Selasa, 21 Januari 2014

Miss Bento





Penulis: Erlita P
Editor: Anin Patrajuangga
Desain cover: Lisa F
Penata isi: Yusuf Pramono
Penerbit: Grasindo
Cetakan: 2013
Jumlah hal.: vi + 186 halaman
ISBN: 978-602-251-266-0

"Aku kan masih pemula. Masa' harus mengerjakan pesanan 100 buah Bento Box. Lagipula Tante Ita kan bisa memesan di tempat lain."

Dapur bukanlah bagian rumah yang sering dikunjungi Sakura. Selama ini, satu-satunya masakan yang bisa dia buat hanya satu, salad! Namun obrolannya dengan 'Pendekar Samurai' di dalam commuterline membuat Sakura bermetamorfosis menjadi sosok yang berbeda. Demi mewujudkan mimpinya mengunjungi negeri tempat asal bunga Sakura, didukung penuh oleh sahabatnya dan keluarganya, Sakura mulai merintis bisnis bento. Ada banyak cerita suka dan duka.

Pertengkaran dengan sahabatnya, misteri yang disimpan oleh kakak semata wayangnya, belum lagi percobaan membuat masakan yang gagal. Namun kehadiran sosok misterius Chef Hari membuat Sakura bisa melalui semua itu hingga akhirnya mendapat julukan Miss Bento.

***
Novel ini dibuka dengan cerita pertemuan Sakura Ayu Maharani dengan Pendekar Samurai di Commuterline. Cewek yang kadang disapa Ayu dan kadang dipanggil Ayu ini jadi tergerak untuk belajar membuat bento berkat ide dari Pendekar Samurai. Btw, siapa sih Pendekar Samurai ini? Sebenarnya ini hanyalah gelar yang diberika oleh Ayu kepada seorang bapak yang tidak ia ketahui namanya. Obrolan yang bermula dari pertanyaan bapak-bapak tersebut tentang kesukaan Ayu membaca komik berbuntut pada niatan Ayu membuat usaha bento.

Bento sukses membuat Ayu jatuh cinta. Bento, sebenarnya hanya semacam kotak bekal. Namun, oleh orang Jepang, bekal makanan tersebut dihias sedemikian rupa sehingga tampilannya menarik. Akhirnya berkat informasi yang diberikan oleh Pendekar Samurai, Ayu pun ikut kelas memasak. Tak disangka olehnya bahwa sang Pendekar Samurai itu ternyata adalah chef  di tempat kursus masak tersebut.



Dengan dukungan sang kakak, Shiro, yang sedang jatuh cinta serta ibunda yang selalu sigap membantu promosi, akhirnya usaha bento yang dirintis Ayu pun berjalan. Kehadiran Chef Hari yang awalnya jutek dan akhirnya selalu ada untuk membantu Ayu pun sukses memeriahkan hari-hari Ayu. Sahabat tersayang, Ninit, pun tidak kalah besar dukungannya. Tapi sebuah masalah akhirnya membuat Ayu dan Ninit bertengkar. Ayu merasa bahwa Ninit malah mengkhianatinya dengan mencuri ide Ayu.

Saat usaha bento yang dirintis Ayu berjalan, satu persatu tantangan pun datang. Semua ini membuat Ayu pusing dan benar-benar menguji kesabarannya. Syukurlah selalu ada Chef Hari yang memberi dia dukungan dan selalu memberi ide-ide dan resep yang sesuai dengan yang dibutuhkan Ayu. Lantas bagaimana usaha Bento Sakura yang didirikan Ayu? Persahabatan Ayu dan Ninit akankah kembali terjalin? Apakah hubungan Ayu dan Chef Hari akan berkembang, atau Chef Hari hanya sekedar berbuat baik ke Ayu?

***
Di awal Januari 2014 ini alhamdulillah saya berhasil memenangkan giveaway yang diadakan oleh mbak Luctky sang Pustakawin. Bukunya dikirim langsung oleh penulisnya, Mbak Erlita Pratiwi. He..he.. Terima kasih banyak ya (^_^)

Membaca Miss Bento menjadi hiburan yang menarik bagi saya. Ceritanya yang ringan dan mengalir membuat saya berhasil menamatkannya dengan segera. Buku ini memang layak dibaca remaja karena memberi banyak hal positif untuk dipelajari.

