Kamis, 30 Januari 2014

PosBar Hadiah dari Secret Santa: Slammed




Judul Terjemahan: Cinta Terlarang
Penulis: Collen Hoover
Penerjemah: Shandy Tan
Editor: Ambhita Dhyaningrum
Desain Sampul: Edward Iwan Mangopang
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan:  April 2013
Jumlah hal.: 336  halaman
ISBN: 978-979-22-9518-4

Layken harus kuat demi ibu dan adiknya. Kematian mendadak sang ayah, memaksa mereka untuk pindah ke kota lain. Bayangan harus menyesuaikan diri lagi dengan lingkungan baru sungguh menakutkan Layken. Namun semua berubah, begitu ia bertemu dengan Will Cooper, tetangga barunya.

Will memang menarik. Dengan ketampanan dan senyum memikat, pemuda itu menularkan kecintaannya pada slams––pertunjukan puisi. Perkenalan pertama menjadi serangkaian hubungan intens yang membuat mereka semakin dekat, hingga keduanya bertemu lagi di sekolah...

Sayangnya, hubungan mereka harus berakhir. Perasaan yang mulai tumbuh antara Will dan Layken harus dihentikan. Pertemuan rutin mereka di kelas tak membantu meniadakan perasaan itu. Dan puisi-puisi menjadi sarana untuk menyampaikan suara hati. Tentang sukacita, kecemasan, harapan, dan cinta terlarang mereka.
***
Cerita di mulai dari tokoh utama perempuan, Layken (akrab disapa Lake) yang harus menghadi perubahan yang besar dalam hidupnya. Dia harus meninggalkan kota Texas dan pindah ke Ypsilanti. kepindahan ini terjadi tidak lama setelah ayahnya meninggal. Lake bersama ibu dan adiknya akhirnya harus pindah karena di Ypsilanti, ibu mereka bisa mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang lumayan untuk bisa membiaya hidup mereka bertiga.

Di kota inilah Lake bertemu Will Cooper. Will adalah tetangganya sekaligus kakak Caulder. Caulder adalah sahabat baru Kel, adik Lake. Rumah mereka yang berhadap-hadapan, serta adik-adik yang bersahabat semakin memudahkan mereka untuk akrab.

Hanya perlu tiga hari bagi keduanya untuk saling jatuh cinta. Pada hari ketiga mereka saling mengenal, Will mengajak Lake ke Club N9NE. Hari itu, Kamis, yang berarti club dibuka hanya untuk pertunjukan Slam. Slam adalah pertunjukan yang memberi kesempatan setiap orang untuk menampilkan puisinya. Mereka akan dinilai oleh juri yang dipilih secara acak. Namun dimensi terpentingnya sebenarnya bukan pada nilai-nilai yang mereka dapatkan.

Di pertunjukan Slam malam itu, Will tampil membawakan sebuah puisi. Puisi itu membantu Lake memahami tentang apa yang dialami oleh Will dalam hidupnya. Ia pun menyadari bahwa ia dan Will memiliki perasaan yang sama. Kencan mereka hari itu berakhir dengan sangat mengesankan.

Namun ternyata masalah datang. Di hari pertama Lake masuk sekolah, mereka menyadari bahwa ada sesuatu yang terlewat di masa awal perkenalan mereka. Ternyata Will adalah seorang guru dan dia adalah guru Lake di sekolah. Hal ini menjadi rintangan awal hubungan mereka.

Will menganggap penting pekerjaannya karena itu adalah cara dia agar bisa terus membiayai dirinya dan Caulder. Maka Will tidak boleh kehilangan pekerjaannya. Dipihak lain, ibu Lake, Julia, memutusskan menarik dukungannya terhadap hubungan Will dan Lake saat dia tahu bahwa Will adalah guru Lake.

Selain masalah-masalah, datang lagi masalah baru. Ibu Lake mengidap kanker. Saat itu Lake benar-benar merasa bahwa kehidupannya sejak kematian ayahnya benar-benar tidak mudah. Ia sangat membutuhkan dukungan Will, namun di saat yang sama ia pun sadar bahwa sangat sulit bagi dia dan Will untuk terus bersama-sama.

