Minggu, 26 Januari 2014

Terlanjur Cinta



Penulis: Anita Sari & Kusumaningtyas
Penyunting: Gari Rakai Sambu
Penata Letak: Cintia
Desain Sampul: Mahar Mega
Pemeriksa Aksara: Tika Yuitaningrum
Penerbit: Eazy Book
Cetakan: 2013
Jumlah hal.: 208 halaman
ISBN: 978-602-7702-19-6

“Kalau aku bilang, hidupku nggak akan lama lagi, dan aku ingin menghabiskan sisa hidupku denganmu, apa kamu rela melupakan Shone untukku?” tanya Nando tiba-tiba.
***
Bagaimana rasanya saat orang yang terlanjur kita cintai lebih memerhatikan orang lain? Perasaan terabaikan itu harus dikecap Ishky ketika ia bertemu dengan Nando. Namun bukan pada Nando ia jatuh hati. Rasa itu tertuju pada Shone, sahabat dekat Nando. Orang yang tak pernah menganggap Ishky ada.
Ini kisah tentang rumitnya hati. Tentang rasa cinta yang bisa dengan mudah muncul, lalu lenyap sekejap mata, tanpa bisa hati mengerti.
Akankah takdir berpihak pada Ishky?
***
Cerita dibuka dengan Nando yang berpamitan kepada 3 sahabatnya; Shone, Zetta dan Figar. Disebutkan sekedar sambil lalu tentang kepergian seseorang. Ya, ada seseorang yang meninggal dan disamarkan hubungannya dengan keempat orang tersebut.


Di tempat lain ada seorang gadis bernama Ishky yang menikmati masa remaja sebagai siswi XI yang tanpa sengaja memotret punggung seorang pemuda baik hati yang tengah menolong seorang nenek. Pertemuan Nando dan Ishky terjadi tidak lama setelahnya. Mereka bertemu di sebuah toko buku saat Ishky terlihat tertarik pada buku karya Shone, dan Nando seketika memberi tahu bahwa dia adalah teman Shone. Upayanya yang numpang beken diabaikan oleh Ishky.

Mereka kemudian menyadari bahwa mereka masih bertetangga. Dan Nando menghadiahi Ishky buku baru Shone. Ternyata Ishky jatuh cinta pada karya Shone dan lama kelamaan terpesona oleh Shone. Di lain pihak Nando masih dibayangi oleh Ninda. Ninda, adik semata wayang Nando yang telah meninggal dan ternyata dicintai oleh Zetta.

Hubungan diantara Ishky, Nando, Shone, Zetta serta Figar dan Melanie, kekasih Shone, menjadi semakin kusut. Ketertarikan, hubungan, kekaguman, cinta, dan patah hati membaur di dalamnya.

***
Ketertarikan saya membeli Terlanjur Cinta karena saya ingin “mencicipi” cerita dari setiap penerbit yang kurang familiar bagi saya. Penerbit-penerbit yang saya sebut “minor” meskipun didistribusikan oleh sebuah jaringan penerbit ‘mayor’. Dan buku ini adalah buku dari Penerbit Eazy-Book yang pertama kali saya baca, sekaligus buku pertama dari kedua penulisnya. Jadi semuanya terasa baru bagi saya.

Saat membaca novel ini saya cukup greget. Kenapa? Karena emosinya tidak terbentuk dengan baik. Proses dari biasa saja menuju suka, cinta atau pun patah hatinya terlalu mendadak. Seolah-olah perasaan seseorang –di dalam cerita ini adalah Ishky dan juga Zetta- gampang sekali berubah. Menurut saya ini menjadi kelemahan utama buku ini. Seandainya penulis mampu menampilkan proses yang jauh lebih nyata dan perlahan maka pembaca bisa saja ikut terhanyut dalam plot cerita.

Sejujurnya plot-nya menarik tapi juga terlalu rumit. Hubungan yang rumit di antara mereka berenam malah membuat saya kesal setengah mati. “Kok bisa seperti itu?” ini adalah pertanyaan yang sering hinggap di kepala saya selama membaca. Selain itu komunikasi yang terlalu real dan detail malah membuat saya terganggu. Seperti bercandaan yang sebenarnya tidak begitu penting namun menghabiskan 2 halaman membuat saya menjadi bosan. Ini sebenarnya bisa saja menarik jika detail tindakan ini disebutkan di moment-moment penting. Namun jika setiap kejadian tidak esensial malah dijelaskan sampai ke gerakan tangan dan ekspresi lainnya malah membuat pembaca bosan.

Selain itu ada logika kalimat yang agak mengganggu saya seperti di hal. 97:
Beliau meninggal di tempat. Padahal saat itu mama Zetta menyetir dengan kecepatan tinggi karena harus mengantar Zetta yang hampir terlambat masuk sekolah.
Bukankah kalimat itu aneh. Kenapa pakai kata “padahal”? bukankah tidak ada kontradiksi antara kedua kalimat tersebut? Bukankah memang wajar jika meninggal karena membawa kendaraan dengan kecepatan tinggi?

Sejujurnya buku ini punya plot cerita yang menarik. Hanya perlu diolah dengan lebih apik lagi (^_^)
Jika harus memberi bintang untuk buku ini, maka saya memberinya 1 bintang.
***
Quote
Yang paling menyakitkan bukanlah saat meninggalkan orang-orang yang menangis saat melepasmu pergi. Tapi meninggalkan seseorang yang bahkan sudah tidak bisa melihat dirimu lagi. Sama sekali –Nando- (hal. 9)

Tentang Penulis
Anita Sari, seorang istri, ibu, penulis pemula, pemimpi. Pecinta bunga, hujan & vanilla. FB: hujanvanilla@yahoo.com, blog: www.hujanvanilla.blogspot.com, email: perihalkenangan@gmail.com
Kusumaningtyas, bekerja di bagian administrasi sebuah dealer sepeda motor. Menyukai gambar-gambar salju dan warna biru. FB: tyapuspitawardhani@facebook.com, email: tyaspuspitawardhani @ymail.com
 ***
 Review ini saya ikutkan dalam RC:


kategori (not so) fresh from the oven




2 komentar:

  1. ini satu cerita tapi ditulis dua orang ya? kerasa ngga kalo ditulis oleh orang yang berbeda, atau lancar lancar aja cara penyampaiannya, kak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lancar-lancar aja sih. Soalnya pakai sudut pandang orang ketiga. Jadi kemungkinan besar mereka berbagi tugas. Jadi ada yang menuturkan tentang Nando, dan ada yang menuturkan tentang Shone, Zetta, dll.

      Tokohnya banyak dan semuanya punya porsi yang cukup besar. Makanya saya menganggap konfliknya terlalu kompleks

      Hapus