Dengan menggunakan sudut pandang orang pertama yakni Ayu, penulis membuat cerita mengalir dengan lancarnya. Dimulai dari pertemuan di commuterline pengarang berhasil membuat kita ikut tertarik menikmati “pengalaman hidup” seorang Ayu yang ingin mencoba membuat sebuah bisnis. Ketertarikan Ayu pada budaya Jepang dan kesenangannya melihat bento pun menjadikan semangat mau belajar Ayu semakin terasa.

Melalui buku ini, pembaca bisa menangkap bahwa tokoh Ayu diciptakan oleh penulis sebagai tokoh yang mau belajar dan berusaha mencapai impiannya. Ayu dengan impian untuk ke Jepang, berusaha mencari jalan untuk bisa mendapatkan uang agar bisa ke Jepang. Ia dengan modal seadanya, modal semangat dan restu dari keluarga akhirnya mencoba memulai usaha bento agar bisa mempunyai uang yang cukup untuk membeli tiket ke Jepang.

Tokoh Ayu digambarkan sebagai tokoh yang berusaha mandiri namun masih tetap agak kekanak-kanakan dengan adanya konflik dengan Ninit dan juga rasa stress yang langsung menerpanya saat pertama kali mendapat pesanana dalam jumlah banyak. Jadi, tokoh Ayu bukan tokoh wonderwoman yang bisa segala hal. Selain itu, membaca buku ini juga bisa mendorong orang-orang seperti saya untuk berani mencoba untuk terjun ke dapur. Maklum saya tidak pintar masak. *malu*

Hanya saja ada sedikit kekurangan dari segi alur cerita. Saat membacanya rasanya kurang “greget” karena tidak ada klimaks yang berarti. Semua berjalan nyaris terlalu lancar. Hubungan yang terbangun antara Ayu dan Chef Hari pun terlalu cepat mengalir. Tidak ada penjelasan berarti tentang alasan dari sikap jutek Chef Hari sebelumnya.

Selain itu saya sering dibuat greget dengan kebiasan tokoh Ayu yang suka sekali mengancam dalam hati untuk membelikan sikat gigi ada orang-orang yang menertawakannya atau melakukan sesuatu hal yang sama berkali-kali. Rasanya jadi terlalu garing setiap kali ancaman ini ia lontarkan dalam hati.

Hm, tapi di luar kekurangan itu, buku ini masih tetap layak untuk dibaca terutama bagi remaja karena bisa menularkan semangat positif untuk berani berusaha, dan juga bisa membuat remaja melihat bahwa dukungan keluarga terhadap hal-hal yang kita geluti akan sangat berarti dan membantu.

Dari segi cover? Sudah manis. Warna biru yang lembut yang jadi background gambar membuatnya terlihat manis. Adanya gambar-gambar di dalam novel untuk menggambarkan berbagai kreasi menu yang dipelajari Ayu pun membuat buku ini semakin menarik.

Jadi, kalau harus menyematkan bintang untuk buku ini, maka saya akan memberinya 3 bintang, masing-masing untuk cover, cerita yang manis, dan semangat enterpreneur yang dituangkan dalam buku ini.

***
Tentang Penulis
Erlita Pratiwi, seorang  penulis aktif lulusan UI yang telah menghasilkan berbagai karya. Belajar tulis-menulis di Sekolah Menulis Online yang didirikan Jonru. Mulai rajin mengirim tulisan ke situs cerita anak www.ceritaanak.org sejak Desember 2008. Menjadi kontributor di PenulisLepas.com sebelum akhirnya web itu tidak aktif lagi.

Perempuan lulusan UI ini sudah membuat skenario yang ditayangkan oleh Global Tv. Mention twitternya di @takoyakisoulmate atau bisa langsung kontak ke erlitapratiwi@cbn.net.id. Curhatannya bisa dibaca di ceritaceritaerlita.blogspot.com
***
Review ini saya ikut dalam RC berikut:
kategori Freebies Time



1 komentar: