Rabu, 01 Januari 2014

Revenge of the Girl with the Great Personality




Penulis: Elizabeth Eulberg
Penerjemah: Mery Riansyah
Penyunting: Starin Sani
Penerbit: Bentang Belia
Cetakan: I, Juli 2013
Jumlah hal.: vi + 314 halaman
ISBN: 978-602-7975-15-6

 Saatnya melakukan perubahan!

Hidupku dikelilingi putri-putri cantik. Adikku, Mac, ratu kecantikan cilik. Ini gara-gara Mom yang ketagihan mendaftarkannya ke semua kontes. Alyssa, pacar dari gebetanku juga bintang fashion show. Cantik dan populer tentu saja!

Mereka, selalu sempurna di mata banyak orang. Apa kabar orang-orang sepertiku? Di dunia itu, aku merasa ada yang salah. Semuanya tampak dipaksakan, dan … palsu. Seharusnya, orang merasa sempurna bukan hanya karena penampilan yang kece, melainkan juga punya kepribadian yang mengagumkan.

Aku harus melakukan ini, gerakan orang-orang berkepribadian mengagumkan! Lihat apa yang akan kulakukan. Mau ikut denganku?
***
Cerita ini tentang remaja perempuan bernama Lexi. Ia tinggal dengan seorang ibu dan seorang adik perempuan. Adiknya, Mackenzie (dipanggil Mac), adalah seorang putri kecantikan cilik. Lexi dan ibunya adalah tim sibuk yang memastikan Mac bisa tampil dan jadi pemenang. Mac selalu menjadi putri kesayangan ibunya. Lexi harus rela menjadi pihak yang dicari hanya saat ada kondisi darurat yang perlu untuk ia tangani, di luar itu ibunya lebih berfokus pada sang adik.

Namun ada yang salah. Keuangan mereka menjadi sangat memburuk karena semua perlombaan “keputrian” yang diikuti Mac. Ibunya menghabiskan uang hingga 1000 dollar untuk membiayai persiapan kontes Mac, sedangkan uang yang bisa dimenangkan oleh Mac hanya sekitar 200 dollar. Namun sang ibu tidak peduli. Ibunya bersikap bahwa Mac dan perlombaannya adalah bagian terpenting dalam hidup sang ibu. Semua itu menjadi hal yang mengisi kekosongan yang muncul dalam hidup sang ibu setelah bercerai dari ayah Lexi dan Mac. 

Namun, Lexi mulai merasa tertekan dengan hal ini. Hingga suatu hari karena sebuah permainan tantangan yang ia mainkan bersama sahabatnya, Benny, ia pun tampil menjadi sosok yang baru. Sosok yang layak untuk masuk ke kelompok populer. Hal ini wajar, karena pada dasarnya Lexi mempunyai sense yang bagus dalam fashion, dia hanya perlu belajar untuk memakai make-up dan tampil lebih menarik.

Lexi yang tadinya yakin bahwa dirinya akan sulit mendapatkan kencan, ternyata dalam beberapa hari langsung mendapatkan undangan kencan dari Tayor, salah satu cowok populer di sekolahnya. Ini pun membawa beberapa perubahan dalam hubungannya dengan sang ibu dan Mac. Hingga akhirnya puncaknya, ibunya melakukan sesuatu yang membuat Lexi tidak bisa memaafkannya. Di lain pihak, ia tidak bisa berhenti mengagumi Logan, pacar Alyssa. Alyssa adalah salah satu cewek populer di sekolah yang juga bintang fashion show. Meskipun sudah mulai berkencan dengan Taylor, Lexi tetap tidak bisa berhenti mengharapkan Logan.

Hingga suatu hari keinginannya terwujud. Tapi apakah benar itu yang ia inginkan? Bagaimana hubungan Lexi dengan ibu dan adiknya?

***
Hm..saya tertarik membaca novel ini karena blurb yang menggoda. Saya tertarik untuk mengetahui, bagaimana kalau ada “gerakan orang-orang yan berkepribadian mengagumkan”? Tapi sayangnya saya tertipu. Buku ini tidak berbicara tentang bagaimana orang-orang memiliki kepribadian baik berusaha mengubah mindset umum tentang cewek cantik. Yang terjadi adalah tokoh utamanya malah berusaha untuk tampil cantik dan menjadi bagian dari kelompok populer.

Ugh, jelas ini mengecewakan karena menyisakan pertanyaan tersendiri  bagi saya. Bagaimana seandainya?? Sebab, image  yang dibangun oleh media tentang cewek cantik itu sangat susah diubah. Iklan-iklan di media selalu menggambarkan perempuan cantik sebagai perempuan dengan bentuk wajah sangat proporsional, mata bulat tajam, hidung mancung, pipi kemerah-merahan, dan bibir yang sensual plus tubuh ramping dan rambut panjang terawat serta kulit putih mempesona. Uh..oh..sangat sulit menjadi orang-orang ini karena gambaran itu terlalu sempurna. Dan ini membuat perempuan dengan penampilan fisik sebaliknya menjadi minder dan bahkan ada yang mendapat cemohan karena tidak termasuk dalam kategori "cantik"

Tapi apa benar, manusia harus dinilai dari penampilan fisiknya? Bagaimana dengan kebaikan hati dan kecerdasan akal? Bagaimana dengan sikap sopan dan berempati? Apa itu semua tidak bisa menjadi penilain utama? Semua akan menjawab bahwa kriteria itu juga penting. Tapi tetap saja tahap seleksi utama itu dimulai dari fisik dulu. Menurut kamu ini adil gak sih?

Kembali ke novel Revenge of the Girl with the Great Personality ini, saya rasa masih belum mengalahkan buku How to be Popular karya Meg Cabot yang mengangkat tema yang kurnag lebih sama. Karena buku How to be Popular jauh lebih wise dan menampilkan tentang bagiamana pergulatan batin serta pilihan-pilhan yang harus diambil oleh tokoh utama dalam novel Howto be Popular tersebut.

Oiya satu hal yang baru saya sadari bahwa penulisan yang benar adalah “jomlo” bukan “jomblo”. Ini setelah saya mencoba mengecek ulang di KBBI untuk kedua kata tersebut. Kata “jomlo” ternyata berarti “gadis tua” sedangan “jomblo” tidak punya arti apapun.

Jadi, jika harus memberi nilai untuk novel ini, maka saya hanya akan memberinya 3 bintang untuk cover yang menarik, cerita yang ringan meski masih cukup dangkal, dan keteratura penulis menuturkan konflik demi konflik dalam hidup Lexi.

Dan bicara tentang ratu kontes, saya nggak akan mungkin memenangkan kontes yang satu ini. He..he. (^_^)v:
kontes ratu waria. Sumber: liputan6
***
Quote
“Kurasa di beberapa situasi, palsu lebih baik ketimbang hal nyata” (hal.46)
“Rambut tambahan dan bulu mata palsu: terbuat dari itulah cewek-cewek cantik.” (hal. 76)
“Jarang sekali memang fantasi dan kenyataan menjadi satu” (hal. 307)

Tentang penulis
Lahir dan besar di Wisconsin sebelum kuliah di Syracuse dan berkarier dalam bisnis buku di New York City. Ia tinggal di luar Manhattan bersama tiga gitar, dua keyboard, dan satu stik drum. Karya-karyanya yang lain adalah The Lonely Heart Club, Prom and Prejudice, dan Take a Bow. Follow twitter @ElizEulberg dan kunjungi www.elizabetheuler.com untuk mengenalnya lebih jauh.
***
Review ini diiutikan dalam RC 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar