sempat berjuang. Deni? Bersin-bersinnya membawa petaka. Erin? Ah, cantik-cantik tapi lebih sering pacaran sama beauty kit. Eno? Hm, ada yang menganggap dia cewek nggak ya? Sandi? Ah, cowok satu ini sedang patah hati –cerita patah hatinya Sandi ada di buku ini juga-. Jadi siapa yang akan berhasil mengangkat kembali harga diri Genk Kompor?

Ah, kali ini saya benar-benar terhibur membaca buku. Meskipun unsur gokilnya tida lagi mendominasi. Kelucuan tokoh-tokoh ini lebih berkesan garing. Tapi tetap saja saya harus mengacungkan jempol untuk sahut-sahutan para tokoh dalam “perang olok-olokan”. Contohnya di halaman 29:


“Daripada poni lempar lo itu, Be! Lempar sono jauh-jauh!” balas Nando. “Eno barusan bilang jambul gue lepek.”
“Eno aja didengerin. Dia lagi memfitnah lo, Ndo. Jambul lo nggak lepek, tapi jelek!” Abe ngakak.
“Ayam bumbu terasi bikin makan jadi gembul. Nando terobsesi dengan jambul!” celetuk Deni.
“Tapi kayanya Eno nggak ngomong apa-apa dari tadi deh, Ndo,” kata Erin heran.
“Eno emang nggak ngomong di sini, tapi di Facebook. Liat aja komen di statusnya!” jelas Nando.
Deni menepuk jidat Abe. “Jadi dari tadi kalian komen-komenan di Facebook?”
Abe balas menepuk jidat Deni. “Dasar Koplak!”

Ha..ha..polah tingkah para anggota Genk Kompor masih aneh dan sangat khas. Selain itu dimensi persahabatan mereka semakin terasa. Cerita “Persahabatan Bagai Kompor” sukses membuat saya merasa bahwa ternyata untuk urusan persahabatan mereka bisa bisa sangat serius. Meski cara menunjukkan perhatiannya sangat aneh. Aneh gimana? Ya aneh, terutama cara Sandi menghibur Abe yang cintanya ke Tria tak juga mendapat tanggapan positif. (^0^)

Cover buku Genk Kompor 2 ini juga semakin bagus. Dengan latar putih yang bikin buku ini semakin terlihat “cool”. Sayangnya tulisan “Genk Kompor 2!”-nya kurang tebal dan ngejreng. Jadi kurang memikat mata yang hanya melihatnya sekilas.

Jadi, kalau harus menyematkan bintang untuk Genk Kompor 2 ini, maka saya memberinya 4 bintang. Hayo, bikin yang makin lucu, mas-mas dan mbak-mbak. Biar nanti saya bisa menyematkan 5 bintang biar makin bangga. *eh, siapa elu, Tria* (^_^)v
***
Tentang Penulis
Karena semua penulis Genk Kompor punya CV yang cukup panjang. Maka saya posting saja foto profil mereka ya. Maafkan kemalasan saya (>_<)


***
 Review ini saya ikutkan dalam Challenger berikut:




30 komentar:

  1. ahh,., ceritanya anak sma banget, cocok buat teenager seperti saya, ada kisah persahabatan dan kekeluargaan di situ.. ada cerita horornya juga, wih complete dah, jarang lho ada novel yg menceritakan anak sma terus ada horornya, biasanya kan terlalu ke romance, keren deh nih novel ! ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, dan bagian horornya sukses bikin saya kesal karena saya gak suka cerita horor (>_<)

      Hapus
  2. Genk Kompor itu semacam kumpulan anak-anak yang kayaknya hobi bikin onar tapi gokil xD Deuuuhhh..., pasti ada di setiap sekolah. Dan lucunya, semua anggota JOMBLO #TimJomblo #GenkJojoba #JombloJombloBahagiatapingenesin Hahah... Cocok deh dibaca sama muda-mudi yang butuh hiburan bahwa nggak selamanya jadi jomblo itu ngenesin (ya walaupun sebenarnya mengenaskan)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ha..ha..iya, ceritanya gokil..
      Saya jadi ingat masa SMA
      *ihh..jangan tebak-tebak umur deh*
      (^_^)v

      Hapus
    2. Aku masih SMA, masih jomblo pula... Jadi semacam pandangan ke bakal gimana SMA itu :D

      Hapus
  3. Wah sepertinya dibuku geng kompor ini ceritanya makin seru ya,ka tria sukses nih buat aku (pembaca) jadi makin penasaran sama buku ini. Reviewnya oke kok walaupun panjang tapi kali ini aku ngga bosan membacanya hehe


    Nama: Linda Novianty
    Twitter: @cumee22
    Email: cumee22@gmail.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih ya sudah baca review ini (^_^)

      Hapus
  4. Aduh, baca review ini sukses bikin envy wkwkwk kayaknya ceritanya seu banget. Pasti kocak deh :D

    @Oktaviamithaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, kocak. Apalagi kondisi jomblonya dijadiin bahan gokil..
      ha..ha..