Bagaimanakah kelanjutan hubungan Lake dan Will? Apakah rintangan-rintangan itu akan membuat mereka benar-benar terpisah atau manyadari betapa mereka sangat saling membutuhkan.

***
Membaca novel ini sebenarnya membuat saya cukup bingung dengan cara mereka menghadapi kondisi guru-murid yang tanpa sengaja menjerat Will dan Lake. Memangnya nggak terpikir sama sekali untuk backstreet saja? Lagi pula jika mereka akrab seharusnya menjadi hal yang wajar mengingat mereka memang tinggal bertetangga dan kedua adik mereka bersahabat.

Jadi seharusnya jika tidak membesar-besarkan masalah ini, saya rasa masalah itu nggak akan jadi masalah. Yah, walaupun pada akhirnya ada adegan yang menjelaskan kenapa masalah tersebut menjadi hal yang sangat penting bagi Will, tapi tetap saja menurut saya cara Will menanggapinya terlalu heboh.

Untuk Slam dan puisi-puisinya memang menarik. Tapi kekurangan dari membaca terjemahan adalah mereka juga menerjemahkan hal-hal yang saya rasa lebih baik untuk tidak diterjemahkan. Ada baiknya puisi-puisi ini tetap ditulis dalam bahasa Inggris dan kalaupun ingin menerjemahhkannya, tetap sertakan teks aslinya. Ini agar pembaca bisa benar-benar paham tentang apa yang ingin ditekankan dalam puisi tersebut.

Dalam hal konflik sudah cukup memuaskan kecuali dibagian yang telah saya sebutkan semua. Tentang kanker paru-paru yang diderita ibu Lake pun ikut memperkuat cerita dalam novel ini. Harus saya akui, saya bahkan menangis saat membaca buku ini, padahal saat itu saya ada di salah satu rumah makan di Ciwalk dan saya sedang bersama salah seorang sahabat saya. He..he.. (>_<).

Kehadiran Eddie, sahabat Lake yang ternyata memiliki hidup yang berat namun bisa selalu berusaha ceria pun menjadi bagian yang menarik dalam buku ini. Saya suka dengan tokoh Eddie ini. Hadiah ulang tahun yang diterima Eddie dari kekasih dan ayahnya pun sukses membuat saya terharu. *tissue mana tissue*.

Cover? Menarik kok, warna merah (atau orange? He.he..saya tidak terlalu paham tentang warna) dan komposisi Judul buku dan penulisnya sudah proporsional, yah, meskipun bagi saya jadinya tidak terlihat cukup mencolok di toko buku.

Jadi, jika harus memberi nilai untuk novel ini dalam skala 1-10, maka saya memberinya nilai 8,5.

Oiya, satu tambahan informasi, yang membuat saya jatuh cinta pada pertunjukan Slam dalam buku ini adalah puisi pertama yang didengar Lake saat pertama kali ia mengikuti Slam bersama Will.
Puisi itu sangat realistis. Tidak sulit tapi bisa bercerita banya. I really like it (>_<)
 
***
Quote:
“Ada tiga pertanyaan yang mesti benar-benar di jawab ‘iya’ oleh seorang perempuan sebelum dia mengikatkan dirinya pada seorang laki-laki. Kalau ada satu saja yang kau jawab ‘tidak’, maka larilah sekencang-kencangnya.”....”Apa laki-laki itu selalu memperlakukanmu dengan hormat? Itu pertanyaan pertama. Pertanyaan kedua adalah, misalkan dua puluh tahun lagi dia masih tetap orang yang persis sama dengan dia yang sekarang, apakah kau tetap mau menikah dengannya? Terakhir, apakah laki-laki itu menggugah keinginanmu menjadi orang yang lebih baik? Jika berhasil menemukan laki-laki yang bisa membuatmu menjawab iya untuk ketiga pertanyaan tadi, berarti kau sudah menemukan laki-laki yang baik.”

“Apakah kamu mensyukuri yang mereka miliki? Apakah Gen dan Erica mensyukuri kesehatan mereka? Apakah Scott mensyukuri pemasukan tambahannya dari menyewakan rumah? Karena semua itu, setiap keping dari semua itu, akan berakhir. Tidak ada yang bertahan selamanya. Satu-satunya kesamaan di antara kami semua adalah satu hal yang tidak terhindarkan. Yaitu, kami semua pada akhirnya akan mati.”

Tentang Penulis
Colleen Hoover adalah pengarang bestseller New York Times untuk 2 novel: Slammed #1 dan Point of Retreat #2. Ia tinggal di Texas bersama dengan suaminya dan tiga anak lelaki mereka. Untuk membaca lebih banyak tentang pengarang ini, silahkan kunjungi website-nya di www.colleenhoover.com
***

Terima kasih kepada Secret Santa saya yang baik hati yang sudah menghadiahi saya dua buah buku yakni buku Slammed ini dan buku Inspiring One karya Muhaimin Iqbal.

Nah, postingan kali ini adalah bagian dari Posbar BBI dalam event Secret Santa yang diadakan di bulan Desember lalu. Setelah memposting bersama Riddlenya pada 20 Desember 2013 (Riddle saya selengkapnya bisa dibaca di sini).

" -kebetulan kota asalku sama dengan tempat tinggalmu sekarang
-Huruf pertama namaku sama dengan huruf pertama salah satu novel karya Poppy D. Chusfani yang bercerita tentang bangsa kucing atau huruf awal novel terkenal karya C.S. Lewis
-Dalam bhs.Inggris namaku punya arti khusus jadi coba cari akunku dan lihat gambar profilnya, pasti ketahuan deh.
Kalau beruntung eksekusi akhir mungkin akan meninggalkan jejak pula."

Setelah membaca Riddle ini, saya melacak Santa dengan mempersempit pencarian.
Pertama, dengan  mengecek posisi pengirim yang tertulis "Tangerang"
Setelah itu saya mempersempit pencarian dgn mencarinya hanya dari daftar BBIers yang ikut Secret Santa.
Dan kemudian menemukan dua nama dengan huruf N dan berdomisili di Tangerang.
Dan segera saya cek Goodreads keduanya dan clue terakhir bahwa nama Santa saya punya arti khusus dalam bahasa Inggris benar-benar membantu.
Jadi, menurut tebakan saya ,



Yup, Secret Santa saya adalah: Nannia/ Nanny (Nannia Mini Library)

So, My Santa, dengan kekuatan bulan, perlihatkan dirimu!!! (>_<)v 
 

6 komentar:

  1. Sailormoon? xD
    huehehe...

    mari tunggu kemunculan si Santa :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ha..ha.. Santa saya sudah muncul dan saya malah telat ngereplaynya (>_<)

      Hapus
  2. Kyaaaa pengen baca buku iniiii *cari pinjeman*

    BalasHapus
  3. aku juga suka slammed, tapi lebih suka buku keduanya :D
    Ayo mbak Nanny ngaku :p

    BalasHapus
  4. hai Atria
    Walaupun aku tidak punya kekuatan bulan tapi bisa memperlihatkan diri di sini :) dan membuat pengakuan bahwa tebakan nya benar aku adalah santa kamu.
    Alhamdulillah bisa menebak dengan cepat dan benar, riddle nya engga susah kan ?
    Karena kita belum pernah berinteraksi sebelumnya jadi..salam kenal !
    Tos tiasa bahasa Sunda ? :D



    BalasHapus
    Balasan
    1. He..he..sebenarnya sempat bingung juga. Apalagi sejak awal sempat takut nggak bisa nebak dengan benar karena pertama kali ikut SS. Tapi syukurlah ternyata riddle-nya membawa saya ke tempat yang tepat. Terima kasih ya, Bunda Nannia untuk kado-kadonya. Saya bahagia banget saat terima paketnya (^0^)
      Sekali lagi terima kasih.
      *peluk*

      Hapus