      Hapus
  5. kyaaaa...makin penasaran ama genk kompor iniiii... >.<

    BalasHapus
  6. Penasaran...
    Tapi kok ada horornya??
    Saya anti horor...
    Dari review tadi, menurut saya yang paling lucu waktu Nando cari jodoh lewat FB... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ha..ha..iya, itu kocak karen ujung2nya..ya gitu deh..
      *ngakak lagi pas ingat*

      Hapus
  7. wahhh ada yg kedua yaa,, hihi saya juga gak suka sama cerita horror,, bencii banget, tp bikin penasaran ._.
    jadi pengen baca bukunya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, ada yang kedua mbak.
      Menurut bocorannya bakalan ada yang ketiga juga. (^_^)v

      Hapus
  8. cewek tulalit, haha lucu sekali. kalau dari cover aku akan mengira itu adalah sebuah komik. Lucu abisssss :D Cerita anak SMA yg kece ikemas dengan apik,. Mau bacaaa >.< Penasaran :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, covernya manis.
      Isinya mah jangan tanya, nano-nano. Ada lucunya, ada serunya, ada merindingingnya, ada terharunya. (^_^)v

      Hapus
  9. covernya lebih kalem dibanding yang pertama. #salahfokus

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, cover yang ini lebih manis (^_^)

      Hapus
  10. aaaaahh liat review genk kompor 1 sama genk kompor 2 makin pengen bacaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo cari bukunya di toko buku (^_^)

      Hapus
  11. Ketika baca review genk kompor 2 u/ bagian adu “perang olok-olokan” saya tiba" teringat teman-teman sma saya. Sepertinya baca buku ini beresiko membuat pembaca‘a melayang pada kenangan masa" SMA-nya. Apa Mba Atria merasakan apa yang saya jg rasakan? *oke, kata"nya mirip dialog bintang ftv nembak gebetannya* #eaaa haha.

    BalasHapus
  12. Keselek pas baca "gadis cantik (dan alay)" XD itu beneran Facebook banget! hahaha dan ehem terima kasih curcolnya, aku nggak akan nyoba2 baca bagian itu di malam hari >.<

    BalasHapus
  13. Whuaa pantas kalo buku ini jadi buku yg menarik remaja. Kalo diliat dari biodata penulisnya semua sudah punya karya sendiri yang dimuat diberbagai media. Mantap. Jadi makin penasaran nih sama bukunya..hiks

    BalasHapus
  14. baca review yg pertama aja udh bkin penasaran, baca review yg kedua makin bikin penasaran.... pingin bacaaa... kyknya seru bngett...

    BalasHapus
  15. baca review kakak nggak bisa menuntaskan hasrat ku thdp buku ini><
    Makin penasaran sama cerita lengkap Abe, Tria, dkk :D

    BalasHapus
  16. Duhhh, tadi baca review geng kompor 1 aja udah penasaran , ditambah lagi yang inii ...

    BalasHapus
  17. ini yang paling gokil.. apalagi episode sandi ngilang jhahahahahaha

    BalasHapus

  18. 1 Novel = 6 Penulis = Gado-gado
    1 Cerita = 6 Penulis = Mercon -,-
    Semua penulis legendaris tentu udah juago bikin cerita. Waduh, 6 penulis digabungkan jadi satu...?

    Wah... flashback...
    >> Inget masa SMA ku, dua cowok gokil sukses berat bikin, temen sekelas termasuk aku ketawa heboh sampai sakit peruut... *bayangin deh, kegokilan mereka yang kelewatan*

    Kembali...
    Lha? Gimana dengan 6 pelawak? -,- wuaduh... *siapkan perut sehat (apaini??)*

    BalasHapus
  19. Rikzan Ubaidillah29 April 2014 11.53

    Walaupun aku udah baca serialnya di majalah Story, tapi aku tetep pengen bulu ini. Lebih praktis soalnya.
    Reviewnya bagus.

    BalasHapus